daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old May 18th, 2010, 06:23 PM   #301
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Selasa, 18 Mei 2010 | 11:30 WIB
Sulawesi Selatan Ekspor Beras ke Malaysia


TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO Interaktif, Makassar - Dalam waktu dekat Provinsi Sulawesi Selatan mengekspor beras ke Malaysia. “Kami tinggal menunggu kontraknya,” tutur Lutfi Halide, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan ketika ditemui Tempo di kantor dinas pagi tadi, Selasa (18/5).

Jenis beras yang akan diekspor adalah beras kristal Celebes 1, beras kepala super serta beras kepala spesial. Beras ini, jelas Lutfi, memiliki kualitas bagus sehingga Malaysia tertarik untuk membeli. Selama ini Kilang Beras Seri Merbok, perusahaan swasta asal Malaysia, mengimpor beras dari Thailand.

Rencananya perusahaan minta sekitar 15 ribu ton beras per bulan dari Sulawesi Selatan. “Kami akan menghubungkan PT Pertani untuk membuat kontrak dengan perusahaan tersebut,” ucap Luthfi. Selain Dinas Pertanian, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah dan Dinas Perdagangan, ikut mengambil bagian.

PT Pertani, Lutfi menambahkan, berwenang mengekspor beras karena merupakan jenis beras kualitas medium ke atas. “Jika ini jenis medium ke bawah, Bulog yang berhak,” kata Lutfi. FADHILAH NAZIF

Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/ma...248560,id.html
Comeliness no está en línea  

Sponsored Links
 
Old May 19th, 2010, 11:45 PM   #302
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Kamis, 20 Mei 2010 | 01:28 WITA
80 Persen Sutera Sulsel Dipasarkan di Jawa
Produksi 2,5 Juta Meter Per Tahun


Makassar, Tribun - Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu memproduksi kain sutera rata-rata sekitar 2,5 juta meter per tahun. Jumlah itu belum termasuk produksi benang sutera yang mencapai 50 ton per tahun.

Hal ini dikemukan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Amar Kadir, saat membuka pameran produk sutera di Balai Pendidikan, Pelatihan, dan Promosi Eksport Daerah (BP3ED) atau Regional Training & Promotion Center (RETPC), Jl Dr Sam Ratulangi No 93, Makassar, Rabu (19/5).

Dijelaskan, meski Sulsel belum pernah mengekspor kain sutera, namun dari jumlah kain yang dihasilkan, sebanyak 80 persen untuk memenuhi kebutuhan perdagangan antar pulau. "Daerah yang dituju adalah Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Pulau Sumatera," jelas Amar Kadir.

Kain dan benang sutera sebanyak itu, katanya, dihasilkan oleh sekitar 5.000 pengrajin alat tenun bukan mesin (ATBM) yang tersebar di beberapa kabupaten di Sulsel.

"Kita harapkan ada peningkatan produksi. Target kami sekitar 10 persen peningkatan per tahun. Apalagi selama ini kita masih mengimpor benang dari China. Itu artinya masih ada peluang pasar," katanya. Olehnya itu, lanjutnya, untuk mengurangi impor akan ada alat bantuan dari kementerian perindustrian untuk memenuhi kebutuhan benang.

"Secara bertahap kita akan turunkan impor sekitar 20 persen dengan adanya alat bantuan ini, meski ternyata masih belum bisa memenuhi kebutuhan sutera kita," tambahnya. Olehnya itu, dalam pengembangan desain sutera di Sulsel, disperindag akan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Minat luar negeri cukup besar karena sutera termasuk produk yang eksklusif. Sutera kita punya corak khas. Untuk itu, diharapkan melalui kerja sama ini, kita tak hanya melayani perdagangan antar pulau saja, namun juga bisa menembus pasar internasional," katanya. (cr4)

Produk Sutera Dipamerkan di BP3ED
Sementara itu, tenaga ahli senior Japan International Cooperation Agency (JICA) di Makassar, Yoshiko Okawa, memamerkan desain produk suteranya di Balai Pendidikan, Pelatihan, dan Promosi Eksport Daerah (BP3ED). Dalam pameran yang berlangsung sejak 19 Mei hingga 22 Mei ini, juga ditampilkan berbagai produk hiasan dinding, tas, topi, bantal kursi, kimono, dan aneka souvenir. Pameran ini bertujuan untuk mengembangkan desain produk Sulsel, utamanya sutera, baik corak, kain, maupun sutera yang dibuat produk.(cr4)

Source: http://www.tribun-timur.com/read/art...sarkan_di_Jawa
Comeliness no está en línea  
Old May 20th, 2010, 10:30 PM   #303
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Kamis, 20-05-2010

Bastian: Pusat tak Percaya Sulsel

MAKASSAR,Upeks-Alokasi dana perbantuan APBN untuk Sulsel pada 2010 ternyata 'terjun bebas'. Bila pada 2009, total alokasi dana perbantuan APBN untuk Sulsel mencapai Rp977 miliar, maka tahun ini alokasi hanya mencapai Rp421 miliar atau turun 56,91%.

Demikian hasil telaah pengamat keuangan publik Universitas Patria Artha, Bastian Lubis SE MM, yang disampaikan Rabu (19/5) kemarin di Makassar. Bastian mengatakan, penurunan alokasi ini terjadi karena dipengaruhi buruknya kinerja pejabat-pejabat daerah yang berwenang untuk mengurusi dana ini.

"Mereka sepertinya kurang peduli dalam membuat perencanaan keuangan, pelaksanaan keuangan dan laporan pertanggungjawaban keuangan, sehingga departemen-departemen teknis tidak berani mengucurkan dananya ke Sulsel karena takut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat Sulsel, karena merosotnya dana pusat yang sesungguhnya masih sangat dibutuhkan," ungkap Bastian.

Solusinya, kata Bastian, para pejabat daerah terkait sudah seharusnya lebih memahami sistem pengelolaan keuangan daerah dan peningkatan kualitas SDM di bidang keuangan.
Dari data yang dipaparkan Bastian ada 2 kabupaten yakni Barru dan Luwu Utara yang paling anjlok dalam menerima alokasi dana perbantuan pusat. Barru pada tahun 2009 menerima Rp21,117 miliar. Tetapi kemudian anjlok 90,3% pada tahun ini karena hanya menerima Rp2,044 miliar. Sedangkan Luwu Utara yang pada 2009 menerima Rp27,5 miliar, pada tahun ini hanya menerima Rp2,7 miliar.

Sementara lima kabupaten lainnya, yaitu Gowa, Bantaeng, Bone, Luwu dan Maros juga mengalami penurunan penerimaan alokasi dana perbantuan hingga 80%.

Satu-satunya kabupaten di Sulsel yang tidak mengalami penurunan hanyalah Pinrang, yang tahun ini malah naik 1,43%, dari Rp31,7 miliar menjadi Rp32,16 miliar pada 2010. "Pinrang memiliki sistem pengelolaan keuangan daerah yang cukup baik, sehingga di pusat, mereka bisa mendapatkan kepercayaan yang lebih baik untuk mengelola dana yang lebih besar," kata Bastian. (sil)

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=47400
Comeliness no está en línea  
Old May 20th, 2010, 10:37 PM   #304
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Kamis, 20-05-2010
Ekspor Sulsel ke Jepang Tembus USD 96,647 Juta

MAKASSAR,UPEKS-Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), maka negara tujuan ekspor Sulsel pada Maret 2010 yang memberikan nilai ekspor tiga terbesar adalah ke Jepang, Amerika Serikat dan Malaysia.

Kepala BPS Sulsel, Bambang Suprijanto, mengatakan, kontribusi ketiga negara tersebut mencapai sebesar USD 124,067 juta atau sekitar 81,42% dari total ekspor Sulsel.

"Ekspor ke Jepang pada Maret 2010 mencapai angka terbesar yaitu USD 96,647 juta, disusul Amerika Serikat sebesar USD 19,118 juta, Malaysia sebesar USD 8,302 juta dan Singapura sebesar USD 7,316 juta," katanya.

Sedangkan ekspor ke China menduduki urutan kelima dengan nilai ekspor sebesar USD 3,962 juta, demand nilai ekspor Sulsel ke lima negara tersebut sebesar USD 135,345 juta atau 88,82% dari total ekspor Sulsel. Selain ekspor Sulsel pada Maret 2010 mengalami kenaikan sebesar USD 21,683 juta dibandingkan dengan ekspor Februari 2010. Peningkatan nilai ekspor tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya hampir semua komoditas utama, kecuali buah-buahan pada Maret 2010 dibandingkan Februari 2010.

Nilai ekspor kakao sendiri pada Februari 2010 sebesar USD 20,231 juta naik menjadi sebesar USD 31,138 juta pada Maret 2010, sedangkan ekspor nikel dari USD 86,387 juta pada bulan Februari 2010 menjadi USD 91,854 juta pada Maret 2010. Selanjutnya ekspor industri makanan hewan dai USD 1,113 juta pada Februari 2010 naik menjadi USD 3,387 juta pada Maret 2010. (rul)

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=47433
Comeliness no está en línea  
Old May 22nd, 2010, 06:08 PM   #305
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

SABTU, 22 MEI 2010 | 00:02 WITA |
Gubernur Sabah Boyong Pengusaha ke Sulsel

MAKASSAR -- Potensi pertanian dan perkebunan Sulawesi Selatan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Malaysia. Setelah lawatan kerja perdana menteri Malaysia tahun lalu, disusul kunjungan Gubernur Sabah Malaysia, Tun Datuk Seri Panglima Haji Ahmad Shah bin Abdullah, Jumat malam, 21 Mei.

Gubernur Sabah tiba di Makassar bersama istri, Toh Puan Datok Seri Panglima Hajja Dayang Masuyah binti Awang Jafar dan 39 anggota rombongan lainnya. Rombongan yang dibawanya mayoritas kalangan pengusaha swasta dan pemerintah di Sabah, Malaysia.

Kunjungan mereka diterima langsung oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dalam jamuan makan malam di Baruga Sangiaseri. Selain disuguhkan makanan khas dari Sulsel seperti Pallu Basa, rombongan gubernur Sabah juga dijamu atraksi Paraga dan Angngaru.

Tun Datuk Seri Panglima Haji Ahmad Shah mengakui kunjungannya ke Sulsel untuk melakukan penjajakan bisnis dengan Pemprov Sulsel. "Juga untuk mempererat hubungan antara rakyat Malaysia dan Sulsel, terutama Bugis-Makassar," katanya.

Syahrul juga mengakui banyak hubungan kekerabatan antara masyarakat Sulsel dengan Malaysia yang berasal dari rumpun Melayu. Bahkan, Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak, masih memiliki hubungan kekerabatan dengan bangsawan Kerajaan Gowa.

Dia juga memperkenalkan potensi pertanian dan perkebunan di Sulsel yang dapat menjadi komoditi perdagangan dan ekspor ke Malaysia. Produksi beras, jagung, rumput laut, kakao, dan sapi, memiliki peluang besar untuk diekspor ke Malaysia.

Presiden Persatuan Kebajikan Bugis Sabah (PKBS), Datuk Haji Osman Haji Jamal, mengungkapkan, rombongan yang datang ke Makassar bersama gubernur Sabah lebih banyak dari kalangan pengusaha. Kunjungan tersebut untuk penjajakan kerja sama di bidang perekonomian dengan pengusaha Sulsel.

Pengusaha yang datang di antaranya petinggi dari perusahaan Oil Palm Estate dan Malamega Sdn Bhd Trading Company.

Kerja sama tahap awal yang akan segera dijajaki antara lain, rumput laut, jagung, kakao, dan beras. "Akan ditinjau dahulu potensi dan peluang kerja samanya. Makanya, kami datang langsung ke Sulsel," ujarnnya.

Director Felda Palm Industries Sdn Bhd, Jacob Haji Kasolan, mengaku ekspor rumput laut dari Sulsel ke Malaysia mulai dilakukan Juni mendatang. Rencana ekspor tahap awal, jumlah rumput laut yang akan diekspor sekira 60 ton.

Pria kelahiran Bone itu juga berencana memulai realisasi ekspor kakao ke Malaysia pada Juli nanti. Khusus komoditi jenis rumput laut, Felda Palm Industries Sdn Bhd bekerja sama dengan Asosiasi Petani dan Pengusaha Rumput Laut Indonesia (Asperli)

Rencananya, rombongan gubernur Sabah akan melakukan kunjungan industri di antaranya ke pabrik semen milik PT Semen Bosowa di Kabupaten Maros. Beberapa industri juga akan dikunjunginya.

Pembicaraan bisnis akan lebih diperdalam dengan Syahrul Yasin Limpo dan pengusaha Sulsel di sela-sela olahraga golf yang akan dilakukan Minggu, 23 Mei. Gubernur Sabah dan rombongannya akan menjajal lapangan rumput padang golf Baddoka. (rif)

Source: http://metronews.fajar.co.id/read/93...saha-ke-sulsel
Comeliness no está en línea  
Old May 24th, 2010, 09:01 PM   #306
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

SENIN, 24 MEI 2010 | 22:06 WITA |
Jepang Lirik Pengembangan Talas di Pinrang
Belanda Teliti Potensi Ekonomi




PINRANG – Kunjungan Bupati Pinrang, Aslam Patonangi ke Jepang belum lama ini ternyata berbuah hasil. Investor asal negeri matahari terbit itu, melirik pengembangan tanaman talas di Pinrang.

Minat investor Jepang, menanam investasi guna pengembangan tanaman ekspor talas, diungkapkan Bupati Aslam Patonangi, kepada wartawan seusai diambil keterangannya oleh petugas sensus BPS Kabupaten Pinrang, akhir pekan lalu.

Menyikapi niat investor asal Jepang dalam pengembangan tanaman talas di Pinrang, dalam waktu dekat pihak Pemkab Pinrang akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang sudah lebih dahulu mengembangkan tanaman talas.

”Insya Allah, dalam waktu dekat ini, investor bersama delegasi dari pemerintah Jepang, akan kunjungan balasan ke Pinrang, dan ini berkat terjalinnya hubungan pemerintahan Jepang dengan Pemprov Sulsel,” jelas Aslam.

Aslam berharap, niat investor Jepang yang ingin bekerja sama mengembangkan tanaman talas di Pinrang ditangkap oleh petani, dan pengusaha setempat untuk bersinergi. ”Ini peluang untuk bekerja sama menggarap komoditas pertanian yang berorientasi pada ekspor,” tuturnya.

Aslam, sejak dilantik sebagai Bupati Pinrang, menggantikan Andi Nawir Pasinringi, 24 April 2009 lalu, memang lebih mengutamakan pembangunan di sektor pertanian dan pendidikan serta kesehatan. Di sektor pertanian, sudah dibuktikan dengan membangkitkan gairah petani untuk menanam jagung. Program ini telah berhasil memproduksi jagung 8-9 ton per hektare. Petani juga didorong untuk memanfaatkan ampas tanama padi dan jagung serta kotoran sapi menjadi pupuk cair organik dan biogas.

Pengembangan Ekonomi
Peneliti mahasiswa S-2 University of Gronigen Belanda, selama seminggu terhitung, Kamis, 20 Mei, melakukan penelitian khusus local economy resources development atau potensi pengembangan ekonomi di Pinrang. Sebelumnya empat aparat Pemkab Pinrang juga melakukan hal yang sama di Belanda.

Bob Jon Schoot Viterkamp dan seorang mahasiswi Pshycology Rug University, Christien Stegeman, melakukan penelitian berkaitan dengan tugas dari pemeritah Belanda dan perguruan tinggi tempat mereka kuliah. Mereka ingin hasil penelitian ini memberikan bayangan mengenai potensi pengembangan pertanian di sektor perikanan khususnya yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi kerakyatan di Pinrang. (nas)

Source: http://news.fajar.co.id/read/93415/4...las-di-pinrang
Comeliness no está en línea  
Old May 26th, 2010, 07:16 PM   #307
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Rabu, 26/05/2010 22:35:43 WIB
BPD Sulsel harapkan porsi kredit produktif jadi 38%
Oleh: Gita Arwana Cakti & Fajar Sidik

JAKARTA (Bisnis.com): PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (BPD Sulsel) mengharapkan bisa meningkatkan komposisi kredit ke sektor produktif dalam 6 bulan terakhir menjadi 38% dari sebelumnya hanya 7% dari total kredit sekitar Rp3 triliun.

Dirut BPD Sulsel Ellong Tjandra mengatakan pada tahun lalu komposisi kredit terlalu dominan di konsumer mencapai 93% sehingga harus diubah dengan meningkatkan pembiayaan produktif di sektor usaha kecil dan menengah.

“Dalam waktu 6 bulan komposisi kredit dapat dipindahkan ke produktif menjadi 38% dari sebelumnya hanya 7%, dan itu membuat kualitas aset semakin bagus, di samping kita dituntut sebagai agent of development harus berperan mendorong sektor produktif,” jelasnya hari ini.

Ellong menyampaikan pertumbuhan sektor produktif itu telah terealisasi seuai target minimalnya di level 30% sehingga pertumbuhan kredit antara konsumer dan UKM selanjutnya akan ditingkatkan pada komposisi 62% dan 38% tersebut.

Sampai akhir tahun ini, katanya, kredit diproyeksikan bisa tumbuh sekitar 10%-15% dengan membidik pasar utama masih di kredit PNS dan UKM khususnya di sektor pertanian yang menjadi unggulan di wilayah Sulsel.

“Ada lima komoditas unggulan di sektor pertanian. Tapi untuk sementara ini kami akan mendukung kebutuhan peralatan penunjangnya seperti tractor dan beberapa mesin pertanian yang bisa dibiayai.”

Ellong menambahkan potensi pasar pertanian itu sangat bagus yang diawali dengan pertumbuhan pasar dana yang besar dari kalangan petani mencapai Rp8 miliar dalam tiga bulan yang dihimpun melalui tabungan khusus petani.

“Kami meluncurkan tabungan khusus petani, idenya dari gubernur yang menginginkan agar setiap petani memiliki tabungan. Program itu cukup berhasil yang diluncurkan seminggu sebelum Tabunganku. kelebihannya tidak dikenakan biaya administrasi.” (fh)

Source: http://web.bisnis.com/keuangan/perbankan/1id183640.html
Comeliness no está en línea  
Old May 26th, 2010, 07:21 PM   #308
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Selasa, 25 Mei 2010 11:50 WIB
Investor Jajaki Kembangkan Lahan Tebu Sulsel

MAKASSAR--MI: Saat ini, sudah ada investor yang menjajaki pengembangan lahan tebu di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Adapun total investasi yang akan ditanamkan sekitar Rp1,2 triliun dengan kapasitas produksi rata-rata 10 ribu ton per tahun.

Selain itu, investor yang belum disebutkan jati dirinya itu juga akan membangun pabrik gula di sekitar lokasi itu dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak di Sulsel.

Sejatinya, Sulsel membuka peluang investasi untuk pengembangan produksi gula lokal, karena gula lokal hanya mampu memenuhi sekitar 35 persen dari total kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah ini yang mencapai 120 ribu ton gula per tahun.

"Kami membuka peluang bagi investor dalam dan luar negeri untuk mengembangkan produksi gula lokal, karena dari tiga pabrik gula di Sulsel belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah ini," kata Kepala Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa di Makassar, Selasa (25/5). Dari pabrik gula yang ada di Sulsel yakni satu unit di Kabupaten Takalar dan dua unit di Kabupaten Wajo rata-rata hanya mampu memproduksi sekitar 10 ribu ton gula.

Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Amirullah mengatakan, mengenai pengembangan gula lokal itu di bawah kendali badan usaha milik negara (BUMN). "Kami mengakui, masih kekurangan produksi gula lokal, sehingga kebutuhan gula masyarakat Makassar terpaksa didatangkan dari Pulau Jawa," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjutnya, pihaknya akan menyambut baik investor yang ingin mengembangkan produksi gula lokal di daerah ini. Alasannya, lahan untuk perkebunan tebu masih cukup luas dan pabrik pengolahan gula masih sangat dibutuhkan. (Ant/OL-04)

Source: http://www.mediaindonesia.com/read/2...an-Tebu-Sulsel
Comeliness no está en línea  
Old May 27th, 2010, 01:35 AM   #309
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Hotel Sahid Toraja

Image Credits: Sahid Hotels (http://www.sahidhotels.com/files/14-1096-4784,r355.php )





Last edited by Comeliness; May 27th, 2010 at 08:30 PM.
Comeliness no está en línea  
Old May 29th, 2010, 03:25 AM   #310
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

KAMIS, 27 MEI 2010 | 23:43 WITA |
PLTA Karebbe Beroperasi Semester II 2011

MAKASSAR -- PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karebbe berkapasitas 90 megawatt (MW) pada semester kedua 2011. Proyek listrik swasta ini sempat terhenti karena adanya protes dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu. Namun dilanjutkan setelah ada kesepakatan dengan pihak Inco.

Direktur Utama PT Inco, Tony Wenas, mengatakan, proyek tersebut tetap on schedule meski sempat terhenti beberapa waktu lalu. "Kami targetkan selesai semester kedua tahun depan," kata Direktur Utama Inco, Tony Wenas, di sela-sela acara Indonesia Mining Updates 2010 di hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pembangunan PLTA tersebut diperkirakan akan menelan investasi USD 410 juta atau setara Rp 3,8 triliun (kurs Rp 9.400 per USD). Hingga 31 Maret 2010, Inco telah menarik fasilitas pinjaman untuk PLTA Karebbe sebesar USD 150 juta dari USD 300 juta yang diberikan grup perbankan di Jepang, dengan bantuan Nippon Export and Investment Insurance.

"Nanti listrik yang dihasilkan, ada yang akan kami donasikan untuk masyarakat sekitar," ungkapnya. Saat ini, Inco sudah mengoperasikan dua PLTA di lokasi tambang dengan kapasitas total 275 MW. Dengan beroperasinya Karebbe, maka kapasitas PLTA mencapai 365 MW. (bs)

Source: http://news.fajar.co.id/read/93789/4...mester-ii-2011
Comeliness no está en línea  
Old May 29th, 2010, 03:38 AM   #311
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Sabtu, 29 Mei 2010 | 03:26 WITA
PLN Layani 50 Ribu Sambungan Baru

Suplai Daya dari Sewa Beberapa Proyek PLTD ; Perusahaan Asal Kaltim Masuk di PLTD Gowa ; Nilai Sewa Rp 165,931 Miliar Per Tiga Tahun ; Pakai Bahan Bakar Lebih Murah dari Solar

Makassar, Tribun - PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultanbatara) segera melayani sebanyak 50 ribu sambungan baru setelah mendapat pasokan daya listrik dari beberapa paket proyek pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berbahan bakar marine fuel oil (MFO).

Salah satunya yang segera jalan adalah masuknya konsorsium PT Manunggal Engineering dan PT Central Daya Energi yang ditunjuk oleh PT PLN Wilayah Sultanbatara sebagai pelaksanan sewa PLTD MFO di Sungguminasa, Gowa.

Kedua anggota konsorsium merupakan anak usaha PT Truba Manunggal Engineering. Sekretaris Perusahaan Truba, Gamala Katoppo, mengatakan, proyek PLTD di gardu induk Sungguminasa, Gowa, dengan nilai kontrak Rp 165,931 miliar setara dengan Rp 360,80/kWh. Sedangkan waktu pelaksanaan sewa selama tiga tahun.

General Manager (GM) PT PLN Wilayah Sultanbarata, Ahmad Siang, mengaku optimistis bisa melayani 50 ribu sambungan baru tersebut. "Sekarang saja kami sudah mulai bertahap melayani daftar tunggu calon pelanggan. Kuota daftar tunggu yang akan kita selesaikan yakni 30-40 persen," katanya saat dihubungi via ponsel di Makassar, Kamis (28/5).

Optimisme Ahmad itu seiring masuknya tambahan sebagian daya listrik dari PLTD bebahan bakar MFO ke sistem kelistrikan di Sulselbar. Paket proyek PLTD MFO lebih murah dibanding berbahan baku solar. Perbedaan harga solar dengan MFO bisa mencapai Rp 2.000 per liter. PLN bermitra dengan sejumlah perusahaan untuk sewa mesin dengan nilai pembelian Rp 360 per Kwh. Namun, Ahmad tidak merinci soal teknis dan proses pengerjaan proyek-proyek tersebut.

Dihubungi terpisah, Deputi Manajer Pemeliharaan Pembangkitan PLN Sultan Batara Supriyanto juga kembali menegaskan komitmen pihaknya bahwa sudah tidak akan ada lagi pemadaman yang disengaja yakni pemadaman bergilir.

"Kondisi saat ini sudah surplus daya, akan semakin membaik lagi jika daya dari paket proyek MFO masuk ke sistem. Jika ada pemadaman itu dipastikan karena faktor alam. Seperti halnya padam dua hari lalu karena sambaran petir di jaringan sekitar Parepare," katanya.

Lebih rinci soal paket proyek MFO yang akan digelar untuk membantu pasokan daya di Sulsel, Sulbar dan Sultra, Supriyanto mengatakan ada empat paket. Selain di Sungguminasa sebanyak 25 MW, juga terdapat di Pangkep sebanyak dua paket masing-masing 30 MW dan 25 MW atau total 55 MW. Segera berjalan juga paket Talasa di Takalar dengan target daya yang dihasilkan sebanyak 40 MW. "Sungguminasa dan Pangkep sudah oke (berjalan), menyusul kontrak untuk Takalar," urainya.

Daya dari paket proyek PLTD MFO akan menambah daya dari proyek PLTD HSB (high speed diesel/solar) yang kini sebagian telah beroperasi. PLTD HSB yang telah beroperasi yakni di Tallo lama dengan daya yang dihasilkan 40 MW, Jeneponto sebesar 20 MW, dan Bulukumba sebesar 10 MW.
HSB Pajalekang Sengkang saat ini dalam tahap konstruksi dengan target daya listrik yang dihasilkan sebesar 15 MW. Sedangkan HSB di Parepare sudah ada pemenang tender dan akan memproduksi daya sebesar 20 MW dari dua paket proyek yang akan berlangsung dengan masing-masing produksi 10 MW.

Beberapa tahun terakhir, di Wilayah Sultanbatara kerap mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Dimasa-masa kritis, seperti yang terjadi Maret lalu, Wilayah Sultanbatara mengalami defisit listrik hingga 90 MW. Saat itu, dalam neraca PLN untuk sistem Sulselbar, daya yang terpasang berkapasitas 675 MW namun hanya menghasilkan 465 MW, sedang beban puncak mencapai 554 MW.

Asal Kaltim
Selain di Sungguminasa, Truba juga berhasil ditunjuk PY Robert Schaefer Soros Indonesia untuk melakuan pekerjaan civil, structuarl, mechanical erection and OLC & TBCT duplication project dengan nilai kontrak sekitar 16 juta dolar AS di Indonesia. "Proyek telah dimulai pada 10 Mei 2010 lalu," ujar Gamala. Proyek ini dikerjakan oleh anak usaha Truba yang lain yaitu yakni PT Truba Jaya Enginering.

Truba Alam Manunggal Engineering Tbk didirikan di Balikpapan, Kalimantan Timur, 1 Februari 2001 sebagai perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang usaha rancang bangun, perekayasaan, pengadaan dan konstruksi bangunan, infrastruktur, dan industri pabrik. Truba Manunggal kemudian mengubah strategi usahanya menjadi perusahaan dengan layanan menyeluruh (one stop solution) yang memenuhi kebutuhan tenaga listrik.(fir)

Source: http://www.tribun-timur.com/read/art...Sambungan-Baru
Comeliness no está en línea  
Old May 30th, 2010, 03:48 AM   #312
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Sabtu, 29 Mei 2010 | 22:03 WITA
Laporan: Antara
Panasonic Akan Masuk ke Bantaeng


MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Umum Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada) Indonesia, Rahmat Gobel menyatakan Panasonic akan berinvestasi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Melalui Gobel Internasional, Panasonic akan masuk ke Bantaeng dan sebagai Wakil Ketua Kadin Indonesia, akan mencoba mengembangkan industri berbasis budaya di Bantaeng.

Hal itu dikemukakan Rahmat Gobel usai melantik pengurus Persada Sulsel yang diketuai Prof Dr Nurdin Abdullah yang juga Bupati Bantaeng, Sulsel, di Makassar, Sabtu. Dipilihnya Bantaeng untuk investasi di Sulsel, lanjut Gobel, karena daerah ini sudah berhasil menarik investasi Jepang dan menjalin kerjasama, sekaligus perintis kerjasama beberapa daerah di Sulsel dengan Jepang.

Dia mencontohkan, industri pengolahan ikan melalui investasi Jepang sudah dibangun di Bantaeng, menyusul industri pengolahan talas dan lainnya yang seluruh hasil olahannya untuk pasar Jepang.

"Dalam waktu dekat, saya akan datang langsung ke Bantaeng untuk menjajaki penanaman investasi Panasonic dan pengembangan industri berbasis budaya di daerah itu," kata Rahmat Gobel yang mengaku berteman dekat dengan Nurdin Abdullah sebagai sesama alumnus Jepang.

Saya mendukung sepenuhnya langkah-langkah strategis Nurdin Abdullah sebagai Ketua Persada yang juga Bupati Bantaeng yang terus melakukan inovasi dan menjadi "jembatan" hubungan kerjasama Sulsel dan Jepang.

Pengembangan industri berbasis budaya sekaligus akan membangun dan menjaga sistem pasar, sebab bila investor masuk, bukan hanya uang yang masuk tetapi juga budayanya, tetapi karena kita telah melakukan antisipasi terlebih dahulu maka kita sudah memiliki ketahanan pasar, ujarnya.

Nurdin Abdullah mengatakan, di Sulsel terdapat 200 orang anggota Persada, terbanyak dari bidang kedokteran dan 70 orang diantaranya bergelar Phd (S3).

Pihaknya pekan lalu membawa Wakil Gubernur dan Empat Bupati di Sulsel ke Jepang dan melakukan penandatanganan nota kesepahaman MoU antara lain untuk pengembangan industri talas yang bahan bakunya dari beberapa kabupaten di Sulsel dan industrinya di Bantaeng dengan pasar utama Jepang.

Selain itu dengan Toyota Aime Jepang yang akan membantu mobil pemadam kebakaran dan ambulance untuk beberapa kabupaten di Sulsel.(*)

Source: http://www.tribun-timur.com/read/art...uk-ke-Bantaeng
Comeliness no está en línea  
Old May 31st, 2010, 02:28 AM   #313
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Senin, 31 Mei 2010 | 04:20 WITA
Jepang Garap Perikanan Sulsel

Siap Kelola Tambak Modern di Pinrang dan Bangun Pabrik Garam di Jeneponto ; Hari Ini Wagub Sulsel Tinjau Lokasi ; Investasi Dilakukan Mulai Tahun Ini ; Serap Tenaga Kerja dalam Jumlah Besar ; Juga Untungkan Petani Talas


IST

Makassar, Tribun - Pengusaha asal Jepang menggarap potensi ekepor dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan menanamkan investasi di bidang perikanan, budi daya tanaman talas, dan pabrik garam modern (beryodium).

Sejumlah investor asal Negeri Sakura tersebut akan bertemu dengan sejumlah pemerintah kabupaten (pemkab) di Bantaeng, Senin (31/5) hari ini. Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu'mang juga dijadwalkan hadir pada pertemuan tersebut.

"Ini adalah tindak lanjut dari kunjungan kami bersama sejumlah teman bupati dan Pak Wagub ke Jepang awal bulan ini. Investor Jepang tertarik untuk menanamkan investasi dan membantu revitalisasi tambak di Pinrang, pengolahan garam di Jeneponto, serta meningkatkan perdagangan talas dengan Sulsel," kata Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, Minggu (30/5).

Menurutnya, pertemuan hari ini juga akan dirangkaikan dengan peninjauan lapangan investor Jepang dengan jajaran pemkab yang akan bekerja sama. Dalam kunjungan ke Jepang, Nurdin dan Agus berangkat bersama Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi, Bupati Jeneponto Radja Milo, dan Bupati Luwu Andi Mudzakkar

Pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Anas Iswanto Anwar, berharap masuknya investor Jepang tersebut bisa mengatasi kesulitan pemasaran petani dan petambak di daerah ini. "Sekarang memang bukan saatnya lagi memasarkan melalui pameran tapi kita harus door to door agar produk ekspor kita bisa cepat terserap. Mudah-mudahan investasi ini adalah investasi jangka panjang," kata dosen FE Unhas ini.

Kirim Tim
Menurut Nurdin, investor Jepang akan mengirim tim ke Pinrang untuk menganalisa dan meneliti agar tambak di Pinrang bisa berproduksi lebih maksimal lagi khususnya untuk udang sitto dan ikan bandeng.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang, Andi Budaya, menjelaskan luas tambak di daerah ini mencapai 15.795 hektare dengan produksi 2009 sekitar 2.500 ton.
Pihaknya siap bekerja sama dengan tim Jepang dalam revitalisasi tambak yang menjadi salah satu sentra tambak di Sulsel. Bantaeng sudah mengekspor hasil perikanan ke Jepang dan bisa menghasilkan sekitar Rp 15 miliar per bulan (lihat, Bantaeng Hasilkan Rp 18,266 Miliar Per Bulan).

Talas
Sedangkan Nurdin mengatakan, investor Jepan juga sepakat dengan pengembangan budi daya talas di Pinrang, Bantaeng, dan Luwu. "Bantaeng hanya mampu memproduksi 5.000 ton per tahun. Berdasarkan hasil kesepakatan dengan Global Seafood Jepang, kebutuhan mereka sampai 30 ton per tahun," jelas Nurdin.

Sementara Kabupaten Jeneponto akan menjadi wilayah pengembangan industi garam modern. "Ada investor dari Jepang yang akan membangun industri pengolahan garam beryudium di Jeneponto," katanya.

Selama ini Jeneponto hanya mengolah garam secara tradisional. Tambak-tambak garam membentang di sekitar kawasan pesisir kabupaten yang berbatasan dengan Bantaeng dan Takalar ini.

Momentum Baru
Sementara itu Anas menilai hasil kunjungan pemprov dan pemkab yang dipimpin wagub ke Jepang mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi selama ini, yakni pemasaran produk pertanian dan perikanan. Menurut Anas, selama ini pemerintah menganjurkan petani untuk memproduksi suatu komoditi, tepi tidak mampu membuka akses untuk memasarkan hasil pertanian itu.

"Kesepakatan Jepang itu menjadi momentum baru tentang pemasaran. Kini kita tingga mencari potensi lahan untuk menanam talas. Pasarnya sudah ada," katanya.
Setelah ada kepastian pasar dari produk pertanian di Sulsel itu, menurut dia, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk menjamin kuntinitas ketersediaan pasokan ke pasar.

"Pertama mencari daerah mana saja yang memiliki potensi produksi talas dan kedua daerah mana saja yang berpotensi untuk pengembangan budidaya talas. Teknisnya bisa melalui kemitraan dan bisa juga diolah langsung oleh investor," katanya.(ba)

Source: http://www.tribun-timur.com/read/art...rikanan-Sulsel
Comeliness no está en línea  
Old May 31st, 2010, 05:06 PM   #314
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Senin, 31-05-2010
PLN Bangun PLTGB di Selayar

KEPULAUAN SELAYAR,UPEKS-General Manager (GM) PLN Wilayah Sulselrabar, Ahmad Siang SE, berencana hingga tahun 2011 untuk membangun kelistrikan Kepulauan Selayar dengan menjadikan Selayar sebagai percontohan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Batubara (PLTGB). Rencana pembangunan pembangkit itu akan berkemampuan antara 6 – 9 MW. PLN tidak mau hanya sekedar memenuhi daftar tunggu, akan tetapi bagaimana dengan kelistrikan Selayar mampu memenuhi keinginan investor tentang listrik.

Sebagai bukti keseriusan, GM PLN Sulselbar, Ahmad Siang SE, telah melakukan peninjauan lokasi pembangunan pembangkit. Dalam kunjungan kerjanya di Kepulauan Selayar, GM PLN langsung membawa serta beberapa pejabat terasnya diantaranya, Sabtu-Minggu (29-30/5) diantaranya Manager Perencanaan, Ir Nur Jaya Amral, Manager Transmisi dan Distribusi, Ir A Lakipadada, Ir Purnama Manager Sektor Tello, Ir Rasuleng, Manager PLN Cabang Bulukumba, Wawan Gunawan SE, Jusman, ST, Manager Distribusi Bulukumba, Manager SDM dan ADM PLN Bulukumba, Haris Umar Manager Ranting Kalumpang, serta Taufik Cahya.

GM PLN sempat meninjau 4 lokasi, diantaranya pantai disekitar Baloiya Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu, Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, pantai sekitar Tangkala serta Bansiang. Akan tetapi, dari berbagai lokasi yang sempat ditinjau yang paling berpeluang adalah di Desa Karya, dengan pertimbangan lokasi tersebut selain tidak jauh dari kota juga sedikit terlindungi ombak pada musim barat tiba.

Ahmad Siang kepada Upeks, disela-sela kunjungan kerjanya mengatakan bahwa kelistrikan Selayar kedepan akan diupayakan 2011 mendatang. Selayar nantinya akan dijadikan sebagai daerah yang menyamai kelistikan dengan Kaltim, dengan menggunakan pembangkit tenaga gas dan batubara, sehingga akan dihentikan sistem pembakar Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ahmad Siang diakhir penyampaiannya menjelaskan, PLN tidak mau berbeda pandangan tentang kelistrikan, yang juga Pemkab Selayar sudah memprogramkannya sejak beberapa tahun lalu. "Kita tidak mau ada perpebadaan, PLN kan sebagai pelayan," katanya.

Sementara Manager Ranting PLN Selayar, HA Idris Limpo kepada Upeks menjelaskan, lokasi yang telah ditinjau GM PLN Wilayah Sulselrabar Ahmad Siang, SE, di pantai sekitar Baloiya dibenarkan memang lokasi milik Pemkab Selayar. Lokasi untuk rencana pembangunan PLTGB tersebut, seluas sekitar 3 hektar. (den)

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=48144
Comeliness no está en línea  
Old June 1st, 2010, 02:06 AM   #315
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Hotel Marante Toraja

Image Credits: Hotel Marante Toraja (http://www.marantetoraja.com/location/)




Comeliness no está en línea  
Old June 2nd, 2010, 12:42 AM   #316
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Edisi 31 Mei 2010
Izin Amdal PT Sedya Terbit Pekan Depan

MAROS - Kepala Badan Lingkungan Hidup Maros Rubina Malik mengatakan pihaknya segera menerbitkan izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) PT Sedya Cipta Laksana Mining. Perusahaan yang akan menambang batu bara di Kecamatan Mallawa ini telah melakukan presentasi amdal pada 16 April lalu. "Dalam satu hingga dua minggu ini, BLH sudah akan menerbitkan Izin amdalnya" ujar dia.

Eksploitasi ini, kata Rubina, dilakukan di tiga dusun, yaitu Dusun Pangisoreng, Batuma'denring, dan Lappahilalang, Desa Batu Putih, Mallawa, Maros. PT Sedya mendapatkan izin kuasa pertambangan dari bupati pada 23 Desember 2008, dengan luas wilayah 450 hektare. Kandungan batu bara di tiga dusun tersebut mencapai 1.906.738 ton.

Koordinator Administrasi Proyek PT Sedya, Joni Hendri, mengatakan eksplorasi dilakukan dengan metode pengeboran di tiga blok dusun tersebut. Pihaknya menargetkan produksi batu bara tahun pertama sebesar 160 ribu ton dan tahun kedua hingga kelima sebesar 240 ribu ton. "Kegiatan eksploitasi akan dilakukan selama sembilan tahun, di mana setiap lima tahun sekali dilakukan perpanjangan izin usaha industri," ujar Joni.

Pada tahap prakonstruksi, PT Sedya tengah menyusun rencana serta alokasi anggaran pembebasan lahan. Kompensasi diberikan terhadap tanaman di area lahan yang dikuasai masyarakat, seperti pohon kemiri, cokelat, dan jati. Selain itu, PT Sedya akan membeli lahan warga yang dijadwalkan selesai pada November nanti. Pada tahap awal, lahan yang dibebaskan seluas 58 hektare di tiga dusun.

Joni mengatakan dibutuhkan tenaga kerja dengan keahlian di bidang pertukangan dan konstruksi serta tenaga kerja buruh kasar (nonskill). Mereka akan direkrut dari warga sekitar lokasi tambang. Keuntungan, kata Joni, akan dibagi kepada pemerintah daerah sebesar US$ 1 per 1 ton produksi batu bara. "Jumlah itu belum termasuk pajak serta bagi hasil antara pemerintah pusat dan daerah," kata dia.

Berkaitan dengan fasilitas, perusahaan ini akan membangun jalan tambang sepanjang 5,3 kilometer dengan lebar 10 meter. Pada tahap awal, jalan ini akan menghubungkan lokasi tambang menuju pelabuhan di Bone. Joni mengatakan produksi batu bara ini untuk memenuhi kebutuhan lokal, di antaranya untuk menyuplai pembangkit mesin industri semen, seperti PT Semen Bosowa dan PT Semen Tonasa. MUH SOPHIAN AS

http://www.korantempo.com/korantempo...201941.id.html
Comeliness no está en línea  
Old June 2nd, 2010, 12:54 AM   #317
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Selasa, 1 Juni 2010 | 09:06 WITA
Potensi Pendapatan Rp 21,600 T


Jika permintaan pasar Jepang sampai 300 ribu kontainer berisi 18 ton menurut Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah bisa mendatangkan pendapatan sekitar Rp 21,600 triliun. Agus Arifin Nu'mang mengatakan, potensi pendapatan itu bisa menekan angka kemiskinan di Sulsel. "Kalau talas ini dikembangkan di daerah-daerah miskin, dengan cepat Sulsel bisa bebas dari angka kemiskinan," katanya.

Agus menganjurkan kepada Bupati Jeneponto, Pemerintah Pinrang, dan Luwu untuk mengembangkan talas ini di daerah pegunungan. "Talas ini cocok di daerah ketinggian di atas 300 meter dari permukaan laut," katanya.

Bupati Radjamilo berencana menanam di daerah berbatasan dengan Bantaeng. "Bulan depan (Juni) kita sudah mulai. Saya akan undang gubernur untuk meresmikan pencanangannya," katanya.(ba)


Source: http://www.tribun-timur.com/read/art...tan_Rp_21600_T


Edisi 01 Juni 2010
Semen Tonasa 5 Beroperasi Awal 2012
Penjualan semen ditargetkan 4 juta ton tahun ini.


PANGKEP - PT Semen Tonasa menargetkan Tonasa 5 beroperasi pada awal 2012. Pengoperasian area pengolahan baru itu mampu mendongkrak total kapasitas produksi perusahaan itu hingga 6 juta ton semen per tahun.

Syahruddin, Sekretaris Perusahaan PT Semen Tonasa, mengemukakan, dengan penambahan kapasitas produksi itu, pihaknya yakin dapat memenuhi pertumbuhan permintaan semen, khususnya di wilayah timur dan barat Indonesia. "Kami optimistis, ke depan, PT Semen Tonasa sudah dapat meng-cover seluruh kebutuhan semen di wilayah timur dan barat Indonesia, yang setiap tahun mengalami peningkatan permintaan 7-10 persen," ujarnya kemarin.

Saat ini, menurut Syahruddin, kapasitas terpasang PT Semen Tonasa sebesar 3,48 juta ton semen per tahun, dengan hasil penjualan semen pada tahun lalu sebesar 3,8 juta ton. "Hasil penjualan ini melebihi kapasitas terpasang yang ada, karena adanya stok awal sekitar 320 ribu ton dan kinerja pabrik yang bagus pada 2009," ujarnya. Adapun untuk tahun ini, PT Semen Tonasa menargetkan penjualan semen sebesar 4 juta ton.

PT Semen Tonasa mulai membangun penambahan area pengolahan untuk Tonasa 5 pada 2009. Pembangunan itu untuk semen plant dan powerplant. Realisasi pembangunannya sudah mencapai 20 persen, di antaranya pembangunan gudang tanah liat dan gudang batu kapur serta gudang penempatan diesel. Adapun total alokasi anggaran sebesar Rp 5,4 triliun. "Dengan beroperasinya Tonasa 5, maka akan terjadi penambahan produksi semen sebanyak 2,5 juta ton per tahun," ujar Syahruddin.

Pembangunan Tonasa 5 ini sejalan dengan pembukaan lahan eksploitasi baru untuk mendongkrak kapasitas produksi semen. Luas penambangan untuk bahan baku semen akan mengalami penambahan, yaitu luas garapan untuk tanah liat seluas 16 hektare di desa Tabo-tabo dan 83 hektare untuk batu kapur di Bulu Paccola, Kecamatan Bungoro, Pangkep. Penambangan di lokasi tersebut rencananya dilakukan pada akhir tahun ini.

Sebelumnya, PT Semen Tonasa memiliki luas area garapan untuk bahan baku semen, seperti batu kapur seluas 214 hektare dan tanah liat 160 hektare. "Jadi PT Semen Tonasa memiliki total luas area pertambangan untuk bahan baku 176 hektare untuk tanah liat dan 297 hektare untuk batu kapur," ujar Syahruddin. MUH SOPHIAN AS


Source: http://www.korantempo.com/korantempo...202022.id.html
Comeliness no está en línea  
Old June 3rd, 2010, 01:57 PM   #318
Sony Sjklw
Registered User
 
Sony Sjklw's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 9,777

Batu Bara di Maros Segera Ditambang
PT SCLM Kantongi Izin Eksplorasi di Mallawa
Rabu, 2 Juni 2010 | 08:49 WITA

Maros, Tribun - PT Sedya Cipta Laksanaa Mining (PT SCLM) segera melakukan eksplorasi tambang batu bara di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Perusahaan ini telah mendapatkan izin usaha pertambangan (IUP) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Koordinator Administrasi Proyek PT Sedya Cipta laksana, Joni hendri, mengungkapkan, eksplorasi akan dipusatkan di tiga dusun yang ada di kabupaten itu. Masing-masing Dusun Pangisoreng, Dusun Atuma`Denring, dan Dusun Lappahilalang di Desa Batu Putih.
Setelah izin itu dikantongi, katanya, pihaknya akan melakukan eksplorasi awal. Perusahaan ini menargetkan produksi batu bara untuk tahun pertama sebesar 160.000 ton, tahun kedua hingga tahun ke lima sebesar 240.000 ton.
Kegiatan eksplorasi akan dilakukan selama sembilan tahun, dimana setiap lima tahun sekali dilakukan perpanjangan izin usaha industri.
Joni berjanji jika perusahaannya akan memperhatikan amdal. pihaknya sedang melakukan pengurusan amdal dengan dinas terkait yaitu Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Maros.
"Kami optimistis amdal itu akan segera dikantongi perusahaan sehingga jika tidak ada aral melintang, maka paling lambat akhir tahun 2010 mereka sudah siap melakukan tambang," terang Joni, kemarin.
Amdal itu sendiri dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek fisik- kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat.
Dasar hukum amdal adalah Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Untuk tahap prakonstruksi, perusahaan ini, katanya, tengah menyusun rencana serta alokasi anggaran pembebasan lahan. Kompensasi yang diberikan adalah terhadap tanaman atau tegakan yang ada di areal lahan yang digunakan atau dikuasai masyarakat, seperti pohon kemiri, coklat, jati, kunau dan sebagainya.
Selain biaya ganti rugi terhadap areal perkebunan masyarakat, sebagian akan dilakukan dengan cara membeli lahan masyarakat yang disesuaikan dengan patokan harga yang telah disepakati. Untuk tahap awal pembebasan lahan akan dilakukan seluas 58 hektare pada tiga dusun tersebut
"Kami masih membicarakan hal tersebut kepada warga, serta pihak pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat, dijadwalkan pembebasan lahan serta biaya ganti rugi telah selesai dengan cepat, sehingga kami bisa memulai pertambangan," bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Maros Rubina Malik membenarkan jika PT SCLM telah mendapatkan izin kuasa pertambangan eksplorasi dari Bupati Kabupaten Maros Nomor 645/KPTS/54.1/XII/2008, tanggal 23 Desember 2008 dengan luas wilayah perizinan 450 hektare.(ink)

tambang batu bara
- Lokasi: Dusun Pangisoreng, Dusun Atuma`Denring, dan Dusun Lappahilalang di Desa Batu Putih, Kecamatan Mallawa, Maros
- Pemegang IUP: PT Sedya Cipta Laksanaa Mining (PT SCLM)
- Lahan: Tahap awal 58 hektare dari luas wilayah izin 450 hektare
- Target produksi: Tahun pertama 160 ribu ton dan selanjutnya 240 ribu ton per tahun
- Tenaga kerja: 65 orang tenaga lokal

Tenaga Kerja
TERKAIT dengan penyerapan tenaga kerja pada industri batubara ini, Joni mengatakan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 65 orang dengan pengerahan tenaga kerja diprioritaskan khusus yang memiliki keahlian di bidang petukangan dan konstruksi serta tenaga kerja buruh kasar (non skill).
"Keseluruhan tenaga kerja yang dibutuhkan ini akan direkrut dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal atau dari lokasi tapak proyek dan jika belum mencukupi maka akan diprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari daerah sekitarnya," ungkap Joni.(ink)

http://www.tribun-timur.com/read/art...gera-Ditambang
Sony Sjklw no está en línea  
Old June 4th, 2010, 01:23 AM   #319
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Selasa, 01 Juni 2010, 20:37
Perusahaan Kalla Dorong Nilai Ekspor Sulsel


Makassar (ANTARA News) - Perusahaan elektronik milik mantan Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla, telah memberikan kontribusi terbesar terhadap besaran nilai ekspor Sulawesi Selatan selama April 2010 di tengah anjloknya beberapa komoditas ekspor unggulan asal Sulsel.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Bambang Suprijanto, di Makassar, Selasa, mengungkapkan, PT. Kalla Electrical System yang melakukan aktifitas ekspor bahan baku untuk kebutuhan industri pesawat terbang ke Korea Selatan telah memberikan andil positif terhadap nilai ekspor Sulsel selama April 2010.

Data BPS menyebutkan, ekspor Sulsel ke Korea Selatan pada April 2010 mencapai angka yang terbesar selama beberapa tahun terakhir yakni mencapai 14,067 juta dolar AS atau naik sekitar 11,871 dolar AS dari realisasi ekspor Suslel pada Maret 2010.

Sementara itu, ekspor Sulsel ke negara tujuan Jepang yang selama ini mendominasi nilai ekspor Sulsel anjlok dari nilai ekspor selama Maret 2010 sebesar 96,647 dolar AS turun pada April 2010 yang hanya sebesar 6,113 dolar AS.

Penurunan nilai ekspor ini dipicu oleh adanya penurunan beberapa komoditas ekspor Sulsel seperti Kakao pada April ini turun 4,091 juta dolar AS dari Maret sebelumnya yang hanya 31,138 juta dolar AS dan beberapa komoditas lainnya seperti garam, belerang, kapur, karet, dan industri pakan ternak.

Total nilai ekspor Sulsel selama April 2010 turun 106,904 dolar AS dari nilai ekspor Maret 2010, akibat komoditas yang cukup besar memberikan andil terbesar terhadap nilai ekspor Sulsel ini dilaporkan nihil pada beberapa bulan terakhir ini. (T.KR-HK/M012)


Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...omic&Itemid=62
Comeliness no está en línea  
Old June 4th, 2010, 06:07 PM   #320
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,311

Edisi 04 Juni 2010
Ekspor Rotan Sulawesi Selatan Meningkat 98 Persen

Kini pintu keluar untuk ekspor lebih terbagi ke wilayah lain.

MAKASSAR -- Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36, yang melarang ekspor rotan bukan dari tempat produksi asal, mampu meningkatkan ekspor rotan Sulawesi Selatan hingga 98 persen. Menurut data Asosiasi Mebel dan Rotan Indonesia (Asmindo) Sulawesi Selatan, sebelum peraturan ini ditetapkan pada Oktober lalu, ekspor hanya 797 ton. Enam bulan sesudahnya ekspor meningkat hingga 1.575 ton.

"Menurut saya, peraturan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan ekspor di Sulawesi Selatan," ucap Mansyur A.S., Sekretaris Asosiasi Mebel dan Rotan Indonesia Sulawesi Selatan, kemarin. Peraturan ini berlaku hingga 2011. Mansyur mengatakan peraturan ini perlu untuk diteruskan karena telah memberikan dampak positif bagi peningkatan ekspor di Sulawesi Selatan.

Sebelum kebijakan ini diberlakukan, 62,84 persen ekspor rotan dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dan Tanjung Perak di Surabaya. "Kini pintu keluar untuk ekspor lebih terbagi ke wilayah lain," katanya.

Keinginan untuk diteruskannya peraturan tersebut disertai dengan saran mengenai revisi. Yang pertama, kata Mansyur, rotan yang tidak dipakai di dalam negeri sebaiknya diekspor dengan proses wash and sulfured. "Alasannya, ada jenis rotan tertentu, misalnya rotan semambu dan tohiti, yang justru kalau diolah jadi rotan polish harganya akan turun," ucap Mansyur.

Revisi kedua adalah ada keinginan untuk menghapuskan sistem wajib pasok bagi industri dalam negeri. "Ini penting karena daya serap industri dalam negeri masih kecil. Penyebabnya, permintaan terbatas akibat krisis keuangan global beberapa waktu lalu serta adanya substitusi rotan ke bahan plastik yang cukup tinggi."

Ketika ditanya soal dampak penghapusan wajib pasok akan mengurangi proteksi bagi industri dalam negeri, Mansyur mengatakan setidaknya persentase kuota dapat diperbesar dibanding saat ini. "Ya, setidaknya kuotanya diperbesar," ucap Mansyur. Saat ini peraturan menetapkan kuota ekspor sebanding dengan kuota rotan yang dipasok ke industri dalam negeri. Manysur juga menginginkan penurunan pungutan ekspor. "Sekarang pungutan ekspor 15 persen, sebaiknya menjadi 10 persen saja."

Sejak Peraturan Menteri Perdagangan diberlakukan, eksportir rotan meningkat dari 4 eksportir terdaftar rotan (ETR) menjadi 6 ETR. Eksportir ini merupakan industri pengolah barang setengah jadi. Secara nasional ekspor rotan naik 17,12 persen. Di Sulawesi, ekspor naik 38,8 persen. Di Kalimantan meningkat tajam, yakni 98,4 persen, dan Sumatera naik 24,58 persen. Data diambil berdasarkan perbandingan produksi enam bulan sebelum dan enam bulan setelah peraturan diberlakukan.

Sulawesi Selatan memiliki potensi produksi rotan sebesar 15 ribu ton. "Realisasinya sekitar 10 ribu ton," ucap Mansyur. Produksi rotan banyak berasal dari wilayah Luwu, Sidrap, Enrekang, Soppeng, dan Bone. Jenis rotan yang dihasilkan adalah rotan lambing, batang, tohiti, jermasin, tarumpu, dan manuk. FADHILAH NAZIF


Source: http://www.korantempo.com/korantempo...202403.id.html
Comeliness no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 09:15 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu