daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old August 2nd, 2008, 03:55 PM   #1
paradyto
we care for EARTH
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 28,993

UPG | Sultan Hasanuddin Int'l Airport | Makassar, South Sulawesi

Sepertinya layak untuk dibicarakan tersendiri, jangan hanya Soetta

Hasanuddin International Airport
the gateway of a great expectation

Bandar Udara Hasanuddin pada tahun 1935 dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Lapangan Terbang Kadieng, yang terletak sekitar 22 kilometer disebelah utara kota Makassar dengan konstruksi lapangan terbang rumput. Lapangan terbang dengan landasan rumput yang berukuran 1,600 m x 45 m (Runway 08-26) diresmikan pada tanggal 27 September 1937, ditandai dengan adanya penerbangan komersial yang menghubungkan Surabaya - Makassar dengan Pesawat jenis Douglas D2/F6 oleh perusahaan KNILM (Koningklijke Netherland Indische Luchtvaan Maatschappij).
Pada tahun 1942 oleh pemerintah pendudukan Jepang, landasan tersebut ditingkatkan dengan konstruksi beton berukuran 1,600 m x 45 m yang sekarang menjadi Lapangan Terbang ini diubah namanya menjadi Lapangan Terbang MANDAI. Tahun 1945 pemerintah SEKUTU (Hindia Belanda) membangun landasan baru dengan konstruksi onderlaag (Runway 13-31)berukuran 1745 m x 45 m ,yang mengerahkan 4000 orang ex tentara Romusha.

Pada tahun 1950 diserahkan kepada Pemerintah Indonesia yang dikelola oleh Jawatan Pekerjaan Umum Seksi Lapangan Terbang dan selanjutnya tahun 1955 dialihkan kepada Jawaban Penerbangan Sipil, sekarang Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang kemudian memperpanjang landasan pacu 2.345 m x 45 m sekaligus mengubah lapangan terbang menjadi pelabuhan Udara Mandai. Tahun 1980, landasan 13-31 diperpanjang menjadi 2.500 m x 45 m dan pada tahun ini nama Pelabuhan Udara Mandai diubah menjadi Pelabuhan Udara Hasanuddin, kemudian pada tahun 1981 dinyatakan sebagai Bandar Udara Embarkasi/Debarkasi Haji dan pada tahun 1985 Pelabuhan Udara Hasanuddin berubah nama menjadi Bandar Udara Hasanuddin.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 / 1987 tanggal 9 Januari 1987 disusul tanggal 3 Maret 1987 Bandar Udara Hasanuddin diserahterimakan pengelolaannya dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kepada Perum Angkasa Pura I yang kemudian pada tanggal 1 Januari 1993 berubah status menjadi PT (Persero) Angkasa Pura I.

Pada tanggal 30 Oktober 1994, Bandar Udara Hasanuddin dinyatakan sebagai Bandar Udara Internasional sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 61/1994 tanggal 7 Januari 1995 dan diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Sulawesi Selatan. Pada tanggal 28 Maret 1995 yang ditandai dengan penerbangan Perdana oleh Malaysian Airlines System (MAS) langsung dari Kuala Lumpur ke Bandar Udara Hasanuddin Makassar, disusul kemudian dengan penerbangan Silk Air yang menghubungkan Changi Singapore dengan Bandar Udara Hasanuddin, hal ini tidaklah berarti bahwa pada tanggal 28 Maret 1995 Bandar Udara Hasanuddin pertama kali melayani penerbangan Internasional, akan tetapi sejak tahun 1990 Bandar Udara Hasanuddin digunakan sebagai Bandar Udara Embarkasi / Debarkasi Haji langsung dari Makassar ke Jeddah vv.

Selain ini Bandar Udara Hasanuddin jauh sebelumnya melayani penerbangan lintas Internasional diwilayah Yuridiksi pengawasan/pengendalian Kawasan Timur Indonesia Makassar UCA ( Upper Control Area ) yang mencakup wilayah udara melalui sebagian Kalimantan bagian barat hingga perbatasan negara Papua New Guinea disebelah timur, dan dari perbatasan wilayah Udara Australia disebelah selatan hingga perbatasan wilayah Udara Philipina dan Oakland (Amerika Serikat) disebelah utara
Bandar Udara Hasanuddin juga merupakan pintu gerbang udara diKawasan Timur Indonesia dan Propinsi Sulawesi Selatan khususnya, dimana Bandar Udara ini telah memberikan corak tersendiri sebagai Bandar Udara Transit yang diarahkan turut mendukung dan mengembangkan pariwisata, mobilisasi arus penumpang serta berpartisipasi dalam perdagangan dan industri.
Visi Bandar Udara;

Menjadi ATS Center dan Transit Airport yang dapat diandalkan.Visi dapat dioperasionalkan sebagai berikut;

• ATS Centre yang sejajar dengan Australia dan Singapura
• Pelayanan Bandara Transit terbaik di Indonesia

Misi Bandar Udara

Peningkatan kualitas pelayanan melalui peningkatan kualitas peralatan dan kemampuan Sumber Daya Manusia

Tugas Pokok Bandar Udara
Menyelenggarakan manajemen dan Fungsi secara Profesional dan Komersial dengan mencapai sasaran - sasaran Perusahaan yang telah ditetapkan untuk dapat mencapai Tujuan Perusahaan baik Jangka Pendek maupun Jangka Panjang

New development
















































__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea  

Sponsored Links
 
Old August 2nd, 2008, 07:19 PM   #2
ncon
Dangerous User
 
ncon's Avatar
 
Join Date: Apr 2005
Location: singapore-jakarta
Posts: 9,361
Likes (Received): 229

probably the best indo airport right now !!
__________________
Signature was too big and distracting.
ncon no está en línea  
Old August 2nd, 2008, 07:44 PM   #3
ambalat
Registered User
 
Join Date: Nov 2005
Location: Rotterdam / Surabaya
Posts: 121
Likes (Received): 6

gateway to indonesia
ambalat no está en línea  
Old August 2nd, 2008, 08:53 PM   #4
sanhen
Urban Monk
 
sanhen's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Tokyo, Japan
Posts: 2,437
Likes (Received): 2

airportnya bagus. semoga infrastrukturnya tetap terjaga ya.
sanhen no está en línea  
Old August 3rd, 2008, 01:18 AM   #5
paradyto
we care for EARTH
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 28,993

Quote:
Originally Posted by encon View Post
probably the best indo airport right now !!
Agree!
__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea  
Old August 3rd, 2008, 05:38 AM   #6
Marsya
Registered User
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 305
Likes (Received): 6

Minggu, 03-08-2008
Besok, Bandara Baru Beroperasi Mulai Pukul 06.01

Makassar, Tribun - PT Angkasa Pura I resmi menutup terminal lama Bandara Hasanuddin untuk aktivitas penerbangan berjadwal mulai Senin (4/8) besok pukul 06.01 wita. Seluruh pelayanan penumpang dan barang dipindahkan ke terminal baru.
Pembukaan terminal baru itu akan dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan RI, Budhi Muliawan Suyitno, seluruh pejabat PT Angkasa Pura I, dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Departemen perhubungan sudah memberikan izin. Maka mulai Senin aktivitas terminal lama dipindahkan seluruhnya ke terminal baru," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Hasanuddin, IBG Winaya, di Makassar, Sabtu (2/7).
Calon penumpang pesawat Lion Air dan Garuda Indonesia tujuan Jakarta akan menjadi warga pertama yang menikmati fasilitas terminal bandara megah tersebut.
Nama resmi yang digunakan adalah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Kode bandara untuk sementara masih menggunakan UPG sebelum permohonan penggunaan kode MKS disetujui Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (Internasional Civil Aviation Organization/ICAO).
Selama hampir sepekan ini, tim dari direktorat jenderal perhubungan udara beranggotakan 34 orang telah melakukan verifikasi. Terminal yang lima kali lebih luas dari terminal lama itu dinyatakan siap digunakan meski disertai beberapa catatan.
Catatan itu berupa penambahan sekat pada arus kedatangan dan keberangkatan penumpang di lantai dua, pembenahan beberapa kabel instalasi, dan penataan jalan akses bandara. Perbaikan-perbaikan itu harus dilakukan hingga 15 Agustus mendatang.
"Pengoperasian Senin besok itu kita istilahkan sebagai shadow operation atau soft opening. Selama 14 hari kita diberi kesempatan memenuhi seluruh catatan sambil mengevaluasi kekurangan. Pada 15 Agustus barulah kita lakukan full operation," kata Winaya.

Fasilitas Terminal
Terminal baru seluas 51 ribu meter persegi itu berkapasitas 17 juta penumpang per tahun. Apron seluas 78.800 meter per segi memiliki 17 parking stand untuk pesawat segala ukuran, dari Casa, seri Boeing 737, seri Airbus 330, hingga jumbo jet seri Boeing 747.
Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Hasanuddin, Suharsoyo, menjelaskan, terminal baru dilengkapi fasilitas seperti 60 consession stand (ruang belanja), garbarata, dan hotspot (area akses internet nirkabel) gratis di ruang tunggu keberangkatan.
Terminal baru juga memiliki sistem check in berbasis teknologi informasi yang disebut multi users check-in system (MUCS). Check in bisa dilakukan di seluruh konter sehingga bisa meminimalkan panjangnya antrean.
"Hal yang juga sering dikeluhkan adalah troli. Di terminal baru, kami menyediakan 250 unit troli. Pemerintah Kabupaten Maros juga akan memberikan bantuan 100 unit troli. Jadi total 350 unit troli. Jumlah ini mendekati syarat enam unit per 10 penumpang," katanya.

Proyeksi Pengembangan
Pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus dilakukan hingga tahun 2020 mendatang. Secara bertahap terminal, apron, dan runway akan dikembangkan sesuai kebutuhan perkembangan dunia penerbangan.
Dalam keterangan persnya, Manajer Pusat Pengendalian Lalu Lintas Penerbangan, Eddy Amiruddin, menjelaskan, dalam site plan pengembangan terminal hingga mencapai sekitar 75 ribu meter persegi beserta lapangan parkir kendaraan akan dimulai pada tahun 2012.
Pengembangan terminal akan dilakukan bersamaan dengan pengembangan apron. "Jika saat ini apron bandara baru hanya bisa menampung 17 pesawat, setelah dikembangkan nantinya apron kita bisa menampung 33 pesawat berbagai ukuran," katanya.
Sedangkan pengembangan runway (landasan pacu) akan dilaksanakan tahun 2020. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan memiliki paralel runway (dua runway searah) seperti yang saat ini dimiliki Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
"Saat frekuensi penerbangan sudah sangat tinggi, mau tidak mau kita membutuhkan paralel runway agar tidak terjadi antrean panjang take off dan landing. Makassar segera akan mencapai tahap kebutuhan itu," jelas Eddy.
Marsya no está en línea  
Old August 3rd, 2008, 11:53 AM   #7
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,628
Likes (Received): 7

wah bandaranya keren! semoga bandara lain menyusul!

*hapus gambar*

Last edited by Mimihitam; August 4th, 2008 at 11:36 AM.
Mimihitam no está en línea  
Old August 3rd, 2008, 04:38 PM   #8
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 10,861
Likes (Received): 1361

mimi, tolong gambarnya di delete. Udah ada smua di postingan pertama. Jadi bikin berat page ini
AceN no está en línea  
Old August 4th, 2008, 11:32 AM   #9
Marsya
Registered User
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 305
Likes (Received): 6

Penerbangan pertama di Bandara Int' Sultan Hasanuddin Makassar





























Marsya no está en línea  
Old August 4th, 2008, 11:58 AM   #10
Marsya
Registered User
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 305
Likes (Received): 6

More picture Sultan Hasanuddin Int' Airport

















Marsya no está en línea  
Old August 4th, 2008, 01:52 PM   #11
Puntagorda
Registered User
 
Join Date: Jan 2003
Location: Stuttgart
Posts: 59
Likes (Received): 0

Bagus sekali!

Semoga sisa bandara2 yang masih terbelakang di Indonesia akan diperbarui seperti itu...
Puntagorda no está en línea  
Old August 4th, 2008, 03:01 PM   #12
Phetoy6
Registered User
 
Phetoy6's Avatar
 
Join Date: Aug 2008
Location: Jakarta
Posts: 144
Likes (Received): 2

supeer wow.. tinggal kinerja aja dibenerin!
Phetoy6 no está en línea  
Old August 4th, 2008, 03:29 PM   #13
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,211
Likes (Received): 257

KEren


Tapi saran aku buat potografernya ANGKASA PURA I,,, tolong kalau poto INDOOR gak usah pake blitz,,, ngambil gambarnya pake tripod .........

Kalau pake BLITZ (flash), kesan gambarnya kayak redup2 gitu .. aku juga rada penasaran lampu yang dipake buat interior ini bener2 ngejreng atau tidak
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old August 6th, 2008, 12:37 AM   #14
Andhy2
Registered User
 
Andhy2's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Makassar Great Expectation
Posts: 497
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by paradyto View Post

kapan yah penambahan gelar sultannya? apa nunggu grand openingnya yah ? hehehe

Last edited by Andhy2; August 6th, 2008 at 01:11 AM.
Andhy2 no está en línea  
Old August 6th, 2008, 12:41 AM   #15
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,211
Likes (Received): 257

Betul sekali,,,, HASANUDDIN dan SULTAN HASANUDDIN adalah 2 orang yang berbeda ...
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old August 6th, 2008, 01:13 AM   #16
Andhy2
Registered User
 
Andhy2's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Makassar Great Expectation
Posts: 497
Likes (Received): 1

sebenarnya penamaan Hasanuddin pada bandara ini merujuk pada Sultan Hasanuddin. Sama seperti Universitas Hasanuddin, Lanud Hasanuddin, dan Lapangan Hasanuddin. Keempat objek ini merujuk pada Sultan Hasanuddin.

Quote:
Hasanuddin Hilang Sultan

Oleh: Basri

Bandara Hasanuddin, Universitas Hasanuddin, Lanud Hasanuddin, dan Lapangan Hasanuddin, merupakan ikon Sulsel. Penamaan "Hasanuddin" tanpa kata "Sultan", patut dievaluasi kembali untuk memberi nilai terhadap nasionalisme kita sebagai orang Sulawesi Selatan. Kasus ini patut didiskusikan.

Jarak "Sejarah Indonesia" di kalangan generasi kita sekarang makin jauh. Peristiwa pada 1908 yang disejarahkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional sudah berjarak 100 tahun. Tak heran jika roh momentum bersejarah itu berangsur-angsur terpisah dari badannya. Apalagi jika diperparah oleh strategi pembelajaran di sekolah yang menempatkan "Sejarah Indonesia" sebatas hapalan, tidak mengikuti tren teknologi termodern.

Pelajaran sejarah mesti kaya nilai-nilai kesejarahan, kaya kearifan lokal yang mengglobal, dan kaya ajaran humanitas yang bermartabat.

Tanpa kerja keras untuk mengupayakan strategi itu, ranting-ranting Sejarah Indonesia makin jauh dari pohonnya. Item-item sejarah lokal sebagai akar Sejarah Indonesia patut diperkuat untuk menyuburkan keindonesiaan kita. Jarak Sejarah Indonesia itu mesti terus dibumikan.

Tilik saja Sejarah Indonesia yang meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang, dimulai sejak zaman prasejarah oleh "Manusia Jawa" pada masa sekira 500.000 tahun yang lalu. Kemudian kita lihat periode dalam sejarah Indonesia yang dapat dibagi menjadi lima era.

Pertama, era prakolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan. Kedua, era kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda sekira 3,5 abad antara, awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20. Ketiga, era kemerdekaan, pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966). Keempat, era Orde Baru, 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (1966�1998). Kelima, era reformasi yang berlangsung sampai sekarang. (int).

Dalam konteks rentang jarak sejarah yang amat jauh inilah, salah satu item lokal di Sulsel yang patut dicermati adalah penamaan Bandara Hasanuddin, Universitas Hasanuddin, Lanud (Lintasan Udara) Hasanuddin, dan Lapangan Hasanuddin. Keempat institusi/prasarana ini adalah ikon Sulsel. Sangat disayangkan, karena "Hasanuddin hilang Sultan".

Penamaan Hasanuddin pada bandara, universitas, Lanud, dan lapangan olahraga di Makassar itu memang dimaksudkan adalah Sultan Hasanuddin. Namun, jika jarak sejarah itu makin jauh, maka generasi mendatang tidak tahu lagi siapa itu Hasanuddin. Apakah yang dimaksud adalah Hasanuddin; tetangga kita yang dosen, tetangga kita yang pejabat, tetangga kita yang pengusaha dan kaya raya itu, tetangga kita yang sopir taksi, atau bahkan tetangga kita yang saban hari mengayuh becak itu.

Kasus itu bisa saja terjadi apabila pelajaran sejarah di sekolah-sekolah tidak dibarengi oleh pelajaran sejarah lokal yang memberi penekanan pada penamaan empat ikon penting Sulsel itu. Harus ada alasan kuat dalam sebuah buku paket sejarah yang menerangkan, mengapa empat prasarana itu menggunakan nama Hasanuddin. Mengapa bukan Sultan Hasanuddin.

Buku paket sejarah itu harus bisa meyakinkan kepada anak didik, mengapa tidak menggunakan nama gelar Sultan. Tentu saja dengan menerangkan arti gelar Sultan itu berikut nilai-nilai kesultanan di dalamnya. Sultan dalam bahasa Arab: sulthaanun. Isitilah ini berarti 'raja' 'penguasa', 'keterangan' atau 'dalil'. Pada perkembangan kemasyarakatan, Sultan dijadikan sebutan untuk seorang raja atau pemimpin Muslim. Sultan yang memiliki suatu wilayah kedaulatan penuh, disebut kesultanan (bahasa Arab; sulthanatun). Dalam bahasa Ibrani, shilton atau shaltan berarti 'wilayah kekuasaan' atau "rezim". (int).

Berdasarkan rujukan yang digunakan penulis, Sultan berbeda dengan khalifah yang dianggap sebagai pemimpin untuk keseluruhan umat Islam. Gelar Sultan biasanya dipakai sebagai pemimpin kaum Muslimin untuk bangsa atau daerah kekuasaan tertentu saja, atau sebagai raja bawahan atau gubernur bagi khalifah atas suatu wilayah tertentu. Gelar Sultan ini patut diterangkan dalam pemaknaan kultural yang lebih luas dan terkonteks pada budaya Makassar.

Jika alasan-alasan itu tidak bisa dilakukan, maka jalan satu-satunya adalah mengubah nama Bandara Hasanuddin, Universitas Hasanuddin, Lanud Hasanuddin, dan Lapangan Hasanuddin, menjadi Bandara Sultan Hasanuddin, Universitas Sultan Hasanuddin, Lanud Sultan Hasanuddin, dan Lapangan Sultan Hasanuddin.

Dimensi-dimensi sejarah lokal yang mengandung kekuatan nasionalitas itu harus segera dievaluasi. Hasanuddin harus tetap menjadi Sultan Hasanuddin; harus tetap Orang Makassar, harus tetap Orang Sulawesi, sebelum mengindonesia dan mendunia. Kalaupun kita mampu memberi gelar Sultan pada penamaan Hasanuddin untuk semua ikon Sulsel itu, masih tetap dibutuhkan buku paket pelajaran di sekolah yang menerangkan nilai-nilai lokal yang melekat pada penamaan tersebut.

Momentum seabad Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada Selasa, 20 Mei 2008 hari ini, membuka peluang untuk mengubah nama-nama institusi/fasilitas publik tersebut. Apalagi Bandara Hasanuddin. Ketika peresmian penggunaan bandara baru nanti sebagai bandara internasional, pada saat yang sama, dapat dimanfaatkan perubahan nama itu menjadi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Tentu saja terlebih dahulu dilakukan kajian dari pelbagai aspek dengan melibatkan semua pakar yang berkaitan dengan perubahan nama tersebut. Pihak DPRD Sulsel, budayawan, sejarawan, dan ekonom, memegang peranan penting untuk kajian ini. Tentu saja tanpa mengenyampingkan andil Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Khusus Universitas Hasanuddin, Lanud Hasanuddin, dan Lapangan Hasanuddin, tinggal mencari momen penting untuk segera mengubahnya yang juga didahului kajian mendalam dari pelbagai aspek. Tapi kalau kita ingin memaknai sebagai sebuah kebangkitan peradaban, maka momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional 2008 ini ada di "tangan" Sulsel melalui perubahan nama empat sarana penting tersebut.

Kita memang masih punya Jalan Sultan Hasanuddin, tetapi dibandingkan dengan Bandara Hasanuddin, Universitas Hasanuddin, Lanud Hasanuddin, dan Lapangan Hasanuddin, maka yang tertinggal nantinya hanyalah Sultan Hasanuddin yang ada di Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar dan beberapa daerah itu. Maaf, penulis yang sangat jauh dan tidak tahu menahu keturunan Sultan Hasanuddin, tidak sampai hati membandingkan Jalan Sultan Hasanuddin dengan keempat institusi/sarana besar yang menggunakan nama Hasanuddin. Maaf, penulis yang berasal dari daerah yang pernah dimusuhi Sultan Hasanuddin, tidak sampai hati melihat pengabadian raja Gowa itu hanya terpampang sempurna di jalan-jalan.

Dalam konteks peradaban Sulsel, "roh" Sultan Hasanuddin adalah spirit lokal. Spirit lokal I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin Tuminanga ri Balla'pangkana yang lahir pada 12 Juni 1631 itu patut dijadikan kekuatan keindonesiaan untuk mengglobal. Dan, Sultan Hasanuddin yang berkuasa mulai tahun 1653 sampai 1669, serta wafat pada 12 Juni 1670 tersebut, bukanlah Hasanuddin seperti tetangga kita itu. (0811416114 atau budaya@fajar.co.id)
source : Fajar
Andhy2 no está en línea  
Old August 6th, 2008, 05:29 AM   #17
aidil_btp
Registered User
 
aidil_btp's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: JAKARTA - PADANG
Posts: 44
Likes (Received): 0

CONGRATULATION FOR NEW HASANUDDIN INTERNATIONAL AIRPORT
aidil_btp no está en línea  
Old August 6th, 2008, 08:12 AM   #18
Andhy2
Registered User
 
Andhy2's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Makassar Great Expectation
Posts: 497
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by aidil_btp View Post
CONGRATULATION FOR NEW HASANUDDIN INTERNATIONAL AIRPORT
koreksi
Sultan Hasanuddin International Airport
Andhy2 no está en línea  
Old August 6th, 2008, 07:52 PM   #19
XxRyoChanxX
holla holla hey!
 
Join Date: Jul 2005
Location: California/Indonesia
Posts: 3,303
Likes (Received): 8

looks good!
__________________
*****EXQUISITE INDONESIA*****
XxRyoChanxX no está en línea  
Old August 9th, 2008, 08:00 PM   #20
Marsya
Registered User
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 305
Likes (Received): 6

Sultan Hasanuddin Int' Airport (August '08)


























[IMG]http://www.hasanuddin-airport.com/images/stories/easygallery/resized/DSC_0076-7.JPG.jpg[/IMG














Marsya no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 10:02 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu