daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Metropolitan Construction and Development > Batam



Reply

 
Thread Tools
Old January 17th, 2009, 08:11 AM   #481
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

Quote:
Originally Posted by DJ_Archuleta View Post
Imperium Apartments Batam






Update

__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old January 17th, 2009, 08:20 AM   #482
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

TROPICANA RESIDENCE






It is our pleasure to introduce Batam City first INNER COURT Residence, The TROPICANA RESIDENCE.
A residential property that specially designed to give the people who live in them maximum security , tranquility , greenery, quality infrastructure and comfortable housing.

Tropicana Residence is located in the heart of Batam City, Batam Centre. It is the first Residential that incorporate inner court garden in front of the villa homes. All of which are gated and secured.

Imagine the view of lush garden and beautiful swimming pool at your front steps. With children playground and badminton court in your front yard, you don’t have to worry about cars or motor cycles passing by your front door that could hurt your children.Living in Tropicana Residence is like living in a 5 star Resort Hotel with all the facilities that comes with it.

In the near future, we are planning to complete the facility with an exclusive Club House, 5 stars Resort Hotel, Shop Houses and Small Office Home Office ( SOHO ). This will make the residential become the only one in Batam City that offer complete resort style living.

The Developer, Golden Nusa Persada PT is part of Berlian Group. It is a diversified Group that have experiences in Property Development in Jakarta, Coal and Tin Mining, IT Solution Provider and Textile Industry.

WHAT WE OFFERS

* Inner Court Garden Concept Residential that is the first in the City of Batam.
* Modern and Minimalist Design with energy conservation in mind.
* Strategically located in Batam Centre, close to Government offices, Intrustial Park, Good School, Hospital and Ferry Terminal.
* With the planned 5 star Hotel and office park, your investment will increase in value in the future.
* Complete Facilities such as 3 Swimming pools, 2 Badminton court, Leissure Centre, Café, Fitness Centre, Children Playground, Spa & Massage Centre, Food court, Internet connection, TV Cable.
* High level security with the CCTV in every cluster with good 24 hours security in place.

F A C I L I T I E S

* Innert Court Garden
* 3 Swimming Pools
* 2 Badminton Court
* Leissure Centre
* Cafe
* Fitness Centre
* Children Playgrounds
* Spa & Massage Centre
* Food Court
* Internet Connection
* Cable TV
* CCTV
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung

Last edited by DJ_Archuleta; January 17th, 2009 at 08:42 AM.
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 08:36 AM   #483
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

Tropicana Residence Housing






__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 08:40 AM   #484
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

Tropicana Residence Pools






__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 08:54 AM   #485
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,399

Thanx for update DJ, btw, Tropicana ada Spa & Massage Center nya juga ya?
__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 09:01 AM   #486
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

Quote:
Originally Posted by paradyto View Post
Thanx for update DJ, btw, Tropicana ada Spa & Massage Center nya juga ya?
Welcome back .. Fasilitas di Tropicana ada Spa nd Massage center
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 09:10 AM   #487
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,399

Dulu pas pameran di BCS, Gw malah nggak lihat Spa & Massage Centernya..
Thanx DJ
__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 09:15 AM   #488
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

Quote:
Originally Posted by paradyto View Post
Dulu pas pameran di BCS, Gw malah nggak lihat Spa & Massage Centernya..
Thanx DJ
oh gitu gw kurang tau juga yah.. tapi yg gw liat di websitenya tertera tulisan Spa and Massage Centre di bagian Facilities

http://www.tropicana-residence.com/
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 12:54 PM   #489
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

Pengganti PP63 Tinggal Teken


Jakarta (BP) - Pengganti Peraturan Pemerintah (PP) 63 Tahun 2003 tentang pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) tinggal diteken.

Pemerintah kemarin Jumat (16/1) sudah menyelesaikan proses harmonisasi atas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang akan menggantikan PP 63 Tahun 2003, sebagai pelengkap payung hukum free trade zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun.

Direktur Harmonisasi Peraturan dan Perundang-undangan Depkumham, Wicipto Setiadi yang dihubungi Batam Pos, Jumat (16/1) sore mengatakan bahwa draft PP pengganti PP 63 itu baru saja selesai dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi di Depkumham.

”Kemarin (Kamis, 15/1) draft-nya baru sampai ke Depkumham. Langsung tadi kita selesaikan harmonisasinya. Tadi memang kita percepat harmonisasinya karena waktunya sudah mepet,” ujar Wicipto.

Menurut Wicipto, proses selanjutnya ada di Departemen Keuangan. Depkumham, sambung Wicipto, telah menyerahkan draft RPP tersebut ke Depkeu. Selanjutnya, imbuh Wicipto, Depkeu akan melakukan rapat untuk sinkronisasi antar instansi yang berada di lingkungan Depkeu seperti Direktorat Jendral Pajak serta Bea dan Cukai. ”Jadi saat ini kewenangannya ada di Menteri Keuangan. Nanti Menteri Keuangan yang akan membawa ke Presiden,” imbuhnya.

Ditanya apakah ada kemungkinan hari ini draft tersebut bakal ditandatangani Presiden untuk selanjutnya diundangkan oleh Depkumham? Wicipto tidak berani memastikannya.

”Kita tidak tahu apakah prosesnya secepat itu? Tetapi kalau memang sudah ditandatangani dan diundangkan, yang pasti sampai saat ini kita belum mendapatkannya,” tandasnya.


Berisi 30 Pasal


Sementara menurut informasi terbaru yang diterima Kadin Kepri, Depkeu kemarin juga telah menggelar rapat sinkronisasi dan harmonisasi antar instansi yang berada di lingkungan Depkeu seperti Direktorat Jendral Pajak serta Bea dan Cukai. ”Tinggal diteken,” kata Abdullah Gosse, Wakil Ketua Bidang Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau—yang hadir dalam rapat tersebut kepada Batam Pos, kemarin.

Gose menjelaskan, RPP pengganti PP63 itu terdiri dari 9 bab dan 30 pasal. Nama RPP itu, Peraturan Pemerintah tentang Perlakuan Kepabeanan Perpajakan dan Cukai serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Serta Berada di Kawasan yang Ditunjuk Sebagai Kawasan Peradagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Dalam pembahasan harmonisasi RPP tersebut, Bea dan Cukai (BC) sempat mempersoalkan Pasal 28 yang berbunyi, “Segala ketentuan sanksi pabean sesuai dengan Undang- Undang Pabean berlaku di Kawasan Bebas dan Pelabuhan Bebas”.
Bahkan, rapat yang dihadiri semua pewakilan dari Pajak, Bea dan Cukai dan Dapartemen Keuangan, Hukum dan HAM itu, sempat terjadi perdebatan panjang. BC Menganggap FTZ masih di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga masih dikenakan UU Pabean. Namun, pandangan BC itu mendapatkan tanggapan dari pihak Pajak dan peserta. ”Akhirnya diambil kesepakatan, kalimat dalam pasal 28 disesuaikan dengan UU FTZ Nomor 44 Tahun 2007,” ujar Gosse.

Rapat harmonisasi RPP pengganti itu berlangsung dari pukul 08.00-11.30 wib. Selesai rapat, RPP tersebut dibawa ke Menteri Keuangan, kemudian dari kantor Menkeu, RPP diserahkan ke Presiden untuk disahkan. Kemudian diserahkan ke Sekertaris Kabinet untuk diberikan nomor. “Saya kira, hari ini RPP itu sudah disahkan. Saat SBY ke Batam Senin (19/1) lusa, PP63 sudah diganti dengan PP terbaru,” ujar Gosse yakin.

Gosse mengatakan, oleh-oleh SBY ke Batam dengan mencabut PP 63 sekaligus meresmikan FTZ di Batam, Bintan dan Karimun.

Sekretaris Dewan Kawasan FTZ Jon Arizal juga berharap, FTZ segera berjalan ketika SBY datang ke Batam. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, PP 63 itu bisa tuntas,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Badan Promosi Investasi Daerah (BPID) Kepulauan Riau M Taufik membenarkan, kedatangan SBY ke Batam untuk meresmikan FTZ di BBK. “Harapan kita investasi asing akan mengalir ke BBK dengan dijadikan kawasan FTZ. Dalam lima tahun, jumlah investasi bisa menembus 15 miliar dolar AS, bisa masuk ke BBK,” imbuhnya.


Selamat Datang Pengganti PP 63



Batam (BCZ) Impian warga Batam untuk kembali menikmati kehidupan tanpa belenggu PP 63 akhirnya tercapai.
Hal ini disebabkan Peraturan Pemerintah yang akan diterapkan sebagai pengganti PP 63 telah selesai diharmonisasi oleh Beas Cukai, Kantor Pajak dan Departemen Hukum.

PP pengganti ini disebut sebagai Peraturan Pemerintah tentang Perlakuan Kepabeanan Perpajakan dan Cukai Serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari, serta Berada di Kawasan yang Ditunjuk Sebagai Kawasan Peradagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

PP ini kemungkinan akan disahkan dan mulai diterapkan pada saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan FTZ di Batam, Bintan dan Karimun pada tanggal 19 Januari mendatang.


Penerapan FTZ di Batam terdiri ketentuan bea masuk dan keluar, dimana pengusaha diberi kemudahan tanpa dipungut pajak bea ekspor, pajak penjualan, bebas PPN, bebas pajak barang mewah, dan pelayanan yang cepat baik imigrasi, perizinan, perlindungan keamanan. Rentang waktu pemberian perizinan juga akan lebih diperpendek. (jhs)
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung

Last edited by DJ_Archuleta; January 17th, 2009 at 06:23 PM.
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 02:38 PM   #490
KRAFTY.LEICA
Registered User
 
KRAFTY.LEICA's Avatar
 
Join Date: Nov 2008
Location: Batam - Sing - Batam
Posts: 772
Likes (Received): 0

thanks 4 the update anw mr. dj.
but the question, does imperium still continue the development?
seems like they got stuck anw.
KRAFTY.LEICA no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 03:38 PM   #491
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

yes you're welcome mr. krafty.. and the answer for that, they still continue with the developments as you can see from the update but for now it MAY got halted because of the global crisis
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2009, 03:50 PM   #492
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

good bye PP 63
novian no está en línea   Reply With Quote
Old January 18th, 2009, 10:53 AM   #493
KRAFTY.LEICA
Registered User
 
KRAFTY.LEICA's Avatar
 
Join Date: Nov 2008
Location: Batam - Sing - Batam
Posts: 772
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by DJ_Archuleta View Post
yes you're welcome mr. krafty.. and the answer for that, they still continue with the developments as you can see from the update but for now it MAY got halted because of the global crisis
but i thou it got stuck even be4 the global crisis occurs lah.
im affraid it's all not about global crisis, instead there's somethin
inside came wrong. but ive no idea too.
we'll see the best sahaja lah.
KRAFTY.LEICA no está en línea   Reply With Quote
Old January 19th, 2009, 08:01 AM   #494
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

Hari Ini, Presiden Kukuhkan FTZ


Senin, 19 Januari 2009
Tinjau 17 Proyek di Kepri

Kegelisahan sejumlah pengusaha terhadap masa depan penerapan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun, bakal terjawab. Hari ini, Senin (19/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan meresmikan atau mengukuhkan FTZ di Coastarina, Batam Centre, Batam.

”Presiden ke Batam dalam rangka launching kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Batam, Bintan, dan Karimun. Kemungkinan besar Presiden juga mencabut PP 63 Tahun 2003 sekaligus mengumumkan PP penggantinya,” ujar Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Kepri, M Taufik kepada Batam Pos, Ahad (18/1).

Hal senada diungkapkan Kepala Biro Humas Pemprov Kepri, Irmansyah. SBY dijadwalkan mendarat dengan pesawat kepresidenan di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 09.30 WIB. Dari Hang Nadim rombongan presiden langsung meluncur ke Coastarina, Batam Centre. ”Jam 10.30 WIB, presiden meluncurkan FTZ di Coastarina,” tukasnya, kemarin.

Setelah itu, SBY dijadwalkan meninjau 17 proyek industri dan pariwisata senilai lebih dari Rp7 triliun.
17 proyek ini, diantaranya perusahaan yang melakukan ekspansi usaha, seperti PT Tirta Utama Riani Indah, PT Nongsa Point Marina, dan Hotel Harris Resort. Sedangkan hotel baru dan hunian terbaru terdiri dari i Hotel, Harbour Bay Amir Hotel, Pacifik Palace Hotel, Coastarina, dan Ocarina.

Untuk perusahaan baru yang beroperasi di Batam yang diresmikan SBY, yaitu PT Ilthabie Mandiri Tehnik, PT Saipem, PT AT Oceanic Offshore, PT KPE Industries, PT Epcos, PT Kinema Systrans Multimedia, PT Chuch Enginering Batam, dan Citra Tubindo Enginering. Kemudian satu proyek dari Departemen Pekerjaan Umum yakni pembangunan jembatan di Gesek, Kabupaten Bintan senilai Rp8,4 miliar.

M Taufik menambahkan, SBY juga meresmikan pemakaian dua kapal baru seharga Rp850 miliar yang diproduksi di Batam. Dalam lima tahun ke depan, maka investasi yang masuk ke BBK ditargetkan menembus 15 miliar dolar AS. Saat ini, proyek besar seperti Drydock dengan nilai investasi 500 juta AS sudah masuk ke Batam. ”Kita yakin FTZ menambah nilai lebih BBK,” ujar M Taufik. Presiden dijadwalkan baru kembali ke Jakarta, Selasa (20/1) pagi.


Suntikan Moral


Di tempat terpisah, Ketua Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam, Mustofa Widjaya mengaku senang dengan kunjungan presiden ke Batam. Baginya, itu merupakan suntikan moral. Apalagi agenda utama kunjungan presiden meresmikan FTZ BBK.

”Terus terang kita jadi tenang. Kehadiran beliau (SBY) akan menambah keyakinan investor dan calon investor terhadap keseriusan pemerintah dalam menerapkan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam,” kata Mustofa Widjaya ditemui Batam Pos di terminal VVIP Bandara Hang Nadim, Ahad (18/1).
Mustofa berharap, keyakinan itu diikuti penanaman modal besar-besaran, baik dari investor lokal maupun asing. Menurutnya, tak ada alasan lagi bagi investor untuk ragu-ragu menanamkan modalnya di kota industri ini. “Kita sama-sama berharaplah supaya investasi di Batam meningkat tajam dan ekonomi kita terus bergairah,” ujar Mustofa.


Berharap Pemerintah Serius

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu ibarat angin segar di tengah tanda tanya besar penerapan FTZ BBK yang belakangan mulai sering diteriakkan pengusaha. Sebagian bahkan menuding pemerintah pusat tak serius. Sebagian lagi mulai tak yakin FTZ bakal jalan. “Kita ini sebenarnya sudah frustrasi. Agenda kerja yang sudah kita siapkan sejak dulu, nggak jalan-jalan juga karena FTZ lamban,” kata salah seorang pengusaha di kawasan Nongsa kepada Batam Pos, belum lama ini.

Menurutnya, UU FTZ saja belum cukup. Pemerintah harus segera menerbitkan aturan main tentang pelaksanaan di lapangan. Dicabutnya PP 63 Tahun 2003 Tentang Perlakukan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah maupun aturan lain yang bertentangan dengan UU FTZ, dinilai tak membawa dampak apa-apa terhadap pengusaha. “Itu kan cuma upaya untuk meningkatkan daya beli saja. Aturan ketenagakerjaannya mana? Terutama untuk tenaga kerja asing misalnya,” tukas sumber tersebut. Pengusaha berharap, pemerintah serius menggarap FTZ di BBK agar nasibnya tidak sama dengan kebijakan sejenis yang dibuat sebelumnya.


Dialog FTZ dengan Pengusaha


Dalam lawatannya ke Batam, presiden juga akan meluangkan waktu berdialog dengan para pengusaha di Kepri. Dialog tersebut direncanakan digelar di Nongsa Point Marina.

Informasi yang diperoleh Batam Pos menyebutkan, materi yang akan dibahas dalam dialog tersebut tekait dengan penerapan aturan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Batam. “Pengusaha pasti bertanya bagaimana setelah PP 63 itu dihapuskan, prakteknya di lapangan seperti apa,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Nada Faza Soraya kepada Batam Pos, Ahad (18/1).

Dia juga mengatakan, penetapan kawasan FTZ itu harus mengikuti undang-undang nasional dan internasional. “Apakah terminal-terminal yang dijadikan pelabuhan bebas itu sudah laik menurut konvensi internasional,” kata Nada.

Saat ini, menurut Nada, pelabuhan di Batam yang sudah diakui oleh internasional Pelabuhan Sambu. Sedangkan pelabuhan lainnya di Batam belum diakui oleh IMO (International Maritime Organization).
Dewan Kawasan (DK) FTZ menetapkan lima pelabuhan FTZ di BBK. Kelima pelabuhan tersebut, meliputi Pelabuhan Batuampar, Pelabuhan Kabil Batam, Pelabuhan Lobam, Pelabuhan Kijang Bintan, serta Pelabuhan Parit Rempak Karimun.


Cabut PP 63

Terkait kunjungan presiden ke Batam ini, Wakil Ketua Panitia Anggara DPR-RI Harry Azhar Azis mengatakan, informasi yang dia peroleh dari pejabat tinggi Departemen Keuangan, PP 63 dipastikan akan dicabut Presiden dan diganti dengan PP yang baru. “Saat ini PP pengganti tersebut sudah di tangan Presiden dan kemungkinan besar dibawa ke Batam,” ujar Harry kepada, kemarin.

Dia menilai, dicabutnya PP 63, artinya kawasan BBK ke depannya akan menjadi salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Model FTZ seperti BBK juga bisa menjadi contoh penerapan kawasan lainnya di Indonesia. Saat ini DPR sedang membahas Rancangan Undang-Undang Kawasan Ekonomi Khusus untuk daerah lainnya di Indonesia. ”Ada 12 daerah yang sudah mengusulkan untuk menjadi kawasan ekonomi khusus seperti di BBBK. Model seperti BBK bisa dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi di daerah lain,” ujar Harry.

Abdullah Gosse dari Kamar Dagang dan Industri Kepulauan Riau mengharapkan, dengan dilaunchingnya FTZ di BBK, jangan ada perbedaan pandangan antara Dewan Kawasan FTZ dengan Menteri Keuangan. Karena dalam RPP pengganti PP63 itu masih ada celah, kedua lembaga itu tidak sejalan.

”Kita mengharapkan DK dan menteri terkait masalah FTZ ini satu tujuan. Sehingga tidak terjadi pertentangan di kemudian hari,” imbuh Gosse.

Sementara itu, sehari menjelang kedatangan presiden, kemarin, terminal VVIP Bandara Hang Nadim dijaga ketat ratusan aparat. Mulai dari Angkatan Darat, Laut, Udara hingga Kepolisian. Selain pintu kedatangan tersebut, penjagaan super ketat juga diterapkan di sejumlah lokasi yang bakal dikunjungi presiden. Salah satunya Coastarina. Aparat bahkan sempat mengisolasi kawasan tersebut dan melarang siapa saja masuk ke sana, termasuk wartawan. ***
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 20th, 2009, 05:55 AM   #495
BATAMANIA
All About Free
 
BATAMANIA's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: Nusantara
Posts: 1,363
Likes (Received): 2

Masa Depan Kepri Cerah

Presiden SBY: Hari Ini FTZ Dimulai

Inilah keyakinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ”Masa depan perekonomian Kepri sangat cerah. Mudah-mudahan BBK (Batam, Bintan, Karimun) tak hanya menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional, tapi juga dunia,” ujarnya penuh semangat ketika memberi sambutan, setelah menekan tombol yang diikuti pelepasan puluhan merpati di Coastarina, Batam Centre, Senin (19/1) sekitar pukul 12.25 WIB.

eremoni itu menandai dimulainya penerapan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (free trade zone/FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun.


Kenapa demikian? ”Sebab krisis global yang menerpa dunia, diprediksi membuat peta kekuatan ekonomi bergeser dari Amerika ke Asia Timur dan Tenggara,” katanya.


Penerapan sistem percepatan investasi itu dimulai setelah SBY menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta Berada di Kawasan yang Telah Ditunjuk Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.


”PP ini sekaligus menganulir semua aturan yang bertentangan, termasuk PP 63 Tahun 2003 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) di Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam,” ujar SBY yang siang itu datang didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu, sesaat sebelum FTZ diluncurkan.


Menurut SBY, penerbitan PP tersebut merupakan kepastian hukum dari pemerintah pusat untuk Kepri. Ia berharap, pemberlakuan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas ini membuat perekonomian Batam, Bintan, dan Karimun lebih maju.


SBY mengingatkan agar pelaksanaan FTZ dilakukan secara terarah dan tidak mengesampingkan aspek lain. Terutama lingkungan. Menurutnya, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang produktif harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah nasional dengan tidak mengesampingkan kelangsungan lingkungan hidup. ”Silakan membangun kawasan-kawasan industri. Tapi jangan sampai ganggu keindahan alam di Batam, Bintan, dan Karimun. Kedua-duannya harus bisa berjalan beriringan,” tukasnya.


Selain soal lingkungan, SBY juga sempat mengingatkan jajarannya di kabinet untuk meningkatkan koordinasi dan tidak mempersulit segala urusan yang berkenaan dengan investasi di wilayah yang sudah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas ini. ”Hari ini FTZ saya nyatakan dimulai. Layar sudah kita kembangkan, perahu sudah berlayar, pantang surut ke belakang,” tegas SBY.


SBY juga tak mau mendengar ada pejabat yang menghambat, mengganggu atau mencari keutungan dengan melakukan pungli atau mempersulit dan memperpanjang birokrasi. Jika ada SBY meminta dilaporkan ke pihak yang bertanggungjawab.


”Kalau perlu langsung ke saya. Akan saya tindak tegas,’’ kata mantan Kassospol ABRI ini disambut tepuk tangan riuh seluruh undangan yang hadir, terutama kalangan pengusaha, baik asing maupun lokal.


Sebelumnya, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ismeth Abdullah mengatakan, dengan diberlakukannya FTZ di BBK, ia optimis pertumbuhan ekonomi di Kepri, khususnya di BBK akan semakin meningkat. Pasalnya, kepastian hukum yang didambakan para investor selama ini, kini sudah ada. Tidak akan ada lagi tumpang tindih kebijakan. “BBK akan semakin kompetitif,’’ ujar Ismeth.


Ia juga menjamin tidak akan ada pungli dan birokrasi yang berbelit. Semua bentuk pengurusan perizinan investasi akan dipermudah, cepat dan efisien.

Tunggu Permenkeu


Meski PP Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta Berada di Kawasan yang Telah Ditunjuk Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas disahkan, namun tidak serta merta FTZ jalan. Dalam pertemuan SBY dengan pengusaha di Turi Beach Resort, banyak yang menanyakan kapan dan bagaimana pelaksanaan FTZ di Batam. Pasalnya, hingga kemarin belum ada kebijakan yang mengatur teknis pelaksanaan di lapangan terhadap barang yang boleh atau dilarang masuk.


“Terus terang kita sendiri masih belum tenang. Di lapangannya nanti seperti apa dan kapan dilaksanakan, kita belum tahu,” kata Ketua Kadin Kepri Johanes Kennedy kepada Batam Pos.


Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui, pelaksanaan FTZ masih menunggu dua produk hukum lainnya. Pertama, Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) tentang petunjuk pelaksanaan dilapangan untuk petugas bea cukai dan pajak. Kedua, penetapan jenis dan jumlah barang yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan masuk ke Batam, Bintan dan Karimun oleh Badan Pengusahaan Kawasan (BP Kawasan).
”Ini pekerjaan rumah kita. BP Kawasan juga harus secepatnya menyusun jenis dan jumlah barang yang boleh masuk di BBK,” kata Mendag menjawab wartawan


Kendati demikian, Mendag menekankan, keberadaan PP Nomor 2 Tahun 2009 merupakan angin segar bagi Kepri yang selama lebih setahun menanti pelaksanaan FTZ. Bahkan, lanjut dia, bukan hanya Kepri yang menantikannya, tapi bangsa Indonesia.


“Dua produk hukum itu sedang digarap. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dikeluarkan. Kita juga maunya cepat. Sudah sejak 2005 lho kita menggarap FTZ ini,” ujar Mari yang sore itu mengenakan batik kontemporer kecokelat-cokelatan.


Berapa lama Peraturan Menteri Keuangan itu rampung? Mendag belum bisa memastikan. “Itu bukan wewenang saya menjawab. Tapi kita tak bicara bulanlah, mudah-mudahan secepatnya selesai dibahas,’’ kata Mari.


Mari juga mengatakan, sebelum PP Nomor 2 Tahun 2009 diteken, pemerintah juga telah mengeluarkan SK Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelabuhan FTZ di BBK. Ada lima pelabuhan. Tiga di Batam yakni Pelabuhan Batuampar, Citra Nusa Kabil, dan Sekupang. Satu di Lobam, Bintan dan satu lagi Pelabuhan Parit Rempak, Karimun.

Selain menanti Peraturan Menteri Keuangan dan penyusunan jenis barang yang akan masuk ke BBK, pemerintah pusat juga masih memiliki tugas melimpahkan hampir seluruh kewenangannya ke daerah. Diantaranya, perizinan tentang keimigrasian, ketenagakerjaan, pariwisata, pertanahan dan sejumlah wewenang lain.


Dualisme kewenangan investasi antara Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Otorita Batam dihapuskan. Diganti dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). “Semua urusan perizinan ada di sana. Tujuan supaya cepat dan tidak bertele-tele seperti keinginan Bapak Presiden,” kata Mari. (ros/nur/hda)
BATAMANIA no está en línea   Reply With Quote
Old January 20th, 2009, 05:59 AM   #496
BATAMANIA
All About Free
 
BATAMANIA's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: Nusantara
Posts: 1,363
Likes (Received): 2

RUSUN BIDA SEKUPANG PROGRESS










Last edited by BATAMANIA; January 20th, 2009 at 06:07 AM.
BATAMANIA no está en línea   Reply With Quote
Old January 20th, 2009, 06:00 AM   #497
BATAMANIA
All About Free
 
BATAMANIA's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: Nusantara
Posts: 1,363
Likes (Received): 2

ASTON MUTIARA PROGRESS






Last edited by BATAMANIA; January 20th, 2009 at 06:06 AM.
BATAMANIA no está en línea   Reply With Quote
Old January 20th, 2009, 03:08 PM   #498
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

Presiden Berharap FTZ Batam, Bintan dan Karimun jadi Pilar Ekonomi Dunia



BATAM--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap kawasan perdagangan bebas (free trade zone) Batam, Bintan dan Karimun (BBK) dapat menjadi pilar baru perekonomian dunia.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Yudhoyono dalam acara peresmian free trade zone (FTZ) itu di kawasan Pantai Coastarina, Ocarina Mega Tourism, Batam, Senin (19/1)pagi.

"Kita harap kawasan perdagangan bebas dapat menjadi pilar perkembangan kawasan ekonomi dunia baru di Asia," kata Presiden seraya mengatakan krisis keuangan yang melanda dunia mengakibatkan pusat pertumbuhan ekonomi dunia bergeser ke kawasan Asia.

Presiden menjelaskan, dimulainya kawasan perdagangan bebas Indonesia di Batam, Bintan dan Karimun adalah karena ketiga pulau itu memiliki letak geografis yang strategis di jalur perdagangan Indonesia.

Menurut Kepala Negara, dengan penetapan Batam, Bintan dan Karimun sebagai kawasan perdagangan bebas maka ketiga pulau itu juga dapat menjadi pintu gerbang masuknya investasi luar negeri, sentra industri dan pusat pelayanan lalu lintas kapal.

Untuk meningkatkan perkembangan kawasan perdagangan bebas Batam, Bintam dan Karimun, menurut Presiden, pemerintah Indonesia juga melakukan kerja sama dengan Singapura.

Pemerintah, lanjut Kepala Negara, menjanjikan insentif, pengurangan pajak dan ringkasnya perizinan di kawasan perdagangan bebas. "Perizinan yang bertele-tele mengganggu, permudahlah apa yang mudah. Apabila saya mendengar masih ada yang mengganggu maka akan diberikan tindakan yang tegas, laporkan pada yang berwenang, kalau perlu pada saya," kata Presiden sambil menyerukan perang melawan pungli dan korupsi.

Kepala Negara juga meminta pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang maksimal kepada perkembangan kawasan perdagangan bebas, serta tidak melupakan faktor lingkungan dalam mengembangkan industri.

Pada kesempatan itu Presiden mengundang para investor untuk meningkatkan investasinya dengan adanya jaminan kepastian hukum dan transparansi.

Pada kesempatan itu Kepala Negara juga meresmikan proyek baru dan perluasan dari 18 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor antara lain perkapalan, elektronik, wisata, dan properti.

Kedelapan belas perusahaan itu antara lain PT Tirta Utama Riani Indah (hotel), PT Nongsa Point Marina (hotel), PT Citra Tritunas (kawasan wisata), Harbourbay Amir Hotel (hotel), Pacific Palace Hotel (hotel), Coastarina (perumahan),Ocarina Mega Tourism (taman bermain), PT Saipem Indonesia (manufaktur) dan PT Kinema Systrans Multimedia (multimedia).

Batam, Bintan dan Karimun telah menarik sedikitnya 1.254 perusahaan multinasional dengan nilai investasi sebesar 11 miliar dolar AS. Tiga wilayah itu telah menjadi daerah tujuan bisnis di dunia karena lokasinya yang strategis, kepastian hukum, insentif menarik, infrastruktur modern, fasilitas dan biaya investasi yang bersaing, dan dukungan penuh pemerintah.

Dalam beberapa waktu terakhir pertumbuhan investasi asing di Batam, Bintan dan Karimun menunjukkan peningkatan yang signifikan terutama setelah adanya kesepakatan kerja sama ekonomi Indonesia-Singapura pada Juni 2006 yang diikuti dengan pembentukan kawasan ekonomi khusus Batam, Bintan, dan Karimun yang kemudian diubah menjadi FTZ.

Batam merupakan salah satu daerah industri dengan pertumbuhan ekonomi 7,2% tahun lalu. Pada 2008, total investasi asing di Batam mencapai US$9,34 miliar.

Bintan, tempat ibu kota Tanjungpinang berada, adalah salah satu daerah tujuan wisata favorit di Kepulauan Riau yang mampu menarik sedikitnya 42 ribu wisatawan asing setiap bulan.

Karimun adalah sebuah kawasan yang menawarkan peluang bisnis dengan dukungan lokasi yang strategis karena terletak di jalur pelayaran internasional.

Turut mendampingi Kepala Negara adalah Ibu Ani Yudhoyono, Menbudpar Jero Wacik, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Mensesneg Hatta Rajasa.
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 21st, 2009, 01:59 PM   #499
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

FTZ BBK Harap Tingkatkan Ekonomi US$4 Miliar


BATAM--MI: Kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di tiga pulau itu. Diharapkan dalam waktu empat tahun meningkat US$4miliar.

"Sekarang penerimaan US$11miliar, itu dalam empat tahun bisa menjadi US$15miliar. Belum lagi lapangan bekerja dan usaha kecil," ujar Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ismeth Abdullah di Bandara Udara Hang Nadin, Batam, Kepri, Selasa (20/1).

Dengan adanya FTZ, lanjut Ismeth akan banyak memberikan manfaat ke industri menengah dan kecil. Pasalnya semua industri yng masuk BBK harus berinteraksi dengan mereka.

Di kawasan industri Batamindo ada 80 pabrik yang menampung 70 ribu buruh, serta menampung 1.500 usaha kecil berkembang. Total perusahaan domestik yang bergerak di BBK mencapai 10 ribu dan 1.250 perusahaan milik asing.

"Jadi makin banyak industri masuk dari luar negeri atau dalam negeri, udaha kecil dan menengah tumbuh dengan pesat," kata Ismeth.

Dengan meningkatnya perekonomian, Batam yang telah menampung 570 ribu tenaga kerja dapat bertambah lagi. Diperkirakan dalam empat sampai lima tahun mendatang akan menjadi 900 ribu tenaga kerja.

Dengan FTZ BBK semua barang dibebaskan bea masuk dan pajak pertambahan nilai (PPN) kecuali barang yang dilarang seperti senjata dan narkotika. Serta menggunakan lima pelabuhan yang diizinkan. Di Batam tiga pelabuhan (dua diantaranya Batu Ampar dan Sekupang), masing-masing satu di Bintan dan Karimun.

"Yang masuk harus di pelabuhan resmi. Kalau dia masuk ke pelabuhan tikus, itu ilegal. Jadi gampang tidak pusing," cetusnya.

Guna mengawasi adanya pelabuhan ilegal kepolisian Kepri akan membangun pos-pos kepolisian. Penertiban pelabuhan-pelabuhan ilegal itu guna menertibkan penyelahgunaan.

"Untuk cegah adanya penyalahgunaan dalam rangka perdagangan bebas ini kantar lain di situ akan didirikan pos-pos polisi," ujar Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Brigjen Indardi Thanos.

Khusus untuk narkotika dan senjata, meski dilarang, bila dibutuhkan untuk penelitian harus memiliki izin khusus. "Ada beberapa untuk diawasi secara ketat kalaupun impor harus miliki izin-izin khusus seperti senjata pribadi, kalau narkotika atau narkoba jelas tidak boleh," tegasnya.

Jumlah pelabuhan ilegal di tiga wilayah itu mencapai 100 pelabuhan.Sehingga akan melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti TNI.

"TNI AL punya tugas fungsi dan wewenang yang diberikan padanya begitu juga bea cukai dan Polri. Kita akan coba sinergikan sehingga pengawasannya itu akan kita coba lakukan lebih sistematis," ujar Kapolda.

"Personel kaitannya dengan penegakkan hukum nanti kita akan ajukan seperti KP3 (Kesatuan Polisi Penjaga Pantai) itu dan statusnya sektor mungkin akan kita upayakan untuk dinaikkan jadi Polres."
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old January 22nd, 2009, 04:13 AM   #500
BATAMANIA
All About Free
 
BATAMANIA's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: Nusantara
Posts: 1,363
Likes (Received): 2

Peluang 900 Ribu Pekerja

Gubkepri: Presiden Bilang Mulai FTZ, Ya Kita Mulai!
Provinsi Kepri bakal jadi surga para pencari kerja. Pasalnya, kebutuhan pekerja di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK), cukup tinggi.
“Empat atau lima tahun ke depan tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 900 ribu orang,” kata Ketua Dewan Kawasan FTZ BBK, Ismeth Abdullah ditemui Batam Pos beberapa saat setelah mengantar rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di ruang VVIP Bandara Hang Nadim, Selasa (20/1).


Menurutnya, sejak BBK ditetapkan menjadi kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas tahun lalu, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 400 ribu orang. Artinya BBK masih butuh sekitar 500 ribu pekerja lagi. Ismeth mempersilakan pengusaha asing menanamkan modal sebanyak-banyaknya di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas ini. Namun ia mengingatkan agar perusahaan asing itu tetap memprioritaskan tenaga lokal. “Perusahaan yang terlalu banyak tenaga kerja asingnya akan kita pertanyakan. Nggak bisa begitu dong,” tukas Gubernur Kepri ini.


Selama yang dipekerjakan itu tenaga ahli, lanjut Ismeth, Dewan Kawasan tidak akan mempermasalahkan. Apalagi ada aturan main tentang tenaga kerja asing, mulai dari izin, lama tinggal hingga jenis pekerjaan yang bisa mereka kerjakan. Dengan kata lain, pekerja lokal tidak perlu khawatir cuma jadi penonton lantaran tak kebagian lahan pekerjaan. ”Perusahaan lokal, terutama usaha kecil mikro (UKM) akan kita proteksi supaya tetap eksis di tengah investasi besar yang ditanamkan asing di kawasan FTZ,” kata Ismeth.


Penerapan FTZ di BBK dimulai setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta Berada di Kawasan yang Telah Ditunjuk Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Sejak saat itu, semua aturan yang bertentangan, termasuk PP Nomor 63 Tahun 2003 Tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah di Batam, dianulir.


Meski sudah diluncurkan, namun realisasi FTZ masih harus menunggu Permenkeu yang mengatur petunjuk pelaksana di lapangan, termasuk jenis-jenis barang apa saja yang diperbolehkan masuk ke BBK. “Minggu depan Dewan Kawasan dan BP Kawasan akan rapat dengan Dirjen Perdagangan membahas soal ini,” kata Ismeth.


Kapan petunjuk pelaksana itu ditargetkan keluar? Mantan Ketua Otorita Batam ini belum bisa memastikan. Sambil tersenyum, ia berujar. Idealnya, kalau presiden sudah bilang mulai, FTZ BBK harusnya dimulai. “Presiden kan sudah bilang mulai, ya harusnya kita mulai saja. Buat apa nunggu-nunggu lagi. Coba nanti akan saya bicarakan dengan Dirjen Perdagangan dan Dirjen Bea Cukai,” tukasnya.


Menurut Ismeth, PP Nomor 2 Tahun 2009 merupakan tonggak sejarah dimulainya FTZ BBK. Di wilayah yang masuk dalam FTZ, semua barang, kecuali barang terlarang, seperti senjata api, narkoba dan sejenisnya, bebas masuk dan tidak dikenai bea dan pungutan pajak sebagai bentuk insentif pemerintah untuk mempercepat laju investasi dan pertumbuhan ekonomi. Tapi cuma sebatas BBK. Keluar dari situ, aturan tentang pajak kembali diberlakukan.


Ketua BP Kawasan Batam, Mustofa Widjaja mengatakan, penentuan jenis barang apa saja yang boleh masuk akan segera dibicarakan. Secara garis besar, barang yang diperbolehkan masuk itu merupakan barang yang diproses di Batam, baik jadi maupun setengah jadi. Meski bebas, bukan berarti tak ada batas. BP Kawasan akan membuat kuota untuk jenis-jenis barang yang diperkenankan masuk, tak terkecuali mendata importir.


Selain wilayah, jenis barang, jumlah dan perusahaan, pemerintah juga menetapkan pelabuhan yang menjadi pintu masuk barang-barang bebas tersebut. Di Batam ada tiga, Pelabuhan Batuampar, Citra Nusa Kabil dan Sekupang. Di Bintan, Pelabuhan Lobam. Sedangkan Karimun, Pelabuhan Parit Rempak. Aktivitas masuk barang di luar lima pelabuhan tersebut, dianggap ilegal.


Menurut Mustofa, secara bertahap pelabuhan yang melakukan aktivitas bongkar muat barang di luar tiga pelabuhan FTZ Batam ditutup. “Itu bukan keputusan BP Kawasan Batam, tapi SK Menhub Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Penunjukan Pelabuhan FTZ di BBK. Penutupannya pun tidak dilakukan sekaligus, tapi bertahap,” kata Mustofa yang ikut mengantar kepergian rombongan kepresidenan di VVIP Hang Nadim, kemarin.


Tak Terlalu Super
Mustofa yang dikonfrontir dengan pernyataan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu tentang pelimpahan hampir semua wewenang pusat dalam hal perizinan ke BP Kawasan Batam, terlihat agak terkejut. “Mendag bilang begitu?” tanya Mustofa.
Mari Elka Pangestu di Turi Beach Resort mengatakan, setelah seluruh aturan menyangkut pelaksanaan FTZ di lapangan rampung, pemerintah pusat segera melimpahkan sejumlah kewenangan yang sebelumnya tidak dimiliki daerah.

Diantaranya, perizinan keimigrasian, ketenagakerjaan, kesehatan, pertanahan, kehutanan dan sejumlah wewenang lain.
Dualisme kewenangan investasi antara Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Otorita Batam dihapuskan. Diganti dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Tujuan supaya cepat dan tidak bertele-tele seperti keinginan Presiden SBY. Dengan memegang kendali jenis barang, kuota, perusahaan importir, serta hampir sebagian besar wewenang pusat yang sebelumnya tak dimiliki daerah, BP Kawasan Batam bakal menjadi super body. “Tidak terlalu super lah, kita masih harus ke pusat meski sifatnya cuma koordinasi,” ujarnya.


Pengusaha Minta PP2/2009 Diperjelas
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Nada F Soraya meminta pemerintah agar menjelaskan implementasi PP Nomor 2 Tahun 2009 yang merupakan PP pengganti PP Nomor 63 Tahun 2003 tentang pemberlakuan PPN dan PPn BM terhadap empat jenis komoditi. Pelaku usaha juga menyoroti masalah penetapan tiga dari lima pelabuhan ekspor dan impor barang yang berada di Batam.


”Kita kan belum mengetahui implementasi PP Nomor 2 Tahun 2009 itu seperti apa? Kenyataan di lapangan juga masih banyak masalah yang harus diinventarisir terkait implementasi perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di kawasan BBK. Presiden saja mengatakan masih dilakukan inventarisir masalah,’’ ujar Nada melalui ponselnya, Selasa (20/1) malam.
Meski sudah diimplementasikan, Nada menegaskan, masih banyak masalah yang perlu diinventarisir. Di antaranya masalah penetapan pelabuhan di kawasan FTZ. Menurutnya, penetapan lima pelabuhan di kawasan BBK tidak bisa hanya dengan menggunakan SK Menteri Perhubungan saja.


”Tidak bisa asal ditetapkan begitu saja, karena pelabuhan itu pintu masuk. Pertanyaannya apakah titik koordinat sudah ditentukan, dan siapa saja yang bertanggung jawab di pelabuhan juga siapa, semuanya harus jelas. Jadi tidak bisa pelabuhan hanya ditetapkan dengan SK Menteri saja, tapi perlu dengan PP,’’ paparnya.


Terkait dengan masalah kepelabuhanan itu, kata dia, juga harus memiliki sistem pemerintahan di laut. Termasuk perlunya otoritas maritim, otoritas pelabuhan dan nakhoda. ‘’Jadi perlu segera dibentuk Indonesia Sea and Coast Guard. Jika PP Nomor 63 Tahun 2003 sudah dicabut, maka seluruhnya harus bisa berjalan beriringan. Termasuk masalah pelabuhan tadi,’’ paparnya.


Ia menegaskan, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap masalah pelabuhan. Pasalnya, pelabuhan bebas di kawasan BBK bakal dimanfaatkan oleh kapal asing yang ingin keluar masuk. ‘’Penetapan pelabuhan juga harus memperhatikan konsensus internasional, apalagi kan ini kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas,’’ ucapnya.


Pemerintah Beri Stimulus
Terpisah, Ketua Badan Pengembangan Promosi Pariwisata, AK Hariadi menegaskan, implementasi FTZ di BBK memberi angin segar terhadap sektor pariwisata di kawasan ini. ‘’Kita yakin pariwisata di BBK akan semakin bergairah,’’ katanya.
Meski mengisyaratkan iklim pariwisata akan bergairah , namun Hariadi juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan stimulus terhadap sektor yang cukup menjanjikan di Kepri ini. ‘’Stimulus pemerintah itu, bagaimana agar wisatawan mancanegara terutama ekspatriat tadi bisa membelanjakan pendapatannya di kawasan BBK,’’ katanya.


Stimulus itu penting, lanjutnya, agar sektor pariwisata bisa memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. ‘’Industri pariwisata dan ikutannya itu akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah sangat besar, jadi perlu perhatian khusus pemerintah,’’ paparnya. ***
BATAMANIA no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
batam, riau, sumatra

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 01:35 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu