daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Railway and Station



Reply

 
Thread Tools
Old September 6th, 2011, 03:13 AM   #461
sturmgewehr
MP-44
 
sturmgewehr's Avatar
 
Join Date: May 2010
Posts: 829
Likes (Received): 41

^
uda mulai ya pekerjaan utk pembangunan trem dan monorail di sby ?
sturmgewehr está en línea ahora   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old September 6th, 2011, 09:16 AM   #462
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 2,310
Likes (Received): 38

blm kok, cuman menurut konfirmasi dari Thedaydremer, Pemkot sedang koordinasi dengan satu instansi dengan instansi lain. prepare segala sesuatu nya. Tetapi kalau dilihat kelihatannya effortnya tinggi, let see their work. Planning awal 2012 proyek ini sudah akan mulai dijalankan dengan sistem multiyears. Dan saya rasa proyek ini bisa direalisasikan, lha wong buat stadion mahalnya kayak begitu saja bisa, masak ini ga bisa. Pasti bisa... kita tunggu 2012, time will be answered
Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old September 6th, 2011, 11:28 AM   #463
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,387
Likes (Received): 58

Quote:
Originally Posted by sbyctzn View Post
IYAK Cen... persis... udah uzur sampaian gambar bikinan saya itu... udah berbulan-bulan lalu...
persis seperti ini...



saya punya impian dishub bisa merealisasikan trayek bus rapid yang menjaring semua rute kota....
jadwalnya rutin.... armadanya banyak....
trus bersih... cukup seperti itu aja...
armadanya yang simple-simple aja seperti ini nih....
lengkap sudah saya kasih detilnya juga... tinggal pesan di Malang
sudah saya konfirm ke teman-teman karoseri katanya bisa memodif seperti punyanya SBS Transit....
lebih murah ketimbang beli CBU SCANIA K230ub yang mahal banget.....


yang penting realistis saja harapan saya pada pemkot... dishub khususnya...
yang penting trayek bus rapid menjaring ke semua penjuru kota....
tidak perlu wow wow an pakai shelter dan bus seperti Trans Jakarta...
yang penting kualitas dan kuantitas
mungkin Karoseri City Bus Concept yang dipamerin di Jakarta kemarin pake chassis yang dimodifikasi seperti gambar di atas?



__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old September 6th, 2011, 12:29 PM   #464
sbyctzn
gumiho
 
sbyctzn's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 8,868


bukan bro, yg kmarin itu pake chasis dari china (produsen Golden Dragon), chasisnya beda sama bus umumnya yg dipake di Indo yg dipake untuk bus antar kota.
Klo City line itu memang tipe chasis low deck, bukan chasis modifikasi.
__________________

The Sunrise of Java

banyuwangitourism.com
sbyctzn no está en línea   Reply With Quote
Old September 6th, 2011, 04:12 PM   #465
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,387
Likes (Received): 58

Btw kenapa chassis low deck lebih mahal ya daripada yang biasa? Padahal cocok buat bus dalam kota.
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.

Last edited by @b1; September 7th, 2011 at 09:49 AM.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old September 8th, 2011, 03:54 PM   #466
zephyranthes
Registered User
 
zephyranthes's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: Surabaya
Posts: 101
Likes (Received): 0

Bus Low deck lebih old people & handicapped friendly soalnya orang2 tua, ibu hamil & yang berkursi roda bisa lebih mudah naik turun busnya.
__________________
Whatever the mind can conceive and believe, the mind can achieve.
zephyranthes no está en línea   Reply With Quote
Old September 8th, 2011, 10:28 PM   #467
ardimusica
Registered User
 
ardimusica's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: surabaya
Posts: 535
Likes (Received): 0

Kebijakan Transportasi Massal Tak Terarah
Kamis, 08/09/2011 | 12:05 WIB

Kemacetan parah menghantui Kota Surabaya

Surabaya- Kemacetan arus lalu lintas di Kota Surabaya dalam kurun waktu 5-15 tahun ke depan diprediksi bakal melebihi Jakarta dan kota besar-besar di negara lain. Kondisi ini lantaran arah kebijakan transportasi massal yang dituangkan dalam rancangan pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Kota Surabaya 2010-2015-2025 tidak terarah.

Dalam RPJMPD-nya Pemkot Surabaya merencanakan pembangunan moda transportasi terpadu yang murah mudah dan berkualitas. Namun, penjabaran dalam konsep moda transportasi terpadu yang murah, mudah dan berkualitas tidak dijelaskan secara rinci dalam programnya tersebut.

“Seperti apa bentuk moda tranpsotasi yang terpadu yang murah, mudah dan berkualitas tidak jelas. Programnya tidak dijabarkan sevara rinci. Apakah moda tranpsorasti terpadu yang murah, mudah dan berkualitas itu berupa busway, monorel, atau trem tidak diuraikan di dalamnya. Sehingga program yang diungkapkan dalam RPJPD itu terkesan ngambang,” kata Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya Sachiroel Alim Anwar, Kamis (8/9).

Bila dalam RPJPD-nya saja tidak jelas dan tidak terarah sudah jelas kemacetan arus lalu lintas di kota ini sulit dibendung. Pasalnya, jumlah kendaraan semakin bertambah banyak dan jumlah tambahan jalan tidak sebanding dengan meningkatnya jumlah kendaraan.

Di saat yang sama, kata dia, arah kebijakan pembentukan moda transportasi yang dituangkan dalam RPJPD pemkot tidak disebutkan bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi kemacetan tesrebut.

“Lha, kalau dalam RPJPD kota hanya ditulis moda transportasi dibau terpadu yang murah, mudah dan berkualitas, tapi tidak dirinci apa dan bagaimana bentuk dari moda tranportasi, ya, saya kira Surabaya dalam kurun waktu 5-15 tahun lagi akan bertambah macet tentunya,” ungkapnya.

Lebih aneh lagi, kata Sachiroel, kebijakan pemkot tersebut juga dijadikan salah alasan untuk menolak rencana pembangunan jalan tol tengah kota yang disetujui pemerintah pusat dan promprov Jatim. “Sekarang yang masih menjadi tarik ulur adalah perlu tidaknya tol tengah kota. Tol tengah kota oleh Pemkkot dianggap kurang sesuai dengan kondisi kota dan tol pinggir dianggap lebih pas. Padahal kalau dilihat dari sisi bagaimana cara mencari solusi pengentasan kemacetan di Surabaya, penambahan jalan adalah juga perlu. Di sinilah yang masih membuat kami bingung tentunya,” kata polisi dari Partai Demokrat tersebut.

Reny Astuti, Ketua Panitia Khsusus (pansus) Pembahasan RPJPD Kota Surabaya 2010-2015-2025 mengatakan, memang di dalam draf RPJPD tidak dirinci apa bentuk moda transportasi terpadu yang murah, mudah dan berkualitas. Sehingga membuat pansus suloit bisa menerima draf tersebut. Selain itu, di dalam draf RPJPD tersebut Pemkot diminta untuk membahas kembali soal rencana tata ruang wilayah (RTRW) Surabaya 2010-2015 sebagai kelengkapan pembuatan RTRW Jatim pada kunrun waktu yang sama, salah satu soal tol tengah kota yang selama ini jadi perdebatan. Namun, apa dan bagaimana serta materi yang mana perlu dibahas ulang dengan DPRD juga tidak jelas.

Sejalan dengan itu semua pansus dan pemkot akan konsultasi ke gubernur untuk mencari tahu apa yang dimaksukan dari rekomendasi pemprov jatim tersebut. “Sebenarnya apa yang diambil RPJPD itu apa, di sini tidak ada yang bisa dijabarkan. Jadi pembahasan ditunda minggu depan,” katanya.

Ketua Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Hendro Gunawan setelah rapat dengar pendapat di ruang Komisi C DPRD Surabaya, Rabu (7/9) mengatakan dalam RPJPD tidak bisa disebutkan program moda transporasti secara detil. Detil program tranportasi akan dituangkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Pembangunan Daerah (RAPBD) Surabaya setiap tahunnya.



Tol Tengah

Soal, tol tengah kota Pemkot Surabaya meminta investor tol tengah kota untuk memberikan updating (data terbaru) dari Detail Engineering Design (DED) atau bestek gambar kerja secara rinci untuk rencana pembangunan tol itu. “Pemkot tidak resisten dengan rencana itu. Cuma yang kami harapkan ada studi lagi terkait updating data dan lainnya,” kata dia.

Menurut dia, pihaknya beberapa waktu lalu sudah bertemu dengan pihak investor tol tengah yakni Margaraya Jawa Tol (MJT) dan ternyata data yang ditunjukkan adalah data lama tahun 2001, sedangkan DED yang dutunjukkan dibuat tahun 2003. “Saya minta ada kajian ulang dan ‘updating’ data yang baru,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga khawatir proyek jalan tol tengah kota itu nasibnya sama dengan proyek nasional jembatan layang (flyover) di Jalan Diponegoro yang kini terbengkalai karena masih ada masalah sengketa lahan dengan PT Kereta Api (KA).

“Kami khawatir persiapan kurang dan tiba-tiba dananya kurang sehingga terbengkalai sepeti flyover,” katanya.pur

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=b...800998ecf8427e
ardimusica no está en línea   Reply With Quote
Old September 11th, 2011, 02:16 PM   #468
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,387
Likes (Received): 58

Pemkot Surabaya Ajukan Uji Kelayakan Trem dan Monorel

Sabtu, 10 September 2011 00:00:24 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto

Surabaya (beritajatim.com) - Pemkot terus memantapkan rencana pembangunan alat transportasi massal. Saat ini, pemkot tengah menunggu pengajuan resmi survey kelayakan dari Bukaka Group sebuah perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla.

Survey atau uji kelayakan ini adalah langkah awal untuk merealisasikan rencana tersebut. Survey ini akan membahas tentang angkutan apa yang layak, dan konsep yang pas nantinya.

Pihak mana pun boleh mengajukan diri untuk melakukan uji kelayakan. Sampai saat ini, sudah banyak perusahaan swasta yang menyatakan keinginannya melakukan uji kelayakan alat tranportasi massal di Surabaya. Baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, yang benar-benar serius tampaknya hanya Bukaka. Komunikasi intensif sudah kerap dilakukan. Sekarang, Pemkot hanya menunggu permohonan resmi.

"Harapannya akhir tahun ini survey kelayakan selesai. Awal tahun depan mulai dilelang (realisasi pelaksanaannya). Pertengahan tahun pengerjaannya sudah dimulai," ujar Asisten II Sekkota Muhlas Udin, Sabtu (10/09/2011).

Uji kelayakan memang terkait dengan pelaksanaan pembangunan, Sebab dokumen uji kelayakan itu akan dijadikan pedoman dalam pembangunan. Namun, keduanya adalah dua hal yang berbeda. Perusahaan yang berhasil melakukan uji kelayakan dan hasil kerjanya disetujui pemkot, belum tentu akan menjadi pemenang pelaksanaan pembangunan. akan dilakukan kajian lebih mendalam lagi.

Seperti diberitakan, Pemkot berencana membangun alat transportasi massal. Realisasi rencana itu diharapkan mulai dirintis sejak tahun depan. Ada dua kemungkinan terbesar alat tranpirtasi yang digunakan. Trem dan monorel.Sejumlah pihak berpendapat, berdasar pengalaman, karakteristik Surabaya lebih cocok dengan konsep transportasi massal, sedangkan beberapa pihak lainnya lebih sepakat dengan proyek pemerintah pusat, yakni tol tengah.

Sementara itu, Kabid Fisik Sarana dan Prasarana Bappeko Surabaya A.A Gede Dwijajawardhana mengatakan, bahwa pilihan solusi pengurai kemacetan tergantung dari kajian teknis yang akan dilakukan. cara yang paling efektif dan efisiien akan dipilih.

"Semua masukan kami terima.Persoalan nanti pilih yang mana, tentu masih akan terus dibahas lagi," pungkasnya.[rif/ted]

http://www.beritajatim.com/detailnew...em_dan_Monorel
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old September 11th, 2011, 02:16 PM   #469
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,387
Likes (Received): 58

JK Minati Proyek Monorel di Surabaya

Jumat, 09 September 2011 23:29

SURABAYA – Kalla Group tidak hanya menjajaki proyek monorel di Bandung, Jawa Barat, setelah menyepakati pembangunan monorel di Makassar senilai Rp4 triliun.

Kalla Group juga tengah meminati proyek yang sama di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan milik mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK) itu rupanya tertarik untuk berinvestasi di Kota Pahlawan tersebut. Saat ini Pemkot Surabaya menunggu pengajuan resmi survei kelayakan transportasi dari PT Bukaka Teknik Utama, salah satu anak perusahaan Kalla Group.Survei atau uji kelayakan itu merupakan langkah awal untuk merealisasikan pembangunan transportasi massal di Surabaya.

Survei itupun akan membahas tentang angkutan apa yang layak, dan konsep yang pas nantinya untuk diterapkan dalam rangka melayani masyarakat melalui angkutan massal. Asisten II Pemkot Surabaya Muhlas Udin menuturkan, Pemkot memberikan peluang bagi siapa saja untuk mengajukan diri dalam uji kelayakan. Sampai saat ini, sudah banyak perusahaan swasta yang menyatakan keinginannya melakukan uji kelayakan alat transportasi massal di Surabaya. Baik dari dalam maupun luar negeri. Dari banyak nama perusahaan yang mendaftar,nama Bukaka paling diunggulkan.

Sebab, mereka benar-benar serius dalam pengajuan. Bahkan, komunikasi intensif sudah kerap dilakukan dalam sebuan terakhir. ”Jadi Pemkot sedang menunggu permohonan resmi.Semoga saja akhir tahun ini survei kelayakan selesai,” ujar Muhlas,kemarin. Kalau akhir tahun ini selesai, lanjutnya,maka pada awal tahun depan bisa dilelang.Sehingga pada pertengahan tahun depan pengerjaannya sudah bisa dimulai.

Pelaksanaan uji kelayakan sendiri memang mendesak.Semua itu dilakukan dalam rangka perbaikan pembangunan kota. Dokumen uji kelayakan itu akan dijadikan pedoman dalam pembangunan. Namun, keduanya adalah dua hal yang berbeda. Maksudnya, perusahaan yang berhasil melakukan uji kelayakan dan hasil kerjanya disetujui Pemkot, belum tentu akan menjadi pemenang pelaksanaan pembangunan. Pemkot sendiri berencana membangun alat transportasi massal yang mumpuni mulai tahun ini.Untuk realisasinya rencana itu diharapkan mulai dirintis sejak tahun depan.

Ada dua kemungkinan terbesar alat tranportasi yang digunakan yakni dengan Trem dan monorel. Sejumlah pihak berpendapat, berdasar pengalaman, karakteristik Surabaya lebih cocok dengan alat transportasi ini.”Semua masukan kami terima. Persoalan nanti pilih yang mana, tentu masih akan terus dibahas lagi,”kata Kabid Fisik Sarana dan Prasarana Bappeko A.A Gde Dwijajawardhana. Kalla Group melalui PT Bukaka Teknik Utama sangat serius menawarkan monorel sebagai alat transportasi massal di berbagai kota di Indonesia. Selain Makassar dan Surabaya, PT Bukaka juga telah membidik Bandung sebagai salah satu lahan investasinya.

Tak tanggung-tanggung perusahaan yang dipimpin Solichin Kalla itu telah membangun pabrik monorel di Cileungsi Jawa Barat senilai Rp2 triliun. Seusai penandatangan MoU pembangunan monorel di Makassar,JK menegaskan jika pembangunan monorel oleh Bukaka Group 100% mengandalak sumber daya lokal.

http://www.makassarterkini.com/index...ini&Itemid=139
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old September 12th, 2011, 12:31 PM   #470
bimbim
Registered User
 
bimbim's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 304
Likes (Received): 32

Duh Pak Jk,.... Kangen gw ama pemimpin enterprenuer kayak gini....
Kapan bangsa ini dipimpin oleh sosok seperti Beliau yah?....Gw suka kemandirian sama lincahnya itu lho...
bimbim no está en línea   Reply With Quote
Old September 21st, 2011, 09:49 AM   #471
devrypj
Registered User
 
devrypj's Avatar
 
Join Date: Jul 2011
Location: Surabaya
Posts: 425
Likes (Received): 15

belum ada bocoran detil sm rendering monorel & trem ya?
devrypj no está en línea   Reply With Quote
Old September 26th, 2011, 05:12 PM   #472
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,387
Likes (Received): 58

Monorel-Trem Tak Atasi Macet
Senin, 26/09/2011 | 09:50 WIB

Jangan hanya sebatas mimpi dan konsep di atas kertas

SURABAYA – Keberadaan megaproyek transportasi massal monorel dan trem yang digagas Pemkot diyakini tak bisa mengurai kemacetan lalu lintas. Masalahnya, dalam desain dibuat Pemkot, dua transportasi massal itu tak akan mengakses ke Jl. A Yani. Padahal salah satu titik kemacetan arus lalu lintas terbesar ada di jalan protokol tersebut.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Simon Lekatompessy dan anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Irwanto Limantoro dihubungi terpisah, Senin (26/9).

Simon mengatakan, Jl. A. Yani selama ini merupakan jalan protokol yang menjadi pintu masuk maupun keluar Kota Surabaya. Sementara, dalam konsep monorel dan trem Pemkot yang dijadikan pengganti tol tengah kota tidak lewat Jl. A Yani. Desain yang dipaparkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini kepada anggota dewan menyebutkan penghubung jalur Surabaya Utara- Surabaya Selatan akan menggunakan trem. Namun konsep trem yang dipaparkan hanya mengambil rute Terminal Joyoboyo-Perak dan sebaliknya. Itu artinya, dari Terminal Joyoboyo ke selatan hingga bundaran Waru tidak dilayani trem tersebut. Masyarakat Surabaya atau Sidoarjo yang ingin melintas Jl. A Yani dengan trem tidak akan keturutan. “Tremnya tidak lewat Jl A Yani dan cuma ambil rute Joyoboyo-Perak dan sebaliknya,” katanya.

Konon, kata dia, untuk Joyoboyo-Waru akan dilayani dengan kereta api elevated yang akan dibangun PT KA dari Gubeng-Juanda. Pemkot akan membangun jembatan penyeberangan orang dari terminal Joyoboyo tembus ke Stasiun Wonokromo.

Sedangkan untuk moda transportasi massal guna menghubungkan koridor timur-barat Pemkot menggunakan monorel. Program monorel ini nantinya akan ada pertemuan titik dengan trem di Pasar Keputran. Di kawasan Keputran akan dibangun halte besar yang bisa dijadikan tempat transit penumpang monorel dan trem atau sebaliknya. “Jadi upaya penguraian kemacetan di Jl. A Yani tidak tampak dalam program monorel dan trem yang digagas Pemkot, ujar dia.

Sementara Irwanto mengatakan, konsep yang diajukan Pemkot jangan hanya sebatas mimpi. Bagaimanapun keberadaan angkutan massal juga harus dilakukan untuk mengurai kemacetan.

Kalau sebelumnya Pemkot menolak tol tengah kota dengan alasan ada tiang pancang yang tinggi.Tapi dalam pelaksanaan monorel dan trem juga memakai tiang pancang yang tinggi pula. ”Jangan sampai masyarakat diberikan janji yang indah, tapi layanan publik juga harus berjalan dan benar-benar dilakukan,” ujarnya.



Double Track

Terkait hal ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Hendro Gunawan mengakui, program trem itu belum menyentuh kemacetan Jl Ahmad Yani. Konsep transportasi massal di Jl. A Yani nantinya dikerjakan bersama-sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Menurut dia, start dan finish trem yang digagas pemkot hanya sampai di Terminal Joyoboyo karena pemkot akan mencocokkan perencanaan dengan PT KAI yang memiliki rencana membangun double track Surabaya-Sidoarjo.

Tidak hanya itu, double track itu juga akan melewati Bandara Juanda. Lewat double track itu diharapkan menjadi angkutan massal bagi masyarakat dengan menggunakan kereta api (KA). ”Sekarang sudah ada komuter, nantinya konsep double track itu nantinya akan disinkronkan dengan trem yang akan dibangun nanti,” ujarnya.

Disinggung tentang bagaimana masyarakat mau menggunakan trem jika jalur trem tidak dibangun sekaligus sampai Jl. A Yani, Hendro menerangkan, calon penumpang dari Sidoarjo atau Juanda, bisa naik KA dan turun di Stasiun Wonokromo. Dari Wonokromo ini penumpang bisa berpindah naik trem dari Terminal Joyoboyo.

Untuk memudahkan perpindahan penumpang ini, pemkot akan membangun jalan penghubung di titik ini. Sedangkan untuk masalah kemacetan di Jl A Yani diyakini akan berkurang dengan sendirinya. Sebab selain akan ada double track, pemkot kan terus mengerjakan frontage road (FR).

Sedangkan tentang trem dan monorel itu sendiri, ia juga mengatakan, sedang mempersiapkan kajian tentang kebutuhan unit (armada). Menurut dia, trem diestimasikan akan memiliki kecepatan 20-30 km per jam. Dengan jarak per halte sekitar 500 meter, waktu dari halte satu mencapai halte lainnya diperkirakan membutuhkan 5-10 menit. Sementara itu untuk monorel, waktu jarak tempuhnya sama, tetapi kecepatannya 50 km per jam. ”Kami sedang mengkaji berapa unit trem dan monorel yang dibutuhkan,” kata dia.

Gambarannya, jika trem atau monorel jam keberangkatannya makin mepet, misalnya per 5 menit sekali, maka dibutuhkan jumlah unit yang lebih banyak. Sebaliknya, jika jam keberangkatan bisa sampai 10 menit sekali, maka unitnya bisa lebih sedikit. Kajian ini nantinya akan disesuaikan dengan jumlah penumpang dan berapa gerbong yang akan disiapkan dalam satu unit trem atau monorel. pur

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=b...067f89cc14862c
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2011, 04:35 PM   #473
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 2,310
Likes (Received): 38




Perencannan yang matang dari BAPPEKO... dan sekarang tinggal push untuk Pemprov merealisasikan Double Track.. mari kita lihat apakah pemprov bisa mewujudkannya
Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2011, 03:20 PM   #474
chinmi90
Registered User
 
chinmi90's Avatar
 
Join Date: Dec 2010
Location: Surabaya
Posts: 3
Likes (Received): 0



Monorel lewat depan Ciputra World Surabaya
dari Jawapos
chinmi90 no está en línea   Reply With Quote
Old October 8th, 2011, 09:19 AM   #475
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,387
Likes (Received): 58

Pemkot Surabaya lagi ambisius merampungkan rencana monorail dan tram, tapi kok melupakan program busway atau busline yang pernah di-propose yah?
Padahal busway / busline cocok buat menjangkau semua jaringan jalan di Surabaya, sementara monorail dan trem hanya untuk wilayah tertentu saja.

Apa ada kabar terbaru mengenai program busway / busline untuk Surabaya?
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old October 16th, 2011, 07:39 AM   #476
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,072
Likes (Received): 1085

Mantab juga nech pemkot sby, yg menggagalkan proyek tol dalam kotanya dengan transportasi massal. Jarang2 nech pemkot di kota lain,pemrop dki aja meluluskan jlnt jadinya dibandingkan membereskan monorel yg mangkrak di lokasi yg sama fiuhhhh. Salute untuk pemkot sby.
Memang sebenanya jk kita cermati dalih tol yg awal2 utk memecahkan kemacetan hanya sebagai kedok utk meloloskan 'proyek' agar banyak yg beralih beli mobil ckklcclckck
anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old October 30th, 2011, 03:57 PM   #477
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,387
Likes (Received): 58

Sudah Benar Langkah Walikota Surabaya Tak Bangun Jalan Tol

Thursday, 27 October 2011 09:18
KBR68H
Hits: 57

KBR68H - Walikota Surabaya Tri Rismaharani berkeras menolak pembangunan jalan tol tengah kota. Menurutnya, pembangunan jalan tol yang diusulkan pemerintah provinsi Jawa Timur dan pusat tidak akan bisa mengatasi kemacetan di Surabaya. Alih-alih mengatasi kemacetan, pembangunan tol justru mendorong pertambahan kepemilikan mobil. Polusi akan semakin menjadi-jadi. Ia lebih memilih menata transportasi umum. Tri Rismaharani kemudian merencanakan pembangunan monorel dan trem. Dua moda itu dipilih karena selain biaya pembangunan yang tak terlalu mahal, juga karena tidak banyak memakan badan jalan. Berbeda dengan busway yang harus dibuatkan jalur khusus.=

Belajar dari Jakarta, keputusan Tri Rismaharani menolak tol adalah langkah tepat. Di ibukota Indonesia ini, kemacetan jadi pemandangan lazim walau tol berpuluh-puluh kilometer sudah membelah kota. Keadaan semakin diperparah dengan lambatnya perbaikan transportasi umum. Praktis saat ini, hanya busway yang dijadikan andalan transportasi umum di tengah kota Jakarta. Itupun kondisinya semakin memburuk karena tidak dirawat dengan baik.

Kota Seoul, Korea Selatan mungkin bisa menjadi contoh baik bagaimana transportasi umum ditata dengan terencana. Pada 2003, Walikota Seoul Lee Myung Bak mengambil kebijakan kontroversial dengan merobohkan jalan tol sepanjang 6 kilometer di tengah kota. Lee Myung Bak beranggapan keberadaan jalan tol di tengah kota itu merusak lingkungan. Ia kemudian merestorasi sungai yang berada di bawah jalan tol sehingga bisa menjadi tempat berkumpul dan bersantai. Di kiri kanan sungai dibangun trotoar dan taman. Bahkan di sepanjang sungai itu juga sering diadakan festival kesenian.

Bersamaan dengan pembongkaran jalan tol, Lee Myung Bak memperbaiki transportasi umum di Seoul dengan serius. Hasilnya saat ini, Seoul memiliki jaringan kereta bawah tanah ketiga terbesar di dunia. Bus di Seoul juga dikenal bersih, terawat baik dan tepat waktu. Kota itu bahkan menargetkan pada 2020 sekitar 120 ribu bus di Seoul akan beroperasi dengan menggunakan tenaga listrik supaya tidak menimbulkan polusi.

Kuncinya adalah kemauan memperbaiki transportasi massal dan berusaha sekuat mungkin mengurangi banjir kendaraan pribadi di jalanan. Tidak justru selalu mengambil solusi mudah seperti membangun jalan tol. Bila transportasi tidak segera diperbaiki maka kualitas hidup masyarakat akan semakin menurun. Kemacetan terjadi dimana-mana, polusi tak terkontrol. Energi terbuang sia-sia. Inilah yang sudah dirasakan warga Jakarta beberapa tahun belakangan.

http://www.kbr68h.com/editorial/54-t...ngun-jalan-tol
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old November 1st, 2011, 07:26 PM   #478
wangweijie84
Registered User
 
wangweijie84's Avatar
 
Join Date: Nov 2006
Location: Surabaya-Taoyuan
Posts: 404
Likes (Received): 0

Ga sabar liat gimana bangunnya nih monorel dan trem .....
Sayang di daerah rumahku ga ada rute salah satu dari transportasi massal ini
wangweijie84 no está en línea   Reply With Quote
Old December 2nd, 2011, 04:58 AM   #479
sturmgewehr
MP-44
 
sturmgewehr's Avatar
 
Join Date: May 2010
Posts: 829
Likes (Received): 41

ayo Bu Risma gimana nih kabar monorel Surabaya?
Makassar uda siap2 bangun taun 2012.
taun 2012 uda tinggal hitungan minggu aja loh
sturmgewehr está en línea ahora   Reply With Quote
Old December 17th, 2011, 04:10 PM   #480
adolph
Faelivrin
 
adolph's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: Nargothrond
Posts: 467
Likes (Received): 23

Quote:
Originally Posted by @b1 View Post
Pemkot Surabaya lagi ambisius merampungkan rencana monorail dan tram, tapi kok melupakan program busway atau busline yang pernah di-propose yah?
Padahal busway / busline cocok buat menjangkau semua jaringan jalan di Surabaya, sementara monorail dan trem hanya untuk wilayah tertentu saja.

Apa ada kabar terbaru mengenai program busway / busline untuk Surabaya?
klo gk salah busway udah dibatalin wacananya coz jalan di sby rata2 sempit utk dibuat jalur busway sperti di jkt(CMIIW)
adolph no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
monorail, surabaya, tram

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 05:08 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu