daily menu » rate the banner | guess the city | one on one

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive


Closed Thread

 
Thread Tools Display Modes
Old April 30th, 2010, 12:13 PM   #621
atmada
Dandanggula
 
atmada's Avatar
 
Join Date: Jan 2008
Location: Solo-Banjarbaru
Posts: 4,571

Quote:
Originally Posted by gantengscool View Post
kota2 yg ada layanan Multispeed masih bertahap, proyeknya kan bertahap.

Klo suka download memang lebih murah paket time-based, ato lebih murah lagi menggunakan yg unlimited dg catatan pemakaiannya memang kontinyu.


iya..tapi saya realistis sih..hehe..gak mungkin saya 24H/7D dalam sebulan onlen terus...asumsi make internet sehari 4-5 jam, sebulan udah dihitung, cuma sekitar 300rb-an dapet 1Mbps..lebih dari cukup ..nah, ntar kalo emang jadi enterpreneur, 24jam bisa di rumah ngenet, baru pasang yang unlimited 645rb :ngarepmode:
__________________
No Pain, All Gain
atmada está en línea ahora  

Sponsored Links
 
Old May 5th, 2010, 01:07 PM   #622
Addictive
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 20
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by =NaNdA= View Post
Telkomsel ama XL emang ga akur kali ya...





( pic from kaskus.. )
dari taon jebod
Quote:
Originally Posted by tata View Post
kalo yg gue baca di salah satu milis, gbr in hasil dari PHOTOSHOP.
Salah satu dari billboard ini ada di Medan yg satu lagi tambahan...


Ayo orang Medan bisa konfirm?
bukan photoshop lah itu

Quote:
Originally Posted by =NaNdA= View Post
beneran koq kayanya
ni dari kaskus juga dia bilang foto sendiri

@ another angle



location :
seputaran Lapangan Merdeka Medan - Stasiun KA (jln Pulau penang) ke arah restoran ria
kalau yang dua ini aku yang foto dulu, pake fujipix 6900z yang masih pake memory smart media 128mb doang udah tak terpakai lagi itu kamera sekarang.

dapat dari kaskus kan? id addictive atau premankampoeng aku lupa
Addictive no está en línea  
Old May 6th, 2010, 06:51 AM   #623
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Microsoft Pilih Software Indonesia
Satu Komputer Dipakai 20 Siswa Bersamaan
Kamis, 6 Mei 2010

Perangkat lunak atau software pendidikan sains dan matematika dari PT Pesona Edukasi yang murni buah karya anak bangsa mampu menembus pasar global.

Bahkan, PT Pesona Edukasi terpilih menjadi satu dari sembilan partner tingkat dunia Microsoft untuk mengisi materi teknologi baru Microsoft dalam bidang pendidikan MultiPoint Mouse.

Academic Program Manager PT Microsoft Indonesia, Ananta Gondomo, di Jakarta, kemarin, mengatakan, konten pendidikan yang diciptakan PT Pesona Edukasi itu diunggah di situs web Microsoft sehingga bisa diakses secara global dan gratis.

Microsoft mengembangkan teknologi MultiPoint Mouse untuk mengatasi kesenjangan penggunaan teknologi informasi di dunia pendidikan. Menurut Ananta, di ruang kelas yang memiliki komputer atau PC yang terbatas, produk tersebut kini bisa digunakan secara bersama-sama oleh siswa. Hal ini juga sudah diuji coba dengan dipakai oleh 20 siswa secara bersamaan.

Teknologi Windows MultiPoint Mouse adalah rekayasa pemrograman komputer yang memungkinkan satu layar komputer dapat diakses sampai lebih dari 30 mouse sekaligus. Satu komputer dapat digunakan oleh 30 anak dalam satu kelas dengan masing-masing anak menggunakan mouse sendiri-sendiri untuk menjalankan aplikasi secara bersama-sama.

Manfaat dari penggunaan teknologi ini adalah memberi kesempatan anak untuk berkolaborasi dalam menjalankan satu program atau berkompetisi antara satu dan yang lain. Aplikasi dari PT Pesona Edukasi yang diberi nama Amazing Concert dapat diunduh secara gratis di http://www.microsoft.com/multipoint/.../showcase.aspx.

Hary Candra, Marketing Director PT Pesona Edukasi, menjelaskan bahwa PT Pesona Edukasi mengembangkan perangat lunak Amazing Concert, yakni sebuah aplikasi perangat lunak pendidikan untuk bermain musik bersama. Selain itu, ada juga DigiCarnival, yakni perangat lunak belajar Matematika dengan topik mengurutkan angka, dan Monkey Rescue untuk belajar bahasa dan pengetahuan umum yang dikemas seperti permainan Hangman.

Bambang Juwono, Managing Director PT Pesona Edukasi, berharap, melalui perangat lunak ini, anak-anak di seluruh dunia, termasuk anak-anak Indonesia, dapat menikmati kegembiraan dalam kebersamaan. Dengan begitu, melalui seni dan teknologi, anak-anak dapat belajar hidup bersama dan saling mencintai.

"Peluncuran perangat lunak bersama Microsoft ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu berkiprah dalam sektor pendidikan di dunia internasional sebagai negara pengembang perangat lunak pendidikan kelas dunia," kata Bambang.

Pada tahun ini, PT Pesona Edukasi yang menciptkan perangat lunak fisika, matematika, dan sains sejak tahun 2001 berhasil menembus pasar Eropa. Sekolah-sekolah di Belanda akan menggunakan perangat lunak anak bangsa.
Keberhasilan perangat lunak pendidikan Indonesia menembus mancanegara ini hadir sekitar lima tahun lalu. Perangat lunak tersebut sudah diekspor ke 23 negara.

Untuk lebih mengglobal dan menyediakan pilihan layanan yang terjangkau bagi siswa, guru, dan orangtua, PT Pesona Edukasi bekerja sama dengan Telkom untuk mengembangkan PE Online. Yang berminat bisa mengakses perangat lunak ini dengan membayar Rp 5.000 per topik per minggu di http://online.PesonaEdu.com. Bisa juga diperoleh di http://KontenEdukasi.com
Ocean One no está en línea  
Old May 23rd, 2010, 06:00 PM   #624
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Minggu, 23/05/2010
SK Telecom & Telkom garap konten digital

SEOUL (Bloomberg): SK Telcom Co, operator ponsel terbesar di Korea Selatan, berencana untuk berpatungan dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) guna menyediakan digital konten kepada para pelanggan perusahaan telepon di Asia Tenggara ini.

SK Telecom will own 49 percent of the venture, which will have capital of 100 billion rupiah ($11 million). Telkom, as Indonesia's biggest phone operator is known, will hold the rest, Seoul-based SK Telecom said in a statement today.

SK Telecom diperkirakan akan menguasai sebesar 49% dari usaha bersama tersebut, yang menelan modal senilai Rp100 miliar (US$11 juta). Sementara itu, sisanya akan dipegang oleh Telkom, yang dikenal sebagai operator telepon terbesar di Indonesia ini. Demikian penjelasan SK Telecom yang berbasis di Seoul ini, hari ini.

The companies plan to provide music, video clips and games to Telkom subscribers and expand service to other wireless and fixed-line operators, SK Telecom said. They also signed an agreement to cooperate on services to corporate customers in industries such as health care, automobiles and education.

SK Telecom menambahkan kedua belah pihak berencana untuk menyediakan musik, video klip, dan games kepada para pelanggan Telkom. Juga memperluas pelayanan kepada para operator selular dan telepon fixed-line.

Kedua perusahaan berbeda negara ini, juga telah menandatangani kesepakatan untuk bekerjasama dalam sejumlah pelayanan yang ditujukan agar para pelanggan agar dapat dengan mudah mengakses sejumlah industri seperti perawatan kesehatan, otomobil, dan pendidikan.
Ocean One no está en línea  
Old May 24th, 2010, 04:54 PM   #625
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,828
Likes (Received): 2

Telkom - Korea Telecom Garap Konten Digital

Senin, 24 Mei 2010 15:59 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | Dibaca 372 kali
Jakarta (ANTARA News) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan SK Telecom (Korea) membentuk, perusahaan patungan di bidang penyediaan konten digital dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar.

"Kerja sama ini sejalan dengan pengembangan bisnis Telkom, yaitu TIME (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment)," kata Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, dalam surat elektronik yang dikirimkan kepada ANTARA, di Jakarta, Senin.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di Korea Selatan, pada Kamis (20/5).

Menurut Rinaldi, anak perusahaan yang dibentuk tersebut, bergerak di bidang Digital Content Exchange Hub (DCEH) di Indonesia.

Rinaldi menjelaskan, Telkom melalui anak perusahaannya, Metra menguasai 51 persen, sedangkan sisanya atau 49 persen dikuasai SK Telecom. "Telkom akan mengambil peran dalam hal pemasaran lokal, penjualan, jaringan, penagihan dan bundling product," kata Rinaldi.

DCEH adalah jenis baru hub untuk mendistribusikan konten digital, seperti file musik, permainan dan klip video yang dapat diakses tidak hanya konsumen tetapi juga toko musik on-line dan operator telepon, baik yang berbasis kabel maupun selular.

DCEH diharapkan dapat menetapkan tren baru dalam menkonsumsi konten di kalangan pengguna Indonesia, karena menggunakan teknologi canggih dan fitur yang mudah digunakan pengguna.

"Saya berharap TELKOM dan SK Telecom, menjadikan DCEH sebagai momentum awal untuk membuka kerja sama dalam bentuk lain, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga seluruh wilayah Asia," ujar Rinaldi.

Adapun SK Telecom selain menyediakan keahlian manajemen yang solid dalam membangun platform bisnis DCEH juga akan menyediakan konten digital.

Rinaldi menambahkan, kerja sama ini juga untuk mewujudkan inisiatif bisnis Industry Productivity Enhancement (IPE) di Indonesia, yakni menyediakan solusi untuk Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia.

Sementara itu, Executive Vice President of SK Telecom's IPE Business Division, Dong-Seob Jee, mengatakan kerja sama ini diharapkan menjadi landasan lebih mengembangkan bisnis global IPE SK Telecom di luar Korea.

SK Telecom adalah perusahaan telekomunikasi terkemuka Korea dengan 25 juta pelanggan, yang menyumbang lebih dari 50 persen dari total pasar.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1984, SK Telecom adalah perusahaan yang pertama untuk memulai dan mengkomersialisasikan CDMA, CDMA 2001x, CDMA EV-DO dan jaringan HSDPA, dan saat ini menyediakan selular, internet nirkabel, mobile media, global layanan roaming dan banyak lagi.

Sedangkan Telkom menguasai lebih dari 100 juta pelanggan dengan layanan antara lain seluler, telepon tetap nirkabel (FWA), telepon tetap kabel, internet broadband, televisi berbayar.
(R017/B010)
tollfreak no está en línea  
Old May 27th, 2010, 10:32 AM   #626
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Bisnis Game Online di Indonesia Menjanjikan
Kamis, 27 Mei 2010

Jakarta (ANTARA News) - Direktur Teknik PT Megaxus Infotech, Nelson Pang, mengatakan bahwa usaha game online di dalam negeri sangat menjanjikan karena populasi Indonesia yang sangat besar yakni 230 juta orang.

Besarnya potensi pasar itu membuat Megaxus berusaha mencari alternatif baru dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat lebih lanjut, katanya dalam peluncuran produk baru online game "Grand Chase" di Jakarta, Rabu.

Menurut Nelson Pang, Megaxus saat ini mempunyai pengguna usaha sebanyak 3,5 juta dari total pengguna yang diperkirakan mencapai 30 juta orang.

Untuk meningkatkan jumlah pengguna online game Megaxus, maka perusahaan memunculkan game terbaru "Grand Chases untuk menarik para penggguna game tersebut, katanya.

Megaxus, lanjut dia, optimis akan dapat meraih para pengguna lebih banyak lagi.

Karena Game "Grand Chases ini merupakan permainan yang sangat mudah, simple dan unik, ucapnya.

Sementara itu , Direktur Pelaksana PT Megaxus Infotech, Eva Muliawati mengatakan, Megaxus pada tahun ini menargetkan dapat meningkatkan para pengguna yang semula hanya 3,5 juta meningkat menjadi enam juta pengguna.

"Kami optimis dapat meraih para pengguna sebesar enam juta pada tahun ini, karena pasar game online makin berkembang, " ucapnya.

Megaxus, menurut dia telah mengeluarkan empat jenis game onlie yaitu Audition Ayo Dande, War Pock, Linetek II dan Grand Chases.

Dengan diluncurkannya Grand Chases yang sebelumnya diterbitkan di Korea Selatan dan kemudian di Indonesia, maka diharapkan akan dapat meraih para penggunan lebih besar, katanya.

Eva Muliawati mengatakan, peluncuran produk online game terbaru, Grand Chases merupakan jawaban atas permintaan dan penantian para penikmat online game di Indonesia.

Online game yang dikembangkan oleh developer Korea dan sukses diterbitkan di beberapa negara di dunia diharapkan dapat memeriahkan ranah hiburan online di tanah air, katanya.

Ia mengatakan, untuk memeriahkan peluncuran grand chases ini, maka tim Grand Chases Indonesia mengadakan berbagai macam acara spesial antara lain, Sieghart The Gladiator, menguji pemain untuk mendapatkan karakter Sieghart, Battle to Champion, Pets Parade dan Shooping Festival 2010 di Surabaya.

Grand Chases adalah game online 2D side-scrolling real-time online action fighting pertama di dunia yang hadir di Indonesia dengan tampilan animasi yang keren, dan imut, katanya.
Ocean One no está en línea  
Old May 27th, 2010, 10:00 PM   #627
Don KingKong
Asean citizen
 
Don KingKong's Avatar
 
Join Date: Mar 2010
Location: Asean City
Posts: 362
Likes (Received): 5

Yahoo! acquires Indonesian firm Koprol

nternet major Yahoo! has acquired Indonesian mobile social networking company Koprol for an undisclosed amount.

Koprol allows people to share photos, reviews and access additional information about locations in real time through their mobile phones, Yahoo! said in a statement yesterday.

However, financial terms of the deal were not disclosed.
"Users are increasingly relying on mobile devices to communicate and access the Internet and they are looking for seamless integration between those devices and PCs. This is especially true in many emerging markets where we are introducing the Yahoo! brand to many new-to-Net users," Yahoo! Senior Vice President Asia Region Rose Tsou said.

Koprol helps people find local businesses, such as popular shops or restaurants, based on user ratings including a "thumbs-up" feature that elevates favoured places to the tops of the rankings.

In addition, users can also start or join discussions based on particular locations and invite friends to participate.

Besides, Yahoo! also unveiled a BlackBerry application for Koprol, with plans to launch other mobile applications for both local and global mobile platforms in the future.

Last week, Yahoo! had said that it would buy user-generated site Associated Content for in an effort to strengthen content creation.
__________________
Kota yang macet melahirkan generasi yang stress
Don KingKong no está en línea  
Old May 28th, 2010, 07:45 PM   #628
Don KingKong
Asean citizen
 
Don KingKong's Avatar
 
Join Date: Mar 2010
Location: Asean City
Posts: 362
Likes (Received): 5

What the Hell Is Going on in Indonesia?



From Silicon Valley to New York, from India to South Africa one question keeps popping up in the mind of Web and mobile Web entrepreneurs: What the hell is going on in Indonesia?

Having matured from its early 2000s Internet obsession with Friendster, it seems Indonesia has become something of a Web force, embracing everything from Facebook to Foursquare catching people off guard with some uncommon swarms. We wrote about an obscure Indonesian awards show taking over Twitter back in March, and on May 6, Indonesians flocking to see Iron Man 2 won their first Super Swarm badge on FourSquare—something US Web addicts usually only earn at large events like SXSW.

I’d like to say I hunted down some impressive Internet entrepreneurs during my current trip to Indonesia to ask them exactly what was going on here, but really they found me. (Just another sign of their Web savvy.) I had dinner with some of them in Jakarta last week, and they’re photographed above. They include (from left to right) Leontinus Alpha Edison of Tokopedia, an ecommerce platform; Eduardus Christmas of still-in-progress Evolitera; Rama Mamuaya, creator of the local blog DailySocial; Selina Limman of Urbanesia.com, a local review site; Satya Witoelar of Koprol.com, a location-based social network just acquired by Yahoo and Andrew Darwis of Kaskus, a forum and classifieds portal.

I grilled them on some basic questions to bring you a Web-in-Indonesia primer. But before we get to those, here’s what impressed me the most about this small-but-tightly-knit community: It’s incredibly collegial. Plenty of research has shown that the biggest reason Silicon Valley beat Boston as a venture capital and startup hot spot was because culturally it was open, trading employees, funding, mentorship and ideas among competitors. It’s not uncommon to see Web competitors in the Valley having dinner together and generally discussing business challenges, before they go back to the office for some late night coding to bury one another in the market.

This is something many emerging markets struggle with as they put up walls, try to enforce NDAs and are generally cagey about their ideas. But the Indonesian crew is so small that they’ve found each other—mostly via Twitter—and banded together, openly discussing challenges posed by uncertain waters of raising money and offers to get acquired.

Since Indonesia has had little hype, the community seems to have grown organically—like the early days of the Valley and very unlike Web communities in Israel, India and China. Friday night I had dinner with two leading companies Kaskus and Tokopedia—both essentially community sites that have elements of eBay and Craigslist. Edison of Tokopedia was talking about how many ideas they get from reading the forums on Kaskus. “Wait, do you guys consider yourselves direct competitors?” I asked. Both laughed and said yes, sort of, but Darwis explained, “The market is so small, we’re better off helping each other.”

This seems obvious if you’re in the Valley, but I can’t tell you how uncommon it is in most places I’ve been in the last few years. Well done, Jakarta. Don’t lose that—as Boston learned the hard way, it’s a formidable advantage.

Now, some answers to that title question, mostly courtesy of the entrepreneurs photographed

How Many Web Users Are in Indonesia?

Reports vary from 38 million users to 8% of thepopulation, which would equal more like 20 million. If the previous reports are true, that’s close to Internet usage totals in Brazil and India, far more hyped and targeted markets. But that’s just for accessing Internet over computers. Web mobile is huge and Blackberries are the default device. Data services and cheap and you can buy Blackberry data service by the day on prepaid phones, upping the accessibility even more. Access to Facebook and Twitter are advertised on mobile billboards around the country, which is why the audience seems even larger for these services—most people are only interacting with them on their Blackberries.

Why Is the Indonesian Web Swarmy?

Part of this is answered above—it’s a huge market that few players are explicitly targeting, even larger when you factor in the mobile Web. That means that as many people may be logging onto your site from Indonesia as from India or Brazil, but you have probably heard so much about Brazil and India being big emerging markets that the swell doesn’t catch you off guard. Few people know anything about Indonesia—let alone that it has 240 million people, almost as much as the US. So the swells can be surprising.

How Many Web Entrepreneurs Are in Indonesia?

This crew estimated between 300 and 1,000 in Jakarta. Mamuaya has personally written about more than 300, and upwards of 1,000 have attended different founder events. Unlike the Valley, most of the “startup people” are founders—most of these companies are still pretty small. (More on entrepreneurs outside Jakarta in a future post.)

Does Anyone Make Money on the Indonesian Web?

Most of them do not. There are two problems, they tell me. Indonesians do not want to pay for the Web, so founders are loathe to follow the Chinese model of amassing a large number of micro-payments to build a big company. “There is a big difference between one penny and free here,” Edison of Tokopedia says. So most are following the Valley playbook of build-and-monetize later. That may be a risky strategy: Encouraging the idea that the Web is free, rather than setting expectations from the beginning. But the reticence is also practical: Few people have credit cards and banks don’t have a universal payment system that ecommerce can exploit.

Advertising can actually be lucrative, even at this nascent stage. Part of that is because a lot of big brands are waking up to the Indonesia’s large, untapped market and there aren’t a lot of mass media platforms to advertise over. Kaskus makes $50,000 (US) a month in advertising, more than double what it takes to run the business every month.

Are There Traditional, Early-Stage VCs in Indonesia?

As far as I can tell, there is exactly one and it’s not a traditional firm. East Ventures—a Singapore-based angel fund set up by Batara Eto, the founder of mixi.jp, the Japanese social networking site and others. They’re not based here, but have spent time in Jakarta scouting deals and have recently funded Tokopedia and Urbanesia. (Mamuaya reports here that a few more firms are coming or at least considering the move.)

Is Anyone in the West Trying to Buy These Companies?

Again, as far as I can tell, there is exactly one suitor, although this one is more traditional: Yahoo. This insight was a lot newsier when I first drafted this post a few days ago. But Koprol aside, Yahoo has approached half-a-dozen small, up-and-coming Indonesian Web startups, this crew said. So far no other deals have been reached. But Yahoo clearly sees something here and likely isn’t done.

What is the Biggest Challenge Indonesian Web Entrepreneurs Face?

Surprisingly, no one I asked said capital or exits. The relative lack of big, lucrative coding jobs from the multinationals like Google, Yahoo and Microsoft and the lack of venture capital have kept developer wages and costs of building a startup incredibly low. No one seems to feel a real pain for venture capital, because none of these companies are started with an expectation of it. This makes Indonesia absolutely unique among the 11 or so countries I’ve visited in the last two years. Instead, the pain point is finding developers. In Indonesia, developers are considered an entry level position, not a lucrative career path. Most companies have to invest six months or so in training the talent they need, making scaling up a challenge.



Read more: http://techcrunch.com/2010/05/27/wha...#ixzz0pFNaSpeX
__________________
Kota yang macet melahirkan generasi yang stress
Don KingKong no está en línea  
Old June 11th, 2010, 05:13 PM   #629
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Telkom Satukan Layanan Internet, Televisi dan Telpon
Jum'at, 11 Juni 2010



TEMPO Interaktif, Jakarta - Telkom ambil ancang-ancang mengusung layanan all in one. Nantinya pelanggan dapat menelepon, mengakses Internet, serta menikmati TV berbayar, layanan interaksi, dan komunitas. Bulan lalu, iklan satu halaman di media nasional mereka pasang. Perusahaan ini menawarkan layanan Speedy, Yes TV, dan telepon dalam satu paket.

Langkah itu merupakan upaya untuk mempertahankan pasar. Maklum, First Media, perusahaan pesaingnya, lebih dulu meluncurkan paket Internet dan TV berbayar (pay TV). Indosat Mega Media juga tidak ketinggalan melalui jaringan kabel optik.

Direktur TI dan Konten PT Indonusa Telemedia Aris Hartoni menjelaskan, Telkom sedang melakukan konvergensi. Saat ini pelanggan TV berbayar dengan jaringan kabel kebanyakan korporasi. Pelanggan layanan bundling hanya 40 persen dari total pelanggan Yes TV, yakni 250 ribu. Sisanya pelanggan dengan layanan satelit.

Pelanggan tertarik kepada layanan kabel karena bisa mendapatkan bundling layanan akses internet dan televisi berbayar. Pada umumnya mereka lebih banyak memanfaatkan layanan televisi berbayarnya. "Ini kami ketahui dari komplain yang ada jika ada gangguan televisi," ujar Aris.

Fisrt Media juga memperbesar kemampuan. Pelanggan total First Media mencapai angka 285 ribu, 40 persen di antaranya pelanggan TV berbayar dan gabungan pelanggan Internet dan TV berbayar. Perusahaan ini menjanjikan layanan akses Internet dari pita lebar dengan kecepatan ganda hingga 1 megabit per detik (Mbps) dan 72 saluran TV lokal dan internasional.

"Untuk menggaet pelanggan baru yang membutuhkan akses Internet lebih cepat," kata Product Development Marketing First Media Dedy Handoko.

Untuk bersaing dengan layanan TV berbayar satelit, First Media mengandalkan kekuatan berbagi di empat televisi berbeda dalam satu rumah tangga. "Ini kekuatan kami, satu bisa untuk empat pesawat televisi," ujar Dedy.

Indosat Mega Media mengaku sebagai pemain kecil dalam bisnis ini. Mereka menawarkan paket akses Internet broadband. Head of Corporate Communication Adrian Prasanto mengakui bundling akses Internet sekaligus 50 saluran TV berbayar menjadi daya tarik bagi pelanggan. Meski begitu, pelanggan juga bisa memilih paket yang disediakan. Untuk bersaing dengan pemain TV kabel lain, IM2 mengandalkan layanan purnajualnya dan kapasitas tak terbatas. Sayangnya, IM2 belum berencana menambah saluran untuk TV berbayarnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) Arya Mahendra Sinulingga mengatakan pangsa pasar masih cukup besar. "Apalagi rumah tangga yang punya televisi baru 60 juta, daerah yang belum terjangkau juga sangat luas," ujar Arya.

Menurut Arya, saat ini layanan TV berbayar 85 persen melalui satelit dan sisanya via jaringan kabel. Masing-masing teknologi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Layanan dari satelit bisa menjangkau seluruh wilayah, tetapi sering terganggu oleh cuaca. Sedangkan layanan kabel, masih terbatas cakupan area karena harus menarik kabel lebih jauh. Memang kabel mempunyai kelebihan untuk data dan voice.

Jumlah pelanggan TV berbayar saat ini lebih dari 1,2 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Kendati pasar masih terbuka luas, industri ini juga mempunyai sejumlah kendala. Kebiasaan menonton televisi terestrial dengan gratis, infrastruktur, dan pembajakan masih menghantui industri ini.
Ocean One no está en línea  
Old June 15th, 2010, 05:27 PM   #630
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Bakrie Telecom Akui Jajaki Kerjasama dengan Telkom
Selasa, 15 Juni 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengakui pihaknya tengah melakukan penjajakan untuk melakukan kerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

"Bakrie Telecom melakukan pembicaraan dengan Telkom dalam rangka menjajaki kemungkinan kerja sama," kata Sekretaris Perusahaan Bakrie Telecom Harry Prabowo dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, hari ini Selasa (15/6).

Menurutnya, hingga kini pembicaraan antara kedua perusahaan masih berlangsung dan belum ada kesepakatan yang dapat dilaporkan sesuai dengan ketentuan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembega Keuangan serta Bursa Efek Indonesia mengenai keterbukaan informasi. "Kami senantiasa akan mentaati kewajiban keterbukaan kepada publik dan akan melakukannya segera setelah ada suatu peristiwa yang material," katanya.
Ocean One no está en línea  
Old June 20th, 2010, 08:04 AM   #631
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Indosat Siapkan Internet Protocol Generasi Baru
Jumat, 18 Juni 2010


Jakarta (ANTARA News) - Operator telekomunikasi Indosat menyatakan siap menerapkan Internet Protocol Versi 6 (IPv.6) yang merupakan IP generasi baru yang sedang dipersiapkan untuk menjadi inti dari teknologi internet masa depan.

"Saat ini, pengguna internet semakin bertambah, sehingga dibutuhkan teknologi terbaru untuk layanan yang lebih baik dengan berbagai keunggulan. Kami telah siap mendukung implementasi program IPV6," kata Group Head Satellite & Submarine Cable Indosat, Prastowo M Wibowo, di Jakarta, Jumat.

Prastowo menjelaskan, dengan infrastruktur berupa Satelit Palapa-D dan Sistem Kabel Laut Jakabare maka tidak sulit bagi pihaknya untuk menerapkan IPv6.

Sebelumnya, operator tersebut turut berpartisipasi di acara Indonesia Internet Provider v.6 Summit 2010 yang diselenggarakan di Bali pada 8-9 Juni 2010 .

Acara yang bertemakan "Mewujudkan Next Generation Internet melalui implementasi IPv.6 untuk Memberikan Akses Informasi kepada seluruh rakyat Indonesia" diprakarsai oleh Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII).

Internet Protocol (IP) Address adalah sistem pengalamatan jaringan yang merupakan bagian paling penting dari sebuah proses akses informasi dan komunikasi.

Sejak 1983 hingga saat ini sistem pengalamatan yang umum dipergunakan adalah IPv4 dengan kapasitas alamat sebesar kurang lebih 4,2 miliar.

Internet Assigned Numbers Authority (IANA), sebuah lembaga resmi internasional pengelola alamat IP merilis data bahwa jumlah alamat tersisa dari IPv.4 saat ini kurang lebih hanya 10 persen dari kapasitas awal atau sekitar 400 juta alamat saja.

Jumlah ini tidak memadai untuk mengantisipasi perkembangan pengguna internet saat ini yang amat luar biasa ditambah lagi dengan adanya perkembangan teknologi telekomunikasi masa datang yang berbasis IP.

"Melihat kondisi tersebut, IPv6 atau yang dikenal secara resmi sebagai IP Next Generation (IPng), dipersiapkan untuk menjadi inti dari teknologi internet masa depan. Berbagai kelebihan IPv6 dibandingkan dengan pendahulunya (IPv4) menjadikan teknologi ini layak diimplementasikan dan menjadi solusi kebutuhan internet ke depan," katanya.

Menurut dia, IPv.6 tidak sekadar menyediakan kapasitas pengalamatan yang triliunan kali lebih besar dari IPv.4, tetapi juga memiliki berbagai keunggulan lainnya seperti kemudahan konfigurasi, lebih mudah mengenali perangkat yang berdekatan sehingga proses integrasi ke jaringan menjadi lebih mudah dan efisien, kompatibel dengan teknologi 3G, HSPA, dan WIMAX.

Hal itu terutama dukungan terhadap fitur mobility, mendukung ad hoc networking yang memungkinkan banyak orang bertemu dalam jaringan data tanpa memerlukan aplikasi khusus, mendukung efisiensi penggunaan jaringan khususnya pada jaringan broadband serta mendukung fitur keamanan karena IP security pada IPv.6 adalah mandatory.
Ocean One no está en línea  
Old June 20th, 2010, 04:56 PM   #632
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Tri Luncurkan Paket Internet Paling Ekonomis
Minggu, 20 Juni 2010


TEMPO Interaktif, Jakarta - Pertarungan bisnis data di kalangan operator seluler makin panas. Operator seluler PT Hutchison CP Telecommunication atau biasa disebut 3 (baca: Tri) meluncurkan paket internet yang mereka klaim paling ekonomis, mulai Rp 25.000/bulan hingga Rp 99.000/bulan dengan kecepatan hingga 1,8 Mbps. Paket ini dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan Tri yang menggunakan jenis kartu Tri apapun.

"Penetrasi pengguna internet di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Namun demikian kami tetap optimis bahwa Internet di Indonesia akan tumbuh," ujar Suresh Reddy Chief Commercial Officer Tri.

Suresh berharap paket layanan internet baru itu akan membuat penetrasi internet di Indonesia semakin meningkat. "Layanan internet tidak lagi menjadi sesuatu yang mahal, di Tri dengan hanya Rp 25,000 pelanggan sudah dapat mengakses internet di mana saja."

Suresh menambahkan, Tri meluncurkan empat paket baru. Paket 1 Rp 25.000 dengan kuota 500 Mb per 30 hari. Paket 2 Rp 35.000 dengan kuota 1 GB per 30 hari. Sedangkan
Paket 3 Rp 50.000 dengan kuota 2 GB per 30 hari. Adapun Paket 4 Rp 99.000 dengan kuota 5 GB per 30 hari. Tarif tersebut belum termasuk PPN.

"Layanan ini dapat dimanfaatkan pelanggan Tri untuk akses mobile broadband dengan kecepatan hingga 1,8 Mbps. Pelanggan Tri tidak perlu mengganti kartu khusus karena kartu Tri yang digunakan pelanggan saat ini menunjang untuk mobile broadband." ungkap Suresh.

Dengan paket tersebut, pelanggan tetap dapat mengakses internet dengan kecepatan hingga 64 Kbps meski mereka sudah melebihi batas kuota, bahkan di saat pulsa pelanggan tidak mencukupi pada saat pelanggan melakukan registrasi, perpanjangan periode berlangganan dan penambahan kuota sesuai dengan paket yang diinginkan.

Tri membuat sistem penyesuaian kuota ini berlaku secara otomatis. Misalnya pelanggan memilih paket 50.000 namun pulsa yang tersedia memungkinkan untuk paket Rp 25.000, maka sistem Tri akan secara otomatis mendaftarkan nomor pelanggan untuk paket Rp 25.000. Tentunya hal ini tidak membuat pelanggan kehilangan koneksi karena sudah kelebihan kuota atau pulsa tidak mencukupi.

Untuk dapat kembali mendapatkan kuota dengan kecepatan normal, pelanggan cukup kirim FREE<SPASI>500MB ke 234 untuk paket 500MB,FREE<SPASI>1GB untuk paket 1GB,FREE<SPASI>2GB untuk Paket 2GB atau FREE<spasi>5GB untuk paket 5GB. Pulsa pelanggan akan terpotong sebesar paket yang dipilih, namun penambahan kuota tidak memperpanjang periode berlangganan melainkan hanya mengembalikan kecepatan menjadi normal kembali.

Cara menggunakan layanan ini sangat mudah Kirim SMS ke 234 dengan pesan MAU<spasi>500MB untuk paket 500MB, MAU<spasi>1GB untuk paket 1GB, MAU<spasi>2GB untuk paket 2GB MAU<spasi>5GB untuk paket 5GB. Gratis biaya SMS registrasi. Perpanjangan langganan akan dilakukan secara otomatis setiap bulannya.

Selain paket diatas, Tri juga mengeluarkan paket perdana yang sudah termasuk paket Internet sepuasnya selama 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan. Adapun harga masing-masing paket adalah Rp 99 ribu untuk paket 1 bulan, Rp 250 ribu untuk paket 3 bulan dan Rp 420 ribu untuk paket 6 bulan. Sebagai nilai tambah, Tri telah meluncurkan Paket Modem HSDPA yang dibundling dengan kartu Tri khusus data seharga Rp 680.000 (termasuk PPN). Harga ini sudah termasuk penggunaan internet tanpa batas selama 3 bulan.

Untuk mendukung layanan data maupun suara, Tri telah melakukan ekspansi jaringan dengan sangat agresif dimana ekspansi ini merupakan yang tercepat dari yang pernah ada. Saat ini, Tri didukung oleh teknologi 3G HSDPA di Jabodetabek dan Surabaya yang akan dikembangkan ke area lainnya, 3G di Bali dan teknologi EDGE atau 2,5G secara nasional, dengan kapasitas bandwidth yang masih tersedia baik untuk pelanggan lama maupun baru.

Selama tiga tahun beroperasi, Tri telah melayani 8,5 juta pelanggan (per akhir 2009) dan menjangkau wilayah-wilayah penting di 22 provinsi dan lebih dari 3000 kecamatan di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi. Jaringan Tri akan menjangkau Palangkaraya dalam waktu dekat.
Ocean One no está en línea  
Old June 20th, 2010, 05:17 PM   #633
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Minggu, 20/06/2010
8 Vendor lokal siap produksi mobile WiMax


JAKARTA (Bisnis.com): Delapan vendor lokal dinilai siap memproduksi perangkat WiMax berstandar 16.e yang populer dengan sebutan mobile WiMax dengan tingkat komponen dalam negeri tinggi.

Sumitro Roestam, Ketua Bidang Infrastruktur, Jasa dan Aplikasi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), mengatakan sebanyak delapan vendor lokal dinilai siap untuk memproduksi perangkat mobile WiMax.

“Delapan vendor lokal ini saya kira siap dengan tingkat komponen dalam negeri yang tinggi,” ujarnya kepada Bisnis.com hari ini.

Menurut dia, pemerintah perlu membuka jalan dan dukungan di teknologi yang memungkinkan upload data berkecepatan 50 megabit per second (mbps)dan download 100 mbps itu dengan mempertimbangkan kesiapan serta pengalaman vendor lokal.

Saat ini di standar mobile WiMax 16.e, sejumlah vendor lokal dan vendor asing sudah menjajaki kerja sama melalui program Matchmaking Facilitation Program yang digagas Intel.

Program yang semula menjaring 15 vendor itu, telah menghasilkan kerja sama antara lain vendor Korsel Seowon dengan PT Panggung Electronic dan vendor China Huawei dengan PT Darma Persada (Xirka).

Adapun sejumlah kerja sama lainnya saat ini dalam proses terutama untuk proses legal.

Perangkat vendor WiMax di 16.e tersebut, jelas Sumitro, akan dapat disinergikan dengan perangkat 16.d yang juga dikembangkan vendor lokal.

Sinergi tersebut mencakup pemanfaatan 16.d yang berdaya tinggi dan namun sensitif jangkauan yang akan dapat memperkuat backhaul antar base transceiver station (BTS) dari operator GSM dari satu titik ke titik lain.

Sementara itu, teknologi 16.e yang memungkinkan produksi perangkat dan terminal konsumen (consumer premise equipment) yang lebih kecil dan murah dapat lebih berperan sebagai penghubung ke konsumen atau lastmile.

Dari sisi kemampuan, WiMax 16.e dengan tambahan modulasi juga memiliki kemampuan membawa data berkecepatan tinggi setara dengan yang dibawa teknologi long term evolution (LTE).

“Ke depan, WiMax mempunyai roadmap ke 16.m yang setara LTE,” jelasnya.
Ocean One no está en línea  
Old June 21st, 2010, 03:19 PM   #634
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 2

Operator Telekomunikasi Adu Sinyal di Luar Jawa


KOMPAS.com - Menelepon menggunakan hand phone alias HP bukan cuma monopoli orang kota. Kini, ke pelosok mana pun di tanah air, Anda akan mendapatkan sinyal telepon dengan mudah.

Maklum saja, kini, operator telekomunikasi terus memperkuat jaringan mereka di daerah-daerah. Bukan cuma operator kawakan yang berpacu menyebar sinyal di daerah, operator baru juga tidak mau kalah.

Ambil contoh PT Natrindo Telepon Seluler yang memiliki brand Axis. Sebagai operator baru, Axis gencar memperluas jangkauan. Akhir Januari lalu, Axis mengumumkan telah memperluas layanannya secara komersial di wilayah Aceh dan Sumatera Selatan.

"Dengan perluasan layanan ini maka Axis mampu menyediakan akses bagi 65 persen dari total populasi di Indonesia," War Presiden Direktur Axis, Erik Aas. Jangkauan Axis di wilayah Sumatera Selatan sendiri meliputi Jambi, Bengkulu, Palembang, Bangka, Belitung dan Lampung.

Erik juga mengklaim, dengan perluasan tadi, Axis kini telah hadir di seluruh wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok. Dalam hitungan Axis, cakupan layanannya mencapai 400 kota.

Chief Marketing Officer Axis Johan Buse menambahkan, Axis masih gencar mengembangkan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas layanan. Caranya, mereka bekerja sama dengan operator GSM lain dengan mencantolkan transmisi di menara telekomunikasi yang mereka miliki.

"Saat ini 60 persen dari menara BTS yang kami gunakan adalah menara telekomunikasi bersama," ajar dia. Hasilnya Axis memiliki 4.200 jaringan BTS. Dalam setahun terakhir, rata-rata mereka telah membangun lebih dari 140 BTS saban bulan. Di luar Pulau Jawa, menyewa menara telekomunikasi jauh lebih hemat ketimbang membangun sendiri.

Meluncurkan satelit

Pemain lama tak agresif mempertahankan pelanggan sekaligus menggenjot pelanggan baru. Misalnya PT Indosat yang memilih membangun backbone dengan meluncurkan satelit Palapa D sejak Agustus 2009. Satelit itu memiliki kapasitas sebesar 40 transponder dengan jangkauan hingga seluruh Indonesia, bahkan luar negeri semisal negara ASEAN, Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Australia.

Head Corporate Communication Indosat Adita Irawati, bilang, untuk pelanggan di Pulau Jawa, Indosat ingin meningkatkan kapasitas layanan, sedangkan fokus di luar Jawa adalah meningkatkan cakupan. "Potensi pasar di luar Pulau Jawa masih besar. Karena demand sangat tinggi, ekspansi terbuka lebar," ajar Adita.

Indosat juga banyak menyewa menara telekomunikasi di luar Jawa untuk mengembangkan jangkauan layanan. PT XL Axiata Tbk. juga menyatakan mengalokasikan sebagian besar belanja modal alias yang sekitar 400-450 juta dollar AS untuk peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan. XL punya cara unik dalam meningkatkan layanan, yaitu berdasar fokus area, jumlah, dan mobilitas pelanggan.

Contohnya, saat Lebaran, mobilitas pelanggan bergeser ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saat itu, XL menyiapkan kapasitas jaringan di wilayah mudik itu. "XL juga memakai menara bersama untuk menghemat modal," kata Head of Corporate Communication XL, Febriati Nadira.

Telkomsel juga tetap mengedepankan pengembangan infrastruktur untuk menjaga pelanggan. Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno bilang, pada 2010, ia menyiapkan Rp 13 triliun untuk memperluas coverage serta peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan. Kini, Telkomsel punya 30.500 BTS. "Jangkauannya lebih dari 95 persen Indonesia," ujar Sarwoto.
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea  
Old June 22nd, 2010, 06:42 AM   #635
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Layanan 4G LTE Komersial Mulai 2012
Selasa, 22 Juni 2010


JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan mobile broadband dengan teknologi Long Term Evolution (LTE) direncanakan sudah bisa dikomersialkan di Indonesia mulai akhir 2012. Demikian dikatakan Menkominfo Tifatul Sembiring, Senin (21/6/2010) saat peresmian uji coba LTE oleh Telkomsel di Jakarta.

"LTE atau layanan telekomunikasi seluler generasi ke empat baru bisa diimplementasikan pada akhir tahun 2012," kata Tifatul.

Menurut Tifatul, butuh waktu panjang melalui serangkaian riset dan pengembangan untuk menentukan apakah suatu layanan teknologi dapat diadopsi atau tidak. "Dari sisi penggelaran layanan hingga aspek bisnis harus dilakukan secara paralel, sehingga hasil yang dicapai dapat maksimum," kata Tifatul.

LTE adalah suatu teknologi radio yang mampu menawarkan kapasitas dan kualitas kecepatan data hingga 172 Mbps. Telkomsel menjadi operator pertama sedang menggelar ujicoba LTE di Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno, mengatakan, ujicoba LTE penting dalam memasuki babak baru setelah dioperasikannya mobile broadband berbasis dual carrier HSPA+. Pada tahap awal, ujicoba teknologi berbasis seluler GSM ini, Telkomsel menggandeng tiga mitra penyedia jaringan yaitu Huawei, Ericsson, dan Nokia Siemens Network.

"Huawei ujicoba LTE di Jakarta, sedangkan Ericsson ujicoba dual carrier HSPA+ di Medan, dan Nokia Siemens Network di Denpasar," kata Sarwoto.

Ke depan, ia mengutarakan, seluruh mitra vendor Telkomsel Huawei, Ericsson, Nokia Siemens dan ZTE) akan menggelar ujicoba untuk LTE dan Dual Carrier HSPA+.

Untuk menggelar ujicoba LTE tersebut, Telkomsel melakukan kerjasama riset dengan perguruan tinggi, yaitu ITB, UI, dan IT Telkom. Hasil riset ini akan menjadi dasar implementasi LTE di jaringan Telkomsel.
Ocean One no está en línea  
Old June 22nd, 2010, 07:11 AM   #636
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Telkomsel Ujicoba 4G LTE di Tiga Kota
Senin, 21 Juni 2010


Jakarta (ANTARA News) - Operator seluler PT Telkomsel menggelar ujicoba mobile broadband teknologi Long Term Evolution (LTE), yang sering disebut sebagai generasi keempat (4G) seluler, serentak di tiga kota meliputi Medan, Jakarta, dan Denpasar.

"Kesiapan ujicoba LTE ini menguatkan komitmen Telkomsel memandu perkembangan industri seluler memasuki era baru layanan mobile broadband, kata Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno, di sela ujicoba LTE Telkomsel sekaligus peresmian pusat riset LTE Telkomsel, di Jakarta, Senin.

Ujicoba LTE itu diresmikan Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring, yang melakukan percakapan dengan pengguna telekomunikasi di Denpasar.

LTE adalah suatu teknologi radio yang mampu menawarkan kapasitas dan kualitas kecepatan data hingga 172 Mbps.

Sebagai tahap awal, ujicoba teknologi mobile broadband berbasis seluler GSM ini, Telkomsel menggandeng tiga penyedia jaringan, Huawei (Jakarta), Ericsson (Medan- dan Nokia Siemens Networks (Denpasar).

"Ke depan seluruh mitra Telkomsel akan menggelar ujicoba untuk LTE dan Dual Carrier HSPA+", kata Sarwoto.

Ujicoba LTE ini, Telkomsel menggunakan eksisting frekuensi DCS 1800 dengan bandwith 10 MHz.

Dalam ujicoba itu, Telkomsel melakukan kajian teknis maupun bisnis teknologi LTE, terutama kebutuhan sumber daya manusia, seperti alokasi frekuensi untuk menggelar LTE, kebutuhan investasi implementasi, serta pengemnangan LTE.

Kajian teknis untuk mendukung perkembangan LTE yang membutuhkan, bandwith besar, dengan kecepatan hingga 150 Mbps, dan 50 Mbps (uplink) untuk mendukung high definition streaming video, dan panggilan berbasis Internet.

Sementara itu, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Mats Otterstedt, mengatakan bahwa pertumbuhan penggunaan data bergerak di Indonesia tumbuh beberapa kali lipat setiap tahun.

Sedangkan, Head of Marketing III Departement PT ZTE Indonesia, Adithya Muluk, menuturkan bahwa hingga April 2010 ZTE Corporation telah mengimplementasikan lima jaringan komersial LTE dan lebih dari 40 ujicoba LTE dengan berbagai operator seluler di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Pasifik.
(T.R017/P003)
Ocean One no está en línea  
Old June 22nd, 2010, 07:17 AM   #637
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Telkomsel Terapkan Sistem Pengatur Lalu Lintas Internet
Selasa, 22 Juni 2010


Makassar (ANTARA News) - PT Telkomsel menerapkan sistem solusi ``quality of service`` untuk menentukan prioritas akses sehingga menjamin pelanggan memperoleh layanan internet meskipun jaringan sedang padat.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di Makassar, Selasa, mengatakan, sistem ini memungkinkan pelanggan internet yang menggunakan koneksi melalui piranti bergerak mendapatkan kepastian koneksi dan kestabilan kecepatan akses internet.

Inovasi ini dilakukan untuk memberikan kepastian kenyamanan layanan kepada para pelanggan prioritas, ujarnya.

Peningkatan penggunaan akses internet melalui piranti bergerak telah membuat peningkatan yang signifikan pada lalu lintas jaringan pada periode tertentu.

Jaringan internet ibarat jalan raya yang kerap mengalami masa-masa ramai dan sepi. Untuk itu, sangat penting mempertahankan kualitas layanan di periode manapun sesuai dengan penawaran paket akses jaringan yang dipilih.

Dengan fasilitas yang didukung sistem PCRF (Policy and Charging Rule Function) dan sistem integrasi dari Ericsson ini, pihaknya dapat melakukan pemisahan pelanggan ketika lalu lintas jaringan memasuki jam sibuk.

Sistem PCRF merupakan salah satu komponen dalam paket data seluler yang memungkinkan dilakukannya prioritas penggunaan trafik komunikasi data, sesuai dengan paket yang ditawarkan, untuk membagi secara proporsional sumber daya yang tersedia.

Prioritas yang berbeda dapat dialokasikan untuk segmen pengguna atau aplikasi yang berbeda dan dapat diterapkan secara dinamis, tergantung pada lalu lintas jaringan.

Penjadwalan yang dilakukan sistem ini juga memungkinkan operator untuk mengubah prioritas selama sesi data berjalan dan menjaga tingkat bit tertentu dalam sesi simultan pengunduhan dan pengunggahan data.

Dengan sistem ini, operator akan mampu mengelola lalu lintas jaringan dan memanfaatkan investasi jaringan, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan," katanya.
Ocean One no está en línea  
Old June 22nd, 2010, 07:25 AM   #638
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Indosat Raih Enam Juta Pelanggan Baru Semester I 2010
Selasa, 22 Juni 2010



Makassar (ANTARA News) - PT Indosat secara nasional meraih enam juta pelanggan baru pada semester pertama 2010 dari 33,1 juta pada akhir 2009 menjadi 39,1 juta pelanggan. Tujuh persen diantaranya merupakan pelanggan di wilayah timur Indonesia.

Pimpinan Wilayah PT Indosat Sulawesi, Maluku dan Papua Soejanto Prasetya di Makassar, Selasa, mengatakan, secara nasional pihaknya menargetkan penambahan pelanggan baru enam hingga delapan persen pada tahun ini.

Dari sisi produk, kartu mentari menempati urutan pertama jumlah pengguna terbanyak sebesar 46 persen, disusul kartu IM3.

Sementara dari sisi pemanfaatan layanan komunikasi, 70 persen pelanggan menggunakan layanan data, 30 persen lainnya adalah layanan panggilan telepon serta pengiriman pesan singkat.

Pimpinan Indosat cabang Makassar, Nanang Tri Suseno mengatakan, pertumbuhan pasar di wilayah timur, khususnya Makassar tidak lepas dari kepercayaan konsumen terhadap produk.

Pengguna kartu mentari, lanjutnya, memberikan kontribusi jumlah pelanggan sebesar 53 persen yang didominasi penggunaan layanan data.

Tahun ini, pihaknya di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua menargetkan pendapatan sebesar 112,7 persen dibanding tahun lalu.

"Kami berharap dengan pendekatan-pendekatan yang terus kami lakukan pelanggan baru bisa lebih mengenal kami dari mulut ke mulut," katanya.

Soejanto menambahkan, pihaknya tidak ingin tertinggal oleh kompetitor. ``Tentu saja kami harus kreatif dengan membangun keakraban bersama pelanggan kami," ujarnya.

Salah satu upaya pihaknya untuk membangun ikatan emosional dengan pelanggan adalah dengan menyelenggarakan turnamen golf antar pelanggan ``VIP`` di Lapangan Golf Baddoka, Makassar 24 Juni 2010.
Ocean One no está en línea  
Old June 22nd, 2010, 08:07 AM   #639
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Selasa, 22/06/2010
Penggunaan WiMax 16d dievaluasi pekan depan


JAKARTA (Bisnis.com): Regulator akan mengevaluasi implementasi penggunaan teknologi worldwide interoperability for microwave access (WiMax) 16d untuk layanan data pita lebar di Indonesia pekan depan, sebelum memberikan peluang bagi masuknya WiMax 16e.

Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), mengatakan pihaknya pekan lalu telah berkeliling ke vendor WiMax untuk pita 2,3 GHz versi d, yaitu TRG, Hariff, Xirca, dan LEN.

“Kami juga melihat kendala apa saja yang menyebabkan sampai saat ini belum ada perangkat maupun layanan komersial menggunakan perangkat teknologi 16d,” ujarnya, hari ini.

Dia mengatakan pihaknya juga melakukan pembicaraan dengan para pemenang lelang serta vendor untuk melihat laporan kemajuan implementasi tender broadband wireless access (BWA) 2,3 GHz yang diselenggarakan tahun lalu.

Pemerintah disinyalir lebih memilih mengembangkan teknologi LTE--yang merupakan evolusi dari teknologi yang ada saat ini sesuai roadmap GSMA, asosiasi industri GSM dan operator seluler internasional--daripada WiMax 16e.

Teknologi WiMax 16e tidak akan menjadi pilihan pemerintah selama teknologi 16d belum diimplementasikan dengan baik meskipun para pemenang tender dan beberapa vendor terus mendesak perangkat 16d diganti dengan 16e.

“Tender BWA di pita 2,3 GHz kan sejak awal dikatakan untuk perangkat 16d, bukan 16e,” ujar Menkominfo Tifatul Sembiring.

Nonot Harsono, anggota BRTI, menambahkan WiMax akan menjadi pelangkap untuk layanan Internet, dan hal ini akan mengalir secara alamiah selama aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) terpenuhi.

“Andai ada operator yang pakai WiMax, regulator tidak bisa melarangnya,” ujarnya.(er)
Ocean One no está en línea  
Old June 22nd, 2010, 01:11 PM   #640
yudibali2008
World Traveller
 
yudibali2008's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: INA
Posts: 20,283

Quote:
Originally Posted by Ocean One View Post
Telkom Satukan Layanan Internet, Televisi dan Telpon
Jum'at, 11 Juni 2010



TEMPO Interaktif, Jakarta - Telkom ambil ancang-ancang mengusung layanan all in one. Nantinya pelanggan dapat menelepon, mengakses Internet, serta menikmati TV berbayar, layanan interaksi, dan komunitas. Bulan lalu, iklan satu halaman di media nasional mereka pasang. Perusahaan ini menawarkan layanan Speedy, Yes TV, dan telepon dalam satu paket.

Langkah itu merupakan upaya untuk mempertahankan pasar. Maklum, First Media, perusahaan pesaingnya, lebih dulu meluncurkan paket Internet dan TV berbayar (pay TV). Indosat Mega Media juga tidak ketinggalan melalui jaringan kabel optik.

Direktur TI dan Konten PT Indonusa Telemedia Aris Hartoni menjelaskan, Telkom sedang melakukan konvergensi. Saat ini pelanggan TV berbayar dengan jaringan kabel kebanyakan korporasi. Pelanggan layanan bundling hanya 40 persen dari total pelanggan Yes TV, yakni 250 ribu. Sisanya pelanggan dengan layanan satelit.

Pelanggan tertarik kepada layanan kabel karena bisa mendapatkan bundling layanan akses internet dan televisi berbayar. Pada umumnya mereka lebih banyak memanfaatkan layanan televisi berbayarnya. "Ini kami ketahui dari komplain yang ada jika ada gangguan televisi," ujar Aris.

Fisrt Media juga memperbesar kemampuan. Pelanggan total First Media mencapai angka 285 ribu, 40 persen di antaranya pelanggan TV berbayar dan gabungan pelanggan Internet dan TV berbayar. Perusahaan ini menjanjikan layanan akses Internet dari pita lebar dengan kecepatan ganda hingga 1 megabit per detik (Mbps) dan 72 saluran TV lokal dan internasional.

"Untuk menggaet pelanggan baru yang membutuhkan akses Internet lebih cepat," kata Product Development Marketing First Media Dedy Handoko.

Untuk bersaing dengan layanan TV berbayar satelit, First Media mengandalkan kekuatan berbagi di empat televisi berbeda dalam satu rumah tangga. "Ini kekuatan kami, satu bisa untuk empat pesawat televisi," ujar Dedy.

Indosat Mega Media mengaku sebagai pemain kecil dalam bisnis ini. Mereka menawarkan paket akses Internet broadband. Head of Corporate Communication Adrian Prasanto mengakui bundling akses Internet sekaligus 50 saluran TV berbayar menjadi daya tarik bagi pelanggan. Meski begitu, pelanggan juga bisa memilih paket yang disediakan. Untuk bersaing dengan pemain TV kabel lain, IM2 mengandalkan layanan purnajualnya dan kapasitas tak terbatas. Sayangnya, IM2 belum berencana menambah saluran untuk TV berbayarnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) Arya Mahendra Sinulingga mengatakan pangsa pasar masih cukup besar. "Apalagi rumah tangga yang punya televisi baru 60 juta, daerah yang belum terjangkau juga sangat luas," ujar Arya.

Menurut Arya, saat ini layanan TV berbayar 85 persen melalui satelit dan sisanya via jaringan kabel. Masing-masing teknologi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Layanan dari satelit bisa menjangkau seluruh wilayah, tetapi sering terganggu oleh cuaca. Sedangkan layanan kabel, masih terbatas cakupan area karena harus menarik kabel lebih jauh. Memang kabel mempunyai kelebihan untuk data dan voice.

Jumlah pelanggan TV berbayar saat ini lebih dari 1,2 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Kendati pasar masih terbuka luas, industri ini juga mempunyai sejumlah kendala. Kebiasaan menonton televisi terestrial dengan gratis, infrastruktur, dan pembajakan masih menghantui industri ini.

sayang, diluar Jakarta(Jawa) pasti implimentasinya bakal lama, perlu 1 atau 2 tahun
yudibali2008 no está en línea  


Closed Thread

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 03:09 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2013, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.1.2 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2013 DragonByte Technologies Ltd.
vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2013 DragonByte Technologies Ltd. (Resources saved on this page: MySQL 15.38%)

SkyscraperCity - In Urbanity We Trust

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu