daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old January 9th, 2012, 07:10 AM   #41
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 22,783
Likes (Received): 5117


entar lagi the premiere XXI bakal opening di Hermes Place Polonia berbarengan dengan finishingnya mall tsb yg kini dah hampir rampung. Oh selain the premiere XXI di mall ini juga bakal opening 6D cinema dan tertulis first in Indonesia.
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan no está en línea  

Sponsored Links
 
Old January 9th, 2012, 08:13 AM   #42
ardi_85
Registered User
 
ardi_85's Avatar
 
Join Date: May 2010
Posts: 287
Likes (Received): 7

Quote:
Originally Posted by bharadya View Post
Blitz Theater at The Plaza Balikpapan
















http://plaza-balikpapan.com/v4/detai...3&type=updates
Bedanya Blitz theater sama Blitz Megaplex itu apa ya? Karena di Grand Galaxy Mall Bekasi rencananya bakal ada Blitz Theater juga...
oia bharadya itu di foto yg kelima disananya ada laut ya? artinya ini mall di pinggir laut dong? mantab juga nih, apalagi kalo di Blitznya ada view hadap lautnya...
ardi_85 no está en línea  
Old January 9th, 2012, 08:45 AM   #43
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,951
Likes (Received): 171

Quote:
Originally Posted by ardi_85 View Post
Bedanya Blitz theater sama Blitz Megaplex itu apa ya? Karena di Grand Galaxy Mall Bekasi rencananya bakal ada Blitz Theater juga...
Blitz Theater itu ya versi mininya Blitz, hanya punya enam audi. Beda dgn Blitz Megaplex yg punya sekitar sepuluh audi. Wah, berarti Bekasi bakal punya dua Blitz, yah, setelah sebelumnya di BCP.


Quote:
Originally Posted by ardi_85 View Post
oia bharadya itu di foto yg kelima disananya ada laut ya? artinya ini mall di pinggir laut dong? mantab juga nih, apalagi kalo di Blitznya ada view hadap lautnya...
Betul sekali. Mal ini memang terletak di pinggir laut. Ini foto satelitnya utk lebih memperjelas:

__________________
Jogja Selalu Ceria


"... yang jelas yang sudah mengharapkan adanya blitz atau tenant apalah lainnya kalo bisa ikut "bertanggung jawab" untuk beli produknya ya... Ojo mung seneng tok di kotanya ada ini ada itu, hehe... Beli dong! Apalagi udah nggak beli produknya tapi isane mung umuk ke kota lain kalo di kotaku telah ada ini dan itu."

- Inspiring Quote by Adhianto -
bharadya no está en línea  
Old January 9th, 2012, 01:42 PM   #44
hafis
Registered User
 
hafis's Avatar
 
Join Date: Sep 2010
Location: ÜT: 0.4800707,101.4150851
Posts: 1,136
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by rahul medan View Post

entar lagi the premiere XXI bakal opening di Hermes Place Polonia berbarengan dengan finishingnya mall tsb yg kini dah hampir rampung. Oh selain the premiere XXI di mall ini juga bakal opening 6D cinema dan tertulis first in Indonesia.
Ada studio premierenya ya ?
Pertama di sumatera
Dan XXI pertama untuk medan
hafis no está en línea  
Old January 9th, 2012, 02:33 PM   #45
andhira
Registered User
 
andhira's Avatar
 
Join Date: Dec 2008
Posts: 1,026
Likes (Received): 62

Quote:
Originally Posted by rahul medan View Post

entar lagi the premiere XXI bakal opening di Hermes Place Polonia berbarengan dengan finishingnya mall tsb yg kini dah hampir rampung. Oh selain the premiere XXI di mall ini juga bakal opening 6D cinema dan tertulis first in Indonesia.
wah, makin banyak aja noh "D"nya.
__________________

@davenitions
andhira no está en línea  
Old January 9th, 2012, 08:16 PM   #46
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 22,783
Likes (Received): 5117

Quote:
Originally Posted by hafis View Post
Ada studio premierenya ya ?
Pertama di sumatera
Dan XXI pertama untuk medan
yupz banner yg tertulis di mall yg lagi UC itu " The Premiere XXI "
first in Medan

Quote:
Originally Posted by andhira View Post
wah, makin banyak aja noh "D"nya.
salah 1 banner yg tertulis di depan proyek mereka kurang lebih tertulis begini " The first 6D cinema in Indonesia"
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams


Last edited by rahul medan; January 9th, 2012 at 08:21 PM.
rahul medan no está en línea  
Old January 9th, 2012, 08:30 PM   #47
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,951
Likes (Received): 171

Pic please!
__________________
Jogja Selalu Ceria


"... yang jelas yang sudah mengharapkan adanya blitz atau tenant apalah lainnya kalo bisa ikut "bertanggung jawab" untuk beli produknya ya... Ojo mung seneng tok di kotanya ada ini ada itu, hehe... Beli dong! Apalagi udah nggak beli produknya tapi isane mung umuk ke kota lain kalo di kotaku telah ada ini dan itu."

- Inspiring Quote by Adhianto -
bharadya no está en línea  
Old January 9th, 2012, 09:09 PM   #48
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 22,783
Likes (Received): 5117


klo pict-nya aku gk ada. palingan 1 or 2 buan lagi dah finishing dan grand opening baru deh gampang ngetake pictnya.
aku kasih referensi berita aj ya..

Wali Kota Medan Tinjau Hermes Palace Polonia

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM melakukan peninjauan mendadak ke lokasi wisata Hermes Palace Polonia Jalan Monginsidi, Medan, Kamis (22/12) sore.

Peninjauan yang dilakukan Rahudman tersebut, dilakukan terkait dengan persiapan ibu kota provinsi Sumatera Utara menyambut Visit Medan Year 2012.

Ketika melakukan peninjauan, Wali Kota didampingi Kadis Bina Marga Ir Gunawan, Camat Medan Polonia Odi Dodi dan Kabag Humas Budi Hariono STTP MAP, Direktur Hermes Palace Polonia (HPP) Hermes Thamrin, menunjukkan seluruh lokasi yang kini sedang dalam tahap proses finishing. Jika tempat itu rampung, diyakini akan mampu menyedot wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Dari peninjauan yang dilakukan, water boom yang telah dioperasikan dan mulai ramai dikunjungi masyarakat, HPP juga memiliki ball room di lantai 3 yang sangat luas mampu menampung lebih dari 2.500 orang dan dilengkapi dengan lighting canggih. Selain untuk menggelar pameran, tempat itu juga digunakan untuk resepsi pernikahan.Yang menariknya lagi, pengantinnya bisa langsung menuju lokasi dengan menaiki mobil, karena tempat itu dilengkapi dengan lift khusus untuk kenderaan roda empat.
“Tempat ini tentunya sangat mendukung Kota Medan menjadi Kota Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE),” kata Rahudman.

Kemudian, Rahudman juga diperlihatkan lokasi yang akan dijadikan bioskop termegah di Indonesia dengan memiliki 6 studio. Dari 6 studio, 2 studio kategori premier, sedangkan 4 studio lagi tahap biasa. Dengan kehadiran bioskop ini, warga dapat menikmati film-film yang dibintangi aktor maupun aktris favoritnya dengan fasilitas yang telah disiapkan khusus dan tak akan ditemui di biosko-bioskop yang ada di Kota Medan saat ini.

“Di tempat ini, ada juga pusat oleh-oleh dan jajanan, termasuk lokasi pameran budaya dari seluruh etnis yang ada di Sumatera Utara. Ini gambaran bahwa kekayaan kita selama ini adalah budaya. Maka, kita minta kepada pengusaha tidak meninggalkan kultur kita. Semuanya harus bisa bersinergi dalam upaya mengembangkan kota ini sebagai kota metropolitan,” harapnya.

Pemko Medan, jelas Rahudman, wajib memfasilitasi dan mendukung sehingga HPP menjadi salah satu sarana hiburan ataupun rekreasi dan lokasi kuliner. Apa yang ditampilkan di HPP, tentunya sangat berbeda, sebab ditangani orang-orang professional. Meski demikian, Wali Kota menegaskan, pengusaha wajib memiliki izin dari semua usaha hiburan yang dioperasikannya. “Semuanya harus memenuhi standar prosedur yang ada. Begitu pun kita tidak akan mepersulit pengurusan izin.

Justru setiap investor yang ingin berinvestasi, akan kita beri insentif dan fasilitas kemudahan. Dengan demikian para investor mau menanamkan investasinya di Kota Medan,” ungkapnya. (adl)

http://www.hariansumutpos.com/2011/1...sata-utama.htm
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan no está en línea  
Old January 9th, 2012, 09:13 PM   #49
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,951
Likes (Received): 171

Sipp. Kita tunggu sampe malnya jadi dan foto-fotonya dipajang di mari!

Akhirnya Medan punya XXI, harusnya sudah dari dulu tuh!
__________________
Jogja Selalu Ceria


"... yang jelas yang sudah mengharapkan adanya blitz atau tenant apalah lainnya kalo bisa ikut "bertanggung jawab" untuk beli produknya ya... Ojo mung seneng tok di kotanya ada ini ada itu, hehe... Beli dong! Apalagi udah nggak beli produknya tapi isane mung umuk ke kota lain kalo di kotaku telah ada ini dan itu."

- Inspiring Quote by Adhianto -
bharadya no está en línea  
Old January 9th, 2012, 10:32 PM   #50
ellious grinsant
Registered User
 
Join Date: Oct 2009
Posts: 312
Likes (Received): 3

Quote:
Originally Posted by rahul medan View Post
yupz banner yg tertulis di mall yg lagi UC itu " The Premiere XXI "
first in Medan

salah 1 banner yg tertulis di depan proyek mereka kurang lebih tertulis begini " The first 6D cinema in Indonesia"
Mungkin maksudnya 6 Digital Cinema kali yaaaaaa? Media di Indonesia kan kadang suka lebay... hehehee...
CMIIW

Quote:
Originally Posted by rahul medan View Post
Kemudian, Rahudman juga diperlihatkan lokasi yang akan dijadikan bioskop termegah di Indonesia dengan memiliki 6 studio. Dari 6 studio, 2 studio kategori premier, sedangkan 4 studio lagi tahap biasa.
http://www.hariansumutpos.com/2011/1...sata-utama.htm
Termegah di Indonesia? dengan 6 Studio dimana 2nya adalah The Premiere? Penasaran, bagaimana megahnya bioskop 6 studio itu? Apakah mengelahkan kemegahan Blitzmegaplex GI, atau Plaza Senayan XXI, atau Blitz CP atau Mega Bekasi XXI.

Quote:
Originally Posted by rahul medan View Post
Dengan kehadiran bioskop ini, warga dapat menikmati film-film yang dibintangi aktor maupun aktris favoritnya dengan fasilitas yang telah disiapkan khusus dan tak akan ditemui di biosko-bioskop yang ada di Kota Medan saat ini.
http://www.hariansumutpos.com/2011/1...sata-utama.htm
Gua rasa pemberitaan di koran ini agak terlalu lebay ya, :p
ellious grinsant no está en línea  
Old January 10th, 2012, 04:29 AM   #51
pecinta_bioskop
Registered User
 
Join Date: Nov 2010
Posts: 233
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by ellious grinsant View Post
Mungkin maksudnya 6 Digital Cinema kali yaaaaaa? Media di Indonesia kan kadang suka lebay... hehehee...
CMIIW


Termegah di Indonesia? dengan 6 Studio dimana 2nya adalah The Premiere? Penasaran, bagaimana megahnya bioskop 6 studio itu? Apakah mengelahkan kemegahan Blitzmegaplex GI, atau Plaza Senayan XXI, atau Blitz CP atau Mega Bekasi XXI.


Gua rasa pemberitaan di koran ini agak terlalu lebay ya, :p

kalau artikel itu ditulis oleh wartawan yg emang kaga tau apa-apa ttg bioskop, jadinya begitu... hahahaha... coba kalo yg nulis dari forum ini, bisa di-downgrade abis-abisan XXI baru itu.

Last edited by pecinta_bioskop; January 10th, 2012 at 06:28 AM.
pecinta_bioskop no está en línea  
Old January 10th, 2012, 05:20 AM   #52
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 22,783
Likes (Received): 5117

Quote:
Originally Posted by ellious grinsant View Post
Mungkin maksudnya 6 Digital Cinema kali yaaaaaa? Media di Indonesia kan kadang suka lebay... hehehee...
CMIIW


Termegah di Indonesia? dengan 6 Studio dimana 2nya adalah The Premiere? Penasaran, bagaimana megahnya bioskop 6 studio itu? Apakah mengelahkan kemegahan Blitzmegaplex GI, atau Plaza Senayan XXI, atau Blitz CP atau Mega Bekasi XXI.


Gua rasa pemberitaan di koran ini agak terlalu lebay ya, :p
Klo Media yang lebay gw setujuu banget.. gw juga gag yakin, cuma ngasih referensi aj sebagaimana permintaan bro bharadya
Plaza Senayan XXI keren banget coz gw juga dah pernah nonton di sonoh
oh ya masalah 6D itu beda lagi. Selain the premiere XXI di mall ini juga dibangun 6D cinema by Hermes Group (owner mall ini plus pemain lokal property di Medan yg sangat sukses). First in Indonesia written on the banners mall. True or not I dont know. But I think 6D displays documentary film with short duration plus viewers as though being in the film. As chair that can be moved and there are other effects that follow the course of the film's story
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan no está en línea  
Old January 10th, 2012, 09:55 AM   #53
endogawa
Registered User
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 82
Likes (Received): 2

Quote:
Originally Posted by pecinta_bioskop View Post
buat moderator, di thread part 4 , mohon dikasi link nya yah , sepertinya banyak yg belum tau, kecuali sedikit effort untuk googling...

btw, pas gua nonton DON 2 di EX, digital projektor yg dipake merk CHRISTIE, bukan BARCO sperti XXI lain... plus THX dan DOLBY.

Buat yg pernah nonton di CBD ciledug, gua agak penasaran karena di sana muter film 3D di studio 3, tapi apakah HTMnya sama? karena di website21, HTMnya cuman satu 20rb/25rb.
Ia CBD CILEDUG 3D nya di studio 3, studio dengan kapasitas 180 seat. ini ukuran kategori studio nomor 3 di CBD, yg pertama itu studio 1 n 2, trus studio 5, trus studio 3 n 4, n yg paling kecil studio 6 n 7.

harga gak tau kenapa gak di pajang di situsnya, tapi kalo disitus lamanya udah ada, yg skrg gak ada, tapi kalo kita buka situs 21 via m.21cineplex.com yang ada HTM perjudul film, buat 3D gak ada HTMnya disitu.

HTM 3D di CBD itu senin-kamis 25rbu, Jum'at 30rbu, sabtu/minggu/libur 40rbu.
endogawa no está en línea  
Old January 13th, 2012, 05:01 AM   #54
endogawa
Registered User
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 82
Likes (Received): 2

Investasi Bioskop, Jangan Terjebak Kepentingan Asing


JAKARTA - Globalisasi bagi negara-negara Eropa, Amerika Serikat (AS), dan negara maju lainnya hanya menjadi retorika belaka. Karena dalam praktiknya, penguasa di negara-negara tersebut tetap melindungi kepentingan nasional.

Misalnya dengan menyebutkan sejumlah kriteria tertentu, bagi produk luar negeri yang akan masuk ke negara mereka. Disadari atau tidak, negara berkembang seperti Indonesia menjadi target pasar bagi produk negara maju yang masuk dengan bungkus globalisasi.

Tidak hanya negara dari Eropa dan Amerika, tapi negara Asia yang mulai bangkit juga membutuhkan pasar bagi produk-produk mereka.

"Pintu masuknya bisa bermacam-macam, di antaranya lewat misi kebudayaan," ujar budayawan Radar Panca Dahana di Jakarta, Kamis (12/1/2011) malam.

Oleh karena itu, Radar Panca Dahana memberikan sinyal agar pemerintah hati-hati dengan masuknya pemegang modal asing yang awalnya mendompleng misi budaya, padahal buntutnya mau menjajah secara ekonomi.

Menurutnya, diperlukan peranan pemerintah untuk melindungi kepentingan nasional, baik melalui lembaga legislatif maupun eksekutif. Misalnya dengan memproteksi industri dalam negeri dari serbuan kapitalis asing.

Serbuan budaya sebagai pintu masuk bagi kepentingan ekonomi pihak asing itu, salah satunya dengan memanfaatkan investasi bioskop. Seperti diberitakan, dalam beberapa pekan ini, sebuah grup usaha dari Korea Selatan bermaksud menggelontrokan investasi di bidang bioskop.

Lotte Grup yang sudah masuk ke Indonesia di bisnis ritel itu menyatakan niatnya untuk membangun 100 bioskop di Tanah Air. Mereka terang-terangan mengaku membawa misi untuk memperkenalkan budaya Korea Selatan di Indonesia.

Dari kemasan budaya, bisa jadi, Korea Selatan juga membawa misi terselubung, yakni ingin memperkuat dominasi produk-produk Negeri Ginseng itu di Indonesia. Tak bisa dipungkiri, produk Korea semakin merajalela di negeri ini. Tidak hanya sektor telekomunikasi dan otomotif, produk film Korea pun sudah mulai mempengaruhi pemirsa di Indonesia lewat layar kaca.

Nah, untuk bisa berinvestasi dalam bentuk pembangunan bioskop, investor asing masih terkendala dengan regulasi. Sampai saat ini, bioskop masih termasuk dalam Daftar Negatif Investasi (DNI).

Karena itu, Lotte Grup berupaya membuka hambatan tersebut lewat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan BKPM, agar bioskop dicabut dari DNI.
Upaya membuka pintu masuk bagi investasi bioskop itu ditentang oleh banyak pihak.

Di antaranya Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti. Khusus untuk industri perfilman, menurut Wiendu, barrier bisa diterapkan melalui kebijakan fiskal yang mampu memberikan insentif bagi industri film nasional untuk berkembang atau meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

"Sebuah industri juga tidak sehat jika terus dilindungi, tetapi juga jangan dibiarkan bersaing ketika memang belum mampu," tegasnya.

Hal senada diungkapkan Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah. Menurutnya, kehadiran bioskop asing yang akan disertai dengan makin banjirnya film-film asing dapat mengganggu industri kreatif di dalam negeri terutama dalam hal penyerapan kandungan lokal.

Praktisi pendidikan sekaligus budayawan, Gotot Prakoso berharap pemerintah tak hanya melihat film dari sisi penguasaan teknologi saja. "Karena hal itu akan membuat kita hanya sebagai pekerja film, bukan pembuat film," ujarnya.

Dekan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu melihat Film bukan sekadar tontonan yang menghibur, melainkan ‘bisa menghadirkan aneka budaya yang menjadi karakter khas negara’.

"Karena film bukan hanya menampilkan gerak dan suara secara terpisah. Tetapi menjadi satu kesatuan," ujarnya.

Hadirnya bioskop asing pun, sepintas memang tidak akan membawa pengaruh apapun. Namun dalam jangka panjang bisa menjadi ‘virus’ bagi negeri ini, terutama jika industri di negeri ini belum siap bersaing di kancah global.

"Pemerintah harus segera membenahi kondisi perfilman nasional agar bisa bersaing dengan pihak asing," ungkap Gotot. (Sudarsono/Koran SI/ade)

http://economy.okezone.com/read/2012...entingan-asing
endogawa no está en línea  
Old January 13th, 2012, 05:08 AM   #55
pecinta_bioskop
Registered User
 
Join Date: Nov 2010
Posts: 233
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by endogawa View Post
Investasi Bioskop, Jangan Terjebak Kepentingan Asing


JAKARTA - Globalisasi bagi negara-negara Eropa, Amerika Serikat (AS), dan negara maju lainnya hanya menjadi retorika belaka. Karena dalam praktiknya, penguasa di negara-negara tersebut tetap melindungi kepentingan nasional.

Misalnya dengan menyebutkan sejumlah kriteria tertentu, bagi produk luar negeri yang akan masuk ke negara mereka. Disadari atau tidak, negara berkembang seperti Indonesia menjadi target pasar bagi produk negara maju yang masuk dengan bungkus globalisasi.

Tidak hanya negara dari Eropa dan Amerika, tapi negara Asia yang mulai bangkit juga membutuhkan pasar bagi produk-produk mereka.

"Pintu masuknya bisa bermacam-macam, di antaranya lewat misi kebudayaan," ujar budayawan Radar Panca Dahana di Jakarta, Kamis (12/1/2011) malam.

Oleh karena itu, Radar Panca Dahana memberikan sinyal agar pemerintah hati-hati dengan masuknya pemegang modal asing yang awalnya mendompleng misi budaya, padahal buntutnya mau menjajah secara ekonomi.

Menurutnya, diperlukan peranan pemerintah untuk melindungi kepentingan nasional, baik melalui lembaga legislatif maupun eksekutif. Misalnya dengan memproteksi industri dalam negeri dari serbuan kapitalis asing.

Serbuan budaya sebagai pintu masuk bagi kepentingan ekonomi pihak asing itu, salah satunya dengan memanfaatkan investasi bioskop. Seperti diberitakan, dalam beberapa pekan ini, sebuah grup usaha dari Korea Selatan bermaksud menggelontrokan investasi di bidang bioskop.

Lotte Grup yang sudah masuk ke Indonesia di bisnis ritel itu menyatakan niatnya untuk membangun 100 bioskop di Tanah Air. Mereka terang-terangan mengaku membawa misi untuk memperkenalkan budaya Korea Selatan di Indonesia.

Dari kemasan budaya, bisa jadi, Korea Selatan juga membawa misi terselubung, yakni ingin memperkuat dominasi produk-produk Negeri Ginseng itu di Indonesia. Tak bisa dipungkiri, produk Korea semakin merajalela di negeri ini. Tidak hanya sektor telekomunikasi dan otomotif, produk film Korea pun sudah mulai mempengaruhi pemirsa di Indonesia lewat layar kaca.

Nah, untuk bisa berinvestasi dalam bentuk pembangunan bioskop, investor asing masih terkendala dengan regulasi. Sampai saat ini, bioskop masih termasuk dalam Daftar Negatif Investasi (DNI).

Karena itu, Lotte Grup berupaya membuka hambatan tersebut lewat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan BKPM, agar bioskop dicabut dari DNI.
Upaya membuka pintu masuk bagi investasi bioskop itu ditentang oleh banyak pihak.

Di antaranya Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti. Khusus untuk industri perfilman, menurut Wiendu, barrier bisa diterapkan melalui kebijakan fiskal yang mampu memberikan insentif bagi industri film nasional untuk berkembang atau meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

"Sebuah industri juga tidak sehat jika terus dilindungi, tetapi juga jangan dibiarkan bersaing ketika memang belum mampu," tegasnya.

Hal senada diungkapkan Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah. Menurutnya, kehadiran bioskop asing yang akan disertai dengan makin banjirnya film-film asing dapat mengganggu industri kreatif di dalam negeri terutama dalam hal penyerapan kandungan lokal.

Praktisi pendidikan sekaligus budayawan, Gotot Prakoso berharap pemerintah tak hanya melihat film dari sisi penguasaan teknologi saja. "Karena hal itu akan membuat kita hanya sebagai pekerja film, bukan pembuat film," ujarnya.

Dekan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu melihat Film bukan sekadar tontonan yang menghibur, melainkan ‘bisa menghadirkan aneka budaya yang menjadi karakter khas negara’.

"Karena film bukan hanya menampilkan gerak dan suara secara terpisah. Tetapi menjadi satu kesatuan," ujarnya.

Hadirnya bioskop asing pun, sepintas memang tidak akan membawa pengaruh apapun. Namun dalam jangka panjang bisa menjadi ‘virus’ bagi negeri ini, terutama jika industri di negeri ini belum siap bersaing di kancah global.

"Pemerintah harus segera membenahi kondisi perfilman nasional agar bisa bersaing dengan pihak asing," ungkap Gotot. (Sudarsono/Koran SI/ade)

http://economy.okezone.com/read/2012...entingan-asing

agak bingung ngebaca artikel ini, sebetulnya yg ditakutkan itu film nasional yg ga bisa bersaing dgn film asing (dalam hal ini film korea?? come on....film korea masih sedikit skali penggemarnya, malah kalo di blitz film thai masih jauh lebih laris dari film korea). Bicara ttg perlindungan terhadap film nasional, pemerintah sendiri kurang mendukung perfilman nasional. Hmmm? *tambah bingung mode on*
ataukah industri bioskop lokal yg takut ga bisa bersaing dgn industri bioskop asing?

Jangan2 ini sebetulnya hanya ketakutan jaringan 21/XXI...
pecinta_bioskop no está en línea  
Old January 13th, 2012, 05:14 AM   #56
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,951
Likes (Received): 171

Quote:
Originally Posted by pecinta_bioskop View Post
Jangan2 ini sebetulnya hanya ketakutan jaringan 21/XXI
Betul sekali!
__________________
Jogja Selalu Ceria


"... yang jelas yang sudah mengharapkan adanya blitz atau tenant apalah lainnya kalo bisa ikut "bertanggung jawab" untuk beli produknya ya... Ojo mung seneng tok di kotanya ada ini ada itu, hehe... Beli dong! Apalagi udah nggak beli produknya tapi isane mung umuk ke kota lain kalo di kotaku telah ada ini dan itu."

- Inspiring Quote by Adhianto -
bharadya no está en línea  
Old January 13th, 2012, 09:08 PM   #57
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,376
Likes (Received): 280

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
SUN 21
Medan, Sumatra Utara

image hosted on flickr

Sun 21 - Medan, Sumatra Utara by rilham2new13, on Flickr

Bioskopnya generasi lama, filmnya UPDATe (lumayan lah). Sayangnya studio 3 dan 4 nya kecil banget
Setelah dapat studio yang kecil (waktu itu nonton MISSION: IMPOSSIBLE, GHOST PROTOCOL).

Kembali nonton lagi, SHERLOCK HOLMES ... dapat studio 2

ini di lokasi tiket, refreshment, sekaligus gaming nya ... Motret diam-diam pakai kamera handphone
image hosted on flickr

SUN 21 Interior - Medan, Sumatra Utara by AnakMelayuRiau, on Flickr

Studio 2 nya agak besar, masuknya dari tengah
image hosted on flickr

Sun 21 Studio 2 Interior - Medan, Sumatra Utara by AnakMelayuRiau, on Flickr

Digital Picture by DLP Cinema
image hosted on flickr

Sun 21 Studio 2 Interior - Medan, Sumatra Utara by AnakMelayuRiau, on Flickr

BARCO, Projecting The Magic
image hosted on flickr

Sun 21 Studio 2 Interior - Medan, Sumatra Utara by AnakMelayuRiau, on Flickr
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old January 14th, 2012, 11:45 AM   #58
ellious grinsant
Registered User
 
Join Date: Oct 2009
Posts: 312
Likes (Received): 3

itu Sun 21 itu udah Dolby Digital Surround EX apa belom ya? soalnya difoto gua liat speaker sampingnya kaya bukan speaker, huhuhu...
ellious grinsant no está en línea  
Old January 14th, 2012, 11:50 AM   #59
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,376
Likes (Received): 280

Definitely Dolby Digital Surround ..... soalnya ada di video yang dimainkan sebelum film dimulai.

Semua studio pun ada SENSORMATIC buat siapa-siapa yang membawa kabur kacamata 3D ke luar studio
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old January 14th, 2012, 07:01 PM   #60
ardi_85
Registered User
 
ardi_85's Avatar
 
Join Date: May 2010
Posts: 287
Likes (Received): 7

Quote:
Originally Posted by bharadya View Post
Blitz Theater itu ya versi mininya Blitz, hanya punya enam audi. Beda dgn Blitz Megaplex yg punya sekitar sepuluh audi. Wah, berarti Bekasi bakal punya dua Blitz, yah, setelah sebelumnya di BCP.

Betul sekali. Mal ini memang terletak di pinggir laut.
Ooh thx Bharadya penjelasannya, iya Bekasi berarti akan punya dua Blitz, yang satu Megaplex satu lagi Theater. semoga bener dan ga berubah
Ini beritanya :

Blitz Theater Segera Buka di Harbourbay Mall
Tribun Batam - Kamis, 10 November 2011 11:58 WIB

Laporan TribunnewsBatam, AgusTriharsanto

TRIBUNNEWSBATAM, JAKARTA - Selain di Kepri Mall, Blitz Theater, juga direncanakan akan beroperasi di lantai 3 Harbourbay Mall, Batam.
Nantinya, penonton tak perlu antre beli tiket karena tiket bisa dibeli secara online.

Inilah kemudahan yang ditawarkan melalui blitzcard. Pemegang blitzcard mendapatkan kemudahan memperoleh tiket dan snack.
Calon penonton tidak perlu antre saat membeli tiket. Blitz memberikan berupa transaksi online melalui website atau smartphone dan channel online lainnya dengan blitzcard.

Tiket dapat di cetak sendiri (self service) di BCM (blitz card machine) atau BTM (blitz ticket machine) yang sudah disediakan di setiap site blitzmegaplex pada saat ingin menonton.

Rencananya, Blitz Theater mulai beroperasi pada Mei 2012. Blitz Theater di Harbourbay Mall akan hadir dengan empat auditorium dengan State of The Art sound system.

Blitz Theater adalah termasuk jaringan blitz yang saat ini telah memiliki tujuh lokasi di Jakarta, Bandung, Bekasi dan Tangerang.
Dalam waktu dekat, blitz theater juga akan membuka lokasi baru di Batam, Surabaya, Balikpapan dan Bekasi Selatan.

Inovasi yang kedua adalah bagi pengguna smartphone dengan platform Android, saat ini sudah bisa menggunakan aplikasi blitzDroid yaitu aplikasi blitz yang didesain khusus untuk smartphone Android.

Aplikasi blitzDroid ini tersedia secara gratis dan bisa didapatkan dengan cara mengunduh dari Android Market atau melakukan "Scan the QR code below with barcode-scanning app on your device".

Tidak hanya auditorium regular, akan disediakan juga auditorium 3Dimensi dengan teknologi RealD, yaitu teknologi 3Dimensi terdepan di dunia dan pertama di Indonesia serta salah satu yang pertama di Asia Tenggara. Menciptakan gambar 3Dimensi dengan kualitas yang lebih nyata.

Blitz Theater berharap dapat menjadi tempat tujuan utama untuk hiburan, dengan memberikan jenis tontonan film yang beragam. Selain itu, Blitz Theater didesain design yang simple dan unik untuk memberikan kenyamanan bagi penonton.

Dan Blitz Theater Bekasi akan ada di Grand Galaxy Mall, persembahannya Agung Sedayu Group :

Peresmian Tiang Pancang Pertama Grand Galaxy Mall, Sebuah Pusat Perbelanjaan Karya Agung Sedayu Group

Pada Sabtu (17/12), Pelaksana Tugas (PLT) Wali Kota Bekasi Dr H Rahmat Effendi dan jajaran Pemda Bekasi meresmikan pembangunan Grand Galaxy Mall, salah satu masterpiece Agung Sedayu Group. Hadirnya mal ini disambut hangat pelaku bisnis yang akan bergabung, antara lain Farmers Market, Blitz Theater, Funworld, Ace Hardware, Optik Melawai, Burger King, Domino Pizza, Coconut Island, Hammer, Sox Galery, The Body Shop, Kenny Rogers, Crocs, The Little Thing She Needs, Bling, Shaga, Bengawan Solo, Erafone dan Christopher Salon. Mal ini dilengkapi dengan pusat makanan di area terbuka yang akan buka nonstop 24 jam. Menurut Commercial Lease Property Management Director Agung Sedayu Group Alphonzus Widjaja, mal ini dari awal hingga selesai dibangun pada 2013 serta pada saat beroperasi nantinya akan mampu menyediakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar. [*/ACA]
ardi_85 no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 10:51 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu