daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Airports and Aviation



Reply

 
Thread Tools
Old August 25th, 2011, 04:21 PM   #1601
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,431
Likes (Received): 5555

Ratusan Pekerja Proyek Bandara Mudik ke Jawa

Rabu, 24 Agustus 2011 | 13:08 WIB
Dibaca: 3,672

Cetak Artikel
Kirim Artikel

DELI SERDANG | SURYA Online - Lokasi proyek Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sejak sepekan terakhir relatif lengang karena ratusan pekerjanya mudik ke Pulau Jawa untuk merayakan Lebaran.

“Di lokasi proyek Bandara Kuala Namu saat ini minim aktivitas, karena sejak sepekan lalu sedikitnya sudah 300 orang lebih pekerja mudik ke Pulau Jawa,” kata Humas Project implementation Unit (PIU) Satuan Kerja (Satker) Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto kepada ANTARA di Deli Serdang, Rabu (24/8/2011).

Sebagian besar pekerja di bidang pembangunan sarana dan fasilitas fisik yang direkrut beberapa perusahaan kontraktor proyek Bandara Kuala Namu itu mudik bareng ke sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mereka mudik ke Pulau Jawa menggunakan bus yang disediakan masing-masing perusahaan kontraktor proyek bandara pengganti Bandara Polonia Medan tersebut.

“Usai merayakan Lebaran, ratusan pekerja itu kami harapkan sekitar 5 September 2011 sudah kembali ke Deli Serdang untuk melanjutkan tugas mereka,” ucapnya.

http://www.surya.co.id/2011/08/24/ra...-mudik-ke-jawa
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan está en línea ahora   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old August 25th, 2011, 04:36 PM   #1602
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,431
Likes (Received): 5555

Thursday, 25 August 2011 15:08
Kuala Namu, DPRD Sumut akan panggil PT Lonsum
Warta - Warta Fokus
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE

[(Istimewa)]

(Istimewa)
MEDAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara akan memanggil PT Lonsum pada September mendatang. Dewan ingin memfasilitasi perusahaan tersebut agar mendukung pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi D DPRD Sumut, M Nasir kepada Waspada Online, hari ini. Nasir menuturkan, PT Lonsum dinilai tidak mendukung pembangunan bandara tercanggih di Indonesia tersebut. Hal ini terindikasi dengan tidak dilepasnya lahan milik perusahaan tersebut karena ketidakcocokan harga. Pemerintah menawarkan harga Rp700 ribu untuk satu pohon sawit milik mereka. Namun, PT Lonsum menawarkan harga fantastis, Rp2,5 juta per pohon.

"Ini kan tidak rasional. Itu namanya dia (PT Lonsum, red) tidak mendukung pembangunan Bandara Kuala Namu. Ini kan proyek nasional, yang akan mendapatkan keuntungannya juga masyarakat Sumut," ujarnya.

Sikap PT Lonsum ini menghambat pembangunan akses road menuju bandara berbiaya Rp3,2 triliun tersebut. Apalagi saat ini, proyek nasional itu baru terealisasi 80 persen untuk pembangunan infrastruktur dalamnya. Sehingga, Bandara Kuala Namu yang awalnya diharapkan bisa beroperasi pada akhir 2012, akan mundur hingga Maret 2013.

Untuk itu, pada September 2011 mendatang, Komisi D DPRD Sumut akan menjadwalkan pemanggilan PT Lonsum beserta satuan kerja (Satker) Bandara Kuala Namu dan pihak terkait. "September kita jadwalkan pemanggilan mereka beseta pihak terkait. Kita akan fasilitasi," ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi D lainnya, Amsal Nasution menambahkan, lahan milik PT Lonsum yang terkena pembangunan akses road berkisar 36 hektar. Luas lahan ini akan digunakan untuk pembangunan jalan tol Medan-Deli Serdang seluas 13,48 hektar dan Lubuk Pakam-Tebing Tinggi seluas 22,3 hektar.

http://www.waspada.co.id/index.php?o...ama&Itemid=131

Woww.. mahal bgt harga 1 pohon kelapa sawit Rp. 2,5 jt (belum lagi harga tanahnya). Ngebayangin berjuta-juta pohon sawit dan karet yg ada di Sumut.. PTPN, Bakrie Sumatera Plantation, London Sumatera, Sinar Mas, Bridgestone, Good Year dll yg banyak memiliki kebun di Sumut. Sebagian besar perusahaan asing. Bridgestone dan Good Year bahan mentah ban nya ada di sini, ttp betapa mahalnya klo kita membeli ban tsb.. Menyedihkan sekali.. Harusnya betapa kayanya Indonesia ini..
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan está en línea ahora   Reply With Quote
Old August 26th, 2011, 02:53 AM   #1603
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,535
Likes (Received): 371

Lonsum perusahaan lama (seingatku sih udah ada dari zaman atuk-atuk ). Lagian LONSUM kan tanahnya di Sumatra Utara paling banyak. Harusnya dibebasin dulu lahannya baru bangun bandara. Ya mereka minta mahal lah jadinya. Memang harga per batangnya mahal kok, karena dikelola perusahaan. Jadi efisiensi produksinya tinggi.

Dan Sumatra Utara memang isinya perkebunan kelapa sawit prusahaan karena memang generasi perkebunannya juga tua-tua, era 1950-an dan 1960-an pun ada ..... Jaman segitu, mana ada rakyat yang sanggup punya perkebunan besar-besar

Memang pembebasan lahan apapun, kalau sudah mau memotong lahan Perusahaan... dipastikan tidak akan mudah, memang cuman 1-2 lahannya tapi ukurannya besar-besar.... (lain kalau lahan rakyat, kita berurusan dengan lahan yang kecil-kecil tapi banyak jumlahnya).
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old August 26th, 2011, 05:53 PM   #1604
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,431
Likes (Received): 5555

lahan PT. Lonsum tuh buat akses jalan Tol Medan-Kuala Namu_Tebing Tinggi
Klo lahan Bandaranya tentu saja sudah bebas krn progressnya juga udah 80%
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan está en línea ahora   Reply With Quote
Old August 27th, 2011, 08:59 AM   #1605
sigarantang
BANNED
 
Join Date: Dec 2010
Posts: 199
Likes (Received): 0

gw yakin ini jadinya bakal keren bgt!!

Last edited by sigarantang; August 27th, 2011 at 09:19 AM. Reason: salah ketik :p
sigarantang no está en línea   Reply With Quote
Old August 27th, 2011, 12:59 PM   #1606
Happy Man
My Dearest Daughters
 
Happy Man's Avatar
 
Join Date: Jul 2010
Location: 棉 蘭 (Medan)
Posts: 9,602
Likes (Received): 1854

Quote:
Originally Posted by sigarantang View Post
gw yakin ini jadinya bakal keren bgt!!
Kok bisa seyakin itu...dasarnya apa nih? Cuma feeling doank ya...?
Happy Man no está en línea   Reply With Quote
Old August 28th, 2011, 12:24 PM   #1607
ncon
Dangerous User
 
ncon's Avatar
 
Join Date: Apr 2005
Location: singapore-jakarta
Posts: 9,415
Likes (Received): 298

thanks for the updates guys i things that really concern me is the "maintenance"
moga" gak banyak spanduk iklan/rokok di airport classy and modern ini
__________________
Signature was too big and distracting.
ncon no está en línea   Reply With Quote
Old August 28th, 2011, 12:34 PM   #1608
korangborenzoro
the cucok reader
 
korangborenzoro's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 584
Likes (Received): 3

Quote:
Originally Posted by simplyrammy View Post
Nah bukannya ini sedikit berkontradiksi? Jika mikirnya penumpang yang berangkat itu buru-buru, kenapa stasion kereta nya di lantai bawah? Nanti kan penumpang yang naik kereta tetap harus jalan dan naik ke lantai atas. Kenapa gak dari awal dirancang elevated station saja?
IMHO, pembangunan elevated station bakalan lebih costly dibandingkan ground level station. Mungkin nanti akan ada (dan seharusnya ada) ekskalator yang menghubungkan lantai atas dan bawah untuk memfasilitasi pengguna kereta api, sama seperti yang ada di Schiphol, Belanda.

overall, bandara nya TOP!
__________________
gaya masa kini, muka masa gitu~
korangborenzoro no está en línea   Reply With Quote
Old August 29th, 2011, 06:57 AM   #1609
Happy Man
My Dearest Daughters
 
Happy Man's Avatar
 
Join Date: Jul 2010
Location: 棉 蘭 (Medan)
Posts: 9,602
Likes (Received): 1854

Quote:
Originally Posted by korangborenzoro View Post
IMHO, pembangunan elevated station bakalan lebih costly dibandingkan ground level station. Mungkin nanti akan ada (dan seharusnya ada) ekskalator yang menghubungkan lantai atas dan bawah untuk memfasilitasi pengguna kereta api, sama seperti yang ada di Schiphol, Belanda.

overall, bandara nya TOP!
Memang ada kok eskalatornya...perhatikan aja yang digambar 2 dan 3...yang dibungkus plastik biru itu apaan kalo bukan eskalator.
Happy Man no está en línea   Reply With Quote
Old August 29th, 2011, 01:57 PM   #1610
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,431
Likes (Received): 5555

Monday, 29 August 2011 07:23 PDF Print E-mail
Pemerintah didesak tuntaskan Kuala Namu
Warta
SUWANDI
Staff Writer
WASPADA ONLINE

MEDAN – Ketidaknyamanan Bandara Internasional Polonia di Medan, Sumatera Utara, seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk mempercepat realisasi pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang.

Analis tata kota, Rafriandi Nasution, kepada Waspada Online hari ini mengatakan, pemerintah pusat harus secepatnya menyelesaikan progres pembangunan Kuala Namu dan jangan mengulur-ulur jadwalnya lagi. "Jadi Gatot tak perlu heran dan terkejut melihat Polonia tak layak ditempati, karena kapasitas penumpang tidak sesuai dengan kapasitas yang direncanakan. Apalagi, mengingat saat ini memasuki Lebaran akan terjadi lonjakan penumpang, tentu membuat Polonia semakin sumpek," ujar Rafriandi.

Dia mengatakan, Gatot jangan hanya melihat yang sudah ada di Bandara Polonia, tetapi Gatot harus melihat dari sisi lainnya, seperti tata wilayah ruang penduduk di sekitar Polonia yang padat dan dibangunnya CBD yang bisa mengancam keselamatan para penumpang, ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Bandara Internasional Kuala Namu ditargetkan baru bisa beroperasi pada Maret 2013. Sejumlah kendala masih menghambat terealisasinya proyek nasional tersebut, salah satunya retribusi galian C.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi D DPRD Sumut, M Nasir usai berkunjung ke bandara internasional yang terletak di Kabupaten Deli Serdang tersebut. Dia menuturkan, saat ini, pekerjaan fisik di bandara yang akan menjadi tercanggih di Indonesia tersebut, sudah 80 persen, meliputi infrastruktur dalam seperti runway dan sebagainya.

“Pengerjaan masih terkendala sejumlah hal, salah satunya, tanah timbun galian C yang retribusinya naik dari harga semula. Meski Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sudah menurunkan harga dan sudah ada kesepakatan dari kedua belah pihak, namun, hal itu belum direalisasikan,” jelasnya kepada Waspada Online.

Kendala lain, masih adanya 34 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan mantan karyawan PTPN II masih bermukim di areal bandara yakni di lahan eks HGU PTPN II. "Itu sudah dijembatani oleh Pemprov Sumut, dan tidak lama lagi akan diberi santunan. Pergubnya sudah ditandatangani oleh Plt Gubsu, tidak lama lagi bisa dibayarkan," bebernya.

http://www.waspada.co.id/index.php?o...umut&Itemid=28
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan está en línea ahora   Reply With Quote
Old August 29th, 2011, 05:07 PM   #1611
Tawon
Registered User
 
Join Date: Jul 2011
Location: Balige, Siantar, Washington
Posts: 578
Likes (Received): 89

Quote:
Originally Posted by rahul medan View Post
Monday, 29 August 2011 07:23 PDF Print E-mail
Pemerintah didesak tuntaskan Kuala Namu
Warta
SUWANDI
Staff Writer
WASPADA ONLINE

MEDAN – Ketidaknyamanan Bandara Internasional Polonia di Medan, Sumatera Utara, seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk mempercepat realisasi pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang.

Analis tata kota, Rafriandi Nasution, kepada Waspada Online hari ini mengatakan, pemerintah pusat harus secepatnya menyelesaikan progres pembangunan Kuala Namu dan jangan mengulur-ulur jadwalnya lagi. "Jadi Gatot tak perlu heran dan terkejut melihat Polonia tak layak ditempati, karena kapasitas penumpang tidak sesuai dengan kapasitas yang direncanakan. Apalagi, mengingat saat ini memasuki Lebaran akan terjadi lonjakan penumpang, tentu membuat Polonia semakin sumpek," ujar Rafriandi.


“Pengerjaan masih terkendala sejumlah hal, salah satunya, tanah timbun galian C yang retribusinya naik dari harga semula. Meski Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sudah menurunkan harga dan sudah ada kesepakatan dari kedua belah pihak, namun, hal itu belum direalisasikan,” jelasnya kepada Waspada Online.

Kendala lain, masih adanya 34 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan mantan karyawan PTPN II masih bermukim di areal bandara yakni di lahan eks HGU PTPN II. "Itu sudah dijembatani oleh Pemprov Sumut, dan tidak lama lagi akan diberi santunan. Pergubnya sudah ditandatangani oleh Plt Gubsu, tidak lama lagi bisa dibayarkan," bebernya.

http://www.waspada.co.id/index.php?o...umut&Itemid=28
Sebenarnya yang memperlambat proyek ini sebagian besar bukan pemerintah pusat, melainkan pemerintah daerah, Deli Serdang dan Sumut.

Orang-orang tertentu di Kab. Deli Serdang tiba-tiba menaikkan harga pasir 10 kali lipat persis ketika proyek Kuala Namu sangat membutuhkannya. Ini telah menunda proyek berbulan-bulan. Sebenarnya atas dasar ini pemerintah pusat bisa menyeret orang-orang Kab. Deli Serdang ke pengadilan atas tuduhan menyabot proyek vital pemerintah. Kecuali kalau mereka (Deli Serdang) bisa menjelaskan sebab-sebab lain mengapa mereka harus mendadak menaikkan harga pasir 10 kali lipat dan tidak ada hubungannya dengan Kuala Namu.

Pemerintah SUMUT yang bertanggung jawab untuk membebaskan tanah sampai sekarang belum menyelesaikannya.

Saya muak melihat pejabat Deli Serdang dan Sumut sering bertingkah seolah-olah mereka tidak tahu mengapa Kuala Namu terlambat.
Tawon no está en línea   Reply With Quote
Old August 29th, 2011, 08:54 PM   #1612
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,431
Likes (Received): 5555


Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sama-sama harus bertanggung jawab atas lambannya proyek ini..
Jangan sampai terulang kembali tragedi gagal take off pesawat Mandala pd tahun 2005, hingga keluar areal bandara menabrak rumah2 penduduk dan meledak pas di tengah badan jalan Jamin Ginting yg padat lalu lintas atau tragedi pesawat Garuda A-300 yg menabrak pegunungan di Brastagi saat mo mendarat di bandara Polonia dan menewaskan seluruh penumpangnya pd thn 1997 akibat terbatasnya jarak pandang krn ada kabut asap kebakaran hutan dan human error dgn petugas menara ATC Polonia. Medan walaupun terletak 60Km dr kawasan pegunungan ttp jalur pesawat yg mendarat di bandara Polonia harus memutar di kawasan pegunungan tsb sblm terbang rendah melintasi pemukiman padat di sekitar bandara polonia.
Klo Kuala Namu kan dekat dgn laut. Jadi jalur take off n landingnya pasti berubah dan pastinya safety
Klo dah kejadian aja barulah pemerintah cem kebakaran jenggot..
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan está en línea ahora   Reply With Quote
Old August 30th, 2011, 12:18 AM   #1613
laba-laba
Resetter
 
laba-laba's Avatar
 
Join Date: Oct 2004
Location: Medan
Posts: 7,771
Likes (Received): 1070

pemerintah pusat yg menyebabkan undurnya jadwal dari 2010 ke 2012. atau malah jadwal 2005.
penkab deliserdang bertanggung jawab juga (bkn satu2nua sebab) pengunduran dari des 2012 ke maret 2013.
__________________
Medan city pics :
http://medanphoto.multiply.com

Medan movies - http://www.youtube.com/Medanmovie
laba-laba está en línea ahora   Reply With Quote
Old August 30th, 2011, 07:43 AM   #1614
Widana89
Mujer Amante
 
Widana89's Avatar
 
Join Date: Feb 2010
Location: Bali, Indonesia
Posts: 2,827
Likes (Received): 156

Quote:
Originally Posted by laba-laba View Post
pemerintah pusat yg menyebabkan undurnya jadwal dari 2010 ke 2012. atau malah jadwal 2005.
penkab deliserdang bertanggung jawab juga (bkn satu2nua sebab) pengunduran dari des 2012 ke maret 2013.
Waduh... kapan selesainya kalau diundur trus ky gtu...
Harusnya dipercepat penyelesaiannya biar biayanya gak membengkak...!!
Widana89 está en línea ahora   Reply With Quote
Old September 1st, 2011, 03:16 AM   #1615
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,535
Likes (Received): 371

BEnar, kalau ditunda terus maka biaya membengkak. Mulai dari bayar pekerja (karena jam kerja nambah).

Harga material yang bakal terombang-ambing fluktuasi harga dunia. Belum lagi INFLASI TAHUNAN. Wahhh, paling malas lah kalau proyek urusan LEGAL nya gak dikelarin dulu. Kalau mau selesaikan gak usah pake2 Media kenapa ... Selesaikan saja di Belakang layar.

Mana ada sih yang mau peduli soal LEGAL-LEGAL begini (walaupun penting), yang paling penting itu cepat selesai, cepat dioperasikan.
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old September 1st, 2011, 05:23 AM   #1616
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,431
Likes (Received): 5555

Yup.. belum lagi biaya perawatan bagian2 yg sudah rampung dari bandara tsb.. tentunya juga tidak murah..

akibat kelambanan pemerintah makin banyak dana yg keluar sia-sia..
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan está en línea ahora   Reply With Quote
Old September 1st, 2011, 12:10 PM   #1617
laba-laba
Resetter
 
laba-laba's Avatar
 
Join Date: Oct 2004
Location: Medan
Posts: 7,771
Likes (Received): 1070

udah mereka alokasikan tanpa mengalami kerugian....
kurasa....
__________________
Medan city pics :
http://medanphoto.multiply.com

Medan movies - http://www.youtube.com/Medanmovie
laba-laba está en línea ahora   Reply With Quote
Old September 2nd, 2011, 09:23 AM   #1618
opang
Flying Away
 
opang's Avatar
 
Join Date: Dec 2008
Posts: 117
Likes (Received): 12

Wah, cukup menarik juga melihat perkembangan KNIA ini. Sebagai warga yang dibesarkan di medan, tentu sangat mengharapkan bandara ini segera rampung secepat-cepatnya mengingat kenyamanan Polonia yang benar-benar sudah tidak dapat di tolerir lagi.

Kalau mengikuti diskusi kawan-kawan diatas dan mengaitkannya dengan keterlambatan pembangunan KNIA ini, saya melihat memang tidak ada keseriusan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam mendukung proyek ini. Mungkin ini satu-satunya proyek terlama di dunia yang pernah saya ketahui. Gimana tidak, pembangunan yang telah dimulai dari tahun 1997 sampai sekarang (September 2011) belum selesai. Let say, terjadi Reses 1998, tapi pembangunan baru berlanjut tahun 2006! Sepertinya ekonomi Indonesia tidak memakan waktu hingga 8 tahun untuk pulih. Di awal era millenium, kita bisa melihat geliat pertumbuhan sektor aviasi yang gila-gilaan. Oke, lupakan 8 tahun masa kegelapan bagi KNIA, dan mencoba melihat kedepan, start it from 2006. But what, 2006-2013, means butuh 7 tahun untuk penyelesaian. Jadi kalau di total-total, butuh 15 tahun untuk Bandara ini berdiri, itupun masih Tahap I.

Disini terlihat jelas bahwa either Pemerintah Pusat maupun Daerah setengah hati dalam mewujudkan sarana yang berkelas bagi kemajuan Sumatera Utara. Hal ini terlihat jelas dari sikap arogan Pemda setempat yang menaikkan tarif galian gol. C dan masalah pembebasan tanah yang tidak kunjung selesai. Sekarang gini, kalau bicara masalah pembebasan lahan, pembangunan bandara dapat dikategorikan sebagai salah satu dari 21 jenis pembangunan yang dilaksanakan untuk kepentingan umum (Perpres 36 Tahun 2005 jo peraturan-peraturan sebelumnya). Kalau kita baca di peraturan yang ada, penetapan jumlah ganti rugi atas pengadaan tanah untuk kepentingan umum adalah sepenuhnya ditetapkan oleh pemerintah melalui Tim Panitia Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum. Musyawarah tetap dibuka, sebagai bentuk penghormatan negara kepada warganya. Namun perlu diingat bahwa musyawarah ini dilakukan paling lama 90 hari kalender dan bila tidak tercapai kesepakatan, panitia akan menetapkan besarnya jumlah ganti rugi secara sepihak dan menitipkan jumlah uang ganti rugi tersebut kepada pengadilan negeri setempat yang wilayah hukumnya meliputi lokasi tanah yang bersangkutan. Dalam hal pemegang hak atas tanah tidak menerima keputusan penetapan jumlah ganti rugi, maka dapat menyampaikan keberatan kepada Bupati/Walikota atau Gubernur atau Mendagri beserta alasan-alasannya dan berdasarkan hal tersebut, Bupati/Walikota atau Gubernur atau Mendagri akan mengeluarkan keputusan apakah itu mengukuhkan atau mengubah keputusan Panitia Pengadaan Tanah. Dalam hal yang bersangkutan tetap tidak menerima, maka Bupati/Walikota atau Gubernur atau Mendagri dapat mengusulkan mekanisme Pencabutan Hak Atas Tanah kepada Kepala BPN dengan tembusan Menteri Hukum dan HAM. Kalau proses ini dijalankan secara maksimal baik oleh Pemda maupun Pusat, saya yakin masalah pembebasan tanah ini tidak akan menjadi masalah yang berlarut-larut.
Yang kedua adalah masalah penetapan tarif retribusi galian gol-C oleh Pemda setempat yang tidak tanggung-tanggung. Harusnya kan si Gubernur atau mungkin Mendagri bisa langsung minta justifikasi Pemda setempat menerapkan persentase tertinggi sebagaimana diatur dalam UU No. 28/2009. UU memang mengijinkan adanya batas atas tariff retribusi, tapi kan penggunaannya harus beralasan. Gubernur SUMUT/ Mendagri tuh silahkan panggil Bupati Deli Serdang, maksudnya apa buat tariff setinggi itu. Apalagi ada kaitannya dengan mega proyek Kepentingan Umum seperti KNIA ini. Kalau justifikasi si Pemda ga kuat, tinggal cabut aja tuh Perda nya, dianggap ngawur dan tidak mendukung program pembangunan. KNIA kalau sudah jadi, pasti kan Pemda juga ikut menikmati melalui pajak-pajak maupun retribusi yang sudah ditetapkan oleh UU. Secara tidak langsung juga bisa menjadi trigger untuk pembangunan Kuala Namu dan sekitarnya dalam jangka panjang.

Disinilah saya melihat memang Pemda maupun Pusat memang setengah-setengah dalam mewujudkan proyek ini. Kalau Bandara Sultan Hasanuddin bisa cepat, kenapa KNIA ini lamanya ga karu-karuan. Besar mana emang Kota Medan sama Makassar sana, siapa yang lebih membutuhkan, Medan atau Makassar? (no offense buat warga Sulsel, hanya mencoba membandingkan sikap cuek Pemerintah terhadap pembangunan KNIA yang sangat-sangat dibutuhkan-bukan sekedar ditunggu)

Just my Rp. 1000,-
opang no está en línea   Reply With Quote
Old September 2nd, 2011, 12:58 PM   #1619
Widana89
Mujer Amante
 
Widana89's Avatar
 
Join Date: Feb 2010
Location: Bali, Indonesia
Posts: 2,827
Likes (Received): 156

Quote:
Disinilah saya melihat memang Pemda maupun Pusat memang setengah-setengah dalam mewujudkan proyek ini. Kalau Bandara Sultan Hasanuddin bisa cepat, kenapa KNIA ini lamanya ga karu-karuan. Besar mana emang Kota Medan sama Makassar sana, siapa yang lebih membutuhkan, Medan atau Makassar? (no offense buat warga Sulsel, hanya mencoba membandingkan sikap cuek Pemerintah terhadap pembangunan KNIA yang sangat-sangat dibutuhkan-bukan sekedar ditunggu)
Bro, saya setuju kalau pemerintah kita yang sekarang memang sangat lambat dalam segala hal. Proyek-proyek pemerintah mana ada yang gak molor pengerjaannya, hampir semua proyek pemerintah molor alasannya bermacam2, kalau pun ada yg selesai tepat waktu tp hasilnya sering gak sesuai standar.
Bandara Hassanudin dulu juga sempat molor beberapa bulan sampai Pak JK marah2, kalau bukan karena Pak JK mungkin Bandara Hassanudin juka bakalan bernasib sama seperti Kualanamu. Dulu kalau gak salah yang memplopori pembangunan Bandara Kualanamu tahun 2006 juga Pak JK, seandainya dia masih menjabat menjadi wapres saya yakin banyak pihak yang kena "sentil". Jujur saya rindu sosok pemimpin seperti Pak JK, sikap tegas beliau mungkin bisa merobah keadaan bangsa kita seperti sekarang ini.


*Sorry bukan bermaksud kampanye. Tp sebuah ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah yg skrg!!
Widana89 está en línea ahora   Reply With Quote
Old September 2nd, 2011, 01:09 PM   #1620
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,985

kayaknya kita udah capek kali yah ngebahas hal yang sama terus2an, gimana kalau kita tidak masuk ke ranah politik untuk masalah kuala namu? setuju?

Ini ada berita bagus dari media yang selalu "hot" kalo memberitakan kualanamu

Quote:
Thursday, 01 September 2011 18:53

Izin galian C Kuala Namu sudah dikantongi
Warta

WASPADA ONLINE

DELI SERDANG - Pasokan pasir timbun untuk proyek landasan pacu Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dipastikan kembali lancar. Hal ini dikarenakan izin galian C dari pemerintah setempat telah dikantongi kontraktor proyek tersebut.

"Kekurangan pasir untuk menimbun landasan pacu segera teratasi, karena PT Waskita Yasa selaku kontraktor proyeknya telah memperoleh izin menambang pasir dari Pemkab Deli Serdang," kata Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto.


Izin galian C diberikan Pemkab Deli Serdang kepada PT Waskita Yasa untuk dua lokasi penambangan pasir, di antaranya di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Ular. Dengan demikian, penambangan pasir untuk proyek runway bandara tersebut bisa dimulai pascalibur Lebaran.

Untuk mempercepat proses penimbunan landasan pacu, menurut Wisnu, izin galian C tersebut perlu ditambah hingga sekitar delapan izin lagi sehingga volume pasokannya bisa menjadi lebih banyak lagi.

Surat izin penambangan pasir tersebut diperoleh PT Waskita Yasa melalui proses pembahasan selama hampir dua bulan antara perusahaan kontraktor yang bersangkutan dengan Pemkab Deli Serdang, Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura II dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Selama menunggu penerbitan galian C, aktivitas penimbunan landasan pacu sempat terhenti selama hampir satu bulan lebih.

Sebelumnya, PT Waskita Yasa melaksanakan pengerjaan penimbunan landasan pacu bandara itu dengan mengandalkan pasokan pasir dari para rekanan sesuai dengan kesepakatan ditambah retribusi galian C sebesar Rp800 per meter kubik (m3). Namun, tarif retribusi tersebut tidak diberlakukan lagi oleh Pemkab Deli Serdang setelah keluarnya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 yang di antaranya menetapkan tarif retribusi penambangan pasir sebesar Rp7.500 per m3.

Pemkab Deli Serdang semula bersikukuh hanya bersedia mengeluarkan izin galian C untuk kebutuhan proyek penimbunan landasan pacu bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu bilamana kontraktornya bersedia membayar retribusi sesuai dengan Perda yang baru.

Penerapan tarif retribusi tersebut membuat biaya pengadaan pasir timbun untuk proyek landasan pacu dipastikan menjadi bertambah atau melebihi total anggaran yang telah disepakati antara PT Waskita Yasa dengan Satuan Kerja Proyek Bandara Kuala Namu.

Sementara paket proyek penimbunan dan pengerjaan fisik landasan pacu Bandara Kuala Namu ditetapkan sudah harus selesai sebelum akhir Oktober 2012 agar sekitar awal 2013 seluruh tahapan mega proyek itu sudah selesai dikerjakan dan bandara internasional itu bisa segera dioperasikan secara komersial.

Hingga kini, menurut dia, volume pengerjaan proyek landasan pacu bandara itu baru sekitar 20 persen dan total pasir timbun yang dibutuhkan mencapai 1,5 juta m3 lagi.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Pemkab Deli Serdang akhirnya bersedia mengeluarkan dua izin galian C kepada PT Waskita Yasa dengan tarif retribusi khusus sekitar Rp2.500 per m3.

Editor: IMANIURI SILABAN
(dat06/antara)

source http://www.waspada.co.id/index.php?o...ama&Itemid=131
cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
airport, medan

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 04:20 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu