daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > Sumatra



Reply

 
Thread Tools
Old January 22nd, 2010, 11:49 AM   #2741
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,211
Likes (Received): 257

Quote:
Originally Posted by abijafar View Post
Thanks God, I Love Rumbai the way it is... Especially the Polytechnic Caltex area.. Green and quite clean ... we can do sport yet a lot of foodstall available nearby, really a one stop living concept -- in Indonesian version of course -- is available there. Rumbai is basically neat place to live, except the Meranti Pandak Area, that area really need goverment hand, kasihan banjir sejak Desember... Perhaps Goverment need to build Rumah susun yang bebas banjir.. relocate that people living there is not possible due to their mata pencahariaan is close to that area...
Meranti Pandak, which Meranti Pandak do u refer to?? You mean the minor residential close to the river. Actually, If u mean those old wooden-houses, those are belong to Kecamatan Senapelan .... Some of them had been demolished to revitalize Siak Riverbend.

Many of Meranti Pandak (especially Perumahan Witayu) indeed is not a fancy-living, yet it is still descent though-- will not call it crap & pathetic btw. The most crappy one, actually just a few across the Siak IV construction site (which should have been demolished right now). And in fact many of community road/local street there was actually well-layered with asphalt, or even so-so-quality concrete..

Relocation had been taken into consideration in conjunction of Indonesian Housing Development Ministry program... Several Rusunawa will be built there. Hopefully, we could see any constructrion activity in the not-so-distant future.

And I am really sure only a few of Meranti Pandak residents who earn their livings from Siak River ... it is not even more than 30% of the workforce there.
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; January 22nd, 2010 at 12:16 PM.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old January 22nd, 2010, 12:06 PM   #2742
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,211
Likes (Received): 257

Quote:
Originally Posted by 4h3 View Post
wah, siapa bang? kira2 narik g y klo kirim via online?
orgnya siapa tuh?

bls k pm aja y, hehe

ntr mgkn sy minta tlg lwt bang ilham saja... hehe..
izin aja k dia..
Ok sippp, cek PM ya
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 12:14 PM   #2743
aboy_wew
Registered User
 
aboy_wew's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: palembang-pekanbaru
Posts: 2,092
Likes (Received): 70

mau juga dooong...hehehe,,boleh gk???
aboy_wew está en línea ahora   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 12:18 PM   #2744
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,211
Likes (Received): 257

Quote:
Originally Posted by aboy_wew View Post
mau juga dooong...hehehe,,boleh gk???
Waduh, bingung aku ngejawabnya... AKu gak berani kasih izin (sesuai dengan yang empunya file ) ... Tanya langsung ke orang yang bersangkutan hehe.
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 12:49 PM   #2745
4h3
development lover
 
4h3's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Pekanbaru - Bandung
Posts: 1,674
Likes (Received): 70

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Ok sippp, cek PM ya
ooohhh.. sip bang... ntr aq minta k dia, hehe...
kirain siapa yg punya, thx..
__________________
"developed country is not a place where the poor have cars,
it's where the rich use public transportation"

- mayor of bogota -


......
...
.


M Y P A G E

D E S I G N + P O R T F O L I O
4h3 no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 01:16 PM   #2746
jendry
jendriuno@blogspot.com
 
jendry's Avatar
 
Join Date: Dec 2009
Location: Riau Raya
Posts: 9,905
Likes (Received): 119

Pekanbaru Tujuan Investasi Utama di Sumatera
riaubisnis.com
Written by badri Friday, 22 January 2010 08:58 PDF Print E-mail

Menjadi salah satu kota yang terus berkembang, Kota Pekanbaru dianggap kalangan investor sebagai tujuan utama investasi di Pulau Sumatera saat ini.





Seperti diberitakan riaubisnis.com sebelumnya, ada beberapa investor besar pada tahun ini akan mengembangkan usahanya di Pekanbaru, khususnya bergerak pada sektor perdagangan dan jasa.

Komisaris Utama PT Santosa Asih Jaya Saut, M Hasibuan kepada riaubisnis.com, Jumat (22/1/2010) di Pekanbaru mengatakan, Pekanbaru memang menjadi salah satu daerah potensial pengembangan investasi di Sumatera.

“Bahkan bisa dibilang sejak beberapa tahun terakhir ini, Pekanbaru merupakan back bone-nya kemajuan perekonomian di Sumatera, bahkan wilayah Indonesia bagian barat,” imbuhnya.

Perusahaannya sendiri, yang berada di bawah payung Bumi Asih Group, pada tahun ini akan menginvestasikan modalnya di Pekanbaru mencapai triliunan rupiah. Proyek yang ingin dikembangkan tersebut, seperti pembangunan jalan dan jembatan, pemukiman, pusat perdagangan dan jasa, serta proyek lainnya.

Pemko Pekanbaru, menurutnya, sangat terbuka terhadap masuknya investor untuk menanamkan modalnya di Pekanbaru. “Sejauh ini mereka cukup terbuka dengan keinginan kita,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Plt Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekanbaru, Syafrizal Bakar menegaskan, kalau Pemko Pekanbaru sangat terbuka terhadap investor yang ingin masuk ke Pekanbaru. “Kita tidak akan mempersulit para investor luar untuk melakukan investasi, asalkan para investor tersebut mau mengikuti aturan yang berlaku di sini,” ujarnya.

Pendapat sama juga diungkapkan oleh Seketaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Yusman Amin. Katanya, sampai saat ini, Pemko Pekanbaru tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat mempersulit para investor untuk masuk.

Sedangkan mengenai investasi yang ingin dilakukan oleh PT Santosa Asih Jaya, Yusman mengatakan, bukan hanya pada tahun ini perusahaan tersebut berinvestasi di Pekanbaru. “Bahkan, sejak beberapa tahun lalu, perusahaan tersebut telah melakukan beberapa proyek pengembangan di Pekanbaru,” ujarnya.(*)
jendry no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 01:38 PM   #2747
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,211
Likes (Received): 257

Quote:
Originally Posted by 4h3 View Post
ooohhh.. sip bang... ntr aq minta k dia, hehe...
kirain siapa yg punya, thx..
Yang punya ya DISTAKO Pekanbaru lah ....
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 04:52 PM   #2748
chubbylover
Registered User
 
chubbylover's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Location: Pekanbaru - Jogja - Surabaya
Posts: 76
Likes (Received): 0

Lokasi Pembangunan PLTU Kemungkinan Besar di Peranap

Harapan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah agar PLTU tetap di wilayahnya sulit terwujud. Gubri M Rusli Zainal mengisyaratkan lokasi idealnya di Peranap.

Riauterkini-PEKANBARU- Gubernur Riau M Rusli Zainal mengisyaratkan lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x100 megawatt (MW) tidak di Tenayanraya, Pekanbaru, melainkan di Peranap, Indragiri Hulu. Meski demikian, orang nomor satu di Provinsi Riau tersebut belum member jawaban pasti.

“Pembangunan PLTU itu tidak untuk sesaat, tetapi untuk jangka waktu yang sangat lama, karena itu perlu pengkajian mendalam dari berbagai aspek, terutama mengenai sumber bahan bakar untuk PLTU itu sendiri,” ujarnya kepada wartawan, termasuk riauterkini usai sholat Jumat di Masjid Kantor Gubernur Riau, Jumat (22/1/10).

Dipaparkan gubernur, jika di Pekanbaru, otomatis akan menimbulkan biaya tambahan yang sangat besar, yakni untuk pengakutan batubara. Di perkirakan setiap hari diperlukan sekitar 40 truk batubara guna operasional PLTU dengan kapasitas 200 MW. “Betapa besarnya biaya yang akan timbul. Belum lagi dari aspek kerusakan jalan. Ini semua harus dipertimbangkan,” paparnya.

Lebih lanjut gubernur mengatakan, di manapun lokasi PLTU-nya, ia menjamin kebutuhan listrik untuk Pekanbaru tetap menjadi prioritas. “Pekanbaru sebagai ibukota provinsi tetap sebagai prioritas. Di manapun lokasi PLTU-nya tidak ada masalah, yang penting pasokan listriknya cukup,” tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru Herman Abdullah mengharapkan lokasi PLTU tidak mengalami perubahan, tetap di Tenayanraya. Namun berdasarkan kajian intensif, lokasinya kemudian berubah ke Peranap, sebagai lokasi tempat batubara berada.***


sumber : riau terkini



untuk hal ini saya setuju dengan pak gubernur,jangan d paksakan d pekanbarru apabila ongkos operasionalnya lebih besar,lebih baik d bangun d deket sumber bahan bakarnya.
chubbylover no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 06:12 PM   #2749
jendry
jendriuno@blogspot.com
 
jendry's Avatar
 
Join Date: Dec 2009
Location: Riau Raya
Posts: 9,905
Likes (Received): 119

Berita :http://www.pekanbaru.go.id/berita/1/...stasi-membaik/

Peluang Investasi Membaik
Jumat, 22 Januari 2010 10:20
PDE ( SH )

PEKANBARU - Piluang investasi di Kota Pekanbaru semakin membaik. Buktinya, semakin banyak dari investor yang menanamkan modalnya di ibukota Provinsi Riau ini.

Demikian disampaikan Walikota Pekanbaru,Drs.H. Herman Abdullah di sela-sela kegiatan Kamis Menanam, di Jalan Teuku Umar, Pekanbaru, Kamis (21/1). Katanya, tahun 2010 ini saja, ada beberapa investor yang berminat menanamkan modalnya.

"Ada investor dari Jakarta, yang berminat membangun apartemen berlantai 28 di sini. Tak hanya itu, ada pula supermaket besar lainnya yang juga mengatakan keinginannya membuka cabang, yakni carrefor," ujarnya, seperti dilansir metroriau.

Mengingat investasi cukup menjanjikan, kata Herman, perlu dibarengi dengan pelayanan yang baik dan cepat dari para petugas perizinan. "Kita minta pada petugas, khususnya di Badan Pelayan Terpadu (BPT) dapat memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan murah," imbuhnya.

Menurut Herman, berkembangnya investasi di Pekanbaru, tidak terlepas dari masih banyaknya lahan kosong yang tersedia bagi para investor tersebut. "Untuk itu, kita perlu mengawasi letak tata ruang bangunan yang akan mereka dirikan tersebut, apakah sudah sesuai dengan RTRW yang kita miliki," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Pekanbaru, Firdaus Ces mengakui kalau banyak bangunan usaha besar mengurus izin pendiriannya di Pekanbaru.

"Izin pelaksanaan yang sudah kita keluarkan, seperti Novotel berlantai 15 di Jalan Riau (samping Mal Ciputra), Apartemen Peak berlantai 16, di Jalan Ahmad Yani. Dan, dalam proses perizinannya adalah Kantor Vanhollano, berlantai 5, di Jalan Sudirman, (ganti Rumah Makan Riau Kuring sekarang)," urainya.

Sedangkan pembangunan apartemen berlantai 28, lanjut Firdaus Ces, saat ini investornya sedang penjajakan lahan di Depan Mal SKA, jalan Tambusai Ujung. "Jika penjajakan tersebut deal dengan pemilik lahan, pada prinsipnya dari tata ruang boleh saja dibangun dikawasan tersebut," jelasnya.
jendry no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 06:36 PM   #2750
chubbylover
Registered User
 
chubbylover's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Location: Pekanbaru - Jogja - Surabaya
Posts: 76
Likes (Received): 0

Tiga Pencakar Bakal Ramaikan Langit Pekanbaru

PEKANBARU (RP) - Wajah Kota Pekanbaru akan semakin dihiasi berdirinya gedung-gedung pencakar langit pada tahun ini. Hal ini ditandai dengan beberapa investor yang akan berinvestasi di Kota Pekanbaru untuk membangun hotel dan apartemen.


Berdasarkan keinginan investor yang masuk ke kota ini, di Jalan Tuanku Tambusai akan dibangun hotel dan apartemen setinggi 28 lantai. Selain itu akan dibangun hotel Novotel setinggi 15 lantai di Jalan Riau. Juga akan dilanjutkan pembangunan The Peak di Jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Pekanbaru Fir-daus CES kepada Riau Pos, Kamis (21/1) mengatakan, peluang usaha di kota ini masih terbuka sangat lebar. Sebab kota Pekanbaru memiliki potensi usaha yang masih dapat dikembangkan.

‘’Setiap izin yang masuk selalu kita seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satu acuannya adalah analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dijadikan acuan dalam konsep pembangunan,’’ paparnya.

Sementara itu Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM juga mengatakan hal yang sama. Dia juga menambahkan Pemerintah Kota Pekanbaru akan merespon positif kegiatan investasi dari pihak luar, tentunya dengan pertimbangan tidak merusak lingkungan dan kondisi keindahan, kebersihan dan ketertiban di Kota Pekanbaru.

‘’Peluang investasi di Kota Pekanbaru masih terbuka lebar. Ini akan berdampak positif untuk perkembangan kota, sehingga dapat lebih berkembang menjadi kota metropolitan,’’ ujarnya.

sumber : riau pos.com

ini untuk melengkapi post yg d atas aku........jadi g sabar pengen ngeliat gedung2 ini berpacu menjadi yang tertinggi d pku tercinta, belum lagi dimulainya pembangunan Bank Riau d balai dang merdu dan juga pembangunan jembatan Siak IV yang bakal menjadi salah satu icon kota ini.......pengen secepatna kembali k kotaku,bosen hidup d kota sesumpek surabaya.
chubbylover no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 06:37 PM   #2751
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,408
Likes (Received): 39

Quote:
Originally Posted by chubbylover View Post
Harapan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah agar PLTU tetap di wilayahnya sulit terwujud. Gubri M Rusli Zainal mengisyaratkan lokasi idealnya di Peranap.

Riauterkini-PEKANBARU- Gubernur Riau M Rusli Zainal mengisyaratkan lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x100 megawatt (MW) tidak di Tenayanraya, Pekanbaru, melainkan di Peranap, Indragiri Hulu. Meski demikian, orang nomor satu di Provinsi Riau tersebut belum member jawaban pasti.

“Pembangunan PLTU itu tidak untuk sesaat, tetapi untuk jangka waktu yang sangat lama, karena itu perlu pengkajian mendalam dari berbagai aspek, terutama mengenai sumber bahan bakar untuk PLTU itu sendiri,” ujarnya kepada wartawan, termasuk riauterkini usai sholat Jumat di Masjid Kantor Gubernur Riau, Jumat (22/1/10).

Dipaparkan gubernur, jika di Pekanbaru, otomatis akan menimbulkan biaya tambahan yang sangat besar, yakni untuk pengakutan batubara. Di perkirakan setiap hari diperlukan sekitar 40 truk batubara guna operasional PLTU dengan kapasitas 200 MW. “Betapa besarnya biaya yang akan timbul. Belum lagi dari aspek kerusakan jalan. Ini semua harus dipertimbangkan,” paparnya.

Lebih lanjut gubernur mengatakan, di manapun lokasi PLTU-nya, ia menjamin kebutuhan listrik untuk Pekanbaru tetap menjadi prioritas. “Pekanbaru sebagai ibukota provinsi tetap sebagai prioritas. Di manapun lokasi PLTU-nya tidak ada masalah, yang penting pasokan listriknya cukup,” tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru Herman Abdullah mengharapkan lokasi PLTU tidak mengalami perubahan, tetap di Tenayanraya. Namun berdasarkan kajian intensif, lokasinya kemudian berubah ke Peranap, sebagai lokasi tempat batubara berada.***


sumber : riau terkini



untuk hal ini saya setuju dengan pak gubernur,jangan d paksakan d pekanbarru apabila ongkos operasionalnya lebih besar,lebih baik d bangun d deket sumber bahan bakarnya.
memang, idealnya lokasi pembangkit dekat dengan sumber batubara, jadi biaya operasional bisa ditekan.
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 06:50 PM   #2752
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,408
Likes (Received): 39

Proyek Tol Pekanbaru-Dumai Belum Ada Kemajuan
Written by badri Friday, 22 January 2010 09:31

Rencana pembangunan proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai belum menampakkan hasil yang memuaskan. Salah satu akibat belum terealisasinya rencana strategis ini adalah, antara Pemprov Riau dan pemerintah kabupaten/kota belum satu suara.





Plt Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekanbaru Syafrizal Bakar, kepada riaubisnis.com, Jumat (22/1/2009) di kantornya mengatakan, kalau saat ini Pemko Pekanbaru belum menganggarkan dana pembebasan lahan untuk proyek jalan tol tersebut. “Dana Rp 10 miliar tidak sedikit, jadi sampai sekarang kita belum bisa anggarkan pada APBD 2010 ini,” katanya.

Sebagai catatan, sebelumnya Pemprov Riau meminta kepada empat daerah yang masuk dalam proyek tersebut, yaitu Pekanbaru, Dumai, Siak, dan Bengkalis, agar menganggarkan masing-masing Rp 10 miliar untuk pembebasan lahan proyek tersebut. Syafrizal menilai, kalau selama ini, Pemprov Riau terkesan kurang serius melaksanakan proyek tersebut. Sehingga, Pemko Pekanbaru dan tiga daerah lainnya masih menunggu ketegasan dari Pemprov Riau.

Ditambahkanya, khusus di Pekanbaru, diperkirakan ada sekitar 55 hektare lahan masyarakat yang terkena dampak proyek tersebut. Selain itu, dari 134,8 km total panjang proyek jalan tol, hanya 5,5 KM yang melewati Pekanbaru.

Sebelumnya, menurut Syafrizal, memang ada rencana bantuan dari pihak asing untuk menyokong pembangunan jalan tol tersebut, salah satunya dari pinjaman Asian Development Bank (ADB). ”Tapi, tetap saja pinjaman ini tergantung pada keseriusan Pemprov Riau dalam menjalankan proyek ini,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Rusli Zainal dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) baru-baru ini di Pekanbaru menegaskan, kalau proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai akan tetap dilanjutkan. Sebab, katanya, keberadaan jalan ini dinilai akan membantu perkembangan perekonomian Riau.

Rusli menegaskan, kepada seluruh kabupaten dan kota menjalankan instruksi provinsi untuk secepatnya melakukan pembebasan lahan yang terkena pembangunan jalan tol. “Yang jelas, saat ini kita fokus untuk pembebasan lahan dulu,” tegasnya.(*)

sumber: riaubisnis.com
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 06:51 PM   #2753
medan-visi
Registered User
 
Join Date: Feb 2007
Posts: 231
Likes (Received): 13

Quote:
Originally Posted by chubbylover View Post
PEKANBARU (RP) - Wajah Kota Pekanbaru akan semakin dihiasi berdirinya gedung-gedung pencakar langit pada tahun ini. Hal ini ditandai dengan beberapa investor yang akan berinvestasi di Kota Pekanbaru untuk membangun hotel dan apartemen.


Berdasarkan keinginan investor yang masuk ke kota ini, di Jalan Tuanku Tambusai akan dibangun hotel dan apartemen setinggi 28 lantai. Selain itu akan dibangun hotel Novotel setinggi 15 lantai di Jalan Riau. Juga akan dilanjutkan pembangunan The Peak di Jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Pekanbaru Fir-daus CES kepada Riau Pos, Kamis (21/1) mengatakan, peluang usaha di kota ini masih terbuka sangat lebar. Sebab kota Pekanbaru memiliki potensi usaha yang masih dapat dikembangkan.

‘’Setiap izin yang masuk selalu kita seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satu acuannya adalah analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dijadikan acuan dalam konsep pembangunan,’’ paparnya.

Sementara itu Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM juga mengatakan hal yang sama. Dia juga menambahkan Pemerintah Kota Pekanbaru akan merespon positif kegiatan investasi dari pihak luar, tentunya dengan pertimbangan tidak merusak lingkungan dan kondisi keindahan, kebersihan dan ketertiban di Kota Pekanbaru.

‘’Peluang investasi di Kota Pekanbaru masih terbuka lebar. Ini akan berdampak positif untuk perkembangan kota, sehingga dapat lebih berkembang menjadi kota metropolitan,’’ ujarnya.

sumber : riau pos.com

ini untuk melengkapi post yg d atas aku........jadi g sabar pengen ngeliat gedung2 ini berpacu menjadi yang tertinggi d pku tercinta, belum lagi dimulainya pembangunan Bank Riau d balai dang merdu dan juga pembangunan jembatan Siak IV yang bakal menjadi salah satu icon kota ini.......pengen secepatna kembali k kotaku,bosen hidup d kota sesumpek surabaya.
\
=========================================================

kalaupun ada pembangunan dan penambahan pencakar langit di pekanbaru, itu gak heran, karena Petinggi di kota pekanbaru, dari tingkat terendah sampai gubenur, semua ikut berperan dalam pembangunan dan memiliki Visi, sedang petinggi di kota medan, hanya taunya meratakan kota Medan saja. dan blm memiliki visi dan pentingnya pembangunan. Coba bandingkan dengan Niat Gubenur / walikota / DPRD pekanbaru terhadap anggaran pembangunan angkasa pura di pekanbaru dengan anggota DPRD di kota medan yang terkesan tidak mau tau menahu.
medan-visi no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 06:52 PM   #2754
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,408
Likes (Received): 39

PLTU 2 X 100 MW Batal Di Tenayan
--------------------------------------------------------------------------------

22 Januari 2010 - 17.05 WIB
Pekanbaru (RiauNews). Pembangunan PLTU 2 X 100 MW yang direncanakan akan dilaksanakan di daerah Tenayan Pekanbaru batal karena biaya pembangunan dikawasan tersebut relatif besar.

General Manager PT PLN Wilayah Riau dan Kepri (WRKR) Robert R Aritonang melalui Press Release yang dikirimkan ke media berita di Pekanbaru, Jumat (22/01//2010) mengatakan, sebagai daerah alternatif PLN pusat memerintahkan pihaknya untuk menjajaki lokasi baru, yaitu di Dumai dan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu.

Setelah dilakukan penjajakan, GM WRKR telah melaporkan kepada Gubri Rusli Zainal didampingi Kepala Bappeda Riau, Sabtu (16 /01/2010) di Bandara Pekanbaru. arahan-arahan kepada GM WRKR.


Gubri sendiri dalam arahanya meminta PLN mempertimbangkan kesiapan bahan bakar Batubara, transportasi dan masalah lingkungan. Begitu juga dengan pertimbangan jangka panjang terhdapa kemungkinan dibangunnnya PLTU 2 X100 MW tahap kedua sebagaimana pembicaraan Gubri dengan Menko Perekonomian beberap waktu lalu.

Dalam hal antisipasi menghadapi PON dan tertundanya penyelesaian PLTU tersebut, Pemprov bersama PLN WRKR akan menggesa pasokan gas oleh PT Kalila sebesar 30 MMCFD. Kemudian Gubri juga menginformasikan tentang adanya kesepakatan dengan PGN untuk tambahan pasokan gas sebesar 20 MMCFD di wilayah Provinsi Riau.

Proses PLTU 2 X 100 MW saat ini sedang dikaji oleh Tim PLN Pusat dan akan dipresentasikan dalam waktu dekat dihadapan Gubri, DPRD dan Instansi terkait untuk memaparkan semua hasil evaluasi sebelum final. (rilis PLN)


sumber: riaunews.com
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2010, 11:41 PM   #2755
nowan
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Posts: 1,181

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Meranti Pandak, which Meranti Pandak do u refer to?? You mean the minor residential close to the river. Actually, If u mean those old wooden-houses, those are belong to Kecamatan Senapelan .... Some of them had been demolished to revitalize Siak Riverbend.

Many of Meranti Pandak (especially Perumahan Witayu) indeed is not a fancy-living, yet it is still descent though-- will not call it crap & pathetic btw. The most crappy one, actually just a few across the Siak IV construction site (which should have been demolished right now). And in fact many of community road/local street there was actually well-layered with asphalt, or even so-so-quality concrete..

Relocation had been taken into consideration in conjunction of Indonesian Housing Development Ministry program... Several Rusunawa will be built there. Hopefully, we could see any constructrion activity in the not-so-distant future.

And I am really sure only a few of Meranti Pandak residents who earn their livings from Siak River ... it is not even more than 30% of the workforce there.
This area is simply very expensive to develop, since its peat/soft soil layer is very thick and so unpredictable. Relocation seems to be the best effort, I agree with that. I think it's also a good idea to make it as a water catchment area by reswamping like it used to be. What about 'swamp or wetland park'? It's truly Riau, isn't it?
What does the new Pekanbaru's Urban Spatial Plan say about this area anyway? Is it for residential, commercial or green area?

Quote:
Originally Posted by bama84 View Post
PLTU 2 X 100 MW Batal Di Tenayan
--------------------------------------------------------------------------------

22 Januari 2010 - 17.05 WIB
Pekanbaru (RiauNews). Pembangunan PLTU 2 X 100 MW yang direncanakan akan dilaksanakan di daerah Tenayan Pekanbaru batal karena biaya pembangunan dikawasan tersebut relatif besar.

General Manager PT PLN Wilayah Riau dan Kepri (WRKR) Robert R Aritonang melalui Press Release yang dikirimkan ke media berita di Pekanbaru, Jumat (22/01//2010) mengatakan, sebagai daerah alternatif PLN pusat memerintahkan pihaknya untuk menjajaki lokasi baru, yaitu di Dumai dan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu.

Setelah dilakukan penjajakan, GM WRKR telah melaporkan kepada Gubri Rusli Zainal didampingi Kepala Bappeda Riau, Sabtu (16 /01/2010) di Bandara Pekanbaru. arahan-arahan kepada GM WRKR.

Gubri sendiri dalam arahanya meminta PLN mempertimbangkan kesiapan bahan bakar Batubara, transportasi dan masalah lingkungan. Begitu juga dengan pertimbangan jangka panjang terhdapa kemungkinan dibangunnnya PLTU 2 X100 MW tahap kedua sebagaimana pembicaraan Gubri dengan Menko Perekonomian beberap waktu lalu.

Dalam hal antisipasi menghadapi PON dan tertundanya penyelesaian PLTU tersebut, Pemprov bersama PLN WRKR akan menggesa pasokan gas oleh PT Kalila sebesar 30 MMCFD. Kemudian Gubri juga menginformasikan tentang adanya kesepakatan dengan PGN untuk tambahan pasokan gas sebesar 20 MMCFD di wilayah Provinsi Riau.

Proses PLTU 2 X 100 MW saat ini sedang dikaji oleh Tim PLN Pusat dan akan dipresentasikan dalam waktu dekat dihadapan Gubri, DPRD dan Instansi terkait untuk memaparkan semua hasil evaluasi sebelum final. (rilis PLN)

sumber: riaunews.com
PLN ya tentu akan brpendapat biaya operasional itu urusan pelanggan utk menanggungnya
Kalau di bangun di Peranap, lumayan juga bangun jaringan transmisi baru ratusan kilometer ya. Asal dananya tersedia, kukira itu bisa dikerjakan cepat sih.. Untuk jarak segitu, loss-nya gak besar2 amat kan?
Jika di Dumai, tetap ada biaya operasional transportasi bahan baku walaupun tidak sebesar ke Pekanbaru. Sutet Pekanbaru-Dumai sudah ada belum? Opsi menarik juga. Bagaimana dg penduduk Dumai sendiri, setuju tidak kotanya dijadikan tempat PLTU?
Ya terserahlah, masing2 lokasi punya keuntungan dan kerugian. Tolong segera diputuskan mana yg terbaik ya Bapak2.

Last edited by nowan; January 23rd, 2010 at 12:18 AM.
nowan no está en línea   Reply With Quote
Old January 23rd, 2010, 12:59 AM   #2756
aboy_wew
Registered User
 
aboy_wew's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: palembang-pekanbaru
Posts: 2,092
Likes (Received): 70

Quote:
Originally Posted by chubbylover View Post
PEKANBARU (RP) - Wajah Kota Pekanbaru akan semakin dihiasi berdirinya gedung-gedung pencakar langit pada tahun ini. Hal ini ditandai dengan beberapa investor yang akan berinvestasi di Kota Pekanbaru untuk membangun hotel dan apartemen.


Berdasarkan keinginan investor yang masuk ke kota ini, di Jalan Tuanku Tambusai akan dibangun hotel dan apartemen setinggi 28 lantai. Selain itu akan dibangun hotel Novotel setinggi 15 lantai di Jalan Riau. Juga akan dilanjutkan pembangunan The Peak di Jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Pekanbaru Fir-daus CES kepada Riau Pos, Kamis (21/1) mengatakan, peluang usaha di kota ini masih terbuka sangat lebar. Sebab kota Pekanbaru memiliki potensi usaha yang masih dapat dikembangkan.

‘’Setiap izin yang masuk selalu kita seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satu acuannya adalah analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dijadikan acuan dalam konsep pembangunan,’’ paparnya.

Sementara itu Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM juga mengatakan hal yang sama. Dia juga menambahkan Pemerintah Kota Pekanbaru akan merespon positif kegiatan investasi dari pihak luar, tentunya dengan pertimbangan tidak merusak lingkungan dan kondisi keindahan, kebersihan dan ketertiban di Kota Pekanbaru.

‘’Peluang investasi di Kota Pekanbaru masih terbuka lebar. Ini akan berdampak positif untuk perkembangan kota, sehingga dapat lebih berkembang menjadi kota metropolitan,’’ ujarnya.

sumber : riau pos.com

ini untuk melengkapi post yg d atas aku........jadi g sabar pengen ngeliat gedung2 ini berpacu menjadi yang tertinggi d pku tercinta, belum lagi dimulainya pembangunan Bank Riau d balai dang merdu dan juga pembangunan jembatan Siak IV yang bakal menjadi salah satu icon kota ini.......pengen secepatna kembali k kotaku,bosen hidup d kota sesumpek surabaya.
oo..jdi ny 16 lntai y??jauh bgt berkurang ny..dri 30an awal ny,,akhir ny 29..eh turun stgah ny..huff..
tpi gpp lah dripda gk jadi..stdak ny menghiasi gedung2 pencakar langit pekanbaru,,khusus ny daerah emas sudirman..hohoo
aboy_wew está en línea ahora   Reply With Quote
Old January 23rd, 2010, 03:42 AM   #2757
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,211
Likes (Received): 257

Quote:
Originally Posted by chubbylover View Post
Harapan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah agar PLTU tetap di wilayahnya sulit terwujud. Gubri M Rusli Zainal mengisyaratkan lokasi idealnya di Peranap.

Riauterkini-PEKANBARU- Gubernur Riau M Rusli Zainal mengisyaratkan lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x100 megawatt (MW) tidak di Tenayanraya, Pekanbaru, melainkan di Peranap, Indragiri Hulu. Meski demikian, orang nomor satu di Provinsi Riau tersebut belum member jawaban pasti.

“Pembangunan PLTU itu tidak untuk sesaat, tetapi untuk jangka waktu yang sangat lama, karena itu perlu pengkajian mendalam dari berbagai aspek, terutama mengenai sumber bahan bakar untuk PLTU itu sendiri,” ujarnya kepada wartawan, termasuk riauterkini usai sholat Jumat di Masjid Kantor Gubernur Riau, Jumat (22/1/10).

Dipaparkan gubernur, jika di Pekanbaru, otomatis akan menimbulkan biaya tambahan yang sangat besar, yakni untuk pengakutan batubara. Di perkirakan setiap hari diperlukan sekitar 40 truk batubara guna operasional PLTU dengan kapasitas 200 MW. “Betapa besarnya biaya yang akan timbul. Belum lagi dari aspek kerusakan jalan. Ini semua harus dipertimbangkan,” paparnya.

Lebih lanjut gubernur mengatakan, di manapun lokasi PLTU-nya, ia menjamin kebutuhan listrik untuk Pekanbaru tetap menjadi prioritas. “Pekanbaru sebagai ibukota provinsi tetap sebagai prioritas. Di manapun lokasi PLTU-nya tidak ada masalah, yang penting pasokan listriknya cukup,” tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru Herman Abdullah mengharapkan lokasi PLTU tidak mengalami perubahan, tetap di Tenayanraya. Namun berdasarkan kajian intensif, lokasinya kemudian berubah ke Peranap, sebagai lokasi tempat batubara berada.***


sumber : riau terkini



untuk hal ini saya setuju dengan pak gubernur,jangan d paksakan d pekanbarru apabila ongkos operasionalnya lebih besar,lebih baik d bangun d deket sumber bahan bakarnya.
Berarti kita butuh Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi untuk mengalirkan listrik dari Peranap ke Pekanbaru..... Mampu kah kita menyiapkannya ??? Mana yang lebih mahal ??? Bangun transmisi (dan pada akhirnya kita harus membuat GARDU INDUK BARU).

Atau membangun pembangkit dekat dengan kawasan di mana listrik itu dibutuhkan ????

PLTU Suralaya, PLTU Paiton, PLTU Muara karang .... Batubara nya juga diangkut kok ke kawasan PLTU nya ..... Kurang tahu apakah itu akan mahal atau tidak.

karena personally aku juga tidak tahu harga sistem transmisi itu berapa. Seperti yang kita ketahui bersama, di Lintas Timur sudah ada Tiang Listrik, tapi saya yakin 100% tiang listrik model begitu tidak akan bisa diharapkan untuk menyalurkan daya dari Peranap ke Pekanbaru... Karena LOSS yang luar biasa ...

Menunggu pembangkit dibangun memang membuat kita kehilangan kesabaran .... Tapi ada yang membuat kita lebih kehilangan kesabaran.... Yaitu menunggu SISTEM TRANSMISI itu dibangun.

Ingat ini pembangkit 2x100 MW. Faktanya PLTA Koto Panjang yang berdaya 114.5 MW saja .... Itu punya jaringan LISTRIK TRANSMISI kapasitas tinggi dari Koto Panjang ke Pekanbaru, untuk berfungsi maksimal.

Rasanya dulu, pembangkit mulut tambang target 2016 yang di Peranap itu .... Dan Tenayan Raya ini adalah proyek sendiri yang berbeda... Agak mengejutkan juga tiba2 semuanya jadi diperdebatkan...

Aku sih tidak khawatir kalau ada jaringan Transmisi Tegangan EKstra Tinggi .... tapi kalau gak ada,, daya yang nyampe ke Pekanbaru jumlahnya akan sangat menyedihkan...
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; January 23rd, 2010 at 03:48 AM.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old January 23rd, 2010, 03:55 AM   #2758
Kris18
Registered User
 
Kris18's Avatar
 
Join Date: Dec 2008
Location: Jakarta & RIAU
Posts: 3,795
Likes (Received): 36



Menunggu membangun sistem transmisi dibangun?? Dengan kata lain Membangun tiang-tiang SUTET raksasa itukah...?? waw,, itu dialiri dari ujung Riau selatan ke Riau utara?? OMG. kena loss lagii....
__________________
Bekerja keras akan menghasilkan pencapaian. Sedangkan berkata-kata dan berdalil sana sini akan menghasilkan alasan.

mari lanjutkan pembangunan !
Kris18 no está en línea   Reply With Quote
Old January 23rd, 2010, 04:16 AM   #2759
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,211
Likes (Received): 257

Quote:
Originally Posted by nowan View Post
This area is simply very expensive to develop, since its peat/soft soil layer is very thick and so unpredictable. Relocation seems to be the best effort, I agree with that. I think it's also a good idea to make it as a water catchment area by reswamping like it used to be. What about 'swamp or wetland park'? It's truly Riau, isn't it?
What does the new Pekanbaru's Urban Spatial Plan say about this area anyway? Is it for residential, commercial or green area?



PLN ya tentu akan brpendapat biaya operasional itu urusan pelanggan utk menanggungnya
Kalau di bangun di Peranap, lumayan juga bangun jaringan transmisi baru ratusan kilometer ya. Asal dananya tersedia, kukira itu bisa dikerjakan cepat sih.. Untuk jarak segitu, loss-nya gak besar2 amat kan?
Jika di Dumai, tetap ada biaya operasional transportasi bahan baku walaupun tidak sebesar ke Pekanbaru. Sutet Pekanbaru-Dumai sudah ada belum? Opsi menarik juga. Bagaimana dg penduduk Dumai sendiri, setuju tidak kotanya dijadikan tempat PLTU?
Ya terserahlah, masing2 lokasi punya keuntungan dan kerugian. Tolong segera diputuskan mana yg terbaik ya Bapak2.
Di Riau sudah ada Transmisi Listrik Tegangan Ekstra TInggi ... Dari PLTA Koto Panjang ke Pekanbaru .... Kapasitas Koto Panjang adala 114.5 MW. Bisa kelihatan di sepanjang jalan dari Rantau Berangin-Bangkinang-Pekanbaru .... Di kawasan persawahan menjelang Bangkinang rasanya bisa kelihatan.

Pekanbaru-Dumai ntah ada, ntah tidak. Tapi di Lintas Timur Sumtra sepanjang jalan Pekanbaru - Pangkalan Kerinci .... Inilah yang kita punya (lihat gambar) ...


Dan itu belum tentu sampai ke Rengat .... Karena yang aku dengar, Rengat dan Tembilahan itu lain2 sub-sistem nya..

PKU-Pangkalan Kerinci sekitar 70 km. Kalau ke Rengat kira-kira hampir 180-an km .... Untuk catatan bersama PKU-Bangkinang 60 km, untuk ke Koto Panjang mungkin sekitar 20-an km lagi ... Well, aku juga kurang tahu di mana lokasi pasti dari Peranap, bisa jadi lebih dekat (atau lebih jauh dari Rengat).

Tolong ini diperhitungkan juga.... Rasanya Dumai dan Duri itu satu sub-sistem sendiri yang gak nyatu dengan SuTET ke Pekanbaru ....
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old January 23rd, 2010, 04:22 AM   #2760
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,211
Likes (Received): 257

Quote:
Originally Posted by Kris18 View Post


Menunggu membangun sistem transmisi dibangun?? Dengan kata lain Membangun tiang-tiang SUTET raksasa itukah...?? waw,, itu dialiri dari ujung Riau selatan ke Riau utara?? OMG. kena loss lagii....
tiang-tiang 'raksasa' itu WAJIB hukumnya kalau gak mau LOSS nya besar...

bahkan jarak 80 km ke Kotopanjang saja (kapasitas pembangkit 114.5 MW) kita pakai tiang-tiang transmisi ekstra tinggi .... Jadi kalau kabel perumahan atau perkotaan model 12.5 atau 50 kVA ... yaaa gak bisa bekerja maksimum untuk jarak jauh ...

Kalau untuk di Jawa-Madura-Bali, tiang SuTET itu kalau gak salah pakai 500 kVA.... Tapi di sana kapasitasnya besar. Di Amerika pakai 600 kVA untuk transmisi jarak menengah dan jarak jauh. Di Cina pakai 500 kVA juga ..

Yang di tepi lintas timur sumatra itu kurasa cuman 50 kVA atau kurang

PLUS, faktanya Pekanbaru - Rengat (aku gak tahu Peranap di mana lokasi pastinya) itu berjarak sekitar hampir 200 km. Kalau di Pulau jawa, Jarak 200 km adalah jarak yang potensial, karena dalam 200 km mencangkup populasi PULUHAN JUTA UMAT MANUSIA ....Itu bentangannya ibarat dari Pelabuhan Merak - Jakarta - Cikampek - Bandung ....BAYANGKAN UDAH BERAPA KOTA METROPOLITAN YANG DILALUI !!!!!

200 km dari Inhu ke Pekanbaru ... silahkan hitung sendiri !!! Kota terbesar di jalan lintas itu HANYA PANGKALAN KERINCI saja .... ... Banyak sekali area yang masih BLANK SIGNAL HP, karena TIDAK BERPENDUDUK SAMA SEKALI .... Dan Pangkalan Kerinci adalah Kota Satu jalan besar, yang tidak lebih besar dari Perawang atau (bahkan) Bangkinang... Dan jangan membayangkan Duri atau Dumai ketika membayangkan Pangkalan Kerinci .... wahhhhhh njomplang tuh ..

Pemerintah harus hitung efektif dan tidak efektifnya juga .....
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; January 23rd, 2010 at 04:30 AM.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
indonesia, pekanbaru, riau

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 03:42 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu