daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old June 8th, 2011, 01:51 AM   #641
hafis
Registered User
 
hafis's Avatar
 
Join Date: Sep 2010
Location: ÜT: 0.4800707,101.4150851
Posts: 1,138
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by Wawar05 View Post
mangnya Silk Air yah?..

SINGAPURA, TRIBUNTIMUR.COM - Papan pengumuman di Bandara Changi, Singapura, mencatat nama Makassar dengan nama lama, Ujung Pandang. Per 1 Juni 2010, Garuda Indonesia membuka rute penerbangan langsung Makassar-Singapura tiap hari satu kali penerbangan.



http://makassar.tribunnews.com/2011/...bandara-changi
Aq jga msh bingung ,
Makassar ma ujung pandang itu berbeda ia? ?
Soalny di website yg untuk melihat jadwal film di jaringan 21 www.21cineplex.com nama makassar juga di ganti ma ujung pandang , kirain sama ajaa

Nice nambah lagy deh penerbangan international , good luck untuk bandara ini
hafis no está en línea  

Sponsored Links
 
Old June 8th, 2011, 06:18 AM   #642
spetznaz_kdi
Registered User
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 762
Likes (Received): 29

Quote:
Originally Posted by hafis View Post
Aq jga msh bingung ,
Makassar ma ujung pandang itu berbeda ia? ?
Soalny di website yg untuk melihat jadwal film di jaringan 21 www.21cineplex.com nama makassar juga di ganti ma ujung pandang , kirain sama ajaa

Nice nambah lagy deh penerbangan international , good luck untuk bandara ini
nama aslinya Makassar, zaman orde baru diganti jadi Ujung Pandang (padahal klo gak salah cuma nama salah satu kecamatan/kelurahan dkt pelabuhan) dengan kode UPG... zaman reformasi balik lagi jadi Makassar. Makanya adanya PSM (Perserikatan Sepakbola Makassar) bukan PSU (Perserikatan Sepakbola Ujung Pandang)...
Kayaknya buat dunia penerbangan lebih familiar UPG... website Lion pakenya ujung pandang (UPG), website garuda juga kodenya tetep UPG, walaupun di pesawat disebutnya Makassar...
spetznaz_kdi no está en línea  
Old June 10th, 2011, 02:48 AM   #643
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Jumat, 10-06-2011
Bea Cukai Hambat Rute Internasional
Gubernur: Staf Bea Cukai Jangan Bongkar Barang Penumpang


Makassar, Upeks—Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, secara tegas meminta kepada pihak Bea Cukai untuk tidak membongkar barang bawaan penumpang dari Singapura. “Saya sangat mengharap dan meminta tegas jangan membongkar barangnya orang yang datang dari Singapura,” tegas Syahrul, yang ditemui di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (9/6).

Menurut mantan Bupati Gowa dua periode itu, sikap para petugas bea cukai akan menghambat kelancaran penerbangan Makassar- Singapura dan Singapura-Makassar. Penumpang akan merasa tidak nyaman dan akan memilih bandara lainnya yang fasilitasnya lebih lengkap. “Kalau tetap seperti ini, penumpang akan lebih memilih Cengkareng. Tahun-tahun sebelumnya, yang membuat penerbangan Makassar Singapura tutup, ya karena masalah ini,” ungkapnya.

Syahrul mengatakan, ia sudah tiga kali bertemu dengan pihak bea cukai terkait keluhan tersebut. Namun, di lapangan kondisinya tetap seperti itu. “Saya sudah sering berkoordinasi dengan pihak bea cukai dan mereka mengiyakan. Tapi, di lapangan tetap terjadi bias-bias seperti itu.

Karena, dalam satu atau dua hari ke depan, saya akan turun ke lapangan untuk melihat langsung. Apalagi, saya sudah banyak menerima keluhan,” terangnya. Syahrul khawatir, jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, penerbangan rute Makassar-Singapura dan Singapura-Makassar, akan bernasib sama dengan sebelumnya. “Saya akan segera mengkoordinasikan lagi dengan pihak bea cukai. Semoga saja kita bisa menyamakan persepsi tentang hal ini,” imbuhnya.

Sekedar mengingatkan, pada 2003 lalu, salah satu operator penerbangan internasional, Silk Air yang memiliki kantor pusat di Singapura, memilih menutup rute penerbangan Singapura-Makassar dan Makassar-Singapura. Kuat dugaan, saat itu manajemen Silk Air menutup rute tersebut karena sebagian besar konsumennya mengeluhkan ulah staf Bea Cukai di bandara yang membuat tidak nyaman para penumpang. Staf Bea Cukai saat itu, dinilai kelewatan dalam memeriksa tas bawaan penumpang Internasional.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=67228


Kamis, 09 Juni 2011, 21:29 WITA |
Bea Cukai Terkendala Anggaran Ganti Mesin X-Ray

Makassar (ANTARA News) - Bea Cukai Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengaku terkendala dengan anggaran untuk mengganti mesin pemeriksa barang bawaan penumpang atau x-ray kata Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Masykur A.Sultan di Makassar, Kamis.

"Semua alatnya memang sudah harus diganti, idealnya ada tiga tapi anggaran tidak tersedia. Tapi apapun itu, kita tidak boleh terhambat karena bisa mengganggu. Kita sarankan harus diganti secepatnya," katanya menjelaskan hasil pertemuan dengan Bea dan Cukai, Kantor Imigrasi Makassar dan PT Angkasa Pura I terkait pelayanan petugas bea dan cukai pada barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Kalau perlu, lanjutnya, pemprov akan melakukan komunikasi dengan Bea dan Cukai pusat untuk mendorong pemenuhan kebutuhan pengadaan mesin x-ray. "Jika perlu gunakan x-ray yang multiview," ujarnya yang menambahkan, Bea dan Cukai Makassar belum menjamin dapat memperoleh anggaran penggantian x-ray tahun ini. Menurutnya, dari tiga unit mesin x-ray milik Bea dan Cukai, yang benar-benar tidak berfungsi saat ini adalah yang terletak di bagian belakang kabin dan sementara ini digunakan metal detector untuk membantu pemeriksaan.

Selain memberikan saran untuk melakukan penggantian mesin secepatnya, pemprov juga sempat menyarankan untuk sementara bergabung dengan mesin x-ray milik PT Angkasa Pura I. Namun, saran tersebut tidak dapat dilaksanakan karena ada prinsip-prinsip antara Bea dan Cukai serta Angkasa Pura yang tidak dapat dicampuradukkan.

"Memeriksa barang bawaan penumpang secara manual dengan membuka barang bawaan, katanya, dilakukan sesuai tugas yang diamanatkan undang-undang. Karena demikian halnya, kami berharap tugas tersebut tidak melupakan seni melayani," jelasnya.

Layanan Custom Immigration and Quarantine (CIQ) pada rute penerbangan internasional sejak awal memang menjadi pertanyaan dari berbagai pihak terutama maskapai karena dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan penumpang dan berujung pada tingkat keterisian penumpang. "Imigrasi sudah menyanggupi untuk menambah loket pelayanan sementara Angkasa Pura menanggung perluasan areal pada gerbang keberangkatan dan kedatangan internasional agar lebih longgar. Seluruhnya dilakukan agar sesuai standar internasional," jelasnya (T.KR-RY/S016)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/be...ti-mesin-x-ray

Last edited by Comeliness; June 10th, 2011 at 05:52 PM.
Comeliness no está en línea  
Old June 11th, 2011, 07:47 PM   #644
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Sabtu, 11-06-2011
Garuda Sesalkan Bea Cukai
Terkait Sikap Bea Cukai di Bandara Hasanuddin




MAKASSAR, UPEKS—Sikap petugas Bea Cukai Bandara Hasanuddin yang membongkar barang bawaan penumpang penerbangan Singapura-Makassar, dinilai sebagai perbuatan yang membuat penumpang tak nyaman.Menurut General Manager Garuda Indonesia Makassar, Rismondari yang dihubungi Upeks, Kamis (10/6), sikap petugas bea cukai bandara yang kerap membongkar barang milik penumpang sangat meresahkan.

Menurutnya, untuk mewujudkan Bandara Sultan Hasanuddin menjadi bandara internasional diperlukan penyamaan persepsi antara semua pihak. “Semua lembaga yang terlibat harus menyamakan persepsi. Pasalnya, para penumpang membutuhkan kenyamanan. Kalau barangnya dibongkar-bongkar pasti penumpangnya merasa tidak nyaman,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, rute penerbangan Makassar-Singapura dan Singapura-Makassar, membutuhkan dukungan semua pihak. Termasuk, pihak bea cukai. “Semuanya harus menyamakan persepsi. Penerbangan internasional ini harus didukung agar bisa berlanjut,” ungkapnya.

Rismondari mengaku optimis, rute penerbangan yang baru dibuka akan berjalan baik. Tidak lagi seperti sebelum-sebelumnya yang harus ditutup karena kekurangan penumpang. Karenanya, semua pihak harus mendukung untuk memberikan kenyamanan pelayanan.

“Jangan sampai mereka lebih senang di Bandara Cengkareng karena fasilitas dan pelayanannya lebih bagus. Penerbangan internasional ini harus mendapatkan dukungan karena memberikan dampak multidimensi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo meminta kepada pihak Bea Cukai untuk tidak membongkar barang bawaan penumpang dari Singapura. “Saya sangat mengharap dan meminta tegas jangan membongkar barangnya orang yang datang dari Singapura,” tegas Syahrul.

Sikap petugas bea cukai akan menghambat kelancaran penerbangan Makassar-Singapura dan Singapura-Makassar. Penumpang akan merasa tidak nyaman dan akan memilih bandara lainnya yang fasilitasnya lebih lengkap. “Kalau tetap seperti ini, penumpang akan lebih memilih Cengkareng. Tahun-tahun sebelumnya, yang membuat penerbangan Makassar Singapura tutup ya karena hal ini,” ungkapnya.

Dia khawatir, jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, penerbangan rute Makassar-Singapura dan Singapura-Makassar, akan bernasib sama dengan sebelumnya. Sekedar mengingatkan, pada 2003 lalu, salah satu operator penerbangan internasional, Silk Air yang memiliki kantor pusat di Singapura, memilih menutup rute penerbangan Singapura-Makassar dan Makassar-Singapura.

Kuat dugaan, saat itu manajemen Silk Air menutup rute tersebut karena sebagian besar konsumennya mengeluhkan ulah staf Bea Cukai di bandara yang membuat tidak nyaman para penumpang. Staf Bea Cukai saat itu, dinilai kelewatan dalam memeriksa tas bawaan penumpang Internasional.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=67278
Comeliness no está en línea  
Old June 11th, 2011, 11:14 PM   #645
panitiakurban
Registered User
 
Join Date: Jan 2010
Location: Jakarta
Posts: 667
Likes (Received): 106

Quote:
Originally Posted by spetznaz_kdi View Post
Kayaknya buat dunia penerbangan lebih familiar UPG... website Lion pakenya ujung pandang (UPG), website garuda juga kodenya tetep UPG, walaupun di pesawat disebutnya Makassar...
Karena memang kode internasional (IATA) untuk Makassar adalah UPG. Banyak juga kok kota-kota yang kode airportnya gak mirip sama nama kotanya. Misalnya Mataram (AMI), dan yang paling terkenal, Jakarta (CGK). Masih mending UPG karena dulu nama Makassar memang Ujung Pandang. Lah kalo Cengkareng kan bukan nama lama Jakarta, cuma nama kecamatan aja.

Untuk mengubah kode itu bukan hal mudah. Apalagi kalo mau diganti jadi MKS. MKS sudah dipakai untuk kode airport di Mekane Selam, Ethiopia. Gimana kalo MKR? Ouw, ternyata udah dipake juga sama Meekatharra Airport, Australia. MAK? Malakal, Sudan. MKH (Makassar-Hasanuddin)? Udah ada juga, untuk Mokhotlong, Lesotho.

Ya udahlah, UPG aja.. hehehe
panitiakurban no está en línea  
Old June 13th, 2011, 05:44 PM   #646
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Sabtu, 11 Juni 2011 | 20:22:19 WITA |
Bea Cukai Siap Perbaiki Pelayanan

MAKASSAR -- Komplain yang dinyatakan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo terkait pemeriksaan yang ketat oleh pihak bea cukai, ditanggapi positif pihak bea cukai. Pejabat Pelaksana Tugas Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Makassar, Minhajuddin, didampingi Sulwan Kojar (Kasi Penindakan dan Penyidikan), serta Suhartono (Kasubsi Penyuluhan) mengatakan, pihaknya berusaha memperbaiki cara pelayanan agar lebih sopan sesuai dengan harapan gubernur.

Kalau memang mereka diminta untuk lebih sopan lagi, Sulwan mengaku akan memperbaikinya dan menganggap itu masukan yang baik. Akan tetapi, jika pemeriksaan yang diperlonggar, mereka khawatir akan dimanfaatkan penyelundup untuk masuk. Sulwan juga menjelaskan, pada 2010, tren penyelundupan barang-barang terlarang banyak dari Malaysia dan Singapura. "Untuk itu, kami tidak boleh lengah," ujarnya saat ditemui FAJAR di kantornya kawasan Pelabuhan Makassar, Jumat 10 Juni.

Pengawasan di bandara, kata Minhajuddin, sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi mereka sebagaimana diatur dalam amanah undang-undang kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006, yakni melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai, mengamankan kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan lalu lintas barang masuk atau keluar daerah pabean, pemungutan bea masuk dan cukai, serta pungutan negara lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain tugas pokok tersebut, mereka juga mengaku mendapat tugas titipan dari berbagai instansi lain yang melampaui batas-batas negara. Misalnya, barang-barang telekomunikasi dari luar oleh postel, mengawasi peredaran hewan dari peternakan, makanan dan obat-obatan dari BPOM, serta instansi lainnya. "Termasuk narkotika dari BNN, atau senjata dari Kementerian Pertahanan Keamanan," jelas Minhajuddin.

Menurut Minhajuddin, selama ini ketatnya pemeriksaan di pintu masuk Makassar, membuat para penyelundup berpikir banyak untuk masuk Makassar. Sulwan yang mendampingi Minhajuddin, juga memutar video standar operasional prosedur (SOP) yang digunakan World Customs Organization (WCO) yang juga diadopsi Direktorat Jenderal Bea Cukai di Indonesia, termasuk Makassar.

Selain itu, Sulwan juga memperlihatkan presentasi soal modus-modus operandi yang digunakan para penyelundup. "Presentasi ini sudah kami perlihatkan kepada Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel, juga Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Sulsel. Dan mereka mengerti," ujar Sulwan.

Dalam pemeriksaan kata dia, mereka juga tetap bersikap sopan. Mereka mengaku juga hanya memperketat pengawasan terhadap orang-orang yang dicurigai, termasuk menggunakan staf wanita untuk menggeledah penumpang wanita yang dicurigai dalam ruangan khusus. "Kita tidak pernah mempermalukan mereka. Kami memeriksa mereka dalam ruangan khusus, dan biasanya yang wanita diperiksa staf wanita. Kami juga tidak mengacak-acak barang penumpang, kami memang memeriksa satu-satu barang yang dicurigai, tapi tetap diperbaiki lipatannya," jelasnya.

Terkait antrean, menurut Sulwan di negara manapun selalu ada antrean. Untuk pelayanan yang lebih maksimal, menurut Minhajuddin memang perlu ada kursi. Hanya saja, kewenangan untuk penyediaan kursi bagi penumpang ada di tangan pihak Angkasa Pura, bukan dari pihak bea cukai.

Sebelumnya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo telah melayangkan teguran lisan kepada pihak Bea dan Cukai terkait banyaknya keluhan soal layanan di Bandara Sultan Hasanuddin. Syahrul menerima banyak komplain dari bupati/wali kota karena ada warganya yang merasa tak nyaman dibongkar-bongkar barang bawan di bandara. Mereka mengeuh dengan layanan manual pihak Bea dan Cukai.

"Ini perlu diperbaiki karena jangan sampai Bea dan Cukai menjadi penyebab kegagalan apa yang sudah kita rintis,” kata Gubernur. Syahrul meminta petugas Bea dan Cukai menjalankan tugas dengan felling intelligent, jangan menimbulkan masalah, meskipun aturannya memang seperti itu. “Ini baru kita mulai. Sekadar pemanasan, jangan sampai apa yang kita kerjakan dan rintis dengan susah payah akhirnya gagal dan itu memengarugi load factor penumpang,” kata Syahrul. (aci-asw)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110610...i-pelayanan%27
Comeliness no está en línea  
Old June 14th, 2011, 05:43 PM   #647
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Senin, 13 Juni 2011 | 20:30:09 WITA |
Bea Cukai Tetap Periksa Barang Bawaan


JUMAIN SULAIMAN/FAJAR
PERIKSA BARANG. Sejumlah penumpang memperhatikan pemeriksaan barang yang dilakukan petugas Bea Cukai di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu malam, 11 Juni.


PEMERIKSAAN ketat secara manual tetap dilaksanakan pihak Bea dan Cukai, yang berjaga di terminal kedatangan internasional Bandara Intenasional Sultan Hasanuddin Makassar. Ini merupakan hasil pemantauan FAJAR, Sabtu malam, 11 Juni lalu. Malam itu sekitar 30-an penumpang Garuda tiba dari Singapura dengan nomor penerbangan GA-849 21.35 Wita. Tidak berselang lama satu per satu penumpang mulai tampak di ruang pengambilan bagasi sekitar pukul 21.42 Wita. Di sisi lain, sedikitnya tujuh petugas jaga dari Bea dan Cukai telah siap melakukan tugas pemeriksaan.

Mereka mengambil posisi masing-masing. Tiga petugas berada di samping mesin X-Ray. Seorang diantaranya duduk mengamati layar computer X-Ray. Dua petugas berada di samping kiri dan kanan mesin X-Ray. Lalu tiga petugas lainnya berada ditempat pemeriksaan barang secara manual. Tempat itu berhadapan dengan mesin X-Ray. Satu orang lagi yang lainnya berdiri di dekat roller pengambilan barang bagasi, bertugas mengarahkan penumpang menuju tempat pemeriksaan.

Setiap penumpang kemudian harus melalui pemeriksaan Bea dan Cukai sebelum keluar dari terminal kedatangan, pada jarak yang tidak begitu jauh dari roller tempat pengambilan bagasi. Pemeriksaan barang dilakukan dengan menggunakan mesin X-Ray. Namun tidak hanya sampai di situ, sebagian besar penumpang bahkan harus melalui tahap pemeriksaan kedua secara manual. Pemeriksaan kedua ini dilakukan oleh tiga petugas jaga sekaligus. Satu petugas melakukan interaksi dengan tanya jawab pada penumpang, sementara dua lainnya mengamati setiap item barang yang ditunjukkan penumpang. Pemeriksaan ini berlangsung kurang lebih 10 menit.

FAJAR kemudian mengajak salah satu penumpang bernama Yono. Ia adalah warga keturunan yang mengaku datang dari Singapura untuk sebuah urusan bisnis dan keluarga. Lelaki paruh baya tersebut mengatakan masih kecewa dengan pelayanan Bea dan Cukai di Makassar. Janji akan lebih baik tampaknya hanya sebatas lips service. Pasalnya menurut Yono, perjalanan pulangnya terhambat pemeriksaan manual yang sangat tidak berdasar.


“Tadi dua koper saya harus dibuka dan diperiksa detail secara manual karena disangka bawa obat dengan dosis yang banyak. Itu menurut pemeriksaan X-Ray mereka. Tapi itu tidak benar, karena di tas saya hanya ada beberapa makanan dan pakaian,” ucapnya sembari tersenyum simpul. Lebih lanjut Yono mengatakan pemeriksaan Bea dan Cukai adalah satu hal yang baik untuk menghindari tindakan kriminal. Namun harusnya didukung dengan peralatan yang memadai.

“Kalau dicurigai bawa barang “A” yang tunjukkan bahwa itu benar. Ini yang ada terkesan mengada-ada. Dicurigai bawa obat, sementara di tas hanya pakaian,” urainya. Yono mengaku hal itu akan memberikan image buruk bagi pelayanan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. “Sayang daerah kita kalau orang-orang pada lari karena itu (pemeriksaan ketat tanpa dasar Bea dan Cukai, red). Kemarin diklomplain dengan gubernur juga kan,” sebut Yono sembari berjalan ke pintu keluar terminal kedatangan.

Penumpang lain yang merasa keberatan dengan tindakan Bea dan Cukai adalah James. Lelaki tambun yang mengaku berasal dari Belgia. Ia datang ke Makassar untuk berlibur. Namun di awal perjalanannya dia sudah merasakan ketidaknyamanan pembongkaran tas yang tidak berdasar. “Pelayanan di sini (bandara, red) begitu buruk, meski itu kewaspadaan yang baik. Sangat tidak nyaman,” sebutnya.

Ditemui usai pemeriksaan, Kepala Sub Bagian dan Seksi (Kasubsi) Hanggar Bea dan Cukai Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Syahruddin enggan memberikan komentar terkait pemeriksaan manual yang ketat. Serta adanya kekeliruan hasil pemeriksaan X-Ray. “Saya tidak bisa memberi komentar sebab saya tidak memiliki kewenangan. Silahkan ke kantor, nanti dijelaskan di sana secara detil,” katanya. (rosmini hamid)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110612...rang-bawaan%27
Comeliness no está en línea  
Old June 15th, 2011, 11:48 PM   #648
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Tribun Timur - Selasa, 14 Juni 2011, 20:56 WITA
Lewat Fadel, Syahrul Mengadu ke Dirjen Bea Cukai
Penulis : Aqsa Riyandi Pananrang, Editor : Muh. Irham


Tribun Timur/Aqsa Riandy Pananrang
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur, Jl Sungai Tangka, Makassar, Selasa. Syahrul memanfaatkan pertemuan itu untuk mengadu ke Dirjen Beacukai.


MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhammad langsung menelepon Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI Agung Kuswandono dalam pertemuan dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Gubernuran, Makassar, Selasa (14/06/2011).

Di hadapan Fadel, Syahrul mengeluhkan pelayanan Bea Cukai Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang masih kerap membongkar dan mengacak-acak barang bawaan penumpang dalam penerbangan langsung, Singapura-Makassar.

Saat asyik berbicara tentang proyeksi Sulsel menjadi hub ekspor perikanan dan komoditi timur Indonesia, Syahrul menyinggung soal penerbangan langsung Makassar-Singapura sekaligus mengenai layanan bea cukai tersebut.

"Ada satu kesulitan kami Pak Menteri karena bea cukai masih sering bongkar-bongkar barang penumpang. Saya khawatir nanti orang lari dari sini karena semua barang dibuka-buka," kata Syahrul kepada Fadel. Mendengar pengaduan tersebut, Fadel langsung memanggil ajudannya untuk menelepon Dirjen Bea Cukai. Namun, beberapa kali dihubungi belum bisa berbicara dengan alasan rapat.

"Katanya masih rapat Pak," lapor ajudan Fadel yang bolak-balik menemui pimpinannya itu. "Coba telepon menkeu (menteri keuangan)," kata Fadel di ajudannya. Namun, juga tidak tersambung. Mantan Gubernur Gorontalo itu langsung meminta telepon pribadinya, Blackberry Onyx, yang tersimpan di saku ajudannya.

Akhirnya, dirjen bisa tersambung. Setelah berbincang sekitar dua menit, Fadel kemudian menyerahkan teleponnya ke Syahrul. "Ini Pak dirjen, Pak Gubernur ada masalah dengan layanan bea cukai, tolong dibantulah," jelas Fadel yang kemudian menyerahkan ponsel hitam tersebut ke Syahrul.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini melanjutkan pembicaraan. Syahrul beberapa kali mengucapkan terima kasih dalam pembicaraan yang juga didengar wartawan itu. "Mohon bantuannya Pak Dirjen. Oh iya, saya belum pernah bertemu Pak dirjen, sekali-kali bisa dijadwalkan bertemu Pak. Terima kasih atas bantuannya Pak," kata Syahrul.

Syahrul kembali menyerahkan ponsel ke Fadel yang tetap melanjutkan perbincangan. "Orang muda harus gitu dong pak dirjen. Ini harus dibantu pak dirjen, mudah-mudahan ada jalan keluar biar daerah timur juga bisa maju," kata Fadel lagi.(*)

Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/...rjen-bea-cukai
Comeliness no está en línea  
Old June 16th, 2011, 06:44 PM   #649
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Photo by my profilez (http://www.flickr.com/photos/probovi...n/photostream/)
image hosted on flickr



Photo by bocah.info (http://www.panoramio.com/photo/16044026)
Comeliness no está en línea  
Old June 17th, 2011, 05:03 PM   #650
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Selasa, 14 Juni 2011 | 18:53:44 WITA |
Parkir di Terminal, Ditilang
AP 1 Janji Terus Lakukan Pembenahan



dok/fajar
SUKA MACET. Beginilah kondisi di depan terminal Bandara Sultan Hasanuddin yang direkam beberapa waktu lalu. Kendaraan pengantar dan penjemput masih sering parkir di depan terminal, sehingga perlu diterbitkan.


MAROS -- Kenyamanan pengunjung Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, PT Angkasa Pura (AP) I Makassar terus menjadi perhatian manajemen. Karena itu, pembenahan juga terus dilakukan. Mulai penertiban terminal, pembenahan interior, hingga penambahan fasilitas bandara. Hal itu dijanjikan Humas PT Angkasa Pura I, Agus Rahardjo, Senin, 13 Juni. Agus mengatakan, terminal bandara mulai ditertibkan, baik di terminal kedatangan maupun keberangkatan.

Dia mencontohkan, salah satu penertiban yang dilakukan di terminal keberangkatan adalah dengan tidak membolehkan lagi para pengantar penumpang untuk parkir di depan terminal. "Kalau di terminal keberangkatan itu, penertiban yang kita lakukan dengan tidak membolehkan para pengantar untuk parkir lama," katanya. Nantinya, kata dia, di terminal keberangkatan akan dikawal anggota Polantas. "Jadi kalau ada pengantar yang parkir lama-lama, akan ditilang," terangnya.

Sementara di terminal kedatangan, kata Agus, posisi flow kedatangan diubah. "Kalau dulu, begitu penumpang keluar dari pintu kedatangan langsung ke basemen. Sekarang dipecah, dan dalam terminal kedatangan dipasang counter taksi jadi penumpang bisa langsung beli karcis," jelas Agus.


Sedangkan di area pagar terminal kedatangan dipasang tiga counter yang terdiri atas satu counter damri dan dua rent car. "Jadi penumpang bisa memilih mau menggunakan jasa apa, taksi, rent car atau damri tanpa harus diserobot supir taksi dan supir mobil rental yang tidak punya izin," kata Agus.

Setelah mendapatkan tiket, lanjut Agus, penumpang diarahkan ke selatan terminal atau di sebelah kiri. Karena sudah dibuatkan parkir di sebelah selatan terminal. "Taksi atau rent car yang sudah ada surat izin dari Dinas Perhubungan Provinsi bisa menunggu penumpang di sana," terangnya.

Untuk sebelah kanan terminal kedatangan, kata Agus, diperuntukkan bagi kendaraan pribadi atau rombongan. "Juga bagi mereka yang memilih damri," katanya. Untuk penjemput VIP, kata Agus, juga sudah dibuatkan parkir. Yang parkirannya juga di bagian selatan bandara. "Penertiban ini dibantu polisi dan POM Auri," katanya.


Penertiban ini, kata Agus, bertujuan agar tidak ada lagi supir-supir liar yang menyerobot untuk menawarkan jasanya di area bandara. Taksi yang resmi dan mendapat izin dari Dinas Perhubungan ini, kata Agus, diberi nomor lambung taksi. "Bagi taksi yang tidak memiliki nomor lambung, maka itu tidak resmi," katanya.

Selain penertiban di terminal, kata Agus, juga ada pembenahan interior bandara dan penambahan fasilitas seperti delapan unit toilet. "Keluhan sound system yang tidak bagus yang jadi keluhan penumpang sudah kita benahi dan sudah kita tambah," katanya.

Angkasa Pura I, kata Agus, juga sementara melakukan persiapan ruang tunggu khusus penerbangan internasional. "Sekarang kita berusaha secara pelan-pelan menegakkan larangan merokok. Jadi cafe nantinya diwajibkan menggunakan penghisap asap rokok," katanya. Agus menambahkan, PT Angkasa Pura juga berencana akan membangun hotel, sehingga memudahkan penumpang yang transit. Mereka, kata dia, tidak perlu jauh-jauh keluar. (rin)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110613...al-ditilang%27
Comeliness no está en línea  
Old June 19th, 2011, 08:55 PM   #651
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Selasa, 14 Juni 2011, 01:25 WITA |
Sulsel Ajukan Permohonan Sertifikasi Kelaikan Udara

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) siap mengajukan surat permohonan Sertifikasi Kelaikan Udara ke Kementerian Perhubungan untuk pendaratan pesawat jenis Boeing 747 seri 400 di Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar. "Surat permohonan telah dibuat dan besok saya akan membawanya sendiri ke Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perekonomian," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Masykur A. Sulthan, di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, Bandara Sultan Hasanuddin harus memenuhi sertifikat tersebut apalagi kini statusnya telah menjadi salah satu gerbang utama perhubungan udara nasional. "Kita upayakan ke pusat, saya yakin karena pemerintah pusat juga sangat mendukung efisiensi atas rencana Sulsel membuka jalur penerbangan langsung Makassar-Jeddah," jelasnya.

Dukungan juga terlihat dari rencana perluasan kapasitas embarkasi dan debarkasi di Bandara Sultan Hasanuddin untuk keberangkatan calon haji dan umrah langsung dari Makassar. Konsep surat permohonan sertifikasi tersebut, katanya, juga telah dikomunikasikan dengan maskapai penerbangan Garuda.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk cabang Makassar, mempertanyakan tentang pendeklarasian pendaratan pesawat jenis Boeing 747 seri 400 di Bandara Sultan Hasanuddin.

"Belum di-'declared', apakah sudah bisa atau belum mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kalau saya tidak salah, pihak yang berwenang memberikan declare adalah Dinas Sertifikasi Kelaikan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan," jelas General Manager Garuda cabang Makassar, Rismondari.(T.KR-RY/M012)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/be...kelaikan-udara
Comeliness no está en línea  
Old June 22nd, 2011, 07:07 PM   #652
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Jumat, 17 Juni 2011, 05:41 WITA |
Penerbangan Makassar-Jeddah Diusulkan Setiap 10 Hari

Makassar (ANTARA News) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang, akan mengusulkan kepada PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) agar frekuensi rute penerbangan langsung Makassar-Jeddah berlangsung setiap 10 hari sekali. "Jadi terbang setiap sepuluh hari.

Pemberangkatan gelombang kedua akan dilakukan sekaligus menjemput rombongan umrah berikutnya dari Makassar," katanya di Makassar, Kamis, terkait perkembangan usulan Pemprov Sulsel kepada Garuda untuk membuka rute penerbangan langsung Makassar-Jeddah. Ia yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel ini diperintahkan oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, untuk melakukan pembicaraan lanjutan dengan manajemen Garuda terkait rencana pembukaan rute tersebut.

"Saya akan mengatur pertemuan dengan Garuda. Tinggal cari waktu, kemarin sudah sempat diskusi. Cuma mungkin dia tidak akan isi penuh bahan bakar dan transit di Batam, saya akan bicara dengan asosiasi penyelenggara haji dan umrah dan Kementerian Agama, paling tidak kita lihat apakah setiap sepuluh hari bisa memenuhi keterisian penumpang," jelasnya.

Dalam rencana pertemuan tersebut ia juga akan mengundang PT Angkasa Pura I, Bea dan Cukai Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kantor Imigrasi Makassar. Dengan PT Angkasa Pura I, pemprov akan memastikan ketersediaan ruang debarkasi dan embarkasi dan komitmen pelayanan pada bea dan cukai serta imigrasi.

"Boeing 747-400 itu 'kan kapasitasnya hampir 400 kursi, landasan bandara sudah baik tapi bagaimana dengan ruang debarkasi dan embarkasinya," ujarnya. Terkait pertanyaan Garuda tentang pendeklarasian pendaratan pesawat Boeing 747-400 di Bandara Sultan Hasanuddin, ia telah menyampaikan langsung kepada Garuda bahwa pesawat tersebut bisa melakukan pendaratan.

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/be...setiap-10-hari
Comeliness no está en línea  
Old June 25th, 2011, 07:19 PM   #653
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Sabtu, 25 Juni 2011 | 21:17:04 WITA |
Pemprov Usul Konsulat Kehormatan
Urus Visa Bisa di Makassar


MAKASSAR -- Rencana pembukaan rute penerbangan Makassar-Jeddah harus dibarengi penyediaan jasa layanan dokumen keimigrasian. Karena itu pemprov Sulsel mendesak pemerintah pusat untuk membangun konsulat kehormatan di Makassar agar pengurusan visa tak perlu ke Jakarta.

“Itulah yang diurus Pak Gubernur ke Arab Saudi. Akan dibicarakan dengan kedutaan besar RI untuk Arab Saudi soal rencana penempatan konsulat kehomatan di Makassar,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Sulsel Andi Masykur Sultan, Jumat 24 Juni.

Kelengkapan penerbangan itulah yang ingin dibereskan Pemprov Sulsel sebelum lauching penerbangan Makassar-Jeddah. Semua penumpang penerbangan internasional harus dilengkapi dokumen visa perjalanan. Itu sudah menjadi syarat wajib terutama penerbangan di luar negara-negara ASEAN. “Selama ini kalau mengurus visa harus ke Jakarta, makanya memang wajib ada kantor Konsulat Kehormatan di sini,” katanya.

Selain konsulat kehormatan, Masykur juga mengatakan Pemprov Sulsel juga mengusulkan rencana kenaikan status Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai salah satu pusat embarkasi dan debarkasi keberangkatan haji. Menurutnya, peningkatan status bandara tersebut penting karena animo penumpang Makassar-Jeddah asal Sulsel tertinggi di tanah air. Apalagi nantinya bandara akan melayani Kawasan Timur Indonesia.

Wakil Gubernur Sulsel Agurs Arifin Nu’mang terpisah menambahkan, warga Sulsel memiliki kekhasan dibanding warga provinsi lain dalam menunaikan ibadah haji dan umrah. Sekitar 35 persen penumpang Garuda tujuan Jakarta-Jeddah berasal dari Sulsel. Tahun lalu, sekitar 93 ribu penumpang Garuda ikut umrah

“Apalagi jumlah jamaah umrah dan haji Sulsel ini diperkirakan akan terus bertambah, menyusul tingginya waiting list haji reguler nasional. "Hingga April 2011 saja Garuda sudah mengangkut 61 ribu jamaah umrah, artinya diluar jamaah haji treguler jumlah ini hingga kuartal ketiga 2011 bisa mencapai 140 ribu, atau naik sekitar 40 persen,” beber Agus. (aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110624...-kehormatan%27
Comeliness no está en línea  
Old June 25th, 2011, 11:12 PM   #654
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Kamis, 23 Juni 2011 | 11:55 WIB
Angkasa Pura I Bangun Hotel Rp 50 Miliar

TEMPO Interaktif, Jakarta - Untuk membangun hotel di dua bandar udara, Juanda Surabaya dan Sultan Hasanuddin Makassar, PT Angkasa Pura I menyiapkan investasi Rp 50 miliar. "Itu untuk tahap awal," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo usai penandatanganan kesepahaman bersama Accor Indonesia, Kamis, 23 Juni 2011.

Dia mengatakan bangunan untuk hotel di kedua bandara tersebut sebetulnya telah tersedia dengan menempel langsung di terminal bandara itu. "Bangunan sudah ada, tinggal direnovasi," tuturnya.

Konstruksi hotel akan dimulai pada tahun ini setelah anak usaha PT AP I, Angkasa Pura Hotels, mendapat persetujuan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar. Dia menargetkan dua hotel itu akan dibangun dalam waktu 8 bulan hingga 1 tahun mendatang.

"Mungkin tahun depan sudah dapat dioperasikan," katanya. Dalam waktu tiga tahun pertama, perusahaan menargetkan dapat mengoperasikan 1.000 kamar hotel. "Satu hotel biasanya dibangun 100 hingga 150 kamar," ujarnya. Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha AP I Robert D. Waloni mengatakan dua hotel itu ditargetkan memperoleh pendapatan Rp 100 miliar untuk tiga tahun pertama.

Dengan melihat peruntukan bandara di Surabaya dan Makassar, hotel yang akan dibangun adalah budget hotel (hotel murah). "Setelah analisis pasar di sana, ruang di terminal pas untuk budget hotel," kata Robert. Dengan peruntukan dan lokasi yang cocok bagi budget hotel, Angkasa Pura I pun bekerja sama dengan Accor Indonesia. "Karena Accor operator yang terbaik untuk itu," kata Robert.

Presiden Direktur PT Accor Asia Pacific Coorporation Indonesia Gerard Guilouet mengatakan budget hotel paling cocok bagi kedua bandara tersebut. "Ini disesuaikan dengan pasar di sana," katanya. Untuk kamar hotel di tipe budget itu, memiliki tarif sekitar Rp 300-400 ribu. "Ini dengan tipe kamar di budget hotel, yakni twin, double, dan triple room," ujar Gerard. SUTJI DECILYA

Source: http://tempointeraktif.com/hg/bisnis...342739,id.html
Comeliness no está en línea  
Old June 27th, 2011, 09:14 PM   #655
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Senin, 27 Juni 2011 | 00:01:14 WITA |
AP I-Accor Bangun Hotel Seribu Kamar


Int
KERJA SAMA. Direktur Utama AP I Tommy Soetomo (kanan) usai melakukan penandatanganan kerja sama airport hotel dengan Gerrad Guillouet, Presiden Direktur Accor Indonesia (kiri) di Jakarta, akhir pekan lalu.


JAKARTA -- PT Angkasa Pura I (Persero), melalui anak usahanya, Angkasa Pura Hotels, rambah bisnis hotel kelas murah (budget hotel). Perseroan bermimpi memiliki 1.000 kamar dari seluruh hotel yang ada di bandara AP I, selama lima tahun. Accor Grup dipercaya sebagai operator hotel mereka.

Demikian disampaikan Direktur Utama AP I, Tommy Soetomo usai penandatanganan kerja sama airport hotel dengan Gerrad Guillouet, Presiden Direktur Accor Indonesia, di Wisma BNI 46, Jakarta, akhir pekan lalu.

"Kami sudah bentuk anak usaha di bidang hotel, dan Accor menjadi partner. Kami yakin Accor mitra yang solid. Dimana mulai pembangunan tahun ini, dan dalam 5 tahun kami punya 1.000 kamar," jelasnya.

Pembangunan selesai selama 8 bulan hingga satu tahun. Kedua hotel ini akan menghabiskan dana Rp 50 miliar. Ia menjelaskan, pembangunan hotel akan dimulai di bandara Hasanudin Makasar, serta Juanda, Surabaya.

Jenis kedua hotel ini adalah budget hotel, dengan brand Formula 1. "Kami siapkan model terbaru. Dimana hotel adalah salah satu fasilitas penting bandara manapun di dunia," katanya.


Gerrad mengakui, hotel yang akan mereka operasikan memiliki tarif bersaing. Sekitar Rp350-400 per kamar, dan ditujukan khusus pada pendatang domestik yang selalu melakukan perjalanan bisnis ataupun rekreasi. "Kami memiliki tarif yang terjangkau dan dikelola secara profesional. Untuk setiap hotel yang kami operasikan ada 100-150 kamar," tegasnya. (bs-upi)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110627...eribu-kamar%27
Comeliness no está en línea  
Old July 2nd, 2011, 10:38 PM   #656
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,286

Sabtu, 2 Juli 2011
AirAsia Terbang Setiap Hari ke Makassar

PT Indonesia AirAsia melirik jalur penerbangan ke sejumlah daerah. Rencananya maskapai milik Malaysia itu akan terbang setiap hari dari Bandara Hasanuddin ke Kuala Lumpur. Selama ini AirAsia baru singgah di Bandara Internasional Kuala Lumpur empat kali seminggu dari Makassar.

“Ada kemungkinan tim dari Malaysia sudah menyiapkan rencana baru yang akan direalisasi pada 2012 mendatang,” kata Kepala Wilayah AirAsia M. Dikdik Mulyana kemarin. Komitmen menggelar penerbangan langsung ke sejumlah negara di Asia itu tidak lepas dari frekuensi jumlah penumpang Makassar-Kuala Lumpur yang mencapai 80 persen. Ini berpengaruh pada target penumpang 2.200-2.300 per bulan.

Menurut Dikdik, rencana besar maskapai bertiket murah ini sekaligus menetapkan Makassar sebagai pusat penerbangan internasional untuk kawasan timur Indonesia. “Pada 2012, Makassar oleh AirAsia ditetapkan sebagai hub international flight untuk kawasan timur Indonesia,” ucap Dikdik.

Kepala Administrasi Bandara M. Sidabutar meminta agar Angkasa Pura I dan pemerintah provinsi meningkatkan fasilitas umum dan keamanan di terminal, termasuk memperbarui sistem sinar-x untuk memeriksa barang penumpang.

Selama ini alat pendeteksi barang bawaan dan penumpang hanya mampu memeriksa dua penumpang. Padahal bandara internasional harus memiliki alat yang mampu dilewati empat penumpang sekaligus. “Kami ingin menghindari antrean panjang penumpang yang selama ini banyak dikeluhkan,” kata Sidabutar. Sulfaedar Pay

Source: http://epaper.korantempo.com/PUBLICA...Mode=undefined
Comeliness no está en línea  
Old July 4th, 2011, 06:42 AM   #657
Marsya
Registered User
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 305
Likes (Received): 6

Siap-siap landing di SHIA:







Apron SHIA:




credit to TNG: http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=554674
Marsya no está en línea  
Old July 5th, 2011, 06:16 AM   #658
yudibali2008
WADD/DPS, WALL/BPN
 
yudibali2008's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Ziemia
Posts: 28,865









__________________
If you cannot be positive, then at least be quiet ~ Joel Osteen
yudibali2008 no está en línea  
Old July 5th, 2011, 06:18 AM   #659
yudibali2008
WADD/DPS, WALL/BPN
 
yudibali2008's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Ziemia
Posts: 28,865









__________________
If you cannot be positive, then at least be quiet ~ Joel Osteen
yudibali2008 no está en línea  
Old July 5th, 2011, 06:21 AM   #660
yudibali2008
WADD/DPS, WALL/BPN
 
yudibali2008's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Ziemia
Posts: 28,865









__________________
If you cannot be positive, then at least be quiet ~ Joel Osteen
yudibali2008 no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 04:41 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu