daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > Java Island and Bali



Reply

 
Thread Tools
Old March 14th, 2010, 06:56 PM   #3141
rasarya
Registered User
 
rasarya's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: around Indonesia
Posts: 290
Likes (Received): 5

Quote:
repost from mas cahlanang

kalau bener ternyata bandara adi sucipto besok bukan untuk komersial lagi.. aq rasa bangunannya bisa untuk di komersialkan.. mungkin untuk tempat refresing ato shelter transit kereta, bus ama transjogja.. kan mantab tu jadinya..
rasarya no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old March 14th, 2010, 06:56 PM   #3142
Diwangkoro
diwangkoro
 
Diwangkoro's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 141
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by DanangSuthoWijoyo View Post
blunder kedua UGM nih...setelah GAMA plaza...
@mas diwang...kok PPA UGM kecewanya baru skrg??? kok ga pas awal2 liat desainnya..aneh banget...masa mereka ga tau desainnya sih? kan aneh
Lha ini masalah di Komisi Perencanaan UGM, misalnya Arsitek ngusulin desain yang biasa-biasa aja nggak "ngarsitek" nggak kreatif, asalkan syarat fungsional seperti aksesibilitas difabel, ketersediaan lahan parkir dan permasalahan fungsional lainnya yang bisa secara teknis dipecahkan, ditambah konteks " pakai batu candi" sudah langsung mudah untuk di ACC, sidang nggak perlu lama-lama 15 menit. makanya desain bangunan di UGM gitu-gitu aja. Beberapa kali soalnya kami ngrancang di UGM, misal UC Hotel ---sampai 2x sidang baru lulus, lainnya 1x seperti KPTU Kedokteran,Gedung Pasca Sarjana Kedokteran, BPR DUTA GAMA, Gedung P3 di K8, Gerbang UGM----kontroversial---ni kami juga yang desain, Nggak ada tuntutan bahwa harus mengangkat konsep-konsep lokal dalam bentuk yang unik, mencerminkan usaha kreatif untuk mengaplikasikan green architecture dan local wisdom...bla, bla bla.---nggak ada---

Tapi justru saat kita ngusulin desain unik yang berbeda yang mengangkat budaya lokal dengan sentuhan artistik yang kreatif, kita kan diberondong berbagai pertanyaan, pernyataan "out of control" lah, tidak kontekstual lah, dsb sidang sampai 1 jam pun bisa nggak cukup. Dan kita justru dituntut untuk membuat alternatif desain lagi yang lebih bagus lagi yang cocok sama mereka, nha justru arsitek yang lebih kreatif dituntut lebih dari mereka yang mlempem desainnya. Harusnya mereka yang mlempem desainnya lebih jauh dituntut lagi untuk menelurkan desain -desain yang luar biasa meskipun scopenya kecil sekalipun itu gardu satpam!
Alhamdulillah setelah melewati presentasi yang melelahkan muncul dukungan dari Komisi Perencanaan untuk menghidupkan kreatifitas dalam Arsitektur di UGM.

Ini juga jadi sindrom para dosen yang menghambat kreatifitas mahasiswa. Kalau ngrancang aneh dikit langsung dituding, "nggak realistis! gimana ni cara mbangunnya!?nggak kontekstual! Nggak bisa kayak gini?!kita di negara tropis!?Mahal banget ini!? "ketika aq singgung masalah ini ke anak-anak yang KP ditempetku mereka bilang, "kayaknya qta sering denger kayak gitu mas."

trus aq bilang aja;" ya jelas mereka bilang kayak gitu karena mereka nggak pernah desain kayak gitu, mereka nggak ngerti cara mecahin masalah dengan desain yang unik, dengan konstruksi yang sulit."---ni untuk UGM lho lain lah dengan UI, ITB, Unpar dsb yang punya berderet Arsitek top kelas dunia macam Ridwan Kamil, Baskoro Tedjo, dsb.

Harusnya para dosen itu ngajari kita ni bagaimana ngasih solusi-solusi tentang desain kita bukannya jadi palu untuk mukulin paku yang kelihatan nongol. Mahasiswa Arsitek UGM begitu lulus desainnya jelas amburadul jadinya. sampai tua taunya desain cuma gitu-gitu aja. Pol-polan mirip Rama Mangun, Berani nggak sih kita berharap lebih dari sekadar pengekor Rama Mangun.

Kalau saat TA, kalau kita bikin desain normal-normal aja dengan disertai data kuantitatif teknis, atau membahas masalah fisika bangunan sudah bisa lah berharap dapat A meskipun nggak ada unsur kreatifnya yang muncul untuk menjadi sesuatu yang berbeda. Tapi begitu bikin desain yang kreatif dan berbeda wah langsung digempur, bisa pupus sudah harapan dapat A. Ni pilihan hidup amhasiswa yang hanya pingin sekedar lulus cumlaude -(bukannya menghina yang cumlaude karena ane dulu juga cumlaude) atau jadi arsitek beneran.

Jelas kuliah dengan dosen model skeptik, dan negative thinking kayak gitu tidak kondusif bagi iklim kreatif, bagusnya memang jurusan arsitektur itu masuk jurusan Seni Murni-Fine Art---humaniora nih jadinya. lebih cocok.

Minimnya dosen yang direkrut dari Arsitek yang brilian juga menjadi jurang bunuh diri bagi arsitektur sendiri. Padahal di negara lain yang namanya Arsitek Top selalu 'meguru dulu" sama arsitek Top yang sudah sepuh. kenyataan di UGM dosen yang direkrut bukanlah mahasiswa yang top of the top bahkan bisa jadi cumlaude saja tidak. Bisa karena hubungan yang cukup dekat, karena ngasisteni cukup lama. Trus gimana bisa para mahasiwa itu 'meguru" dengan orang yang belum pernah praktek dengan baik??? Salut dengan UII cara rekrutmentnya sangat profesional sampai harus tes baca qur'an segala semoga arsitektur Jogja tidak hanya bertumpu dari UGM, dah loyo otot-ototnya kayaknya.

Ditambah lagi kurikulum akhir-akhir ini yang makin nggak karuan, arsitek disamakan dengan mesin. Mata Kuliah yang jjustru penting untuk peningkatan kualitatif yang akan memacu kecemerlangan seorang arsitek dunia justru dikurangi bahkan dihapus, yang muncul justru mata kuliah yang nggak memacu kreatifitas.

Ya, alhamdulillah sudah ada perbaikan-perbaikan yang mengarah ke yang lebih baik, Insya Allah akan banyak Arsitektur, Arsitek dari Jogja atau UGM yang bisa meroket di dunia internasional. Ke depan kita tidak hanya akan mengenal Romo Mangun dan Adi Purnomo semata.

Last edited by Diwangkoro; March 15th, 2010 at 03:11 AM.
Diwangkoro no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 08:11 AM   #3143
sembilanbelas
memilih tidak memilih
 
sembilanbelas's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: indONEsia
Posts: 7,321

Quote:
Originally Posted by tjokro_ragazzo View Post
Progress RS Pendidikan UGM
# Minggu, 14 Maret 2010



Bentar lagi sawah-sawah yang hijau itu akan hilang....
sembilanbelas no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 10:09 AM   #3144
DanangSuthoWijoyo
Trah Mataram
 
DanangSuthoWijoyo's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 5,732
Likes (Received): 270

Quote:
Originally Posted by Diwangkoro View Post
Lha ini masalah di Komisi Perencanaan UGM, misalnya Arsitek ngusulin desain yang biasa-biasa aja nggak "ngarsitek" nggak kreatif, asalkan syarat fungsional seperti aksesibilitas difabel, ketersediaan lahan parkir dan permasalahan fungsional lainnya yang bisa secara teknis dipecahkan, ditambah konteks " pakai batu candi" sudah langsung mudah untuk di ACC, sidang nggak perlu lama-lama 15 menit. makanya desain bangunan di UGM gitu-gitu aja. Beberapa kali soalnya kami ngrancang di UGM, misal UC Hotel ---sampai 2x sidang baru lulus, lainnya 1x seperti KPTU Kedokteran,Gedung Pasca Sarjana Kedokteran, BPR DUTA GAMA, Gedung P3 di K8, Gerbang UGM----kontroversial---ni kami juga yang desain, Nggak ada tuntutan bahwa harus mengangkat konsep-konsep lokal dalam bentuk yang unik, mencerminkan usaha kreatif untuk mengaplikasikan green architecture dan local wisdom...bla, bla bla.---nggak ada---

Tapi justru saat kita ngusulin desain unik yang berbeda yang mengangkat budaya lokal dengan sentuhan artistik yang kreatif, kita kan diberondong berbagai pertanyaan, pernyataan "out of control" lah, tidak kontekstual lah, dsb sidang sampai 1 jam pun bisa nggak cukup. Dan kita justru dituntut untuk membuat alternatif desain lagi yang lebih bagus lagi yang cocok sama mereka, nha justru arsitek yang lebih kreatif dituntut lebih dari mereka yang mlempem desainnya. Harusnya mereka yang mlempem desainnya lebih jauh dituntut lagi untuk menelurkan desain -desain yang luar biasa meskipun scopenya kecil sekalipun itu gardu satpam!
Alhamdulillah setelah melewati presentasi yang melelahkan muncul dukungan dari Komisi Perencanaan untuk menghidupkan kreatifitas dalam Arsitektur di UGM.

Ini juga jadi sindrom para dosen yang menghambat kreatifitas mahasiswa. Kalau ngrancang aneh dikit langsung dituding, "nggak realistis! gimana ni cara mbangunnya!?nggak kontekstual! Nggak bisa kayak gini?!kita di negara tropis!?Mahal banget ini!? "ketika aq singgung masalah ini ke anak-anak yang KP ditempetku mereka bilang, "kayaknya qta sering denger kayak gitu mas."

trus aq bilang aja;" ya jelas mereka bilang kayak gitu karena mereka nggak pernah desain kayak gitu, mereka nggak ngerti cara mecahin masalah dengan desain yang unik, dengan konstruksi yang sulit."---ni untuk UGM lho lain lah dengan UI, ITB, Unpar dsb yang punya berderet Arsitek top kelas dunia macam Ridwan Kamil, Baskoro Tedjo, dsb.

Harusnya para dosen itu ngajari kita ni bagaimana ngasih solusi-solusi tentang desain kita bukannya jadi palu untuk mukulin paku yang kelihatan nongol. Mahasiswa Arsitek UGM begitu lulus desainnya jelas amburadul jadinya. sampai tua taunya desain cuma gitu-gitu aja. Pol-polan mirip Rama Mangun, Berani nggak sih kita berharap lebih dari sekadar pengekor Rama Mangun.

Kalau saat TA, kalau kita bikin desain normal-normal aja dengan disertai data kuantitatif teknis, atau membahas masalah fisika bangunan sudah bisa lah berharap dapat A meskipun nggak ada unsur kreatifnya yang muncul untuk menjadi sesuatu yang berbeda. Tapi begitu bikin desain yang kreatif dan berbeda wah langsung digempur, bisa pupus sudah harapan dapat A. Ni pilihan hidup amhasiswa yang hanya pingin sekedar lulus cumlaude -(bukannya menghina yang cumlaude karena ane dulu juga cumlaude) atau jadi arsitek beneran.

Jelas kuliah dengan dosen model skeptik, dan negative thinking kayak gitu tidak kondusif bagi iklim kreatif, bagusnya memang jurusan arsitektur itu masuk jurusan Seni Murni-Fine Art---humaniora nih jadinya. lebih cocok.

Minimnya dosen yang direkrut dari Arsitek yang brilian juga menjadi jurang bunuh diri bagi arsitektur sendiri. Padahal di negara lain yang namanya Arsitek Top selalu 'meguru dulu" sama arsitek Top yang sudah sepuh. kenyataan di UGM dosen yang direkrut bukanlah mahasiswa yang top of the top bahkan bisa jadi cumlaude saja tidak. Bisa karena hubungan yang cukup dekat, karena ngasisteni cukup lama. Trus gimana bisa para mahasiwa itu 'meguru" dengan orang yang belum pernah praktek dengan baik??? Salut dengan UII cara rekrutmentnya sangat profesional sampai harus tes baca qur'an segala semoga arsitektur Jogja tidak hanya bertumpu dari UGM, dah loyo otot-ototnya kayaknya.

Ditambah lagi kurikulum akhir-akhir ini yang makin nggak karuan, arsitek disamakan dengan mesin. Mata Kuliah yang jjustru penting untuk peningkatan kualitatif yang akan memacu kecemerlangan seorang arsitek dunia justru dikurangi bahkan dihapus, yang muncul justru mata kuliah yang nggak memacu kreatifitas.

Ya, alhamdulillah sudah ada perbaikan-perbaikan yang mengarah ke yang lebih baik, Insya Allah akan banyak Arsitektur, Arsitek dari Jogja atau UGM yang bisa meroket di dunia internasional. Ke depan kita tidak hanya akan mengenal Romo Mangun dan Adi Purnomo semata.
aku baru tau ternyata mindset para birokrat UGM kayak gitu..
thanks atas pencerahannya mas....moga2 dosen2 yang lebih muda bisa berubah...
__________________
25 years hillsborough, Gone But never forgotten.

YNWA


JogjaSelaluCeria
DanangSuthoWijoyo no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 10:27 AM   #3145
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,902
Likes (Received): 152

Wohohoo, ternyata di fakultas mana aja sama ya. Ada mahasiswa yg punya gagasan beda, langsung divonis macem2.

Oya, tadi baca di Radar Jogja, renovasi hotel Ambarrukmo sebentar lagi dimulai. Operatornya tetep Santika (grupnya Kompas-Gramedia). Kayaknya bakal jadi Santika Premiere deh. Terus area pendoponya bakal dijadiin aula buat resepsi pernikahan. Pelaksanaannya ditarget tahun depan sudah selesai.
__________________
Jogja Selalu Ceria
bharadya no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 10:30 AM   #3146
DanangSuthoWijoyo
Trah Mataram
 
DanangSuthoWijoyo's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 5,732
Likes (Received): 270

wah kok pendoponya cuma buat nikahan,,,
harusnya buat acara yang lebih menyentuh budaya...
kayak pagelaran wayang orang...secara jogja belum punya gedung khusus untuk pegelaran wayang...huks huks
__________________
25 years hillsborough, Gone But never forgotten.

YNWA


JogjaSelaluCeria
DanangSuthoWijoyo no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 10:35 AM   #3147
rasarya
Registered User
 
rasarya's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: around Indonesia
Posts: 290
Likes (Received): 5



loh.. bukannya bermasalah ya tanah nya mas.. tapi g tau deh.. tadi bacanya cuman sekilas aja.. buru2 brangkat kerja..
rasarya no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 10:39 AM   #3148
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,902
Likes (Received): 152

Quote:
Originally Posted by DanangSuthoWijoyo View Post
wah kok pendoponya cuma buat nikahan,,,
harusnya buat acara yang lebih menyentuh budaya...
kayak pagelaran wayang orang...secara jogja belum punya gedung khusus untuk pegelaran wayang...huks huks
Kayaknya bisa aja sih, kan bakal dijadiin semacam hall gitu. Tergantung yg punya acara aja.
Lagipula kan ada Pasar Seni Umbulharjo itu, kan ada amphitheater-nya bukan?


Quote:
Originally Posted by rasarya View Post


loh.. bukannya bermasalah ya tanah nya mas.. tapi g tau deh.. tadi bacanya cuman sekilas aja.. buru2 brangkat kerja..
Berita awalnya sih iya. Gara2nya sertifikat tanah situ namanya Sri Sultan Hamengku Buwono aja, tanpa urutan angkanya. Soal yg hotelnya ada koq, di paragraf2 terakhir berita itu.
__________________
Jogja Selalu Ceria
bharadya no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 11:18 AM   #3149
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,902
Likes (Received): 152

Pesisir Selatan Menggeliat
Senin, 15 Maret 2010


JOGJA: Kehadiran Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) diyakini akan menumbuhkan potensi ekonomi di wilayah bagian selatan Pulau Jawa. Secara keseluruhan, tidak ada masalah dari pembangunan JJLS di DIY. Hanya saja, di Gunungkidul, terjadi perubahan Detail Engineering Design (DED) lantaran akan dibangunnya Baron Teknopark.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Eddy Siswanto, menilai dibukanya akses di jalur selatan ini bisa membantu menumbuhkan perekonomian di kawasan sekitar. “Jalur pantai selatan dirancang untuk membuka akses di bagian selatan Jawa. Aksesbilitas Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo menjadi mudah, dengan terhubung sampai wilayah Banyuwangi,” jelas dia pekan lalu.

Kendati begitu, menurut Eddy, respons masyarakat malah kesebalikannya. Masyarakat justru menentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang sangat tinggi.“Misalnya NJOP yang tadinya hanya Rp50.000, saat ini di lapangan dapat mencapai Rp200.000. Inilah yang menjadi halangan untuk membangun pantai selatan,” kata Eddy.

Bappeda pun mendorong Pemkab Bantul dan Kulonprogo agar dapat memberikan sharing dana untuk pembangunan jalur pantai selatan (Pansela) yang pada program tahun lalu dinamai Jalur Jalan Lintas Selatan.“Hanya Gunungkidul saja yang sudah mampu membebaskan lahan untuk pembangunan Pansela,” katanya. Sedangkan Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, Agus Sulistiyana, mengatakan JJLS akan menguntungkan warga dari segi ekonomi.

Jika ring road sudah penuh, maka alternatifnya adalah JJLS. Di samping memperlancar transportasi, juga membuka isolasi. “Bantul ini kan daerah kantong, begitu dibuka nanti, otomatis Bantul akan terangkat.” Untuk mendukung JJLS, Pemkab Bantul sudah menyiapkan dana sekitar Rp340 juta yang diambil dari Anggaran Daerah tahun ini.

Kasubag Umum Dinas Pekerjaan Umum Bantul Sunarso mengatakan dana tersebut hanya digunakan untuk kepentingan pembebasan tanah. Sementara jumlah tanah pribadi yang akan dilintasi JJLS belum diketahui. Adapun JJLS yang melintasi Bantul panjangnya sekitar 15 kilometer. Untuk tahap awal terbagi tiga ruas yakni Kretek—Samas, Samas—Pandansimo, dan Pandansimo—Srandakan. Meski nanti akan menjadi dua ruas saja, yakni Kretek—Samas, dan Samas—Pandansimo.

Sunarso mengatakan pembebasan tanah akan dimulai dari sisi timur terlebih dahulu. Alasan memiliki sisi timur itu, menurutnya, lantaran jalan yang ada sekarang relatif lebih sempit. Sisi timur juga dianggap lebih berat, karena kebanyakan merupakan hak milik. Sementara wilayah Samas-Pandansimo 90% lahan adalah milik Sultan Ground. Pandansimo-Srandakan kebanyakan juga hak milik, hanya tidak dipakai ketika Pandansimo ke Trisik sudah ada jembatan.

Sunarto mengatakan belum dihitung jumlah tanah pribadi yang akan terkena, dan jumlah uang yang dianggarkan akan cukup untuk mendapat seberapa banyak luas tanah yang dibebaskan. Sementara diketahui wilayah Barat relatif lebih mahal, karena untuk hunian, sementara Timur kebanyakan untuk pertanian. Dari Kulonprogo, 2010 ini pembangunan JJLS hanya akan dilakukan sepanjang 600 meter. “Total tanah yang sudah dibebaskan pusat dan propinsi di 2009 sepanjang 6 Km, jadi Pemkab akan membangun yang 600 meter,” kata Sekda Kulonprogo Budi Wibowo.

Pembebasan tanah sendiri sudah dua kali dilakukan.Sedangkan rencananya, proyek JJLS di wilayah Kulonprogo ini akan dibangun sepanjang 24 kilometer yang terbentang antara Congot hingga Brosot yang berbatasan dengan Bantul. Menurut Budi, pembanguan JJLS akan berdampak pada peningkatan akses di wilayah selatan Kulonprogo yang akan membawa pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakatya juga. Terlebih di berbagai titik wilayah selatan ke depan akan dimulai pembangunan megaproyek seperti bandara, dermaga, dan juga lantamal.

DED berubah

Sementara itu, Pemkab Gunungkidul akan mengubah Detail Engineering Design (DED) guna meneruskan proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah timur dari Pantai Baron sampai perbatasan Gunungkidul-Wonogiri. Asisten Sekretaris Daerah (Asekda) Bidang Pemerintahan sekaligus ketua tim pembebasan tanah JJLS, Patrem Murdiyanto, mengatakan pengubahan DED itu disebabkan adanya rencana pembangunan Baron Teknopark.

Menurut Patrem, Pemkab menargetkan dapat menyelesaikan pembuatan DED baru JJLS wilayah timur pada tahun ini sehingga pada 2011 sudah dapat disampaikan ke pemerintah provinsi (Pemprov) dan pemerintah pusat. Selain DIY, JJLS juga akan melewati wilayah Purworejo. Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Akhmad Fauzi mengatakan, pembangunan JJLS diwilyahnya baru selesai sekitar 50%. “Belum ada separuhnya
selesai, sampai Jatimalang mulus setelah itu masib belum begitu bagus,” ujar dia.

Untuk mengakomodir proyek tersebut, Pemkab sudah menyelesaikan pembebasan lahan di sepanjang jalan yang bakal di bangun. Fauzi mengatakan, pemkab berkewajiban menyediakan lahan saja sementar untuk infrastruktur menjadi kewenangan pemerintah provinsi. “Sampai hari ini saya belum mendapat informasi terbaru mengenai rencana kelanjutan pembanguna JJLS,” imbuh dia.

Menurut Fauzi, pengembangan wilayah selatan akan berdampak pada pengembangan wilayah pesisir itu sendiri. Meski belum memeberikan pengaruh secara luas, denyut perekonomian warga di kawasan selatan mulai tampak. “Sekarang banyak warung dan tempat usaha di wilayah selatan. Artinya lokasi pesisir dinilai punya peluang secara ekonomi,” imbuh dia.(HER/GEK/ONO/SUN/AMU)

Oleh A. Rizky D. Polii
HARIAN JOGJA

http://harianjogja.com/web2/beritas/...eliatview.html
__________________
Jogja Selalu Ceria

Last edited by bharadya; March 15th, 2010 at 11:27 AM.
bharadya no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 11:23 AM   #3150
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,902
Likes (Received): 152

Baron Teknopark Kembangkan Wisata
Kamis, 11 Mar 2010


WONOSARI --Rencana pemerintah untuk membangun Baron Teknopark yang berada di kawasan Pantai Baron Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari, akan sangat mendukung dalam pengembangan sektor pariwisata, khususnya kawasan pantai selatan di Gunungkidul.

Sebagaimana dikatakan Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir Budi Martono, Baron Tekonopark yang rencananya nanti akan dibangun atas kerjasama Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), Pemerintah Provinsi DIY dan pemkab Gunungkidul dikonsep sebagai kawasan penelitian yang memanfaatkan tiga sumber daya alam yang ada di Baron, meliputi gelombang, angin dan matahari.

Pengembangan kawasan wisata tersebut, diakui Budi Martono ditargetkan mampu mendukung peningkatan perekonomian warga sekitar. "Sebab, wisatawan yang berkunjung ke Baron nantinya tidak hanya terfokus pada pantainya, tetapi juga karena ada pusat penelitian yang ada di Baron. Tentunya jumlah wisatawan juga akan bertambah," katanya.

Menurut Budi, Baron Teknopark ditargetkan akan mulai dioperasikan pada tahun 2014. Dalam pengembangannya, proyek ini nantinya bisa dimanfaatkan para akademisi di DIY untuk mengembangkan energi alternatif yang bisa diterapkan untuk masyarakat.

Dalam konsep kerjasamanya, teknologi yang dikembangkan nantinya mesti bisa dimanfaatkan masyarakat Gunungkidul yang bermukim di wilayah pesisir, mengingat banyak wilayah pesisir di Gunungkidul yang belum teraliri listrik.

Sedang Kepala Kantor Bagian Humas, Protokol dan Rumah Tangga CB Supriyanto SIP secara terpisah mengatakan, sejauh ini persiapannya dalam tahap pembebasan lahan.

"Nantinya, dana pembangunan akan diambilkan dari APBN," katanya.

Melalui Baron Teknopark akan dikembangkan pengubahan air laut menjadi air tawar yang bisa dikonsumsi warga, angin untuk pembangkit listrik ataupun gelombang sebagai pembangkit listrik. (ryo)

http://www.bernas.co.id/news/cybermetro/DIY/10059.htm
__________________
Jogja Selalu Ceria
bharadya no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 11:30 AM   #3151
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,902
Likes (Received): 152

Pasar Terban - RTH Sampai Tahap DED
Senin, 15 Mar 2010


JOGJA ‑‑ Rencana renovasi Pasar Terban yang akan terpadu dengan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta. Tempat itu dikonsep sebagai ruang terbuka untuk media interaksi sosial masyarakat.

Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengatakan, pengembangan RTH dan renovasi Pasar Terban itu akan memanfaatkan bekas Terminal Terban yang saat ini sudah tidak difungsikan. Luas total Pasar dan bekas Terminal Terban yakni sekitar 11.000 meter persegi. Saat ini letak pasar berada di sebelah barat bekas terminal.

Menurut Aman, pihaknya masih menyusun perencanaan secara rinci yang akan selesai akhir tahun. Namun secara umum, nantinya RTH akan bersebelahan dengan Pasar Terban yang direnovasi. "Kemungkinannya 60 persen untuk ruang terbuka hijau dan 40 persen untuk Pasar Terban," ungkapnya pekan lalu.

Dengan renovasi dan pembangunan RTH, kata Aman, diharapkan Pasar Terban lebih tertata dan ramah lingkungan. Konsep renovasi itu adalah untuk merevitalisasi pasar, sehingga akan tetap ditempati oleh pedagang yang saat ini berjualan di pasat tersebut. "Jadi tidak ada pedagang yang akan dipindah ataupun penambahan pedagang baru," jelasnya.

Mengenai rencana dimulainya renovasi dan pembangunan RTH, Aman mengaku belum bisa memastikan. Pasalnya pelaksanaan pembangunan dan renovasi itu tergantung ketersediaan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot). "DED-nya direncanakan selesai akhir tahun, tapi pembangunannya kan tergantung ketersediaan anggaran," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Zuhrif Hudaya, mengatakan pihakya berharap pembangunan RTH dan renovasi Pasar Terban bisa dilaksanakan pada 2011 mendatang setelah selesainya penyusunan DED tahun ini. Menurutnya, saat ini keberadaan RTH di Kecamatan Gondokusuman masih kurang.

"RTH di wilayah Kecamatan Gondokusuman memang masih kurang, sehingga ini perlu segera direalisasikan," katanya. (c16)

http://www.bernas.co.id/news/CyberMetro/METRO/10153.htm
__________________
Jogja Selalu Ceria
bharadya no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 11:33 AM   #3152
bharadya
Awesome User
 
bharadya's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,902
Likes (Received): 152

Renovasi Pasar Ngasem Menguntungkan Wisata DIY
Senin, 15 Mar 2010


JOGJA ‑‑ Renovasi Pasar Ngasem akan berdampak positif terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di kawasan Tamansari Kraton Yogyakarta. Pasar Ngasem akan lebih banyak menonjolkan potensi seni yang terintegrasi dengan kawasan Tamansari dan Keraton yang bernuansa heritage.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir, menuturkan pihaknya menyambut baik rencana relokasi pasar burung ke Pasar satwa Dongkelan dan akan dilakukannya renovasi Pasar Ngasem. Relokasi dan renovasi Pasar Ngasem merupakan kerjasama antara Pemerintah Kota dengan Pemerintah Provinsi. Menurutnya, relokasi tersebut akan membuat kawasan Pasar Ngasem dan Tamansari lebih nyaman.

"Ngasem sudah sangat crawded, kita ingin kawasan itu di kembalikan pada fungsi awalnya sebagai heritage. Kalau campur‑campur ada heritage ada pasar burung menjadi tidak begitu bagus. Kawasan penduduk juga terlalu padat," kata Tazbir, kemarin.

Tazbir mengatakan, relokasi pasar burung dan renovasi Pasar Ngasem akan berdampak positif terhadap pariwisata DIY. Selain membuat kawasan Tamansari dan Ngasem lebih nyaman juga ada persebaran daya tarik wisata di Pasar Satwa Dongkelan.

"Bagi kami ini menguntungkan, juga terjadi penyebaran daya tarik wisata. Kawasan Kraton dan Tamansari sebagai pusat seni, kerajinan, lukisan dan lain‑lain. Kalau burung di kawasan lain. Itu bagian dari penataan yang bagus agar masyarakat di kawasan Dongkelan juga merasakan dampak pengembangan wisata," jelasnya.

Tazbir menambahkan, nantinya Tamansari dan Pasar Ngasem akan terintegrasi dalam kawasan Keraton dengan nuansa wisata heritage. Di Pasar Ngasem akan lebih banyak ditonjolkan potensi seni, seniman‑seniman batik, dan lukis. Meski begitu, pihaknya belum mengkalkulasi peningkatan jumlah wisatawan setelah renovasi.

"Setelah renovasi kami lakukan upaya‑upaya. Seperti promosi menginformasikan dengan baik pada wisatawan, juga dibuat aktivitas‑aktivitas yang menarik. Kami upayakan agar bisa menarik wisatawan, berlama‑lama dengan berbagai aktivitas dan belanja di situ," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Aman Yuriadijaya, mengatakan Pemprov DIY mengalokasikan anggaran di APBD 2010 sebesar Rp 3,7 miliar untuk revitasilasi Pasar Ngasem dan Tamansari.

Pasar Ngasem akan menjadi gerbang kawasan Tamansari. Pasar itu akan dibelah menjadi dua, yaitu pasar cinderamata di sisi timur dan pasar tradisional di sisi barat. Relokasi pedagang di Pasar Ngasem ke Pasar Dongkelan direncanakan dilakukan 10 April mendatang. (c16)

http://www.bernas.co.id/news/CyberMetro/METRO/10154.htm
__________________
Jogja Selalu Ceria
bharadya no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 02:05 PM   #3153
Bettarga
Arga Bettarga
 
Bettarga's Avatar
 
Join Date: May 2009
Location: Yogyakarta
Posts: 199
Likes (Received): 5

Quote:
Originally Posted by rasarya View Post
kalau bener ternyata bandara adi sucipto besok bukan untuk komersial lagi.. aq rasa bangunannya bisa untuk di komersialkan.. mungkin untuk tempat refresing ato shelter transit kereta, bus ama transjogja.. kan mantab tu jadinya..
Ya,betul.tuhmnding d buat gtu..klo gg d buat tempat integrasi transportasi aj..jd ad shelter bus,stasiun..trz klo Bndra KP(YIA/Yogyakarta In'tl Airport jd) d buat aj kereta khusus dr stu k sna kyak KL sentral tu lho..hehehhe
Bettarga no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2010, 03:12 PM   #3154
Diwangkoro
diwangkoro
 
Diwangkoro's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 141
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by bharadya View Post
Pasar Terban - RTH Sampai Tahap DED
Senin, 15 Mar 2010


JOGJA ?? Rencana renovasi Pasar Terban yang akan terpadu dengan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta. Tempat itu dikonsep sebagai ruang terbuka untuk media interaksi sosial masyarakat.

Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengatakan, pengembangan RTH dan renovasi Pasar Terban itu akan memanfaatkan bekas Terminal Terban yang saat ini sudah tidak difungsikan. Luas total Pasar dan bekas Terminal Terban yakni sekitar 11.000 meter persegi. Saat ini letak pasar berada di sebelah barat bekas terminal.

Menurut Aman, pihaknya masih menyusun perencanaan secara rinci yang akan selesai akhir tahun. Namun secara umum, nantinya RTH akan bersebelahan dengan Pasar Terban yang direnovasi. "Kemungkinannya 60 persen untuk ruang terbuka hijau dan 40 persen untuk Pasar Terban," ungkapnya pekan lalu.

Dengan renovasi dan pembangunan RTH, kata Aman, diharapkan Pasar Terban lebih tertata dan ramah lingkungan. Konsep renovasi itu adalah untuk merevitalisasi pasar, sehingga akan tetap ditempati oleh pedagang yang saat ini berjualan di pasat tersebut. "Jadi tidak ada pedagang yang akan dipindah ataupun penambahan pedagang baru," jelasnya.

Mengenai rencana dimulainya renovasi dan pembangunan RTH, Aman mengaku belum bisa memastikan. Pasalnya pelaksanaan pembangunan dan renovasi itu tergantung ketersediaan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot). "DED-nya direncanakan selesai akhir tahun, tapi pembangunannya kan tergantung ketersediaan anggaran," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Zuhrif Hudaya, mengatakan pihakya berharap pembangunan RTH dan renovasi Pasar Terban bisa dilaksanakan pada 2011 mendatang setelah selesainya penyusunan DED tahun ini. Menurutnya, saat ini keberadaan RTH di Kecamatan Gondokusuman masih kurang.

"RTH di wilayah Kecamatan Gondokusuman memang masih kurang, sehingga ini perlu segera direalisasikan," katanya. (c16)

http://www.bernas.co.id/news/CyberMetro/METRO/10153.htm
"Ruang terbuka hijau memang sangat kurang, semoga bisa sedikit mengatasi. Masalahnya ruang terbuka ini nantinya akan jadi seperti apa? Semoga imagenya nggak akan setragis taman kota. Apakah para waria boleh bersosialisasi disana? Semoga mas danang bisa mempaparazikan sehingga bisa kita comment. Kalau lahan hijau ini bisa diakses sebagai publik space maka siap2 satpol pp untuk menertibkan PKL. Kalau ruang terbuka hijau ini bener2 murni hijau dan steril maka bukanlah sebuah publik space. Harus dipikirkan juga aktivitas malam harinya. Kalau tidak ada aktivitas pendukung, hanya akan jadi taman kota kedua. Ketika kita punya publik space besar kita kerepotan mengatur PKL karena seringkali publik spacenya dicipta tidak memperhatikan psikologis dan sosial.
Diwangkoro no está en línea   Reply With Quote
Old March 16th, 2010, 07:54 AM   #3155
tjokro_ragazzo
sup!
 
tjokro_ragazzo's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: KB - AB - B
Posts: 6,064
Likes (Received): 191

Quote:
Originally Posted by DanangSuthoWijoyo View Post
aku baru tau ternyata mindset para birokrat UGM kayak gitu..
thanks atas pencerahannya mas....moga2 dosen2 yang lebih muda bisa berubah...
kekurangan UGM ya itu...aristokrat...dalam artian terlalu konvensional... kalo mahasiswanya sendiri gak berani ambil jalan...bakalan hancur udah.... selama ini muka UGM justru "terselamatkan" oleh mahasiswa2 yg mau keluar dari mainstream.....
__________________
"I will attack Greeks with my entire navy" - Admiral Artemisia
tjokro_ragazzo no está en línea   Reply With Quote
Old March 16th, 2010, 07:55 AM   #3156
tjokro_ragazzo
sup!
 
tjokro_ragazzo's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: KB - AB - B
Posts: 6,064
Likes (Received): 191

Quote:
Originally Posted by sembilanbelas View Post
Bentar lagi sawah-sawah yang hijau itu akan hilang....
mudah2an nggak...tapi udah kebayang sih oleh saya.....karena mau dibangun rumah sakit...mestilah bakalan berdiri bermacam2 ruko...kendaraan2 lalu lalang...bis-bis dgn knalpot pengeluar racun...gimana mau sehat???? (kaya di sardjito tuh....slum, polusi, dll...)

mudah2an itu sawah2 tetap dipertahankan.....
__________________
"I will attack Greeks with my entire navy" - Admiral Artemisia
tjokro_ragazzo no está en línea   Reply With Quote
Old March 16th, 2010, 04:39 PM   #3157
alphasierra
The Rainmaker
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 2
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by Diwangkoro View Post
Lha ini masalah di Komisi Perencanaan UGM, misalnya Arsitek ngusulin desain yang biasa-biasa aja nggak "ngarsitek" nggak kreatif, asalkan syarat fungsional seperti aksesibilitas difabel, ketersediaan lahan parkir dan permasalahan fungsional lainnya yang bisa secara teknis dipecahkan, ditambah konteks " pakai batu candi" sudah langsung mudah untuk di ACC, sidang nggak perlu lama-lama 15 menit. makanya desain bangunan di UGM gitu-gitu aja. Beberapa kali soalnya kami ngrancang di UGM, misal UC Hotel ---sampai 2x sidang baru lulus, lainnya 1x seperti KPTU Kedokteran,Gedung Pasca Sarjana Kedokteran, BPR DUTA GAMA, Gedung P3 di K8, Gerbang UGM----kontroversial---ni kami juga yang desain, Nggak ada tuntutan bahwa harus mengangkat konsep-konsep lokal dalam bentuk yang unik, mencerminkan usaha kreatif untuk mengaplikasikan green architecture dan local wisdom...bla, bla bla.---nggak ada---

Tapi justru saat kita ngusulin desain unik yang berbeda yang mengangkat budaya lokal dengan sentuhan artistik yang kreatif, kita kan diberondong berbagai pertanyaan, pernyataan "out of control" lah, tidak kontekstual lah, dsb sidang sampai 1 jam pun bisa nggak cukup. Dan kita justru dituntut untuk membuat alternatif desain lagi yang lebih bagus lagi yang cocok sama mereka, nha justru arsitek yang lebih kreatif dituntut lebih dari mereka yang mlempem desainnya. Harusnya mereka yang mlempem desainnya lebih jauh dituntut lagi untuk menelurkan desain -desain yang luar biasa meskipun scopenya kecil sekalipun itu gardu satpam!
Alhamdulillah setelah melewati presentasi yang melelahkan muncul dukungan dari Komisi Perencanaan untuk menghidupkan kreatifitas dalam Arsitektur di UGM.

Ini juga jadi sindrom para dosen yang menghambat kreatifitas mahasiswa. Kalau ngrancang aneh dikit langsung dituding, "nggak realistis! gimana ni cara mbangunnya!?nggak kontekstual! Nggak bisa kayak gini?!kita di negara tropis!?Mahal banget ini!? "ketika aq singgung masalah ini ke anak-anak yang KP ditempetku mereka bilang, "kayaknya qta sering denger kayak gitu mas."

trus aq bilang aja;" ya jelas mereka bilang kayak gitu karena mereka nggak pernah desain kayak gitu, mereka nggak ngerti cara mecahin masalah dengan desain yang unik, dengan konstruksi yang sulit."---ni untuk UGM lho lain lah dengan UI, ITB, Unpar dsb yang punya berderet Arsitek top kelas dunia macam Ridwan Kamil, Baskoro Tedjo, dsb.

Harusnya para dosen itu ngajari kita ni bagaimana ngasih solusi-solusi tentang desain kita bukannya jadi palu untuk mukulin paku yang kelihatan nongol. Mahasiswa Arsitek UGM begitu lulus desainnya jelas amburadul jadinya. sampai tua taunya desain cuma gitu-gitu aja. Pol-polan mirip Rama Mangun, Berani nggak sih kita berharap lebih dari sekadar pengekor Rama Mangun.

Kalau saat TA, kalau kita bikin desain normal-normal aja dengan disertai data kuantitatif teknis, atau membahas masalah fisika bangunan sudah bisa lah berharap dapat A meskipun nggak ada unsur kreatifnya yang muncul untuk menjadi sesuatu yang berbeda. Tapi begitu bikin desain yang kreatif dan berbeda wah langsung digempur, bisa pupus sudah harapan dapat A. Ni pilihan hidup amhasiswa yang hanya pingin sekedar lulus cumlaude -(bukannya menghina yang cumlaude karena ane dulu juga cumlaude) atau jadi arsitek beneran.

Jelas kuliah dengan dosen model skeptik, dan negative thinking kayak gitu tidak kondusif bagi iklim kreatif, bagusnya memang jurusan arsitektur itu masuk jurusan Seni Murni-Fine Art---humaniora nih jadinya. lebih cocok.

Minimnya dosen yang direkrut dari Arsitek yang brilian juga menjadi jurang bunuh diri bagi arsitektur sendiri. Padahal di negara lain yang namanya Arsitek Top selalu 'meguru dulu" sama arsitek Top yang sudah sepuh. kenyataan di UGM dosen yang direkrut bukanlah mahasiswa yang top of the top bahkan bisa jadi cumlaude saja tidak. Bisa karena hubungan yang cukup dekat, karena ngasisteni cukup lama. Trus gimana bisa para mahasiwa itu 'meguru" dengan orang yang belum pernah praktek dengan baik??? Salut dengan UII cara rekrutmentnya sangat profesional sampai harus tes baca qur'an segala semoga arsitektur Jogja tidak hanya bertumpu dari UGM, dah loyo otot-ototnya kayaknya.

Ditambah lagi kurikulum akhir-akhir ini yang makin nggak karuan, arsitek disamakan dengan mesin. Mata Kuliah yang jjustru penting untuk peningkatan kualitatif yang akan memacu kecemerlangan seorang arsitek dunia justru dikurangi bahkan dihapus, yang muncul justru mata kuliah yang nggak memacu kreatifitas.

Ya, alhamdulillah sudah ada perbaikan-perbaikan yang mengarah ke yang lebih baik, Insya Allah akan banyak Arsitektur, Arsitek dari Jogja atau UGM yang bisa meroket di dunia internasional. Ke depan kita tidak hanya akan mengenal Romo Mangun dan Adi Purnomo semata.

mantap deh sharing-nya ...
memang sih, banyak dosen Arsitektur UGM yang justru "berbicara" lebih baynak dengan tulisan / teori dll ... bukan dengan karya-karya desainnya ...
alphasierra no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 02:08 AM   #3158
eurico
Registered User
 
Join Date: Nov 2006
Posts: 19,958
Likes (Received): 1604

Quote:
Originally Posted by bharadya View Post
Pesisir Selatan Menggeliat
Senin, 15 Maret 2010


JOGJA: Kehadiran Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) diyakini akan menumbuhkan potensi ekonomi di wilayah bagian selatan Pulau Jawa. Secara keseluruhan, tidak ada masalah dari pembangunan JJLS di DIY. Hanya saja, di Gunungkidul, terjadi perubahan Detail Engineering Design (DED) lantaran akan dibangunnya Baron Teknopark.

..........

Oleh A. Rizky D. Polii
HARIAN JOGJA

http://harianjogja.com/web2/beritas/...eliatview.html
Proyek ini sudah lama sekali dicanangkan, kayanya yang ngejar2 Pak SBY juga ya secara Pacitan juga dilewatin gitu, waktu ke Pacitan jalannya sudah banyak yang jadi walau sepotong-sepotong, jalannya lebar kok 2 ruas, nampaknya karena bukan jalan tol keseriusan Pemkab2 yang dilewatin jalur ini harus benar2 ada agar segera teralisasi

Quote:
Originally Posted by bharadya View Post
Baron Teknopark Kembangkan Wisata
Kamis, 11 Mar 2010


WONOSARI --Rencana pemerintah untuk membangun Baron Teknopark yang berada di kawasan Pantai Baron Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari, akan sangat mendukung dalam pengembangan sektor pariwisata, khususnya kawasan pantai selatan di Gunungkidul.

............

Melalui Baron Teknopark akan dikembangkan pengubahan air laut menjadi air tawar yang bisa dikonsumsi warga, angin untuk pembangkit listrik ataupun gelombang sebagai pembangkit listrik. (ryo)

http://www.bernas.co.id/news/cybermetro/DIY/10059.htm
I like this info, kira2 lokasinya di mana ya, gak mungkin kan di obyek wisata Pantai Baronnya, dan yang penting adalah tujuan pembangunan ini yang paling gw suka setelah prtoyek bendungan Bribin kini proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang benar2 nyata terhadap masyarakat gunung Kidul yang selama ini tertinggal karena kondisi geografis.
gw bayanginnya nanti akan ada banyak kincir2 angin raksasa seperti di Nevada sebagai pembangkit tenaga listrik this would be awesome
eurico está en línea ahora   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 07:55 AM   #3159
Diwangkoro
diwangkoro
 
Diwangkoro's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 141
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by alphasierra View Post
mantap deh sharing-nya ...
memang sih, banyak dosen Arsitektur UGM yang justru "berbicara" lebih baynak dengan tulisan / teori dll ... bukan dengan karya-karya desainnya ...
btw, rekan arsitek kami kemarin ikut pelatihan sertifikasi Keahlian Arsitek Pratama Ikatan Arsitek Indonesia, banyak dosen UGM yang ikut jadi peserta. Kalau tahun kemarin kebanyakan yang ikut dosen UII, Atma Jaya, UKDW. Apakah mereka akan serius bersaing dengan dosen-dosen universitas lain dan para profesional dalam dunia arsitek profesional, apa sekedar cari title IAI, apa mau ngejar gengsi untuk merebut tampuk kepemimpinan IAI Jogja dari UII? Wallahu alam, tanda-tanda ada perubahan positif

Last edited by Diwangkoro; March 18th, 2010 at 01:45 AM.
Diwangkoro no está en línea   Reply With Quote
Old March 18th, 2010, 06:01 AM   #3160
Indonesian Pride
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Location: Jogja
Posts: 469
Likes (Received): 20

salam kenal, mau gabung ni..
gimana ni kelanjutan pembangunan hotel aston?
uda sampe mana ya?
Indonesian Pride no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 06:16 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu