daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old July 17th, 2010, 10:22 PM   #361
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Sabtu, 17 Juli 2010, 23:11
Chevrolet Bidik Perusahaan Taxi

Makassar (ANTARA News) - Perusahaan produsen mobil Chevrolet membidik perusahaan taxi sebagai mitra kerja sama. "Kami berencana akan membuka jaringan sebagai mitra kerjasama dengan perusahaan taxi yang ada di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara," kata Sales Manager PT Panaikang Inti Sejahtera, Usman Gading, di Makassar, Sabtu.

Hal ini, kata dia, merupakan salah satu strategi pemasaran yang ditempuh dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, mobil Chevrolet yang dipasarkan untuk perusahaan taxi adalah Chevrolet tipe Lova, yang spesifikasinya memang cocok untuk kebutuhan perusahan taxi. Hingga saat ini, Chevrolet sudah membangun kerja sama dengan sejumlah perusahaan taxi yang ada di kawasan Sulselrabar. "Perusahaan taxi yang sudah menjadi mitra kami adalah Gowa Mas, Koperasi Taxi Bandara (Kopsidara), Agung Transport, dan Swawindu," jelasnya.

Dari sejumlah perusahaan taxi tersebut, penjualan mobil terbesar dilakukan oleh Gowa Mas. Ia mengatakan, pada pertengahan tahun 2010, perusahaan tersebut sudah membeli sebanyak 185 unit. "Untuk penambahan mobil, masih akan menunggu kerja sama lebih lanjut," ungkapnya. Ia menambahkan, saat ini pihak PT Panaikang Inti Sulawesi masih mengupayakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan taxi. "Sekarang sudah sampai pada tahap negosiasi dengan perusahaan taxi," ucapnya. (T.pso-103/F003)


Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...omic&Itemid=62


Sabtu, 17 Juli 2010, 22:25
Gubernur akan Evaluasi Lahan Konsesi Tidur

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan pemerintah provinsi dalam enam bulan ke depan akan melakukan evaluasi pada lahan-lahan konsesi tidur. "Yang punya lahan konsesi dan dalam waktu lama tidak berjalan akan kita usulkan untuk mencabutnya agar sumber daya alam yang ada bisa dimanfaatkan," jelasnya di Makassar, Sabtu. Penertiban terhadap lahan konsesi yang tidak bergerak tersebut, katanya, akan mulai dilakukan pemerintah pada tahun ini.

"Saya lebih memilih hutan dibanding tambang, untuk mempertahankan hutan saya mendukung menteri kehutanan untuk tidak memberikan ijin kecuali pada hutan produksi terbatas atau konservasi," jelasnya. Menurutnya, tambang tidak terlalu bergairah di Sulsel dengan alasan untuk menjaga pelestarian hutan.

"Kita sarankan kepada investor tambang untuk melakukan eksplorasi hutan dengan cara penambangan dalam atau menambang dari bawah sehingga tidak merusak hutan dibandingkan dengan penambangan luar," jelasnya. Namun, cara penambangan dalam tersebut biasanya tidak dipilih oleh investor karena membutuhkan biaya lebih mahal. Ia menambahkan, pertanian tetap menjadi sektor paling utama untuk menjadi dasar ekonomi rakyat. (T.KR-RY/F003)


Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...-news&Itemid=1
Comeliness no está en línea  

Sponsored Links
 
Old July 17th, 2010, 10:27 PM   #362
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Sabtu, 17 Juli 2010, 19:02
Tambang Bijih Besi Bone Tampung 1.000 Pekerja

Makassar (ANTARA News) - Pembangunan tambang dan industri bijih besi di Kabupaten Bone diperkirakan bisa menampung 1.000 pekerja. "Pada tahap awal percobaan produksi saja kami sudah menampung 100 pekerja, mungkin kalau sudah jalan bisa menampung hingga 1.000 pekerja," kata Direktur Utama PT Anugerah Bumi Sukarsono di Makassar, Sabtu, usai memaparkan rencana pengembangan industrinya kepada gubernur.

Perusahaan tambang dalam negeri itu berencana membuka tambang dan bijih besi di Bone dengan total nilai investasi sekitar 500 juta dolar AS. "Pada tahap awal nilai investasi kami senilai 100 juta dolar AS dan untuk saat ini sudah ada percobaan produksi," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk sementara pihaknya masih dalam tahap persiapan sambil menunggu izin dari kementerian kehutanan yaitu izin pinjam pakai hutan dilalui alat transportasi menuju pelabuhan. "Sesuai undang-undang kita menunggu izin dulu. Setelah ada izin baru kita berani untuk bergerak," jelasnya. Sedangkan untuk surat permohonan izin prinsip wilayah, katanya, telah sampai di meja menteri atas dukungan gubernur. "Izin analisa mengenai dampak lingkungan juga diperkirakan akan keluar pada pekan depan," tambahnya. Ia mengatakan, dari perkiraan awal potensi bijih besi dari total 2500 hektare lahan dapat mencapai 200 juta ton.

Perusahaan yang juga mengelola tambang batu bara dan tembaga di daerah lain di Indonesia itu rencananya akan melakukan peletakan batu pertama pelabuhan untuk fasilitas pengiriman hasil produksi pada November 2010. Ia menambahkan, negara tujuan ekspor pertama jika sudah beroperasi adalah China. Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Sulsel mengungkapkan, sebuah perusahaan India bernama Radee Group juga akan menanamkan investasinya untuk tambang bijih besi senilai satu juta dolar Amerika di Bone.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, masuknya investasi tambang ini merupakan satu dari lima industri tambang yang ditargetkan akan masuk ke Sulsel tahun ini. Sebelumnya, gubernur mengungkapkan, rencana kehadiran lima tambang tersebut akan ikut mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dari 8,02 persen menjadi 8,65 persen pada triwulan III 2010.

"Pelan-pelan kita akan mewujudkan target ini, namanya juga harapan harus ditargetkan. Kita targetkan November sudah ada langkah nyata, jika pada saat itu belum dibuktikan kita cabut," ujarnya. Gubernur juga menyatakan dukungannya untuk mencari alternatif pengkonservasian hutan dan akan membantu membicarakan dengan menteri mengenai permohonan ijin pinjam pakai hutan untuk dilalui alat transportasi. (T.KR-RY/A023)


Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...-news&Itemid=1
Comeliness no está en línea  
Old July 21st, 2010, 07:31 PM   #363
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Banyak sisa duit bisa buat perbaiki infrastruktur nih.

Rabu, 21 Juli 2010, 21:40
Silpa APBD Sulsel 2009 Rp333 Miliar

Makassar (ANTARA News) - Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel 2009 mencapai Rp333 miliar. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada penjelasan awal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Sulsel 2009 dalam sidang paripurna DPRD Sulsel di Makassar, Rabu.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Silva APBD Sulsel 2008 yang hanya Rp214 miliar. Tingginya Silpa, kata Syahrul, adalah buah dari kerja keras pemerintah dalam efisiensi anggaran. Meski begitu, pertanggungjawaban APBD kali ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang dinyatakan disclaimer atau tidak bisa diberikan penjelasan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Hasil pemeriksaan oleh BPK RI memberikan opini wajar tehadap APBD Sulsel 2009, atau naik tiga kelas dari tahun sebelumnya," kata Syahrul. Mantan Wakil Gubernur Sulsel ini optimis, pengelolaan APBD Sulsel 2010 akan semakin baik dan penilaiannya naik satu tingkat. Syahrul yang juga mantan Bupati Gowa menyebutkan realisasi penggunaan anggaran Sulsel 2009 mencapai Rp2,17 triliun atau 96 persen dari total APBD Rp2,25 triliun. Sementara realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,28 triliun dari Rp1,33 triliun yang ditargetkan. Pajak kendaraan bermotor Sulsel pemberi kontribusi PAD terbesar yakni Rp700 miliar lebih. (T.pso-099/S006)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/in...-news&Itemid=1


Rabu, 21 Juli 2010, 21:41
Sulsel Mulai Bangun Jalan Lingkar CPI

Makassar (ANTARA News) - Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai membangung jalan lingkar Center Point of Indonesia (CPI) di kawasan Kota Mandiri Tanjung Bunga, Makassar. "Pembangunan jalan di CPI sudah dimulai dan dilaksanakan tetap sesuai dengan rancangan awal," kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Sulsel, Syarif Burhanuddin, di Makassar, Rabu.

Jalan sepanjang 2,5 kilometer yang membentang dari Pantai Losari tembus samping Trans Studio akan dibangun dengan konstruksi paving blok selebar 20 meter dengan desain boulevard. Dinas Tarkim selaku penanggungjawab pembangunan infrastruktur, mengelola anggaran sebesar Rp7 miliar pada APBD Sulsel 2010 khusus untuk membangun jalan di kawasan yang nantinya akan menjadi losari baru.

Syarif mengatakan pembangunan jalan tersebut bertujuan menarik sekaligus membuka akses bagi investor untuk menanamkan modalnya di kawasan CPI. Selain itu, kata dia jalan tersebut nantinya akan menjadi kawasan wisata baru bagi masyarakat Sulsel, sekaligus sarana olahraga lari sambil menikmati matahari terbenam (sunset). Dalam kawasan CPI, nantinya akan dibangun lapangan karebosi baru (new karebosi) dengan luas 16 hektar atau dua kali luas lapangan karebosi sekarang, wisma negara, Masjid Asmaul Husna, dan berbagai fasilitas yang modern.

Sebelumnya Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Hery Suheri Attas mengkritik Dinas Tarkim karena dinilai lambat dalam menindaklanjuti pembangunan jalan lingkar yang terletak dipesisir tanah tumbuh Tanjung Bunga. Menurut dia, lahan yang dilewati jalan yang ada dalam desain sudah dikapling masyarakat, sehingga Tarkim harus membebaskan kembali lahan tersebut. Komisi D kata dia tidak akan mentolerir pembangunan jalan yang melenceng dari konsep awal. (T.pso-099/S005)


Source: http://antara-sulawesiselatan.com/in...nomic&Itemid=1
Comeliness no está en línea  
Old July 22nd, 2010, 04:00 AM   #364
Felix_Bpp
Anak kampung masuk kota
 
Felix_Bpp's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Location: Makassar -> Balikpapan -> Jakarta
Posts: 1,062
Likes (Received): 58

Wisata alam air terjun Bantimurung – Kab. Maros
















Felix_Bpp no está en línea  
Old July 22nd, 2010, 11:15 PM   #365
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Quote:
Originally Posted by Felix_Bpp View Post
Wisata alam air terjun Bantimurung – Kab. Maros





Thanks for sharing your picts here.
Btw, did you visit your parents' hometown in Bone during your recent trip?
Comeliness no está en línea  
Old July 23rd, 2010, 05:14 AM   #366
Felix_Bpp
Anak kampung masuk kota
 
Felix_Bpp's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Location: Makassar -> Balikpapan -> Jakarta
Posts: 1,062
Likes (Received): 58

Quote:
Originally Posted by Comeliness View Post
Thanks for sharing your picts here.
Btw, did you visit your parents' hometown in Bone during your recent trip?
You’re welcome
Hey.. how did you know my parent’s hometown?

there were another personal reasons that’s why I did not visit Bone city
but I’m really sorry I could not tell you anyway on this city’s forum.. will be out of topic
Next trip I’ll do it.. “I promise”
Felix_Bpp no está en línea  
Old July 23rd, 2010, 11:10 PM   #367
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Quote:
Originally Posted by Felix_Bpp View Post
Hey.. how did you know my parent’s hometown?
It was a lucky guess or maybe I was a psychic (just kidding).



|JUMAT, 23 JULI 2010 | 03:03 WITA |
Sulsel Tawari Arab Saudi Investasi Tambang

MAKASSAR -- Pemerintah Arab Saudi mengundang Pemprov Sulsel untuk membahas rencana kerja sama. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, akan menghadiri langsung pembicaraan kerja sama itu di Arab Saudi, 29 Juli mendatang. Syahrul mengungkapkan, lima poin kerja sama telah disiapkan untuk ditawarkan ke Pemerintah Arab Saudi. Salah satu potensi Sulsel yang akan dipaparkan di depan petinggi pemerintahan dan pengusaha Arab Saudi di antaranya peluang investasi sektor pertambangan. Potensi pertambangan Sulsel beragam dengan deposit yang besar dari tambang mineral, minyak bumi, dan gas alam. Syahrul berharap, dari pertemuan undangan tersebut, pemerintah maupun pengusaha Arab Saudi mau berinvestasi di Sulsel.

Tawaran kerja sama lainnya yang juga akan dijajaki dengan Arab Saudi adalah ekspor bahan pangan, dan pembangunan kawasan Centre Point of Indonesia. "Kita coba tawarkan ekspor beras dan hasil pertanian lain yang dibutuhkan masyarakat di Arab Saudi," jelasnya, Kamis, 22 Juli.

Salah satu pertimbangan melakukan penjajakan kerja sama dengan Arab Saudi karena pertumbuhan negara penghasil minyak itu sangat bagus. Arab Saudi juga memiliki dana untuk bujet investasi besar yang ditempatkan di berbagai negara. Tawaran kerja sama lain yang tak kalah pentingnya dijajaki dengan Arab Saudi adalah pengiriman tenaga kerja dari Sulsel. Syahrul berharap, peluang tenaga kerja dari Sulsel dengan lapangan kerja yang lebih baik terbuka luas.

Pertemuan awal dengan Pemerintah Arab Saudi telah dilakukan Syahrul dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, kemarin. Selain menawarkan peluang investasi, Syahrul dan dubes Arab Saudi juga membahas rencana pembangunan sekolah agama. "Pemprov Sulsel diminta memasukkan proposal permintaan bantuan pembangunan sekolah agama. Pemerintah Arab Saudi juga merespons positif rencana pemberian bantuan masjid yang akan dibangun di kawasan Centre Point of Indonesia," beber Kepala Biro Humas dan Protokoler Sulsel, Agus Sumantri. (rif)


Source: http://news.fajar.co.id/read/99391/4...estasi-tambang


Jum'at, 23 Juli 2010 | 12:20 WIB
CAFTA Tak Berdampak Negatif di Sulawesi Selatan

TEMPO Interaktif, Makassar - Pimpinan Bank Indonesia Cabang Makassar, Lambok A. Siahaan mengatakan perjanjian Cina dan Asia Tenggara yang disebut CAFTA (China-ASEAN Free Trade Area) tidak berdampak negatif terhadap perdagangan Sulawesi Selatan. “Ini karena produk di Sulawesi Selatan dan Cina yang diperdagangkan antar negara tidak bersaing,” kata Lambok setelah rapat rapat koordinasi pengamanan kebutuhan pokok menghadapi bulan Ramadan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di rumah jabatan Gubernur pagi tadi.

Ia mengatakan, produk unggulan Sulawesi Selatan berada di sektor pertanian, sementara itu produk Cina yang masuk kesini kebanyakan dari sektor industri. “Mungkin hal ini berbeda dampaknya dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah yang mungkin punya produk yang bersaing dengan Cina,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai pengaruh buah impor asal Cina terhadap perdagangan buah di Sulawesi Selatan, ia mengakui ada banyak buah impor Cina yang beredar di wilayah ini, tetapi tidak berpengaruh. “Ini bukan dipengaruhi oleh CAFTA karena masuknya buah impor Cina ke Sulawesi Selatan sudah dari dulu,” katanya. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Ahmad Habib mengatakan hal senada. “Perdagangan kita malah surplus dengan Cina,” ucap Habib. Sektor pertanian dan perikanan asal Sulawesi Selatan, jelas Habib, banyak diekspor ke Cina. “Banyak ikan segar dan juga udang yang kita kirim ke sana,” katanya. FADHILAH NAZIF


Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/ma...265729,id.html
Comeliness no está en línea  
Old July 28th, 2010, 06:32 PM   #368
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Rabu, 28 Juli 2010 19:25
Pabrik Cairan Inpus Dibangun Akhir 2010

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akhir tahun ini akan mulai membangun pabrik cairan inpus berkapasitas 10 juta botol per tahun, di Kecamatan Ere Merasa, Kabupaten Bantaeng. "Pembangunan pabrik cairan inpus di Bantaeng akan dimulai setelah badan usahanya terbentuk yang sementara kita buat. Rencana peletakan batu pertama dilakukan akhir tahun ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rachmat Latief di Makassar, Rabu.

Rachmat mengemukakan, pembangunan pabrik cairan infus yang nantinya bisa mensuplai kebutuhan cairan inpus se kawasan Indonesia Timur sudah melalui studi kelayakan, penandatanganan kerjasama pemprov Sulsel dan Pemkab Bantaeng, serta persetujuan dengan pihak ketiga. Kepastian memiliki industri cairan inpus, lanjutnya, diraih setelah studi kerja ke PT Otsuka Indonesia di Lawang, Jatim, membuat studi kelayakan untuk menentukan jenis industri farmasi yang sesuai, membuat rencana anggaran, membentuk tim kerja hingga tahap pelaksanaan.

Kehadiran industri ini, kata Rachmat, akan membawa dampak terhadap perekonomian daerah, termasuk peningkatan pendapatan daerah melalui sektor perpajakan, penyediaan lapangan kerja, serta memenuhi kebutuhan cairan inpus Sulsel yang mencapai 5 juta botol per tahun. Pembangunan yang akan menelan investasi Rp21 miliar ini merupakan bagian dari usaha Gubernur Syahrul Yasin limpo, untuk menjadikan Sulsel sebagai provinsi yang unggul dan diperhitungkan di berbagai sektor. Kehadiran pabrik cairan inpus akan menunjang program pelayanan kesehatan gratis yang ditetapkan Pemprov Sulsel, khususnya dalam pengadaan serta penyediaan obat yang aman dan bermutu, serta mudah diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau. (T.pso-099/S016)


Source: http://antara-sulawesiselatan.com/in...-news&Itemid=1
Comeliness no está en línea  
Old July 29th, 2010, 06:00 AM   #369
bkz010019
Registered User
 
Join Date: Sep 2008
Posts: 1,761
Likes (Received): 14

Syahrul Teken MoU dengan Arab Saudi
Wednesday, 28 July 2010

MAKASSAR (SI) – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam enam hari kedepan akan menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah. Syahrul dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi melalui Jakarta,Kamis,hari ini.

Kepergian Syahrul tersebut atas undangan resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Selain menjalankan ibadah umroh, mantan Bupati Gowa ini dijadwalkan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pengiriman tenaga kerja untuk bekerja di rumah sakit milik pemerintah kerajaan. "Saya berangkat ke Arab Saudi untuk menindak lanjuti sejumlah pertemuan dengan Dubes pekan lalu sekaligus menjalankan ibadah umrah.

Cuma enam hari," singkat Syahrul kepada wartawan di Makassar Golden Hotel,kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo melakukan penjajakan kerjasama dengan Dubes Arab Saudi Abdurrahman Muhammad Amin Al Khayat.

Ada lima agenda yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut yakni penambahan kuota haji untuk Sulsel. Empat agenda lainnya yakni penjajakan kerjasama ekonomi dan perdagangan, pengiriman tenaga kerja terlatih, investasi, serta pendidikan.

Selain itu,penjajakan juga dilakukan untuk pemberian bantuan pembangunan dan pemeliharaan masjid yang ada di Sulsel. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Agus Sumantri menambahkan, MoU yang ditandatangani tersebut yakni terkait keinginan pemerintah Kerajaan Arab Saudi menerima tenaga kerja terlatih dari Sulsel untuk menjadi perawat pada rumah sakit kerajaan.

"Ini kan undangan resmi, jadi akan ada penandatanganan MoU bidang tenaga kerja untuk pengiriman perawat terlatih untuk bekerja disana," jelasnya. Agus Sumantri mengatakan, Gubernur dijadwalkan hanya lima hari berada di Arab Saudi.Kepergian Syahrul Yasin Limpo tersebut disertai Ny Ully Ayunsri Harahap, Kadis Tenaga Kerja Saggaf Saleh, beserta sejumlah Kepala Dinas. (abriandi)

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edi...t/view/340924/
bkz010019 no está en línea  
Old July 29th, 2010, 09:25 PM   #370
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Sudah banyak rakyat mati korban elpiji yg harusnya tak perlu terjadi bila city gas ini diprioritaskan sejak awal dari RI berdiri bukannya setelah 65 thn merdeka baru ada ide city gas. Di-negara2 maju, penataan kotanya mengharuskan gas mengalir kesemua rumah termasuk ke penduduk miskin.
Indo penghasil gas tapi gasnya diexport bukannya diutamakan utk penduduknya.
Malahan elpiji jadi bisnis Pertamina yg...



Kamis, 29 Juli 2010 19:51
Program Gas Kota Dicanangkan di Kabupaten Wajo

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Sulawesi Selatan mencanangkan realisasi program Gas Kota atau "City Gas" di Kabupaten Wajo, kata Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, Bustanuddin Syam, di Makassar, Kamis. Ia mengatakan, Kabupaten Wajo merupakan satu-satunya penghasil gas di Provinsi Sulsel dengan potensi yang sangat memadai. "Kami menargetkan pada tahun 2011, Kabupaten Wajo sudah bisa menjadi salah satu Kota Gas di Indonesia bersama dengan daerah lain yang sudah menjadi Kota Gas," ungkapnya. Minimal, lanjutnya, jika target tersebut belum terpenuhi, pada tahun 2011 sudah terdapat konstruksi City Gas di Kabupaten Wajo. Dalam waktu dekat ini, kata dia, realisasi program tersebut akan diusulkan kepada Pemerintah Pusat.

