daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > Java Island and Bali

Java Island and Bali » Banyumas raya | DIY Yogyakarta



Reply

 
Thread Tools
Old May 14th, 2013, 06:16 AM   #1
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

[TAPAL KUDA REGION] Projects & Development

Tapal Kuda, Jawa Timur





Tapal Kuda, adalah nama sebuah kawasan di provinsi Jawa Timur, tepatnya di bagian timur provinsi tersebut. Dinamakan Tapal Kuda, karena bentuk kawasan tersebut dalam peta mirip dengan bentuk tapal kuda. Kawasan Tapal Kuda meliputi Pasuruan (bagian timur), Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Menurut sejarahnya, daerah Tapal Kuda ini dahulu disebut dengan Blambangan atau dalam budaya Jawa disebut daerah bang wetan (seberang timur), karena kawasan ini tidak pernah menjadi bagian dari kerajaan Mataram, karena tidak dikenal sebelum imigran dari kawasan Mataraman berpindah mengisi kawasan pesisir selatan. Namun kini istilah Blambangan hanya ditujukan untuk wilayah yang sekarang masuk Kabupaten Banyuwangi.

Kawasan Tapal Kuda terdapat tiga pegunungan besar: Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, Pegunungan Iyang (dengan puncak tertingginya Gunung Argopuro), dan Dataran Tinggi Ijen (dengan puncak tertingginya Gunung Raung).

Ciri khas kawasan ini adalah dihuni oleh Suku Madura dan Suku Jawa. Suku Madura bahkan mayoritas di beberapa tempat, khususnya di bagian utara, sebagian besar tidak dapat berbahasa Jawa, meski tinggal di lingkungan Jawa. Kawasan tapal kuda seringkali dianggap sebagai daerah terbelakang di Jawa Timur, karena berdasarkan peta Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur, kawasan ini berada pada jajaran yang paling rendah.

Kota-kota besar di kawasan Tapal Kuda adalah Probolinggo, Pasuruan, dan Jember. Jember merupakan kota pendidikan, dimana terdapat perguruan tinggi negeri Universitas Jember.
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old May 14th, 2013, 06:17 AM   #2
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Kabupaten Pasuruan



Kabupaten Pasuruan, adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintah berlokasi di Kota Pasuruan. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Laut Jawa di utara, Kabupaten Probolinggo di Timur, Kabupaten Malang di selatan, Kota Batu di barat daya, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Kabupaten ini dikenal sebagai daerah perindustrian, pertanian, dan tujuan wisata. Kompleks Dataran Tinggi Tengger dengan Gunung Bromo merupakan atraksi wisata utama.

Sejarah
Kawasan Pasuruan merupakan kawasan pertanian dan perdagangan sejak periode klasik Indonesia. Pelabuhan Pasuruan telah melayani perdagangan untuk kerajaan-kerajaan di Jawa Timur. Pada masa penguasaan oleh VOC (diserahkan dari wilayah Kesultanan Mataram sebagai imbalan bantuan VOC dalam perang Suksesi Jawa, Pasuruan menjadi salah satu penghasil utama komoditas perdagangan hasil pertanian. Hal ini diteruskan pada periode penguasaan oleh Hindia-Belanda.

Pariwisata
Bagian barat wilayah kabupaten ini (perbatasan dengan wilayah Kabupaten Mojokerto dan Malang) adalah dataran tinggi yang cukup sejuk, dan merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama Jawa Timur. Kawasan tersebut terdapat villa-villa peristirahatan, dan sejumlah perumahan elit. Kawasan pegunungan ini juga sering digunakan sebagai tempat berkemah. Di antara obyek wisata andalan Pasuruan adalah Taman Safari Indonesia di Prigen dan Kebun Raya Purwodadi. Sebelah selatan Kota Pasuruan terdapat Gunung Bromo, salah satu tujuan wisata utama Jawa Timur.

:::http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pasuruan:::


Last edited by Gabriel666; May 14th, 2013 at 06:56 AM.
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 06:18 AM   #3
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Kota Probolinggo




Kota Probolinggo, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terletak sekitar 100 km sebelah tenggara Kota Surabaya, Kota Probolinggo berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara, serta Kabupaten Probolinggo di sebelah timur, selatan, dan tengah. Kota ini juga terdapat pelabuhan perikanan yang cukup besar.

Sejarah
Pada zaman Pemerintahan Prabu Radjasanagara (Sri Nata Hayam Wuruk) raja Majapahit yang ke IV (1350-1389), Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, nama sungai yang mengalir di tengah daerah Banger ini. Banger merupakan pedukuhan kecil di bawah pemerintahan Akuwu di Sukodono. Nama Banger dikenal dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh Pujangga Kerajaan Majapahit yang terkenal, yaitu Prapanca.
Sejalan dengan perkembangan politik kenegaraan/kekuasaan di zaman Kerajaan Majapahit, pemerintahan di Banger juga mengalami perubahan-perubahan/perkembangan seirama dengan perkembangan zaman. Semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger, kemudian berkembang manjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu, di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit. Pada saat Bre Wirabumi (Minakjinggo), Raja Blambangan berkuasa, Banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan, dikuasai pula oleh Bre Wirabumi. Bahkan Banger menjadi kancah perang saudara antara Bre Wirabumi (Blambangan) dengan Prabu Wikramawardhana (Majapahit) yang dikenal dengan “Perang Paregreg”.
Pada masa Pemerintahan VOC, setelah kompeni dapat meredakan Mataram, dalam perjanjian yang dipaksakan kepada Sunan Pakubuwono II di Mataram, seluruh daerah di sebelah Timur Pasuruan (termasuk Banger) diserahkan kepada VOC pada tahun 1743. Untuk memimpin pemerintahan di Banger, pada tahun 1746 VOC mengengkat Kyai Djojolelono sebagai Bupati Pertama di Banger, dengan gelar Tumenggung. Kabupatennya terletak di Desa Kebonsari Kulon. Kyai Djojolelono adalah putera Kyai Boen Djolodrijo (Kiem Boen), Patih Pasuruan. Patihnya Bupati Pasuruan Tumenggung Wironagoro (Untung Suropati). Kompeni (VOC) terkenal dengan politik adu dombanya. Kyai Djojolelono dipengaruhi , diadu untuk menangkap/membunuh Panembahan Semeru, Patih Tengger, keturunan Untung Suropati yang turut memusuhi kompeni. Panembahan Semeru akhirnya terbunuh oleh Kyai Djojolelono. Setelah menyadari akan kekhilafannya, terpengaruh oleh politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono menyesali tindakannya. Kyai Djojolelono mewarisi darah ayahnya dalam menentang/melawan kompeni. Sebagai tanda sikap permusuhannya tersebut, Kyai Djojolelono kemudian menyingkir, meninggalkan istana dan jabatannya sebagai Bupati Banger pada tahun 1768, terus mengembara/lelono.
Sebagai pengganti Kyai Djojolelono, kompeni mengangkat Raden Tumenggung Djojonegoro, putra Raden Tumenggung Tjondronegoro, Bupati Surabaya ke 10 sebagai Bupati Banger kedua. Rumah kabupatennya dipindahkan ke Benteng Lama. Kompeni tetap kompeni, bukan kompeni kalau tidak adu domba. Karena politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono yang tetap memusuhi kompeni ditangkap oleh Tumenggung Djojonegoro. Setelah wafat, Kyai Djojolelono dimakamkan di pasarean “Sentono”, yang oleh masyarakat dianggap sebagai makam keramat.
Di bawah pimpinan Tumenggung Djojonegoro, daerah Banger tampak makin makmur, penduduk tambah banyak. Beliau juga mendirikan Masjid Jami’ (± Tahun 1770). Karena sangat disenangi masyarakat, beliau mendapat sebutan “Kanjeng Djimat”. Pada tahun 1770 nama Banger oleh Tumenggung Djojonegoro (Kanjeng Djimat) diubah menjadi “Probolinggo” (Probo : sinar, linggo : tugu, badan, tanda peringatan, tongkat). Probolinggo : sinar yang berbentuk tugu, gada, tongkat (mungkin yang dimaksud adalah meteor/bintang jatuh). Setelah wafat Kanjeng Djimat dimakamkan di pasarean belakang Masjid Jami’.

Obyek Wisata
1. TWSL. Taman Wisata Studi Lingkungan. Berupa kebun binatang mini yang berada di daerah Mangunharjo. Satwa yang ada dalam kebun binatang ini cukup beragam. Kini, TWSL terus dikembangkan. Biaya masuk hanya Rp 3000/orang untuk dewasa dan Rp 2000 untuk anak-anak.
2. Pelabuhan Tanjung Tembaga dan Pelelangan Ikan. Masyarakat kota Probolinggo sering berwisata ke Pelabuhan Tanjung Tembaga dan Pelelangan Ikan. Walaupun sebenarnya bukan sebuah obyek wisata, tetapi pemandangan dan suasana yang disajikan cukup bagus. Tarif masuk hanya dikenakan terhadap kendaraan bermotor. Untuk Sepeda Motor sebesar Rp 1000 dan Mobil Rp 2000.
3. Alun-Alun. Alun-Alun merupakan pusat kota Probolinggo. Terdapat beberapa bangunan penting mengelilingi alun-alun tersebut, seperti, Perpustakaanl, Penjara, Masjid, Kantor DPRD, dan Stasiun. Di sekitar alun-alun juga terdapat banyak penjual makanan dan minuman (semacam pusat jajanan). Terutama setiap minggu, diadakan pasar di alun-alun kota ini, menjual makanan dan berbagai tumbuh-tumbuhan. Tidak dikenakan biaya untuk masuk alun-alun.
4. Taman Manula adalah taman rekreasi terletak di jalan Soekarno Hatta yang menyediakan fasilitas HotSPot gratis dan juga fasilitas Massage relaksasi.
5. Museum Probolinggo dirintis sejak tahun 2009 dengan mengumpulkan sejumlah bukti-bukti. Misalnya bangunan, pusaka dan foto-foto kuno. Setelah tim museum terbentuk, akhirnya memburu dan mengumpulkan sejumlah bukti sejarah Probolinggo.Sebanyak 140 koleksi Museum Probolinggo terdiri dari temuan Arkeologi, Etnografi, Nomismatik (Uang), Filologi, Keramik Arkelogi, Pusaka, Alat Transportasi dan foto-foto masa lalu

:::http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Probolinggo:::


Last edited by Gabriel666; May 14th, 2013 at 06:55 AM.
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 06:18 AM   #4
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Kabupaten Situbondo



Kabupaten Situbondo adalah suatu kabupaten di Jawa Timur, Indonesia dengan pusat pemerintahan dan ibukota terletak di Kecamatan Situbondo. Kota ini terletak di daerah pesisir utara pulau Jawa, dikelilingi oleh perkebunan tebu, tembakau, hutan lindung Baluran dan lokasi usaha perikanan. Dengan letaknya yang strategis, di tengah jalur transportasi darat Jawa Bali, kegiatan perekonomiannya tampak terjaga "hidup". Situbondo mempunyai pelabuhan Panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan di pulau Jawa yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial Belanda.

Sejarah
Konon, Situbondo pada zaman dahulu merupakan suatu situ atau danau besar. Di zaman kejayaan kerajaan kerajaan Jawa dahulu Situbondo merupakan bagian dari konflik konflik perebutan wilayah dan kekuasaan Majapahit, Blambangan dan di daerah inilah diyakini perang Paregreg sebagai bagian dari kehancuran Majapahit terjadi.
Penduduk Situbondo berasal dari beragam suku, mayoritas berasal dari suku Jawa dan Madura. Pada tahun 1950-70 an kehidupan perekonomian kebanyakan ditunjang oleh industri gula dengan adanya 6 perkebunan dan pabrik gula di sekelilingnya , yaitu di Asembagus, Panji, Olean, Wringin Anom, Demas dan Prajekan. Namun dengan surutnya industrigula, pada tahun 1980 dan 1990-an kegiatan perekonomian bergeser kearah usaha perikanan. Usaha pembibitan dan pembesaran udang menjadi tumpuan masyarakat.
Mangga Manalagi, Gadung, dan Arumanis dari Situbondo sangat terkenal dan banyak dicari oleh penggemar buah. Namun sampai saat ini potensi ekonomi dari perkebunan mangga tersebut masih ditangani secara industri rumah tangga, belum dalam skala industri perkebunan.
Beberapa potensi kekayaan alam lainnya masih "menganggur". Ditengarai kandungan minyak bumi di Kabupaten Situbondo (sekitar Olean) cukup melimpah. Masyarakat Situbondo menunggu investor untuk datang dan mengeksplorasi kekayaan alam yang sampai sekarang "masih tersembunyi".
Masyarakat Jawa Timur banyak mengenal Situbondo dari pantai Pasir Putih, suatu tempat rekreasi pantai yang berjarak kurang lebih 23 km disebelah barat Situbondo. Pasir Putih terkenal dengan pantainya yang landai dan berpasir putih. pada tahun 1960 - 1970 an masih banyak habitat laut yang bisa ditemukan dipantai ini. Kuda laut dan batu karang cantik berwarna warni banyak dijual di akuarium penjual ikan hias setempat. Namun kini makhluk tersebut tidak dapat ditemui lagi.



:::http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Situbondo:::


Last edited by Gabriel666; May 14th, 2013 at 06:33 AM.
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 06:19 AM   #5
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Kabupaten Bondowoso



Kabupaten Bondowoso, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Bondowoso. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Kabupaten Jember di selatan, serta Kabupaten Probolinggo di barat. Ibukota kabupaten Bondowoso berada di persimpangan jalur dari Besuki dan Situbondo menuju Jember.

Sejarah
Kediaman resident Bondowoso pada tahun 1927-1929
Semasa Pemerintahan Bupati Ronggo Kiai Suroadikusumo di Besuki mengalami kemajuan dengan berfungsinya Pelabuhan Besuki yang mampu menarik minat kaum pedagang luar. Dengan semakin padatnya penduduk perlu dilakukan pengembangan wilayah dengan membuka hutan yaitu ke arah tenggara. Kiai Patih Alus mengusulkan agar Mas Astrotruno, putra angkat Bupati Ronggo Suroadikusumo, menjadi orang yang menerima tugas untuk membuka hutan tersebut. usul itu diterima oleh Kiai Ronggo-Besuki, dan Mas Astrotruno juga sanggup memikul tugas tersebut. Kemudian Kiai Ronggo Suroadikusumo terlebih dahulu menikahkan Mas Astotruno dengan Roro Sadiyah yaitu putri Bupati Probolinggo Joyolelono. Mertua Mas Astrotruno menghadiahkan kerbau putih “Melati” yang dongkol (tanduknya melengkung ke bawah) untuk dijadikan teman perjalanan dan penuntun mencari daerah-daerah yang subur.
Pengembangan wilayah ini dimulai pada 1789, selain untuk tujuan politis juga sebagai upaya menyebarkan agama Islam mengingat di sekitas wilayah yang dituju penduduknya masih menyembah berhala. Mas Astrotruno dibantu oleh Puspo Driyo, Jatirto, Wirotruno, dan Jati Truno berangkat melaksanakan tugasnya menuju arah selatan, menerobos wilayah pegunungan sekitar Arak-arak “Jalan Nyi Melas”. Rombongan menerobos ke timur sampai ke Dusun Wringin melewati gerbang yang disebut “Lawang Seketeng”. Nama-nama desa yang dilalui rombongan Mas Astrotruno, yaiitu Wringin, Kupang, Poler dan Madiro, lalu menuju selatan yaitu desa Kademangan dengan membangun pondol peristirahatan di sebelah barat daya Kademangan (diperkirakan di Desa Nangkaan sekarang.
Desa-desa yang lainnya adalah disebelah utara adalah Glingseran, Tamben dan Ledok Bidara. disebelah Barat terdapat Selokambang, Selolembu. sebelah timur adalah Tenggarang, Pekalangan, Wonosari, Jurangjero, Tapen, Praje,kan dan Wonoboyo. Sebelah selatan terdapat Sentong, Bunder, Biting, Patrang, Baratan, Jember, Rambi, Puger, Sabrang, Menampu, Kencong, Keting. Jumlah Penduduk pada waktu itu adalah lima ratus orang, sedangkan setiap desa dihuni, dua, tiga, empat orang. kemudian dibangunlah kediaman penguasa di sebelah selatan sungai Blindungan, di sebelah barat Sungai Kijing dan disebelah utara Sungai Growongan (Nangkaan) yang dikenal sebagai “Kabupaten Lama” Blindungan, terletak ±400 meter disebelah utara alun-alun.
Pekerjaan membuka jalan berlangsung dari tahun 1789-1794. Untuk memantapkan wilayah kekuasaan, Mas Astrotruno pada tahun 1808 diangkat menjadi demang dengan gelar Abhiseka Mas Ngabehi Astrotruno, dan sebutannya adalah “Demang Blindungan”. Pembangunan kotapun dirancang, rumah kediaman penguasa menghadap selatan di utara alun-alun. Dimana alun-alun tersebut semula adalah lapangan untuk memelihara kerbau putih kesayangan Mas Astrotruno, karena disitu tumbuh rerumputan makanan ternak. lama kelamaan lapangan itu mendapatkan fungsi baru sebagai alun-alun kota. Sedangkan di sebelah barat dibangun masjid yang menghadap ke timur. Mas Astrotruno mengadakan berbagai tontonan, antara lain aduan burung puyuh (gemek), sabung ayam, kerapan sapi, dan aduan sapi guna menghibur para pekerja. tontonan aduan sapi diselenggarakan secara berkala dan menjadi tontonan di Jawa Timur sampai 1998. Atas jasa-jasanya kemudian Astrotruno diangkat sebagai Nayaka merangkap Jaksa Negeri.
Dari ikatan Keluarga Besar “Ki Ronggo Bondowoso” didapat keterangan bahwa pada tahun 1809 Raden Bagus Asrah atau Mas Ngabehi Astrotruno dianggkat sebagi patih berdiri sendiri (zelfstanding) dengan nama Abhiseka Mas Ngabehi Kertonegoro. Beliau dipandang sebagai penemu (founder) sekaligus penguasa pemerintahan pertama (first ruler) di Bondowoso. Adapun tempat kediaman Ki Kertonegoro yang semula bernama Blindungan, dengan adanya pembangunan kota diubah namanya menjadi Bondowoso, sebagai ubahan perkataan Wana Wasa. Maknanya kemudian dikaitkan dengan perkataan Bondo, yang berarti modal, bekal, dan woso yang berarti kekuasaan. makna seluruhnya demikian: terjadinya negeri (kota) adalah semata-mata karena modal kemauan keras mengemban tugas (penguasa) yang diberikan kepada Astrotruno untuk membabat hutan dan membangun kota.
Meskipun Belanda telah bercokol di Puger dan secara administrtatif yuridis formal memasukan Bondowoso kedalam wilayah kekuasaannya, namun dalam kenyataannya pengangkatan personel praja masih wewenang Ronggo Besuki, maka tidak seorang pun yang berhak mengklaim lahirnya kota baru Bondowoso selain Mas Ngabehi Kertonegoro. Hal ini dikuatkan dengan pemberian izin kepada Beliau untuk terus bekerja membabat hutan sampai akhir hayat Sri Bupati di Besuki.
Pada tahun 1819 Bupati Adipati Besuki Raden Ario Prawiroadiningrat meningkatkan statusnya dari Kademangan menjadi wilayah lepas dari Besuki dengan status Keranggan Bondowoso dan mengangkat Mas Ngabehi Astrotruno menjadi penguasa wilayah dengan gelar Mas Ngabehi Kertonegoro, serta dengan predikat Ronngo I. Hal ini berlangsung pada hari Selasa Kliwon, 25 Syawal 1234 H atau 17 agustus 1819. Peristiwa itu kemudian dijadikan eksistensi formal Bondowoso sebagai wilayah kekuasaan mandiri di bawah otoritas kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso. Kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso meliputi wilayah Bondowoso dan Jember, dan berlangsung antara 1829-1830.
Pada 1830 Kiai Ronggo I mengundurkan diri dan kekuasaannya diserahkan kepada putra keduanya yang bernama Djoko Sridin yang pada waktu itu menjabat Patih di Probolinggo. Jabatan baru itu dipangku antar 1830-1858 dengan gelar M Ng Kertokusumo dengan predikat Ronggo II, berkedudukan di Blindungan sekarang atau jalan S Yudodiharjo (jalan Ki Ronggo) yang dikenal masyarakat sebagi “Kabupaten lama”.Setelah mengundurkan diri, Ronggo I menekuni bidang dakwah agama Islam dengan bermukim di Kebun Dalem Tanggul Kuripan (Tanggul, Jember), Ronggo I wafat pada 19 Rabi’ulawal 1271 H atai 11 Desember 1854 dalam usia 110 tahun. jenazahnya dikebumikan disebuah bukit (Asta Tinggi) di Desa Sekarputih. Masyarakat Bondowoso menyebutnya sebagai “Makam Ki Ronggo”.

Pariwisata
Pemandian "Tasnan" pada tahun 1920-an
Pariwisata, seni dan budaya merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat, yang berdampak pada meningkatnya pendapatan daerah. Kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang RTRW Kabupaten Bondowoso, ditetapkan kawasan wisata Kabupaten Bondowoso yaitu :
1.Kawasan Wisata Terpadu Kawah Ijen di Kecamatan Sempol dan Sumberwringin, dengan obyek wisata : a.Wisata Kawah Ijen, Kawah Telaga Weru dan Kawah Wurung b.Wisata Air Terjun Blawan dan Gua Stalagtit c.Wisata Pemandian Air Panas Blawan dan Pemandian Damarwulan d.Wisata Agro Kopi Kalisat e.Wisata Air Terjun Puloagung - Sukorejo
2.Kawasan Wisata Terpadu Lereng Argopuro di Kecamatan Pakem, dengan obyek wisata : a.Wisata Agro Pusat Penelitian Kopi dan Kakao b.Wisata Air Terjun Tancak Kembar c.Wisata Pendakian Pegunungan Hyang (Gunung Argopuro)
3.Kawasan Wisata Pemandangan Arak-arak di Kecamatan Wringin;
4.Kawasan Wisata Pendakian Gunung Raung di Kecamatan Sumberwringin;
5.Kawasan Wisata Panjat Tebing Alam Patirana di Kecamatan Grujugan;
6.Kawasan Wisata Pemandian Tasnan di Kecamatan Grujugan;
7.Kawasan Wisata Sejarah Sarkopage di Kecamatan Grujugan, Maesan, Wringin, Tegalampel, Bondowoso, Wonosari, Tamanan, Jambesari Darussholah, Prajekan, Tlogosari dan Sempol;
8.Kawasan Wisata Rekreasi Alun-alun Bondowoso;
9.Kawasan Wisata Ziarah Makam Ki Ronggo di Kecamatan Tegalampel;
10.Kawasan Wisata Budaya Pedepokan Gema Buana di Kecamatan Prajekan;
11.Kawasan Wisata Kerajinan Kuningan Cindogo di Kecamatan Tapen;
12.Kawasan Wisata Bendung Sampean Baru di Kecamatan Tapen;
13.Kawasan Wisata Budaya Upacara Adat Desa Blimbing di Kecamatan Klabang;
14.Kawasan Wisata Arung Jeram Bosamba di Kecamatan Taman Krocok dan Tapen.
15.kawasan wisata aduan sapi yang ada di kecamatan tapen Dalam mendukung pariwisata,
di Kabupaten Bondowoso juga disediakan sarana akomodasi penginapan yang memadai bagi wisatawan. Pada tahun 2008 ini jumlah hotel di Kabupaten Bondowoso terdiri dari 11 hotel. Satu hotel bintang 3 yaitu Hotel Ijen View di Jalan KIS Mangunsarkoro. Sedangkan lainnya yaitu hotel melati. Enam hotel di Kota Bondowoso yaitu Palm, Anugerah, Baru, Slamet, Kinanti dan Grand serta 4 hotel di luar Kota Bondowoso yaitu Arabica, Catimore, Jampit, dan Wisata Asri.

:::http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bondowoso:::

Last edited by Gabriel666; May 14th, 2013 at 06:37 AM.
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 06:19 AM   #6
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Kabupaten Jember



Kabupaten Jember adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang beribukota di Jember. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Samudra Hindia di selatan, dan Kabupaten Lumajang di barat. Kabupaten Jember terdiri atas 31 kecamatan.
Kota Jember dahulu merupakan kota administratif, namun sejak tahun 2001 istilah kota administratif dihapus, sehingga Kota Administratif Jember kembali menjadi bagian dari Kabupaten Jember. Jember merupakan pusat regional di kawasan timur tapal kuda. Hari jadi Kabupaten Jember diperingati setiap tanggal 1 Januari.

Sejarah
Kabupaten Jember dibentuk berdasarkan Staatsblad Nomor 322 tanggal 9 Agustus 1928 dan sebagai dasar hukum mulai berlaku tanggal 1 Januari 1929. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan ketentuan tentang penataan kembali pemerintah desentralisasi di wilayah Provinsi Jawa Timur, antara lain dengan menunjuk Regenschap Djember sebagai masyarakat kesatuan hukum yang berdiri sendiri. Secara resmi ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum Pemerintah Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink, 21 Agustus 1928.
Pemerintah Regenschap Jember yang semula terbagi dalam tujuh Wilayah Distrik, pada tanggal 1 Januari 1929 sejak berlakunya Staatsblad No. 46/1941 tanggal 1 Maret 1941 Wilayah Distrik dipecah menjadi 25 Onderdistrik, yaitu:
Distrik Jember, meliputi onderdistrik Jember, Wirolegi, dan Arjasa.
Distrik Kalisat, meliputi onderdistrik Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe, dan Sukowono.
Distrik Rambipuji, meliputi onderdistrik Rambipuji, Panti, Mangli, dan Jenggawah.
Distrik Mayang, meliputi onderdistrik Mayang, Silo, Mumbulsari, dan Tempurejo.
Distrik Tanggul meliputi onderdistrik Tanggul, Sumberbaru, dan Bangsalsari.
Distrik Puger, meliputi onderdistrik Puger, Kencong Gumukmas, dan Umbulsari.
Distrik Wuluhan, meliputi onderdistrik Wuluhan, Ambulu, dan Balung.
Berdasarkan Undang Undang No. 12/1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten di Jawa Timur, ditetapkan pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur (dengan Perda), antara lain Daerah Kabupaten Jember ditetapkan menjadi Kabupaten Jember.
Dengan dasar Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1976 tanggal 19 April 1976, dibentuklah Wilayah Kota Jember dengan penataan wilayah-wilayah baru sebagai berikut:
Kacamatan Jember dihapus,
Dibentuk tiga kecamatan baru, masing-masing Sumbersari, Patrang dan Kaliwates.
Kecamatan Wirolegi menjadi Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Mangli menjadi Kecamatan Sukorambi.
Bersamaan dengan pembentukan Kota Administratif Jember, wilayah Kewedanan Jember bergeser pula dari Jember ke Arjasa dengan wilayah kerja meliputi Arjasa, Pakusari, dan Sukowono yang sebelumnya masuk Distrik Kalisat. Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut, pada perkembangan berikutnya, secara administratif Kabupaten Jember saat itu terbagi menjadi tujuh Wilayah Pembantu Bupati, satu wilayah Kota Administratif, dan 31 Kecamatan.
Dengan diberlakukannya Otonomi Daerah sejak 1 Januari 2001 sebagai tuntutan No 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Kabupaten Jember telah melakukan penataan kelembagaan dan struktur organisasi, termasuk penghapusan lembaga Pembantu Bupati yang kini menjadi Kantor Koordinasi Camat. Selanjutnya, dalam menjalankan roda pemerintah di era Otonomi Daerah ini Pemerintah Kabupaten Jember dibantu empat Kantor Koordinasi Camat, yakni:
Kantor Koordinasi Camat Jember Barat di Tanggul
Kantor Koordinasi Camat Jember Selatan di Balung
Kantor Koordinasi Camat Jember Tengah di Rambipuji
Kantor Koordinasi Camat Jember Timur di Kalisat

Tempat Wisata
1. Pantai Bandealit

2. Pantai Watu Ulo di terletak sekitar 25 Km dari Kecamatan Ambulu dan pada saat hari-hari libur biasanya banyak anak-anak muda dan rombongan keluarga yang pergi kesana untuk berlibur, apalagi saat hari-hari besar dan hari raya. Mereka biasanya pergi ke sana bersama-sama dengan keluarga mereka masing-masing menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Pantai Watu Ulo memiliki panorama yang mempesona menghadap lautan Indonesia dengan deretan batu karang menyerupai ular.

3. Pantai Tanjung Papuma dengan pesona pasir putihnya dan Wisata Sejarah berupa peninggalan Gua Jepang. Pantai ini dikenal juga dengan nama Pantai Pasir Putih Malikan. Dinamakan Papuma karena pantai ini berpasir putih dengan hamparan batu-batu yang bila diterjang ombak lalu saling terberai membalik. [ Pantai papuma adalah pantai yang sangat eksotik bila dibandingkan dengan pantai pantai yang ada di Jawa Timur, karena memiliki keindahan pantai dan laut yang menawan dengan pantai yang hijau kebiruan menjadikan tempat wisata ini banyak dikunjungi baik dari warga Jember sendiri juga dari kabupaten lain.

4. Pantai Puger yang terletak 15 Km dari Kecamatan Ambulu. Tempat wisata ini juga banyak dikunjungi oleh banyak orang dan paling banyak adalah anak-anak muda untuh menghibur diri. Pantai Puger juga menjadi surga bagi orang yang suka memancing. Di pantai ini juga terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang menjual ikan hasil tangkapan nelayan. Di sekitar Pantai Puger juga terdapat Cagar Alam Puger Watangan dengan pesona sumber air Kucur. Pantai Puger juga merupakan gerbang keluar menuju Cagar Alam Pulau Nusa Barong.
Pantai Paseban di daerah Kencong. Di pantai ini wisatawan dapat menikmati mandi laut mengingat ombaknya yang tenang dan landai nan teratur sehingga tidak membahayakan.

5. Pantai Bandealit di wilayah Taman Nasional Meru Betiri yang secara administratif masuk kedalam wilayah Kecamatan Tempurejo. Pantai ini berdekatan dengai Pantai Sukamade yang merupakan tempat penetasan telur penyu.
Pemandian Patemon yang berada di wilayah Kecamatan Tanggul. Di pemandian

6. Patemon udaranya sangat sejuk karena terletak di daerah pegunungan dan air yang mengalir di pemandian tersebut adalah air yang berasal dari sumber mata air pegunungan, jadi airnya sangat dingin. Pada hari-hari libur khususnya hari Minggu dan hari libur nasional banyak orang berkunjung, mulai dari anak-anak, anak muda, sampai pada orang tua. Pemandian ini menjadi semakin menarik dengan ditambahnya satu kolam renang baru dan wahana waterboom. Selain itu tempat-tempat yang ada di sekitar kolam renang telah diperbaiki sehingga semakin menarik untuk dikunjungi.

7. Pemandian Rembangan yang terletak di salah satu puncak gunung, memiliki daya tarik pemandangan, pemandian, hotel, dan wisata agro berupa perkebunan kopi milik PTP Nusantara XII dan peternakan sapi perah, di mana Anda bisa melihat proses pemerahan susu sapi dan membeli susu sapi segar literan. Di Rembangan, Anda bisa melihat kota Jember & sekitarnya dari atas. Dan, pada waktu malam, pemandangan lampu kota sangat mengesankan. Di sini suhunya sangat sejuk & udaranya sangat bersih & segar; sangat baik untuk tubuh Anda.

8. Air Terjun Tancak yang terletak di Perkebunan Gunung Pasang - Kecamatan Panti.
9. Air Terjun Antrokan di wilayah Kecamatan Tanggul.
10. Air Terjun Sumberjambe-Rowosari.

11. Wisata Loko di lahan PG Semboro yang menawarkan keindahan pemandangan alam perkebunan tebu, jeruk, rambutan dan salak yang berada di sepanjang perjalanan selama 3 jam dengan menggunakan lokomotif uap.
Wisata Lori di daerah Garahan yang menyajikan dua buah terowongan Kereta Api (90 m dan 970 m) yang merupakan terowongan Kereta Api terpanjang di Indonesia. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati wisata agro Gunung Gumitir.

12. Taman Botani di wilayah Kecamatan Sukorambi yang mulai dibuka tahun 2007.
13. Niagara Water park [Ambulu, Jember]
14. Dira I Swalayan, Fashion and Swiming Pool. [Ambulu, Jember]
15. Happy Fun Swimming Pool. [Kesilir - Wuluhan, Jember]
16. Surya Tirta, Fitnes Centre and Swimming Pool. [Ambulu, Jember]

:::http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Jember:::


Last edited by Gabriel666; May 14th, 2013 at 06:44 AM.
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 06:20 AM   #7
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Kabupaten Banyuwangi



Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Banyuwangi. Kabupaten ini terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan serta Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat. Pelabuhan Ketapang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pelabuhan Gilimanuk di Bali.

Sejarah
Sejarah Banyuwangi tidak lepas dari sejarah Kerajaan Blambangan. Pada pertengahan abad ke-17, Banyuwangi merupakan bagian dari Kerajaan Hindu Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Tawang Alun. Pada masa ini secara administratif VOC menganggap Blambangan sebagai wilayah kekuasannya, atas dasar penyerahan kekuasaan jawa bagian timur (termasuk blambangan) oleh Pakubuwono II kepada VOC. Padahal Mataram tidak pernah bisa menguasai daerah Blambangan yang saat itu merupakan kerajaan hindu terakhir di pulau Jawa. Namun VOC tidak pernah benar-benar menancapkan kekuasaanya sampai pada akhir abad ke-17, ketika pemerintah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Blambangan. Daerah yang sekarang dikenal sebagai "kompleks Inggrisan" adalah bekas tempat kantor dagang Inggris.[rujukan?]
VOC segera bergerak untuk mengamankan kekuasaanya atas Blambangan pada akhir abad ke-18. Hal ini menyulut perang besar selama lima tahun (1767-1772). Dalam peperangan itu terdapat satu pertempuran dahsyat yang disebut Puputan Bayu sebagai merupakan usaha terakhir Kerajaan Blambangan untuk melepaskan diri dari belenggu VOC. Pertempuran Puputan Bayu terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Banyuwangi. Sayangnya, perang ini tidak dikenal luas dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan kompeni Belanda. Namun pada akhirnya VOC-lah yang memperoleh kemenangan dengan diangkatnya R. Wiroguno I (Mas Alit) sebagai bupati Banyuwangi pertama dan tanda runtuhnya kerajaan Blambangan. Tetapi perlawanan sporadis rakyat Blambangan masih terjadi meskipun VOC sudah menguasai Blambangan. Itu bisa terlihat dengan tidak adanya pabrik gula yang dibangun oleh VOC saat itu, berbeda dengan kabupaten lainnya di Jawa Timur.
Tokoh sejarah fiksi yang terkenal adalah Putri Sri Tanjung yang di bunuh oleh suaminya di pinggir sungai karena suaminya ragu akan janin dalam rahimnya bukan merupakan anaknya tetapi hasil perselingkuhan ketika dia ditinggal menuju medan perang. Dengan sumpah janjinya kepada sang suami sang putri berkata: "Jika darah yang mengalir di sungai ini amis memang janin ini bukan anakmu tapi jika berbau harum (wangi) maka janin ini adalah anakmu". Maka seketika itu darah yang mengalir ke dalam sungai tersebut berbau wangi, maka menyesalah sang suami yang dikenal sebagai Raden Banterang ini dan menamai daerah itu sebagai Banyuwangi.
Tokoh sejarah lain ialah Minak Djinggo, seorang Adipati dari Blambangan yang memberontak terhadap kerajaan Majapahit dan dapat ditumpas oleh utusan Majapahit, yaitu Damarwulan. Namun sesungguhnya nama Minak Djinggo bukanlah nama asli dari adipati Blambangan. Nama tersebut diberikan oleh sebagian kalangan istana Majapahit sebagai wujud olok-olok kepada Brhe Wirabumi yang memang putra prabu hayam wuruk dari selir. Bagi masyarakat Blambangan, cerita Damarwulan tidak berdasar. Cerita ini hanya bentuk propaganda Mataram yang tidak pernah berhasil menguasai wilayah Blambangan yang saat itu disokong oleh kerajaan hindu Mengwi di Bali.

Objek Wisata

1. Taman Nasional Alas Purwo, terletak di Kec. Tegaldlimo menyimpan potensi wisata yang besar. Selain terkenal dengan pantai Plengkung yang sangat terkenal bagi kalangan peselancar, terdapat juga pantai trianggulasi, pantai pancur, goa istana, pura Luhur Giri Salaka, dan Sadengan, dimana kita bisa melihat Banteng Jawa merumput

2. Kawah Ijen, terletak di kec. Licin sangat terkenal akan pemandangan yang mempesona. Setelah penyelenggaraan tour d'Ijen 2012, membuat tempat wisata ini makin diminati baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pantai Grajagan, kecamatan Purwoharjo, pantai dengan pasir hitam bersih yang menghadap ke Samudera Hindia

3. Pantai Plengkung
4. Pantai Rajegwesi
5. Pantai Sukamade
6. Pantai Trianggulasi
7. Pantai Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, tidak jauh dari bandar udara Banyuwangi. Pantai ini terkenal dengan wisata kulinernya, dimana wisatawan dapat menikmati lezatnya ikan bakar khas banyuwangi yang masih segar.
Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, pantai berpasir putih yang sangat indah. Tidak jauh dari bibir pantai terdapat pulau yang dinamakan Pulau Merah.

8. Watu Dodol
9. Taman Nasional Baluran
10. Telaga Umbul Pule
11. Air Terjun Lider
12. Kali Klatak, sebuah agrowisata di kecamatan kalipuro, tidak jauh dari kota banyuwangi.

13. Kolam Renang Jatisrono
14. Gumuk Kancil
15. Air Terjun Wonorejo
16. Perkebunan dan Air Terjun Kalibendo
17. Pemandian Taman Suruh
18. Mirah Fantasia Waterboom dan Istana Burung
19. Alam Indah Lestari Rogojampi
20. Taman Wisata Pancoran Rogojampi
21. Desa Wisata Osing
22. Pantai Bedul, merupakan tempat wisata yang dikelola masyarakat desa Purwoasri bersama Perhutani untuk menjaga keberadaan hutan mangrove di segara anakan banyuwangi.

:::http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Banyuwangi:::


Last edited by Gabriel666; May 14th, 2013 at 06:50 AM.
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 06:20 AM   #8
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Kabupaten Lumajang



Kabupaten Lumajang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Lumajang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo di utara, Kabupaten Jember di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Malang di barat.

Sejarah
Nama Lumajang berasal dari "Lamajang" yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadinya.Beberapa bukti peninggalan yang ada antara lain:
Prasasti Mula Malurung
Naskah Negara Kertagama
Kitab Pararaton
Kidung Harsa Wijaya
Kitab Pujangga Manik
Serat Babad Tanah Jawi
Serat Kanda
Karena Prasasti Mula Manurung di nyatakan sebagai prasasti tertua dan pernah menyebut-nyebut "Negara Lamajang" maka dianggap sebagai titik tolak pertimbangan hari jadi Lumajang.
Prasasti Mula Manurung ini ditemukan pada tahun 1975 di Kediri. Prasasti ini ditemukan berangka tahun 1977 Saka, mempunyai 12 lempengan tembaga . Pada lempengan VII halaman a baris 1—3 prasasti Mula Manurung menyebutkan "Sira Nararyya Sminingrat, pinralista juru Lamajang pinasangaken jagat palaku, ngkaneng nagara Lamajang" yang artinya: Beliau Nararyya Sminingrat (Wisnuwardhana) ditetapkan menjadi juru di Lamajang diangkat menjadi pelindung dunia di Negara Lamajang tahun 1177 Saka pada Prasasti tersebut setelah diadakan penelitian / penghitungan kalender kuno maka ditemukan dalam tahun Jawa pada tanggal 14 Dulkaidah 1165 atau tanggal 15 Desember 1255 M.
Mengingat keberadaan Negara Lamajang sudah cukup meyakinkan bahwa 1255M itu Lamajang sudah merupakan sebuah negara berpenduduk, mempunyai wilayah, mempunyai raja (pemimpin) dan pemerintahan yang teratur, maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255 M sebagai hari jadi Lumajang yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lumajang Nomor 414 Tahun 1990 tanggal 20 Oktober 1990

:::http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Lumajang:::


Last edited by Gabriel666; May 14th, 2013 at 06:53 AM.
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 06:22 AM   #9
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Kantor Kejaksaan Negeri Bondowoso





Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 11:06 AM   #10
Mas Ja'far
Registered User
 
Mas Ja'far's Avatar
 
Join Date: Nov 2012
Posts: 1,280
Likes (Received): 28

Wow thread tapal Kuda Akhirnya muncul juga...menyusul Jember dan Banyuwangi
Congrats mas Gabriel 666...
Mas Ja'far no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 05:10 PM   #11
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Jalan Rusak, Banyak Sektor Yang Terhambat

Jalan Rusak, Banyak Sektor Yang Terhambat



Quote:
Kerusakan jalan di Lumajang berlangsung disemua tempat bahkan hampir merata. Menyuusi jalan-jalan desa di Lumajang seperti melakukan petualangan alam yang mendebarkan. Mau pakai motor maupun mobil harus pintar-pintar menjadi ruas yang masih selamat dari kubangan, jika ingin berkendara dalam kondisi yang lumayan nyaman. Walau faktanya, untuk terbebas dari kerusakan jalan itu nyaris sulit untuk dilakukan.

Selama dua tahun terakhir, kerusakan jalan di Lumajang sudah menjadi jeritan rakyat Lumajang. Rakyat Lumajang tak menjerit karena kurang makan, namun kerusakan jalan ini adalah sebuah permintaan yang nyaris setiap waktu disuarakan, melebihi pentingnya biaya hidup lainnya.

Ini merupakan bukti bahwa jalan sangatlah vital bagi masyarakat. Jalan yang rusak menyebabkan perjalanan menjadi lambat, memungkinkan terjadinya kerusakan kendaraan dalam waktu lebih cepat, dan sangat mungkin lagi masyarakat terbebani dengan biaya perawatan kendaraan dalam jumlah yang lebih besar.

Kalau masalah itu dilihat secara ekonomi, maka makin jelaslah kerugian ada dipihak masyararakat. Kalau sebuah kendaraan yang melintas dijalanan yang rusak ini adalah kendaraan pembawa logistik kebutuhan masyarakat, maka lama waktu tempuh harus dihitung secara matematis. Biaya pemeliharaan kendaraan yang notabene lebih tinggi tentu mendatangkan kerugian secara ekonomis.

Maka jangan heran kalau supplier sebuah barang kebutuhan pokok menolak untuk mengirim order barang karena terhambatnya jalan yang rusak. Lalu siapa yang dirugikan ?. Jelas masyarakat lagi. Karena yang akan terjadi adalah terhambatnya usaha pemenhuan kebutuhan publik. Bahkan sektor bisnispun tersendat. Peluang kerja bagi para buruh pengiriman barang akan berkurang, dan sektor usaha dibidang logistikpun mengalami penurunan omset.

Jika ini terjadi, maka dalam rangka memenuhi kebutuhannya masyarakat harus melakukan mobilisasi sendiri guna mencapai titik ketersediaan barang. Atau dalam bahasa lainnya, masyarakat harus datang sendiri ketitik dimana barang itu tersedia, karena barang yang dimaksud memang diperlukan. Bukankah dalam kondisi seperti ini masyarakat harus melakukan pengeluaran tambahan dalam bentuk biaya perjalanan.

Jika mau dilakukan riset terhadap masalah ini, tentu saja biaya yang ditimbulkan akan sangat besar dan biaya-biaya itu harus menjadi tanggungan masyarakat. Baik masyarakat umum, maupun kelompok bisnis yang didalamnya berperan menghidupkan roda ekonomi.

Belum lagi akibat lain yang bisa saja timbul. Misalnya kecelakaan lalulintas yang menyebabkan orang terluka, kendaraan rusak, semuanya berimbas kepada pengeluaran keuangan masyarakat yang jika dihitung secara matematis jumlahnya sangat tinggi.

Kebijakan otonomi daerah yang ditetapkan pemerintah sejatinya memberikan ruang yang lebih luas kepada daerah untuk secara kreativ mengembangkan daerahnya. Dana Alokasi Umum yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemeritah daerah dalam jumlah yang cukup besar, secara kreativ harus menjelma menjadi kebijakan yang bisa mendorong daerah terus berkembang secara kreativ.

Banyak sektor pendapatan daerah yang bisa dikelola secara mandiri oleh daerah. Semua itu dilakukan dalam kerangka menjadikan daerah bisa berkembang sesuai dengan seluruh potensinya. Namun jika infrastrukturnya tidaka memadai apalagi rusak, maka perkembangan yang diharapkan akan menjadi harapan semata.

Jika kita kembali kepersoalan rusaknya infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan cukup parah di Lumajang, maka sudah jelas banyak hal yang harus ditanggung oleh masyarakat Lumajang sebagai dampak dari kerusakan jalan tersebut. Bukan hanya secara ekonomi, namun dilihat dari sisi lainnya juga banyak yang dirugikan. Anak-anak sekolah kita untuk sekedar berangkat menuju ke kota kecamatan, harus berjibaku dengan amburadulnya jalanan yang penuh lubang.

Untuk berangkat kesekolah saja sudah harus berhadapan dengan kondisi yang memprihatinkan, dan ketika pulang harus pula berhadapan dengan kondisi yang sama. Para guru yang mengajar dipedesaan harus berhadapan dengan masalah serupa.

Oleh karena itu kedepan Lumajang harus memiliki perencanaan yang matang, cerdas, dan bisa dipertanggungjawabkan. Siapapun yang kelak menjadi Bupati di Lumajang, harus menyertakan orang-orang yang profesional (khususnya PNS) untuk berfikir secara kreativ bagi kepentingan rakyatnya. Mereka dengan kemampuannya harus diberi peluang untuk menggunakan kemampuannya berbicara dan berbuat untuk kepentingan rakyat.

Dan yang paling memprihatinkan lagi, kondisi jalan yang rusak ini justru menjadi bahan kampanye menjelang Pilkada. Dengan cara saling menyalahkan satu sama lain, rakyat harus menerima janji baru. Padahal sejatinya, rakyat tidak bodoh-bodoh amat dan mereka tahu bahwa sebenarnya pemegang dan pengendali kebijakanlah yang sangat menentukan terhadap semua kerusakan ini.

Menjelang Pilkada Lumajang Mei mendatang, mari kita dukung perubahan yang lebih baik bagi Kabupaten Lumajang. Perubahan ini bukan hanya berlaku bagi calon pemimpin baru, bagi incumbent-pun semangat perubahan itu perlu, karena sejatinya masyarakat berharap adanya perubahan. Jadi tidak ada yang harus alergi dengan perubahan. SALAM PERUBAHAN.

Penulis : MOCH. R. ABDUL FATAH (Pimpinan WARTALUMAJANG.COM)
::http://www.wartalumajang.com/lapsus/...yang-terhambat
__________________
Tapal Kuda Region
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 05:29 PM   #12
robert as
Registered User
 
robert as's Avatar
 
Join Date: Jan 2013
Location: pasuruan-malang
Posts: 703
Likes (Received): 29

selamat buat thread tapal kuda region...
robert as no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 07:24 PM   #13
robert as
Registered User
 
robert as's Avatar
 
Join Date: Jan 2013
Location: pasuruan-malang
Posts: 703
Likes (Received): 29

numpang share..

FinancerollEmiten konstruksi milik negara, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) merenvanakan untuk membangun pabrik beton berkapasitas 200 ribu ton per tahun dengan investasi sekitar Rp 250 miliar. Pabrik tersebut akan berdiri di lahan milik PT Garam (Persero), Pasuruan, Jawa Timur. “Saya mendorong Wijaya Karya bekerja sama membangun pabrik beton pada lahan tidak produktif milik PT Garam. Kemitraan ini diharapkan teralisasi pada 2014,” kata Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di Jakarta, Selasa (9/1), seperti dikutip Antara.
Lebih lanjut Dahlan menambahkan, Kementerian BUMN sudah memberikan izin untuk pemanfaatan lahan PT Garam seluas 280 hektare untuk dijadikan sebagai Kawasan Industri Wijaya Karya. Dalam jangka panjang, katanya, lahan ini akan dijadikan kawasan industri, namun pada tahap awal segera dibangun pabrik beton di lahan seluas 30 hektare hingga 50 hektare.
Menurut Dahlan, di kawasan tersebut dilanjutkan dengan pembangunan pelabuhan. Apabila diperlukan dikembangkan lagi dengan membangun pembangkit listrik di sana. Pembangunannya harus dipercepat mengingat pabrik beton milik Wijaya Karya kapasitasnya sudah penuh. Di sisi lain, katanya, permintaan beton nasional terus meningkat.
Sebagai informasi, kapasitas produksi pabrik beton Wijaya Karya saat ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, mengalahkan Malaysia dan Thailand. Direktur Utama Wijaya Karya, Bintang Perbowo, mengatakan rencana pembangunan pabrik beton di Pasuruan tersebut baru saja dirapatkan yang dimasukkan dalam Rencana Kerja Perusahaan.

http://news.mds.co.id/stocks/2624/in...on-di-pasuruan

Last edited by robert as; May 14th, 2013 at 07:42 PM.
robert as no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 07:28 PM   #14
robert as
Registered User
 
robert as's Avatar
 
Join Date: Jan 2013
Location: pasuruan-malang
Posts: 703
Likes (Received): 29

BISNIS.COM, JAKARTA – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen roti tawar dan manis, akan menerbitkan obligasi tahap pertama senilai Rp500 miliar bertenor 5 tahun dengan kupon 7,75% - 8,5% untuk membayar utang dan membiayai ekspansi usaha.Mardy Sutanto, Presiden Direktur PT BCA Sekuritas, selaku penjamin emisi, mengungkapkan nilai total penawaran umum obligasi tersebut senilai Rp1 triliun dengan masa penawaran awal akan dilakukan pada 8-23 Mei 2013.
“Banyak investor yang tertarik dengan obligasi tersebut, baik lokal maupun regional, seperti dari Singapura dan Malaysia,” katanya, Rabu (8/5/2013).
Masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 5 Juni dan 7 Juni, sedangkan penjatahan dilakukan pada 10 Juni serta pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilaksanakan pada 12 Juni 2013.
Hasil dari dana obligasi tersebut akan digunakan sekitar 56% untuk eskpansi pabrik dan sisanya untuk pembayaran pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk yang akan jatuh tempo pada 2017.
Perseroan akan membangun tiga pabrik baru di Purwakarta, Cikande, dan Pasuruan. Ketiganya merupakan pabrik baru dengan luas lahan mencapai 2 hektare dengan investasi sekitar Rp100 miliar--Rp200 miliar.
“Saat ini kami sudah memiliki delapan pabrik dengan total kapasitas 24 lini produksi. Delapan pabrik tersebut menghasilkan 613.393 roti tawar per hari dan 2,8 juta roti manis per hari,” ungkap Stephen Orlando, Public Relation ROTI.


http://web.bisnis.com/roti-akan-terb...i-rp500-miliar




Last edited by robert as; May 14th, 2013 at 07:45 PM.
robert as no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 07:36 PM   #15
robert as
Registered User
 
robert as's Avatar
 
Join Date: Jan 2013
Location: pasuruan-malang
Posts: 703
Likes (Received): 29

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berencana mengerjakan pembangunan tiga pabrik pracetak beton (precast) di beberapa daerah di pulau Jawa. Nilai investasi dari proyek ini sekitar Rp 150 miliar.

"Sumber pembiayaan investasi sebesar 40 persen diperoleh dari dana hasil penawaran saham perdana atau IPO dan sisanya dari kas internal perusahaan," ujar Direktur Keuangan Waskita, Tunggul Rajagukguk, saat acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Waskita di Gedung Waskita, Jakarta, Kamis (18/4).

Pabrik tersebut akan dibangun di kawasan Cibitung, Pasuruan, dan Sadang. Masing-masing pabrik memiliki luas sekitar 3,5 hektar dan diperkirakan mampu memproduksi sekitar 50.000 ton sampai 60.000 ton beton per tahun.

"Untuk pabrik yang ada di Cibitung sudah mulai dibangun, sedangkan proyek di Pasuruan dan Sadang tengah dalam tahap pembebasan lahan," tuturnya.


http://www.merdeka.com/uang/waskita-...50-miliar.html

Last edited by robert as; May 14th, 2013 at 07:41 PM.
robert as no está en línea   Reply With Quote
Old May 14th, 2013, 08:21 PM   #16
Mig_Evan
Registered User
 
Join Date: Nov 2012
Posts: 218
Likes (Received): 25

Quote:
Originally Posted by Gabriel666 View Post

Ciri khas kawasan ini adalah dihuni oleh Suku Madura dan Suku Jawa. Suku Madura bahkan mayoritas di beberapa tempat, khususnya di bagian utara, sebagian besar tidak dapat berbahasa Jawa, meski tinggal di lingkungan Jawa. Kawasan tapal kuda seringkali dianggap sebagai daerah terbelakang di Jawa Timur, karena berdasarkan peta Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur, kawasan ini berada pada jajaran yang paling rendah.

Kota-kota besar di kawasan Tapal Kuda adalah Probolinggo, Pasuruan, dan Jember. Jember merupakan kota pendidikan, dimana terdapat perguruan tinggi negeri Universitas Jember.
Pelaku2 ekonomi memposisikan Probolinggo, Pasuruan, Jember dan juga Banyuwangi sbg kota2 kategori sedang di Jawa Timur, di luar kota2 besarnya yaitu Malang dan Surabaya. Banyuwangi bahkan termasuk yang dikhususkan, apalagi di sana terdapat bandara.

Bahasa Using juga digunakan cukup meluas. Logat bahasanya bahkan juga dipakai oleh masyarakat non using yg berada di sekitarnya. Adat Istiadat masyarakat Using saat ini bahkan juga menjadi eye-catching di media2 nasional Indonesia, termasuk segala usaha keras yg dilakukan oleh pemimpin daerahnya.

Maaf, ini kok mirip2 wacana Bupati Jalal yg nyrempet2 propinsi baru itu.....

Last edited by Mig_Evan; May 14th, 2013 at 08:43 PM.
Mig_Evan no está en línea   Reply With Quote
Old May 15th, 2013, 03:58 AM   #17
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Pasuruan memang benar" Kota Industri y mas.. bnyak industri" yng masuk d pasuruan.. kalo d lihat" mirip dengan kota Gresik.. sbagai pusat industri..
__________________
Tapal Kuda Region
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 15th, 2013, 04:00 AM   #18
Gabriel666
Over Load
 
Gabriel666's Avatar
 
Join Date: Apr 2013
Posts: 56
Likes (Received): 8

Quote:
Originally Posted by Mig_Evan View Post
Pelaku2 ekonomi memposisikan Probolinggo, Pasuruan, Jember dan juga Banyuwangi sbg kota2 kategori sedang di Jawa Timur, di luar kota2 besarnya yaitu Malang dan Surabaya. Banyuwangi bahkan termasuk yang dikhususkan, apalagi di sana terdapat bandara.

Bahasa Using juga digunakan cukup meluas. Logat bahasanya bahkan juga dipakai oleh masyarakat non using yg berada di sekitarnya. Adat Istiadat masyarakat Using saat ini bahkan juga menjadi eye-catching di media2 nasional Indonesia, termasuk segala usaha keras yg dilakukan oleh pemimpin daerahnya.

Maaf, ini kok mirip2 wacana Bupati Jalal yg nyrempet2 propinsi baru itu.....
memang Tapal kuda identik dngan Keterbelakangan.. karna itu.. bupati Djalal ingin mnjadikannya sebuah provinsi baru..
__________________
Tapal Kuda Region
Gabriel666 no está en línea   Reply With Quote
Old May 15th, 2013, 06:23 AM   #19
Jalehok
Registered User
 
Jalehok's Avatar
 
Join Date: Jan 2013
Posts: 173
Likes (Received): 13

Quote:
Originally Posted by Gabriel666 View Post
memang Tapal kuda identik dngan Keterbelakangan.. karna itu.. bupati Djalal ingin mnjadikannya sebuah provinsi baru..
Selamat atas dibukanya trhead Tapal Kuda Region. Tempat berbagi informasi wilayah PRO PAS SISO BANYU LUBER (PRObolinggo, PASuruan, SItubondo, BondowoSO, BANYUwangi, LUmajang dan JemBER
Sebetulnya wacana propinsi baru itu sudah pernah dilontarkan oleh Bupati Banyuwangi Samsul Hadi sekitar awal tahun 2000-an, dg usulan nama "Propinsi Blambangan" meliputi wilayah Pro Pas SiSo Banyu LuBer..
Apapun propinsinya, yang penting Makmur dan Sejahtera masyarakatnya..
Jalehok no está en línea   Reply With Quote
Old May 15th, 2013, 07:11 AM   #20
Mas Ja'far
Registered User
 
Mas Ja'far's Avatar
 
Join Date: Nov 2012
Posts: 1,280
Likes (Received): 28

Quote:
Originally Posted by Jalehok View Post
Selamat atas dibukanya trhead Tapal Kuda Region. Tempat berbagi informasi wilayah PRO PAS SISO BANYU LUBER (PRObolinggo, PASuruan, SItubondo, BondowoSO, BANYUwangi, LUmajang dan JemBER
Sebetulnya wacana propinsi baru itu sudah pernah dilontarkan oleh Bupati Banyuwangi Samsul Hadi sekitar awal tahun 2000-an, dg usulan nama "Propinsi Blambangan" meliputi wilayah Pro Pas SiSo Banyu LuBer..
Apapun propinsinya, yang penting Makmur dan Sejahtera masyarakatnya..
Betul mas jalehok wacana pemekaran Propinsi baru sebenarnya sdh sangat lama sebelum Bupati jalal punya wacana mau menjadikan daerah Tapal kuda menjadi propinsi baru....

saya sangat setuju dg mas jalehok Apapun propinsinya,yang penting masyarakatnya makmur dan sejahtera,,,kalau pemekaran propinsi baru hanya sebagai ladang korupsi,karean pasti akan di bangun kantor2 baru,maka saya sangat tdk setuju.....
Mas Ja'far no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
east java

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 01:13 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu