daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old September 4th, 2008, 11:58 AM   #661
GARUDA 777
Registered User
 
GARUDA 777's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta - Padang
Posts: 1,190
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by paradyto View Post
Two foreign airlines to serve Bali
Ni Komang Erviani , Contributor , Badung | Thu, 09/04/2008 10:18 AM | Bali

Two more foreign airlines have been scheduled to provide direct flights to Bali in the near future said Heru Legowo, general manager for airport operations at Ngurah Rai international Airport on Wednesday.

"The two airlines are Hong Kong Express based in Hong Kong and Virgin Blue in Australia," Heru said, speaking for the state-owned firm PT Angkasa Pura I, which manages the airport.

He said the two airlines would start offering direct flights to Bali later this month: Hong Kong Express to begin on Sept. 11 with four flights from Hong Kong a week and Virgin Blue would fly in 11 times a week from Cairns.

"The start date for Virgin Blue flights has not been set yet, but they have been scheduled to start within the month," he said.

The two airlines will raise the number of foreign airlines serving Bali directly to 26.

Heru expected more foreign airlines will help increase the number of foreign tourists visiting the resort island, especially from Hong Kong and Australia.

As Hong Kong Express also flies to South Korea and Taiwan, "we hope the new services will significantly raise the number of visitors to Bali", he said.

Aloysius Purwa, chair of the Bali chapter of the Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA), hailed the planned services by the two foreign airlines.

The rising number of foreign tourists visiting Bali reflects rising international interest in the island, Purwa said.

"This will ensure Bali remains one of the favorite tourism destinations in the world," he said.

"Bali needs still more foreign airlines to enable foreign tourists to go there."

Purwa added the number of foreign airlines serving direct flights to Bali is still too small to attract significantly more visitors.

Based on figures from the Denpasar office of the Central Statistics Agency, the number of foreign tourists visiting Bali from January to July 2008 reached about 1.11 million, an increase of 21.64 percent compared to 912,270 tourists during the corresponding period last year.
Qantas gone, gantinya Virgin Blue. Gak tanggung2 lagi 11 kali seminggu frekwensinya. Sama juga bo'ong dweeehhh
GARUDA 777 no está en línea  

Sponsored Links
 
Old September 4th, 2008, 12:00 PM   #662
GARUDA 777
Registered User
 
GARUDA 777's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta - Padang
Posts: 1,190
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by Sizter85 View Post
Kamis, 04 September 2008
Dishub Kebobolan Pesawat Tak Dikenal
Tak Ada Izin, Terbang Rendah di Atas Bandara

JEMBER - Petugas Bandara Notohadinegoro dikejutkan dengan kedatangan pesawat tak dikenal kemarin (3/9). Pesawat yang belum jelas identitasnya itu sempat terbang rendah di atas landasan pacu (run way) Bandara Notohadinegoro, Wirowongso, Ajung.

Menurut Sigit Pramono, staf bandara, dia bersama empat rekan lainnya kebagian piket pagi. Di bandara pagi itu juga ada sejumlah pekerja pembangunan taxi way dan appron. "Sekitar pukul 08.10, saya mendengar suara pesawat. Keras sekali, seperti ada di sekitar bandara," katanya saat ditemui Erje di bandara.

Dia bersama beberapa rekan yang saat itu piket langsung berlari ke arah belakang terminal kedatangan. "Ternyata ada pesawat terbang rendah di atas landasan. Pesawat itu memang tak sampai mendarat," ujarnya.

Kedatangan pesawat itu benar-benar mengejutkan staf bandara. Karena kemarin merupakan hari libur penerbangan ke Jember. "ATC (air traffic control, pengawas lalu lintas udara, Red) tutup. Yang ada hanya Pak Sukamto (staf Dishub Jatim yang diperbantukan ke bandara, Red)," tukasnya.

Sukamto sendiri, menurut dia, tidak tahu jika ada pesawat yang bakal terbang rendah di bandara. "Kalau melihat pesawat itu terbang rendah di atas landasan, sepertinya sedang melihat landasan bandara," terkanya.

Pesawat itu, lanjut dia, hanya sekali terbang di atas bandara. Pesawat datang dari utara, lalu terbang rendah di atas landasan, selanjutnya terbang tinggi menuju selatan.

Sigit mengaku tak tahu persis jenis pesawat itu berikut maskapainya. Pesawat tersebut berciri-ciri didominasi warna putih dengan kombinasi warna merah di sekitar badannya. "Pesawatnya memakai baling-baling di kedua sayapnya. Seperti jenis Fokker," ungkapnya seraya tak memperhatikan apakah di ekor pesawat ada logo maskapai atau tidak.

Menurut dia, kedatangan pesawat yang identitasnya sejauh ini belum dikenal itu bersamaan dengan hari libur operasinya pesawat Tri MG yang disewa Pemkab Jember. "Sepertinya mereka tahu kalau penerbangan ke Jember hari ini libur. Makanya mereka berani ke Jember," tandasnya.

Mantan staf Terminal Pakusari ini mengaku tidak tahu apakah kedatangan pesawat tersebut sudah seizin atau berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jember atau tidak. Yang jelas, belum lama pesawat pergi, telepon bandara berdering.

Suara di ujung telepon, sambung dia, menanyakan apakah pesawat mendarat di bandara atau tidak. "Saya tidak tahu siapa yang telepon. Tapi kalau melihat langsung merespons ketika tahu ada pesawat masuk Jember, mungkin orang dishub. Saya belum sempat tanya siapa peneleponnya," tuturnya.

Kadishub Jember Sunarsono belum berhasil dikonfirmasi terkait masuknya pesawat yang belum bisa diidentifikasi identitasnya itu. Hanya, Kasi Sarana Prasarana Dishub Jember Anas Ma'ruf mengakui, kemarin pagi ada pesawat yang terbang rendah di Bandara Notohadinegoro.

"Tapi kami belum tahu itu pesawat apa dan dari maskapai mana. Kami masih mencoba mencari tahu identitasnya," jelas Anas yang selama ini banyak terlibat dalam mempersiapkan penerbangan ke Jember ini.

Pihaknya masih akan koordinasi dengan Dishub Jatim. "Barangkali ada izin dari Dishub Jatim untuk masuk Jember. Yang jelas tidak ada izin yang kami keluarkan untuk penerbangan lain untuk masuk Jember hari ini (kemarin, Red)," ungkapnya. (har)

`Ampunn dehh,..
UFO kali tuh.....
GARUDA 777 no está en línea  
Old September 4th, 2008, 12:09 PM   #663
hellothere123
Registered User
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 858
Likes (Received): 0

Update pasca kecelakaan Sriwijaya Air d Bandara Sultan Thaha Jambi..

KNKT Awasi Proses Evakuasi Pesawat


|04-09-2008|

JAMBI - Hingga hari ketujuh kemarin (3/9), proses evakuasi bangkai pesawat Sriwijaya Air yang nyungsep di kebun sayur di kawasan Bandara Sultan Thaha belum juga selesai. Bangkai pesawai Boeing 737-200 registrasi PK-CJG dan nomor penerbangan SJ 062 itu masih teronggok di lokasi kejadian.



Dari pantauan Jambi Independent, para petugas evakuasi masih terlihat mencopot bagian jendela dari badan pesawat. Sekitar pukul 16.30 WIB, tampak petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat proses evakuasi berlangsung. Sesekali pria yang mengenakan jaket oranye dan topi bertuliskan “KNKT” tersebut mengambil gambar menggunakan kamera yang dibawanya. Dia didampingi beberapa orang dari Sriwijaya Air.

Distric Manager Jambi Sriwijaya Air Fajar Aditya mengatakan, proses seperti itu bakal memakan waktu lama. “Saya tidak tahu sampai kapan, tapi kayaknya bakal lama,” katanya. Menurutnya, mengeluarkan seluruh interior pesawat bukan hal yang mudah dilakukan. Ia juga tak dapat memperkirakan jangka waktu evakuasi pesawat tersebut, sebab dia sama sekali tidak memiliki teknis evakuasi maupun jadwal tahapan pelaksanaannya. “Yang memegang segala perencanaannya tim evakuasi pesawat,” ujarnya.

Proses evakuasi bangkai pesawat, menurut Fajar, memang diawasi wakil KNKT bernama Marjono, yang tiba di Jambi kemarin. Selama evakuasi berlangsung, Marjono akan terus berada di Jambi. “Dia hanya mengawasi tim evakuasi bekerja,” kata Fajar.Ditanya soal sistem hidraulik, Fajar mengaku tidak tahu-menahu. Dia juga mengaku tidak tahu KNKT membutuhkan sistem hidraulik pesawat untuk diperiksa. “Wah, saya enggak tahu sistem hidraulik mau diperiksa. Kita di sini cuma mengevakuasi pesawat saja,” ujarnya.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta tujuan Jambi nyungsep di kebun sayur setelah tergelincir keluar dari landasan Bandara Sultan Thaha Jambi pada Rabu (27/8). Pesawat Boeing 737-200 bernomor penerbangan SJ 062 yang mengangkut 123 penumpang itu mendarat tepat pukul 16.34 WIB, usai hujan lebat mengguyur Kota Jambi.

Namun ketika rodanya menginjak landasan pacu, pesawat yang dipiloti Kapten Muhammad Basuki tersebut terus meluncur deras tanpa dapat dikendalikan. Kondisi itu diperparah dengan licinnya landasan akibat baru diguyur hujan. Pasawat baru berhenti setelah terhempas masuk ke areal kebun sayur di ujung landasan bandara yang kini dikelola PT Angkasa Pura tersebut.

Pesawat nahas itu nyaris menghantam permukiman padat penduduk yang berada di sisi barat Bandara. Untung Pilot masih sempat membelokkan pesawat ke arah kanan yang merupakan perkebunan sayur. Selain itu badan pesawat juga sempat mengeluarkan asap. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun 30 orang mengalami luka-luka.
hellothere123 no está en línea  
Old September 4th, 2008, 12:10 PM   #664
hellothere123
Registered User
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 858
Likes (Received): 0

Terbang Perdana Kartika Airlines Sukses

| 19-06-2008 |
Pelayanan Prima, “Seat” Terisi Penuh

JAMBI- Perusahaan penerbangan Kartika Airlines yang membuka jalur penerbangan Batam-Jambi–Batam, kemarin melakukan penerbangan perdana. Penerbangan yang dilakukan dengan pesawat Boeing 737-200 pukul 12.30 sukses menerbangkan lebih dari seratus penumpang dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Sultan Thaha Jambi. Demikian pula untuk pemberangkatan penumpang Jambi yang hendak ke Batam pada pukul 13.45 WIB berjalan lancar. “Di terbang perdana ini semua seat yang ada terisi penuh,” ujar Harry Priyono, Commercial Direction Kartika Airlines.


Meski baru pertama kali Kartika Airlines menjajaki penerbangan di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, namun Harry optimis penerbangan yang akan dilakukan sebanyak empat kali seminggu ini akan disambut baik oleh penumpang dari kedua daerah. Dia mengaku tertarik melayani rute Batam-Jambi karena melihat potensi penumpang yang cukup besar, sementara penerbangan ke sana tidak ada. “Kita sudah survei kurang lebih tiga bulan lalu, ternyata kunjungan masyarakat dari Batam ke Jambi atau sebaliknya itu cukup tinggi, dan biasanya menggunakan penerbangan yang transit di Jakarta,” jelasnya saat dijumpai pada penerbangan perdana, kemarin.

Sebelum mengepakkan sayap usahanya di Jambi, Kartika Airlines telah lebih dulu membuka rute penerbangan Jakarta–Batam, Batam–Medan, dan Batam–Penang. Bahkan dalam waktu dekat Kartika Airlines akan ekspansi penerbangan ke Aceh dan Jakarta–Jambi. Kini penerbangan Batam-Jambi-Batam, Kartika Airlines rutin dilakukan setiap hari Minggu, Senin, Rabu, dan Jumat. “Selain menawarkan pelayanan prima, baik dalam pemesanan tiket hingga penumpang di pesawat tetap disediakan snack, harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif,” tandasnya.
hellothere123 no está en línea  
Old September 4th, 2008, 12:11 PM   #665
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,939

Qantas masih ada ....mereka ganti pake subsdiary/budget carrier airline nya Qantas, which is JetStar....australia still have another carrier serves beside Qantas, jetstar and the upcoming virgin blue....yaitu..Ozjet..

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old September 4th, 2008, 12:30 PM   #666
hellothere123
Registered User
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 858
Likes (Received): 0

sebelom insiden Sriwijaya Air d Jambi, sebenarnya banyak pihak bakal memprediksikan bahwa bandara tsb memang sangat rawan..

Diperbincangkan, Kondisi Bandara Jambi Rawan Kecelakaan

Sejumlah tokoh penting di Provinsi Jambi terus menyoroti kondisi Bandar Udara (Bandara) Sultan Thaha Jambi, selain dianggap paling rawan kecelakaan, seperti yang diakui inisiator Partai Amanat Nasional (PAN) Jambi terkait landasan pacu (run way) yang cukup bergelombang seperti yang diberitakan sebelumnya.

Tidak saja H Nasroel Yasier yang berpendapat demikian, mantan Ketua DPRD Provinsi Jambi H Nasrun HR Arbain juga mengatakan, kalau Bandara Sultan Thaha Jambi yang saat ini dikelola pihak PT Angkasa Pura II, selain kondisi landasan pacunya yang cukup rawan kecalakaan, juga bandar ini keberadaannya begitu dekat dengan pemukiman penduduk dan instalasi umum, seperti terhadap kompleks perumahan perwira polisi,Rs Asia Medika dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Oleh karena itu, H Nasrun HR Arbain mengatakan, sebaiknya Bandara Sultan Thaha Jambi yang memiliki panjang landasan pacunya yang begitu pendek dan bergelombang sudah semestinya dipindahkan, hal itu bertujuan agar keselamatan penerbangan itu dapat terwujud.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi H Soewarno Soerinta kepada Pelita mengungkapkan, sejak Bandara Sultan Thaha Jambi itu dikelola pihak PT Angkasa Pura II, hingga saat ini belum ada tandatanda kemajuan yang dilakukan pihak pengelola bandara tersebut. Bahkan disini, menurutnya PT Angkasa Pura II terkesan hanya mengejar-ngejar pemasukannya lewat perolehan retribusi parkir kendaraan, pajak reklame dan sewa tempat.

"Belum ada tanda-tanda kalau Bandara Sultan Thaha Jambi yang saat ini pengelolaanya ditangani pihak PT Angkasa Pura II lebih baik. Malah, kalau saya katakan, sejak Bandara Sultan Thaha Jambi dikelola pihak PT Angkasa Pura II malah kondisinya semakin berantakan," kata H Soewarno Soerinta.

Sementara itu secara terpisah, Ketua Gapensi Provinsi Jambi Effendi Hatta kepada Pelita mengatakan, sudah semestinya relokasi terhadap Bandara Sultan Thaha Jambi itu mulai difikirkan. Sebab, jika dilihat kondisi bandara itu sekarang ini sudah tidak layak lagi untuk dioperasionalkan. Dikatakan Effendi Hatta yang juga merupakan calon Walikota Jambi yang bakal diusung Partai Demokrat itu, sudah selayaknya Jambi memiliki bandara yang sangat representatif dan ini tentunya terkait semakin meningkatnya aktivitas penerbangan di daerah ini setiap tahunnya."Sudah saatnya bandara itu direlokasi. Dan, sangat tepat lagi jika lokasi relokasi bandara itu berdekatan dengan lapangan golf, atau berada di pinggir DAS Batanghari," kata Effendi Hatta

data tsb: 30 November 2007
hellothere123 no está en línea  
Old September 4th, 2008, 12:31 PM   #667
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,661
Likes (Received): 23

Dirgantara Indonesia, Airbus, dan Boeing

HAMID BASYAIB

TANPA banyak diberitakan, dan karenanya tanpa menimbulkan kebanggaan selayaknya, PT Dirgantara Indonesia (DI) mendapat pesanan pembuatan sayap untuk 40 pesawat A380, tipe terbaru dan terbesar produk raksasa Eropa, Airbus. Keistimewaan tipe ini bisa dilihat dari, misalnya, bangganya Singapore Airlines (SQ) dalam mengiklankan armada itu dua tahun sebelumnya.

SQ menyatakan, dialah pengguna pertama ‘hotel udara’ bertingkat dan berpenumpang 550 orang itu. Untuk operasi perdana A380 awal tahun ini, tiket penerbangan Singapura-Sydney dilelang dan laku hingga Rp 1 miliar selembar.

Airbus sebelumnya mempercayakan pembuatan sayap kepada DI untuk tipe A340, A330, A320. Boeing, jagoan Amerika itu, pun sejak lama memesan komponen pada DI, terutama untuk tipe 737, 757, dan 767. Siapa tahu nanti Boeing pun memesan untuk produk mutakhir kebanggaannya, Dreamliner 787. Bahkan AU Amerika mempercayakan sejumlah komponennya pada PT DI untuk pesawat tempur andalannya, F-16 Fighting Falcon.

Atas saran BJ Habibie, orang yang mendesain-ulang seluruh industri dirgantara Indonesia yang bermula pada 1946, DI sementara ini memang berkonsentrasi pada pembuatan sayap. Program pembuatan pesawat utuhnya tampaknya untuk sementara harus ditunda, setelah industri yang pernah berpegawai hampir 10 ribu orang itu dihantam krisis 1998.

Kini, dengan jumlah karyawan sekitar 3.700 orang, prospek DI agaknya cukup cerah. Pemain-pemain besar seperti Boeing, Airbus, General Dynamics – selain yang lebih kecil seperti CASA dan Bell – terbukti telah mempercayakan pembuatan sejumlah komponen mereka pada DI, yang selamat dari gugatan pailit oleh karyawannya pada akhir 2005.

Pemulihan produk-produk utuhnya (N250 dan lain-lain) agaknya bisa dikerjakan dalam dua-tiga tahun lagi.

Kisruh yang berlarut di tubuh industri yang mestinya jadi kebanggaan nasional itu memang sempat memukul telak DI. Tidak ada data pasti berapa jumlah insinyur mudanya yang hijrah ke negeri lain untuk mengembangkan bakat mereka dan mendapat nafkah yang layak. Tapi diduga jumlah mereka ratusan orang, tersebar di sejumlah negara Eropa, selain ke Malaysia.

Negara-negara itu dengan tangan terbuka selebar-lebarnya tentu gembira menerima ‘durian runtuh’ – sejumlah orang berbakat yang mereka peroleh dengan ‘gratis’, tanpa perlu mendidiknya bertahun-tahun.

Kita hanya bisa prihatin menyaksikan brain drain yang amat merugikan bangsa ini. Kita yakin, orang-orang Indonesia yang hebat dan dedikatif itu pun sesungguhnya sedih harus bekerja untuk kejayaan negeri lain. Tapi kita maklum atas pilihan mereka.

Mereka harus menghadapi pilihan pahit: antara menyia-nyiakan keahlian plus tak punya penghasilan memadai dan penghargaan tinggi atas keahlian mereka oleh negeri-negeri tuan rumah. Azas kewajaran tentu membuat mereka memilih yang kedua.

Habibie sendiri menolak menangani kembali industri yang pernah dirawatnya selama dua puluh tahun itu, lengkap dengan empat tahap pengembangannya yang tertata rapi dan sistematis. “Semuanya sudah diserahkan kepada pemerintah, dan masalahnya tentu bisa diatasi,” katanya.

Ia mencoba tetap optimistis sambil menekan kepahitannya, termasuk terhadap banyak rongrongan dari sesama pejabat dan komentator yang selalu sinis pada proyek dirgantaranya yang dianggap ‘mercusuar’, tak realistis, tidak cocok dengan situasi agraris Indonesia, dan sebagainya.

Habibie mengaku sudah terlalu tua untuk membangun kembali industri strategis itu. Menurut dia, banyak insinyur Indonesia yang sedang bekerja di Jerman akan mampu dan mau pulang untuk memulihkan dan meningkatkan kapasitas DI. Tentunya Habibie pun bersedia membujuk mereka, yang menurut dia sering ia temui, agar pulang.

Pada 1974, sewaktu diminta Presiden Soeharto agar pulang dan ikut membangun Indonesia, Habibie mendapat semua fasilitas yang ia butuhkan. Situasi sekarang tentu saja berbeda.

Tidak ada penguasa sekuat Soeharto yang mampu memberi perlindungan maksimal pada proyek-proyek Habibie. Dana negara pun tentu tak sebesar dulu. Tapi tentu pemerintah saat ini pun perlu untuk sebisa-bisanya bersikap serupa untuk menyambut brain gain baru kelak.

Sambutlah anak-anak Indonesia itu dengan sehangat-hangatnya. Dan biarkan mereka ikut membangun negeri dengan cara-cara terbaik mereka sendiri. Hasil-hasilnya pasti akan dinikmati oleh semua orang. Termasuk oleh mereka yang mungkin kurang menyukai mereka.

Penulis adalah Direktur Program Freedom Institute

http://www.1ndonesia.info/2008/09/di...us-dan-boeing/
Mimihitam no está en línea  
Old September 4th, 2008, 02:26 PM   #668
magali
Registered User
 
Join Date: Nov 2007
Location: surabaya
Posts: 1,156
Likes (Received): 10

Quote:
Originally Posted by Mimihitam View Post
Dirgantara Indonesia, Airbus, dan Boeing

HAMID BASYAIB

TANPA banyak diberitakan, dan karenanya tanpa menimbulkan kebanggaan selayaknya, PT Dirgantara Indonesia (DI) mendapat pesanan pembuatan sayap untuk 40 pesawat A380, tipe terbaru dan terbesar produk raksasa Eropa, Airbus. Keistimewaan tipe ini bisa dilihat dari, misalnya, bangganya Singapore Airlines (SQ) dalam mengiklankan armada itu dua tahun sebelumnya.

SQ menyatakan, dialah pengguna pertama ‘hotel udara’ bertingkat dan berpenumpang 550 orang itu. Untuk operasi perdana A380 awal tahun ini, tiket penerbangan Singapura-Sydney dilelang dan laku hingga Rp 1 miliar selembar.


Tidak ada penguasa sekuat Soeharto yang mampu memberi perlindungan maksimal pada proyek-proyek Habibie. Dana negara pun tentu tak sebesar dulu. Tapi tentu pemerintah saat ini pun perlu untuk sebisa-bisanya bersikap serupa untuk menyambut brain gain baru kelak.

Sambutlah anak-anak Indonesia itu dengan sehangat-hangatnya. Dan biarkan mereka ikut membangun negeri dengan cara-cara terbaik mereka sendiri. Hasil-hasilnya pasti akan dinikmati oleh semua orang. Termasuk oleh mereka yang mungkin kurang menyukai mereka.

Penulis adalah Direktur Program Freedom Institute

http://www.1ndonesia.info/2008/09/di...us-dan-boeing/
-------------
bangsa ini multi talenta, sayang multi talenta ini malah menjadi seperti "kutukan", pemerintah sepertinya tidak bisa membuat prioritas industri yang akan dikembangkan secara "utuh". industri otomotif yang dibangun kira-kira sama dengan korea selatan saat ini sudah 'tertinggal" jauh. dengan cina pun kita sudah tidak bisa mengejar lagi. industri penerbangan dengan gagahnya kita bilang menghamburkan uang negara (dan menutupnya lebih menghamburkan uang negara).

industri semi konduktor juga pernah lepas, bagaimana fairchild pada tahun 80-an (cmiiw) hengkang dan pergi ke malaysia.
magali no está en línea  
Old September 4th, 2008, 04:52 PM   #669
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,705

Quote:
Originally Posted by Mimihitam View Post
Dirgantara Indonesia, Airbus, dan Boeing

HAMID BASYAIB

TANPA banyak diberitakan, dan karenanya tanpa menimbulkan kebanggaan selayaknya, PT Dirgantara Indonesia (DI) mendapat pesanan pembuatan sayap untuk 40 pesawat A380, tipe terbaru dan terbesar produk raksasa Eropa, Airbus. Keistimewaan tipe ini bisa dilihat dari, misalnya, bangganya Singapore Airlines (SQ) dalam mengiklankan armada itu dua tahun sebelumnya.

Sambutlah anak-anak Indonesia itu dengan sehangat-hangatnya. Dan biarkan mereka ikut membangun negeri dengan cara-cara terbaik mereka sendiri. Hasil-hasilnya pasti akan dinikmati oleh semua orang. Termasuk oleh mereka yang mungkin kurang menyukai mereka.

Penulis adalah Direktur Program Freedom Institute

http://www.1ndonesia.info/2008/09/di...us-dan-boeing/
Inilah yang saya bilang, untuk masa transisi ini, ada baiknya fokus menjadi direct supplier of the giants seperti Boeing dan Airbus ini. Kalau mereka senang dan puas, orderan banyak, yang untung PT DI juga. Apalagi kalau sudah diikat kontrak jangka panjang dengan Boeing dan Airbus. Jadi tidak mengandalkan bantuan pemerintah saja, mudah2an financialnya bisa sustain dari ikatan kontrak jangka panjang ini.

Pengembangan pesawat sendiri tidak usah muluk2 untuk bikin jet wide body kayak N2130, harap sadar diri dengan kompetitor. Kembangkan, maksimalkan dan fokus untuk bikin pesawat yang jauh dari produk2 unggulan Boeing dan Airbus, yaitu yang cocok dengan tipologi geografi Indonesia, maritim, bikinlah pesawat2 perintis dan juga alat2 pertahanan.

Saya yakin kalau kebijakan direksi tepat, tidak sembrono, tidak egois mementingkan kepentingan sendiri/golongan, PT DI ini slowly but sure malah bisa comeback lagi menjadi pesaing Airbus, dan Boeing, dan akhirnya sebutan the Everett of Asia kembali lagi.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea  
Old September 4th, 2008, 05:18 PM   #670
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,371
Likes (Received): 280

N2130 itu narrow body dengan konfigurasi tempat duduk "3-3" maksimal. Kalau wide body itu biasanya gak single-aisle ...

PT. DI memang sangat ditunggu progressnya ..... Everett of Asia ??? apaan tuh ?? kok baru denger ..
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old September 4th, 2008, 05:21 PM   #671
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,371
Likes (Received): 280

Quote:
Originally Posted by magali View Post
-------------
bangsa ini multi talenta, sayang multi talenta ini malah menjadi seperti "kutukan", pemerintah sepertinya tidak bisa membuat prioritas industri yang akan dikembangkan secara "utuh". industri otomotif yang dibangun kira-kira sama dengan korea selatan saat ini sudah 'tertinggal" jauh. dengan cina pun kita sudah tidak bisa mengejar lagi. industri penerbangan dengan gagahnya kita bilang menghamburkan uang negara (dan menutupnya lebih menghamburkan uang negara).

industri semi konduktor juga pernah lepas, bagaimana fairchild pada tahun 80-an (cmiiw) hengkang dan pergi ke malaysia.
Nah, baru tahu aku kalau Fairchild sempet mampir ke Indonesia ...

Iya, malaysia kalau soal high-tech Industry memang lebih maju .. di sini ada pabrik INTEL , ALTERA, dan beberapa perusahaan produsen laptop kelas Dunia. Sony aja barusan pindah ke sini (katanya sih dari sebuah negara yang kepastian investasinya kurang jelas dan infrastruktur kurang... gak tahu deh negara mana ..) .. Cuman, yang memang rintisan pengusaha lokal memang jarang, 95% nya memang investor asing.
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old September 5th, 2008, 10:05 AM   #672
motobunny
Registered User
 
motobunny's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Jakarta, Vancouver
Posts: 82
Likes (Received): 0

Quote:
Everett of Asia ??? apaan tuh ?? kok baru denger ..
everett kalo ga salah kota tempat pabrik ny boeing
seperti toulouse kota tempat pabrik airbus
CMIIW
motobunny no está en línea  
Old September 5th, 2008, 11:01 AM   #673
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,371
Likes (Received): 280

Makasih atas infonya .. Sebelum ini , Yang aku tahu kota Pabrik Pesawat itu Bristol, Toulousse, sama Bandung ...ehehehehe ...
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old September 5th, 2008, 11:47 AM   #674
GARUDA 777
Registered User
 
GARUDA 777's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta - Padang
Posts: 1,190
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by motobunny View Post
everett kalo ga salah kota tempat pabrik ny boeing
seperti toulouse kota tempat pabrik airbus
CMIIW
Correct. Everett itu emang pabriknya Boeing di dekat Seattle, Negara Bagian Washington, USA. Ilham nih taunya Batam ama Pekanbaru aja sih Sorry ya Ham, becanda....
GARUDA 777 no está en línea  
Old September 5th, 2008, 11:50 AM   #675
motobunny
Registered User
 
motobunny's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Jakarta, Vancouver
Posts: 82
Likes (Received): 0

sama2
motobunny no está en línea  
Old September 5th, 2008, 12:05 PM   #676
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,371
Likes (Received): 280

Quote:
Originally Posted by GARUDA 777 View Post
Correct. Everett itu emang pabriknya Boeing di dekat Seattle, Negara Bagian Washington, USA. Ilham nih taunya Batam ama Pekanbaru aja sih Sorry ya Ham, becanda....
AKu tahunya Seattle, gak pernah denger soal Everett ...
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old September 5th, 2008, 12:13 PM   #677
GARUDA 777
Registered User
 
GARUDA 777's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta - Padang
Posts: 1,190
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
AKu tahunya Seattle, gak pernah denger soal Everett ...
Ibaratnya Everett di Seattle dgn PTDI di Bandung gitu loh...
GARUDA 777 no está en línea  
Old September 5th, 2008, 01:30 PM   #678
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,738
Likes (Received): 460

Quote:
Originally Posted by Sizter85 View Post
Kamis, 04 September 2008
Dishub Kebobolan Pesawat Tak Dikenal
Tak Ada Izin, Terbang Rendah di Atas Bandara

JEMBER - Petugas Bandara Notohadinegoro dikejutkan dengan kedatangan pesawat tak dikenal kemarin (3/9). Pesawat yang belum jelas identitasnya itu sempat terbang rendah di atas landasan pacu (run way) Bandara Notohadinegoro, Wirowongso, Ajung.

Menurut Sigit Pramono, staf bandara, dia bersama empat rekan lainnya kebagian piket pagi. Di bandara pagi itu juga ada sejumlah pekerja pembangunan taxi way dan appron. "Sekitar pukul 08.10, saya mendengar suara pesawat. Keras sekali, seperti ada di sekitar bandara," katanya saat ditemui Erje di bandara.

Dia bersama beberapa rekan yang saat itu piket langsung berlari ke arah belakang terminal kedatangan. "Ternyata ada pesawat terbang rendah di atas landasan. Pesawat itu memang tak sampai mendarat," ujarnya.

Kedatangan pesawat itu benar-benar mengejutkan staf bandara. Karena kemarin merupakan hari libur penerbangan ke Jember. "ATC (air traffic control, pengawas lalu lintas udara, Red) tutup. Yang ada hanya Pak Sukamto (staf Dishub Jatim yang diperbantukan ke bandara, Red)," tukasnya.

Sukamto sendiri, menurut dia, tidak tahu jika ada pesawat yang bakal terbang rendah di bandara. "Kalau melihat pesawat itu terbang rendah di atas landasan, sepertinya sedang melihat landasan bandara," terkanya.

Pesawat itu, lanjut dia, hanya sekali terbang di atas bandara. Pesawat datang dari utara, lalu terbang rendah di atas landasan, selanjutnya terbang tinggi menuju selatan.

Sigit mengaku tak tahu persis jenis pesawat itu berikut maskapainya. Pesawat tersebut berciri-ciri didominasi warna putih dengan kombinasi warna merah di sekitar badannya. "Pesawatnya memakai baling-baling di kedua sayapnya. Seperti jenis Fokker," ungkapnya seraya tak memperhatikan apakah di ekor pesawat ada logo maskapai atau tidak.

Menurut dia, kedatangan pesawat yang identitasnya sejauh ini belum dikenal itu bersamaan dengan hari libur operasinya pesawat Tri MG yang disewa Pemkab Jember. "Sepertinya mereka tahu kalau penerbangan ke Jember hari ini libur. Makanya mereka berani ke Jember," tandasnya.

Mantan staf Terminal Pakusari ini mengaku tidak tahu apakah kedatangan pesawat tersebut sudah seizin atau berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jember atau tidak. Yang jelas, belum lama pesawat pergi, telepon bandara berdering.

Suara di ujung telepon, sambung dia, menanyakan apakah pesawat mendarat di bandara atau tidak. "Saya tidak tahu siapa yang telepon. Tapi kalau melihat langsung merespons ketika tahu ada pesawat masuk Jember, mungkin orang dishub. Saya belum sempat tanya siapa peneleponnya," tuturnya.

Kadishub Jember Sunarsono belum berhasil dikonfirmasi terkait masuknya pesawat yang belum bisa diidentifikasi identitasnya itu. Hanya, Kasi Sarana Prasarana Dishub Jember Anas Ma'ruf mengakui, kemarin pagi ada pesawat yang terbang rendah di Bandara Notohadinegoro.

"Tapi kami belum tahu itu pesawat apa dan dari maskapai mana. Kami masih mencoba mencari tahu identitasnya," jelas Anas yang selama ini banyak terlibat dalam mempersiapkan penerbangan ke Jember ini.

Pihaknya masih akan koordinasi dengan Dishub Jatim. "Barangkali ada izin dari Dishub Jatim untuk masuk Jember. Yang jelas tidak ada izin yang kami keluarkan untuk penerbangan lain untuk masuk Jember hari ini (kemarin, Red)," ungkapnya. (har)

`Ampunn dehh,..
Jum'at, 05 September 2008
Diduga Jenis Pesawat MA-60
Yang Terbang tanpa Izin Bandara




JEMBER - Teka-teki jenis pesawat yang sempat terbang rendah di atas Bandara Notohadinegoro, Rabu (3/9), sedikit terjawab. Dinas Perhubungan (Dishub) Jember menduga, pesawat yang masuk ke Jember itu jenis MA-60. "Tapi dari maskapai mana, kami belum bisa memastikan," kata Kasi Sarana Prasaran Dishub Jember Anas Ma'ruf kepada Erje kemarin (4/9).

Dia mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Dishub Jatim. Ternyata, Dishub Jatim juga tak pernah mengeluarkan izin untuk penerbangan ke Jember. "Berarti izinnya dari Dephub. Artinya itu penerbangan antarprovinsi," ungkap mantan Lurah Sumbersari ini.

Seperti diketahui, sekitar pukul 08.10, petugas Bandara Notohadinegoro dikejutkan dengan kedatangan sebuah pesawat tak dikenal. Pesawat itu terbang rendah di atas landasan. Pesawat tersebut hanya sekali terbang di atas bandara. Pesawat datang dari utara, lalu terbang rendah di atas landasan, selanjutnya terbang tinggi menuju selatan.

Pesawat tersebut berciri-ciri didominasi warna putih dengan kombinasi warna merah di sekitar badannya. Pesawat itu juga memakai baling-baling di kedua sayapnya.

Menurut Anas, jika penerbangan pesawat itu tak mendarat di Jember, tidak diperlukan izin ke dishub. Namun, jika penerbangan pesawat itu juga mendarat di Jember, diperlukan izin dari Dishub Jember.

Dengan demikian, hingga kini pihaknya belum bisa mengidentifikasi asal maskapai pesawat tersebut. "Jenisnya kami duga MA-60. Yang punya pesawat MA-60 itu salah satunya Merpati," tandasnya.

Jika benar pesawat itu berjenis MA-60, penjelasan Anas tersebut memiliki relevansi dengan penjelasan Bupati Jember M.Z.A. Djalal. Usai mengikuti joy flight Jember - Surabaya PP dengan sejumlah pejabat Pemkab Jember kemarin, bupati mengatakan, pihaknya sudah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan maskapai Merpati.

"Merpati penjajakan akan masuk ke Jember. MoU-nya sendiri sudah ditandatangani awal Agustus lalu," ungkap Bupati Djalal. Jika Merpati positif masuk ke Jember, maskapai nasional yang kini fokus pada penerbangan antarkota itu akan menggunakan pesawat buatan Cina. "Merpati memakai pesawat buatan Cina kapasitas sekitar 60 orang. Lebih besar dari yang sekarang," sambung bupati.

Informasi yang dihimpun Erje, MA-60 merupakan pesawat buatan pabrik pesawat Man di Provinsi Shaanxi (China Aviation Industry Corporation). Pesawat bermesin turbojet propeller dengan dua mesin Pratt & Whitney (PW 127) buatan Kanada itu berkapasitas 52 - 60 orang.

Bupati Djalal menjelaskan, sebenarnya sekitar dua bulan lalu ada dua maskapai yang menyatakan berminat masuk ke Jember. Yaitu, Merpati dan Tri MG yang akhirnya lebih dulu beroperasi di Jember.

Meskipun dengan Merpati sudah ada MoU, dia menyatakan, hal itu belum ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama. Sebab, pihaknya masih akan melihat kemampuan APBD.

Selain itu, respons pasar di Jember dan sekitarnya juga perlu dilihat. "Kalau ternyata bagus dan ramai, kapasitas akan kita naikkan menggunakan pesawat yang lebih besar," tandasnya.

Sementara itu, sebagai bentuk promosi, Bupati Djalal dan Wabup Kusen Andalas beserta sejumlah pejabat Pemkab Jember melakukan joy flight dari Jember - Surabaya PP. Bupati Djalal bersama sejumlah kepala dinas dan Kabag terbang menggunakan penerbangan pertama. Sedangkan Wabup beserta sejumlah kepala dinas dan Kabag mendapat giliran menggunakan penerbangan kedua.

Menurut Bupati Djalal, dia bersama rombongan pejabat Pemkab Jember sengaja ingin merasakan penerbangan dengan pesawat Tri MG dari Jember ke Surabaya PP. "Ini sekaligus promosi bahwa sekarang pergi ke Surabaya sangat cepat. Masyarakat juga tidak perlu takut. Bupatine ae wani (bupatinya saja berani, Red)," papar bupati usai mendarat kembali di Jember.

Bagaimana rasanya penerbangan Jember - Surabaya PP? "Sangat enak sekali. Pesawat terbang di ketinggian 8.500 kaki. Jadi tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah. Melihat ke bawah, masih bisa melihat rumah-rumah dan jalan-jalan" jawabnya.

Bahkan, lanjut dia, rute penerbangan Jember - Surabaya PP juga bisa digunakan sebagai salah satu sarana rekreasi udara. "Karena dari udara kita mendapat bonus untuk bisa melihat puncak Gunung Semeru dan Bromo. Dari udara terlihat jelas letusan Semeru di atas awan. Indah sekali," terangnya.

Sepekan penerbangan Jember - Surabaya PP dibuka, menurut bupati, ada dua hal yang mendesak untuk dibenahi. Yakni promosi yang masih perlu diperluas, tak hanya di Jember tetapi juga di Surabaya. Bahkan, jika perlu hingga ke Jakarta. Hal lain yang perlu segera dibanahi pula adalah kemudahan calon penumpang untuk mendapatkan tiket. (har)

http://www.jawapos.co.id/radar/index...tail&rid=24964
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea  
Old September 5th, 2008, 02:36 PM   #679
GARUDA 777
Registered User
 
GARUDA 777's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta - Padang
Posts: 1,190
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by Sizter85 View Post
Jum'at, 05 September 2008
Diduga Jenis Pesawat MA-60
Yang Terbang tanpa Izin Bandara




JEMBER - Teka-teki jenis pesawat yang sempat terbang rendah di atas Bandara Notohadinegoro, Rabu (3/9), sedikit terjawab. Dinas Perhubungan (Dishub) Jember menduga, pesawat yang masuk ke Jember itu jenis MA-60. "Tapi dari maskapai mana, kami belum bisa memastikan," kata Kasi Sarana Prasaran Dishub Jember Anas Ma'ruf kepada Erje kemarin (4/9).

Dia mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Dishub Jatim. Ternyata, Dishub Jatim juga tak pernah mengeluarkan izin untuk penerbangan ke Jember. "Berarti izinnya dari Dephub. Artinya itu penerbangan antarprovinsi," ungkap mantan Lurah Sumbersari ini.

Seperti diketahui, sekitar pukul 08.10, petugas Bandara Notohadinegoro dikejutkan dengan kedatangan sebuah pesawat tak dikenal. Pesawat itu terbang rendah di atas landasan. Pesawat tersebut hanya sekali terbang di atas bandara. Pesawat datang dari utara, lalu terbang rendah di atas landasan, selanjutnya terbang tinggi menuju selatan.

Pesawat tersebut berciri-ciri didominasi warna putih dengan kombinasi warna merah di sekitar badannya. Pesawat itu juga memakai baling-baling di kedua sayapnya.

Menurut Anas, jika penerbangan pesawat itu tak mendarat di Jember, tidak diperlukan izin ke dishub. Namun, jika penerbangan pesawat itu juga mendarat di Jember, diperlukan izin dari Dishub Jember.

Dengan demikian, hingga kini pihaknya belum bisa mengidentifikasi asal maskapai pesawat tersebut. "Jenisnya kami duga MA-60. Yang punya pesawat MA-60 itu salah satunya Merpati," tandasnya.

Jika benar pesawat itu berjenis MA-60, penjelasan Anas tersebut memiliki relevansi dengan penjelasan Bupati Jember M.Z.A. Djalal. Usai mengikuti joy flight Jember - Surabaya PP dengan sejumlah pejabat Pemkab Jember kemarin, bupati mengatakan, pihaknya sudah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan maskapai Merpati.

"Merpati penjajakan akan masuk ke Jember. MoU-nya sendiri sudah ditandatangani awal Agustus lalu," ungkap Bupati Djalal. Jika Merpati positif masuk ke Jember, maskapai nasional yang kini fokus pada penerbangan antarkota itu akan menggunakan pesawat buatan Cina. "Merpati memakai pesawat buatan Cina kapasitas sekitar 60 orang. Lebih besar dari yang sekarang," sambung bupati.

Informasi yang dihimpun Erje, MA-60 merupakan pesawat buatan pabrik pesawat Man di Provinsi Shaanxi (China Aviation Industry Corporation). Pesawat bermesin turbojet propeller dengan dua mesin Pratt & Whitney (PW 127) buatan Kanada itu berkapasitas 52 - 60 orang.

Bupati Djalal menjelaskan, sebenarnya sekitar dua bulan lalu ada dua maskapai yang menyatakan berminat masuk ke Jember. Yaitu, Merpati dan Tri MG yang akhirnya lebih dulu beroperasi di Jember.

Meskipun dengan Merpati sudah ada MoU, dia menyatakan, hal itu belum ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama. Sebab, pihaknya masih akan melihat kemampuan APBD.

Selain itu, respons pasar di Jember dan sekitarnya juga perlu dilihat. "Kalau ternyata bagus dan ramai, kapasitas akan kita naikkan menggunakan pesawat yang lebih besar," tandasnya.

Sementara itu, sebagai bentuk promosi, Bupati Djalal dan Wabup Kusen Andalas beserta sejumlah pejabat Pemkab Jember melakukan joy flight dari Jember - Surabaya PP. Bupati Djalal bersama sejumlah kepala dinas dan Kabag terbang menggunakan penerbangan pertama. Sedangkan Wabup beserta sejumlah kepala dinas dan Kabag mendapat giliran menggunakan penerbangan kedua.

Menurut Bupati Djalal, dia bersama rombongan pejabat Pemkab Jember sengaja ingin merasakan penerbangan dengan pesawat Tri MG dari Jember ke Surabaya PP. "Ini sekaligus promosi bahwa sekarang pergi ke Surabaya sangat cepat. Masyarakat juga tidak perlu takut. Bupatine ae wani (bupatinya saja berani, Red)," papar bupati usai mendarat kembali di Jember.

Bagaimana rasanya penerbangan Jember - Surabaya PP? "Sangat enak sekali. Pesawat terbang di ketinggian 8.500 kaki. Jadi tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah. Melihat ke bawah, masih bisa melihat rumah-rumah dan jalan-jalan" jawabnya.

Bahkan, lanjut dia, rute penerbangan Jember - Surabaya PP juga bisa digunakan sebagai salah satu sarana rekreasi udara. "Karena dari udara kita mendapat bonus untuk bisa melihat puncak Gunung Semeru dan Bromo. Dari udara terlihat jelas letusan Semeru di atas awan. Indah sekali," terangnya.

Sepekan penerbangan Jember - Surabaya PP dibuka, menurut bupati, ada dua hal yang mendesak untuk dibenahi. Yakni promosi yang masih perlu diperluas, tak hanya di Jember tetapi juga di Surabaya. Bahkan, jika perlu hingga ke Jakarta. Hal lain yang perlu segera dibanahi pula adalah kemudahan calon penumpang untuk mendapatkan tiket. (har)

http://www.jawapos.co.id/radar/index...tail&rid=24964
Itulah hebatnya Indonesia. Bisa2nya kebobolan ama pesawat sayur kayak gini. Gimana kalo F-16 yg nyolong2 masuk
GARUDA 777 no está en línea  
Old September 5th, 2008, 03:54 PM   #680
hellothere123
Registered User
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 858
Likes (Received): 0


ga tau deh ya.. ( ga berani dibayangin..)

dengan kemampuan sistem radar pertahanan udara negara ini, gw rasa kalo negara lain mengirim pesawat pengintai ga berawak ("PREDATOR"; kalo punya US) utk memata-matai kita, kita blm tentu mampu mendeteksi..
hellothere123 no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 10:48 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu