|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#101 | |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
Quote:
Thank you very much, Mas Blue Sky atas infonya. Saya juga akan coba cari informasi-informasi lain mengenai perkembangan kota balikpapan (syukur-syukur kalo bisa dapat fotonya). Sekali lagi terima kasih banyak, Mas. ![]() N.B. : Oh, iya, dari Tanah Grogot ke Balikpapan kurang lebih 2-2,5 jam perjalanan, Mas. Tapi kalo mobilnya ngebut atau nggak macet di penyeberangan Penajam mungkin bisa lebih cepat dari itu. Yah, mudah-mudahan jembatan Balikpapan-Penajam bisa segera diwujudkan biar nggak sulit kalo mo nyeberang ke Balikpapan (soalnya ibu saya takut kalo naik speedboat dan kalo naik kapal ferry sekarang jauh lebih lama karena harus muter ke Kariangau)... Last edited by ichsan; April 11th, 2006 at 04:12 AM. |
|
|
|
|
|
|
#102 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,257
Likes (Received): 35
|
OK Ditunggu kelanjutan jembatan nya
![]() Aktif terus ya disini Dan klo bisa foto2nya menyusul
|
|
|
|
|
|
#103 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
8 Square Balikpapan
8 Square Bidik Kelas Menengah dan Atas
Balikpapan, Tribun-Kondusifnya iklim berinvestasi di Balikpapan, menjadi magnet bagi pemilik modal untuk berinvestasi. Terbukti dari 36 gedung bangunan yang ditawarkan oleh 8 Square hampir sebagian sudah terisi. Padahal, harga pusat perkantoran dan mini mal yang dibangun dengan konsep modern dan futuristik tersebut, paling murah Rp 1,7 milyar dan termahal Rp 4,5 milyar. Para penyewa (tenant) atau pembelinya pun, bukan kantor-kantor atau perusahaan sembarangan. Tetapi, perusahaan yang memiliki nama besar dan sangat dikenal seperti Siement, Silk Air, Mc Donald, Indovision. Goldwell Banker, insurance company dan oil and gas company. "Sesuai dengan konsep yang kami tawarkan yaitu The First Class Business and Commercial Centre, maka 8 Square hanya menawarkan kepada konsumen kelas menengah dan atas," kata Chief Executive Officer (CEO) 8 Square H Ismed Alimin, Kamis (15/12). Selain menawarkan konsep bangunan yang modern dan futuristik, pusat perkantoran dan mini mal, 8 Square, yang beralamat di Jl MT Haryono Kav 8 Balikpapan juga menempati lokasi yang sangat strategis. "Selain bangunannya berada di dalam kota, akses menuju Bandara Sepinggan sangat dekat. Cukup lima menit, kita sudah sampai ke bandara," jelasnya. Dijelaskannya kompleks perbelanjaan dan perkantoran tersebut dibangun di atas tanah seluas 2 hektare (ha) oleh PT Dua Satria Perkasa dan PT Borneo Energi dengan modal investasi yang ditanamkan sekitar Rp 250 miliar. Sementara pembangunnya, sudah dilaksanakan sejak awal 2004. "Saat ini pembangunannya hampir rampung, ada sekitar 6 gedung yang pengerjaannya sudah 100 persen," kata Ismed. Sebagai syarat sebuah pusat perkantoran dan mini mal, 8 Square memiliki tempat parkir yang luas dengan berkapasitas daya tampungnya sekitar 200 mobil dan 200 sepeda motor. Sedangkan untuk pengelola parkir dipercayakan kepada Sun Parking yang telah berpengalaman menangani pusat perparkiran hotel-hotel dan pusat perbelanjaan di Jakarta. "Selain itu, pola pengaman akan dilakukan selama 24 jam serta yang terpenting seluruh bangunan ini, mempergunakan sistem underground cable, sehingga tidak ada tali atau kabel yang semrawut di atas langit dan AC yang letaknya mengganggu pemandangan," katanya. (bam) . 8 Square, Hotel Berkonsep Futuristik Balikpapan Tribun - Kerjasama PT Dua Satria Perkasa dan PT Borneo Energi, tidak hanya sebatas menghadirkan 8 Square, sebagai pusat perbelanjaan dan perkantoran bagi kalangan kelas menengah di Balikpapan. Saat ini, dua Chief Executive Officer (CEO) 8 Square, H.Muhammad Ismed Alimin dan H. Muhammad Iwan Alimin, juga telah menyiapkan diri untuk membangun sebuah hotel dan apartemen dengan konsep modern dan futuristik. "Untuk memperindah dan mempercantik tampilan kota Balikpapan, saat ini kami tengah menyiapkan sebuah hotel dengan konsep modern, unik dan futuristik berstandar internasional," kata Chief Executive Officer (CEO) 8 Square, H.Muhammad Ismed Alimin, Sabtu (24/12). Pria kelahiran Balikpapan ini menuturkan, Hotel yang akan dibangun ini rencananya setinggi 12 lantai dengan jumlah kamar sebanyak 180 buah, serta 20 home stay. Untuk mewujudkan rencana ini, pihaknya telah bekerjasama dengan PT Pillar Terpadu, Surabaya untuk merancang gambar bangunan yang akan didirikan."PT Pillar Terpadu, merupakan salah satu arsitek yang terkenal di Surabaya, ini terbukti dengan banyaknya bangunan hotel dan pertokoan yang telah didirikan oleh PT Pillar Terpadu," katanya. Sebagai pintu gerbang Kaltim dan diisi oleh perusahaan kelas dunia seperti Total, Unocal, dan CRA, maka kota Balikpapan, sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kota modern berskala internasional. "Itu sebabnya kami membangun hotel ini dengan konsep modern, unik, dan futuristik berstandar internasional. Sementara itu, arsitek PT Pillar Terpadu, Peter Gan, mengungkapkan konsep hotel yang akan didirikan kali ini, berbeda dengan hotel-hotel konvensional lainnya. "Kali ini, kami menawarkan hotel dengan konsep modern dan futuristik," katanya. Menurutnya hotel yang akan dibangun ini lebih banyak menggunakan unsur kaca sebagai hiasan jendela dan kaca."Tentunya ini akan lebih menarik dan terang,"paparnya. Selain itu, dalam setiap ruang seperti interior kamar mandi, yang ditampilkan lebih detil dan spesifik. "Sehingga, penghuni akan merasa nyaman berada diruangannya,"paparnya. Sama seperti hotel lainnya, hotel yang akan dibangun ini juga akan memiliki sejumlah fasilitas standard lainnya seperti meeting room, kolam renang, restoran, fitnes dan spa serta butik shopping. (bam). Jagonya Marketing dan Investasi Balikpapan, Tribun - Duet PT Dua Satria Perkasa dan PT Borneo Land Develompment selaku pengembang 8 Square Balikpapan terbukti sangat kokoh. Kiprah 8 Square sebagai pusat perbelanjaan dan perkantoran kelas menengah ke atas, didukung rencana pembangunan hotel dan apartemen dengan konsep modern dan futuristik, membuat perusahaan yang dipunyai keluarga besar Alimin itu dilirik beberapa perusahaan asing. Di awal Januari 2006, 8 Square berhasil menggiring dua investor asing dari Malaysia dan Amerika untuk bergabung dengan proyek properti yang bermarkas di Jalan MT Haryono Balikpapan. Bukan main-main, dua investor asing itu termasuk pebisnis kelas kakap dunia yakni Best Picks Investmenst FZE (BPI) Malaysia dan Coldwell Banker berbendera Amerika. Melly Alimin, Owner Representative PT Borneo Land Development memaparkan bahwa teken kontrak dengan kedua perusahaan bonafit itu terlah berlangsung Januari ini. Penandatangan MoU antara PT Borneo Land Develompment dan Coldwell Banker berlangsung 5 Januari lalu di Jakarta. Sedangkan MoU dengan Best Picks Investmenst berlangsung di Hotel Gran Senyiur 20 Januari lalu. Dalam penandatanganan agreement dengan Coldwell Banker dilakukan H Muhammad Ismed Alimin, Chief Executive Officer PT Borneo Land Development dengan Tom Graciano, Chief Executive Officer Coldwell Banker Commercial di Gedung Granadha Lantai 12 B, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. "Dalam operasionalnya, Coldwell Banker akan mengatur strategi marketing company 8 Square terkait penjualan apartemen, perumahan, perkantoran, dan properti lain. Sedangkan Best Picks Investmenst FZE akan men-support langsung investasi 8 Square. Bisa dibayangkan perkembangan 8 Square dengan bergabungnya dua perusahaan raksasa itu," kata Melly di kantornya, Selasa (31/1). Menurut Melly, kejasama ini dimaksudkan untuk bersama-sama membangun berbagai proyek properti guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Balikpapan. Dipilihnya Coldwell Banker sebagai partner bisnis 8 Square, tentunya setelah melihat kinerjanya sebagai pialang properti yang telah terpercaya dalam bisnis real estate selama 91 tahun. "Apalagi disebutkan bahwa salah satu Founder perusahaan ini adalah Collin Powel, mantan Menhankam Amerika Serikat. Juga telah memiliki banyak cabang di Indonesia yang tersebar di Tangerang, Bandung, Surabaya, Bali dan Balikpapan," terang Melly. Beberapa perusahaan lain yang bakal bergabung di proyek 8 Square yang berkonsep The First Class Business and Commercial Centre itu, yakni Carrefour, Giant, MC Donald, 21 Cineplex, Siement, Silk Air, Indovision serta beberapa insurance company plus oil and gas company. (uni) MITRA 8 SQUARE BEST PICKS INVESTMENST FZE * Milik konglomerat Malaysia * Saat ini memiliki 38 perusahaan besar di dunia mulai perhotelan, perkantoran, resident, apartemen dan perusahaan besar lain. COLDWELL BANKER * Anak perusahaan besar milik Lippo Group yang dikomandoi James Riyadi * Pialang properti terpercaya di bisnis real estate selama 91 tahun * Salah satu Founder perusahaan ini adalah Collin Powel, mantan Menhankam AS * Banyak cabang di Indonesia yang tersebar di Tangerang, Bandung, Surabaya, Bali dan Balikpapan . Dikutip dari www.kaltimpost.web.id Ekonomi Sabtu, 19 November 2005 Delapan Square, Terapkan Seleksi Pada Pembeli BALIKPAPAN- Bisnis properti di Balikpapan makin menunjukkan geliatnya. Setelah sejumlah pusat belanja, hotel, dan apartemen di launching, kini giliran Delapan Square yang siap memasarkan produknya, berupa rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan). Secara umum, bisnis semacam ini di Balikpapan memang sedang booming. Berangkat dari fakta itu, maka Delapan Square memberi nilai berbeda dibanding bisnis sejenis yang sudah ada untuk menjaring pembeli. Yang paling utama adalah kesan eksklusif. Itu bisa dilihat pada bentuk bangunan dan arsitektur yang tampak pada fisik bangunan yang terletak dikawasan bisnis, Jl MT Haryono. Sehingga tak heran jika Delapan Square menyeleksi calon pembeli pilihan saja. “Saat ini fisik bangunan sudah rampung. Tinggal finishing saja. Nanti silakan lihat sendiri hasil akhirnnya,” terang dua owner representatif Delapan Square, J Kans Betekeneng dan Melly Alimin. Kesan eksklusif juga tercermin dari harga jual 26 unit rukan dan ruko yang dibangun pengembang PT Dua Satria Perkasa, perusahaan milik putra asli Balikpapan, H Ismet Alimin dan Iwan Alimin. Unit termurah dijual dengan harga Rp1,75 miliar. Sedangkan 4 unit yang berada di bagian depan (dua bangunan dengan 6 lantai) dijual dengan harga Rp4,5 miliar. “Dengan harga itu, jelas tidak sembarang pengusaha yang siap berinvestasi,” terang Melly yang juga President Indonesia Women in Travel. Meski begitu, harga jual yang cukup tinggi tadi, dinilai sebanding dengan fasilitas dan keuntungan yang diperoleh pembeli. Kans membeberkan, setiap pembeli unit di Delapan Square dilengkapi dengan IMB. Kemudian menerapkan sistem buy back, artinya pengembang siap membeli unit yang ingin dijual kembali dengan harga menguntungkan. Letak Delapan Square yang berada di pusat bisnis, ikut memberi nilai lebih untuk berinvestasi. Apalagi, rencana ke depan, lokasi Delapan Square juga akan dibangun fasilitas hotel berbintang. “Nah, yang tak kalah menguntungkan, pembeli tidak perlu menunggu lama untuk memiliki bangunan. Sebab saat ini unit sudah tersedia dan tinggal memilih tempat saja,” ungkap Melly dibenarkan Kans. Ditambahkan Kans, beberapa tenant besar tanah air, sudah menunjukkan ketertarikan untuk menjadi bagian Delapan Square, seperti Carefour, Mc Donald, 21 Cineplex, dan masih banyak lagi. “Kalau untuk urusan parkir tak perlu khawatir. Lahannya cukup luas. Mampu menampung 200 mobil dan ratusan motor. Begitu juga dengan jalan lingkungan, menggunakan paving blok,” bebernya. (ind) N.B. : Mas Blue Sky....artikel ini saya dapatkan sudah lama sekitar 2 bulan yang lalu (Desember 2005) dari www.tribunkaltim.com. Saya sudah coba cari gambar desainnya di internet tapi nggak dapat-dapat....jadi tolong kalau nanti mas dapat gambarnya bisa segera dipostingin di thread ini biar saya dan rekan-rekan lain juga bisa sama-sama melihatnya....terima kasih
Last edited by ichsan; April 15th, 2006 at 06:45 AM. |
|
|
|
|
|
#104 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
Balikpapan (The MICE City) Go to The Future
Dikutip dari www.metrobalikpapan.co.id
Selasa, 11 April 2006 Ekonomi Balikpapan Tumbuh Makin Dinamis BALIKPAPAN-Perputaran roda ekonomi di Balikpapan dalam tahun 2006 ini, diprediksikan bakal terus menggeliat, jauh meninggalkan daerah lain di Kaltim. Bahkan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Balikpapan, Drs H Suryo H Sarmo menilai, kondisi ekonomi kota minyak dalam tahun ini, jauh lebih dinamis dibandingkan tahun lalu. “Indikatornya jelas, karena beberapa proyek properti besar baik itu hotel maupun pusat belanja dan apartemen, akan selesai pembangunannya dalam tahun ini,” kata Suryo menjawab Metro di kantornya, belum lama ini. Suryo menyatakan, sedikitnya ada 13 bangunan properti baru yang nantinya akan dijadikan usaha perhotelan, dan apartemen dan pusat belanja yang bakal selesai dibangun dalam tahun ini. “Dalam hitungan bisnis, proyek itu bisa saja dilaunching atau mulai beroperasi di akhir tahun atau tahun 2007. Ini berarti, akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan tentu saja mendatangkan investasi yang tidak sedikit bagi Balikpapan,” ujarnya. Itu sebabnya, dia sangat optimis—langkah Pemkot Balikpapan untuk mengurangi pengangguran dan membuka seluas-luasnya kesempatan kerja bagi calon pencari kerja, akan menemukan solusinya lewat hadirnya proyek besar tadi. Di kesempatan terpisah, Ketua Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (Akaindo) Balikpapan, M Thamrin Latief menilai, meski ekonomi Balikpapan tumbuh makin menggeliat, tapi harus dipikirkan problem pengadaan air bersih bagi masyarakat—utamanya permintaan air bagi proyek besar tadi. Thmarin yang juga pengurus Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Balikpapan ini memandang, Balikpapan sejauh ini masih menghadapi kendala listrik dan air bersih. Ini yang membuat permintaan sambung baru listrik dan air bersih, masih distop PLN dan PDAM. “Memang harus ada solusi, bagaimana mengatasi problem ini. Jangan sampai, gara-gara masalah vital semacam itu, investor jadi lari atau tidak jadi menanamkan modalnya di kota minyak,’ papar Thamrin saat dihubungi Metro belum lama ini.(wb-16/rud) Ismed Berani Datangkan Investor Asing PERKEMBANGAN kota diukur oleh hadirnya bangunan bertingkat seperti hotel, bank, dan industri pendukung lain. Parameter tersebut juga berlaku terhadap perkembangan Kota Balikpapan. H Muhammad Ismed Alimin Pengusaha Balikpapan sekaligus Chief Executive Officer (CEO) 8 Square memprediksi lima tahun mendatang Kota Minyak sudah menjadi kota yang modern dengan kehadiran berbagai jenis usaha. "Dengan hadirnya 30 hotel termasuk apartemen di sini, berarti Balikpapan bersiap menuju Kota MICE yakni Meeting, Intensive, Conference, dan Exhibition alias tempat yang akan dijadikan ajang pertemuan internasional. Itu juga berarti kita harus bersiap dengan investasi dana yang besar dan fasilitas hotel berkelas internasional," ujar Ismed, Senin (26/12). Sebagai pengusaha lokal, Ismed sangat mendukung keberadaan Kota MICE dan berani menjamin mendatangkan investor besar baik nasional maupun internasional sebagai partner bisnis. "Untuk mengarah pada kota modern dan canggih seperti yang diharapkan, kita membutuhkan partner yang kuat baik pendanaan maupun jaringan. Untuk kemajuan Balikpapan, saya berani jamin datangkan investor besar dari Surabaya, Jakarta hingga investor mancanegara dari Malaysia, Hongkong, Cina, dan Korea," kata Ismed. Penjaminan tersebut, katanya, tentunya harus didukung dan tetap bersinergi dengan pemda setempat. "Pemerintah daerah hendaknya memberi kemudahan perizinan terutama proteksi pemerintah, mengurangi birokrasi, mempermurah pajak serta mendukung pembangunan infrastruktur," papar Ismed. Kedatangan investor itu, kata Ismed, tentunya dengan beberapa persyaratan bisnis secara profesional. Para investor boleh masuk dan berinvestasi dengan syarat wajib memberdayakan tenaga kerja lokal. "Contohnya pengadaan training centre bagi generasi muda sebagai syarat masuknya investor. Investor yang akan menyediakan tenaga pengajar, gedung, maupun materi yang sesuai dengan koor bisnis yang akan berjalan. Jika investor itu akan membuka hotel berbintang, mereka wajib membangun training centre untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bagi tenaga kerja lokal. Jadi mereka juga memberi kesempatan bagi masyarakat setempat untuk bekerja di perusahaan asing," terangnya. Menurut Ismed, saat ini industri di Kaltim gencar mengeksploitasi sumber daya alam seperti minyak dan gas bumi. "Sebelum sumber daya alam (SDA) kita habis, maka kita harus siap dengan sumber lain. Gencarnya pembangunan hotel dan apartemen di Balikpapan, berarti kita juga harus memiliki sumber daya manusia yang mempunyai keahlian di bidang tersebut. Maka saya sangat mendukung pengembangan SDA dalam program Balikpapan menuju Kota MICE dan mendatangkan investor dengan tidak melupakan pemberdayaan tenaga kerja lokal," ujarnya.(uni) . |
|
|
|
|
|
#105 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
Balikpapan Supermall
Dikutip dari www.kaltimpost.web.id
Ekonomi Rabu, 12 Oktober 2005 SBD Berminat Bangun Balikpapan Supermal Di Lokasi Bekas Rumah Sakit Umum SAMARINDA - Di lokasi Pusat Kegiatan Islam (Puskib) di Jl S Parman Balikpapan rencananya akan dibangun Balikpapan Supermal, yakni sebuah mal dengan konsep modern. Rencana pembangunan Balikpapan Supermal itu disampaikan PT Sinar Balikpapan Development (SBD) yang kemarin melakukan presentasi di hadapan jajaran Pemprov Kaltim. "Kalau Pemprov setuju, mal itu segera akan kami wujudkan," tegas Heru Nasution MBA ASM, direktur PT Sinar Balikpapan Development yang juga direktur PT Supermal Karawaci Tangerang. Presentasi di Kantor Gubernur Kaltim kemarin dipimpin Asisten II Sekprov Kaltim H Nusyirwan Ismail serta dihadiri Asisten III Sekprov Kaltim H Ibnu Nirwani. Hadir pula Karo Umum dan Perlengkapan Pemprov Kaltim Sumiadi Chandra dan Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdul Hamid serta beberapa wakil dari Pemkot Balikpapan. Selain itu, sempat hadir pula Sekprov Kaltim H Syaiful Teteng. Heru menyebutkan, pembangunan Balikpapan Supermal di atas lahan sekitar 5 hektare milik Pemprov Kaltim itu akan dilakukan dengan sistem build, operate, transfer (dibangun, dioperasikan, dikembalikan) selama 30 tahun. Setelah 30 tahun, seluruh aset itu akan diserahkan kembali ke Pemprov Kaltim. Dana yang dihabiskan untuk membangun mal setinggi 5 lantai ini direncanakan sebanyak Rp234,57 miliar. Ini masih belum termasuk biaya pembuatan akses jalan masuk serta penunjang lainnya. Disebutkan, dari kerjasama ini, Pemprov juga akan mendapatkan kompensasi atas lahan yang digunakan selama 30 tahun itu sebesar Rp45 miliar. "Setiap 5 tahun, mal itu akan direnovasi dan terus berinovasi. Kalau tidak, nanti tidak dikunjungi orang," sebutnya didampingi Ibrahim Senen dari DNC Advocate dalam presentasinya kemarin. Dalam diskusi kemarin terungkap bahwa rancangan gambar yang diajukan tak sesuai dengan luasan lahan yang ada. Mereka memerlukan lahan seluas 5 hektare, sementara lahan milik Pemprov Kaltim yang tersedia tinggal 3,77 hektare. Selain itu, di lokasi tersebut ada kantor lurah dan camat, sehingga harus dipindahkan. Sehingga perlu dicarikan lokasi pengganti yang lebih relevan. Dalam diskusi itu peserta rapat juga meminta agar pengembang memperhatikan masalah aspek keluar masuk lingkungan pemukiman sekitar, sehingga pemukiman penduduk tidak tertutup. "Kami juga menginginkan agar ada pengolahan limbah maupun sampah. Kalau limbah supaya diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke dalam saluran kota dan dibuang ke laut," kata Nusyirwan. Komisi III DPRD Kaltim Abdul Hamid menginginkan, kerjasama ini dikaji mendalam dan memang memberikan manfaat, jangan sampai mengorbankan masyarakat Kaltim. "Jangan sampai rakyat beli petak mahal-mahal di sana, tapi tidak dikelola dengan benar, sehingga malnya tidak berkembang, maka para pedagang di sana dirugikan," tegasnya. Sedangkan Sekprov Kaltim Syaiful Teteng yang datang ketika pertemuan telah berjalan meminta, agar diperhatikan masalah pemindahan kantor camat dan lurah. "Di samping itu, jangan mengisolasi permukiman, tapi kalau bisa kehadiran mal ini menjadi nilai tambah buat masyarakat sekitar, misalnya membuka kafe-kafe," ucapnya. Di bagian lain, Heru menjelaskan, masukan-masukan ini cukup berguna, karena memang ada sejumlah perubahan signifikan, seperti jumlah luasan lahan tersebut. "Kami akan membicarakannya kembali secara internal, sambil menjalin komunikasi intens dengan Pemprov maupun Pemkot Balikpapan untuk melihat perkembangannya," tegasnya. (eff) |
|
|
|
|
|
#106 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
The Telaga Sari Garden Balikpapan
Dikutip dari www.kaltimpost.web.id
ProKaltim Senin, 27 Maret 2006 Balikpapan Segera Punya Taman Pendidikan Angkat Konsep 3O, Ada Perpustakaan Modern BALIKPAPAN – Satu lagi fasilitas kota di Balikpapan akan dibangun. Yakni taman pendidikan untuk pelajar yang terletak di kawasan Jl Kapt Piere Tendean, Telagasari. Menariknya, fasilitas ini dibangun di areal seluas 3,1 hektare yang dulunya merupakan danau yang kini menjadi daratan akibat sedimentasi. “Jika kawasan ini selesai, maka ini akan menjadi tempat berkreasi para pelajar di Balikpapan,” kata Walikota Balikpapan H Imdaad Hamid SE kemarin, saat meninjau lokasi di Telagasari. Walikota yang baru selesai cuti terkait kampanye di Pilkada Balikpapan itu lebih lanjut mengatakan, dibangunnya taman pendidikan di Telagasari, selain sebagai upaya mendukung pendidikan pelajar Balikpapan, juga menyelamatkan lingkungan. Jika tak dibuat perlakuan khusus, bisa berbahaya bagi keberadaan rumah-rumah penduduk sekitar Telagasari. Karena itu, satu paket taman pendidikan akan tetap dilestarikan hutan kota. “Dengan kata lain, di taman pendidikan juga ada pesan-pesan pendidikan lingkungan,” kata Imdaad sambil berjalan mengelilingi lokasi itu. Taman pendidikan itu disebutkan Imdaad akan dilengkapi perpustakaan lengkap gedung arsip-arsip negara yang bisa menjadi bahan belajar. Kemudian, plaza, restoran, tempat penjualan buah, area olahraga, area penjualan tanaman dan areal olahraga. Ada juga cottage, area memancing, area belajar terbuka, display tanaman hias, display tanaman langka dan display tanaman obat. Juga, display tanaman khas Kalimantan dan display tanaman buah-buahan. “Di sini juga akan dilengkapi areal parkir yang memadai dan jogging track. Konsepnya nanti 3 O yaitu olahrasa, olahraga dan olahcipta,” tukasnya.(oi) |
|
|
|
|
|
#107 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
The Balikpapan Botanical Garden
Dikutip dari www.kaltimpost.web.id
Balikpapan Jumat, 2 Desember 2005 Pusat Konservasi Kantung Semar Dunia Kebun Raya Balikpapan Diresmikan BALIKPAPAN-Kebun Raya Balikpapan (KRB) direncanakan akan dijadikan sebagai pusat konservasi jenis tanaman kantung semar (Nephentes mirabilis) dunia. Pasalnya, di kawasan yang masih bagian dari Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) tersebut terdapat cukup banyak spesies tanaman langka tersebut. Karena itu, langkah Pemkot Balikpapan yang memiliki komitmen melakukan terobosan di kawasan tersebut sebagai kebun raya merupakan sebuah investasi masa depan yang gemilang. “Kebun raya ini akan menjadi yang pertama di Kalimantan. Kita memang tak menikmati sekarang. Tapi, sebagaimana Kebun Raya Bogor, akan dinikmati puluhan bahkan ratusan tahun yang akan datang,” ujar Deputi Penelitian Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia (LIPI) Prof Dr Endang Sukara dalam sambutannya saat peresmian pembangunan Kebun Raya Balikpapan di Kilometer 15 HLSW, kemarin. Selain itu, lanjutnya, kebun raya ini kelak diharapkan dapat dijadikan sebagai pusat konservasi tanaman dan pohon yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Kalimantan. Misalnya, gaharu, ulin dan lain-lain. Diharapkan, kelak bisa menjadi outlet spesies kayu-kayu tersebut. Panjang lebar Endang Sukara mengungkapkan pentingnya kekayaan hayati tersebut bagi keberlangsungan makhluk hidup. Dia mencontohkan di Amerika, sumber obat kolesterol dari kekayaan hayati yang diolah bahkan mampu menghasilkan omzet sampai USD19 miliar. “Amerika sekarang yang memiliki sumber obat kolesterol terbaik saat ini,” katanya. Endang Sukara yang datang bersama rombongan dari Pusat Penelitian Kebun Raya Bogor tersebut, kemarin, bersama Walikota Balikpapan H Imdaad Hamid SE meresmikan dimulakannya pembangunan Kebun Raya Balikpapan yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan kontrak kerja sama. Sayangnya, prasasti yang sudah terukirkan nama Kepala LIPI Prof Dr Umar Anggar Jenie Apt MSc, hanya bisa diparaf oleh Endang Sukara. Kepala LIPI berhalangan hadir lantaran sakit ketika menjelang keberangkatannya ke Balikpapan, Rabu (30/11) lalu. Persemian kemarin, juga dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh. Wagub mengatakan, langkah Pemkot Balikpapan membangun kebun raya tersebut merupakan langkah yang tepat. Dengan adanya kawasan kebun raya tersebut, kelak akan menambah kawasan konservasi dan kawasan yang dilindungi di Kaltim. Dalam kesempatan itu, Walikota Imdaad Hamid juga menyampaikan bantuan beasiswa bagi 15 anak sekolah. Beasiswa tersebut sebagai rasa terima kasih Pemkot terhadap warga sekitar yang telah bersama menjaga dan melestarikan HLSW selama ini. Menariknya lagi, dalam kesempatan itu, dua perwakilan warga juga menyerahkan secara simbolis tanahnya kepada Pemkot yang termasuk di wilayah HLSW. Dua warga tersebut adalah Ali Bahar yang mengembalikan tanahnya seluas 4,46 hektare, dan Kai Ali yang mengembalikan tanahnya seluas 6,9 hektare. “Kami rela mengembalikan tanah ini kepada negara, asalkan juga pendidikan anak-anak kami diperhatikan oleh Pemerintah,” ujar Ali Bahar.(aal) |
|
|
|
|
|
#108 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
[B]The Balikpapan Islamic Centre[/B]
ProKaltim
Selasa, 7 Maret 2006 Masjid Agung Islamic Centre Rp200 M KH Syarwani: Jadikan Pusat Syiar Islam di Kalimantan BALIKPAPAN-Islamic Centre Balikpapan yang kini sedang digarap perencanaannya oleh konsultan PT Indolexco Balikpapan, sudah bertahun-tahun menjadi impian umat muslim Balikpapan. Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim, juga dikenal sebagai ibukotanya Kalimantan. Wajar bila nantinya Islamic Centre Balikpapan akan menjadi pusat syiar Islam di Kalimantan. Demikian disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Balikpapan KH Syarwani Juhri, kepada Kaltim Post, di Ponpes Sjech Muhammad Arsyad Al Banjari Karang Joang Balikpapan Utara Senin (7/3) kemarin. Menurut Syarwani yang pernah bersama-sama tim pembangunan Islamic Centre dan konsultan PT Indolexco melakukan studi banding ke Bekasi dan Jakarta itu, awal pembangunan Islamic Centre lebih banyak mendapatkan dana dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dana berikutnya diperoleh dari para donatur umat muslimin yang diperoleh dari infaq dan kegiatan yang dikelola Islamic Centre. “Di Islamic Centre Bekasi sudah bisa dimanfaatkan untuk pusat-pusat pelatihan keislaman. Juga untuk penginapan rombongan dan kegiatan pengantinan. Dari kegiatan itu, kini Islamic Centre di Bekasi bisa mandiri. Kegiatannya tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah,” katanya. Ditanya badan pengelola Islamic Centre Balikpapan? MUI bersama unsur pemerintah sudah membuat badan pengelolanya –-kini sedang diproses sampai ke notaris untuk dibuatkankan akte pendirian--, termasuk anggaran dasar dan rumah tangganya. Bersamaan dengan proses pembentukan badan pengelola, MUI terus memberikan advis kepada konsultan perencananya. Misalnya dalam pembangunan menara masjid, diharapkan sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai menara radio muslim Balikpapan. Fungsi radio jelas untuk kepentingan syiar Islam dan pengembangan lembaga dakwahnya. Area komersial yang dibangun di sekeliling bangunan Masjid Agung mempunyai manfaat ganda. Pertama untuk memenuhi kebutuhan Islamic Centre, fungsi kedua untuk masyarakat sektarnya. Sementara itu pimpinan Indolexco Cabang Balikpapan Ir Atmanto IAI mengatakan, Islamic Centre yang akan dibangun di atas lahan seluas 14 hektare akan dilengkapi dengan sarana olahraga – jogging track, hutan kota, perpustakan, gedung serba guna, pertokoaan, dan sarana pendukung lainnya. Mengenai dana yang diperlukan? Atmanto mengatakan untuk bangunan Masjid Agung diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp200 miliar. Masjid yang luasnya lebih dari 1 hektare ini didesain mampu menampung 12 ribu orang di dalam masjid dan 4.300 di bagian luar atau plazanya. Sumber dananya, kata Atmanto, arahan dari Walikota Balikpapan H Imdaad Hamid SE didapatkan dari APBD Balikpapan, APBD Kaltim, APBN, dan donatur dari umat Islam. “Bila dana awal sudah dikucurkan pemerintah, pengelola biasanya akan menyelesaikannya dengan menggali dana masyarakat termasuk hasil dari pengelolaan Islamic Centre.(bs) |
|
|
|
|
|
#109 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
edited
|
|
|
|
|
|
#110 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
Kariangau Resort & Cottage
Dikutip dari www.kaltimpost.web.id
Balikpapan Minggu, 18 Desember 2005 Habiskan Rp850 M, Satu-satunya di Indonesia Kariangau Resort, Paduan Galangan dan Resor BALIKPAPAN-Jumat (16/12), merupakan hari baik bagi Balikpapan, khususnya sektor wisata. Karena pada hari tersebut area wisata Kariangau Resort yang diklaim sebagai pionir wisata laut di Balikpapan, diresmikan Walikota Imdaad Hamid. Kariangau Resort merupakan area wisata yang memadukan industri galangan kapal dan industri pariwisata satu-satunya serta pertama di Indonesia. Ide perpaduan ini lahir dari Sayid Jaffar Al-Idrus, pemilik resor dan galangan kapal Galangan Buana Karya Kariangau yang terletak di muara Teluk Balikpapan. Menurut Jaffar, Rp850 miliar dana pribadinya disiapkan untuk pengembangan resor dalam proyeksi jangka menengah. Pembangunan Kariangau Resort diplot selesai akhir tahun 2007. Dalam sambutannya, Imdaad mengutarakan kebanggaannya kepada Jaffar, mengingat sebagai pengusaha lokal Jaffar ternyata memiliki inovasi luar biasa dalam memadukan industri galangan kapal dan wisata air yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun di Indonesia. “Ini membuktikan bahwa pengusaha lokal kita mampu apabila diberi kesempatan,” ujar Imdaad yang saat itu hadir bersama ketua DPRD, Kapolres, Dandim beserta jajaran Muspida lainnya. Saat dimintai keterangannya mengenai pengembangan daerah sekitar Kariangau untuk mendukung industri ini, Imdaad mengatakan, perencanaan tata ruang daerah Kariangau akan tetap dipertahankan, yaitu dengan karakteristik pedesaan. “Karakteristik pedesaan itu akan tetap dipertahankan walaupun kita sadar nantinya karakter manusia di sekitar Kariangau ini akan berubah karena mengikuti industri pariwisata yang disediakan di resor ini,” terang Imdaad. Imdaad juga menambahkan, Kariangau tetap akan dipertahankan sebagai daerah industri, tetapi kali ini pariwista akan menjadi komplemen yang sangat baik. Bagaimana dunia bisnis menanggapi pembangunan resor ini? Ketua PHRI Balikpapan Jonathan Sianturi dalam sambutan yang dibacakan Niken Larasati menyatakan, PHRI tentu sangat berharap resor ini nantinya akan lebih mengembangkan potensi Balikpapan sebagai kota pesisir. Di atas lahan sepuluh hektare yang akan diperluas lagi menjadi dua puluh hektare dalam waktu dekat, Jaffar mengutarakan cita-citanya untuk menjadikan resor ini sebagai Ancol kedua. Walaupun letaknya agak jauh, yaitu 14 kilometer ke dalam, dirinya tetap yakin bahwa bisnis barunya ini akan mampu menyerap pasar dengan baik dan menjadi andalan sektor wisata Balikpapan. (hil) Senin, 05 Desember 2005 01:35 WITA Kariangau Resort Mulai Terima Tamu Obyek wisata Kariangau Resort di kawasan Kariangau Kecamatan Balikpapan Barat mulai menerima seiring dengan pembukaan yang dilakukan Sabtu (3/12) oleh pemiliknya H Sayed Jafar Alaydrus SH. “Yang pertama kami buka adalah Villa yang terletak ditengah-tengah kawasan Kariangau Resort ini, setelah itu nantinya akan kami buka lagi sarana hiburan berupa marina, kolam renang, wisata laut dan kapal pesiar,” ujar Sayed Jafar kepada PatroliNet di kantornya. Diakui Sayed Jafar yang juga Presiden Direktur PT Galangan Benua Raya Kariangau ini, untuk sementara hanya ada 15 villa, namun kedepannya jumlah villa sebanyak 40 buah. Dari 15 buah villa yang mulai dibuka itu terdiri dari 7 villa dengan tempat tidur single, dan 8 villa double bad, masing-masing kamar dilengkapi dengan TV parabola, mini bar, saluran telepon, ruang tamu, kamar mandi dan sarapan pagi. Menurut putra kelahiran Kotabaru Kalsel ini, untuk sewa villa harganya bervariatif, dan penawaran awal Rp450 ribu perhari, namun untuk pelanggan corporate harganya bisa nego, demikian juga pada hari libur (Sabtu – Minggu) sewa villa akan lebih rendah dari hari biasa. Kariangau Resort ini selain menyediakan villa dan sarana hiburan lainnya, juga tersedia Hall atau aula yang bisa digunakan untuk meeting, pertemuan, rapat, seminar, pesta perkawinan atau kegiatan-kegiatan lainnya yang bisa menampung sekitar 300 orang yang berada dilantai atas. Dilantai bawahnya terdapat 3 ruang karaoke, masing-masing 2 kamar deluxe dan satu kamar VIP, dengan tariff perjam Rp100 ribu untuk deluxe dan Rp150 ribu untuk VIP, serta terdapat restoran yang menyediakan 3 jenis makanan yaitu Indonesia, China dan Eropa. Dari pengamatan di bagian receptionis Jum’at (2/12) beberapa pejabat setempat sudah ada yang memesan untuk bermalam panjang dan menginap di kawasan yang berhadapan langsung dengan teluk Balikpapan ini. “Saya cuma mau mencari suasana lain, karena kalau di hotel dalam kota kita sudah sering, sekarang kita coba yang alami apalagi fasilitasnya sama dengan hotel berbintang,” ujar seorang pejabat yang minta tidak disebutkan namanya. Lokasi Kariangau Resort ini di Jl Srikandi No 25 Kariangau Balikpapan Barat bersebelahan dengan pelabuhan feri trans Kaltim Kalsel atau sekitar 15 menit perjalanan dari bandara Sepinggan. (P-01) Look Picture in : http://www.patroli.net/b.php?b=Karia...ai+Terima+Tamu Last edited by ichsan; April 15th, 2006 at 07:14 AM. |
|
|
|
|
|
#111 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,257
Likes (Received): 35
|
@ichsan
8 square is not a shopping mall but how come got Carrefour, Giant, MC Donald, 21 Cineplex in there?? and about Balikpapan Supermall, I highly disagree with the location
|
|
|
|
|
|
#112 | |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
Quote:
Dan mengenai proyek Balikpapan Supermal sepengetahuan saya masih belum terlaksana (baru sekedar rencana) karena : Ekonomi Sabtu, 10 Desember 2005 Balikpapan Supermal Terkendala Lahan SAMARINDA- Rencana pembangunan Balikpapan Supermal, sebuah pusat perbelanjaan di atas lahan milik Pemprov Kaltim tepatnya di Balikpapan hingga saat ini masih terkendala lahan. Sekretaris Provinsi Kaltim H Syaiful Teteng ketika dikonfirmasi di Badan Diklat Kaltim kemarin menyebutkan, belum dimulainya pembangunan Balikpapan Supermal oleh investor salah satunya adalah karena kendala lahan yang belum tuntas. Sebab, di lokasi yang akan dibangun mal dengan konsep modern itu, masih ada pihak-pihak yang menggunakan lahan tersebut. "Untuk penyelesaian masalah tanah ini kita akan meminta bantuan kepada Pemkot Balikpapan untuk menyelesaikan. Memang sebagian di lokasi tanah milik Pemprov itu sudah ada yang dijual ke pihak lain, seperti perumahan untuk dokter," bebernya. Namun, ia sendiri belum berani memastikan apakah mal ini benar-benar dibangun atau tidak. "Tergantung investornya, mau atau tidak. Apalagi mal di Balikpapan sudah banyak. Kalau investornya masih berminat ya tidak ada masalah," bebernya. Ia mengaku tidak memberikan batasan waktu khusus untuk pengosongan lahan milik Pemprov ini. Namun, ia berharap agar bisa dilakukan secepatnya sehingga rencana pembangunan mal ini bisa dilakukan. Investor yang berminat membangun mal ini adalah PT Sinar Balikpapan Development (SBD) yang masih satu grup dengan PT Supermal Karawaci. Namun, mereka memerlukan lahan seluas 5 hektare, sementara lahan yang tersedia tinggal 3,77 hektare. Pengurangan lahan yang kini digunakan sebagai Pusat Kegiatan Islam (Puskib) ini terjadi disebabkan karena lahan seluas 1,2 hektare sudah dibebaskan dan kini sudah ada yang dimiliki masyarakat. Di lokasi itu juga ada kantor lurah dan camat, sehingga harus dipindahkan. Namun lokasi alternatif yang ditawarkan ternyata bukan masuk dalam wilayah kecamatan itu. Sehingga perlu dicarikan lokasi pengganti yang lebih relevan. Diperkirakan pembangunan mal menelan dana Rp234 miliar. (eff) |
|
|
|
|
|
|
#113 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Location: Balikpapan
Posts: 26
Likes (Received): 0
|
yea man!!! its gonna be spooooky. do u know that area is one of the most haunted place in Bpp, i recon it'll end up like the mall in muara rapak, hav u been there b4?? i've heard its not really gud, is that rite?
btw 8 Square dimana yooo?? im bad kalo soal nama jalan, taunya nama daerah |
|
|
|
|
|
#114 | |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,257
Likes (Received): 35
|
Quote:
Actualy I was concerning about the traffic not the haunted place ![]() ![]() As I wish the next mall will be build outside the existing city Just like Mall fantasi which built on the outer ring road 8 square located in Mt Haryono (Dam) Sebelah kanan dari arah BP mau ke BB Jalannya juga gak terlalu lebar makes me worried about the congestion kurang lebih 200-300m dari sini http://www.skyscrapercity.com/showpo...7&postcount=56 |
|
|
|
|
|
|
#115 | |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
Traffic Trouble
Quote:
Untuk mengatasi masalah kemacetan sendiri Pemkot Balikpapan telah memiliki beberapa program seperti penambahan jalur-jalur alternatif dan juga ini : BCD Garap Coastal Road Balikpapan BALIKPAPAN-Jalan sepanjang pantai -- coastal road – sepanjang pantai Klandasan -- mulai ujung Pelabuhan Semayang hingga landasan pacu Bandara Sepinggan yang selama bertahun-tahun hanya wacana, di akhir tahun 2005 ini akan digarap PT Balikpapan Coastal Development (BCD) .“Kami menyadari bahwa mambangun kawasan pantai itu tidak gampang. Tidak bisa secara sepotong-potong. Harus terintegrasi dan memerlukan dana yang besar. Bila selama ini masih dalam wacana saja, kami datang akan membangun kawasan pantai Klandasan menjadi kawasan pantai yang modern dan tidak kalah dengan kota-kota di pinggiran pantai di luar negeri,” kata Wil van der Tol, tim ahli PT BCD asal negeri Belanda yang kemarin audensi dengan Walikota Balikpapan H Imdaad Hamid SE itu. Wil van de Tol bersama tim PT Daksa Kalimantan Putra (DKP) yakni Satria, Supartono, Andi Siswanto dan Edy Kuntadi mengatakan, pantai Balikpapan merupakan pantai yang indah. Pantai di Balikpapan memiliki view yang cantik. Apalagi kalau ditata secara modern akan menjadi kebanggaan warga kota. Bila Pemkot Balikpapan memberikan lampu hijau, pekerjaan fisiknya bisa dimulai 12 bulan kemudian,” katanya. Mengapa 12 bulan? Dijelaskan Edy Kuntadi, seiring dengan lampu hijau dari Pemkot Balikpapan, PT BCD akan mematangkan perencanaannya. Melakukan konsolidasi pertanahan dengan berbagai pihak seperti Pemkot Balikpapan, Pertamina, Kodam VI/Tpr, Polda Kaltim, dan masyarakat. Juga bersama DPRD dan Pemkot Balikpapan membuat payung hukumnya. Diperlukannya payung hukum, kata Kuntadi, agar para pihak yang terlibat dalam pembangunan coastal road memiliki rasa aman dalam berinvestasi. Ini penting agar tidak timbul masalah atau sengketa masalah pertanahan dan sebagainya. Bagaimana investor mendapatkan keuntungan dan masyarakat dan Pemkot Balikpapan tidak rugi. Semuanya harus mendapatkan manfaat dan dampak positif dari pembangunan coastal road ini. Misalnya bagaimana status sepanjang pantai yang akan dibangun nantinya. Investasi yang ditanamkan akan mendapatkan kompensasi apa saja dan sebagainya. Setelah jelas perjanjian hukumnya. Apa saja hak dan kewajiban yang didapatkan dan wajib dilaksanakan, maka PT BCD yang di dalamnya investor internasional ini akan memulakan pekerjaannya. Ditanya dana yang bakal diinvestasikan ke Balikpapan untuk membangun coastal road? PT BCD yang menggandeng perusahaan internasional yang telah berpengalaman membangun kawasan pantai di beberapa kota besar di dunia. Dana yang dikucurkan disesuaikan dengan rencana yang akan dibangun. Sementara itu Andi Siswanto, perencanaan pembangunan costal road bukan hanya membangun jalan di pinggir pantai. Sepanjang pantai yang panjangnya sekitar 10 km ini juga akan dibangun menjadi kota masa depan yang sesuai dengan visi dan misi Balikpapan. Namun dalam pembangunannya, tidak akan menghilangkan keinginan warga Balikpapan yang ingin turut serta membangun coastal road. Bagi yang ingin bergabung memberikan kontribusi, pihaknya sangat berterima kasih.(bs) Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/...ltim&id=141026 Untuk opsi yang terakhir ini memang sangat kontroversial karena berkaitan dengan reklamasi pantai (LSM lingkungan sangat menentangnya) dan ganti rugi lahan bagi warga yang ada di sepanjang pantai Balikpapan. Namun kontribusi positifnya adalah meminimalisir kemacetan karena tersedianya jalur traffic yang lebih luas dan mengembangkan konsep Kota Balikpapan di masa depan ke arah Waterfront City Konsep Pembangunan Menghadap ke Laut Balikpapan, Tribun - Rencana Pemkot Balikpapan membangun coastal road di sepanjang pantai, mulai Pelabuhan Semayang hingga Bandara Sepinggan dinilai tepat. Balikpapan akan menjadi daerah potensial dengan adanya coastal road. Demikian diungkapkan Dr Andy Siswanto, konsultan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan 2005-2015 dari PT Wismakharman, Kamis (15/12). Menurut Andi, kota ini bisa menjadi baik jika pemkot berkomitmen menerapkan RTRW. "Selain itu perlu dukungan masyarakat untuk merealisasikan pembangunan coastal road tersebut," ungkapnya saat ditemui di Bandara Sepinggan usai menghadiri pertemuaan Real Estate Indonesia (REI) di Samarinda. Dikemukakan, kesepakatan yang telah dijalin terkait pembangunan coastal road merupakan program jangka panjang. Balikpapan akan menjadi kota pantai, kota bukit, kota hijau, kota pedesaan sekaligus kota industri. Untuk mewujudkannya topografi geografis kota Balikpapan yang berbukit-bukit tidak boleh diubah. Sepanjang coastal road, setiap 8 kilometer akan dibangun konsep tematik yang mendukung masuknya investor. Ia mencontohkan setiap jarak 8 kilometer bisa dibangun tempat-tempat layanan publik, seperti museum, pertokoan dengan nuansa khas tersendiri. "Konsep pembangunan harus menghadap ke laut, bukan sebaliknya membelakangi laut. Jika proyek ini terlaksana, Balikpapan akan menjadi kota paling bagus dan terbaik di Indonesia. Dan memiliki daya tarik bagi investor dari luar, seperti Sidney, Australia," jelasnya. Kota Balikpapan baru-baru ini berhasil meraih penghargaan sebagai kota terbaik dalam penataan ruang kota se-Indonesia. Dikemukakan, selama ini konsep pembangunan di tepi pantai selalu membelakangi laut, sehingga cenderung menyebabkan kerusakan lingkungan, karena bagian belakang identik dengan tempat pembuangan. Untuk menciptakan kota pantai, maka kawasan pesisir pantai harus dikonservasi dan pertahankan. Rencana membangun kota baru yang ramah lingkungan tidak bisa terwujud tanpa konsistensi pemerintah kota, investor, dan masyarakat melestarikan lingkungan. Andi berharap, jika pembangunan coastal road terlaksana, dana yang diperoleh dari hasil retribusi, dan pajak dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat dan membantu warga miskin. Dalam kesempatan yang sama, Direksi PT Daksa Kalimantan Putra yang juga anggota REI Supartono Muhammad berharap seluruh anggota REI mendukung rencana pembangunan coastal road di Balikpapan. "Agenda REI Kaltim ke depan mendukung terealisasinya penataan pantai di Balikpapan," ujarnya. (m2). Contoh kota-kota yang telah berhasil menerapkannya antara lain : Singapura ![]() Hongkong ![]() Untuk Singapura sendiri baru berhasil merampungkannya setelah berusaha keras selama 40 tahun dan hasilnya sudah dapat kita lihat sekarang. Kota-kota lain di Indonesia yang sedang dalam tahap pengembangan Coastal Road adalah Manado dan Makassar. Bahkan Manado sendiri sudah mencanangkan dirinya bahwa pada tahun 2009 akan menjadi pusat dunia. Untuk itu Balikpapan tidak boleh kalah dan saya yakin Balikpapan akan menjadi kota yang maju untuk 5 sampai 10 tahun ke depan. Ayo Balikpapan, bersemangat....!!!
Last edited by ichsan; April 15th, 2006 at 08:33 PM. |
|
|
|
|
|
|
#116 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
Traffic Trouble
Satu lagi penyebab kemacetan adalah bertambahnya jumlah kepemilikan kendaraan pribadi sehingga perlu adanya pembatasan dengan pajak progresif (seperti yang telah diterapkan di Singapura) yaitu pajak akan semakin bertambah bebannya sesuai dengan jumlah kepemilikan kendaraan dan usia kendaraan (semakin banyak atau semakin tua maka pajaknya semakin mahal). Hal ini akan mengakibatkan orang enggan menambah kepemilikan jumlah kendaraan dan lebih memilih naik kendaraan umum sehingga secara otomatis kemacetan sekaligus polusi udara dapat diminimalisir. Dampak secara luasnya adalah warga kota akan lebih sehat (karena jalan kaki tentunya...he he he) dan mobil yang berseliweran di jalanan kebanyakan merupakan keluaran terbaru yang lebih ramah lingkungan (karena orang lebih baik membeli baru daripada harus membayar pajak yang tinggi untuk mobil tuanya).
Dan sebagai konsekuensi, pemerintah harus menyediakan sarana transportasi yang murah tapi bagus dan nyaman serta menjangkau seluruh area di Balikpapan. Nggak perlu susah-susah, berdayakan saja angkot-angkot yang ada di Balikpapan. Kasih bantuan buat para pemilik angkotnya agar bisa meremajakan angkot miliknya menjadi lebih bersih dan nyaman (kalau perlu ditambah AC gitu...hi hi hi) sehingga nggak ada orang yang kesulitan untuk bepergian. Dan jangan lupa sediakan halte khusus angkot supaya nggak kepanasan en kehujanan + bak sampah supaya Balikpapan dapat Adipura terus. Untuk ke depannya kita perlu juga memikirkan sarana taransportasi yang cepat dan murah seperti : Tram/Busway ![]() ![]() syukur-syukur kalau bisa punya yang seperti ini... MRT ![]() ![]() Tapi tunggu sampai semua orang makmur dulu kali ya...soalnya kan kasihan para sopir angkot....mereka mau dikemanain dong....? |
|
|
|
|
|
#117 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,257
Likes (Received): 35
|
Hehe for coastal road there's still a chances for it since Manado already success with it
But tram, LRT, monorao, subway or MRT...??? Not in a thousands year I think ![]() ![]()
|
|
|
|
|
|
#118 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
Balikpapan Dome
Last edited by ichsan; April 17th, 2006 at 02:24 PM. |
|
|
|
|
|
#119 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,257
Likes (Received): 35
|
Woah...
looks cool So this project is 100% finished I think |
|
|
|
|
|
#120 | |
|
Registered User
Join Date: Apr 2006
Posts: 112
Likes (Received): 0
|
Quote:
|
|
|
|
|
![]() |
| Tags |
| balikpapan, balikpapan madinatul iman, balikpapaners, east kalimantan, indonesia, kalimantan, kalimantan timur, kaltim |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|