"Sama dengan daerah lain, konsep City Gas ini adalah penyambungan langsung pipa dari pusat gas ke rumah-rumah warga, khususnya untuk keperluan rumah tangga sehari-hari," terangnya. Ia menambahkan, dari konstruksi City Gas ini, dapat diketahui jumlah kelurahan dan rumah tangga yang bisa dialiri pipa gas. "Karena itulah, harus dipersiapkan infrastruktur perkotaan yang cukup memadai untuk pelaksanaan program ini," tuturnya.

Program kota gas merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya pengembangan energi alternatif. "Program ini bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan energi dengan harga murah dan masyarakat terhindar dari kelangkaan bahan bakar," jelasnya. Selain memiliki keuntungan dari sisi ekonomi, program Gas Kota juga memiliki kelebihan dari segi keamanan, dimana tekanan gas pada saat distribusi melalui pipa ke rumah warga sangat kecil. "Dengan begitu, potensi terjadinya kebocoran yang bisa mengakibatkan kebakaran juga sangat kecil," lanjutnya. (T.pso-103/S005)


Source: http://antara-sulawesiselatan.com/in...-news&Itemid=1

Last edited by Comeliness; August 22nd, 2010 at 09:26 PM.
Comeliness no está en línea  
Old July 30th, 2010, 06:39 AM   #371
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,869
Likes (Received): 460

Enrekang Menuju Kawasan Tanpa Rokok
Jumat, 30 Juli 2010


Kompas.com ; Sama sekali bukan karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah me-warning penduduk dunia akan bahayanya merokok dan menyuluhkan meningkatnya angka kematian akibat tidak langsung dari merokok yang sejak tahun 2004 sudah mencapai angka kematian 5 juta per tahun.

Namun, bagi Bupati La Tinro La Tunrung sudah mantap programnya untuk menjadikan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) yang hendak dicapai dalam tahun 2013.

Tekad mantan Manajer Kesebelasan PSM Makassar tahun 1998 tersebut bukanlah suatu isapan jempol. Sebab, sejak tahun 2001 sudah ada satu desa di Enrekang yang sukses menjadi KTR. Itulah Desa Bonebone di Kecamatan Baraka.

Desa ini sesungguhnya sudah layak masuk MURI, bahkan patut masuk Museum Rekor Dunia. Betapa tidak, mungkin inilah desa pertama di dunia yang menyatakan diri sebagai kawasan bebas rokok. Padahal, desa yang terletak di lereng Gunung Latimojong di ketinggian 1.300 meter-1.500 meter dari permukaan laut tersebut tentulah daerah dingin. Biasanya orang merokok untuk mengatasi udara dingin itu.

Bonebone terletak sekitar 50 km ke timur dari Kota Enrekang, dengan kondisi prasarana jalan dan jembatan yang sangat parah. Sementara Enrekang terletak 225 km sebelah utara Kota Makassar.

Menurut Muhamad Idris (44), Kepala Desa Bonebone, larangan merokok itu adalah kesepakatan warga desa. ”Ketika ide itu terlontar dalam rembuk desa sembilan tahun lalu, nyaris tidak ada penentang. Ada beberapa pemuda yang mulanya menolak.

”Setelah kita berdialog positif-negatifnya merokok, anak muda itu mengalah sehingga ketika saya ketuk palu, 100 persen sudah sepakat. Para perokok pun bersedia menaati kesepakatan, termasuk saya sendiri. Wah, saya merokok sejak usia SD dan mulai berhenti merokok sejak rembuk desa tersebut,” kata Idris. Rupanya memang kepala desa ini yang mulai dari dirinya sendiri memelopori berhenti merokok.

Seorang pemuka desa, Burhan Paga (53), menimpali, ”Kala itu, anak saya yang masih kelas 1 SD mencuri uang ibunya untuk membeli rokok.”

Sementara tokoh masyarakat lainnya, Firdaus (51), mengisahkan, ”Belasan tahun lampau, murid laki-laki banyak yang bodoh di kelas dan tidak ada yang mendapat ranking. Tapi, kini prestasi dan prestise telah kembali direbut kaum Adam sehingga anak laki-laki dari Bonebone sudah mampu bersaing dengan anak wanita di desanya, bahkan juga antar desa se-Kabupaten Enrekang.”

Orang luar yang masuk desa tidak boleh mengepulkan asap rokok di Bonebone. ”Menteri Kesehatan dan Bupati Enrekang ketika masuk desa ini menghormati aturan desa dan mereka tidak merokok.” kata Idris.

Ia menambahkan bahwa Kompas pernah selama lima tahun membiayai kebutuhan rokoknya. ”Sori pak wartawan. Saya pernah menjadi pengantar koran, loper harian Kompas di Makassar tahun 1985 sampai 1990. Kompas pula yang membiayai studi saya sampai selesai di Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin (sekarang Universitas Islam Negeri) Makassar Jurusan Dakwah,” ungkap Pak Kades.

Unik

Ada lagi keunikan Bonebone, desa yang berpenduduk tidak sampai 1.000 jiwa. Lima tahun lalu tatkala seantero dunia dikejutkan dengan penyebaran virus flu burung, desa tersebut menolak masuk ayam ras atau telurnya ke dalam desa. ”Tidak ada warga desa yang menjual rokok dan tiada pula yang beternak ayam ras,” simpul Idris.

Selain sukses meredam masuknya virus jahanam itu masuk Bonebone, warga desa juga mendapat manfaat lain. ”Ayam kampung atau ayam lokal berkembang dengan baik sehingga surplus untuk dijual ke pasar di kota. Kami juga merasa penduduk desa tambah sehat. Nyaris tiada lagi warga yang sakit ngilu di tulang (mungkin maksudnya asam urat atau rematik). Peternakan apa saja memang sulit berkembang di sini karena 100 persen penduduk desa bermata pencarian pokok berkebun, terutama kopi jenis arabika,” kata Firdaus, yang siang itu baru pulang dari kebun bersama Burhan.

Masih ada keunikan lain dari desa yang luasnya 20 km persegi tersebut, ”Di sini, setiap pasang manusia yang hendak menikah harus menanam pohon minimal lima batang. Tujuannya tentu saja untuk pelestarian alam dan lingkungan hidup. Kami hidup dari alam dan untuk itu kami juga harus memelihara alam itu,” kata Idris.

Burhan menambahkan, ”Di Bonebone juga sudah lama berlaku aturan bahwa hanya pasangan manusia yang tahu ngaji yang berhak dinikahkan. La Tinro La Tunrung sudah menerapkan hal itu di seluruh Enrekang setelah dilantik menjadi bupati, enam tahun lalu. Tetapi, kami sudah lama melaksanakan yang demikian.”

Last but not least , dalam Kontes Aroma Kopi Nasional Tahun 2008 di Jember, Jatim, Bonebone keluar sebagai juara pertama.

”Impossible Mission”?

Keberadaan Desa Bonebone sebenarnya telah menjadi perhatian internasional, termasuk WHO. Cuma belum ada media yang pernah menayangkan profil desa ini. ”Ya, tentu takut kehilangan iklan rokok,” komentar Bupati La Tinro.

Program KTR berbeda dengan Program Kesehatan Gratis (PKG) yang dikembangkan Pemprov Sulsel. PKG bersifat kuratif, yaitu mengobati/menyembuhkan. Sementara KTR bersifat preventif, mencegah timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh rokok. Nah, ilham dari Bonebone inilah yang menginspirasi Bupati La Tinro untuk menjadikan seluruh Enrekang sebagai KTR.

Dalam tahun 2009 Pemkab Enrekang menerapkan program replikasi (peniruan) secara bertahap pada desa-desa dan kelurahan di Enrekang. Bupati juga melaksanakan program diseminasi (penyebaran) pada kantor-kantor dan instansi pemerintahan lainnya. Bahkan, program diseminasi ini dengan menumpangi Gerakan Hidup Bersih dan Sehat sudah merambah rumah-rumah tangga penduduk.

Bupati bertekad, dalam tahun 2011 KTR akan diterapkan pada satu kecamatan (kemungkinan Baraka), lalu pada tahun 2012 pada enam kecamatan. Pada tahun 2013 semua kecamatan di Enrekang (12) akan mengimplementasikan KTR.

Bupati La Tinro sudah pernah mempresentasikan Desa Bonebone dengan program KTR-nya atas undangan WHO. Demikian pula WHO sudah pernah mengirim tim peninjau ke Enrekang, khususnya ke Bonebone.

Banyak yang berpendapat program KTR untuk satu kabupaten adalah suatu impossible mission. Bagaimana bisa possible bila pendatang juga dilarang merokok?

Mungkin La Tinro berhasil menerapkan hal tersebut pada tahun 2013. Tetapi, itu hanya satu hari saja! Sebab, dalam tahun itu juga ia harus turun takhta setelah memerintah selama 10 tahun.
Ocean One está en línea ahora  
Old July 30th, 2010, 04:41 PM   #372
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Jumat, 30 Juli 2010, 21:27
Sulsel Rancang Info Pajak Kendaraan Lewat SMS

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merancang cara penyampaian informasi jumlah pajak kendaraan bermotor kepada wajib pajak lewat pesan singkat Short Massage Sistem. "Kami akan bekerjasama dengan operator seluler untuk memberikan informasi kepada setiap wajib pajak lewat SMS, tentang jumlah pajak kendaraan yang mereka harus bayar," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel, Arifuddin Dahlan, di Makassar, Jumat.

Menurutnya, syarat bagi konsumen untuk mendapatkan atau menerima SMS info jumlah pajak maupun waktu jatuh tempo yaitu wajib pajak harus memiliki kelengkapan administrasi. "Hanya wajib pajak yang memiliki tiga hal yang bisa dilayani yaitu, BPKB asli, STMK asli, dan KTP asli. Kalau salah satunya tidak ada maka tidak bisa dilayani," jelasnya.

Salah satu tujuan layanan SMS pajak kendaraan bermotor yakni mengingatkan kepada wajib pajak agar segera membayar sebelum jatuh tempo, sekaligus memastikan jumlah pajak yang mesti dibayar. Arifuddin mengemukakan, banyak wajib pajak yang enggan dan membiarkan diri berlarut-larut ke kantor Samsat, karena tidak mengetahui jumlah pajak ditambah denda yang harus dibayar.

Selain itu, program tersebut dimaksudkan untuk mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor, yang menjadi sumber pendapatan daerah tertinggi bagi Sulsel yakni ditargetkan. Untuk memudahkan pelayanan pajak kendaraan, Pempov Sulsel juga telah melayangkan program, Samsat Sayang, Samsat On Line, dan Drivre Thru. (T.pso-099/M012)


Source: http://antara-sulawesiselatan.com/in...-news&Itemid=1

Last edited by Comeliness; July 31st, 2010 at 01:47 AM.
Comeliness no está en línea  
Old July 30th, 2010, 04:52 PM   #373
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Jum'at, 30 Juli 2010 | 14:11 WIB
Dahlan: PLTU Jeneponto Berfungsi Tahun ini

TEMPO Interaktif, Makassar - Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto diharapkan dapat direalisasikan tahun ini jika berjalan lancar. Sekarang pembangunannya masih berjalan, dimulai sejak 2007 lalu. "Kalau misalnya berjalan lancar, tahun ini masyarakat sudah bisa mendapatkan pasokan listrik,” kata Dahlan Iskan, Direktur Utama PT PLN saat berkunjung ke PLTU Jeneponto di Desa Punnagaya Kecamatan Bangkala, hari ini.

Dalam kunjungannya, Dahlan didampingi Pimpinan Bosowa Grup, Erwin Aksa. Erwin optimis pembangunan pembangkit listrik senilai Rp 2 triliun tersebut dapat rampung pada akhri 2011. Selama ini, kata dia, pembangunannya terkendala oleh tarif. Meski demikian, pihaknya akan mempercepat pembangunanannya. Ia optimisi target yang sudah direvisi tersebut dapat tercapai. “Saat ini perkembangunan pembangunan PLTU ini baru mencapai 11 persen,” kata Erwin.

Sementara Dahlan Iskan mengatakan, saat ini tarif listik yang dikenakan swasta untuk dijual kepada PLN sedang masa penetapan. Sebelumnya tarif jual kepada PLN oleh swasta sebesar Rp 415 per kwh. Tarif tersebut, kata Dahlan, dinilai terlalu rendah oleh pihak swasta, apalagi saat ini harga batu bara melonjak tinggi mencapai US 80 dollar per ton pada 2009. Sebelumnya batu bara hanya seharga US 20 dollar per ton. Karena surat keputusan mengenai tarif maksimun seharga Rp415 per kwh sudah dicabut, ucap Dahlan, maka pihak swasta memperoleh kesempatan harga jual yang lebih tinggi. “Idealnya harganya antara Rp 600 – Rp 700 per KWH,” katanya. Melihat lokasi pembangkit listrik itu, Dahlan menilainya sangat baik. “Lokasinya bagus, ada di teluk dan kedalaman airnya baik sehingga pembangunannya bisa cepat,” katanya. Alasan lain, kondisi tanah di sekitarnya juga baik. Sebab meskipun hujan, para buruh tetap bisa bekerja. FADHILAH NAZIF

Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/ma...267544,id.html

Jumat, 30 Juli 2010 14:43
Gas Wajo Diprioritaskan Penuhi Kebutuhan Listrik Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Energi gas di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, hanya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan listrik di provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Bustanuddin Syam mengatakan, Jumat, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, sudah menegaskan gas yang dihasilkan di Kabupaten Wajo tidak akan diperdagangkan ke luar Sulsel jika kebutuhan di Sulsel sendiri belum terpenuhi.

"Sebagian besar energi gas yang dihasilkan tersebut digunakan untuk kebutuhan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Patila," jelasnya. Menurutnya, PLTG tersebut hanya memiliki kapasitas listrik 195 MW, dimana volume gas yang digunakan adalah 42,8 MMSF per hari. Padahal untuk memenuhi kebutuhan listrik di provinsi ini dibutuhkan daya 315 MW. "Ini berarti kita masih membutuhkan daya sebesar 120 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan volume gas yang digunakan adalah sebesar 20 MMSF per hari," jelasnya. Karena itu, jika energi gas yang dihasilkan justru diperdagangkan ke luar daerah, maka kebutuhan gas di Sulsel tidak bisa terpenuhi. "Belum lagi gas ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga, khususnya untuk merealisasikan program Gas Kota pada 2011," ujarnya. Jika seluruh kebutuhan tersebut telah terpenuhi, barulah gas yang dihasilkan bisa diperdagangkan ke luar provinsi Sulsel, tambahnya. (T.pso-103/S004)


Source: http://antara-sulawesiselatan.com/in...news&Itemid=56
Comeliness no está en línea  
Old July 31st, 2010, 03:38 PM   #374
Sony Sjklw
Registered User
 
Sony Sjklw's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 9,777

Sabtu, 31-07-2010
Lahan Puluhan Warga Belum Dibebaskan

BARRU, BKM -- Proyek pelebaran jalan poros Barru-Parepare yang berada di wilayah Kecamatan Soppeng Riaja, Barru sampai saat ini masih menemui kendala dalam penuntasan pembayaran ganti rugi lahan. Puluhan warga pemilik lahan di daerah ini belum menemukan titik temu untuk menyelesaikan soal ganti rugi dengan pemerintah setempat.
Camat Soppeng Riaja, Charly R Fisher tak menampik masih ada warganya yang belum mendapatkan pembayaran ganti rugi. ''Memang ada puluhan warga yang belum bersedia melepas lahannya begitu saja untuk kepentingan proyek pelebaran jalan,'' kata Charly baru-baru ini.
Meski tidak merinci berapa jumlah pasti warga yang belum menerima ganti rugi lahan, tapi Charly optimis kalau permasalahan ganti rugi akan segera terselesaikan. Sebab pemerintah daerah sudah melakukan sosialisasi di berbagai wilayah kecamatan yang masuk dalam proyek pelebaran jalan poros tersebut.
"Kami berharap warga yang masih bertahan bisa sadar
untuk secepatnya menyepakati nilai ganti rugi yang harus dibayar,'' ujarnya.

http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=44527
Sony Sjklw no está en línea  
Old July 31st, 2010, 06:07 PM   #375
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

SABTU, 31 JULI 2010 | 01:46 WITA |
Listrik Sulawesi Samai Jawa 1978
PLTU Jeneponto dan Barru Ditarget Rampung 2011



RAMPUNG 2011. Dirut PT PLN (Persero) Dahlan Iskan didampingi Bupati Jeneponto Radjamilo dan CEO Bosowa Corporation, Erwin Aksa, dalam kunjungan ke PLTU Punagaya, Jeneponto, Sabtu 31 Juli. (FOTO MALLOMBASANG/FAJAR)

MAKASSAR -- Kondisi listrik di wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar (Sulselrabar) hampir sama kondisi listrik di Jawa pada 1978. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Dahlan Iskan mengungkapkan hal itu dalam pengarahan sesaat sebelum menutup Forum Transmisi ke-6 wilayah Sulmapa, di Lantai 6 Kantor PLN Wilayah Sulselrabar, Jumat, 30 Juli. Ungkapan tersebut tercetus untuk menggambarkan ketertinggalan kelistrikan Sulawesi dibanding wilayah Jawa.

Dahlan juga mengungkapkan, listrik di Sulsel sudah memiliki perencanaan ke depan yang bagus, sehingga diharapkan bisa menyamai Jawa. Untuk itu, lanjut Dahlan, karyawan PLN tidak boleh terlalu cengeng. Dia kemudian menyitir kasus gas di Sengkang. Menurutnya, jika tidak dapat energi dari Sengkang, bikin sumber energi yang lain. "Yang penting, perencanaan di Sulawesi jangan cengeng," ungkapnya. Di seluruh Indonesia, kata Dahlan, memang ada kecenderungan beberapa pemerintah daerah ingin menguasai sebagian sumber energi seperti gas. Beberapa pemda ingin diberikan jatah gas dan mereka ingin menjualnya kepada PLN melalui perusahaan daerah. "Saya setuju kalau pemda mau pakai perusda dan menjual gas ke PLN. Itu semangat otonomi daerah di mana saya juga termasuk salah satu penggagasnya. Yang saya tidak setuju, kalau pengusaha yang numpang di pemda, dan pemda hanya jadi tunggangan," lanjutnya.

Dahlan menambahkan, pihaknya ingin mengubah kurva beban di Sulsel, dan semua kepala, lanjutnya, harus berpikir untuk mencari ide. Sulawesi, kata dia, sudah terlalu besar, dan pembangkitnya tidak boleh lagi kanan luar atau kiri luar, melainkan harus menjadi pure center. Sehingga, di wilayah Sulawesi, perlu ada unit khusus untuk mengorganisir pembangkitan. "Tugasnya memikirkan bagaimana pembangkit tidak cepat rusak, juga untuk membagi-bagi pembangkitan. Unit pembangkitan tersebut rencana sudah terbentuk awal September dan orang-orangnya sudah bisa diseleksi dalam dua minggu ke depan," ujaranya.

Selain itu, Dahlan Iskan juga menegaskan stok trafo harus senantiasa tersedia di setiap gudang. Dahlan mengharapkan, trafo yang sudah tua harus diganti sebelum rusak, supaya bisa direkondisi. Baru-baru ini, lanjut CEO Jawa Pos Grup tersebut, dirinya bertemu dengan pimpinan PT Telkom. "Mereka punya teknologi yang tidak terlalu membutuhkan banyak listrik, trafonya nanti bisa diambil. Dan jumlahnya ada sekira 70 ribu trafo," sebutnya.Kemarin, Dahlan Iskan menyempatkan berkunjung ke PLTU Punagaya Jeneponto dan Barru.

Di Jeneponto, Dahlan Iskan mengatakan, sistem kelistrikan di Indonesia secara bertahap terus dibenahi dan dipacu pembangunannya. Sedikitnya ada 25 mega proyek investasi swasta yang kini dipacu, termasuk di PLTU Punagaya dengan kapasitas daya 2 X 125 MW. Dia mengatakan, pembangunan PLTU Punagaya sempat mengalami keterlambatan pembangunan, karena terkendala financial dan harga penawaran IPP yang terlalu rendah. Menurut Dahlan, sebelumnya harga IPP atau pembelian listrik swasta kepada PLN hanya sebesar Rp 450 per kwh, padahal idealnya bisa mencapai Rp 600 hingga Rp 700 per kwh. "Harga tersebut masih dalam pembahasan," katanya.

Dahlan menyebutkan, dari 25 pembangkit listrik swasta yang sedang dibangun, baru tercatat dua yang beroperasi yaitu Kalimantan dan Palu. Total investasinya berkisar Rp 50 triliun. "Diharapkan bisa jalan pada 2012 nanti," katanya. Di area Sulawesi sendiri, lanjut Dahlan, ada tujuh titik pembangkit yang sedang dikerjakan dan sebagian besar berada di Sulawesi Selatan dengan nilai investasi sekitar Rp 15 triliun.

Sementara itu CEO Bosowa Corporation, Erwin Aksa, menambahkan, progress pembangunan PLTU Punagaya secara keseluruhan baru mencapai 11 persen, sedangkan konstruksi pelabuhan sudah rampung 60 persen. PLTU tersebut diharapkan bisa rampung akhir 2011 mendatang dan bisa mensuplai kebutuhan listrik di Sulsel. Menurut dia, sumber pendanaan yang selama ini menjadi kendala sudah bisa diantisipasi -- yang 70 persen pendanaannya bersumber dari China Development Bank (CDB) dan sekira 30 persen dari BRI dengan nilai investasi kurang lebih Rp 2 triliun atau sekitar USD 230 juta.

Sementara, PLN Wilayah Sultanbatara menargetkan PLTU Barru dengan daya 100 MW sudah dapat dioperasikan pada Juli 2011 mendatang. Saat ini, proses pembangunan fisik sudah mencapai 70 persen. Manajer Perencanaan PLN Wilayah Sultanbatara, Nurjaya Amral menjelaskan, saat ini pembangunan PLTU Barru sudah 70 persen bangunan utama selesai, termasuk pelabuhan batu bara. "Target kami rampung Juli 2011 dengan daya 2 x 50 MW sudah berfungsi maksimal. Jika semuanya berjalan lancar, maka saat itu PLN memiliki cadangan daya listrik sebesar 30 persen," jelas Nurjaya, malam tadi.

Menurut Nurjaya, pada Juli tahun depan satu unit pembangkit dengan daya 50 MW berfungsi maksimal, dan tiga bulan kemudian berfungsi lagi 50 MW sehingga totalnya 100 MW. Pada saat itu, kata dia, beban puncak mencapai 700 MW di wilayah sulselbar. "Tetapi tidak lagi menjadi sebuah masalah, karena dengan berfungsinya PLTU Barru masih ada cadangan daya listrik sebesar 900 MW. Semoga saja masalah kelistrikan seperti pemadaman bergilir sudah teratasi," ucapnya.

Dahlan tiba di Makassar dari Jeneponto dan Barru pada pukul 15.10 Wita menggunakan helikopter. Mendarat di lapangan sepak bola Emmy Saelan di depan Kantor PLN Wilayah Sulselrabar Jl Hertasning. Dahlan mengenakan kemeja biru muda dan sepatu kets, didampingi GM PLN Wilayah Sulselrabar, Ahmad Siang, dan Direktur Managemen Bisnis dan Resiko PT PLN (Persero), Murtaqi Syamsuddin.

Dahlan Iskan sempat membuat seluruh karyawan PLN terpukau. Satu unit mobil Toyota Alphard yang disiapkan di depan lapangan, rencana untuk ditumpangi Dahlan ke kantor PLN yang terletak di seberang jalan tidak dipedulikan. Juga seorang satpam yang menyediakan payung ditampiknya. Dia justru menyeberang dengan jalan kaki, dan beberapa kali memberi isyarat sendiri kepada kendaraan yang lewat. Para karyawan PLN yang berkumpul sempat nyeletuk, "Sederhananya tawwa". Dia singgah sebentar di ruang GM sebelum menuju lantai VI untuk menutup Forum Transmisi ke-6 wilayah Sulmapa. Saat tiba di aula lantai VI, Dahlan sempat membalik papan nama dirut di meja podium.

Saat MC lupa menyebut nama GM Pikitring Sulmapa, Amiruddin Zaini yang juga ikut duduk di podium, Dahlan langsung toas tangan Amiruddin. Pada kesempatan tersebut, Dahlan juga menantang para peserta untuk lebih banyak bertanya, menurutnya dirinya tidak terbiasa untuk memberikan pengarahan. Kepada peserta yang memiliki pertanyaan bagus, Dahlan memberikan uang Rp 100 ribu. Ada tiga lembar uang Rp 100 ribu yang dikeluarkan Dahlan pada kesempatan tersebut. Hal itu diikuti Direktur Managemen Bisnis dan Resiko PT PLN (Persero), Murtaqi Syamsuddin yang memberikan beberapa lembar uang pecahan Rp 50 ribu kepada Manager PLN Cabang Palopo Bachtiar Machmud yang bertanya soal Payment Point Online Bank (PPOB).

Listrik Harus Dipikirkan Bersama

TERLEPAS dari posisinya sebagai General Manager PT PLN Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar (Sulselrabar), Ahmad Siang, menyambut baik kegiatan Rembuk Kelistrikan Nasional (RKN) yang digelar hari ini, Sabtu, 31 Juli di Fajar Graha Pena lantai dua. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif karena banyak kepala yang memikirkan kondisi listrik di negeri ini. Hal tersebut diungkapkan Ahmad Siang saat ditemui di sela-sela penutupan Forum Transmisi ke-6 Wilayah Sulmapa di Kantor PLN Wilayah Sulselrabar Jumat, 30 Juli, yang turut dihadiri Dirut PT PLN Dahlan Iskan. "Acara tersebut sangat bagus, bagusnya oleh karena melibatkan seluruh komponen untuk bersama-sama memberikan apresiasi terhadap listrik ini," katanya.

Ahmad menambahkan, kalau lebih banyak kepala yang memikirkan listrik, itu lebih baik ketimbang sedikit orang yang berpikir. Menurutnya, karena listrik merupakan kepentingan bersama sehingga harus melibatkan banyak orang untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagaimana listrik bisa berkembang lebih baik. "Kalau banyak disiplin ilmu yang memikirkan, tentunya listrik bisa dilihat dari berbagai segi," bebernya. RKN bertema "Menuju Indonesia Terang" ini, rencana dimulai pukul 09.00 Wita. Selain dihadiri Dirut PT PLN, Dahlan Iskan, kegiatan yang sukses digelar Institut Lembang 9 bekerja sama PT PLN di beberapa daerah tersebut, juga akan dihadiri mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh. Sebelumnya, RKN sukses digelar di dua daerah, Batam dan Surabaya. Dalam RKN di Surabaya, 17 Juli lalu, Dahlan Iskan memajukan target golden year dari 2013 ke 2012.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi D DPRD Affandy Agusman Aris. Menurut dia, pertumbuhan kebutuhan itu bisa dicarikan solusi melalui RKN. "Rembuk kelistrikan nasional ini merupakan ide cemerlang dan menangkap ketimpangan energi listrik yang tidak seimbang antara kebutuhan dan pasokan," tuturnya. Politisi asal Partai Hanura ini, mengatakan melalui RKN yang akan berlangsung di Fajar Graha Pena, diharapkan dapat menggali potensi energi listrik alternatif di Sulawesi Selatan. "Kita punya banyak potensi PLTA seperti di Tana Toraja, Luwu Raya, dan Enrekang. Ini mesti dikoneksikan dengan program 10.000 MW," kata Affandy. (asw-id-lom-ram)


Source: http://metronews.fajar.co.id/read/10...amai-jawa-1978
Comeliness no está en línea  
Old August 2nd, 2010, 01:37 AM   #376
Sony Sjklw
Registered User
 
Sony Sjklw's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 9,777

Pelebaran Poros Makassar - Parepare


pelebaran jalan di wilayah Parepare


salah satu jembatan di Barru yg belum dapat dilalui kendaran.










beberapa bagian poros Parepare - Barru yg sudah rampung,
Sony Sjklw no está en línea  
Old August 2nd, 2010, 01:49 AM   #377
Sony Sjklw
Registered User
 
Sony Sjklw's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 9,777

Pantai WaeTuwoe, Kabupaten Pinrang.

lokasinya sekitar 15 km sebelah utara kota Pinrang, dan menjadi salah satu objek wisata utama di daerah itu.








pantainya cukup ramai saat hari libur



Sony Sjklw no está en línea  
Old August 2nd, 2010, 03:01 AM   #378
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Quote:
Originally Posted by Sony Sjklw View Post
Pelebaran Poros Makassar - Parepare


pelebaran jalan di wilayah Parepare


salah satu jembatan di Barru yg belum dapat dilalui kendaran.





beberapa bagian poros Parepare - Barru yg sudah rampung,
Thanks ya Son atas updates nya.
Rasanya segar lihat foto2nya, thread ini udah kebanyakan artikel (padahal perlu banyak picts ttg Sulsel).

Di pict, jembatan yg baru nggak selebar jembatan lama.

Rupanya selama ini jalannya cuma 2 jalur ya dan sekarang udah 4 jalur.
Jalan yg lama nggak menyatu banget dgn yg baru (kayak terpisah dikit dekat garis2 putih itu).

Quote:
Originally Posted by Sony Sjklw View Post
Pantai WaeTuwoe, Kabupaten Pinrang.

lokasinya sekitar 15 km sebelah utara kota Pinrang, dan menjadi salah satu objek wisata utama di daerah itu.
I like this pict. It looks pristine.
Comeliness no está en línea  
Old August 2nd, 2010, 10:28 AM   #379
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,869
Likes (Received): 460

Jembatan kuningnya keren juga ya..!! Tahun lalu balik palopo blum nampak tuh...



Guru Pedalaman Gowa Temukan Mesin Pencari Planet
Senin, 2 Agustus 2010



MIRIP BUMI - planet mirip bumi hasil pantauan NASA. Guru di Gowa menemukan alat pencari planet.


JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang Guru di SDN Ma'lengu, Kecamatan Bontolemapangan, Gowa, Sulawesi Selatan, berhasil menemukan mesin pencari planet yang bisa digunakan sebagai alat peraga pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang diajarkan di kelas-kelas. Sang penemu, Ayatollah Hidayat, mengatakan penemuan tersebut tercetus saat melihat murid-muridnya kesulitan menghafalkan nama-nama dan susunan planet di jajaran tata surya.

Ayat mengaku, mesin temuan yang diberi nama MP2, singkatan dari Mesin Pencari Planet tersebut diciptakan sangat singkat. Hanya memakan waktu dua hari saja. Satu hari untuk memikirkan rangkaian arus listrik, dan satu hari lainnya untuk membuat bagan dan merakit alat tersebut. Temuan itu menurutnya mampu membantu para siswa untuk lebih mengenal planet dan susunan tata surya lebih maksimal ketimbang memberikan media visual lainnya di dalam kelas.

Ayat menuturkan, dengan mesin pencari planet buatannya, anak-anak ternyata bisa lebih merasa senang dalam belajar astronomi. Mereka tinggal menunjuk salah satu nama planet yang terpampang di mesin dengan salah satu pen penunjuk, lalu dengan pen yang lain mereka mulai mencari lokasi planet tersebut. Jika planet yang ditunjuk benar dan sesuai dengan nama planet yang dicari, maka lampu indikator yang berada di tengah alat tersebut akan secara otomatis menyala.

"Penggunaan alat ini sangat sederhana. Anak-anak hanya menunjuk satu nama planet dengan pen warna hitam, lalu mencari planet yang dimaksud dengan pen warna merah. Jika cocok, maka lampu indikator akan menyala," jelas Ayat saat memberikan presentasinya di depan dewan juri LIPI dalam Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) ke-18 yang digelar LIPI di Hotel Bumi Wiyata, Depok Senin (2/8/2010).

Bahan untuk membuat mesin pencari planet hasil karya Ayat sangat sederhana. Delapan planet yang terdapat dalam tata surya dibuat dengan menggunakan tutup botol plastik beragam ukuran. Planet-planet dari tutup botol itu kemudian dihubungkan dengan rangkaian kabel paralel yang masing-masing berujung pada paku buku yang diletakan pada bidang nama planet di bawah lingkaran tata surya dengan bahan tampah bambu untuk mengayak beras.

Kabel-kabel tersebut berpusat pada baterai sebagai power yang menyuplai aliran listrik hingga membuat lampu indikator menyala saat dua kutub panel disatukan lewat dua pen penunjuk. Satu pen menempel pada kutub panel nama planet, satunya lagi menempel pada planet-planet tutup botol tersebut. Tentu saja, jika pen yang satu tidak sesuai dengan kutubnya, maka lampu indikator tidak menyala.

"Keasyikan anak-anak mencari planetnya ya disitu. Jika nama planet dengan planet yang ditunjuk tidak pas, maka lampu tidak menyala. Karena memang bukan kutubnya. Jadi seperti sakelar saja. Jika pen yang ujungnya pakai logam ini ditempelkan pada masing-masing kutub maka lampu pasti menyala," papar warga Desa Palangga, Kabupaten Gowa kelahiran Oktober 1985 silam itu.

Anak kedua dari empat saudara pasangan Muhammad Amir dan Nursiah tersebut berharap penemuannya dapat menjadi bahan masukan bagi dunia pendidikan di tanah air sebagai bahan sarana praktek di kelas. Ia juga berharap, diberi dukungan oleh berbagai pihak untuk terus mengembangkan karyanya tersebut. Bahkan, sejumlah rencana telahg ia susun menyempurnakan kreasinya itu. "Nantinya mau ditambahkan sound yang bisa didengar saat siswa berhasil melacak planet yang ia cari. Pasti lebih heboh lagi," ujar Ayat yang mengaku ingin segera menikah usai gelaran lomba tersebut.
Ocean One está en línea ahora  
Old August 3rd, 2010, 11:09 AM   #380
bkz010019
Registered User
 
Join Date: Sep 2008
Posts: 1,761
Likes (Received): 14

Danau Matano - Sorowako


Danau Matano adalah sebuah danau di Sulawesi Selatan, tepatnya berada di ujung selatan pulau Sulawesi di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki kedalaman sejauh 600 meter (1.969 kaki), 382 meter di antaranya di atas permukaan laut.
Menurut WWF, danau ini adalah danau terdalam di Asia Tenggara serta terdalam kedelapan di dunia (sumber dari http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Matano).

Dari : http://kamalsuraba.blogdetik.com/fil...edy-suraba.jpg

Sorowako dari atas pesawat


Dari : http://www.flobamor.com/forum/gado-g...il-nickel.html

Sorowako di waktu malam


Dari : http://www.dalimunthe.com/2010/01/so...il-nickel.html

Last edited by bkz010019; August 3rd, 2010 at 11:42 AM.
bkz010019 no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 02:02 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu