|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#1 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
[Indonesia] Issues of Mafia, Money laundering, and gambling
Since I have a great topic and source about mafia in Indonesia
I will share it to you guys sorry only in Indonesian language (if u can translate plz dont hestitae to do it) |
|
|
|
|
#2 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
Membedah Lingkaran Setan
Membedah Lingkaran Setan
Reporter: Adhi/Dani/Eka Adil - Jakarta, Telinga penguasa Daerah Istimewa Yogyakarta sontak memerah. Gubernur dan Kapolda, ditantang bandar judi. Sri Sultan H.B. X dan Brigjen Pol. Johanes Wahyu Saronto melarang judi mickey mouse di arena judi Mahkota di Jl. Tanjung Baru. Tapi, geng bandar judi, Irawan Sutanto, Gani dan Heru, cuek saja. Hingga kini, ketiga bandar itu masih membuka perjudian di arena Mahkota. Tak hanya di Yogyakarta. Irawan cs. buka cabang di Surabaya. Operator di Yogyakarta diserahkan pada Jusuf dan Rohadji. Sedang di Surabaya, Irawan cs. menyerahkan pelaksanaannya ke Widodo. Selain Irawan dkk., usaha judi di Kota Pahlawan itu juga digelar Iwan, Oentoro, Wee Fan, dan Jhoni F. Pasar Atom, Andhika Plaza, dan Darmo Park adalah daerah perjudian elite. Di pentas judi nasional, ada beberapa nama. Sebutlah Wang Ang (Bandung), Pepen (Manado), Firman (Semarang), Olo Panggabean (Medan dan Aceh) serta Handoko (Batam, Tanjungpinang dan sekitarnya). Belum di daerah lainnya. Kini, Olo melakukan ekspansi bisnis perjudiannya hingga Depok dan Bogor. Pertarungan kian seru. Daerah Batam, Palembang, Riau, Balai Karimun, dan Bagansiapi-api, sekarang di bawah kekuasaan seorang pria bernama Rustam. Memang, Rustam dapat titah mengurusi pusat perjudian di daerah. Ada juga Eng Sui dan Eng San. Keduanya mengelola bisnis judi, meliputi, judi bola tangkas, toto gelap, kasino, mickey mouse, rolet dsb. Tugas lain; keduanya pun bertindak selaku pengontrol keluar masuknya uang haram itu. Masih segaris Rustam, Eng Sui, dan Eng San, pun ada nama Arief Prihatna. Di dunia persilatan judi, Arief dikenal dengan nama Cocong. Tugas Cocong adalah mendekati lalu memberi upeti kepada oknum aparat keamanan. Mulai, tingkat Kepolisian Sektor hingga Mabes Polri. Guna melancarkan kerjanya, Cocong dibantu anak buahnya. Misal Rudi, Abaw, Manti, Lim Seng dan Hadi. Rustam, Eng Sui, Eng San, dan Cocong merupakan kaki tangan Tommy Winata. Ia disebut-sebut sebagai God Father. ''Kita memakai nama singkatan si TW (Tommy Winata),'' kata bekas bandar judi yang kini mengasuh Ponpes At-Taibin, Anton Medan. Sebab, menurut mantan raja judi itu, TW menguasai saham, perbankan, narkotika dan obat terlarang, hingga ke penyelundupan. Anton Medan mengungkapkan tempat bermain judi terbesar di Jakarta adalah Gedung ITC Mangga Dua, Jakarta Barat. Di sini bandar-bandar judi kumpul. Mereka merajut jaringan di Jakarta serta seluruh Indonesia. Jaringan itu mengerucut pada sembilan orang, yang kemudian dikenal dengan "Gang of Nine" atau "Nine Dragons", atau disebut kelompok Sembilan Naga. Selain Tommy Winata dan Cocong, nama lain yang termasuk Sembilan Naga; disebut-sebut, Yorrys T. Raweyai, Edi "Porkas" Winata, Arie Sigit, Jhony Kesuma, Kwee Haryadi Kumala, Iwan Cahyadi serta Sugianto Kusuma (Aguan). Yorrys sebagai "panglima" yang mengamankan operasi kelompok ini. Tapi ia membantah. Juga, Arie membantah soal keterkaitannya dalam Sembilan Naga. Perputaran uang di Gedung ITC Mangga Dua mencapai Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar tiap malam. Jumlah itu lebih besar dibandingkan di bisnis judi milik Rudi Raja Mas. Tapi, dalam semalam, ia mengeruk keuntungan sebesar Rp 5 miliar. Satu bulan, Rp 150 miliar. Fantastis. Selain di darat, Rudi juga punya usaha perjudian di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu. Di sana, ia berkongsi dengan bandar judi lain; Hasten, Arief, Cocong, Edi, dan Umar. Rudi juga punya koran yang terbit di Jakarta. ''Media massa itu berguna membangun opini di masyarakat bahwa perjudian memberi keuntungan,'' kata Anton Medan. Kesuksesan Rudi membangun imperium bisnis perjudiannya, tak lepas dari peran Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Bahkan, perkenalan Rudi dan Sutiyoso, sudah lama. ''Rudi dekat Sutiyoso, sejak Sutiyoso bertugas di Kodam (Jaya),'' terang Anton yang kini punya nama H. Ramdhan Effendi. Pemain lain di meja perjudian adalah Apoh. Dia merupakan mantan anak buah Anton Medan. Apoh punya beberapa lokasi yang jadi arena judi mickey mouse cukup besar. Misal di kawasan Glodok, Kelapa Gading, Mangga Besar, Green Garden dan Jl. Kejayaan, Jakarta Barat. Apoh meraup untung; Rp 2 miliar. Sumber di Mabes Polri menyebut, para bandar judi tersebut yang menguasai mafia judi di beberapa titik di Indonesia. Bahkan, mereka sudah masuk di dalam mafia judi Hong Kong dan Singapura. Bandar- bandar judi di Singapura, Malaysia dan Makao itulah yang gerah dengan lokalisasi perjudian di Pulau Seribu. Sebab, kata Rizal Hikmat dari LP3-UI, jaringan mereka terpotong. Tentu, kehadiran lokasi-lokasi judi ini telah melahirkan banyak centeng. Juga, tukang pukul yang menjaga lokasi. Asal-asul mereka, beragam. Salah satu dari ormas. Seorang sumber di bisnis perjudian mencatat adanya tiga ormas yang terkait dengan usaha beking perjudian. ''Salah satunya, ormas partai,'' katanya. Juga, ormas Islam disebut-sebut terlibat di dalamnya. Kehadiran ormas Islam -- kalau benar-- makin menyulitkan judi diberantas. Karena, menurut Anton, saat ini perjudian sudah seperti lingkaran setan. (kar) |
|
|
|
|
#3 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
Proses Penghancuran Bangsa sedang terjadi II ?
[PORTAL] Proses Penghancuran Bangsa sedang terjadi II ?
Setio Koesoemo Mon, 29 Apr 2002 17:29:04 -0700 From: anaswulan [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Hati-hati dengan kelompok Naga. Proses pembodohan dan pemiskinan Bangsa sedang terjadi. Rakyat kecil yang miskin akan bertambah miskin. karena penghasilannya yang kecil yang seharusnya untuk biaya sekolah ataupun untuk perputaran usaha, habis di hisap perjudian. Bagi anda yang tidak peduli dengan kondisi rakyat miskin, dukunglah perjudian yang akan menambah terpuruknya Bangsa. Mereka tidak peduli, karena mereka bisa bebas meninggalkan negara. Mereka tidak peduli, karena mereka tidak ada kaitannya dengan "Kebanggaan Bangsa". Mereka hanya mementingkan diri sendiri. Kalau ini diberantas, maka cacian dan sumpah serapah akan anda terima. Anastasia Wulanjari |
|
|
|
|
#4 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
H. Anton Medan, Mantan Bandar Judi/Pengasuh Ponpes At-Taibin
Anda setuju soal melokalisasi perjudian? Jika tujuannya untuk APBD, umat Islam harus menolak. Tapi untuk mencegah judi kolektif alias kasino, boleh saja. Dibicarakan juga, judi masalnya. Ada dua bentuk perjudian. Judi kolektif atau kasino. Dampak kasino tidak langsung terhadap masyarakat bawah, orang tertentu saja. Yang berbahaya, judi massal, contohnya, togel, Pa Kong, Sampurna, Bola Mas, dan Wah Woi. Judi kasino dilokalisir, Anda setuju? "Setuju". Maksudnya, disahkan Keppres. Kalau disahkan kebijakan gubernur karena otonomi daerah, semua daerah boleh buka, saya gempur habis dengan massa saya. Tapi kalau Keppres, Indonesia hanya ada satu keputusan. Umat Islam tidak boleh masuk dan jadi karyawan. Jika itu yang dilakukan, saya mendukung. Dengan catatan, aturan judi di pasal 303 KUHP, direvisi. Bagian mana yang perlu direvisi dari pasal 303 KUHP? Ada klasifikasi jelas bentuk judi kolektif dan judi massal. Sanksinya pun harus ditambah bagi yang pasang badan. Karena, tidak pernah ada bos judi masuk penjara. Kapan bos judi masuk penjara, kecuali Hong Li.20Apa dengan melokalisasi judi kolektif sudah menjawab persoalan? Menurut saya tidak. Kenapa? Yang meresahkan masyarakat; judi massal seperti togel. Padahal togel bisa dicegah. Barang bukti lengkap. Pengecer diseret hukuman minimal 5 tahun. Siapa yang berani pasang badan? Sebenarnya ada apa di balik lokalisasi perjudian? Sutiyoso dimanfaatkan Tommy Winata. Tanpa disadari, Sutiyoso masuk dalam jebakan. Yang terpenting, itu proyek besar, yang mengeluarkan kebijakan. Nilai kontraknya bisa mencapai Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar. Indikasinya? Anda cek di Pulau Seribu. Judi mickey mouse ada atau tidak? Ada. Menurut bupati, judi di Pulau Seribu dikelola grup Rudi Raja Mas, pemilik koran di Jakarta. Ada Tommy Winata, Ali Cocong, dan Eng San. Jika Apoh, sepertinya tidak. Sebab, ia bekas anak buah saya. Ini sangat mengerikan, seorang bandar judi gelap punya media massa. Siapa yang berkepentingan dengan lokalisasi perjudian? Kepentingan pejabat untuk kekayaan pribadi. Kita tidak dapat menyalahkan bos judi, Tommy Winata, Rudi, Ali Cocong dsb. Kita tidak bisa salahkan. Kenapa? Mereka bisnis. Naluri bisnis itu semudah- mudahnya. Sekarang yang diuji kan moral, mentalitas dan etika pejabat. Bagaimana peta perjudian saat ini? Ada oknum Angkatan Darat yang ikut campur tangan. Sutiyoso dari Angkatan Darat (AD). Tommy Winata dengan kekuatan AD. Kalau Apoh, dia murni upeti dengan polisi. Sejak reformasi, tokoh-tokoh yang tadinya tidak berperan, sekarang muncul. Siapa God Father (penguasa) dari bisnis perjudian ini? Ya... itu, kita pakai nama singkatan si TW. Karena apa? untuk membuktikan, dia tidak di lokasi. Kan sulit. Tapi, sopir taksi pun tahu, kalau TW itu punya Tommy Winata. Semua orang tahu, mereka juga kan? Namun, bisa tidak dibuktikan. Tak pernah yang namanya bos judi turun langsung ke lapangan. Kenapa koin kok tidak uang kontan? Karena kalau digerebek tak jadi masalah, uang dapat dikembalikan dari hasil penukaran koin. Kalau polisi menangkap sulit dengan barang bukti duit. Paling yang ada, receh-receh. Kenapa Tommy Winata ditakuti terutama di kalangan etnis Tionghoa? Siapa yang takut? Demi Allah, saya tidak takut pada dia. Dia makan nasi. Dulu, siapa yang tidak kenal raja judi Hong Li. Habis oleh saya. Lantas, saya naik bendera. Karena saya masuk Islam, haram buat saya, saya jauhi. Tapi, bekas anak buah saya tidak sedikit. Sekarang, Apoh big boss. Dia, anak buah saya. Apa saya ngiler dengan harta mereka? Tidak. Tommy Winata bisnis judi togel dan ketangkasan? Dari bola tangkas, togel, kasino, HPH, sampai bursa efek. Sekarang, dia rajanya. Dia punya majalah yang terbit di Ibukota. Siapa beking mereka? Kalau dibilang upeti, oknum dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri tidak sedikit yang menolak (upeti). Mulai tingkat Koramil sampai Kodam, banyak yang menerimanya. Kalau tidak dikasih upeti, digerebek. Contoh, Hendarji (dulu di Pomdam Jaya, kini Wakil Danpuspom), nggerebek judi. Kenapa? Boleh jadi, tidak dapat jatah. Marinir juga ikut nggerebek, coba. Lucu kan? Berapa upeti bandar judi ke polisi? Kapolsek bisa Rp 5 juta hingga Rp 10 juta tiap minggu. Kapolres seminggu dapat Rp 20-50 juta. Kapolda, Rp 100 juta. Perwira Mabes Polri bisa Rp 500 juta. Bayangkan. Ketika Sofjan Jacoeb jadi Kapolda, ia minta bantuan pada saya, Rp 1 miliar. Ia bilang, ''Tolong Pak Haji Anton, saya meminta satu miliar''. Saya menjawab, ''Limaratus juta deh karena tempat kita tidak ramai''. Lantas, ia bilang, ''Kalau Anda tidak sanggup memberikan ya jangan buka''. Kapolda saja, Rp 1 miliar. Bayangkan, saja. Berapa total upeti yang dikeluarkan bandar judi tiap bulan? Besar sekali. Tapi, jika untuk judi, itu tidak terlalu besar. Yang besar untuk perempuanlah, yang tiketlah, yang tamulah, kemudian mau beli tanah untuk bangunanlah, anaknya mau kawinlah, segala macam. Mereka minta terang-terangan? Biasanya, dia melalui ajudannya. ''Tolong kamu hubungi, nanti saya yang ngomong dengan Anton''. Begitu sudah berbicara dengan saya, tolong dong, ini, ini, ini. Ya dijalani. Jika tidak dijalani, ia menyuruh anak buahnya untuk menangkap. Siapa yang menikmati uang judi? Dari Kepala Pos Polisi, Kapolsek, Kapolres, Kapolwil, Kapolda, sampai ke perwira tinggi di Mabes Polri, menikmati uang judi. Lalu, dari Danramil, sampai ke Pangdam. Kemudian, oknum wartawan yang biasa mangkal di Polsek sampai Mabes Polri, juga. Bukan cuma oknum polisi, tentara dan wartawan, namun sudah sampai ke oknum jaksa, hakim, bahkan lembaga pemasyarakatan. Saya tidak katakan bahwa Pak Makbul (Kapolda Metro Jaya) pernah menerima jatah. Tapi saat saya membuka kasino gelap, ia Kapolsek Taman Sari. Hari Montolalu dulunya Kapolsek Penjaringan. Nurfaizi, Kapolres 702. Noegroho Djajoesman, dulu Kapolres Jakarta Pusat. Pokoknya semua. Dengan logika, apa hubungan saya dengan mereka. Tinggal bagaimana Anda menerjemahkan. Bagaimana dengan organisasi kepemudaan? Zaman saya, organisasi pemuda, saya tidak menyebutkan siapa ia tapi Anda dapat mengasumsikan. Dulunya, siapa organisasi kepemudaan yang terkenal? Kini, sampai pada oknum ormas Islam. Jika dia tak mengatasnamakan ormas, tapi orang tahu dia berada di ormas. Juga OKP, bahkan mereka membekingi. Partai juga kebagian upeti? Zaman saya, tidak. Partai cuma PPP, PDI, dan Golkar. Semua, tak ada itu. Tidak saya pandang kok. Seperti, PP (Pemuda Pancasila), juga tidak ada. Paling, saya merekrut jagoan-jagoannya. Dia mau ambil jatah jagoan, gue jagoan. Kalau lu kuat tahan bacok, lu nggak apa-apa lawan gue. Kalau saya kasih, itu paling hanya kebijakan antara teman. Tapi, kalau untuk oknum wartawan dan aparat memang harus dikasih. Daripada digerebek terus ditutup, ya dikasih. Siapa di belakang Yayasan Bina Dana Sosial? Siapa yang dulu mengelola SDSB? Kini sudah bergeser. Tadinya tidak punya peran, sekarang muncul dengan nama yayasan. Tapi di belakangnya tetap si Tommy Winata, Rudi Raja Mas, Ali Cocong dan Engsan. Kelompok Delapan itu kan mereka. Mereka masih berperan besar. Perputaran uang di Harco Mangga Dua, Rp 1 triliun tiap hari. (kar/dan/ad) http://www.mail-archive.com/portal@i.../msg01388.html |
|
|
|
|
#5 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
For your information
This thread is talking about big mafia in Indonesia such as TW, Yapto etc =========================================================== TW, Yapto, dkk adalah para mafia Indonesia. Dikembangkan pada jaman orba untuk melakukan "all the dirty works" dalam rangka mengamankan bisnis cendana dan kroni2nya serta menciptakan "stabilitas". Tugas mereka adalah menekan dan menghancurkan para pesaing bisnis maupun lawan politik orba, dengan cara2 yang tidak mungkin dilakukan oleh penguasa secara sah. Sebagai imbalannya mereka diberi sektor masing2 di bisnis2 haram( narkoba, gambling, prostitusi, sindikat2 kriminal, debt collector, dll). Dan mereka boleh menggunakan anak2 perusahaan cendana dan kroni2nya sebagai sarana pencucian uang (money laundring). Pada saat cendana jatuh, para mafia ini terpecah2 dan masing2 mencari sandaran baru. Ada yang masih setia pada cendana, ada yang merapat ke kubu2 baru, ada yang membentuk jaringan mafia baru dengan golongan sakit hati yang baru naik. Beberapa yang masih setia pada cendana, sekarang cenderung memilih untuk menarik diri, menggunakan tumpukan hartanya yang masih segunung hanya untuk menjaga, minimal jangan sampai jaringannya bubar. TW termasuk orang yang sukses melewati masa transisi kekuasaan karena taktiknya "berkawan" di masa lalu dengan tokoh2 militer dan kepolisian yang diramalkan akan "jadi orang". Dari dulu dia memang pintar memupuk "persahabatan" dengan para perwira yang belum naik dan masih di bawah. Hampir semua perwira yang pernah bertugas di Kodam Jaya, Kostrad, Kopassus dan Polda Metro pasti memiliki hubungan baik dengan TW. SBY yang pernah menjabat sbg Asops Kodam Jaya juga pasti pernah "dikawani" oleh TW. Karena itu dia pasang Sutanto yang tidak pernah menjabat Kapolda Metro untuk meredam TW. Informasi, pada saat baru naik jadi kapolri, TW langsung setor 2 M sebagai tanda "persahabatan". Dan mentah2 ditolak oleh Sutanto. Makanya sekarang TW lagi berusaha buat "membeli" DPR biar bagaimana caranya Kapolri bisa dilengserkan. |
|
|
|
|
#6 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
tambahan dari gue buat yg laen, katanya Yapto ini dulu ketua genk 234SC, genk anak-anak Siliwangi yaitu Komplek Kodam Siliwangi.... sebelumnya genk ini ketuanya adalah Patrick, trus direbut ama Yapto yg konon dgn cara gak gentle.... trus berkembang jadi PP-Pemuda Pancasila... kaki tangan Orba utk urusan dirty works.... barengan ama Yorrys yg juga kenal deket ama TW....
|
|
|
|
|
#7 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
olo panggabean vs sutanto
olo panggabean (big mafia in Medan) vs sutanto (now is Indonesian head police chief)
BERITA UTAMA WASPADA RABU, 29 DESEMBER 1999 __________________________________________________ _______________ 'Gedung Putih' Diberondong MEDAN (Waspada): Rumah Ketua IPK Sumut Olo Panggabean di Jalan Sekip Medan dihujani peluru senjata jenis M-16 oleh lebih kurang 20 aparat berpakaian dinas Selasa pagi (28/12). Demikian pantauan Waspada dari lokasi kejadian. Beberapa saksi mata di lokasi menjelaskan, penembakan dilakukan rombongan aparat berpakaian dinas dan rompi menggunakan sepeda motor dan truk. Menurut saksi mata, aparat berpakaian dinas mencoba menerobos ke dalam rumah yang populer disebut 'Gedung Putih,' tetapi karena pintu depan terkunci mereka tidak bisa masuk dan menghujani dengan senjata laras panjang. Selanjutnya beberapa aparat menggunakan sepeda motor roda dua masuk mencoba mendobrak pintu namun tak berhasil. Sedangkan beberapa pemuda yang menjaga rumah lari menyelamatkan diri. Akibat tembakan peluru, dinding-dinding batu dan jendela kaca jebol. Di halaman depan terlihat lebih kurang 30 selongsongan peluru, sedangkan di dinding lantai dua tujuh bekas tembakan dan lantai III delapan bekas tembakan. Sekretaris IPK Sumut Syamsul Samah didampingi Ketua IPK Medan Moses Tambunan menjelaskan, peristiwa penembakan aparat berpakaian dinas itu sangat mengejutkan. Syamsul Samah menjelaskan, dia tidak mengerti mengapa aparat kepolisian menembaki rumah Olo Panggabean. ''Apakah tindakan mereka diketahui komandannya dan seharusnya aparat tersebut menjaga keamanan dan bukan menciptakan kerusuhan,'' tambahnya. Syamsul menduga bahwa penembakan berkaitan dengan perkelahian antar kelompok pemuda, dimana pihaknya sudah berulang-ulang menghadiri panggilan Kodim, Poltabes dan Polsek, namun pihak lawan belum sekalipun menghadiri pertemuan . Syamsul selaku Sekretaris IPK Sumut mengakui kemarin malam ada perkelahian antara kelompok pemuda dan satu anggota Brimob kena tikam. Mungkin saja penembakan itu akibat peristiwa tersebut. Syamsul Samah mewakili Ketua IPK Sumut Olo Panggabean yang saat ini sedang berada di luar negeri menjelaskan, agar Poldasu segera menyelidiki kasus penembakan tersebut dan menindak petugas yang melakukan kesalahan . Beberapa jam kemudian Syamsul Samah melakukan kunjungan ke Mapoldasu untuk menerangkan kejadian penembakan . Sedangkan Dan Denpom 1/7 Mayor CPM Sugeng Subagio membenarkan peristiwa penembakan dilakukan aparat keamanan. Menurut saksi mata, katanya penembakan dilakukan anggota Brimob Poldasu.Begitupun dia menjelaskan selongsongan peluru dan reftil masih dalam penelitian . (m45) http://www.hamline.edu/apakabar/basi...2/29/0032.html |
|
|
|
|
#8 |
|
Le Nozze di Figaro...
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 5,983
|
Yapto is from PP (pemuda pancasila) right? I've heard their notorious story..
Btw i also heard that Triads is the mafia in Surabaya, I dont know if this true. cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside |
|
|
|
|
#9 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
![]() FYI Gedung Putih is Olo Panggabean house in Medan Said that is very famous in Medan (maybe laba-laba can confirm) It is where Olo running his business |
|
|
|
|
#10 | |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
Quote:
but some of big mafia in Surabaya also "handle" from jakarta we will cover this later
|
|
|
|
|
|
#11 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
And it is said that Pasar Tanah Abang fired is caused by TW's man
When Tempo try to publish this issues their office being attacked by some punks until this problem brought to the court but the weird thing is TW win the case Is the mafia already inside our judge court?? |
|
|
|
|
#12 |
|
there's no free lunch
Join Date: Jun 2004
Location: JAKARTA
Posts: 2,584
Likes (Received): 0
|
jadi inget film The Untouchable. Everyone is out of touch.... hmmmm....
__________________
JAKARTA Public Transportation: Bus Rapid Transportation Database, BRT Part 1, BRT Part 2 Last edited by tata; October 10th, 2005 at 05:56 PM. |
|
|
|
|
#13 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
but one of those big mafia also make i great impact to our forum
|
|
|
|
|
#14 | |
|
Fir3blaze
Join Date: Sep 2004
Location: Surabaya, Singapore
Posts: 885
Likes (Received): 3
|
Quote:
|
|
|
|
|
|
#15 |
|
Registered User
Join Date: Sep 2004
Location: Djakarta
Posts: 645
Likes (Received): 0
|
Then you have the big mafia Pertamina.
__________________
Gue laper banget nih. |
|
|
|
|
#16 | |
|
admlnlstrator
Join Date: May 2005
Location: Jkt-Ams
Posts: 97
Likes (Received): 0
|
Quote:
|
|
|
|
|
|
#17 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
Not only that This building also said that owned by one of the "Gang of Nine" atau "Nine Dragons", atau disebut kelompok Sembilan Naga. ![]() ![]()
|
|
|
|
|
#18 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
Senin, 11 Oktober 2004 NASIONAL
Aksi Mahasiswa Minta Lokalisasi Ditutup * Diadang Preman PEKANBARU-Sekitar 300 orang terdiri atas mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Siak-Riau, meminta lokalisasi segera ditutup menjelang bulan Puasa. Ratusan preman yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Karya (IPK) mengadang aksi massa. Bentrok pun terjadi, dan satu unit bus mahasiswa dibakar. Keributan itu terjadi Minggu (10/10) di lokalisasi 55 di Desa Sawit Permai Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, terpaut 100 km arah timur dari Pekanbaru. Massa yang terdiri atas mahasiswa dan komponen masyarakat tiba di lokalisasi terbesar di Siak pukul 12.30 WIB, atau berjarak 40 km dari ibu kota Kabupaten Siak, Siak Sri Indrapura. Kelompok mahasiswa meminta pengelola lokalisasi untuk menutup tempat hiburan itu menjelang Puasa. Rupanya permohonan itu ditolak pengelola lokalisasi yang dibekingi IPK, sebuah organisasi yang berkiblat di Medan yang diketuai Olo Panggabean. Ketua Pemuda Anshor Kabupaten Siak, Mohamad Zainal, mengatakan, saat utusan mahasiswa dan perwakilan IPK bernegosiasi, secara tiba-tiba kelompok IPK lainnya langsung membakar satu unit bus mahasiswa, sekitar pukul 14.30 WIB. "Waktu itu massa kami sedang menunggu hasil negosiasi dengan Ketua IKP setempat. Tapi saat negosiasi dan massa kami lengah, kelompok IKP lainnya langsung membakar mobil kami," kata Zainal. Akhirnya perkelahian tak terbendung lagi. Massa yang tidak membawa senjata apa pun terpaksa lari terbirit-birit. Sedangkan kelompok IPK sebelumnya telah mempersiapkan massa. Akibatnya, satu mahasiswa STIE Siak, Oki Saputra, luka bacok dan satu unit motor milik warga dibakar. Massa juga membakar sebuah barak di lokalisasi itu. "Saat kami demo menuntut penutupan lokalisasi, tidak mendapat pengawalan dari pihak Polres Siak. Padahal, tiga hari yang lalu kami sudah memberitahukan secara resmi," ujar Zainal. Tak Ada di Tempat Masih menurut Zainal, diperkirakan terdapat sekitar 150 PSK yang mangkal di lokalisasi. Namun ketika mereka tiba di tempat pelacuran itu, tak satu pun PSK yang ada di tempat. Diperkirakan pihak pengelola lokalisasi itu telah mengetahui akan kehadiran kelompok mahasiswa. "Lokalisasi itu telah dikosongkan. Yang ada di sana hanya ratusan anggota IKP yang menggunakan senjata tajam dan pistol. Ada lima anggota IPK yang mengacungkan pistol kepada massa," kata Zainal. Anggota Polsek Dayun, Bribda Jonhedro, mengatakan, pihaknya cukup sulit mengamankan perkelahian itu, karena melibatkan ratusan orang. "Anggota Polsek Dayun sangat terbatas. Kita sedang meminta bantuan dari Polres Siak. Karena sampai saat ini masih ada mahasiswa yang dikejar-kejar pihak pengelola lokalisasi," katanya. (dtc-58t) Berita Utama | Ekonomi http://www.suaramerdeka.com/harian/0410/11/nas16.htm sapa yang gak lari kocar kacir kalo di hadang ama preman ber pistol ![]()
|
|
|
|
|
#19 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
masih mengenai olo panggabean.
Bom Medan atau Bom Jakarta Bandar Judi yang Beraksi Reporter:Aulia Andri Elit politik Jakarta bisa saja hendak membikin huru-hara di Medan. Namun perlawanan bandar judi Medan terhadap operasi anti-judi yang dilakukan polisi, juga menjadi faktor penting terjadinya ledakan bom di Medan. Mereka ingin unjuk diri, bahwa merekalah yang berkuasa di Medan. Akibta teror bom sepekan terakhir ini, Medan makin panas. Tak heran gertakan ala Medan pun keluar dari berbagai pihak. Ikatan Pemuda Karya (IPK) yang dipimpin oleh Olo Panggabean, mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya siap mengamankan Medan. Olo juga menegaskan ribuan anggota IPK yang tersebar di seluruh Sumut diperintahkan siaga untuk mengantisipasi teror bom. Namun pernyataan Ketua Umum IPK tak ditanggapi serius oleh masyarakat. Malah ada yang mengatakan bahwa pernyataan itu untuk mengalihkan perhatian, bahwa penutupan arena judi-lah yang menjadi sebab teror bom. Maklum, perseteruan polisi dengan Olo Panggabean yang mengelola beberapa tempat judi, sudah menjadi rahasia umum di Medan. Polisi Medan memang sedang gencar melakukan operasi anti-judi. Tak terkecuali beberapa jenis judi seperti Hwa-Hwe, Toto Gelap (Togel) dan KIM, yang selama ini diback-up oleh Olo Panggabean. Nah, kegiatan polisi yang membrantas judi inilah yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai penyebab teror bom Medan. Bahkan ada yang bilang, teror bom ini merupakan kelanjutan dari perisitiwa yang meletus di kampus Universitas HKP Nommensen (UHN) Medan tiga pekan silam. Perisitiwa yang menewaskan dua mahasiswa itu, bermula dari masalah sepele.Polisi menahan seorang mahasiswa UHN karena tertangkap tangan sedang mengedarkan kupon Hwa-Hwe. Namun karena solidaritas, ratusan mahasiswa UHN kemudian turun kejalan. Bentrokan dengan aparat kepolisian tak terelakkan. Apalagi mahasiwa UHN kemudian menyandera dua anggota polisi dan meminta ditukar dengan mahasiswa UHN yang ditahan polisi. Akibat bentrokan mahasiswa versus polisi itu, dua orang mahasiswa tewas. Karena kasus ini berlatarbelakang perjudian, maka munculnya isu bahwa aksi mahasiswa UHN itu ditunggangi oleh para bandar judi. Pihak UHN sendiri membantah anggapan itu. Jeri L Tobing, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UHN membantah keras aksi rekan-rekannya ditunggani pihak lain. Apalagi oleh para bandar judi. "Aksi unjuk rasa itu cuma aksi solidaritas. Karena kami mendengar rekan kami ditangkap tak sesuai prosedur," katanya. Pihak IPK sendiri yang diduga dibelakang kasus UHN, bungkam seribu bahasa. Mereka memilih tak berkomentar kepada wartawan. Belum selesai lagi kasus UHN dituntaskan Medan kembali diguncang. Kali ini dengan teror bom. Dua peristiwa yang terjadi hanya dalam hitungan tiga pekan itu, sekan membenarkan bahwa para bandar judi memang tengah bermain api di Medan. Apalagi, hampir seluruh orang Medan mengetahui, Kapolda Sumut sekarang ini, Brigjen Sutanto, sudah lama menjadi musuh para bandar judi. Sebab sebelumnya, ketika ia menjadi perwira pertama dan bertugas di Medan, ia sangat aktif memberantas perjudian. Jadi, inilah saatnya bagi para bandar judi untuk menunjukkan dirinya, bahwa merekalah yang berkuasa di Medan. Kapolda sendiri menegaskan, bahwa operasi anti-judi yang dilakukannya selain karena judi memang illegal, juga atas kehendak masyarkat. "Saya memang bertugas di Medan ketika menjadi perwira pertama. Dan kemudian dipindahtugaskan karena saya meberantas judi. Tetapi semua ini saya lakukan bukan karena dendam," tegasnya. Sutanto cenderung melihat, peledakan bom di Medan merupakan kegiatan yang berkaitan dengan berbagai perisitiwa yang terjadi di daerah lain. Bila dilihat caranya membuat bom yang sudah profesional, pelakunya adalah sebuah kelompok terorganisir. Yang jelas, "Ada konspirasi sebuah kelompok yang ingin mengacau Medan," tegas Sutanto. Sementara Kapoltabes Medan Letkol Hasyim Irianto menyatakan, bahwa operasi anti-judi di Medan emamng mendapat tantangan dari sekelompok orang. Kelompok ini sengaja mengembangkan imej jelek, seolah-olah kalau judi dibernatas, tindak kriminal di Medan meningkat. "Cara berpikir seperti itu yang ingin kita luruskan," katanya. (dik) http://www.detik.com/lapsus/politik&...008/bom3.shtml |
|
|
|
|
#20 |
|
Moderator
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,202
Likes (Received): 35
|
sekedar tambahn mengenai bang olo..
godfather medan ini juga sakti! konon.. sebelum menjadi yang paling berkuasa di medan, dia membunuh penguasa medan terdahulu. karena memang begitulah hukumnya..siapapun yang ingin menguasai suatu daerah, maka petingginya yang dihantam! dan konon juga.. salah satu pantangan bang olo ini adalah, TIDAK BOLEH MENIKAH!! oleh karena itu sampai saat ini bang olo belum menikah..(walau dimana mana ada selir dan anak angkatnya) bang olo punya anak buah yang menguasai medan. IPK (Ikatan Pemuda Karya) dan PP (Pemuda Pancasila) adalaha dua partai besar yang ada di medan. daerah2 strategis di medan dikuasain sama anak2 IPK. keduanya sering berantem dan saling culik menculik dan bunuh bunuhan. polisi bagaimana?! polisi mah malah seneng atuhh.. toh berantemnya kan demi mengurangi preman yang ada di medan |
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|