daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old October 10th, 2005, 04:38 PM   #1
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

[Indonesia] Issues of Mafia, Money laundering, and gambling

Since I have a great topic and source about mafia in Indonesia
I will share it to you guys

sorry only in Indonesian language
(if u can translate plz dont hestitae to do it)
Blue_Sky no está en línea  

Sponsored Links
 
Old October 10th, 2005, 04:39 PM   #2
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Membedah Lingkaran Setan

Membedah Lingkaran Setan
Reporter: Adhi/Dani/Eka
Adil - Jakarta, Telinga penguasa Daerah Istimewa Yogyakarta sontak
memerah. Gubernur dan Kapolda, ditantang bandar judi. Sri Sultan H.B.
X dan Brigjen Pol. Johanes Wahyu Saronto melarang judi mickey mouse
di arena judi Mahkota di Jl. Tanjung Baru. Tapi, geng bandar judi,
Irawan Sutanto, Gani dan Heru, cuek saja. Hingga kini, ketiga bandar
itu masih membuka perjudian di arena Mahkota.

Tak hanya di Yogyakarta. Irawan cs. buka cabang di Surabaya. Operator
di Yogyakarta diserahkan pada Jusuf dan Rohadji. Sedang di Surabaya,
Irawan cs. menyerahkan pelaksanaannya ke Widodo. Selain Irawan dkk.,
usaha judi di Kota Pahlawan itu juga digelar Iwan, Oentoro, Wee Fan,
dan Jhoni F. Pasar Atom, Andhika Plaza, dan Darmo Park adalah daerah
perjudian elite.

Di pentas judi nasional, ada beberapa nama. Sebutlah Wang Ang
(Bandung), Pepen (Manado), Firman (Semarang), Olo Panggabean (Medan
dan Aceh) serta Handoko (Batam, Tanjungpinang dan sekitarnya).
Belum
di daerah lainnya. Kini, Olo melakukan ekspansi bisnis perjudiannya
hingga Depok dan Bogor. Pertarungan kian seru. Daerah Batam,
Palembang, Riau, Balai Karimun, dan Bagansiapi-api, sekarang di bawah
kekuasaan seorang pria bernama Rustam.

Memang, Rustam dapat titah mengurusi pusat perjudian di daerah. Ada
juga Eng Sui dan Eng San. Keduanya mengelola bisnis judi, meliputi,
judi bola tangkas, toto gelap, kasino, mickey mouse, rolet dsb. Tugas
lain; keduanya pun bertindak selaku pengontrol keluar masuknya uang
haram itu.

Masih segaris Rustam, Eng Sui, dan Eng San, pun ada nama Arief
Prihatna.
Di dunia persilatan judi, Arief dikenal dengan nama Cocong.
Tugas Cocong adalah mendekati lalu memberi upeti kepada oknum aparat
keamanan. Mulai, tingkat Kepolisian Sektor hingga Mabes Polri. Guna
melancarkan kerjanya, Cocong dibantu anak buahnya. Misal Rudi, Abaw,
Manti, Lim Seng dan Hadi.


Rustam, Eng Sui, Eng San, dan Cocong merupakan kaki tangan Tommy
Winata. Ia disebut-sebut sebagai God Father.
''Kita memakai nama
singkatan si TW (Tommy Winata),'' kata bekas bandar judi yang kini
mengasuh Ponpes At-Taibin, Anton Medan. Sebab, menurut mantan raja
judi itu, TW menguasai saham, perbankan, narkotika dan obat
terlarang, hingga ke penyelundupan.

Anton Medan mengungkapkan tempat bermain judi terbesar di Jakarta
adalah Gedung ITC Mangga Dua, Jakarta Barat. Di sini bandar-bandar
judi kumpul. Mereka merajut jaringan di Jakarta serta seluruh
Indonesia. Jaringan itu mengerucut pada sembilan orang, yang kemudian
dikenal dengan "Gang of Nine" atau "Nine Dragons", atau disebut
kelompok Sembilan Naga.


Selain Tommy Winata dan Cocong, nama lain yang termasuk Sembilan
Naga; disebut-sebut, Yorrys T. Raweyai, Edi "Porkas" Winata, Arie
Sigit, Jhony Kesuma, Kwee Haryadi Kumala, Iwan Cahyadi serta Sugianto
Kusuma (Aguan). Yorrys sebagai "panglima" yang mengamankan operasi
kelompok ini.
Tapi ia membantah. Juga, Arie membantah soal
keterkaitannya dalam Sembilan Naga.

Perputaran uang di Gedung ITC Mangga Dua mencapai Rp 10 miliar hingga
Rp 15 miliar tiap malam. Jumlah itu lebih besar dibandingkan di
bisnis judi milik Rudi Raja Mas. Tapi, dalam semalam, ia mengeruk
keuntungan sebesar Rp 5 miliar. Satu bulan, Rp 150 miliar. Fantastis.
Selain di darat, Rudi juga punya usaha perjudian di Pulau Ayer,
Kepulauan Seribu. Di sana, ia berkongsi dengan bandar judi lain;
Hasten, Arief, Cocong, Edi, dan Umar.

Rudi juga punya koran yang terbit di Jakarta. ''Media massa itu
berguna membangun opini di masyarakat bahwa perjudian memberi
keuntungan,'' kata Anton Medan. Kesuksesan Rudi membangun imperium
bisnis perjudiannya, tak lepas dari peran Gubernur DKI Jakarta,
Sutiyoso. Bahkan, perkenalan Rudi dan Sutiyoso, sudah lama. ''Rudi
dekat Sutiyoso, sejak Sutiyoso bertugas di Kodam (Jaya),'' terang
Anton yang kini punya nama H. Ramdhan Effendi.


Pemain lain di meja perjudian adalah Apoh. Dia merupakan mantan anak
buah Anton Medan. Apoh punya beberapa lokasi yang jadi arena judi
mickey mouse cukup besar. Misal di kawasan Glodok, Kelapa Gading,
Mangga Besar, Green Garden dan Jl. Kejayaan, Jakarta Barat. Apoh
meraup untung; Rp 2 miliar.

Sumber di Mabes Polri menyebut, para bandar judi tersebut yang
menguasai mafia judi di beberapa titik di Indonesia. Bahkan, mereka
sudah masuk di dalam mafia judi Hong Kong dan Singapura. Bandar-
bandar judi di Singapura, Malaysia dan Makao itulah yang gerah dengan
lokalisasi perjudian di Pulau Seribu. Sebab, kata Rizal Hikmat dari
LP3-UI, jaringan mereka terpotong.

Tentu, kehadiran lokasi-lokasi judi ini telah melahirkan banyak
centeng. Juga, tukang pukul yang menjaga lokasi. Asal-asul mereka,
beragam. Salah satu dari ormas. Seorang sumber di bisnis perjudian
mencatat adanya tiga ormas yang terkait dengan usaha beking
perjudian. ''Salah satunya, ormas partai,'' katanya. Juga, ormas
Islam disebut-sebut terlibat di dalamnya. Kehadiran ormas Islam --
kalau benar-- makin menyulitkan judi diberantas. Karena, menurut
Anton, saat ini perjudian sudah seperti lingkaran setan.
(kar)
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 04:40 PM   #3
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Proses Penghancuran Bangsa sedang terjadi II ?

[PORTAL] Proses Penghancuran Bangsa sedang terjadi II ?

Setio Koesoemo
Mon, 29 Apr 2002 17:29:04 -0700

From: anaswulan [mailto:[EMAIL PROTECTED]]

Hati-hati dengan kelompok Naga. Proses pembodohan dan pemiskinan
Bangsa sedang terjadi.

Rakyat kecil yang miskin akan bertambah miskin. karena penghasilannya
yang kecil yang seharusnya untuk biaya sekolah ataupun untuk
perputaran usaha, habis di hisap perjudian.

Bagi anda yang tidak peduli dengan kondisi rakyat miskin, dukunglah
perjudian yang akan menambah terpuruknya Bangsa.

Mereka tidak peduli, karena mereka bisa bebas meninggalkan negara.
Mereka tidak peduli, karena mereka tidak ada kaitannya
dengan "Kebanggaan Bangsa".
Mereka hanya mementingkan diri sendiri.
Kalau ini diberantas, maka cacian dan sumpah serapah akan anda terima.

Anastasia Wulanjari
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 04:41 PM   #4
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

H. Anton Medan, Mantan Bandar Judi/Pengasuh Ponpes At-Taibin

Anda setuju soal melokalisasi perjudian?
Jika tujuannya untuk APBD, umat Islam harus menolak. Tapi untuk
mencegah judi kolektif alias kasino, boleh saja. Dibicarakan juga,
judi masalnya. Ada dua bentuk perjudian. Judi kolektif atau kasino.
Dampak kasino tidak langsung terhadap masyarakat bawah, orang
tertentu saja. Yang berbahaya, judi massal, contohnya, togel, Pa
Kong, Sampurna, Bola Mas, dan Wah Woi.

Judi kasino dilokalisir, Anda setuju?
"Setuju". Maksudnya, disahkan Keppres. Kalau disahkan kebijakan
gubernur karena otonomi daerah, semua daerah boleh buka, saya gempur
habis dengan massa saya. Tapi kalau Keppres, Indonesia hanya ada satu
keputusan. Umat Islam tidak boleh masuk dan jadi karyawan. Jika itu
yang dilakukan, saya mendukung. Dengan catatan, aturan judi di pasal
303 KUHP, direvisi.

Bagian mana yang perlu direvisi dari pasal 303 KUHP?
Ada klasifikasi jelas bentuk judi kolektif dan judi massal. Sanksinya
pun harus ditambah bagi yang pasang badan. Karena, tidak pernah ada
bos judi masuk penjara. Kapan bos judi masuk penjara, kecuali Hong
Li.20Apa dengan melokalisasi judi kolektif sudah menjawab persoalan?
Menurut saya tidak.

Kenapa?
Yang meresahkan masyarakat; judi massal seperti togel. Padahal togel
bisa dicegah. Barang bukti lengkap. Pengecer diseret hukuman minimal
5 tahun. Siapa yang berani pasang badan?

Sebenarnya ada apa di balik lokalisasi perjudian?
Sutiyoso dimanfaatkan Tommy Winata. Tanpa disadari, Sutiyoso masuk
dalam jebakan. Yang terpenting, itu proyek besar, yang mengeluarkan
kebijakan. Nilai kontraknya bisa mencapai Rp 50 miliar hingga Rp 100
miliar.


Indikasinya?
Anda cek di Pulau Seribu. Judi mickey mouse ada atau tidak? Ada.
Menurut bupati, judi di Pulau Seribu dikelola grup Rudi Raja Mas,
pemilik koran di Jakarta. Ada Tommy Winata, Ali Cocong, dan Eng San.
Jika Apoh, sepertinya tidak. Sebab, ia bekas anak buah saya. Ini
sangat mengerikan, seorang bandar judi gelap punya media massa.

Siapa yang berkepentingan dengan lokalisasi perjudian?
Kepentingan pejabat untuk kekayaan pribadi. Kita tidak dapat
menyalahkan bos judi, Tommy Winata, Rudi, Ali Cocong dsb. Kita tidak
bisa salahkan. Kenapa? Mereka bisnis. Naluri bisnis itu semudah-
mudahnya. Sekarang yang diuji kan moral, mentalitas dan etika pejabat.

Bagaimana peta perjudian saat ini?
Ada oknum Angkatan Darat yang ikut campur tangan. Sutiyoso dari
Angkatan Darat (AD). Tommy Winata dengan kekuatan AD. Kalau Apoh, dia
murni upeti dengan polisi. Sejak reformasi, tokoh-tokoh yang tadinya
tidak berperan, sekarang muncul.

Siapa God Father (penguasa) dari bisnis perjudian ini?
Ya... itu, kita pakai nama singkatan si TW. Karena apa? untuk
membuktikan, dia tidak di lokasi. Kan sulit. Tapi, sopir taksi pun
tahu, kalau TW itu punya Tommy Winata. Semua orang tahu, mereka juga
kan? Namun, bisa tidak dibuktikan. Tak pernah yang namanya bos judi
turun langsung ke lapangan. Kenapa koin kok tidak uang kontan? Karena
kalau digerebek tak jadi masalah, uang dapat dikembalikan dari hasil
penukaran koin. Kalau polisi menangkap sulit dengan barang bukti
duit. Paling yang ada, receh-receh.

Kenapa Tommy Winata ditakuti terutama di kalangan etnis Tionghoa?
Siapa yang takut? Demi Allah, saya tidak takut pada dia. Dia makan
nasi. Dulu, siapa yang tidak kenal raja judi Hong Li. Habis oleh
saya. Lantas, saya naik bendera. Karena saya masuk Islam, haram buat
saya, saya jauhi. Tapi, bekas anak buah saya tidak sedikit. Sekarang,
Apoh big boss. Dia, anak buah saya. Apa saya ngiler dengan harta
mereka? Tidak.

Tommy Winata bisnis judi togel dan ketangkasan?
Dari bola tangkas, togel, kasino, HPH, sampai bursa efek. Sekarang,
dia rajanya. Dia punya majalah yang terbit di Ibukota.

Siapa beking mereka?
Kalau dibilang upeti, oknum dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri
tidak sedikit yang menolak (upeti). Mulai tingkat Koramil sampai
Kodam, banyak yang menerimanya. Kalau tidak dikasih upeti, digerebek.
Contoh, Hendarji (dulu di Pomdam Jaya, kini Wakil Danpuspom),
nggerebek judi. Kenapa? Boleh jadi, tidak dapat jatah. Marinir juga
ikut nggerebek, coba. Lucu kan?

Berapa upeti bandar judi ke polisi?
Kapolsek bisa Rp 5 juta hingga Rp 10 juta tiap minggu. Kapolres
seminggu dapat Rp 20-50 juta. Kapolda, Rp 100 juta. Perwira Mabes
Polri bisa Rp 500 juta. Bayangkan. Ketika Sofjan Jacoeb jadi Kapolda,
ia minta bantuan pada saya, Rp 1 miliar.
Ia bilang, ''Tolong Pak Haji
Anton, saya meminta satu miliar''. Saya menjawab, ''Limaratus juta
deh karena tempat kita tidak ramai''. Lantas, ia bilang, ''Kalau Anda
tidak sanggup memberikan ya jangan buka''. Kapolda saja, Rp 1 miliar.
Bayangkan, saja.

Berapa total upeti yang dikeluarkan bandar judi tiap bulan?
Besar sekali. Tapi, jika untuk judi, itu tidak terlalu besar. Yang
besar untuk perempuanlah, yang tiketlah, yang tamulah, kemudian mau
beli tanah untuk bangunanlah, anaknya mau kawinlah, segala macam.

Mereka minta terang-terangan?
Biasanya, dia melalui ajudannya. ''Tolong kamu hubungi, nanti saya
yang ngomong dengan Anton''. Begitu sudah berbicara dengan saya,
tolong dong, ini, ini, ini. Ya dijalani. Jika tidak dijalani, ia
menyuruh anak buahnya untuk menangkap.

Siapa yang menikmati uang judi?
Dari Kepala Pos Polisi, Kapolsek, Kapolres, Kapolwil, Kapolda, sampai
ke perwira tinggi di Mabes Polri, menikmati uang judi. Lalu, dari
Danramil, sampai ke Pangdam. Kemudian, oknum wartawan yang biasa
mangkal di Polsek sampai Mabes Polri, juga. Bukan cuma oknum polisi,
tentara dan wartawan, namun sudah sampai ke oknum jaksa, hakim,
bahkan lembaga pemasyarakatan.

Saya tidak katakan bahwa Pak Makbul (Kapolda Metro Jaya) pernah
menerima jatah. Tapi saat saya membuka kasino gelap, ia Kapolsek
Taman Sari. Hari Montolalu dulunya Kapolsek Penjaringan. Nurfaizi,
Kapolres 702. Noegroho Djajoesman, dulu Kapolres Jakarta Pusat.
Pokoknya semua. Dengan logika, apa hubungan saya dengan mereka.
Tinggal bagaimana Anda menerjemahkan.

Bagaimana dengan organisasi kepemudaan?
Zaman saya, organisasi pemuda, saya tidak menyebutkan siapa ia tapi
Anda dapat mengasumsikan. Dulunya, siapa organisasi kepemudaan yang
terkenal? Kini, sampai pada oknum ormas Islam. Jika dia tak
mengatasnamakan ormas, tapi orang tahu dia berada di ormas. Juga OKP,
bahkan mereka membekingi.

Partai juga kebagian upeti?
Zaman saya, tidak. Partai cuma PPP, PDI, dan Golkar. Semua, tak ada
itu. Tidak saya pandang kok. Seperti, PP (Pemuda Pancasila), juga
tidak ada. Paling, saya merekrut jagoan-jagoannya. Dia mau ambil
jatah jagoan, gue jagoan. Kalau lu kuat tahan bacok, lu nggak apa-apa
lawan gue. Kalau saya kasih, itu paling hanya kebijakan antara teman.
Tapi, kalau untuk oknum wartawan dan aparat memang harus dikasih.
Daripada digerebek terus ditutup, ya dikasih.

Siapa di belakang Yayasan Bina Dana Sosial?
Siapa yang dulu mengelola SDSB? Kini sudah bergeser. Tadinya tidak
punya peran, sekarang muncul dengan nama yayasan. Tapi di belakangnya
tetap si Tommy Winata, Rudi Raja Mas, Ali Cocong dan Engsan. Kelompok
Delapan itu kan mereka. Mereka masih berperan besar. Perputaran uang
di Harco Mangga Dua, Rp 1 triliun tiap hari.

(kar/dan/ad)

http://www.mail-archive.com/portal@i.../msg01388.html
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 04:43 PM   #5
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

For your information
This thread is talking about big mafia in Indonesia
such as TW, Yapto etc

===========================================================

TW, Yapto, dkk adalah para mafia Indonesia.
Dikembangkan pada jaman orba untuk melakukan "all the dirty works" dalam rangka mengamankan bisnis cendana dan kroni2nya serta menciptakan "stabilitas".

Tugas mereka adalah menekan dan menghancurkan para pesaing bisnis maupun lawan politik orba, dengan cara2 yang tidak mungkin dilakukan oleh penguasa secara sah.

Sebagai imbalannya mereka diberi sektor masing2 di bisnis2 haram( narkoba, gambling, prostitusi, sindikat2 kriminal, debt collector, dll).
Dan mereka boleh menggunakan anak2 perusahaan cendana dan kroni2nya sebagai sarana pencucian uang (money laundring).

Pada saat cendana jatuh, para mafia ini terpecah2 dan masing2 mencari sandaran baru. Ada yang masih setia pada cendana, ada yang merapat ke kubu2 baru, ada yang membentuk jaringan mafia baru dengan golongan sakit hati yang baru naik.

Beberapa yang masih setia pada cendana, sekarang cenderung memilih untuk menarik diri, menggunakan tumpukan hartanya yang masih segunung hanya untuk menjaga, minimal jangan sampai jaringannya bubar.

TW termasuk orang yang sukses melewati masa transisi kekuasaan karena taktiknya "berkawan" di masa lalu dengan tokoh2 militer dan kepolisian yang diramalkan akan "jadi orang".
Dari dulu dia memang pintar memupuk "persahabatan" dengan para perwira yang belum naik dan masih di bawah.

Hampir semua perwira yang pernah bertugas di Kodam Jaya, Kostrad, Kopassus dan Polda Metro pasti memiliki hubungan baik dengan TW.

SBY yang pernah menjabat sbg Asops Kodam Jaya juga pasti pernah "dikawani" oleh TW.
Karena itu dia pasang Sutanto yang tidak pernah menjabat Kapolda Metro untuk meredam TW.

Informasi, pada saat baru naik jadi kapolri, TW langsung setor 2 M sebagai tanda "persahabatan". Dan mentah2 ditolak oleh Sutanto.

Makanya sekarang TW lagi berusaha buat "membeli" DPR biar bagaimana caranya Kapolri bisa dilengserkan.
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 04:45 PM   #6
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

tambahan dari gue buat yg laen, katanya Yapto ini dulu ketua genk 234SC, genk anak-anak Siliwangi yaitu Komplek Kodam Siliwangi.... sebelumnya genk ini ketuanya adalah Patrick, trus direbut ama Yapto yg konon dgn cara gak gentle.... trus berkembang jadi PP-Pemuda Pancasila... kaki tangan Orba utk urusan dirty works.... barengan ama Yorrys yg juga kenal deket ama TW....
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 04:47 PM   #7
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

olo panggabean vs sutanto

olo panggabean (big mafia in Medan) vs sutanto (now is Indonesian head police chief)

BERITA UTAMA WASPADA

RABU, 29 DESEMBER 1999
__________________________________________________ _______________

'Gedung Putih' Diberondong
MEDAN (Waspada): Rumah Ketua IPK Sumut Olo Panggabean di Jalan
Sekip Medan dihujani peluru senjata jenis M-16 oleh lebih kurang
20 aparat berpakaian dinas Selasa pagi (28/12). Demikian pantauan
Waspada dari lokasi kejadian.
Beberapa saksi mata di lokasi menjelaskan, penembakan dilakukan
rombongan aparat berpakaian dinas dan rompi menggunakan sepeda
motor dan truk.
Menurut saksi mata, aparat berpakaian dinas mencoba menerobos ke
dalam rumah yang populer disebut 'Gedung Putih,' tetapi karena
pintu depan terkunci mereka tidak bisa masuk dan menghujani dengan
senjata laras panjang.
Selanjutnya beberapa aparat menggunakan sepeda motor roda dua
masuk mencoba mendobrak pintu namun tak berhasil.
Sedangkan beberapa pemuda yang menjaga rumah lari menyelamatkan
diri. Akibat tembakan peluru, dinding-dinding batu dan jendela
kaca jebol.
Di halaman depan terlihat lebih kurang 30 selongsongan peluru,
sedangkan di dinding lantai dua tujuh bekas tembakan dan lantai
III delapan bekas tembakan.
Sekretaris IPK Sumut Syamsul Samah didampingi Ketua IPK Medan
Moses Tambunan menjelaskan, peristiwa penembakan aparat berpakaian
dinas itu sangat mengejutkan.
Syamsul Samah menjelaskan, dia tidak mengerti mengapa aparat
kepolisian menembaki rumah Olo Panggabean. ''Apakah tindakan
mereka diketahui komandannya dan seharusnya aparat tersebut
menjaga keamanan dan bukan menciptakan kerusuhan,'' tambahnya.
Syamsul menduga bahwa penembakan berkaitan dengan perkelahian
antar kelompok pemuda, dimana pihaknya sudah berulang-ulang
menghadiri panggilan Kodim, Poltabes dan Polsek, namun pihak lawan
belum sekalipun menghadiri pertemuan .
Syamsul selaku Sekretaris IPK Sumut mengakui kemarin malam ada
perkelahian antara kelompok pemuda dan satu anggota Brimob kena
tikam. Mungkin saja penembakan itu akibat peristiwa tersebut.
Syamsul Samah mewakili Ketua IPK Sumut Olo Panggabean yang saat
ini sedang berada di luar negeri menjelaskan, agar Poldasu segera
menyelidiki kasus penembakan tersebut dan menindak petugas yang
melakukan kesalahan .
Beberapa jam kemudian Syamsul Samah melakukan kunjungan ke
Mapoldasu untuk menerangkan kejadian penembakan .
Sedangkan Dan Denpom 1/7 Mayor CPM Sugeng Subagio membenarkan
peristiwa penembakan dilakukan aparat keamanan. Menurut saksi
mata, katanya penembakan dilakukan anggota Brimob
Poldasu.Begitupun dia menjelaskan selongsongan peluru dan reftil
masih dalam penelitian . (m45)

http://www.hamline.edu/apakabar/basi...2/29/0032.html
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 04:48 PM   #8
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,941

Yapto is from PP (pemuda pancasila) right? I've heard their notorious story..

Btw i also heard that Triads is the mafia in Surabaya, I dont know if this true.

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old October 10th, 2005, 04:49 PM   #9
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427


FYI
Gedung Putih is Olo Panggabean house in Medan
Said that is very famous in Medan (maybe laba-laba can confirm)

It is where Olo running his business
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 04:51 PM   #10
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Quote:
Originally Posted by David-80
Yapto is from PP (pemuda pancasila) right? I've heard their notorious story..

Btw i also heard that Triads is the mafia in Surabaya, I dont know if this true.

cheers
Im not sure for Yapto
but some of big mafia in Surabaya also "handle" from jakarta
we will cover this later
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 04:54 PM   #11
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

And it is said that Pasar Tanah Abang fired is caused by TW's man
When Tempo try to publish this issues their office being attacked by some punks

until this problem brought to the court
but the weird thing is TW win the case

Is the mafia already inside our judge court??
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 05:50 PM   #12
tata
there's no free lunch
 
tata's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: JAKARTA
Posts: 2,597
Likes (Received): 2

jadi inget film The Untouchable. Everyone is out of touch.... hmmmm....
__________________
JAKARTA Public Transportation:

Bus Rapid Transportation Database, BRT Part 1, BRT Part 2

Last edited by tata; October 10th, 2005 at 05:56 PM.
tata no está en línea  
Old October 10th, 2005, 06:14 PM   #13
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

but one of those big mafia also make i great impact to our forum
Blue_Sky no está en línea  
Old October 10th, 2005, 07:17 PM   #14
Fir3blaze
Fir3blaze
 
Join Date: Sep 2004
Location: Surabaya, Singapore
Posts: 899
Likes (Received): 4

Quote:
Originally Posted by Blue_Sky
but one of those big mafia also make i great impact to our forum
What you mean blue? Anyway, I think this mafia affair is very real, and this is the reality in many countries around the world (Indonesia is one of them, surely).
Fir3blaze no está en línea  
Old October 10th, 2005, 07:18 PM   #15
Ara
Registered User
 
Join Date: Sep 2004
Location: Djakarta
Posts: 651
Likes (Received): 0

Then you have the big mafia Pertamina.
__________________
Gue laper banget nih.
Ara no está en línea  
Old October 10th, 2005, 07:35 PM   #16
wS
admlnlstrator
 
Join Date: May 2005
Location: Jkt-Ams
Posts: 97
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by Fir3blaze
What you mean blue?
Probably the new pasar tanah abang building which we have it in our project and development section? (just a guess)
wS no está en línea  
Old October 11th, 2005, 12:38 PM   #17
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427


Not only that
This building also said that owned by one of the "Gang of Nine" atau "Nine Dragons", atau disebut
kelompok Sembilan Naga.

Blue_Sky no está en línea  
Old October 11th, 2005, 12:39 PM   #18
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Senin, 11 Oktober 2004 NASIONAL

Aksi Mahasiswa Minta Lokalisasi Ditutup

* Diadang Preman

PEKANBARU-Sekitar 300 orang terdiri atas mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Siak-Riau, meminta lokalisasi segera ditutup menjelang bulan Puasa. Ratusan preman yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Karya (IPK) mengadang aksi massa. Bentrok pun terjadi, dan satu unit bus mahasiswa dibakar.

Keributan itu terjadi Minggu (10/10) di lokalisasi 55 di Desa Sawit Permai Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, terpaut 100 km arah timur dari Pekanbaru. Massa yang terdiri atas mahasiswa dan komponen masyarakat tiba di lokalisasi terbesar di Siak pukul 12.30 WIB, atau berjarak 40 km dari ibu kota Kabupaten Siak, Siak Sri Indrapura.

Kelompok mahasiswa meminta pengelola lokalisasi untuk menutup tempat hiburan itu menjelang Puasa. Rupanya permohonan itu ditolak pengelola lokalisasi yang dibekingi IPK, sebuah organisasi yang berkiblat di Medan yang diketuai Olo Panggabean.

Ketua Pemuda Anshor Kabupaten Siak, Mohamad Zainal, mengatakan, saat utusan mahasiswa dan perwakilan IPK bernegosiasi, secara tiba-tiba kelompok IPK lainnya langsung membakar satu unit bus mahasiswa, sekitar pukul 14.30 WIB.

"Waktu itu massa kami sedang menunggu hasil negosiasi dengan Ketua IKP setempat. Tapi saat negosiasi dan massa kami lengah, kelompok IKP lainnya langsung membakar mobil kami," kata Zainal.

Akhirnya perkelahian tak terbendung lagi. Massa yang tidak membawa senjata apa pun terpaksa lari terbirit-birit. Sedangkan kelompok IPK sebelumnya telah mempersiapkan massa. Akibatnya, satu mahasiswa STIE Siak, Oki Saputra, luka bacok dan satu unit motor milik warga dibakar. Massa juga membakar sebuah barak di lokalisasi itu.

"Saat kami demo menuntut penutupan lokalisasi, tidak mendapat pengawalan dari pihak Polres Siak. Padahal, tiga hari yang lalu kami sudah memberitahukan secara resmi," ujar Zainal.

Tak Ada di Tempat

Masih menurut Zainal, diperkirakan terdapat sekitar 150 PSK yang mangkal di lokalisasi. Namun ketika mereka tiba di tempat pelacuran itu, tak satu pun PSK yang ada di tempat. Diperkirakan pihak pengelola lokalisasi itu telah mengetahui akan kehadiran kelompok mahasiswa.

"Lokalisasi itu telah dikosongkan. Yang ada di sana hanya ratusan anggota IKP yang menggunakan senjata tajam dan pistol. Ada lima anggota IPK yang mengacungkan pistol kepada massa," kata Zainal.

Anggota Polsek Dayun, Bribda Jonhedro, mengatakan, pihaknya cukup sulit mengamankan perkelahian itu, karena melibatkan ratusan orang.

"Anggota Polsek Dayun sangat terbatas. Kita sedang meminta bantuan dari Polres Siak. Karena sampai saat ini masih ada mahasiswa yang dikejar-kejar pihak pengelola lokalisasi," katanya. (dtc-58t)
Berita Utama | Ekonomi

http://www.suaramerdeka.com/harian/0410/11/nas16.htm

sapa yang gak lari kocar kacir kalo di hadang ama preman ber pistol
Blue_Sky no está en línea  
Old October 11th, 2005, 12:40 PM   #19
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

masih mengenai olo panggabean.

Bom Medan atau Bom Jakarta
Bandar Judi yang Beraksi
Reporter:Aulia Andri

Elit politik Jakarta bisa saja hendak membikin huru-hara di Medan. Namun perlawanan bandar judi Medan terhadap operasi anti-judi yang dilakukan polisi, juga menjadi faktor penting terjadinya ledakan bom di Medan. Mereka ingin unjuk diri, bahwa merekalah yang berkuasa di Medan.

Akibta teror bom sepekan terakhir ini, Medan makin panas. Tak heran gertakan ala Medan pun keluar dari berbagai pihak. Ikatan Pemuda Karya (IPK) yang dipimpin oleh Olo Panggabean, mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya siap mengamankan Medan. Olo juga menegaskan ribuan anggota IPK yang tersebar di seluruh Sumut diperintahkan siaga untuk mengantisipasi teror bom.

Namun pernyataan Ketua Umum IPK tak ditanggapi serius oleh masyarakat. Malah ada yang mengatakan bahwa pernyataan itu untuk mengalihkan perhatian, bahwa penutupan arena judi-lah yang menjadi sebab teror bom. Maklum, perseteruan polisi dengan Olo Panggabean yang mengelola beberapa tempat judi, sudah menjadi rahasia umum di Medan.

Polisi Medan memang sedang gencar melakukan operasi anti-judi. Tak terkecuali beberapa jenis judi seperti Hwa-Hwe, Toto Gelap (Togel) dan KIM, yang selama ini diback-up oleh Olo Panggabean. Nah, kegiatan polisi yang membrantas judi inilah yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai penyebab teror bom Medan.

Bahkan ada yang bilang, teror bom ini merupakan kelanjutan dari perisitiwa yang meletus di kampus Universitas HKP Nommensen (UHN) Medan tiga pekan silam. Perisitiwa yang menewaskan dua mahasiswa itu, bermula dari masalah sepele.Polisi menahan seorang mahasiswa UHN karena tertangkap tangan sedang mengedarkan kupon Hwa-Hwe.

Namun karena solidaritas, ratusan mahasiswa UHN kemudian turun kejalan. Bentrokan dengan aparat kepolisian tak terelakkan. Apalagi mahasiwa UHN kemudian menyandera dua anggota polisi dan meminta ditukar dengan mahasiswa UHN yang ditahan polisi. Akibat bentrokan mahasiswa versus polisi itu, dua orang mahasiswa tewas.

Karena kasus ini berlatarbelakang perjudian, maka munculnya isu bahwa aksi mahasiswa UHN itu ditunggangi oleh para bandar judi.

Pihak UHN sendiri membantah anggapan itu. Jeri L Tobing, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UHN membantah keras aksi rekan-rekannya ditunggani pihak lain. Apalagi oleh para bandar judi. "Aksi unjuk rasa itu cuma aksi solidaritas. Karena kami mendengar rekan kami ditangkap tak sesuai prosedur," katanya. Pihak IPK sendiri yang diduga dibelakang kasus UHN, bungkam seribu bahasa. Mereka memilih tak berkomentar kepada wartawan.

Belum selesai lagi kasus UHN dituntaskan Medan kembali diguncang. Kali ini dengan teror bom. Dua peristiwa yang terjadi hanya dalam hitungan tiga pekan itu, sekan membenarkan bahwa para bandar judi memang tengah bermain api di Medan.

Apalagi, hampir seluruh orang Medan mengetahui, Kapolda Sumut sekarang ini, Brigjen Sutanto, sudah lama menjadi musuh para bandar judi. Sebab sebelumnya, ketika ia menjadi perwira pertama dan bertugas di Medan, ia sangat aktif memberantas perjudian. Jadi, inilah saatnya bagi para bandar judi untuk menunjukkan dirinya, bahwa merekalah yang berkuasa di Medan.

Kapolda sendiri menegaskan, bahwa operasi anti-judi yang dilakukannya selain karena judi memang illegal, juga atas kehendak masyarkat. "Saya memang bertugas di Medan ketika menjadi perwira pertama. Dan kemudian dipindahtugaskan karena saya meberantas judi. Tetapi semua ini saya lakukan bukan karena dendam," tegasnya.

Sutanto cenderung melihat, peledakan bom di Medan merupakan kegiatan yang berkaitan dengan berbagai perisitiwa yang terjadi di daerah lain. Bila dilihat caranya membuat bom yang sudah profesional, pelakunya adalah sebuah kelompok terorganisir. Yang jelas, "Ada konspirasi sebuah kelompok yang ingin mengacau Medan," tegas Sutanto.

Sementara Kapoltabes Medan Letkol Hasyim Irianto menyatakan, bahwa operasi anti-judi di Medan emamng mendapat tantangan dari sekelompok orang. Kelompok ini sengaja mengembangkan imej jelek, seolah-olah kalau judi dibernatas, tindak kriminal di Medan meningkat. "Cara berpikir seperti itu yang ingin kita luruskan," katanya. (dik)

http://www.detik.com/lapsus/politik&...008/bom3.shtml
Blue_Sky no está en línea  
Old October 11th, 2005, 12:41 PM   #20
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

sekedar tambahn mengenai bang olo..
godfather medan ini juga sakti!
konon..
sebelum menjadi yang paling berkuasa di medan, dia membunuh penguasa medan terdahulu.
karena memang begitulah hukumnya..siapapun yang ingin menguasai suatu daerah, maka petingginya yang dihantam!

dan konon juga..
salah satu pantangan bang olo ini adalah, TIDAK BOLEH MENIKAH!!
oleh karena itu sampai saat ini bang olo belum menikah..(walau dimana mana ada selir dan anak angkatnya)

bang olo punya anak buah yang menguasai medan.
IPK (Ikatan Pemuda Karya) dan PP (Pemuda Pancasila) adalaha dua partai besar yang ada di medan.
daerah2 strategis di medan dikuasain sama anak2 IPK.
keduanya sering berantem dan saling culik menculik dan bunuh bunuhan.
polisi bagaimana?!
polisi mah malah seneng atuhh..
toh berantemnya kan demi mengurangi preman yang ada di medan
Blue_Sky no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 08:59 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu