daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old June 6th, 2005, 06:02 AM   #1
Alvin
Registered User
 
Alvin's Avatar
 
Join Date: Jun 2003
Location: London - Sydney - Jakarta
Posts: 6,024
Likes (Received): 26

Jakarta MRT

6 June 2005

Jakarta talks up long-stalled MRT project
Damar Harsanto, The Jakarta Post, Jakarta

The Jakarta administration's dream of having a Mass Rapid Transit system may become a reality as the central government and the city have resumed preparations to develop the project after Japan hinted it may provide soft loans for the venture.

"A joint team consisting of relevant institutions from the central government and city administration is ready to proceed with technical preparations for the project," Jakarta Deputy Governor Fauzi Bowo said over the weekend.

Fauzi said the project, which was first floated in the 1970s and later during the administration of governor Surjadi Soedirdja, was last postponed after the financial crisis in 1997.

He said the administration had requested Coordinating Minister for the Economy Aburizal Bakrie to secure cheap loans for the project since no private companies were interested in bearing the cost.

"No single private company is willing to invest their money in the project because it would take a long time before they got their money back," he said.

During a bilateral meeting last week in Tokyo, Aburizal revealed the Japanese government had expressed its interest in providing soft loans for the subway.

He estimated the project would cost US$800 million for the infrastructure with additional investment for its cars of between $300 million and $400 million.

"However, we will discuss further details of the loan with the Japanese government," Aburizal said.

The assistant to the city secretary for development affairs, Hari Sandjojo, said the central government and the city administration would also finance the project.

"But, we have yet to make any decision over the money we must take from our city budget to help fund it," he said.

Hari said the subway would link the Lebak Bulus bus terminal in South Jakarta and Kota in West Jakarta.

Previously, the planned subway route connected Jl. Fatmawati also in South Jakarta to Kota, but for reasons of efficiency, it had been rerouted in order to take advantage of the existing bus terminal. Under the plan, Lebak Bulus bus terminal would be expanded to become the subway depot.

The development of the subway would be implemented in two stages. The first stage would include the construction of nine elevated stations from Lebak Bulus to Istora in Senayan sports complex in Central Jakarta and three underground stations from Bendungan Hilir in South Jakarta to the National Monument Park in Central Jakarta. The second stage would stretch from Monas to Kota.

Transportation experts have repeatedly said that the MRT was one of the most effective solutions to tackling chronic traffic congestion in the capital, although they also said it would be extremely expensive.

Other observers say the city's messy underground sewer, power and telecommunications networks, its unstable soil structure and its recurrent flooding problems could turn any underground project into a engineering nightmare.


printer friendly
Alvin no está en línea  

Sponsored Links
 
Old June 6th, 2005, 01:09 PM   #2
tata
there's no free lunch
 
tata's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: JAKARTA
Posts: 2,601
Likes (Received): 2

JAKARTA SUBWAY: Japan to grant softloan

Another news, in Bhs Indonesia:

Jaringan Kereta Api BawahTanah
Jepang Tawarkan Bunga Pinjaman di Bawah Satu Persen


JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lebih tertarik dengan tawaran Jepang terkait rencana pembangunan kereta api bawah tanah di Jakarta. Pasalnya, Jepang memberikan pinjaman jangka panjang dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan negara lainnya.

"Pinjaman dari Jepang sekitar 40 tahun dan bunganya di bawah satu persen. Kalau tidak salah, sekitar 0,75 persen. Itu kan, menarik sekali," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, ada beberapa negara yang tertarik dengan proyek kereta api bawah tanah, seperti Jepang, Korea, dan beberapa negara Eropa. Namun negara yang terlihat serius dan memberikan tawaran paling menarik adalah Jepang.

Fauzi mengatakan, selain menawarkan pinjaman jangka panjang dengan bunga rendah melalui Japan Bank International Cooperation (JBIC), Jepang juga memberikan beberapa komitmen terkait pembangunan dan pengelolaan kereta api bawah tanah.

Komitmen itu antara lain, bebas bea atas produk yang akan dijual terkait proyek kereta api bawah tanah. Selain itu, Jepang juga menawarkan teknologi, sistem dan perangkat lunak yang akan digunakan dalam pengoperasian kereta api bawah tanah.

"Komitmen ini memang menarik. Tapi yang menjadi dasar pertimbangan kami adalah pinjaman jangka pangjang dengan bunga rendah. Dan itu yang ditawarkan Jepang," ujar Fauzi.

Dia mengungkapkan, dasar pertimbangan untuk mencari pinjaman jangka pangjang dengan bunga rendah, disesuaikan dengan pembangunan kereta api bawah tanah yang memang membutuhkan waktu lama dan biaya besar.

Fauzi mengungkapkan, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur, pengoperasian, hingga menikmati keuntungan dari kereta api bawah tanah adalah 40-50 tahun. Lamanya waktu tersebut, membuat pihak swasta tidak terlalu berminat sehingga proyek kereta api bawah tanah memang harus dibangun oleh pemerintah.

"Kalau pihak swasta maunya 10 sampai 20 tahun sudah bisa balik modal. Sedangkan kereta api bawah tanah butuh waktu minimal 40 tahun. Jadi mau tidak mau harus pemerintah yang bangun," kata Fauzi.

Dia mengakui, untuk membangun kereta api bawah tanah pemerintah memang tidak bisa mengandalkan modal sendiri sehingga dibutuhkan investor yang tidak hanya memberikan bantuan modal dengan bunga kompetitif, tetapi juga berpengalaman dalam pembangunan kereta api bawah tanah.

"Tentunya, investor yang dicari juga tidak sembarangan. Jangan yang tukang catut doang. Baru 10 tahun investasi, kita sudah ditagih atau ditekan. Jadi memang investornya harus full commitment," ujar Fauzi.

Terkait dengan hal itu, lanjutnya, Pemprov DKI dan pemerintah pusat akan membicarakan lebih lanjut rencana pembangunan kereta api bawah tanah dan tawaran pinjaman dari Jepang. Meski belum dapat menyebutkan berapa besar pinjaman yang akan diberikan, namun dapat dipastikan pinjaman tersebut akan diambil secara bersama-sama, baik oleh pemerintah pusat maupun Pemprov DKI.

Sebelumnya, Asisten Pembangunan Pemprov DKI Jakarta, Hari Sandjojo, mengatakan, Jepang akan memberikan pinjaman lunak untuk pembangunan kereta api bawah tanahmelalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut dia, proyek tersebut akan ditangani bersama oleh Pemprov DKI dan pemerintah pusat, dalam hal ini Bappenas, Departemen Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia. (J-9)
__________________
JAKARTA Public Transportation:

Bus Rapid Transportation Database, BRT Part 1, BRT Part 2
tata no está en línea  
Old June 14th, 2005, 12:39 AM   #3
tata
there's no free lunch
 
tata's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: JAKARTA
Posts: 2,601
Likes (Received): 2

Mari bersabar

MRT, Proyek yang "Masih Rapat Terus"

BEBERAPA puluh tahun lalu pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggulirkan rencana untuk membangun mass rapid transit di Jakarta. Untuk memuluskan rencana itu, Departemen Perhubungan bahkan sudah membuat rencana detail pembangunan MRT tahap I yang akan dibangun mulai dari Lebak Bulus-Dukuh Atas sepanjang 14,3 kilometer, sedangkan tahap II dibangun mulai dari Dukuh Atas-Kota sepanjang 10,1 km.

NAMUN, megaproyek senilai 905 juta dollar Amerika Serikat itu sampai sekarang masih dalam tahap "masih rapat terus" karena ada kendala pembiayaan.

"Rencana MRT ini baru diusulkan tim teknis. Soal keputusan tergantung dari pemerintah pusat, dalam hal ini Bappenas dan Departemen Keuangan," kata Harris Fabillah, Direktur Perkeretaapian Departemen Perhubungan (Dephub) beberapa waktu lalu.

Japan Bank for International Cooperation (JBIC) memberi sinyal akan membantu pendanaan proyek mass rapid transit (MRT). Namun, lembaga keuangan itu meminta syarat agar ada kesepakatan bersama tingkat menteri terkait dengan Gubernur DKI mengenai skema pendanaan, finansial, dan institusional pembangunan serta pengoperasian MRT.

MRT yang dikembangkan Dephub adalah kereta api dengan sistem heavy rail. "Seperti kereta biasa yang mengangkut penumpang di Jabotabek," kata Harris Fabillah.

MENURUT rencana, proyek MRT tahap I akan dibangun secara elevated (di atas median jalan) dan underground (membuat terowongan). Pembangunan MRT di atas median jalan dilakukan mulai dari ruas Lebak Bulus-Senayan (9,85 km). Sedangkan MRT yang dibangun menembus tanah (underground) dimulai dari Senayan ke Dukuh Atas (4,45 km).

Untuk mengangkut penumpang pengguna MRT, Dephub berencana membangun sembilan stasiun yang terletak di atas tanah dan tiga stasiun bawah tanah. Lokasi sembilan stasiun "layang" itu ada di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, Senayan, dan Istora.

Sedangkan tiga stasiun bawah tanah berlokasi di Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas. Depot sebagai tempat mangkal kereta nantinya akan dibangun di Terminal Lebak Bulus.

Sebagian besar pembangunan MRT dilakukan di atas tanah (elevated). Pembangunan ini dilakukan untuk menghemat pembebasan lahan. Pembebasan lahan untuk proyek MRT tahap I diperkirakan 0,65 hektar. Pembebasan lahan antara lain digunakan untuk stasiun dan jalan masuk.

MRT yang dibangun di Jakarta rencananya akan terintegrasi dengan moda angkutan lain, seperti monorel, busway, dan kereta api Jabotabek. MRT dan monorel direncanakan terintegrasi di Senayan, Setiabudi, dan Dukuh Atas. Sedangkan MRT tahap II (Dukuh Atas- Kampung Bandan) akan terintegrasi dengan busway koridor II (Pulo Gadung-Harmoni).

MRT juga akan terintegrasi dengan kereta api Jabotabek di Dukuh Atas. Sedangkan di daerah Fatmawati dan Semanggi, MRT akan terintegrasi dengan jalan tol. MRT juga akan terintegrasi dengan bus dan angkutan kota di Terminal Blok M dan Lebak Bulus.


UNTUK membangun proyek MRT, pemerintah pusat bertanggung jawab dalam membangun prasarana dan memberikan jasa konsultasi yang dibiayai dengan dana pinjaman. Sedangkan peran Pemprov DKI adalah pengadaan sarana dan pembangunan depo yang dibiayai oleh dana pinjaman. Pemprov DKI juga bertanggung jawab pada proses pembebasan tanah dan manajemen lalu lintas selama pembangunan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Peran pemerintah pusat pada dasarnya hanya membangun prasarana, sedangkan pengoperasiannya dilakukan oleh Pemprov DKI melalui konsorsium BUMD, BUMN, dan sektor swasta.

Saat ini Pemprov DKI bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sedang mempersiapkan izin trase koridor MRT Lebak Bulus-Kota yang diharapkan sudah ditandatangani Gubernur DKI Sutiyoso pada Juli tahun 2005. Selain itu, mereka juga tengah mempersiapkan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) untuk MRT tahap I.

Menurut Harris, pada tahun anggaran 2005 Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran dan mulai membebaskan lahan di Terminal Lebak Bulus untuk membangun Depo MRT.

SEBAGIAN kalangan menilai, pembangunan MRT ini dianggap sebagai "proyek yang terlalu mewah". Pasalnya, jika digunakan untuk membangun sarana transportasi lain, dana yang digunakan untuk membangun MRT sejauh 14,3 km ini sudah dapat digunakan untuk membangun 12 koridor busway.

"Dengan 12 koridor busway ini, Anda sudah bisa sampai ke mana-mana," kata Bambang Susantono, Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Menurut Bambang, secara finansial pembangunan MRT tidak layak dilakukan. Namun, secara ekonomi, pembangunan MRT memang diperlukan. Meski begitu, MRT belum bisa menjamin berkurangnya kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Pembangunan MRT memang diperlukan. Namun, dalam kondisi keuangan yang dimiliki pemerintah seperti sekarang ini, yang penting dilakukan adalah membenahi sistem transportasi yang ada.

Menurut Bambang, pembenahan sistem perkeretaapian Jabotabek lebih menjadi prioritas. Kalau kereta Jabotabek sudah dibenahi dan dibentuk jalur melingkar (circular line), maka sudah bisa terintegrasi dengan 15 koridor busway yang akan dibangun di Jakarta. Saat ini Pemprov DKI baru membangun satu koridor busway dari lima belas koridor yang direncanakan.

Sebelum membangun MRT, Dephub juga berencana meningkatkan sistem perkeretaapian Jabotabek. Kepala Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek Rachmadi mengatakan, revitalisasi kereta api Jabotabek dilakukan secara bertahap.

Revitalisasi kereta Jabotabek dilakukan dengan menambah 10 set kereta (40 gerbong), membangun jalur double-double track (empat jalur rel) antara Cikarang-Manggarai, dan membangun double track Serpong-Tanah Abang.

Rencana revitalisasi dalam waktu dekat, kata Rachmadi, adalah melaksanakan elektrifikasi (pemasangan listrik) di jalur Bekasi-Cikarang. Dengan elektrifikasi, jalur Bekasi-Cikarang nantinya akan dilayani kereta rel listrik (KRL), bukan lagi kereta rel diesel (KRD).

Pengembangan kereta Jabotabek rencananya dibiayai oleh dua sumber pendanaan, yaitu Jerman dan Korea Selatan. Dana dari Jerman, menurut Rachmadi, akan digunakan untuk membeli 10 set kereta baru (40 gerbong) yang pelaksanaannya secara bertahap dalam waktu tiga sampai empat tahun.

Sedangkan dana dari Korea Selatan rencananya digunakan untuk membangun double track (dua jalur) di jalur Serpong-Tanah Abang, membangun kembali sembilan stasiun, dan memperbaiki tujuh stasiun yang sudah rusak parah.

Pembangunan MRT diharapkan bisa mengangkut penumpang secara massal ke suatu tujuan tertentu sehingga dapat mengurangi kemacetan. Menurut studi, jumlah penumpang pada tahun 2010 terhitung 280.000 penumpang per hari, sedangkan tahun 2020 jumlah pengguna transportasi bisa mencapai 339.000 per hari. (LUSIANA INDRIASARI)
__________________
JAKARTA Public Transportation:

Bus Rapid Transportation Database, BRT Part 1, BRT Part 2
tata no está en línea  
Old June 14th, 2005, 11:11 AM   #4
JAG2
Skyteam Platinum Elite
 
JAG2's Avatar
 
Join Date: May 2004
Location: Rotterdam
Posts: 2,083
Likes (Received): 28

what does the article say ??
JAG2 no está en línea  
Old June 14th, 2005, 01:29 PM   #5
tata
there's no free lunch
 
tata's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: JAKARTA
Posts: 2,601
Likes (Received): 2

Quote:
Originally Posted by jag.lt.cmd
what does the article say ??
Summary in English:

- Jakarta MRT project still uncertain
- JBIC has given a sign for help the project but asking for coordination between Governor and related ministries for fund scheme, financing and MRT developer and operator
- This project will use the same train used in Jabotabek railway (so it's not monorail)
- MRT will be integrated with planned Monorail, Jabotabek railway and Busway
- Construction split into 2 phases: phase 1 Lebak Bulus-Dukuh atas (9,85Km elevated 9 stations and 4,45Km underground 3 stations)
- Elevated stations: Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, Senayan, dan Istora
- Underground stations: Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas
- Phase 2: Dukuh Atas- Kampung Bandan and will be integrated with busway II (Pulo Gadung-Harmoni).
- While economically needed this project financially not feasible (read: no money)
- Some argues, the fund should be better used to build other mean of transportation i.e. 15 busway lines (so far only 1 operated and 2 'underconstruction')
- Improving the current Jabotabek railway should be put in higher priority and building circular line and integration with 15 busway lines.

- Plan for Jabotabek railway improvement in coming years:
+ 10 new train sets (40 wagons) in the next 3-4 years (funded by German)
+ Electrification Bekasi-Cikarang to replace KRD (diesel) with KRL (electrified train)
+ Construction of double track Serpong-Tanah Abang --construction commences in 2006 (funded by South Korean)
__________________
JAKARTA Public Transportation:

Bus Rapid Transportation Database, BRT Part 1, BRT Part 2
tata no está en línea  
Old June 17th, 2005, 02:30 PM   #6
Yappofloyd
Registered User
 
Join Date: Jan 2005
Location: Bangkok & Melbourne
Posts: 939
Likes (Received): 38

Tata, thank you very much for the summary.

I would love to see MRT come to fruition but obviously planned in conjunction with BRT, mono-rail and Jabotabek line (which should be made into a circular line). Jakarta needs all of these differing but intergrate types of mass transit and can ultimately sustain them all once there is a critical mass of infrastructure.

The engineering fears are real given that Jakarta is basically a flood plain but Bangkok has been able to do it. Perhaps by next year, once BRT opens the new East West lines and monorail const. is proceeding there will be more confindence to proceed with MRT
Yappofloyd no está en línea  
Old June 27th, 2005, 06:45 PM   #7
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,981

Talking about MRT, here is my today trip with "jakarta MRT"

I took the pic with my camera phone. sorry about the quality.

I am waiting my "MRT train" to Bogor.



While, I am waiting, the other train is coming.....the wind blowing is similar with the one in Melbourne city-loop.





Finally, here is my one coming...



Doors close...



I was confused, how to open the door? Ahhh..its from inside

Doors open...



Thats it....the light is so dark inside the train so, i will try again tomorrow if my digicam fixed.

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old June 28th, 2005, 08:04 PM   #8
tata
there's no free lunch
 
tata's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: JAKARTA
Posts: 2,601
Likes (Received): 2

David, these pictures remind me when I used to take jabotabek train to my university. Thanks for sharing! ANd I'm waiting for more pictures like this.
__________________
JAKARTA Public Transportation:

Bus Rapid Transportation Database, BRT Part 1, BRT Part 2
tata no está en línea  
Old June 29th, 2005, 02:15 PM   #9
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,981

Thanks Tata, I took that pics to prove if Jakarta also have commuter train network. I was in argument with a guy on this forum, he said that jakarta sucks because doesnt even have railway network or commuter train.

Ya, i will take more pics from other station too.

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old June 29th, 2005, 02:59 PM   #10
sanhen
Urban Monk
 
sanhen's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Tokyo, Japan
Posts: 2,437
Likes (Received): 2

Jakarta DOES have commuter train network.
Infact Jakarta DOES have a CITY LOOP network. Although it defunc now.
What we dont have is MRT...
sanhen no está en línea  
Old June 30th, 2005, 01:18 PM   #11
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,981

OMG! Today at 4:40PM there was an accident. two KRL train collapsed. The other train is pakuan express (which i took the pics and rode it) and the other one is KRL jabotabek economy.

I feel sorry for the passengers.

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old June 30th, 2005, 04:28 PM   #12
Zorobabel
Awesomeness
 
Zorobabel's Avatar
 
Join Date: May 2005
Location: Jakarta
Posts: 1,209
Likes (Received): 2

4 dead, over 60 hurt. My lady rode that train home from school every day until 2 days ago...

Last edited by Zorobabel; June 30th, 2005 at 04:43 PM.
Zorobabel no está en línea  
Old June 30th, 2005, 06:39 PM   #13
Fir3blaze
Fir3blaze
 
Join Date: Sep 2004
Location: Surabaya, Singapore
Posts: 899
Likes (Received): 4

OMG, i just read the news in Kompas.com. Sounds bad.

Btw, the Pakuan express train, was it a KRLI? becos kompas.com shows a picture of KRLI together with the crash news.
Fir3blaze no está en línea  
Old June 30th, 2005, 09:38 PM   #14
sanhen
Urban Monk
 
sanhen's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Tokyo, Japan
Posts: 2,437
Likes (Received): 2

Pakuan Express is not KRL-I, but those ex-Japan trains. I am not sure about the other one.
sanhen no está en línea  
Old July 1st, 2005, 08:05 AM   #15
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,981

Pakuan express actually has nothing to do with the accident.

The KRL that was hit actually is a KRL economy bound from Bogor too. From the witness interviewed by local television, he said that the train was stopped and there was a smoke in the train. And when the other train passed it, 10 seconds later the smoking train suddenly move faster and hit the other economy KRL train which just passed him.

I think, this is mechanical failure. what do you think?

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old July 1st, 2005, 08:42 AM   #16
sanhen
Urban Monk
 
sanhen's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Tokyo, Japan
Posts: 2,437
Likes (Received): 2

There are two theory: Mechanical failure and one driver did not obey the yellow signal.
sanhen no está en línea  
Old July 5th, 2005, 10:27 AM   #17
XxRyoChanxX
holla holla hey!
 
Join Date: Jul 2005
Location: California/Indonesia
Posts: 3,303
Likes (Received): 9

so what's the difference between an MRT and a monorail?? sorry im kinda lost ...
__________________
*****EXQUISITE INDONESIA*****
XxRyoChanxX no está en línea  
Old July 5th, 2005, 10:56 AM   #18
sanhen
Urban Monk
 
sanhen's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Tokyo, Japan
Posts: 2,437
Likes (Received): 2

MRT = Mass Rapid Transit
Monorail = Train with boogies that stays on a single beam, instead of normal rail

MRT is a public transport system that can carry massive amount of commuter rapidly to transit from one place to another. MRT can come in many form, one of them is monorail.
sanhen no está en línea  
Old July 5th, 2005, 11:57 AM   #19
joko
Hendarto
 
Join Date: Jul 2004
Location: jakarta
Posts: 740
Likes (Received): 0

Kereta api Jabotabek is MRT...
The govt think MRT = subway..
joko no está en línea  
Old July 5th, 2005, 12:36 PM   #20
sanhen
Urban Monk
 
sanhen's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Tokyo, Japan
Posts: 2,437
Likes (Received): 2

Yeah Jabotabek is actually MRT without the R hehehe.
sanhen no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 02:12 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu