daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old November 26th, 2009, 05:13 PM   #61
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

Pengiriman 60 TKI Ilegal Digagalkan
KAMIS, 26 NOVEMBER 2009



Salah satu pemandangan khas Kota Batam, yaitu Jembatan Barelang.

BATAM, KOMPAS.com - Direktorat Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menggagalkan upaya pengiriman TKI, yang diduga ilegal ke Malaysia.

"Jajaran Polda Kepri berhasil menyetop pengiriman TKI ilegal," kata Humas Polda Kepri AKBP Anggaria Lopes di Batam, Kamis (26/11).

Sebanyak 60 orang TKI diamankan saat hendak berangkat ke Malaysia, di Pelabuhan Internasional Batam Centre.

Selain itu, Polda Kepri juga mengamankan dua orang tekong. Kepolisian masih mengembangkan kasus ini. "Kasus ini masih diselidiki," kata dia.

Polda Kepri, dengan Kepala Polda yang baru, Brigjen Pol Pudji Hartanto berkomitmen memberantas pengiriman TKI ilegal ke negara tetangga.

Polda Kepri, menjaga seluruh jalur pengiriman YKI ilegal, mulai dari pelabuhan resmi hingga tidak resmi yang tersebar di penjuru Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut dia, pengiriman TKI ilegal dan perdagangan manusia adalah kejahatan yang harus diberantas.

Dari Dumai, Riau, dilaporkan puluhan TKI ilegal yang masih di bawah 17 tahun, yang berasal dari Madura, Jawa Timur diberangkatkan menuju Port Klang, Malaysia melalui Pelabuhan Dumai, Riau.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old November 26th, 2009, 05:23 PM   #62
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

40 TKW dan 4 Bayi Dipulangkan Dari Malaysia
KAMIS, 26 NOVEMBER 2009



JAKARTA, KOMPAS.com - Departemen Luar Negeri memfasilitasi pemulangan 40 tenaga kerja wanita (TKW) bermasalah dan empat orang bayi dari Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (26/11).

Menurut keterangan Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, para TKW itu kembali ke Indonesia didampingi dua staf KBRI Kuala Lumpur dengan menggunakan Garuda Airlines, pukul 12.00 WIB.

Setibanya di Jakarta, 36 orang dari 40 orang beserta empat bayi tersebut diserahkan kepada Departemen Sosial RI.

Selanjutnya mereka akan difasilitasi Organisasi Migrasi Internasional (IOM) guna mengikuti program kembali, pemulihan dan integrasi. Sedang empat orang lainnya akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Kepulangan 40 TKW dan empat bayi itu merupakan hasil kerjasama antara Deplu dan KBRI Kuala Lumpur serta pihak terkait lainnya, sebagai perwujudan kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap WNI/TKI bermasalah di luar negeri.

Pada Selasa lalu, Deplu memfasilitasi pemulangan 40 TKW bermasalah dari Amman, Yordania. TKW ini didampingi Staf Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, dengan menggunakan Penerbangan Emirates Airlines.

Sebelum dipulangkan KBRI Amman, 40 TKW menjalani wawancara, dengan staf KBRI Amman maupun staf Deplu dari Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, serta aparat penegak hukum untuk mendapatkan informasi permasalahan yang mereka hadapi.

Para TKW yang diduga berusia di bawah umur ini, mendapatkan perlindungan di penampungan KBRI Amman. Senin, Deplu memfasilitasi 25 TKW dari Kairo, Mesir. Mereka tiba menggunakan Penerbangan Ettihad Airlines.

Sebelum dipulangkan, 20 TKW berada di penampungan KBRI Kairo. Mereka difasilitasi untuk menyelesaikan permasalahan seperti pembayaran gaji yang tertunda, tindak kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual.

Sedangkan lima orang TKW lainnya dipulangkan oleh KBRI Kairo setelah dibebaskan pihak imigrasi Mesir.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 30th, 2009, 01:20 PM   #63
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

Tenaga Kerja Asal Sumenep Dikabarkan Tewas di Malaysia
Senin, 30 November 2009

TEMPO Interaktif, Sumenep - Dahlan, 40 tahun, warga Desa Gaddu Barat, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang bekerja sebagai buruh bangunan di Malaysia dikabarkan tewas, Sabtu (28/11) lalu.

Bayinah, istri Dahlan, mengaku kabar tewas suaminya itu diketahui Minggu (29/11) kemarin, setelah salah seorang rekan korban di Malaysia memberi kabar bahwa Dahlan tewas saat akan menyebrangi sungai. "Dia terseret arus sungai yang tiba-tiba pasang," katanya berurai air mata.

Menurut Sakir, menantu Dahlan, mertuanya itu sudah lama bekerja sebagai tenaga kerja indonesia ilegal. Agar tidak ditangkap aparat, Dahlan dan beberapa rekannya memilih tinggal di hutan. Pagi hari ia akan menyebrang sungai untuk bekerja dan sebelum senja kembali lagi ke hutan.

Jenazah Dahlan, kata dia, ditemukan Minggu kemarin beberapa meter dari pertama kali terseret arus. "Jasadnya ditemukan di dasar sungai," ujarnya.

Kabar tewasnya Dahlan itu membuat keluarganya bingung, apakah mungkin jenazah tenaga kerja ilegal bisa dipulangkan ke tanah air? Sakir mengungkapkan, tidak ada firasat apa pun soal Dahlan, hanya saja, beberapa hari sebelum dikabarkan tewas Dahlan tiga hari berturut-turut menelpon puterinya dan selalu menangis.

"Dia bilang mau pulang, gak taunya meninggal," katanya.

Sakir berharap jenazah mertuanya bisa dipulangkan agar bisa dikuburkan secara layak di kampung halaman. Meski belum pasti, keluarga Dahlah sudah menggelar tahlilan. "Kabarnya jenazahnya akan dipulang lusa," tuturnya.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old December 3rd, 2009, 03:45 PM   #64
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

Jepang Diminta Tambah Kuota TKI
KAMIS, 3 DESEMBER 2009

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah Indonesia meminta Pemerintah Jepang menambah kuota tenaga kerja Indonesia di Jepang. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat mengungkapkan hal ini saat bertemu Duta Besar Jepang Kojiro Shiojiri di Jakarta, Kamis (3/12).

Indonesia menempatkan 1.000 TKI untuk perawat dan pengasuh jompo di Jepang atas perjanjian pembangunan perekonomian bilateral yang dibuat tahun 2007. Jepang menerima tenaga kerja Indonesia yang lolos tes rekrutmen di Indonesia dan mengikuti
pendidikan bahasa dan budaya Jepang.

Mereka yang lulus kemudian diberangkatkan ke Jepang untuk magang sebelum mengikuti tes kerja di Jepang sebagai syarat utama bekerja di sana. Mereka yang berhasil menembus seluruh tahapan diizinkan bekerja sebagai perawat medis dan pengasuh jompo dengan gaji Rp 16 juta-Rp 18 juta per bulan.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old December 3rd, 2009, 04:26 PM   #65
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

Malaysia, Indonesia Set up Task Force to Resolve Maid Woes
THURSDAY, 3 DECEMBER 2009



Minister of Manpower and Transmigration, Muhaimin Iskandar welcomes troubled Indonesian laborers at Soekarno-Hatta International Airport

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Malaysia said Wednesday it will set up a task force with Indonesia to look into the grievances of Indonesian domestic workers here and speed up court cases over abuse and non-payment. Home Minister Hishammuddin Hussein said the government is optimistic that Indonesia’s ban on sending domestic workers to Malaysia, ordered in June after a spate of horrific assaults, will be lifted in the next few months.

He said the task force, which he will head and which will be staffed by officials from both countries, will look at how to expedite cases of non-payment of salaries and mistreatment of maids. Hishammuddin said his first priority would be to help clear the 140 domestic workers and six children residing in a shelter in the compound of the Indonesian embassy in Kuala Lumpur, who are all waiting for court cases to be resolved.

“These problems, especially those faced by the embassy here, need to be addressed soon, that’s why this special task force is being set up,” he told reporters. “The process takes too long sometimes, what we want to do is to expedite the process,” he added.

“We don’t want anyone on Malaysian soil being taken advantage of.” Hishammuddin said the government is optimistic that the Indonesian ban on maids will be lifted soon once the two sides negotiate an agreement on wages and conditions.

“The memorandum is still in discussion, there is still a moratorium at the moment, we hope to resolve that soon within one or two months,” he said.

Ambassador Da’i Bachtiar said the number of Indonesian maids working in Malaysia has dropped from 300,000 last year to around 230,000 at present. The ban was triggered by a string of abuse cases including one where a Malaysian woman was charged with causing grievous bodily harm by beating her Indonesian maid and scalding her with boiling water.

One of Asia’s largest importers of labour, Malaysia depends heavily on domestic workers, mainly from Indonesia, but has been criticised for not introducing legislation to enshrine their rights and conditions.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old December 7th, 2009, 05:28 PM   #66
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

Dinas Tenaga Kerja Cabut Izin Kerja 10 Petugas Perekrut Calon TKI
Senin, 07 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Malang - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malang mencabut izin kerja 10 petugas lapangan yang biasa merekrut calon tenaga kerja Indonesia karena diduga terlibat dalam pengiriman TKI ilegal dan perdagangan manusia.

“Kesalahan mereka fatal karena merekrut calo atau makelar untuk merekrut calon TKI tanpa dokumen yang sah dan berbiaya mahal,” kata Teddy Wiryawan, Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja, Senin (7/12).

Menurut Teddy, tindakan mereka melanggar Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2005 yang mewajibkan petugas lapangan perekrut calon TKI harus mempunyai izin kerja karena ternyata izin kerja mereka sudah dicabut oleh perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang menugasi mereka.

Modus kerja mereka antara lain menjual calon TKI ke PJTKI lain demi mendapatkan keuntungan lebih besar. Bahkan ada petugas lapangan yang bekerja sama dengan calo yang direkrutnya mengirimkan calon TKI ke luar Malang, seperti ke Kalimantan dan Batam. “Modus kerja mereka curang dan ilegal,” Teddy menegaskan.

Kini Dinas Tenaga Kerja memperketat ruang gerak petugas lapang yang nakal dengan membentuk petugas perekrut calon TKI mulai di tingkat desa, kecamatan, hingga Dinas Tenaga Kerja. Dengan demikian pengurusan dokumen menjadi calon TKI dapat melalui jalur pemerintah.

Selain itu, Dinas Tenaga Kerja juga tidak akan mengeluarkan izin baru bagi petugas lapang karena jumlah petugas lapang yang ada sekarang (327 orang) dianggap sudah banyak.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old December 9th, 2009, 03:50 PM   #67
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

15 TKI Asal Buleleng Berangkat ke Jepang
Rabu, 9 Desember 2009



SINGARAJA, KOMPAS.com — Sebanyak 15 tenaga kerja Indonesia asal Kabupaten Buleleng, Bali, akan diberangkatkan ke Jepang pada Februari 2010.

"Sesuai kontrak yang saya tanda tangani bersama dengan perusahaan di Jepang, tenaga kerja asal Kabupaten Buleleng ini akan dipekerjakan selama tiga tahun di sana," kata Bupati Buleleng Putu Bagiada di Singaraja.

Ia bersama Wabup Made Arga Pynatih terus berupaya memecahkan masalah pengangguran, antara lain, dengan mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang.

Dirinya sudah menandatangani perjanjian kontrak kerja dengan Manajer Tsukuba Jepang, Kazuo Yamaguchi, yang memiliki usaha yang bergerak di sektor peternakan.

Menurut Bupati, program pengiriman tenaga kerja ini dilakukan dengan hati-hati karena termasuk program yang pertama dilakukan.

Ia berharap di kemudian hari tidak menemukan permasalahan yang berarti bagi pekerja yang dikirim.

"Tenaga kerja yang pertama kali dikirim ke Jepang ini merupakan tenaga kerja yang sangat terampil dan sudah dievaluasi dan diseleksi di dalam pendidikan pelatihan sebelumnya," kata Bagiada.

Pemkab Buleleng akan selalu menjalin kerja sama dengan pihak mana pun dan terus mencari terobosan guna mengatasi pengangguran sehingga secara bertahap calon tenaga kerja banyak yang bisa diberangkatkan.

Pihaknya akan selalu menyiapkan SDM yang andal sesuai kebutuhan di lapangan. Sebab persaingan akan semakin ketat, tanpa upaya yang kuat akan sulit menembus peluang kerja di luar negeri.

Karena itu, ia berharap kepada generasi muda di wilayahnya agar terus meningkatkan keterampilan diri sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan peluang kerja di berbagai bidang.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old December 17th, 2009, 05:22 AM   #68
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

Banyak Sertifikat TKI Aspal
KAMIS, 17 DESEMBER 2009

=

JAKARTA, KOMPAS.com - Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) terkait ratusan sertifikat calon TKI palsu. Muhaimin saat membuka sarasehan di Jakarta, Rabu, mengatakan dirinya prihatin mendengar munculnya sertifikat yang diberikan kepada calon TKI yang tidak dilatih selama 200 jam (21 hari) yang diduga asli tapi palsu (aspal).

Sebelumnya, Depnakertrans sudah mensyaratkan bahwa setiap TKI informal diwajibkan mengikuti pelatihan selama 200 jam sebelum ditempatkan keluar negeri. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kinerja 100 hari Menakertrans.

Berkaitan dengan itu, Muhaimin mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat tentang sertifikat yang diduga asli tapi palsu tersebut. Dia berjanji, jika ditemukan aparat Depnakertrans yang terlibat pada pengeluaran sertifikat itu maka akan ditindak tegas. "Jika, dari lembaga lain maka kami akan melakukan koordinasi agar syarat pengeluaran sertifikat dilakukan seragam," katanya.

Karena itu pula dia melibatkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang membawahi lembaga sertifikasi profesi (LSP) untuk menyepakati berapa lama seorang claon TKI harus dilatih sebelum ditempatkan ke luar negeri.

Sertifikasi yang tidak seragam atau sertifikat aspal itu, diakui Muhaimin, juga membuat pelaksana penempatan TKI swasta (PPTKIS) tidak nyaman karena pada setiap permasalahan yang muncul selalu menyalahkan mereka.

Sementara, PPTKIS sudah berkomitmen untuk melaksanakannya sementara ada pihak-pihak yang memanfaatkan ketidakseragaman kebijakan untuk mendapat keuntungan dari pihak tertentu yang menawarkan kemudahan.

Muhaimin juga menyatakan sudah membentuk unit khusus (task force) menangani permasalahan TKI. Unit ini tidak hanya berunsurkan dari kalangan birokrat, tapi juga dari luar --Menteri tidak menyebutkan secara spesifik unsur-unsur dari luar tersebut-- yang bertugas membantu Menakertrans membuat kebijakan dan arah penangan masalah TKI.

Dia juga menyebutkan unit khusus tersebut juga memberi masukan tentang koordinasi dengan unit lain, termasuk BNP2TKI. Khusus tentang dualisme wewenang antara Depnakertrans dan BNP2TKI yang selama tiga tahun terakhir menjadi masalah bagi penanganan program penempatan dan perlindungan TKI, Muhaimin mengatakan agak sulit untuk memilah hal-hal mana yang menjadi wewenang BNP2TKI sebagai pelaksana penempatan dan hal mana yang menjadi wewenang Depnakertrans sebagai regulator.

"Tidak mudah memilah mana yang menjadi wilayah operasional dan mana yang menjadi wilayah regulasi. Tetapi, saya tidak akan gegabah mendelegasi wewenang tanpa adanya kesiapan di sana (BNP2TKI)," kata Muhaimin.

Karena itu pula dia menyatakan akan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan BNP2TKI dalam menjalankan tugas dan wewenang yang didelegasikan Depnakertrans atasnya.

Ketua Apjati Rusdi Basalamah menyatakan sudah saatnya Menakertrans merangkap jabatan seperti Menteri PPN/Kepala Bappenas agar koordinasi dapat terjalin dengan benar. "Semangat undang-undang Penempatan dan Perlindungan TKI mengisyaratkan perangkapan jabatan tersebut. Oleh karena itu kita harus kembali ke semangat UU tersebut," kata Rusdi.

Jika tidak bisa mewujudkannya, karena sudah terlanjur, Rusdi mengusulkan agar Kepala BNP2TKI adalah pejabat karir yang mumpuni seperti wakil menteri yang ditunjuk Presiden Yudhoyono pada KIB 2. "Wakil menteri saja pejabat karir, apa lagi kepala BNP2TKI yang setara dengan eselon 1 itu," kata Rusdi.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old December 17th, 2009, 05:01 PM   #69
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

1.018 Buruh Migran Tewas Sepanjang 2009
Kamis, 17 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Migrant Care memaparkan angka kematian buruh migran Indonesia mencapai 1.018 jiwa sepanjang tahun 2009.

"63 persennya (683 orang) meninggal di Malaysia," ujar Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (17/12)

Tak hanya kematian, ternyata angka kekerasan mencapai 2.878 orang hingga penghujung 2009. Data-data tersebut, menurut Anis, menunjukkan bahwa terjadi penurunan martabat bangsa Indonesia.

Dengan demikian, ia menegaskan, mutlak bagi pemerintah untuk meratifikasi Konvensi PBB tahun 1990 tentang Perlindungan Hak Buruh Migran dan Keluarganya. "Ratifikasi merupakan bentuk komitmen," jelasnya. Karena mandat konstitusi menunjukkan pemerintah wajib melindungi warga negaranya, tanpa kecuali buruh migran.

Fathonah (27 tahun), di kesempatan yang sama, mengatakan tenaga kerja yang sudah tiga tahun bekerja di Malaysia tidak mendapat gaji layak. Ia hanya mendapatkan Rp 10 juta dari haknya sebesar Rp 46 juta. "Saya sampai minta dicerai karena dikira jual diri. Saya mohon dibantu untuk mendapatkan gaji saya," ujarnya terisak-isak dalam testimoninya.

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Da'i Bachtiar mengatakan masalah gaji yang tidak dibayar masih menjadi permasalahan utama. "Bahkan saya menemukan masih ada pekerja yang enam tahun tidak dibayar," ujarnya.

Kedutaan, Da'i melanjutkan, meminta Malaysia lebih efektif untuk memanggil majikan yang menunggak upah. Meski pihaknya sudah berinisiatif memanggil majikan yang menunggak, tapi faktanya tidak semua bersedia.

Upaya kecil tersebut, kata Da'i, sudah berhasil menyelamatkan uang senilai Rp 3,5 miliar pada tahun 2009. Sepanjang tahun 2009 terdapat 172 kasus gaji dan 50 persennya berhasil diselesaikan. "Sisanya dibawa ke pengadilan," paparnya.

Perwakilan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Lotte Ketjer menyatakan Indonesia masih menganggap buruh migran sebagai jalan keluar terhadap masalah tenaga kerja dalam negeri. "Indikasinya terlihat dengan target pemerintah untuk buruh migran yang mencapai 1 juta orang per tahunnya," katanya dalam kesempatan yang sama.

Tapi, Lotte melanjutkan, ternyata target tersebut tidak diimbangi dengan hak mendapatkan pekerjaan yang layak. "Perlindungan dan akses informasi buruh migran sangat kurang," urainya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam sambutannya mengakui pemerintah belum optimal terhadap buruh migran. "Perlu optimalisasi lintas sektoral, perlu optimalisasi perwakilan di negara penempatan," jelasnya.

Peran pegawai perwakilan Indonesia di negara penempatan, selain untuk melayani, katanya, adalah untuk membuka pasar tenaga kerja dan mengawasi agen-agen yang "nakal" di luar negeri.

"Kami terus bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri," tambahnya. Kerja sama dengan lintas sektoral ini diharapkan dapat mengurangi masalah pekerja migran di negara penempatan.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old January 2nd, 2010, 01:49 PM   #70
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

Kapal Dirompak, 17 WNI Disandera
Sabtu, 2 Januari 2010



NAIROBI, KOMPAS.com - Para perompak Somalia hari Jumat merompak tanker kimia Indonesia bersama 24 awaknya di Teluk Aden. Kapal Premoni berbendera Singapura itu dirompak dalam pelayaran ke India.

MenurutAndrew Mwangura dari the East Seafares Assistance Programme, perompakan tersebut merupakan yang pertama sejak Agustus di kawasan itu yang dipatroli oleh angkatan laut asing. Perompakan tersebut juga merupakan perompakan pertama tahun 2010.

Para awak kapal yang disandera antara lain 17 orang Indonesia, lima warga negara China, seorang warga Nigeria, dan seorang Vietnam, kata Mwangura, seraya menambahkan bahwa para awak kapal itudalam keadaan aman.

Hari Senin lalu para perompak merompak St James Park, sebuah tanker berbendera Kerajaan Inggis bersama 26 awak kapal dari sembilan negara, sementara pihak berwenang Yaman mengatakan pada hari yang sama sebuah kapal barang Yaman bersama 15 orang awak kapal juga dirompak.

Sejak akhir musim hujan tiga bulan lalu yang memungkinka para perompak mulai melancarkan aksinya, para perompak Somalia meninggalkan Teluk Aden menuju lautan terbuka Samudera Hindia di Seychelle dan sekitarnya.

Dengan perompakan kapal Indonesia itu kini sudah paling tidak 12 kapal yang dirompak dan sekitar 270 pelaut disandera.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old January 2nd, 2010, 05:28 PM   #71
Subangite
Registered User
 
Subangite's Avatar
 
Join Date: Sep 2005
Location: behind you
Posts: 1,101
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by Ocean One View Post
Malaysia, Indonesia Set up Task Force to Resolve Maid Woes
THURSDAY, 3 DECEMBER 2009



Minister of Manpower and Transmigration, Muhaimin Iskandar welcomes troubled Indonesian laborers at Soekarno-Hatta International Airport

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Malaysia said Wednesday it will set up a task force with Indonesia to look into the grievances of Indonesian domestic workers here and speed up court cases over abuse and non-payment. Home Minister Hishammuddin Hussein said the government is optimistic that Indonesia’s ban on sending domestic workers to Malaysia, ordered in June after a spate of horrific assaults, will be lifted in the next few months.

He said the task force, which he will head and which will be staffed by officials from both countries, will look at how to expedite cases of non-payment of salaries and mistreatment of maids. Hishammuddin said his first priority would be to help clear the 140 domestic workers and six children residing in a shelter in the compound of the Indonesian embassy in Kuala Lumpur, who are all waiting for court cases to be resolved.

I am a Malaysian as some of you might know and on Christmas day, I found my maid having sex with some guy in my sister's room at our house in KL. My parents and sister are in Seoul, I was supposed to be elsewhere, or so the maid thought. I caught them in the act! The guy, was also an indo, a construction worker. This was done on my kid sister's bed!!!

How do you expect Malaysians to really trust Indonesian workers, with these habits? Our family have problems only with the Indonesian help, we had our house burnt down many years ago because of indo maids and their stupidity with candles, as a result they're rotting in some jail somewhere.

My parents are the type that give our maids a day off, pay them higher than the going rate. For what??? We've had Sri Lankans, Burmese, Filipinos all of whom have better work habits.

Does your media ever portray the negative effects that the TKI have on Malaysia? The crimes done by Indonesians.

Also out of the abuses highlighted by your media of which are committed by a minority, are you also saying that there are no abuses committed by Indonesians on their maids back in Indo?? Out of the many more millions employed as maids in Indo, everyone is kind to them, pays them on time?

It's really easy to make Malaysians seem so evil. My point of view, you guys should stop sending your TKI over to Malaysia permanently, not just stop with maids, if you're so worried about your workers, do something proactive. It'll solve many problems between our nations. If it wasn't for the similar language, that makes Indonesians so wanted, it's your only advantage, because I find Pakistanis, Bangladeshis, Burmese, Thais, Filipinos to be better workers. I think it should still be ok, Indoland is not the only source of cheap labor.
__________________
Imagination is more important than knowledge.
~ Albert Einstein
Subangite no está en línea   Reply With Quote
Old January 2nd, 2010, 05:34 PM   #72
Subangite
Registered User
 
Subangite's Avatar
 
Join Date: Sep 2005
Location: behind you
Posts: 1,101
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by Subangite View Post
I am a Malaysian as some of you might know and on Christmas day, I found my maid having sex with some guy in my sister's room at our house in KL. My parents and sister are in Seoul, I was supposed to be elsewhere, or so the maid thought. I caught them in the act! The guy, was also an indo, a construction worker. This was done on my kid sister's bed!!!
Forgot to Update, we fired the indo maid.
__________________
Imagination is more important than knowledge.
~ Albert Einstein
Subangite no está en línea   Reply With Quote
Old January 2nd, 2010, 05:42 PM   #73
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,985

The purpose of this thread is so we can have a fair and balance view on the TKI in not only Malaysia, but in everywhere.

because i find this

Quote:
t's really easy to make Malaysians seem so evil. My point of view, you guys should stop sending your TKI over to Malaysia permanently, not just stop with maids, if you're so worried about your workers, do something proactive. It'll solve many problems between our nations. If it wasn't for the similar language, that makes Indonesians so wanted, it's your only advantage, because I find Pakistanis, Bangladeshis, Burmese, Thais, Filipinos to be better workers. I think it should still be ok, Indoland is not the only source of cheap labor.
As insulting and generalizing the whole TKI as like what you experienced.

I do understand you frustation, but it doesnt justified you to blame the whole workers for what the shameful TKI done in your experience.

Also, the funny thing, TKI is wanted in HongKong more than The filipinos, I do wonder why, they dont have similar language with HK, but they can speak cantonese...so why the otherway around in Malaysia? In Singapore, they also have no problem.


Cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside

Last edited by David-80; January 2nd, 2010 at 05:51 PM.
David-80 no está en línea   Reply With Quote
Old January 3rd, 2010, 03:34 PM   #74
Subangite
Registered User
 
Subangite's Avatar
 
Join Date: Sep 2005
Location: behind you
Posts: 1,101
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by David-80 View Post
The purpose of this thread is so we can have a fair and balance view on the TKI in not only Malaysia, but in everywhere.
I like that you call for it to be balanced, but I have yet to read here or in the Indonesian media of anything negative towards the TKIs. It is as if they are angels of best behavior, always the abused and victimized, never the evil doers.

Quote:
Originally Posted by David-80 View Post
because i find this

As insulting and generalizing the whole TKI as like what you experienced.
It's insulting that I detail my experiences of Indo TKIs and compared them to Filipinos and others? I am sure there are brilliant hard working indo workers around and I'm not saying all TKI's in Malaysia are up to no good, but I just want to highlight from my personal experience, they are not all victims, some have been horrid (something your media does not expose you to). And from personal experience I think that the fact we both share a similar language severely gets abused, both by my countrymen and yours.

Quote:
Originally Posted by David-80 View Post
I do understand you frustation, but it doesnt justified you to blame the whole workers for what the shameful TKI done in your experience.
i want to set the record straight, I don't blame all TKIs on the basis of my experience. That's like saying all Malaysian employers commit abuses because of experiences by a few TKIs .

I know there are many good and hard working ones, I deal with them on a daily basis, it's hard not to, look into our industries, retail sectors.

Quote:
Originally Posted by David-80 View Post
Also, the funny thing, TKI is wanted in HongKong more than The filipinos, I do wonder why, they dont have similar language with HK, but they can speak cantonese...so why the otherway around in Malaysia? In Singapore, they also have no problem.
Great, send them over to HK. By the way, the "no problems" you speak of in other countries, by what comparison are you justifying this, we have more TKI's in Malaysia than in Singapore or HK, we have greater numbers of your workers involved in more fields and as a result of the sheer numbers of TKIs alone, (maids, construction workers, cooks, plantation workers, cleaners, illegals), you can find more problems in MY (Malaysian abuses).

Singapore and HK have more stringent controls on maids and foreign workers, perhaps we should do the same, some of those TKIs in my country have not even completed basic schooling. I think the logic in my country is, you do not need to have a smart schooled person to clean toilets, pick up garbage, this logic i think is flawed because the uneducated bring problems associated with a lack of education.
__________________
Imagination is more important than knowledge.
~ Albert Einstein
Subangite no está en línea   Reply With Quote
Old January 3rd, 2010, 11:25 PM   #75
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,985

Quote:
I like that you call for it to be balanced, but I have yet to read here or in the Indonesian media of anything negative towards the TKIs. It is as if they are angels of best behavior, always the abused and victimized, never the evil doers.
Well, you cant blame this thread, most of this news posted here all are from Indonesian media, hence the news might be biased towards the TKI. So, we welcome any news from Malaysia, The Philippines, Hongkong, everywhere, so the people back home can actually know, what they are doing overseas.


Quote:
It's insulting that I detail my experiences of Indo TKIs and compared them to Filipinos and others? I am sure there are brilliant hard working indo workers around and I'm not saying all TKI's in Malaysia are up to no good, but I just want to highlight from my personal experience, they are not all victims, some have been horrid (something your media does not expose you to). And from personal experience I think that the fact we both share a similar language severely gets abused, both by my countrymen and yours.
No, what insulting to me is your words, such as

Quote:
If it wasn't for the similar language, that makes Indonesians so wanted, it's your only advantage, because I find Pakistanis, Bangladeshis, Burmese, Thais, Filipinos to be better workers. I think it should still be ok, Indoland is not the only source of cheap labor.
those are like saying,

1. TKI are idiots, they wanted just because we speaks the same language.
2. All TKI are worse than those source of labour from your countries mentioned.

but since you said this,

Quote:
i want to set the record straight, I don't blame all TKIs on the basis of my experience. That's like saying all Malaysian employers commit abuses because of experiences by a few TKIs .
so we are clear

Quote:
Great, send them over to HK. By the way, the "no problems" you speak of in other countries, by what comparison are you justifying this, we have more TKI's in Malaysia than in Singapore or HK, we have greater numbers of your workers involved in more fields and as a result of the sheer numbers of TKIs alone, (maids, construction workers, cooks, plantation workers, cleaners, illegals), you can find more problems in MY (Malaysian abuses).

Singapore and HK have more stringent controls on maids and foreign workers, perhaps we should do the same, some of those TKIs in my country have not even completed basic schooling. I think the logic in my country is, you do not need to have a smart schooled person to clean toilets, pick up garbage, this logic i think is flawed because the uneducated bring problems associated with a lack of education.
You have nailed yourselves the problem on why TKI in Malaysia are committing such problem, its because the lack of education before they went to Malaysia. Its quite different in other countries, where the TKI gets three months training before they disembark to Singapore, Hongkong, Taiwan, Saudi arabia..and even South Korea.

do you know why not in Malaysia? because there's demand, sometimes the demands are really "overwhelmed" and excessive, until they really need to "force" the TKI from Indonesia to Malaysia into illegal aliens, by not fulfilling the proper requirement like they need a passport and documents, because those legal thing will make them more expensive to pay in Malaysia.

In conclusion, we need to set a task force from both countries, that's the only way, more training and education from the TKI here before they send to Malaysia and from the Malaysia side, a good law enforcement on the companies that hiring illegal workers.

By doing that, i think we will see a solution, rather than closing the doors for it, because I see it this way. When you banned or closed on them, they will go with the illegal way. And I am talking about both parties, the companies and the TKI.

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea   Reply With Quote
Old January 4th, 2010, 03:36 AM   #76
bagak
Rang Chaniago
 
bagak's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Location: Ranah Minang - Global Traveller
Posts: 1,763
Likes (Received): 97

Not only due to the demands but also the "need" to have illegal workers there that create such problems, malaysian gov't seems to support this matters, illegal workers are easy to be abused since they don't have papers then they won't have legal rights. Few months ago, I went to tawau for business and find out that most of workers in palm oil plantation are only paid 9 ringgit a month, just because they are illegal, but thank god our representative mission office there are working on their papers and revising their contract.

Aside of those bureaucracy problems, there's one more issue, the mentality of the malaysians, simply because they think they pay their wages, they own them, and can abuse them to their heart's delight. When you employed TKI you pay for their skills and time and ability to do a task. Their dignity, respect, honour, body and mental well being are not part of the payment. And sorry to say, you can only find this mentality in malaysia, not in developed countries such as Japan, HK, Singapore etc.
__________________
Seorang pecundang mengatakan bahwa bangsa Minangkabau adalah bangsa pemimpi yang suka berpangku tangan, tapi kami bangsa Minangkabau berkata, ya kami adalah pemimpi, pemimpi untuk jadi besar dan sukses, itulah sebabnya kami punya tradisi dimana setiap anak lelaki diakhir baligh-nya akan berjalan meninggalkan tanah kelahirannya mencari jati diri dan posisi di masyarakat dan pemerintahan, dan torehan mimpi mimpi bangsa Minangkabau itu bisa dilihat dari sejarah bangsa ini hingga sekarang.
bagak no está en línea   Reply With Quote
Old January 5th, 2010, 04:55 AM   #77
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,066
Likes (Received): 502

TKI Bermasalah Disiksa di Penjara Malaysia
Selasa, 5 Januari 2010



Tanjungpinang, (ANTARA News) - TKI/WNI bermasalah yang diusir Pemerintah Malaysia melalui Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengaku mengalami penyiksaan pada saat ditangkap dan selama ditahan di penjara Malaysia.

"Kami diperlakukan seperti binatang pada saat ditangkap dan didalam penjara oleh polisi dan petugas penjara Malaysia," kata salah seorang TKI/WNI bermasalah asal Lumajang, Jawa Timur, Edi (26), di penampungan TKI/WNI bermasalah, Wisma Transito, Tanjungpinang, Selasa.

Edi yang sudah sepuluh bulan bekerja di Malaysia dengan menggunakan paspor pelancong tersebut, mengaku ditangkap dan diperlakukan tidak manusiawi di Penjara Kajang, Selangor, Malaysia.

"Saya dikenakan hukuman cambuk sebanyak tiga kali dan juga dipukuli sampai babak belur," ujarnya yang masuk Malaysia menggunakan jasa calo TKI dari Batam, dengan biaya Rp3 juta.

Sementara Harto (35), pria asal Jawa Timur yang juga tidak memiliki dokumen lengkap sebagai pekerja di Malaysia, mengaku disiksa Unit Keselamatan Penjara Kajang, Malaysia, walaupun tanpa ada berbuat kesalahan.

"Tidak ada sebab saya langsung dikeroyok petugas penjara tersebut," ujarnya yang hanya mengenakan celana pendek tanpa sandal tersebut.

Harta benda yang dimiliki TKI/WNI bermasalah tersebut juga disita seluruhnya oleh petugas kepolisian dan pasukan relawan Malaysia.

"Yang tersisa hanya pakaian yang kami pakai, kaki kami juga sudah tidak punya alas lagi," ujar Abdurrahman (28), yang juga mengalami hukuman cambuk sebanyak dua kali.

Bukan hanya TKI/WNI bermasalah yang tidak mempunyai dokumen lengkap yang mengalami siksaan, hal tersebut juga terjadi kepada Syahwan (33) yang sudah bekerja di Malaysia dari tahun 2004 dan memiliki visa kerja sampai bulan Mei 2010.

"Saya dituduh melindungi pekerja yang tidak memiliki dokumen lengkap, karena saya ditangkap dirumah warga Indonesia yang tidak memiliki dokumen yang sah sebagai pekerja," ujarnya yang diusir pihak Malaysia Jumat (1/1) melalui Tanjungpinang.

Penyiksaan tersebut menurut dia terjadi ditempat penampungan imigrasi Malaysia di Negeri Sembilan, selama 20 hari.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old January 6th, 2010, 04:40 PM   #78
cullen
BANNED
 
Join Date: Dec 2009
Location: Siem Reap
Posts: 438
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by bagak View Post
And sorry to say, you can only find this mentality in malaysia, not in developed countries such as Japan, HK, Singapore etc.
are you sure?

looks that indonesian media 'loves' malaysia a lot! :P

Singapore Maid Abuse




----------------------------

in recent event, some truth get filtered....

Pembantu rumah bakar rumah majikan sebelum lari

06/01/2010 5:51pm

KUALA TERENGGANU 6 Jan — Seorang pembantu rumah warga Indonesia bertindak membakar rumah majikannya sebelum melarikan diri bersama wang tunai lebih RM500 dan dua buah komputer dalam satu kejadian di Taman Murni Indah, Telaga Daing dekat sini pagi ini.

Dalam kejadian kira-kira 10.30 pagi, pembantu rumah yang baru berusia 14 tahun dan berasal dari Palembang Indonesia itu dipercayai membakar bilik tidur anak majikannya dan bahagian dapur rumah tersebut sebelum melarikan diri melalui pintu belakang.

Bagaimanpun dia yang dikenali sebagai Dinda, berjaya ditahan oleh adik majikannya Zulkarnain Abd Wahab, 35, di Stesen Bas Majlis Perbandaran Kuala Terengganu (MPKT) lebih sejam kemudian ketika cuba melarikan diri dengan membeli tiket bas ke Kuala Lumpur.

Majikannya Intan Zunaidah Abdul Wahab, 40, berkata beliau tidak menyangka pembantu rumah yang dilayan seperti anak sendiri itu sanggup berbuat demikian memandangkan sebelum ini hubungan mereka tidak pernah mempunyai masalah.

"Saya terkejut apabila dihubungi oleh suami pagi tadi mengatakan rumah teres kami terbakar dan perkara pertama yang saya lakukan ialah meminta mereka memecah pintu rumah kerana pembantu rumah kami berada di dalam.

— LAGI AMAH-BAKAR 2 KUALA TERENGGANU "Bertambah terkejut apabila saya dimaklumkan dia tiada dalam rumah ketika jiran berjaya masuk ke dalam rumah untuk memadamkan kebakaran dan dipercayai telah melarikan diri setelah membakar rumah kami,” katanya kepada pemberita ketika ditemui di tempat kejadian.

Ketika kejadian, beliau berada di sekolah anak perempuan bongsunya yang berusia 13 tahun di Sekolah Kebangsaan Sultan Sulaiman II untuk menghadiri program penyampaian hadiah kecemerlangan UPSR, manakala suaminya Mazli Mohamed, 49, berada di tempat kerja.

Menurut Intan Zunaidah, pembantu rumah itu pada asalnya diupah oleh rakan adiknya, namun disebabkan terlalu muda, dia telah diserahkan kepada Zulkarnain sebelum proses penghantaran semula ke Indonesia dilakukan oleh ejen.

"Semasa dua minggu duduk dengan adik saya, dia pernah buat hal dan cuba melarikan diri setelah mencuri wang tunai RM7,000 menyebabkan adik saya menyerahkannya kepada saya Disember lepas sebelum ejen mengambilnya.

"Sepanjang sebulan duduk dengan bersama, kami sekeluarga melayannya dengan baik, malah saya menganggapnya sebagai anak sendiri kerana umurnya tidak jauh beza daripada anak bongsu saya, malah mereka juga tidur bersama,” katanya.

Katanya kejadian itu menyebabkan barang-barang dalam bilik tidur anaknya termasuk sijil-sijil persekolahan habis terbakar selain jelaga hitam yang memenuhi rumahnya.

"Paling saya sedih kerana dia sanggup mencuri wang anak bongsu yang dikumpul sejak darjah satu lagi hasil kecemerlangannya dalam pelajaran,” katanya.

Pembantu pembantu rumah itu kemudian dibawa menaiki kereta peronda ke Ibu Pejabat Polis Daerah Kuala Terengganu untuk siasatan lanjut.

Sementara itu, Pegawai Kanan Bomba Balai Bomba dan Penyelamat Kuala Terengganu Kamal Md Tan berkata ketika sampai di tempat kejadian kira-kira 10.52 pagi, kebakaran telah pun berjaya dipadamkan oleh orang awam.

"Tiga jentera kereta bomba bersama tiga pegawai dan 22 angota telah bergegas ke tempat kejadian sebaik menerima laporan dan sebaik tiba di tempat kejadian api telah berjaya dikawal dan kita hanya membantu memadamkan sisa-sisa bara.

"Kebakaran berpunca dari bilik tidur dan bahagian dapur yang dipercayai sengaja dilakukan dan jumlah kerugian dianggar bernilai RM115,000,” katanya.
cullen no está en línea   Reply With Quote
Old January 7th, 2010, 10:50 AM   #79
mataram
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Posts: 166
Likes (Received): 2

Quote:
Singapore and HK have more stringent controls on maids and foreign workers...
This is the reason. You guys have no strict laws to protect employers. Abuse in countries with strict labor laws are so much less than in countries like Malaysia.

Oh, and your maid has every right to sexual intercourse. She isn't your slave.
mataram no está en línea   Reply With Quote
Old January 7th, 2010, 04:34 PM   #80
cullen
BANNED
 
Join Date: Dec 2009
Location: Siem Reap
Posts: 438
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by mataram View Post
You guys have no strict laws to protect employers.
it's employee, not employers.

well, the law is currently under review before passed in the parliament.
cullen no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 11:49 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu