|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#581 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Telkom Libatkan LAPAN Kembangkan Satelit Telkom-3
Jumat, 22 Januari 2010 ![]() Dirut Telkom, Rinaldi Firmansyah. Jakarta (ANTARA News) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menjalin kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di bidang pengembangan dan pemanfaatan teknologi satelit di tanah air. "Kerjasama antara lain dengan menyertakan personil Lapan pada pabrik satelit Telkom-3 di Rusia," kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, usai penandatangan kerjasama dengan Telkom-LAPAN dengan Kepala LAPAN Adi Sadewo Salatun, di Gedung Telkom, Jakarta, Jumat. Penandatangan nota kesepahaman juga disaksikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan Menristek Suharna Surapranata. Menurut Rinaldi, ruang lingkup kerjasama mencakup pemanfaatan data citra satelit yang disediakan LAPAN untuk perencanaan, operasional dan pemeliharaan, pemasaran. Sedangkan personil Telkom ikut dalam program pemanfaatan telemetry tracking and command (TT&C) milik LAPAN untuk operasi pengendalian Satelit Telkom-1, Telkom-2 dan Telkom-3. Telkom bersama dengan perusahaan satelit Rusia, Retshesnev, sejak 2008 sedang membangun satelit Telkom-3 dengan investasi 200 juta dolar AS. Satelit yang memuat 48 transponder tersebut akan diluncurkan pada tahun 2011. Menurut Rinaldi, dua tenaga ahli LAPAN, dan 5 orang dari Telkom itu akan bertolak pada 30 Junuari 2010 ke Zhekesnogosrk, Krasnoyarsky, Rusia, untuk jangka waktu selama 18 bulan. Keputusan Telkom mengikutsertakan LAPAN dan program internship Satelit Telkom-3, selain merupakan kontribusi Telkom dalam meningkatkan kemampuan nasional khususnya di bidang penguasaan teknologi satelit dan luar angkasa, sekaligus memberikan benefit. Sementara itu Menteri BUMN Mustafa Abubakar menambahkan, kerjasama Telkom dan LAPAN merupakan langkah BUMN telekomunikasi menghadapi persaingan di era perdagangan bebas. |
|
|
|
|
#582 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Belajar Satelit, Telkom dan Lapan Kirim 7 Orang ke Rusia
Jumat, 22 Januari 2010 ![]() Ilustrasi: Selain Satelit Twin Mitigasi Bencana yang akan diluncurkan pada 2011 dan Roket Pengorbit Satelit yang akan diluncurkan pada 2014, LAPAN juga tengah mengerjakan tahap feasibility study untuk membuat Satelit Pendidikan Ki Hajar Dewantara bersama-sama Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). JAKARTA, KOMPAS.com — PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sepakat mengirim tujuh pegawai mereka ke Zhelesnogorsk, Krasnoyarsky, Rusia, untuk mengikuti pelatihan mengenai satelit. Pelibatan tenaga kerja dari Lapan dimungkinkan oleh salah satu lingkup pekerjaan yang dicantumkan dalam kontrak pembelian satelit Telkom-3 antara PT Telkom dan Joint-Stock Company Academician MF Reshetnev ISS Russia. Pengiriman pegawai kedua perusahaan ini diawali dengan perjanjian kerja sama yang ditandatangani Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah dan Kepala Lapan Dr Adi Sadewo Salatun, Jumat (22/1/2010) di Jakarta. Turut menyaksikan penandatanganan itu Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan Menteri Ristek Suharna Surapranata. Mustafa mengapresiasi kerja sama itu. "Dana riset di Indonesia terbatas dan kerja periset seolah sendiri-sendiri. Saya mendukung kerja sama lebih luas antara lembaga seperti Lapan dan perusahaan seperti Telkom ini," kata Mustafa. Dia berharap hasil-hasil riset dapat diterapkan langsung di dunia kerja. Rinaldi mengatakan, untuk pelatihan selama 18 bulan, dibutuhkan dana Rp 2,7 miliar bagi tujuh pegawai, yang terdiri dari lima pegawai Telkom dan dua tenaga ahli dari Lapan. |
|
|
|
|
#583 |
|
Registered User
Join Date: Jun 2006
Location: Jakarta
Posts: 20,793
Likes (Received): 218
|
|
|
|
|
|
#584 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Indosat Angkat Orang Bulgaria Jadi Direktur Baru
Kamis, 28 Januari 2010 TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Indosat Tbk memutuskan untuk mengganti Direktur Komersil Kaizad Bomi Heerjee dengan Laszlo Imre Barta. Hal ini merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar di Kantor Pusat Indosat di Jakarta, dan dihadiri pemegang 92,36 persen dari total saham. Laszlo, yang berkebangsaan Bulgaria, sebelumnya menjabat Direktur Pemasaran Grameenphone Bangladesh dan merupakan wakil dari induk perusahaan Indosat, Q-Tel. "Laszlo membawa pengalaman yang bisa meningkatkan kinerja Indosat. Portofolionya di bidang seluler," ujar Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko. Soal target jumlah pelanggan seiriang perombakan ini, ia enggan menjelaskan secara rinci. "Kami menolak menyebut angka, tapi kami targetkan sesuai dengan pertumbuhan industri," ucap Harry. Saat ini Indosat memiliki 33,1 juta pelanggan. Adapun Laszlo yang dimintai komentarnya, tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan. "Saya baru efektif bekerja 1 Mei," tutur dia. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham juga memutuskan mengganti dua komisaris independen, yaitu Setyanto Prawira Santosa dan Michael Francis Latimer. Mereka diganti dengan Alexander Rusli dan Chris Kanter dengan masa jabatan hingga 2012. |
|
|
|
|
#585 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Kementerian Komunikasi Ngotot Asing Tak Boleh Bangun Menara
Kamis, 28 Januari 2010 TEMPO Interaktif, Jakarta - Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika tetap berkeras melarang pihak asing membangun menara telekomunikasi atau base transceiver station (BTS). Kontraktor dalam negeri dinilai mampu membangun menara semacam itu. "Kalau boleh kami memilih, pembangunan menara telekomunikasi tetap tertutup bagi asing," kata juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewabroto kepada Tempo, Kamis (28/1). Gatot mengatakan, ada tiga alasan pelaranagan tersebut. Pertama, kekuatan dalam negeri sangat memungkinkan untuk membangun menara telekomunikasi. Termasuk aspek material dan keuangan. Ia menjelaskan industri perbankan sudah mengakui proyek pembangunan BTS layak didukung. Sebab pembangunan satu menara hanya membutuhkan dana sekitar Rp 900 juta dan rasio pengembalian investasinya tergolong cepat. Kedua, keterlibatan asing dalam sektor telekomunikasi Indonesia dari hulu hingga hilir sudah cukup besar. Apa salahnya, kata Gatot, pembangunan menara diberikan kepada kontraktor dalam negeri. Terakhir, ia mengungkapkan alasan sensitifitas. Selama ini pembangunan menara di berbagai daerah mendapat penolakan masyarakat. "Tidak dibuka untuk asing saja sudah ribut apalagi kalau dibuka," ujarnya. Meski demikian ia tetap menghormati jika pemerintah memutuskan untuk membuka peluang bagi asing. Kementerian Komunikasi akan menyesuaikan peraturan-peraturannya dengan keputusan tersebut. Pemerintah berencana merevisi Peraturan Presiden Nomor 111 tentang Daftar Negatif Investasi. Kementerian Koordinator Perekonomian, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Kementerian Perdagangan menginginkan agar sektor telekomunikasi dihilangkan dari daftar itu sehingga pemodal asing bisa berinvestasi. Revisi itu bertentangan dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Telekomunikasi. Peraturan itu menyebutkan pihak asing dilarang untuk memiliki, membangun, dan mengelola menara telekomunikasi. Penyelenggara komunikasi yang sudah mendapat izin pun harus menyesuaikan dengan ketentuan itu. Pembangunan dan penggunaan menara hanya boleh dilakukan oleh perusahaan berbadan hukum Indonesia dan tak boleh ada kepemilikan asing. Ada pula peraturan bersama antara Kementerian Komunikasi, Dalam Negeri, Pekerjaan Umum, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal yang berlaku 30 Maret 2009. Peraturan ini juga menutup keterlibatan asing dalam pembangunan dan penggunaan BTS. Hingga saat ini, Gatot melanjutkan, pembahasan soal daftar negatif investasi masih berlanjut. Pembahasan terakhir dilakukan pada dua pekan lalu dan belum juga ada keputusan. "Masih akan dilanjutkan lagi pembahasannya," tuturnya. |
|
|
|
|
#586 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Global Teleshop Ubah Brand
Senin, 01 Februari 2010 TEMPO Interaktif, Jakarta - Global Teleshop tak lagi menjadi penjual satu merek ponsel. Kini retailer ponsel ini berubah brand dengan menjual beberapa merek ponsel. “Perubahan brand ini tak lain karena permintaan konsumen,” kata Presiden Direktur Global Teleshop Group Djatmiko Wardoyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (½). Saat ini perusahaan itu menjual empat brand ponsel di galerinya, yakni Nokia, Samsung, Blackberry dan LG. Semula retailer terkenal ini hanya menjual ponsel Nokia. Menurut Djatmiko, konsumen datang ke outlet-nya dan menanyakan merek ponsel lain. Permintaan ini cukup besar dan mendorong pihaknya menjual brand lain. Djatmiko menampik anggapan perubahan tersebut karena menurunnya penjualan salah satu brand di outletnya. Menurutnya pasar ponsel di Indonesia cukup besar. Berbagai jenis bran termasuk brand lokal tetap punya pasar sendiri. Hal inilah yang mendorong Global Teleshop berubah. Selain menambah target pendapatan hingga Rp 1 triliun tahun ini, Global Teleshop akan menambah outlet baru di berbagai kota hingga 60 outlet. Djatmiko juga berencana mengeluarkan ponsel merek sendiri pada bulan ini. |
|
|
|
|
#587 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Wimax Sudah Bisa Dinikmati?
Sabtu, 6 Februari 2010 ![]() BANDUNG, KOMPAS.com - Penggiat teknologi komunikasi dan pengguna jasa internet pada umumnya, tentu penasaran dengan kemunculan teknologi broadband wireless access Wimax. Nah, konon Wimax kini sudah mulai bisa digunakan secara terbatas. Teknologi Wimax bagi sebagian masyarakat mungkin sudah tidak lagi asing, karena sering disebut-sebut. Pemerintah dan industri saat ini masih sibuk membuat aturan main, termasuk pembagian kanal frekuensi. Meskipun belum resmi dioperasikan, bagi kalangan tertentu, Wimax sudah bisa dicicipi. Seperti diungkap pakar teknologi informasi Onno W Purbo dalam seminar tentang Wimax di Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung, Sabtu (6/2/2010). Anggota Orari (Organisasi Amatir Radio Indonesia) bisa menikmati teknologi komunikasi tercanggih ini. "Hari ini Wimax sudah dipakai, yaitu oleh operator. Juga, Orari. Anggota Orari boleh pakai kanal ini selama belum ada operator yang menggunakannya," tutur Onno. "Kalau operator kan harus bayar Rp 100 miliar ke pemerintah untuk operasikan Wimax. Nah, enaknya, di Orari cukup bayar Rp 50 ribu per tahun untuk keanggotaan saja. Siapa yang tertarik?" ucapnya membuat peserta yang mayoritas mahasiswa ini kian penasaran dengan keunggulan Wimax. Dalam kesempatan ini, panitia juga mengundang PT Hariff Daya Tunggal Engineering sebagai salah satu vendor Wimax di tanah air untuk melakukan demo cara kerja Wimax. Dalam demo ini, Hariff menjelaskan tahapan mulai dari pemasangan CPE (costumer premise equipm ent) yang berbentuk kotak putih ukuran sekitar 20 x 20 cm, melakukan setting konfigurasi Wimax dengan virtual LAN, hingga cara mengarahkan CPE ke base station. Namun, tidak seperti yang digadang-gadang sebelumnya bahwa bandwith Wimax ini bisa mencapai lebih dari 50 mega bit per second, menurut Onno, realisasinya mungkin hanya sepersepuluhnya. " Mungkin hanya sekitar 7 mbps. Karena, channel yang sudah dibatasi pemerintah itu harus dibagi-bagi lagi," tuturnya. |
|
|
|
|
#588 |
|
Enjoy di Joglosemar !
Join Date: Feb 2008
Location: bagian dari 1,145 juta penduduk Solo
Posts: 10,809
|
__________________
Quote : Garang-Garing. |
|
|
|
|
#589 |
|
manga lovers
Join Date: Aug 2008
Location: SOLO 3
Posts: 1,848
Likes (Received): 0
|
wah, dimana itu mas? desainnya lucu, tp klo dilihat ada rantai pemisahna, cuma jadi pajangan sajakah?
__________________
Melayani Dengan Sepenuh Hati
|
|
|
|
|
#590 |
|
Enjoy di Joglosemar !
Join Date: Feb 2008
Location: bagian dari 1,145 juta penduduk Solo
Posts: 10,809
|
|
|
|
|
|
#591 |
|
manga lovers
Join Date: Aug 2008
Location: SOLO 3
Posts: 1,848
Likes (Received): 0
|
lokasi dimana tuh?
__________________
Melayani Dengan Sepenuh Hati
|
|
|
|
|
#592 |
|
Registered User
Join Date: Oct 2005
Location: Onyourkneesia
Posts: 4,273
Likes (Received): 5
|
di Soekarno hatta ada..
__________________
"Nggak usah sinis, kalau nggak setuju diam saja. Apa sih yang sudah Anda lakukan buat negeri ini?" |
|
|
|
|
#593 |
|
Enjoy di Joglosemar !
Join Date: Feb 2008
Location: bagian dari 1,145 juta penduduk Solo
Posts: 10,809
|
betul sampeyan
|
|
|
|
|
#594 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Jakarta Utara Rekomendasikan 200 Titik Pembangunan Menara Bersama
Jum'at, 12 Februari 2010 TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akan mengkaji dan merekomendasikan sekitar 200 titik terkait rencana pembangunan menara telekomunikasi bersama kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Proses pengkajian hingga rekomendasi titik-titik rencana pembangunan menara di wilayah Jakarta Utara itu ditargetkan rampung pada tahun ini. "Setelah kami rekomendasikan, nanti pembangunan menara akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi melalui PT Jakarta Propertindo," kata Kepala Bagian Sarana dan Prasarana Kota Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara Heru Budi Hartono, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/2). Proses pengkajian dan rekomendasi titik ini akan diikuti dengan penertiban sejumlah menara yang izinnya habis serta tidak berizin. Penertiban akan dilakukan secara persuasif, yaitu dengan meminta pemilik menara membongkar sendiri bangunannya. Apalagi, Heru melanjutkan, dari 455 menara telekomunikasi legal di Jakarta Utara, rata-rata izinnya akan habis pada 2010-2011. "Sebab, kami sudah menghentikan pemberian izin pembangunan menara baru di Jakarta Utara sejak 2008," ujarnya. Selanjutnya, kata dia, operator telekomunikasi bisa menyewa menara tersebut melalui Pemerintah DKI Jakarta. "Setiap satu menara telekomunikasi bisa ditempati oleh tiga operator," katanya. |
|
|
|
|
#595 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Telkom Garap Proyek Kabel Laut Asia Tenggara-Jepang
Rabu, 17 Februari 2010 TEMPO Interaktif, Jakarta - PT. Telekomunikasi Indonesia International, salah satu anak perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, ikut menggarap proyek kabel laut Asia Tenggara-Jepang (South East Asia Japan Cable System/SJC). Wakil Presiden Komukasi Publik dan Pemasaran Telkom, Eddy Kurnia, mengatakan perjanjian kerjasama untuk bergabung dalam Konsorsium Pembangunan SJC ditandatangani di Honolulu Amerika Serikat pada 8 Januari 2010. Menurutnya, proyek ini merupakan langkah strategis mengantisipasi pertumbuhan permintaan bandwidth internasional yang sangat tinggi di tahun 2010 hingga tahun 2014. "Terutama demand TelkomGroup," kata Eddy dalam keterangan persnya kepada Tempo, Rabu (17/2). Kapasitas bandwidth SJC cukup besar, bahkan diklaim sebagai yang terbesar diantara kabel laut yang ada saat ini. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) SJC ini nantinya akan menghubungkan Singapura, Hong Kong, Jepang dan negara Asia lainnya. Sistem Kabel laut yang akan dibangun menggunakan teknologi SKKL terbaru The Newest Submarine Cable Technology dengan kemampuan menyalurkan 64 WL (wave length) pada setiap fiber pair dan 40 Gbps per WL sehingga kabel laut SJC akan memiliki design capacity 17 Terabyte per second (Tbps) yang dapat di-upgrade sampai dengan 23 Tbps. Direncanakan SJC akan dibangun oleh NEC dan Tyco yang sudah mempunyai reputasi di bidang konstruksi SKKL. Dengan menggunakan kontraktor yang berpengalaman dalam menyelesaikan pembangunan SKKL TelkomGroup diharapkan penyelesaian pembangunan tepat waktu dan kualitas SKKL yang dibangun dapat diandalkan. Selanjutnya, kata Eddy, SJC akan diintegrasikan dengan SKKL yang telah dimiliki TelkomGroup baik Domestik maupun Internasional. SKKL Domestik adalah Jasuka (Jawa-Sumatera-Kalimantan (darat & laut)), SUB (Surabaya-Ujung Pandang-Banjarmasin) dan Jaka2LaDeMa (Jawa-Kalimanatan-Sulawesi-Denpasar-Makasar), sedangkan SKKL Internasional adalah Asia America Gateway (AAG), Batam Singapore Cable System (BSCS), Thailand Indonesia Singapore Cable System (TIS) dan Dumai Melaka Cable System (DMCS). Dengan langkah ini maka Kapasitas Bandwidth SJC akan terhubung dengan infrastuktur domestik dan memenuhi kebutuhan bandwidth International pelanggan Indonesia. Anggota konsorsium kabel laut SJC saat ini 9 anggota dan kemungkinan akan bertambah menjadi 11 anggota dari berbagai negara, sehingga SJC akan mempunyai landing point di negara-negara yang memiliki posisi yang sangat strategis. Hal ini akan memperluas cakupan jaringan internasional TelkomGroup, yang pada gilirannya akan membuktikan komitmen TelkomGroup di tingkat global “The World in Your Hand” kepada pelanggan jasa TIME (Telecommunication, Internet, Media and Edutainment). Mulia P Tambunan, Direktur Utama TII menyatakan bahwa, “Kapasitas SJC yang besar diharapkan dapat menekan biaya bandwidth International sehingga biaya layanan internet juga akan semakin murah. Hal ini akan menjadi faktor pendorong bagi peningkatan penetrasi penggunaan broadband internet Indonesia, yang saat ini masih rendah.”. “Selanjutnya TII akan terus mengembangkan infrastruktur internasionalnya melalui rute-rute lainnya seperti ke arah barat (West Route) dan ke arah selatan (Australia). Termasuk pengembangan infrastruktur adalah penguatan landing point di Indonesia seperti Pontianak dan Manado. Dengan demikian, demand broadband yang makin meningkat dan beragam bagi pelanggan TelkomGroup maupun pelanggan Regional akan dapat terlayani”, demikian dikatakan Mulia P Tambunan. |
|
|
|
|
#596 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
BTS Tenaga Surya Terbukti Menjanjikan
Kamis, 18 Februari 2010 ![]() KOMPAS.com - Sumber energi pada Base Transceiver Station (BTS) rupanya tidak hanya dapat menggunakan sumber energi konvensional berupa listrik. Sulitnya mendapatkan pasokan listrik untuk pengoperasian BTS di daerah-daerah terpencil mendorong Telkomsel untuk mengembangkan penggunaan energi alternatif bagi BTS selain listrik. Baru-baru ini Telkomsel secara resmi mengoperasikan BTS dengan energi alternatif dengan sumber energi cahaya matahari yang didapatkan dengan penggunaan panel solar di Pulau Senayang, Kepulauan Riau. Pengoperasian ini merupakan BTS ke 132 dengan panel solar milik Telkomsel sekaligus sebagai yang terbanyak di Asia. GM Radion Operation Power System Telkomsel Iwan Chaerul mengatakan penggunaan panel solar sebagai sumber energi alternatif ini merupakan upaya untuk menjamin ketersediaan power supply yang dibutuhkan untuk pengoperasian BTS. "Terutama untuk daerah-daerah terpencil dimana ketersediaan listrik PLN masih sangat minim. Apalagi wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan dengan variasi kontur geografis yang berbedak-beda," kata Iwan Chaerul dalam konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (18/2/2010). Iwan menjelaskan penggunaan panel solar sebagai sumber energi BTS sangat memungkinkan dan cocok diterapkan pada pembangunan BTS di daerah-daerah dengan pasokan listrik minim. Panel solar diklaim mampu memasok energi listrik sebesar 0, 115 megawatt seperti yang terdapat pada BTS konvensional dengan sumber energi listrik atau pun genset berbahan bakar solar. "Hampir setara dengan 100 genset konvensional berkapasitas 20 kVA," tuturnya. Sumber energi matahari dengan panel solar ini, kata Iwan, mampu memasok energi BTS hingga tiga hari. Ini sudah termasuk dengan keperluan pengisian baterai cadangan yang dioperasikan pada malam hari ketika tidak ada cahaya matahari. "Panel solar yang kami gunakan luasnya 140 meter persegi. Ini mampu memenuhi kebutuhan listrik BTS sampai tiga hari. Lebih lama dibandingkan panel solar lainnya yang hanya bertahan 24 jam," kata dia. Biaya yang dikeluarkan untuk pengoperasian dan maintenance BTS berpanel solar ini pun, kata Iwan, jauh lebih murah dibanding BTS yang menggunakan genset. Operator hanya mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk pengadaan panel solar dan lahan yang agak luas pada awal pembangunan BTS. "Selanjutnya dalam pengoperasian kita tidak butuh biaya apapun selain maintenance," tuturnya. Sementara ini, ujarnya, penggunaan panel solar ini lebih tepat pada BTS di daerah-daerah terpencil. Sementara di kota besar, relatif kurang cocok karena biaya lahan yang tentu jauh lebih mahal berhubung panel solar membutuhkan lahan yang lebih luas. Mengenai investasi yang dikeluarkan Telkomsel untuk pembangunan sebanyak 132 BTS berpanel solar tersebut, Iwan mengatakan total dibutuhkan biaya sekitae Rp 60 hingga Rp 100 miliar. "Ke depan kita punya plan untuk 39 BTS panel solar lagi," ucapnya. Lebih lanjut mengenai konten bahan baku peralatan panel solar yang digunakan, kata Iwan, Telkomsel untuk sementara masih menggunakan panel solar keluaran Jepang dan AS seperti Energy dan Kyocera. "Ke depan tidak menutup kemungkinan kita pakai produk-produk lokal jika pengembangannya juga sudah semakin baik," tuntasnya. |
|
|
|
|
#597 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
BTS Ramah Lingkungan Telkomsel Terbanyak di Asia
Kamis, 18 Februari 2010 JAKARTA, KOMPAS.com - Telkomsel secara resmi telah mengoperasikan 132 Base Transceiver Station (BTS) yang ramah lingkungan (go green) dengan panel surya di seluruh Indonesia sekaligus menjadikan Telkomsel sebagai operator seluler dengan BTS ramah lingkungan terbanyak di Asia.. BTS ke-132 dipasang di Pulau Senayang, Kepulauan Riau. GM Radion Operation Power System Telkomsel Iwan Chaerul mengatakan penggunaan panel solar sebagai sumber energi alternatif ini merupakan upaya untuk menjamin ketersediaan power supply yang dibutuhkan untuk pengoperasian BTS. "Terutama untuk daerah-daerah terpencil dimana ketersediaan listrik PLN masih sangat minim. Apalagi wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan dengan variasi kontur geografis yang berbedak-beda," kata Iwan Chaerul dalam konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (18/2/2010). Sumber energi BTS yang umum digunakan selama ini memang masih bersumber dari ketersediaan listrik. Kondisi ini menjadi tidak memungkinkan pada BTS yang didirikan di daerah-daerah terpencil di Indonesia dimana ketersediaan listrik masih merupakan barang langka. Iwan menjelaskan BTS Go Green ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yakni Sumatra 33 BTS, Jawa 22 BTS, Bali dan Nusa Tenggara 23 BTS, Kalimantan 18 BTS, Sulawesi dan Maluku serta Papua 36 BTS. Mengenai energi yang dihasilkan dan digunakan, kata Iwan, BTS Panel Solar ini sudah sesuai dengan standar dalam industri telekomunikasi selular, yakni 0, 115 megawatt atau hampir setara dengan 100 genset konvensional berkapasitas 20 kVA. Ia menjamin BTS dengan panel solar ini sama kinerjanya dengan BTS konvensional yang masih menggunakan genset dan bahan bakar solar. "Utamanya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan energi alternatif secara total. Karena di sisi lain posisi sekrang energi kita itu ketersediaannya sangat kurang," tuturnya. Iwan mengatakan, program BTS go green dengan panel solar ini masih akan terus berkembang dan semakin banyak. Kedepannya, kata Iwan, Telkomsel akan membangun lagi 39 BTS berpanel solar. Ia mengklaim penggunaan panel solar selain sebagai energi alternatif, juga merupakan suatu penggunaan energi yang ramah lingkungan dan tidak berdampak polutif. Penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi tidak meninggalkan zat kimia berbahaya, suara bising, atau bau tidak sedap. "Pemanfaatan sumber energi alternatif ini juga sekaligus sebagai imbauan kepada pemerintah dan semua pihak untuk melakukan efisiensi listrik yang semakin langka," pungkasnya. |
|
|
|
|
#598 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Hadir di Bali, Nokia Solution Partner Pertama
Kamis, 18 Februari 2010 ![]() DENPASAR, KOMPAS.com - Nokia Solution Partner (NSP), layanan interaktif untuk memperkenalkan fitur-fitur telepon seluler pabrikan Nokia, mulai diperkenalkan di Denpasar, Bali, Kamis (18/2/2010). Bali menjadi tempat pertama di Indonesia dan kelima di dunia setelah dua outlet di Beijing (China) dan satu outlet masing-masing di New Delhi (India), dan Bangkok (Thailand). Manajer Nokia Solution Partner (NSP) Nokia Indonesia, Arie Kusnadi, menyatakan Bali sengaja dipilih sebagai tempat NSP pertama di Indonesia antara lain karena pengakses ponsel, termasuk Nokia, di Bali terdiri dari masyarakat lokal maupun nasional, hingga mancanegara. "Bali telah menjadi salah satu market produk Nokia terbesar setelah kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar. Di Bali-lah kemudian potensi pasar itu semakin besar dengan kehadiran turis mancanegara," kata Arie. Outlet NSP hadir secara khusus di Toko Ponsel Cellular World di Jl Teuku Umar, Denpasar. NSP di toko itu dilengkapi 25 live demo unit , enam unit komputer layar sentuh, yang dilengkapi dengan brosur dan tim pemasaran aneka produk Nokia. Diharapkan konsumen dapat lebih mengerti fitur-fitur aneka produk terbaru Nokia, seperti OVI Mail, Nokia Messaging, Nokia Life Tools, dan Nokia Maps. Eksplorasi fitur-fitur itu seperti diakui Arie, belum maksimal dilakukan konsumen maupun calon konsumen Nokia. Sales Manager Cellular World, Malika Jiwaji, menyatakan kehadiran NSP adalah bentuk apresiasi Nokia terhadap tokonya. "Toko kami rata-rata dikunjungi minimal 1.000 orang per hari. Jadi hubungan kerja sama ini saling menguntungkan sifatnya," kata Malika. |
|
|
|
|
#599 |
|
Enjoy di Joglosemar !
Join Date: Feb 2008
Location: bagian dari 1,145 juta penduduk Solo
Posts: 10,809
|
Selasa, 23/02/2010 17:17 WIB Telkom Gandeng 13 BUMN. Jakarta - PT Telekomunikasi Tbk (Telkom) melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dan kontrak dengan 13 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perjanjian tersebut meliputi bidang penyediaan layanan teknologi informasi, manajemen sistem informasi dan jasa konsultasi untuk ICT serta implementasi Sistem Tiket Terpadu Antar Moda (TITAM) online antar 4 BUMN yang bergerak di jasa transportasi. Penandatangan kerjasama tersebut dilakukan di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (23/2/2010). "Kerjasama sinergi antar BUMN ini dilakukan dengan berpegang pada prinsip collaboration, competitivenes dan compliance," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Bentuk kerjasama Telkom tersebut antara lain: Mou dan kontrak antara Telkom PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) dalam penyediaan WAN Jamsostek untuk seluruh kantor cabang serta penyediaan data center dan disaster recovery center untuk SIPT terpadu online Jamsostek. Kontrak antara Telkom dan Perum Bulog dalam penyediaan layanan jaringan sistem informasi logistik (SIL). Kontrak antara Telkom dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII dalam pengembangan layanan internet dan sewa transponder 7 Mhz. Mou antara Telkom dan PT Angkasa Pura I dalam pengembangan cyber airport. Mou antara Telkom dan PT Angkasa Pura II dalam pengembangan cyber airport. Mou antara Telkom dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam pengelolaan e-ticketing, call center, connectivity dan aplikasi. Mou antara Telkom dan Perum Damri dalam pengembangan sistem informasi, data center dan komunikasi data. Mou antara Telkom dan PT Pelni pengembangan sistem tiket terpadu antar moda online antara 3 BUMN transportasi lainnya. Mou antara Telkom dan PT Indonesia Ferry ASDP dalam rangka pengembangan sistem informasi, data center dan komunikasi data. Mou antara Telkom dan PTPN IV dalam pengembangan sistem informasi terpadu online. Mou antara Telkom dan PTPN V dalam layanan jasa pengembangan sistem informasi manajemen. Mou antara Telkom dan Perhutani dalam pengembangan sistem informasi manajemen Mou antara Telkom dan PT Indofarma Tbk dalam layanan jaringan komunikasi data dan internet serta layanan e-apotik.
__________________
Quote : Garang-Garing. |
|
|
|
|
#600 |
|
Valid User
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,828
Likes (Received): 2
|
Penetrasi Mobile Broadband Indonesia Capai 60 Persen
Jumat, 5 Maret 2010 | 16:46 WIB BANDUNG, KOMPAS.com - Survei yang digelar Ericsson pada tahun 2009 menunjukkan bahwa penetrasi teknologi mobile di Indonesia terus meningkat dari 2005-2009, dari 25 persen ke 60 persen. Berbeda dengan negara tetangga, Malaysia yang kencang pertumbuhannya di awal namun kemudian mengalami cooling down, pertumbuhan di Indonesia konsisten. Teknologi mobile broadband mampu mendongkrak keuntungan bisnis dan sektor pendidikan masyarakat. "Ini dia yang dimaksud teknologi berdampak pada faktor ekonomi," tutur Regional Manager Consumer Lab Market Unit South East Asia (MUSEA) Vishnu Singh dalam presentasinya di Media Workshop Ericsson dan Gathering di Hotel Sheraton Bandung, Jumat (5/3/2010). Vishnu menambahkan setiap 10 persen peningkatan mobile broadband menyebabkan pertumbuhan GDP sebesar 1 persen. Dengan demikian dapat terlihat bahwa teknologi mobile broadband membawa manfaat bagi peningkatan taraf kehidupan masyarakat, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Penetrasi teknologi mobile yang menyebabkan pertumbuhan share telekomunikasi membuat perekonomian masyarakat semakin bertumbuh. "Di sini terlihat sekali ICT sangat membantu dalam mendorong kemakmuran suatu bangsa, terutama di Indonesia," tambahnya. Vishnu sempat menayangkan testimoni sejumlah masyarakat yang diuntungkan dengan teknologi mobile broadband. Seorang pengusaha multilevel marketing mengaku keuntungannya meningkat berkali-kali lipat sedangkan seorang mahasiswi mengaku tak dapat hidup tanpa internet mobile di selulernya. Survei juga menunjukkan angka tinggi manfaat teknologi mobile broadband yang diperoleh oleh masyarakat. Sekitar 65 persen responden mengatakan teknologi mobile bermanfaat untuk menjaga hubungan dengan orang lain, 49 persen mengakui manfaatnya untuk berbisnis, 44 persen bermanfaat sebagai simbol kelas dan modernitas, 36 persen mengakui manfaatnya dalam mengubah batasan-batasan sosial. Menariknya, sekitar 36 persen pula menilai teknologi mobile bermanfaat sebagai pengurang rasa stres. Penetrasi Di Daerah Rural Survei ini juga mencatat bahwa penetrasi teknologi mobile broadband belum mencapai 50 persen di sebagian besar daerah rural. Misalnya di Sumatra Utara dan Banten, hanya tercatat 40 persen. Di Pulau Jawa, di Banten juga tercatat 40 persen, Jawa Barat 31 persen, Jawa Tengah 47 persen, dan Jawa Timur 46 persen. Sementara di Kaltim 37 persen dan Sulsel 48 persen. Angka penetrasi tertinggi tercatat di Riau, yaitu 77 persen. |
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|