daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Airports and Aviation



Reply

 
Thread Tools
Old November 8th, 2012, 09:19 AM   #5221
mtsbjm1
^
 
mtsbjm1's Avatar
 
Join Date: Jul 2012
Location: Banjarmasin, IDN · Thousand Rivers city!
Posts: 6,139

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Sumber masalah layanan bandara-bandara di Indonesia; TNI kog berbisnis....
emang aneh TNI malah nge-bisnis di layanan bandara dan sangat banyak Pangkalan Udara AU yg bersebelahan dengan Bandara Komersial .

mtsbjm1 no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old November 8th, 2012, 10:11 AM   #5222
onosqaciw
Registered User
 
onosqaciw's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,317
Likes (Received): 92

bukannya malah banyak bandara aslinya adalah dari militer ?
onosqaciw no está en línea   Reply With Quote
Old November 8th, 2012, 10:45 AM   #5223
kensama
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 706
Likes (Received): 166

Quote:
Originally Posted by onosqaciw View Post
bukannya malah banyak bandara aslinya adalah dari militer ?
Setau saya juga begitu. Kebanyakan bandara-bandara besar memang milik TNI, AP cuma numpang. Beberapa memang punya AP atau Kemenhub seperti Kuala Namu dan Soekarno Hatta. Sementara Rata2 bandara besar umumnya adalah milik TNI AU seperti Polonia, Halim, Makassar, etc. pengecualian Juanda yg punya AL. CMIIW
kensama no está en línea   Reply With Quote
Old November 8th, 2012, 11:35 AM   #5224
Tawon
Registered User
 
Join Date: Jul 2011
Location: Balige, Siantar, Washington
Posts: 578
Likes (Received): 89

Polonia saya kira bandara yang paling tua di Indonesia, sejak tahun 1920-an, dibangun oleh pemerintah sipil Belanda untuk penerbangan sipil. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah sipil Indonesia mengambil alih untuk diteruskan fungsinya sebagai bandara sipil. Kapan Polonia dirampas militer ? Kalaupun memang pernah dirampas TNI(saya tidak tahu), itukan tidak boleh dianggap legitimate/sah.
Tawon no está en línea   Reply With Quote
Old November 8th, 2012, 11:39 AM   #5225
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,446
Likes (Received): 5559


yup yg bangun Polonia bukan militer ttp klo gk salah dari bangsa Polandia, makanya nama bandaranya menjadi "Polonia"
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 01:08 AM   #5226
opang
Flying Away
 
opang's Avatar
 
Join Date: Dec 2008
Posts: 117
Likes (Received): 12

From Wikipedia:

Quote:
Pada tahun 1975, berdasarkan keputusan bersama Departemen Pertahanan dan Keamanan, Departemen Perhubungan dan Departemen Keuangan, pengelolaan pelabuhan udara Polonia menjadi hak pengelolaan bersama antara Pangkalan Udara AURI dan Pelabuhan Udara Sipil. Dan mulai 1985 berdasarkan Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 1985, pengelolaan pelabuhan udara Polonia diserahkan kepada Perum Angkasa Pura yang selanjutnya mulai 1 Januari 1994 menjadi PT. Angkasa Pura II (Persero).
Pada kenyataannya, penyerahan pengelolaan kepada AP II tidak serta merta menghilangkan eksistensi TNI AU di bandara tersebut. Hal ini suatu hal yang lumrah terjadi di BUMN, apalagi jaman dahulu dimana petinggi-petinggi BUMN mayoritas berasal dari institusi TNI. Jadi keberpihakan kepada TNI tersebut masih cukup besar, hal ini terbukti dari TNI yang ikut "curi-curi" kesempatan dalam bidang pelayanan jasa bandara. Di BUMN lain mereka juga begitu kok, jadi klo Dahlan Iskan ngomong BUMN sapi perah DPR, maap aja, kurang banyak, BUMN juga sapi perah institusi-institusi pemerintah lainnya.

Lihat saja Bandara Juanda yang sudah segede gaban (nomor 2 terbesar se-Indonesia bukan? CMIIW), TAXI Blue Bird tidak boleh mangkal untuk menyelamatkan bisnis taxi olahan either AP-TNI. Namun untungnya, harga yang ditetapkan masih rasional dan di plot berdasarkan RING tujuan. Dulu Soetta juga begitu, namun saya lupa siapa yang protes, namun Soetta dituntut karna telah melakukan persaingan usaha tidak sehat dengan melakukan monopoli jasa transportasi bandara. Beda halnya dengan Medan, taxi bandara ngeplot harga seenak jidat! Bayangkan rute Polonia-Unimed di patok 120 ribu sementara dengan Blue Bird paling banter kena 40ribu (3x lipat). Tapi ya itu, naiknya harus jalan dulu ke Petronas, kebayang ga kalo bawa koper gede Anehnya, kenapa bandara-bandara yang lain ini masih bertahan dan tidak dituntut melakukan monopoli? Apakah karna masih ada unsur TNI nya? Only heaven knows

Dengan berdirinya KNIA, harapan saya warga Medan mendapatkan diversivikasi jasa layanan bandara yang lebih fair dan ekonomis. Saya tidak berharap taxi bandara ditutup, tapi supaya mereka diajarkan bagaimana bersaing secara sehat dan benar.
__________________
Pax vobis.
opang no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 07:08 AM   #5227
kensama
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 706
Likes (Received): 166

Quote:
Originally Posted by Tawon View Post
Polonia saya kira bandara yang paling tua di Indonesia, sejak tahun 1920-an, dibangun oleh pemerintah sipil Belanda untuk penerbangan sipil. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah sipil Indonesia mengambil alih untuk diteruskan fungsinya sebagai bandara sipil. Kapan Polonia dirampas militer ? Kalaupun memang pernah dirampas TNI(saya tidak tahu), itukan tidak boleh dianggap legitimate/sah.
Chill out bro saya juga bisa salah. ini kan forum diskusi dan berbagi informasi
bukan masalah dirampas atau siapa yg ngebangun. tapi saat transfer kekuasaan dari Belanda,kalo tidak salah lapangan terbang yg ada hak pengelolaannya (jd bukan hak milik, komen sy sebelumnya salah disitu) diserahkan ke TNI. karena pada saat itu belum byk penerbangan sipil, lapangan terbang lebih banyak digunakan oleh AU. Mohon dikoreksi bila salah.
Nah bicara saat ini, sy juga kurang tahu bandara mana yg masih dalam pengelolaan TNI, mana yang udah sepenuhnya dikelola AP, mana yg dikelola Dishub, mana yg dikelola Pemda, dan mana yg dikelola bersama. Contoh bandara Polonia sendiri di post Opang baru dialihkan pengelolaanya ke AP pada tahun 1985.

Saya setuju pendapat Opang seharusnya TNI gk boleh berbisnis,termasuk di bandara. Tapi kalo menurut saya unsur TNI gk bisa dilepaskan dari pengelolaan bandara karena obvit (objek vital). Contoh soal radar bandara, TNI AU mengintegrasikan radar sipil dengan radar militer miliknya supaya dapat mendeteksi mana penerbangan yg legal dan mana yg black flight. jadi TNI msh harus dilibatkan dalam pengawasannya

Trims buat bro Rahul dan Opang atas informasinya.

Last edited by kensama; November 9th, 2012 at 07:17 AM.
kensama no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 07:10 AM   #5228
blablanonsense
Fiat Voluntas Tua
 
blablanonsense's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Parijs van Jawa, Merlion City
Posts: 3,152
Likes (Received): 558

Quote:
Originally Posted by onosqaciw View Post
bukannya malah banyak bandara aslinya adalah dari militer ?
Quote:
Originally Posted by kensama View Post
Kebanyakan bandara-bandara besar memang milik TNI, AP cuma numpang. Beberapa memang punya AP atau Kemenhub seperti Kuala Namu dan Soekarno Hatta.
Quote:
Originally Posted by opang View Post

Pada kenyataannya, penyerahan pengelolaan kepada AP II tidak serta merta menghilangkan eksistensi TNI AU di bandara tersebut. Hal ini suatu hal yang lumrah terjadi di BUMN, apalagi jaman dahulu dimana petinggi-petinggi BUMN mayoritas berasal dari institusi TNI. Jadi keberpihakan kepada TNI tersebut masih cukup besar, hal ini terbukti dari TNI yang ikut "curi-curi" kesempatan dalam bidang pelayanan jasa bandara. Di BUMN lain mereka juga begitu kok,...
Yang bermasalah itu produk hukum zaman Suharto yang melegalkan keikutsertaan ABRI (sekarang TNI) di dalam pengelolaan negara, salah satu contohnya ialah penggunaan bandara militer yang dipakai bersama untuk kepentingan sipil. Mau bandara itu dimiliki militer atau tidak, bandara-bandara ini tetaplah milik negara dan ABRI ga sepantasnya minta jatah. Seharusnya ABRI dan BUMN kan seharusnya tunduk pada kekuasaan negara dan kalau negara memerlukan, sepantasnyalah diserahkan. Property TNI = property negara, seharusnya TNI ga ribut kalau 'kewenangannya dikebiri' oleh negara. Mana yang negara dan mana yang institusi dibawah kekuasaan negara coba?
__________________
Wonderful Indonesia

Tolak penggantian nama Bandara Sepinggan! Nama Sepinggan sudah melekat di masyarakat dan penggantian nama hanya pemborosan uang semata!.
We are against the renaming of Sepinggan International Airport, Balikpapan. Viva Sepinggan!

Sign the petition NOW!
blablanonsense no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 07:33 AM   #5229
taPaNoolee
Batak Boy
 
taPaNoolee's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Jakarta
Posts: 87
Likes (Received): 3

Quote:
Originally Posted by reyan.tm View Post
Kedua
Statment anda tentang Tol Jakarta itu tidak bisa digunakan untuk Tol antar daerah. Tolong dong berpikir kritis! Apakah transportasi umum itu the only way untuk memecahkan masalah? Nope! Emang bener kok Public Transportation (PT) itu memang bisa bawa lebih banyak orang. Tapi gak semua orang bisa menggunakan PT dikarenakan urusan privasi, biaya, dan (yang paling banyak) pengen mampir-mampir di sepanjang perjalanan. Jujur, saya memang suka denga KA, bahkan saya lebih sering naik KA untuk transportasi anatar kota. tapi, terkadang saya juga memilih mennggunakan mobil karena berbagai alasan, contohnya karena pergi bareng keluarga. Jadi, Yang benar itu harus ada Jalan Raya antar daerah, Tol antar daerah, Kereta antar daerah. Coba lihat Jawa! Kereta uda ada tuh dari jaman Belanda, tapi tetep aja pantura macet walaupun hari-hari biasa.
ketiga
Lebar rel di Indo tu mini banget! (Dipilih Belanda karena biaya perawatannya murah) ..................
Mau bangun kayak gtu? Wuih banyak duit banget!
Emang mau bor ratusan gunung dan bukit di Indo. Mau bangun ribuan km jembatan. Intinya rel di Indo ini memiliki kekurangan yang sangat menghambat kemajuan dunia perkeretaapian. Mau bangun rel yang lebar uda gak mungkin karena biaya terlalu mahal.


NB: Saya berani ngomong gitu karena saya termasuk orang penggila dunia perkeretaapian, apalagi saya tinggal di kota Markas KA Indo.
Sepertinya pernyataan saya yg quote di bwh ini sdh jelas.
Quote:
Originally Posted by taPaNoolee View Post
Tapi yg saya takutkan adl negara ini terlalu bergantung pada infrastruktur transportasi utk kendaraan pribadi, sehingga lupa untuk membangun transportasi berbasis rel
Saya bukannya kontra dgn pembangunan toll, khususnya Toll KNIA & Toll Trans Sumatera, tidak sama sekali!
Tapi saya suka kecewa & jengah dgn pemerintah yg sptnya tdk pernah punya masterplan utk intensifikasi & ekstensifikasi KA atau transportasi rel di Indonesia.
Seakan-akan pemerintah sdh puas dgn jaringan & infrastruktur yg sdh ada & berjalan.

Kalo dipikir-pikir sbnrnya Indonesia punya bnyk duit koq. APBD Provinsi DKI 2012 aja Rp 45 triliun (kata pak Gub-wagub DKI yg baru lho,
bukan kt org-org yg gatau orgnya siapa),
SDA kita kaya dari yg tdk terbarukan (minyak bumi, gas alam, tambang) s/d
yg terbarukan (kelapa sawit, karet, kopi,dll) cuma sayang aja bnyk TIKUS & PENJAJAH di negara ini makanya duit negara habis dimakan sm mreka.
Dan kalau Anda emg penggila dunia perkeretaapian seharusnya gunung" dan bukit" tdk menghalangi
ide & inovasi para penggila & penggiat dunia KA utk meningkatkan pembangunan KA di Nusantara ini.
BANYAK JALAN MENUJU ROMA Bung!

Lalu kalo rel di Indonesia mini, knp pemerintah gak ada merencanakan (dan Anda tdk kepikiran) utk upgrading rel menjadi lbh besar, lbh kuat & lbh canggih??!
Operasi KA jd terhenti? itu bukn alasan yg bagus, apalagi kalo melihat operasi KA di Sumatera yg tdk sesibuk di Jawa.
Utk jaringan yg msh single track kan rel yg lbh besar & lbh canggih bisa dimulai dr penambahan satu track lg jd --> double track + rail upgraded!

Menurut info yg didapat dr salah satu forumer kita disini, dia mengatakan bahwa jenis rel utk KNIA khususnya dan Sumut umumnya adl tipe R42. Sementara rel yg di Pulau Jawa (dan Palembang jg klo gak salah) adl R52.
Kalo Pemprov-Pemda Sumut punya komitmen di bidang transportasi KA,
saya rasa upgrading rel & gerbong KA dr Medan - Rantau Prapat bisa diwujudkan koq, asal ada tekad dan visi yg tajam ke depan.
Kalau memang pemerintah punya komitmen dlm keseimbangan & pemerataan pembangunan transportasi, seharusnya antara Si ASPAL dan Si REL tdk berat sebelah.
Semua bandara di seluruh dunia pun saya rasa membutuhkan akses jalan tol. Tapi kalo di era modern spt ini bila semua lahan transportasi dibangun utk jalan beraspal dan beton, lalu untuk rel dimana??
----

Oh iya kmaren saya naik Commuter Line Jabodetabek arah Tangerang & saya lihat disana sedang ada
proyek penambahan satu track, karna dr Stasiun Duri - Tangerang msh single track.
Dan saya sdh dpt jawaban KENAPA REL KA Medan-KNIA yg BARU DIBANGUN WARNANYA COKELAT SEPERTI BESI TUA.
Ternyata Rel yg baru, setelah selesai di Las dan di Tempa warnanya jd kecoklatan seperti besi tua hahaha
So i guess [Case Closed] utk masalah rel KA Bandara KNIA wakaka
taPaNoolee no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 07:47 AM   #5230
taPaNoolee
Batak Boy
 
taPaNoolee's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Jakarta
Posts: 87
Likes (Received): 3

Seinget saya jalan tol baru dilaksanakan pembangunannya kalo pembebasan lahan sudah selesai 100%, berarti pembebasan lahan udah gak ada masalah or sengketa lagi dong?
Wow 4 lajur / jalur yah.. mantep dah

Quote:
Menurutnya, masyarakat harus paham bahwa pembangunan infrastruktur, Bandara Kualanamu dan berbaghai aksesnya bukan kepentingan pemerintah pusat, melainkan untuk kepentingan masyarakat di Sumut.
Nah ini neh, masyarakat perlu diajarin juga spy bisa membedakan antara mana pembangunan yg menyangkut kepentingan masy dan mana yg bukan.
taPaNoolee no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 07:51 AM   #5231
CounterA
Muhamad Roni (Registered)
 
CounterA's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Location: Jakarta
Posts: 1,828
Likes (Received): 184

Barang apa nama istilahnya ya.. refublish..?

BTW, ada alasan khusus kenapa dipilih rel jenis R42 tersebut..?
__________________
BelovedOn™
CounterA no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 07:56 AM   #5232
taPaNoolee
Batak Boy
 
taPaNoolee's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Jakarta
Posts: 87
Likes (Received): 3

Quote:
Originally Posted by CounterA View Post
Barang apa nama istilahnya ya.. refublish..?

BTW, ada alasan khusus kenapa dipilih rel jenis R42 tersebut..?
Refublish..? ngomongin barang apa nih bro, hehe
Gatau deh knapa dipilih R42. Mungkin dana yg diminta seharga rel R52 tapi yg dibeli malah R42 (u know what i mean)
taPaNoolee no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 08:24 AM   #5233
bonzorno
~(-(oo)-)~
 
bonzorno's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: no where
Posts: 585

Quote:
Originally Posted by taPaNoolee View Post
Seinget saya jalan tol baru dilaksanakan pembangunannya kalo pembebasan lahan sudah selesai 100%, berarti pembebasan lahan udah gak ada masalah or sengketa lagi dong?
Wow 4 lajur / jalur yah.. mantep dah


Nah ini neh, masyarakat perlu diajarin juga spy bisa membedakan antara mana pembangunan yg menyangkut kepentingan masy dan mana yg bukan.
belum bro, pembebasan lahannya baru sekitar 54-55%, tp sudah bisa dilakukan pembangunan karena emang permintaan investor dari China-nya sendiri yang mau ngeluarin dana buat bikin Toll kalo pembebasan lahan sudah > 50%. Sisa lahannya bisa dibebasin seiring dengan pembangunan fisik Toll. Mudah-mudahan gak ada sengketa kedepannya.
CMIWW
bonzorno no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 08:34 AM   #5234
kensama
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 706
Likes (Received): 166

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Yang bermasalah itu produk hukum zaman Suharto yang melegalkan keikutsertaan ABRI (sekarang TNI) di dalam pengelolaan negara, salah satu contohnya ialah penggunaan bandara militer yang dipakai bersama untuk kepentingan sipil. Mau bandara itu dimiliki militer atau tidak, bandara-bandara ini tetaplah milik negara dan ABRI ga sepantasnya minta jatah. Seharusnya ABRI dan BUMN kan seharusnya tunduk pada kekuasaan negara dan kalau negara memerlukan, sepantasnyalah diserahkan. Property TNI = property negara, seharusnya TNI ga ribut kalau 'kewenangannya dikebiri' oleh negara. Mana yang negara dan mana yang institusi dibawah kekuasaan negara coba?
Santai Bro, Setuju dengan pendapat ente. kecuali soal pengelolaan bandara oleh militer, kayaknya itu terjadi sejak pasca kemerdekaan deh. Bukan mulai jaman Soeharto. CMIIW coba baca lagi komentar saya sebelumnya, gk usah Emosi
IMHO pasca reformasi perasaan gk pernah ribut deh TNI soal bandara yg dialihkan pengelolaannya ke AP/BUMN, reformasi relatif berjalan lebih "smooth" alias lancar dibanding institusi lain termasuk pengalihan aset2-nya. Cuma memang masih ada kasus2 dimana oknum2 yg memanfaatkan fasilitas yg disediakan negara.

Yang jadi masalah sekarang itu lebih byk aset2 negara baik itu yg dibawah TNI, BUMN, PT KAI, PEMERINTAH, PEMDA, yang diklaim dan diambil alih "masyarakat" ato istilah kerennya "wong cilik". Nah pembebasan lahan yg dikuasai masyarakat ini yg biasanya susah pengurusannya
kensama no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 08:46 AM   #5235
taPaNoolee
Batak Boy
 
taPaNoolee's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Jakarta
Posts: 87
Likes (Received): 3

Quote:
Originally Posted by opang View Post

Dulu Soetta juga begitu, namun saya lupa siapa yang protes, namun Soetta dituntut karna telah melakukan persaingan usaha tidak sehat dengan melakukan monopoli jasa transportasi bandara. Beda halnya dengan Medan, taxi bandara ngeplot harga seenak jidat! Bayangkan rute Polonia-Unimed di patok 120 ribu sementara dengan Blue Bird paling banter kena 40ribu (3x lipat). Tapi ya itu, naiknya harus jalan dulu ke Petronas, kebayang ga kalo bawa koper gede Anehnya, kenapa bandara-bandara yang lain ini masih bertahan dan tidak dituntut melakukan monopoli? Apakah karna masih ada unsur TNI nya? Only heaven knows
iyaa tuh, parah taxi Medan kalo ngasih tarif, ckckck
Saya jg dulu pernah naik taxi dr Medan Baru ke Polonia thn 2009 (deket bgt tuh) tarifnya 50rb
Nama Taxinya Rosalinda kalo gak salah (udh kyk telenovela ) ga punya argometer, mobilnya Cakra Bimantara hadeeuuh... ampas bgt dah
Quote:
Originally Posted by opang View Post
Dengan berdirinya KNIA, harapan saya warga Medan mendapatkan diversivikasi jasa layanan bandara yang lebih fair dan ekonomis. Saya tidak berharap taxi bandara ditutup, tapi supaya mereka diajarkan bagaimana bersaing secara sehat dan benar.
That's right brothaa.. that's what am talking about.
Minimal profesionalnya kayak Blue Bird or Express.
Tapi perkiraan saya kayaknya taxi bandara KNIA bakal susah bersaing.
Orang yg mau ke kota Medan pasti lbh milih naik KA. Tarif transportasi Rp 75rb dgn fasilitas city check-in & bagasi (utk yg berangkat),nyaman, cepat & bebas hambatan ini -
jauh lbh worthy drpd naik taxi KNIA-Medan model Rosalinda,dkk bs smpe 100rb-an tp kualitas amburadul. wkwkwk
Ato kalo mau yg lbh murah dr KA tp tetap nyaman bisa milih transportasi Bus besar model Damri Soetta misalnya.
Tapi bus & taxi baru bisa terasa enaknya kalo akses highway selesai (sementara toll baru rampung 2015)


Quote:
Originally Posted by bonzorno View Post
belum bro, pembebasan lahannya baru sekitar 54-55%, tp sudah bisa dilakukan pembangunan karena emang permintaan investor dari China-nya sendiri yang mau ngeluarin dana buat bikin Toll kalo pembebasan lahan sudah > 50%. Sisa lahannya bisa dibebasin seiring dengan pembangunan fisik Toll. Mudah-mudahan gak ada sengketa kedepannya.
CMIWW
Oooowwhh iya ya ya.. Kesepakatannya 50an% yah, sipp"
Amin lah kita doakan bersama, mudah"an lancar & terpenting gak ada yg reseh, wkwkwk

Last edited by taPaNoolee; November 9th, 2012 at 08:51 AM. Reason: There is a new post from other that i wanna reply for when i'm still composing the previous post
taPaNoolee no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 08:54 AM   #5236
bonzorno
~(-(oo)-)~
 
bonzorno's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: no where
Posts: 585


ahahaha... saya dari Polonia ke rumah saya di simpang Limun yg jaraknya paling cm 5 km tarifnya 60 rb
bonzorno no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 09:12 AM   #5237
typhoonbringer
Registered User
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 2,418
Likes (Received): 65

Quote:
Originally Posted by kensama View Post
Santai Bro, Setuju dengan pendapat ente. kecuali soal pengelolaan bandara oleh militer, kayaknya itu terjadi sejak pasca kemerdekaan deh. Bukan mulai jaman Soeharto. CMIIW coba baca lagi komentar saya sebelumnya, gk usah Emosi
IMHO pasca reformasi perasaan gk pernah ribut deh TNI soal bandara yg dialihkan pengelolaannya ke AP/BUMN, reformasi relatif berjalan lebih "smooth" alias lancar dibanding institusi lain termasuk pengalihan aset2-nya. Cuma memang masih ada kasus2 dimana oknum2 yg memanfaatkan fasilitas yg disediakan negara.

Yang jadi masalah sekarang itu lebih byk aset2 negara baik itu yg dibawah TNI, BUMN, PT KAI, PEMERINTAH, PEMDA, yang diklaim dan diambil alih "masyarakat" ato istilah kerennya "wong cilik". Nah pembebasan lahan yg dikuasai masyarakat ini yg biasanya susah pengurusannya
yep, sekarang polemik paling parah justru karena yang ngaku ngaku "wong cilik" ini, seperti kasus tempat latihan marinir di jatim, karena liat lahan kosong maen serobot aja, tau2 pas mau dipake dah banyak bedeng bedeng

belum lagi kalo dikomporin sama oknum pns (oknum kok banyak?) harusnya harga 1 juta per meter, dikomporin jadi 3 juta, akirnya oknum tersebut "memediasi" dan dapet gorok-kan juga (markus?)
typhoonbringer no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 09:58 AM   #5238
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,446
Likes (Received): 5559

Quote:
Originally Posted by taPaNoolee View Post
iyaa tuh, parah taxi Medan kalo ngasih tarif, ckckck
Saya jg dulu pernah naik taxi dr Medan Baru ke Polonia thn 2009 (deket bgt tuh) tarifnya 50rb
Nama Taxinya Rosalinda kalo gak salah (udh kyk telenovela ) ga punya argometer, mobilnya Cakra Bimantara hadeeuuh... ampas bgt dah

That's right brothaa.. that's what am talking about.
Minimal profesionalnya kayak Blue Bird or Express.
Tapi perkiraan saya kayaknya taxi bandara KNIA bakal susah bersaing.
Orang yg mau ke kota Medan pasti lbh milih naik KA. Tarif transportasi Rp 75rb dgn fasilitas city check-in & bagasi (utk yg berangkat),nyaman, cepat & bebas hambatan ini -
jauh lbh worthy drpd naik taxi KNIA-Medan model Rosalinda,dkk bs smpe 100rb-an tp kualitas amburadul. wkwkwk
Ato kalo mau yg lbh murah dr KA tp tetap nyaman bisa milih transportasi Bus besar model Damri Soetta misalnya.
Tapi bus & taxi baru bisa terasa enaknya kalo akses highway selesai (sementara toll baru rampung 2015)



Oooowwhh iya ya ya.. Kesepakatannya 50an% yah, sipp"
Amin lah kita doakan bersama, mudah"an lancar & terpenting gak ada yg reseh, wkwkwk
Taxi yg oke banget di Medan tuh Blue Bird & Express.
Taxi lainnya mau gk mau sudah meningkatkan pelayanannya khususnya "tarif". Klo gk ya tenggelam..

kecuali taxi bandara polonia ya.. klo gk salah milik TNI AU ya Kokapura itu yg harga dan pelayanannya sangat buruk. Makanya gk heran para penumpang yg tau Medan memilih keluar bandara dgn berjalan kaki dan naik blue bird di depan SPBU Petronas

Klo menurutku sih moda transportasi ke KNIA bakal bersaing. Jadi Taxi tak akan kalah bersaing dengan KA. Malah KA bandara yg harus lebih mempromosikan layanannya coz layanan city check in ini masih asing di Indonesia. Kelebihan Taxi bisa langsung di stop di depan rumah, sementara KA dan Damri harus ke stasiunnya.
Dan buat penumpang yg memanfaatkan city check in pastinya banyak yg memanfaatkan taxi menuju ke stasiun KA

Jalur arteri, railways dan jalan tol bakal saling bersinergi memecah kepadatan tujuan ke KNIA
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams


Last edited by rahul medan; November 9th, 2012 at 11:22 AM.
rahul medan no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 11:20 AM   #5239
Happy Man
My Dearest Daughters
 
Happy Man's Avatar
 
Join Date: Jul 2010
Location: 棉 蘭 (Medan)
Posts: 9,602
Likes (Received): 1854

salah ketik hul...kelebihan taksi. Bukan KA yg berhenti langsung didepan rumah. yup...aku setuju makin banyak moda transportasi ke bandara malah makin bagus. Kalo perlu bikin dermaga di tepi laut, biar ada kapal feri dari aceh yang singgah kesana.

Last edited by Happy Man; November 9th, 2012 at 11:26 AM.
Happy Man no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2012, 11:23 AM   #5240
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,446
Likes (Received): 5559


udah aku edit bang
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
airport, medan

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 10:05 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu