|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#641 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Propinsi | Kamis, 17/06/2010 17:11 WIB
Telur Sumbar Banjiri Provinsi Tetangga Padang, (ANTARA) - Tingginya produksi telur di Sumbar, membuka peluang bagi pengusaha telur mengembangkan sayapnya ke provinsi tetangga untuk pemasaran. Saat ini, hampir 75 persen dari produksi telur Sumbar, membanjiri pasar-pasar di provinsi tetangga seperti Jambi, Bengkulu, dan Riau. "Produksi telur ayam Sumbar rata-rata 4,5 butir per hari dengan daerah produksi utama Kabupaten 50 Kota, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Padang Pariaman," kata ketua Persatuan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Cabang Sumbar, Isral, pada antara-sumbar.com, Kamis. Dari jumlah tersebut, kata dia, 3,3 juta butir diantaranya dijual keluar daerah. "Tingkat kebutuhan telur di Sumbar, hanya 25 persen dari jumlah produksi atau hanya 1,2 juta butir per hari," jelasnya. Hal tersebut sesuai dengan jumlah penduduk Sumbar, yang berjumlah 4,7 juta jiwa dan tidak mungkin semua produksi telur sumbar (4,5 juta) dikonsumsi setiap hari oleh penduduk Sumbar. "Mengenai harga telur untuk pasar luar daerah, harganya tidak jauh berbeda dari harga standar dari penjual," jelasnya. Untuk daerah Jambi dan Bengkulu penambahan biaya per butir adalah Rp30, untuk Pekanbaru penambahan biaya perbutir adalah Rp20 dan untuk wilayah Sumbar yang berada di pelosok, penambahan biaya per butirnya adalah Rp10.(ami) |
|
|
|
|
#642 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
2010-06-17 19:06:13
Gubernur Sumbar Prof. Marlis Rahman berikan Penghargaan LH Padang, Pemberian penghargaan ini diberikan pada acara peringatan puncak Hari Lingkungan Hidup se Dunia di Sumatera Barat oleh Plt. Gubernur Mahmuda Rivai,SH dalam satu upacara bendera di halaman kantor gubernur Kamis,(17/6) Piagam Penghargaan Gubernur Sumatera Barat terhadap Penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) pada : Kab.Pesisir Selatan : Terbaik I , Kota Padang � : Terbaik II, Kota Pariaman : Terbaik III Penghargaan Program Kinerja Perusahaan Lingkungan di Sumatera Barat diberikan kepada ; PT.Agrowiratama Kab.Pasaman Barat, bidang usaha Agroindustri, peringkat Hijau PT.Bakrie Pasaman Plantation Kab.Pasaman Barat, bidang usaha Agroindustri peringkat Hijau PT.AMP Plantation Kab.Agam, bidang usaha Agroindustri peringkat Hijau PT.Gersindo Minang Plantation Kab.Pasaman Barat, bidang usaha Agroindustri Peringkat Biru PTPN VI Kab.Pasaman Barat, bidang usaha Agroindustri, Peringkat Biru PT.Family Raya Kota Padang, bidang usaha Agroindustri, Peringkat Biru PT.Coca Cola Bottling Indonesia Kab.Padang Pariaman, bidang usaha Manufacturing, Peringkat Biru PT.Pelalu Raya Kab. Agam, bidang usaha Agroindustri, Peringkat Biru Minus PT.Mutiara Agam Kab.Agam, bidang usaha Agroindustri, Peringkat Biru Minus PT.Kencana Sawit Indonesia Kab.Solok Selatan, bidang usaha Agroindustri, Peringkat Biru Minus PT.Batang Hari Barisan Kota Padang, bidang usaha Agroindustri, Peringkat Biru Minus RSU Achmad Muchtar Kota Bukittinggi, Bidang Usaha Pelayanan Kesehatan Peringkat Biru Minus . Kemudian Penghargaan ADIWIYATA Tahun 2010 tentang penetapan sekolah ADIWIYATA Prov.Sumbar tanggal 10 Mei 2010. SDN 13 Batu Gadang Kota Padang SDN 10 Sei.Sapih Kota Padang SDN 13 IV Koto Aur Malintang Kab.Padang pariaman SDN 03 Alai Kota Padang SDN 05 Kab.Pasaman MTsN Model kota Padang SMPN 11 Kota Padang SMPN 16 Kota Padang SMKN 6 Kota Padang SMKN 3 Kota Payakumbuh SMAN 6 kota Padang SMAN 4 kota Padang |
|
|
|
|
#643 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Propinsi | Kamis, 17/06/2010 20:25 WIB
Investor Siap Berinvestasi Jagung di Sumbar Padang, (ANTARA) - Salah satu investor nasional siap berinvestasi untuk pertanian jagung di Sumbar dengan sistim kemitraan untuk mencukupi kebutuhan jagung untuk pakan ternak. "Kekurangan sumber pakan ternak yang berasal dari jagung, membuat para investor tertarik untuk berinvestasi," kata Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Edwardi kepada antara-sumbar.com, Kamis. Para invsertor siap untuk pemenuhan kebutuhan jagung Sumbar. Ini kata Edwardi, terbukti dengan siapnya para investor untuk menalangi seluruh biaya produksi, termasuk pembelian atau penyewaan lahan. Sistem kemitraan yang diajukan oleh investor tersebut menginginkan pembagian modal usaha 40 persen untuk investor dan 60 persen untuk petani jagung. Hingga sekarang, kata Edwardi komunikasi antara Dinas Peternakan dengan investor tersebut baik dan rencnanya penandatanganan MoU-nya akan dilaksanakan pada 16 Juli mendatang bertepatan dengan Live Stock Expo di Kabupaten 50 Kota. Menurutnya, untuk modal awal, investor siap menalangi untuk 100 - 200 hektar lahan, dan rencananya investor tersebut akan membuat kelompok untuk pengerjaan lahan pertanian untuk jagung. Rencana yang akan dilakukan oleh investor tersebut adalah setiap kelompok berangotakan 6 orang dan harus menggarap lahan seluas 6 hektar, praktek ini menurut Edwardi telah dilakukan oleh investor tersebut di Jawa dan hasilnya bagus dengan produksi 900 ton pertahunnya. (ami/wij) |
|
|
|
|
#644 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Kamis, 17/06/2010 17:22 WIB
TERIMA PENGHARGAAN ![]() PADANG, 17/6 - Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Sumbar Mahmuda Rivai (kanan) menyerahkan penghargaan penyusunan buku status lingkungan hidup tingkat Propinsi Sumbar kepada Sekda Rosman Efendi usai upacara dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup (HLH) di Halaman kantor Gubrnur Sumbar, Padang, Kamis (17/6). Sekda Rosman Efendi mengatakan, Kab.Pesisir Selatan sebelumnya juga telah menerima piagam penghargaan SLHD dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, menjadi yang terbaik dalam penyusunan buku SLHD tingkat nasional. FOTO ANTARA/Maril Gafur |
|
|
|
|
#645 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Sawahlunto | Kamis, 17/06/2010 16:17 WIB
Uda Uni Sawahlunto Ada Bazar Kuliner Multi Etnis dan Check-Up Gratis di Sawahlunto Husnal Hayati - Padang Today Ikatan Uda Uni menunjukkan kiprah nyatanya dalam memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat. Mereka tidak lagi hanya berkutat pada promosi wisata, tapi juga merasuk pada sisi kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan. Ini dibuktikan Ikatan Uda Uni Sawahlunto dengan menggelar kegiatan akbar seperti check-up kesehatan gratis, lomba menggambar dan mewarnai, senam massal, jalan sehat, serta hiburan pada 19-20 Juni mendatang. Menariknya, pada kegiatan ini juga diadakan bazar kuliner dan kerajinan daerah serta pameran hasil gambar anak-anak TK, SD Playgroup. Acara akan digelar di Kota Lama Sawahlunto, tepatnya di Lapangan Segitiga dan Gedung Kebudayaan. Ketua Penyelenggara Acara Irsyad Mirwas menyebutkan, pihaknya ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Sawahlunto, salah satunya melalui kegiatan ini. "Alhamdulillah, respons dari berbagai pihak sangat baik dan positif," ujar Irsyad yang juga Uda Sawahlunto. Kegiatan kali ini, muti aspek, mulai dari promosi makanan khas Sawahlunto yang multi etnis melalui bazar dengan melibatkan UKM dan UMKM serta industri rumah tangga, serta pengembangan bakat anak usia dini melalui kegiatan menggambar dan mewarnai.(*) |
|
|
|
|
#646 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
LANJUTAN PEMBANGUNAN WATERBOM MALIBOU ANAI.
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Pas Survey kesana (Pelaksana proyeknya temen) eskavator dan alat2 berat lainya baru datang.. Waterbom ini Planingnya memiliki 7 kolam renang dan sekarang baru 2 kolam yang selesai.. |
|
|
|
|
#647 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,117
Likes (Received): 0
|
![]() nick punya render/maketnya ngak, wahh..bakalan saingan nih ama mifan, secara lokasinya juga berdekatan dan suasana/landscape alam disekitarnya kondisinya hampir sama juga...hm..
|
|
|
|
|
#648 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,117
Likes (Received): 0
|
http://www.beritadaerah.com/news.php...b=column&page=
Program Paket Wisata Sumbar Masih Kalah Bersaing Kamis, 17 Juni 2010 (Berita Daerah - Sumatra) - Asosiasi Perusahaan Biro Perjalanan (Asita) Sumatera Barat mengungkapkan, program paket wisata Sumatera Barat (Sumbar) masih kalah bersaing dibandingkan dengan sejumlah daerah tujuan di Indonesia. "Program paket wisata Sumbar salah satu kendalanya harga yang masih tergolong tinggi dibandingkan yang ditawarkan Yogyakarta dan Jawa Barat," kata Sekretaris Asita Sumbar, Ian Hanafiah. Dia menyampaikan hal ini ketika diminta tanggapannya tentang persiapan biro perjalanan dalam menghadapi libur panjang sekolah pada 2010 yang dimulai sekitar pekan depan. Ian menjelaskan, apalagi sekarang untuk penginapan saja di Kota Padang dan Bukittinggi, pasca dilanda bencana alam pada 30 September 2009 masih tergolong tinggi. Kondisi ini, tentu bisa dipahami dengan kerugian yang dialami kalangan pengusaha perhotelan akibat gempa bumi tersebut. Jadi, katanya, pelaku pariwisata di Sumbar belum bisa memaksa program paket wisata untuk mengundang banyak wisatawan datang ke daerah itu. Kendati demikian, biro perjalanan yang tergabung dalam Asita Sumbar, jauh-jauh hari sudah mempersiapkan program kreasi bagi wisatawan. Selain itu, Asita terus menggecarkan promosi untuk meyakinkan kembali mitra yang ada di luar negeri agar kembali berkunjung ke Sumbar pasca di landa Sumbar. "Asita juga menetapkan destinasi baru untuk penginapan bagi wisatawan, takni Tanahdatar," katanya dan menambahkan, karena kunjungan wisatawan nusantara dan manca negara ke Padang masih sebagai tempat persinggahan sementara. Kota Padang, dimaksud sebagai persinggahan dalam artian pengunjung jika ingin pulang dan tiba di Sumbar, keliling ibukota provinsi terlebih dahulu, selanjutnya menuju ke Bukittinggi atau Tanah Datar. Meskipun ada pengunjung yang ingin menginap di Padang, katanya, tetapi melihat jumlahnya berkisar 20-30 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum gempa. Oleh karena itu, ada biro perjalanan yang ikut menawarkan kepada para mitra bisnisnya daerah tujuan di Indonesia, disamping terus mendorong wisman untuk datang ke Sumbar. "Pelaku pariwisata berbisnis, tentu tidak mau berdiam diri dengan kondisi Sumbar pasca gempa karena tidak bisa dipaksakan untuk cepat pulih. Makanya, biro pejalanan di Sumbar ikut menawarkan potensi wisata daerah lainnya," katanya. Menurut Ian, memasuki sembilan bulan Sumbar dilanda bencana alam yang menghebohkan, secara berlahan sudah mulai bangkit pelaku pariwisata. Hal itu, tentu dibuktikan mulai bermunculan lagi hotel-hetel bintang dua dengan model-model disain terkini yang mempunyai nilai tarik sendiri. Selain itu, hotel-hotel bintang empat yang terkena dampak gempa 2009 lalu, sudah kembali beroperasi, di antara Basko Hotel, Pengeran Beach dan lainnya. Kondisi ini, katanya, menunjukan Sumbar sudah kembali aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan karena infrastruktur sudah mulai diperbaiki. Hanya saja, sekarang bagaimana terus menginformasikan secara luas agar masyarakat di luar semakin tahu, bahwa sektor pariwisata Sumbar sudah pulih. "Kita berharap peran pemerintah daerah harus optimal untuk mempromosikan pariwisata Sumbar pasca dilanda bencana," katanya. |
|
|
|
|
#649 | |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Quote:
Kalau Maketnya nggak punya.. Tapi rendernya ada kemaren di direksiket, tapi lupa difoto. kalau ada waktu kesana lagi..
|
|
|
|
|
|
#650 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Nilai Produksi Ikan Tawar Rp2,6 Triliun Per Tahun
Kamis, 17 Juni 2010 (Berita Daerah - Sumatra) - Nilai produksi perikanan di perairan umum (air tawar) Indonesia mencapai Rp2,6 triliun per tahun, dengan luas areal produksi hanya 0,32 persen dibnading perikanan laut. "Nilai itu belum termasuk dari penjualan ikan hias air tawar seperti arwana dan botia," kata Guru Besar Ilmu Perikanan dari Fakultas Perikanan, Universitas Bung Hatta, Prof Dr Ir Hafrijal Syandri M.Si di Padang, Rabu. Menurut dia, nilai produksi perikanan air tawar itu mempunyai arti penting bagi peningkatan ekonomi masyarakat kecil terutama di pedesaan. Nilai ini juga memberikan kontribusi cukup besar bagi pendapatan asli daerah (PAD) di Indonesia meski luas perairan umum untuk perikanan hanya 0,32 persen dibanding perairan laut negara ini, tambahnya. Ia merinci, volume produksi ikan air tawar di perairan umum Indonesia saat ini mencapai 325 ribu ton per tahun dengan harga jual rata-rata Rp8.000 per kilogram. Dengan demikian nilai penjualan produk perikanan Indonesia dalam satu tahun mencapai Rp2,6 triliun, belum termasuk nilai penjualan ikan hias air tawar, tambah Hafrijal yang juga Rektor Universitas Bung Hatta itu. Menurut dia, karena dampak ekonomi yang cukup baik itu maka pemerintah dan pihak terkait diharapkan juga memberikan perhatian terhadap peningkatan usaha perikanan air tawar di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar) pasca gempa yang melanda daerah ini 30 September 2009. Seperti kegiatan usaha perikanan darat di Sumbar perlu mendapat perhatian dalam upaya pemulihan pasca gempa karena sektor ini mempunyai posisi strategis dalam perekonomian Sumbar. "Pemerintah daerah dan pihak terkait juga agar memberikan perhatian serius untuk pemulihan usaha perikanan darat Sumbar karena sektor ini ikut mengalami kerusakan besar dalam bencana itu," kata Hafrijal Syandri. Menurut dia, kondisi ekonomi nelayan dan petani ikan Sumbar termasuk usaha pembudidayaan ikan pasca gempa 30 September 2009 mengalami penurunan tingkat pendapatan dan ikut menambah pengangguran karena sektor ini juga terkena dampak bencana tersebut. Ia menyebutkan, perhatian pemerintah dengan perbaikan terhadap sektor ini diyakini akan menjadi satu upaya yang diharapkan memberikan kontribusi besar dalam pemulihan ekonomi Sumbar pasca gempa. Jika sektor perikanan cepat pulih maka dampaknya sangat besar terhadap pemulihan ekonomi Sumbar secara umum, tambahnya. Hafrijal menyebutkan sejumlah alasan optimis mengapa pemulihan sektor perikanan berdampak besar pada ekonomi Sumbar yakni semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia dan kesadaran akan pentingnya kualitas gizi akan menyebabkan permintaan produk perikanan juga naik dengan perkiraan lima persen per tahun. Terkait permintaan produk perikanan maka sektor perikanan tangkap yang saat ini kontribusinya 69 persen dibanding perikanan budidaya yang hanya 31 persen, akan mengalami perubahan kontribusi pada 2020 dimana kontribusi sektor perikanan budidaya terhadap produksi ikan dunia akan naik menjadi 48 persen. Selanjutnya, sektor perikanan merupakan industri padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja sehingga membuat distribusi pendapatan dan multi efeknya sangat luas. Sedangkan alasan lain yakni, pengembangan perikanan dapat membantu mengatasi persoalan revitalisasi fungsi ekonomi dan menciptakan distribusi kesejahteraan antarwilayah, tambahnya. Akan tetapi, menurut dia, secara empiris pembangunan sektor perikanan, termasuk perairan umum daratan sebagai penopang utama ekonomi nasional termasuk di Sumbar masih memerlukan perjuangan dan kerja keras tanpa henti dari semua pihak terkait. "Upaya pembangunan sektor ini dapat dimulai dari skala lokal untuk dilakukan proses pembelajaran bagi pembangunan di level atasnya," katanya. (mh/MH/ant) http://www.beritadaerah.com/news.php...b=column&page= |
|
|
|
|
#651 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,117
Likes (Received): 0
|
Klik link ini untuk panduan kunjungan anda ke Sawahlunto..
http://www.sawahlunto-heritage.com/a...f51fd0297e236d Barang -Barang Seni Sawahlunto Berbagai benda hasil kerajinan dari Sawahlunto dapat dijadikan cinderamata dan oleh-oleh . Bahkan wisatawan dapat melihat secara langsung proses pengerjaan helaian benang menjadi lembaran kain dikantong-kantong produksi tenun Silungkang terutama sekitar daerah kampung tenun di Silungkang. Selagi masih berada di Silungkang kenapa tidak sekaligus berkunjung ke sentra-sentra produksi dan penjualan berbagai hasil kerajinan ijuk dan rotan. Tidak hanya itu berbagai hasil kerajinan tangan dapat dijumpai disini. Bagi wisatawan pecinta keramik dan lidi hias, bisa didapatkan diberbagai tempat penjualan atau langsung ke pusat produksi sekitar daerah Talawi kota Sawahlunto. Kunjungan wisatawan akan lebih berkesan dan nyata kalau membawa pulang hasil kerajinan batubara. Batubara diolah menjadi berbagai bentuk dan bahkan dapat dipesan sesuai selera. enjoy.. ![]() ![]() ![]() ![]()
|
|
|
|
|
#652 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,117
Likes (Received): 0
|
Danau Singkarak
oleh Yudi Febrianda ![]()
|
|
|
|
|
#653 |
|
Rang Chaniago
Join Date: Feb 2009
Location: Ranah Minang - Global Traveller
Posts: 1,721
Likes (Received): 11
|
__________________
Seorang pecundang mengatakan bahwa bangsa Minangkabau adalah bangsa pemimpi yang suka berpangku tangan, tapi kami bangsa Minangkabau berkata, ya kami adalah pemimpi, pemimpi untuk jadi besar dan sukses, itulah sebabnya kami punya tradisi dimana setiap anak lelaki diakhir baligh-nya akan berjalan meninggalkan tanah kelahirannya mencari jati diri dan posisi di masyarakat dan pemerintahan, dan torehan mimpi mimpi bangsa Minangkabau itu bisa dilihat dari sejarah bangsa ini hingga sekarang.
|
|
|
|
|
#654 | |
|
Registered User
Join Date: Apr 2009
Location: Padang, Pariaman, Bukittinggi, Bandung, Denpasar, Jakarta
Posts: 131
Likes (Received): 3
|
Quote:
Dengan demikian, patutlah nama Sumbar diganti dari Negeri Seribu Surau menjadi Negeri Seribu Waterboom...
|
|
|
|
|
|
#655 |
|
Rang Chaniago
Join Date: Feb 2009
Location: Ranah Minang - Global Traveller
Posts: 1,721
Likes (Received): 11
|
kalau kata temen2 saya dikampung "angat angat cirit ayam..." kini rami rami buek waterboom, beko lah aniang surang se hehehehehe
__________________
Seorang pecundang mengatakan bahwa bangsa Minangkabau adalah bangsa pemimpi yang suka berpangku tangan, tapi kami bangsa Minangkabau berkata, ya kami adalah pemimpi, pemimpi untuk jadi besar dan sukses, itulah sebabnya kami punya tradisi dimana setiap anak lelaki diakhir baligh-nya akan berjalan meninggalkan tanah kelahirannya mencari jati diri dan posisi di masyarakat dan pemerintahan, dan torehan mimpi mimpi bangsa Minangkabau itu bisa dilihat dari sejarah bangsa ini hingga sekarang.
|
|
|
|
|
#656 | |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,117
Likes (Received): 0
|
Quote:
pantai2 di pariaman ngak kalah keren dan banyak juga pulau2 kecil yang ngak kalah eksotis yang ada di sekitar sana, seandainya potensi itu bisa dimaksimalkan akan menjadi salah satu alternatif baru untuk berpelesir ke sumbar...
|
|
|
|
|
|
#657 | |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Quote:
![]() ![]() Nampaknya Daerah Berlomba2 membangun waterboom.. tidak mencari ide baru.. sekarang aja pembangunan waterboom malibo anai, sering terhenti dan masih membutuhkan dana 30 milyar lebih untuk penyelesaiannya.. tahun ini aja anggarannya cuma 1 milyar untuk lanjutan pembangunan. mungkin butuh waktu puluhan tahun untuk bisa selesai .
|
|
|
|
|
|
#658 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Pengembangan Pariwisata Sumbar Butuh Sinergisitas
Jumat, 18 Juni 2010 (Berita Daerah - Sumatra) Asosiasi Perusahaan Biro Perjalanan Indonesia Sumatera Barat, menyarankan pengembangan sektor pariwisata daerah itu dibutuhkan sinergisitas antar kabupaten dan kota dengan melibatkan banyak pihak. "Bupati/Wali kota di Sumbar harus bersinergi dalam pengembangan pariwisata sehingga bisa lebih terfokus dan terarah," kata Sekretaris Asosiasi Perusahaa Biro Perjalanan (Asita) Sumbar, Ian Hanafiah di Padang, Jumat. Menurut dia, tanpa sinergisitas antar kepala daerah dan tidak serius melibatkan komponen pemerhati, akademisi dan jurnalis perkembangan pariwisata Sumbar akan terus melambat. Selama ini, komitmen kepala daerah sudah terlihat tetapi sinerginya belum terbangun secara kuat sehingga belum ada yang menjadi fokus dalam pengembangan obyek-obyek wisata daerah. Bahkan, wujud semangat komitmen bupati/wali kota di Sumbar dalam bentuk penandatangan nota kesepahaman (MoU) semasa awal kepemimpinan Gubernur Gawaman Fauzi (2005, red) waktu itu. Namun, dalam perjalanannya implementasinya tidak terlihat sinergi tersebut, dan masih tetap berdasarkan kemauan kepala daerah masing-masing. Salah satu buktinya, pembukaan jalan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM)-Padang Pariaman yang bagian arah pantai sulit terlaksana, karena yang akan berkembang dengan lancarnya akses tersebut Kota Pariaman dan bukan Kabupaten Padang Pariaman. Namun, karena wilayahnya Padang Pariaman sampai saat ini belum terlihat kemauan untuk memperbaiki akses jalan tersebut. Padahal, kalau kualitas jalan itu diperbaiki, dampak nyata kehadiran Bandara terhadap Pariaman akan dirasakan karena akan banyak dilintasi masyarakat. "Kita sangat menyayangkan kesepakatan yang dibuat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pihak-pihak yang mungkin berperan untuk mendukung pemerintah daerah mengembangkan pariwisata kurang dilibatkan," katanya. Jadi, upaya mengundang banyak orang untuk datang ke Sumbar tidak cukup mengandalkan promosi terhadap obyek-obyek wisata yang ada. Namun, obyek wisata yang sekarang harus dikelola dan dikemas secara baik sehingga ketika pengunjung datang ke Sumbar, betul-betul mendapatkan kesan yang menakjubkan. Justru itu, ke depan bupati/wali kota setelah pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) mesti fokus dan wujudkan komitmen terhadap pariwisata secara serius. Terkait, tak mungkin sektor pariwisata Sumbar akan berkembang baik dan menjadi sumber penopang ekonomi daerah, kalau komitmen pelaku kebijakan hanya sebagai ucapan atau kesepahaman, tapi eksennya tidak jelas. "Kita tidak pula mengharapkan para kepala daerah yang terpilih hasil Pemilu nanti mutlak paham dan mengerti pariwisata. Tapi, paling tidak ada tekad dan keseriusan untuk memajukan pariwisata ke depan,"katanya. Selain itu, punya keinginan merangkul semua pihak yang kompeten dalam pengembangan pariwisata (pemerhati, akademisi dan jurnalis) sehingga gagasan dan program yang akan dikembangkan bisa berjalan lebih baik. "Untuk mengembangkan pariwisata Sumbar harus duduk bersama semua pihak berkepentingan untuk membicarakannya, supaya mendapatkan konsep-konsep pengembangan yang tepat," katanya. Bahkan, bila kurang dalam design satu kawasan obyek wisata andalan yang menjadi sasaran pengembangan, bisa dicarikan konsultan dari luar yang sudah berpengalaman sehingga layak dijual. Sebab, sejumlah daerah di luar Sumbar pengembangan kawasan obyek wisatanya menggunakan jasa konsultan, di antaranya sudah terbukti di Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan sehingga perkembangan pariwisata cukup bagus. Pola yang sama, kata Ian, kenapa tidak bisa dilakukan untuk pengembangan kawasan obyek wisata andalan Sumbar, makanya sangat dibutuhkan sinergisitas para kepala daerah dengan semua pihak. Sebab, tidak mungkin dalam satu tahun dikerjakan beberapa obyek wisata andalan, tapi ada pilihan satu kawasan tetapi harus mendapat dukungan kabupaten/kota, termasuk patungan dananya. Kemudian pada tahun berikutnya, kata Ian, diarahkan lagi pada satu kawasan yang pola pengembangan dengan adanya partisipasi kabupaten/kota. "Kita optimistis kalau sinergi semua pihak dalam pengembangan pariwisata Sumbar, ke depan bisa lebih baik. Kondisi ini, tentu hendaknya menjadi kajian dan masukan bagi pemerintah daerah," katanya. (ras/ANT) |
|
|
|
|
#659 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Kab. Solok Selatan | Sabtu, 19/06/2010 14:27 WIB
Rutan Muara Labuh Layak Naik Tingkat Solok Selatan, (ANTARA) - Kepala cabang Rumah Tahanan Muara Labuh, Solok Selatan, Sumatera Barat, Jasrial mengatakan sudah selayaknya cabang Rutan Muara Labuh naik tingkat menjadi rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan. Dijelaskannya, ditinjau dari institusi penegak hukum di Solok Selatan sudah berdiri dua institusi penegak hukum, yakni Kepolisian Resor (Polres) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Aro. Selain itu, imbuhnya kapasitas cabang rutan sekarang sudah tidak memadai lagi. Saat ini jumlah penghuni cabang rutan sebanyak 42 orang -- narapidana 20 orang dan tahanan 22 orang -- sementara kapasitas 24 orang. "Kalau tidak menjadi lembaga pemasyarakatan (Lapas) bisa menjadi rumah tahanan (Rutan)," katanya kepada antara-sumbar.com, Sabtu (19/6). Peningkatan tingkat ini, imbuhnya, sudah diajukan ke Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Sumbar tahun lalu. Mengenai petugas, tambahnya, saat ini cabang rutan Muara Labuh sudah memiliki petugas sebanyak 16 orang -- dua petugas diperbantukan -- dan ditahun 2011 pihaknya akan mengajukan penambahan petugas sebanyak 11 orang. Disinggung mengenai perluasan area cabang rutan, jelasnya, jika dilakukan perluasan di lokasi sekarang tidaklah memungkinkan karena sekitar cabang rutan merupakan pemukiman penduduk. "Kalau bisa dipindahkan agar lebih luas lagi," ujarnya. Jasrial mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan lahan guna membangun rutan yang baru tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. "Kita harus memastikan adanya lahan dulu. Berkenaan anggaran, kita akan ajukan," sebutnya. Dengan sempitnya lokasi cabang rutan, katanya, pihaknya kesulitan memberikan pelatihan kepada warga binaan dalam bidang pertanian karena tidak memiliki lahan yang memadai. "Masyarakat Solsel lebih banyak beraktivitas sebagai petani. Dalam memberikan pelatihan kepada warga binaan, kita melihat potensi yang ada," katanya. Ditambahkannya, akhir 2009 lalu pihaknya dengan bekerja sama dengan Diskoperindag Solsel memberikan pelatihan kepada warga binaan cara membudidayakan jamur tiram. "Sudah sempat kita panen, tapi masih untuk dikonsumsi sendiri belum skala produksi," ungkapnya. (jno/tdy) |
|
|
|
|
#660 |
|
Minangkabau
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,245
Likes (Received): 3
|
Propinsi | Sabtu, 19/06/2010 21:28 WIB
12 Sekolah Sumbar Raih Adiwiyata 2010 Padang, (ANTARA) - Dua belas sekolah di Sumatera Barat ditetapkan pemerintah daerah setempat sebagai penerima penghargaan Adiwiyata 2010 karena dinilai cukup berhasil mendidik muridnya bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan sekeliling sekolah. Sekolah tersebut meliputi lima sekolah dasar negeri, satu madrasah tsanawiah (MTs) negeri, dua sekolah menengah pertama (SMP) negeri, dua sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri, dan dua sekolah menengah atas (SMA) negeri, kata Plt. Gubernur Sumbar, Mahmuda Rivai, di Padang, Sabtu. Mahmuda Rivai menyerahkan penghargaan Adiwiyata untuk tahun kelima itu kepada 12 sekolah tersebut pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 tingkat Sumbar. Dilihat dari asal daerah sekolah penerima penghargaan Adiwiyata, kata Plt. Gubernur, Kota Padang tercatat sebagai penerima penghargaan lingkungan terbanyak di Sumbar, yakni sembilan dari 12 sekolah. Ia lantas menyebutkan sekolahan tersebut, yakni SDN 13 Batu Gadang Padang, SDN 10 Sungai Sapih Padang, SDN 03 Alai Padang, MTsN Model Padang, SMPN 11 Padang, SMPN 16 Padang, SMKN 6 Padang, SMAN 6 Padang dan SMAN 4 Padang. Kemudian tiga dari daerah lain yang masing-masing menerima satu penghargaan sekolah Adiwiyata, yakni SDN 13 IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman, SDN 05 Kabupaten Pasaman, dan SMKN 3 Payakumbuh. Penghargaan Adiwiyata dianugerahkan kepada sekolah-sekolah yang dinilai telah berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, katanya. Penghargaan ini diberikan di tingkat nasional dan daerah oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat, praktisi pendidikan, dan pihak swasta. Ia menjelaskan penghargaan Adiwiyata diberikan dengan tujuan meningkatkan kesadaran para siswa terhadap lingkungan melalui lembaga pendidikan formal sejak SD hingga SLTA. Untuk ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata, kata dia, harus melalui proses seleksi didasarkan empat kriteria meliputi, pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan serta pengembangan kurikulum berbasis linkungan. Kemudian, kriteria pengembangan kegiatan berbasis partisipatif dan pengelolaan serta pengembangan sarana pendukung sekolah.(*/tdy) |
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|