daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old November 15th, 2010, 04:19 PM   #961
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Lumayan juga tolnya... agak sedih nih ngeliat tol-tol generasi sekarang, kerasa sekali penghematannya
__________________
Si Tou Timou Tumou Tou
—Sam Ratulangi, manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain
Mimihitam no está en línea  

Sponsored Links
 
Old November 15th, 2010, 10:54 PM   #962
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,471
Likes (Received): 43

Quote:
Originally Posted by unity View Post
Not bad lah, kalo diliat dari gambarnya... Udah sampe tiga lajur tuh...
Ternyata panjangnya juga gak seberapa, bakalan lebih rame kalau bisa langsung nyambung tol Kuala Namu-Tebingtinggi...CMIIW

Tinggal nunggu Riau sama Sumsel aja nih keliatannya...
Begitu bangun jalan tol, gak tanggung2 langsung ratusan kilometer...
Aceh, Sumbar, Lampung juga udah siap2 ngebangun jalan tol.Ntar dari Aceh ke Lampung bakal terhubung dengan jalan tol. Jadi Pas mau mudik dari Jawa ke sumatra lebih gampang, jalannya mulus2 dan lurus. Apalagi kalau ada jembatan dumai-melaka, malah bisa nyetir ke Malaysia Semakin banyak proyek2 infrastruktur artinya apa ? peluang kerja buat para lulusan teknik sipil
bama84 no está en línea  
Old November 16th, 2010, 10:09 AM   #963
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,536
Likes (Received): 371

Quote:
Originally Posted by Mimihitam View Post
Lumayan juga tolnya... agak sedih nih ngeliat tol-tol generasi sekarang, kerasa sekali penghematannya
SEDIH!!! PRIHATIN !!!!!
Tol Indonesia generasi 1990-an pun mengecewakan... Lihat aja tol ke Merak dan Tol Serpong

Tahun 2000-an makin parah.

Tapi ada yang bagus kok, kayak Waru-Juanda dan Suramadu ,...
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old November 17th, 2010, 12:08 PM   #964
blablanonsense
Fiat Voluntas Tua
 
blablanonsense's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Parijs van Jawa, Merlion City
Posts: 3,153
Likes (Received): 558

saya baru dari Johor minggu lalu dan jalan tolnya lebar (3 jalur) dan sangat mulus. Penasaran, Indonesia kog tidak bisa ya seperti itu, uangnya lari kemana semua sih? (selain suap menyuap dan biaya tanah yang tinggi) Kapan ya, semua penduduk Indonesia (dari sabang sampai merauke) bisa menikmati jalan tol yang mulus?
blablanonsense no está en línea  
Old November 17th, 2010, 06:38 PM   #965
atmada
Dandanggula
 
atmada's Avatar
 
Join Date: Jan 2008
Location: Solo-Banjarbaru
Posts: 5,341

keknya yang paling sering kedengeran akhir-akhir ini teknisnya di lapangan mungkin pembebasan lahan, adaa aja masalahnya..targetnya tahun berapaa, mulai tahun berapa, masih pas progress ada hambatan..
__________________
Religion is regarded by the common people as true, by the wise as false, and by the rulers as useful (Seneca)
atmada no está en línea  
Old November 18th, 2010, 03:51 AM   #966
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,536
Likes (Received): 371

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
saya baru dari Johor minggu lalu dan jalan tolnya lebar (3 jalur) dan sangat mulus. Penasaran, Indonesia kog tidak bisa ya seperti itu, uangnya lari kemana semua sih? (selain suap menyuap dan biaya tanah yang tinggi) Kapan ya, semua penduduk Indonesia (dari sabang sampai merauke) bisa menikmati jalan tol yang mulus?
Di Johor, Lebuhraya yang pakai tol cuman ada 3 buah saja

1. Tuas Linkedua, itu untuk jalur dari Johor ke Singapore tanpa lewat pusat kota.
2. PLUS, jaringan jalan tol 800 km Utara-Selatan Semenanjung Malaya.
3. Senai - Pasir Gudang jaringan jalan tol dari PLUS menuju ke kawasan perindustrian terbesar di Johor.

Lumayan banyak memang, karena JOhor Bahru dan sekitarnya kan memang kawasan industri dan juga penunjang ekonomi Singapore. Itu baru yang pakai sistem tol, yang tanpa sistem tol juga lumayan. Kayak Skudai Expressway, Pasir Gudang Expressway.

Tapi tidak semuanya 6 lajur, kayaknya cuman Tuas Linkedua aja yang 6 lajur tolnya, yang lainnya masih 4 lajur.

Kualitas Tolnya memang FREAKING GOOD :p .... Ya setara lah dengan Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta di bagian Cawang-Tomang-Pluit. Dan yang pasti lalu lintasnya lumayan sepi dan tidak terlalu padat.

Waktu Senai-Pasir Gudang dibangun itu pakai pembebasan lahan juga (baru siap tahun kemaren tuh tolnya), katanya ada perkampungan melayu yang direlokasi gitu. Dan sempat sedikit Problematis juga, tapi akhirnya gak tahu gimana selesai aja. haha.

Di negara kita, kalau media gak asyik memberitakan betapa tersiksanya rakyat kita digencet pemerintah terkait pembebasan lahan... Rasanya proyek bakal jalan terus...

Contoh nyata itu ada di negara kita, TERLALU JELAS...Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. serta Jalan Gatot Subroto, dan kawasan SENAYAN itu dibangun di atas tangis darah warga Betawi asli... Bagi yang gak tahu. Dulu, pernah ada episode Sinetron DOEL ANAK SEKOLAHAN yang dilarang tayang di TV, gara-gara ada adegan yang menunjukkan almarhum Pak Haji Tile itu NGOTOT mau berpiknik sambil gelar tikar di Stadion Gelora Bung Karno sambil mengenang kalau itu rumah engkong-engkong mereka dulu.

Tentu saja, episode itu langsung dilarang tayang oleh Orde Baru :p
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; November 18th, 2010 at 03:57 AM.
rilham2new no está en línea  
Old November 18th, 2010, 05:48 AM   #967
fajarmuhasan
Final Fantasy Mania
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 7,619
Likes (Received): 246

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Contoh nyata itu ada di negara kita, TERLALU JELAS...Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. serta Jalan Gatot Subroto, dan kawasan SENAYAN itu dibangun di atas tangis darah warga Betawi asli... Bagi yang gak tahu. Dulu, pernah ada episode Sinetron DOEL ANAK SEKOLAHAN yang dilarang tayang di TV, gara-gara ada adegan yang menunjukkan almarhum Pak Haji Tile itu NGOTOT mau berpiknik sambil gelar tikar di Stadion Gelora Bung Karno sambil mengenang kalau itu rumah engkong-engkong mereka dulu.

Tentu saja, episode itu langsung dilarang tayang oleh Orde Baru :p
dilematis antara membangun dan mengayomi warga.
kalo sama sama mau berkembang tentu pemerintah bisa merelokasi warga dan warga bersedia direlokasi demi pembangunan (relokasi=ganti rugi/untung).
permasalahan yg timbul saat ini adalah pemerintah/investor sulit untuk mencapai warga pemilik tanah secara langsung. Alhasil harus melalu calo bertingkat2 sehingga hargapun jadi tidak wajar.
Jika calo bisa dihapus tentu akan mudah, tapi nampaknya calo2 ini juga dipelihara.....
fajarmuhasan no está en línea  
Old November 18th, 2010, 09:54 AM   #968
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,536
Likes (Received): 371

Quote:
Originally Posted by fajarmuhasan View Post
dilematis antara membangun dan mengayomi warga.
kalo sama sama mau berkembang tentu pemerintah bisa merelokasi warga dan warga bersedia direlokasi demi pembangunan (relokasi=ganti rugi/untung).
permasalahan yg timbul saat ini adalah pemerintah/investor sulit untuk mencapai warga pemilik tanah secara langsung. Alhasil harus melalu calo bertingkat2 sehingga hargapun jadi tidak wajar.
Jika calo bisa dihapus tentu akan mudah, tapi nampaknya calo2 ini juga dipelihara.....
Di era sekarang, masyarakat sudah lebih berpendidikan dan mengerti rasanya kemungkinannya sudah berkurang untuk mempercayakan segalanya pada calo.

Yang paling besar ya, karena masyarakatnya juga sudah sadar betapa mahalnya harga tanah mereka yang sebenarnya.

Istilah Ganti Rugi itu sudah tidak dipakai lagi loh .... ada konotasi negatif, sekarang media biasanya pakai kata kompensasi atau saguhati gitu.

Cara yang terbaik, ya pemerintah harus mau menyediakan kembali tanah pengganti dengan aksesibilitas yang lumayan. Dan kalau ada tanaman pertanian atau perkebunan di atas tanah itu, pemerintah harus memodali penanaman kembali tanaman tersebut.

tentunya ya, BPN nya pemerintah itu ya dikerasi dikit dari TOP MANAGEMENT negara kita. Jangan sampai ketika sudah mau diberikan dana kompensasi, ehhh tahu2 sertifikat tanah sudah berubah nama jadi Pengusaha Besar yang mengatasnamakan Kolektivitas Masyarakat Setempat ... Nuntut spekulan kayak gini yang menghabiskan waktu

Kalau sudah tahu pembebasan lahan perlu waktu panjang, ya hendaknya pembebasan lahan itu dicicil tiap tahunnya walaupun belum ada struktur pendanaan yang jelas untuk proses konstruksinya. Tapi, soal lahan sudah jelas dimiliki pemerintah (diperoleh secara bertahap). Harusnya kalau Pemerintah memang benar punya RTRW (Rencana Tata Ruang & WIlayah) ya itu aja diikuti, semua titik yang kira-kira bakal ada pembangunan proyek Pekerjaan Umumnya, ya dibebaskan lahannya dalam jangka pendek, baru kemudian proyeknya dibangun secara jangka panjang....
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old November 18th, 2010, 03:09 PM   #969
Wicak_15
My (Future) Girlfriend
 
Wicak_15's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Location: Jakarta
Posts: 3,457
Likes (Received): 1022

Foto jalan tol Akses Tanjung Priok

--Part 1--

1.


2.


3. (maaf agak blurry)


4.


5.
Wicak_15 no está en línea  
Old November 18th, 2010, 03:15 PM   #970
Wicak_15
My (Future) Girlfriend
 
Wicak_15's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Location: Jakarta
Posts: 3,457
Likes (Received): 1022

--Part 2--

1.


2.


3.


4.


5.


Info:
Sebenarnya nih ruas tol udah selesai 4 bulan yang lalu. Tapi kenapa belum dioperasikan ya?
Wicak_15 no está en línea  
Old November 19th, 2010, 01:20 PM   #971
drie
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 14,697

Jalan Lintas Barat Prov. Riau

image hosted on flickr


image hosted on flickr


image hosted on flickr


image hosted on flickr
drie no está en línea  
Old November 21st, 2010, 02:58 AM   #972
MARINHO
Registered User
 
MARINHO's Avatar
 
Join Date: Sep 2005
Location: AMS
Posts: 1,312
Likes (Received): 3

Menikmati Tol Kanci-Pejagan Sopir Angkutan Pilih Jalur Lama

JALUR tol Kanci (Cirebon)-Pejagan (Brebes) yang mestinya mempersingkat waktu tempuh perjalanan, tak semua disukai para sopir, khususnya angkutan umum dan barang. Masalahnya, tol sepanjang 35 Km itu tarifnya dinilai terlalu mahal. Untuk kendaraan kelas I Rp 21.500 , II Rp 32,500, III Rp 43.500, IV Rp 54.500 dan V Rp 65.000.

Tarif kelas I lebih mahal dari tol Kanci-Plumbon sepanjang 74 Km yang hanya Rp 8.500. Karena itu tak heran, banyak pemakai jalan menyebut tol ini paling mahal di Indonesia. ‘’Buat apa lewat tol, tarifnya mencekik leher,’’ ujar Mashudi (40) sopir bus jurusan Yogyakarta-Jakarta.

Bagi pengemudi angkutan umum, tarif sebesar itu sangat membebani biaya perjalanan. Lagi pula jalan pantura Brebes-Cirebon, masih dianggap nyaman karena menggunakan empat lajur. ‘’Ya kalau kepepet jalur pantura macet, tol Pejagan-Kanci bisa menjadi alternatif ketimbang menunggu lama di kemacetan,’’ tutur seorang pengemudi.

Banyaknya pengemudi angkutan umum dan barang memilih jalur lama, terlihat di jembatan timbang (JT) Tanjung, Brebes. JT Tanjung berada sekitar 500 meter dari ruas pintu masuk tol Pejagan.

Menurut Pengawas Operasional JT Tanjung M Sugiono, sejak tol dioperasikan 26 Januari, hanya terjadi penurunan arus lalu lintas truk (kendaraan barang) sekitar 20 persen. Sebanyak 80 persen lainnya, masih melewati jalur pantura dan masuk JT Tanjung.

Dalam pengamatannya, tol banyak digunakan kendaraan pribadi dan truk trailer. Bagi yang belum pernah lewat, biasanya sekadar mencoba, setelah lewat dan tahu tarifnya mahal, kembali ke jalur pantura.

Herman, seorang pengemudi truk, mengatakan masih memilih jalur pantura ketimbang lewat tol. Dia punya pertimbangan sendiri tidak lewat tol karena menjaga keawetan ban kendaraan. Badan jalan tol ini memang menggunakan konstruksi teknologi beton cetak, tanpa menggunakan aspal hotmix pada umumnya. Konstruksinya hampir sama dengan tol Cipularang-Purbalenyui, pada awal pembangunannya. Namun tol tersebut sudah dilapis aspal, sehingga kini lebih nyaman. Dia mengatakan, sistem beton untuk jalan bisa memperpendek usia ban. ‘’Apalagi kalau ban kendaraan sudah divulkanisir, jadi lebih cepat rusak,’’ tuturnya.
Lebih Nyaman

Pengalaman pengemudi kendaraan umum berbeda dengan kendaraan pribadi. Mereka umumnya memilih masuk tol, daripada jalur daendels pantura. Umumnya mereka mempertimbangkan kecepatan waktu tempuh, dan keamanan di jalan. Jalur pantura Brebes-Cirebon, yang ditengarai sering macet kurang aman bagi pemakai kendaraan pribadi.

‘’Kalau lagi apes jalan macet muncul preman jalanan yang suka memaksa minta uang atau barang, kan repot,’’ ungkap Agus Samhudi (47), pengemudi sedan dari Semarang, yang hendak ke Jakarta.

Tentang rute tol itu, Agus mengkritik sepanjang jalan 35 Km tidak ada lampu penerangan jalan umum. Lampu penerang jalan bisa ditemui hanya di ruas pintu masuk Pejagan dan pintu keluar Kanci. Bahkan, ruas pintu keluar-masuk yang direncanakan akan dibangun di Ciledug-Kabupaten Cirebon belum dibangun pengembang jalan tol. Karena itu warga Jabar yang ada di perbatasan Jateng-Jabar tidak bisa masuk jalan ini.
__________________
SUPPORT RON PAUL

Last edited by MARINHO; November 21st, 2010 at 03:13 AM.
MARINHO no está en línea  
Old November 21st, 2010, 04:27 AM   #973
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,388
Likes (Received): 62

Pembangunan Jaya Ancol rambah bisnis tol
Kamis, 18 November 2010 | 18:14 wib ET
(kabarbisnis.com/Purna Budi)

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) yang selama ini lebih dikenal sebagai perusahaan pengelola tempat rekreasi bakal melakukan diversifikasi usaha. Perseroan akan merambah bisnis jalan tol.

”Perseroan masuk ke bisnis jalan tol sebagai bagian dari diversifikasi bisnis. Namun, kami lebih memilih menggarap proyek jalan tol yang bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat menuju Ancol,” ujar Sekretaris Perusahaan PJAA FX Husni di sela-sela acara Investor Summit and Capital Market Expo 2010 di Gramedia Expo Surabaya, Kamis (18/11/2010).

Husni mengatakan, ruas tol yang akan digarap adalah ruas Cakung-Cililitan-Ancol sepanjang 4,5 kilometer. Perseroan akan mengerjakan proyek tersebut bersama satu perusahaan lain yang masih dalam satu Grup Pembangunan Jaya dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepala Divisi Keuangan Ancol Teuku Sahir menambahkan, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp120 miliar untuk konstruksi pembangunan jalan tol tersebut. Adapun untuk biaya reklamasi disiapkan dana Rp150 miliar. ”Sumber pendanaan kami dapatkan dari kas internal dan pinjaman perbankan. Kami juga menjajaki kemungkinan emisi obligasi maupun rights issue,” jelasnya.

Menurut Sahir, perseroan merambah bisnis jalan tol dengan dua tujuan. Pertama adalah diversifikasi usaha. Selama ini perseroan lebih fokus ke pengelolaan bisnis rekreasi. Dengan lini bisnis baru, diharapkan kinerja PJAA bisa semakin terkatrol.

Tujuan kedua adalah menciptakan sarana pendukung untuk menunjang bisnis utama perseroan di bidang rekreasi. ”Karena itu, kami memilih jalan tol yang bisa menjadi akses masyarakat menuju Ancol,” ujarnya.

Per kuartal III/2010, PJAA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp623,308 miliar, tumbuh 22,53% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor pendapatan terbesar adalah dari bisnis sektor rekreasi yang mencapai Rp417,015 miliar. kbc5
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea  
Old November 21st, 2010, 05:43 PM   #974
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,536
Likes (Received): 371

Jalan Nasional Antara Pontianak dan Nanga Pinoh
Kalimantan Barat


Menurut uploader, lokasinya di daerah MANDOR


Yang ini gak tahu di daerah mana
1 ,,, melewati jembatan kayu sudah sangat gelap sekali kelihatannya


2,,,


Hmm, jalannya lebih sempit dari kebanyakan jalan nasional di Jawa dan Sumatra. Suasananya persis di Jalan Lintas Timur Sumatra ..... tapi jaman tahun 1980-an dan 1990-an... Karena kalau sekarang lewat lintas Timur Sumatra, sisi yang masih ber"hutan" lebat tinggal di RIau selatan perbatasan menjelang jambi. Dan itu cuman sekitar 100-200 km dari sekitar 2000-an km panjang ruas jalan ini. Rata2 udah habis hutannya berganti sawit dan karet
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old November 22nd, 2010, 03:12 PM   #975
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,058
Likes (Received): 16

Tol Medan-Kualanamu Masuk dalam Kerjasama PU Indonesia-China


MedanBisnis – Jakarta. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak menerima kunjungan Wakil Menteri Transportasi Republik Rakyat China Feng Zhenglin beserta delegasi, Jumat (19/11) di Jakarta. Dalam pembicaraannya terungkap jalan Trans Sumatera dan Tol Medan - Kualanamu termasuk dalam kerja sama ke-PU-an antara Indonesia China.
Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian PU Agoe Widjanarko, Dirjen Sumber Daya Air Moch. Amron, Dirjen Bina Marga Djoko Murjanto, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Ekonomi dan Investasi Setia Budhy Algamar, Kepala BPJT Ahmad Gani, dan Direktur Bina Teknik Ditjen Bina Marga Purnomo.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Transportasi China mengungkapkan keberhasilan pemerintah China di bidang infrastruktur jalan selama 30 tahun. Menurut Feng Zhenglin, pemerintah China berhasil membangun 73.000 km jalan bebas hambatan dalam kurun waktu 28 tahun. Sejak 2005 hingga 2008, pemerintah China tiap tahunnya membangun 4.500 km jalan. Sementara Indonesia baru memiliki 750 km jalan bebas hambatan.

Menanggapi hal tersebut, Hermanto Dardak mengatakan bahwa, hal-hal yang dilakukan pemerintah China dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dapat dipelajari dan diterapkan sesuai dengan kondisi Indonesia. Dengan anggaran yang telah ditetapkan, diupayakan agar proyek prioritas dapat dilaksanakan seperti Jalan trans Sumatera, Jalan Trans Kalimantan dan Papua.

Hal lain yang disampaikan pemerintah China adalah penekanan pentingnya master plan. Pemerintah China membuat master plan umum dan jalan baik jalan nasional maupun jalan daerah. Feng Zhenglin sepakat bahwa infrastruktur jalan sanagt strategis dalam mendukung perekonomian. Pemerintah China juga menilai bahwa kerja sama dalam pembangunan Jembatan Suramadu berhasil dan lancar. Mengingat, jembatan tersebut telah berfungsi ekonomi dan sosial bagi kawasan sekitar.

Dikatakan Hermanto Dardak, master plan telah ditetapkan melalui RTRW baik nasional maupun wilayah. Sejak diterbitkannya UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, pemerintah menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Untuk RTRW daerah disusun oleh pemerintah daerah. Sehingga, segala pembangunan dan tata letak diatur dalam master plan yang telah dibuat oleh masing-masing daerah sesuai dengan RTRW.

Terkait dengan MoU yang dilaksanakan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah China, Feng Zhenglin mengharapkan agar proyek-proyek yang telah disepakati dalam MoU tersebut dapat segera dikontrakkan. Proyek-proyek tersebut yakni pembangunan Jembatan Musi III, Jembatan Tayan, Jembatan Kendari, Jalan Tol Medan-Kualanamu, dan Jalan Tol Coleunyi-Sumedang-Dawuan.

Dengan pelaksanaan keempat proyek tersebut, Pemerintah China bersedia untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam proyek-proyek lain.
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea  
Old November 22nd, 2010, 03:15 PM   #976
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,058
Likes (Received): 16

2011 Bangun Tol Patungraya

INDRALAYA - Kemacetan dan kecelakaan yang terus menghantui pengguna jalan raya Palembang-Indralaya (OI)-Betung (Banyuasin), membuat Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin berpikir keras untuk mengambil alih rencana proyek pembangunan jalan tol Palembang-Betung-Indralaya (Patungraya).

Rencana ini disampaikan Alex Noerdin dalam sambutannya pada acara puncak Dies Natalis ke-50 Universitas Sriwijaya (Unsri), Selasa (2/11) di Kampus Unsri Jalintim KM 33 Indralaya, Ogan Ilir.

Menurut Alex, rencana Pemprov Sumsel mulai membangun Tol Patungtraya ini pada Tahun 2011 seusai pelaksanaan SEA Games. Dananya, Pemprov akan minta bantuan pusat melalui dana sharing.

“Tadi pagi waktu saya menuju ke sini (Indralaya) jalan macet, padahal saya datang dengan Pak Kapolda pakai iringan mobil voorider. Ini menunjukkan jalan Palembang-Indralaya sudah padat dan

perlu diperlebar,” ujar Alex Noerdin seraya menambahkan, jika hal ini terus terjadi sudah pasti mahasiswa dan dosen Unsri yang setiap hari ke Indralaya akan berpikir ulang karena macet.

“Jadi sudah saatnya kita bangun jalan tol dari Palembang-Indralaya,” tegas gubernur.

Alex mengakui, rencana pembangunan jalan tol ini sudah dua kali gagal, disebabkan calon investor mengalami kesulitan masalah ganti rugi lahan yang tidak bisa dilakukan secara cepat.

“Jadi satu-satunya jalan, kita ambil alih pembangunan tol sepanjang 90 KM dari Indralaya ke Betung,” kata gubernur sambil melirik Ketua DPR RI, Marzuki Ali yang ikut hadir.

“Mumpung ada Pak Marzuki Ali, kita bisa minta bantuan lobi ke DPR untuk merealisasikan pembangunan jalan tol ini,” ungkap Alex Noerdin seraya menambahkan, rencana pembangunan tol ini bakal memakan waktu dua sampai tiga tahun, sehingga jika dimulai Tahun 2011 akan selesai Tahun 2013.

Sementara itu Rektor Unsri, Prof DR Badia Parizade mengatakan, Unsri yang kini sudah berumur setengah abad mampu menjadi perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Unsri yang basis riset memiliki keunggulan di berbagai bidang ilmu, khususnya pengembangan sumber daya alam (SDA).

Badia mengajak semua mahasiswa, masyarakat, alumni dan seluruh civitas akademika Unsri untuk merenung sejenak, apa yang telah diberikan untuk memajukan dan kemajuan Unsri, bukan justru memikirkan apa yang telah diperoleh dari Unsri.
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea  
Old November 23rd, 2010, 04:44 PM   #977
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,536
Likes (Received): 371

Truk yang terbalik itu fenomena yang cukup sering terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatra, rasanya untuk Riau sendiri tahun ini sudah ada sekitar 2-3 kali yang begitu kronis dan menyebabkan kemacetan belasan jam.

Nah ini laporan dari BAYUNG LENCIR, Kota kecamatan yang sudah cukup dekat (well tidak dekat-dekat banget) dengan perbatasan Sumatra Selatan dan Jambi. Jaraknya sekitar 200 km dari Palembang, dan masih 100 km lagi ke Kota Jambi. Palembang - Jambi jaraknya lebih dari 300 km memang.

Truk terbalik di Jalan Lintas Timur Sumatra
Lokasi : BAYUNG LENCIR
Kabupaten Musi Banyuasin
Provinsi Sumatra Selatan

Gambar oleh Mr Jeff @BisMania
http://www.bismania.com/home/showthr...-Lampung/page4

Konon bobot truknya sampai 40 ton, nomor plat nya "B" tuh 1
1


2


3


4


Antrian kendaraan


Lalu lintas berhenti total dari jam 4 pagi, sampai 9 pagi.

Ohya sang UPLOADER dalam perjalanan bus dari Pekanbaru ke Bandarlampung,
Perjalanan dimulai di
1. Pekanbaru, pada hari Rabu 3 November 2010 Pukul 13.00 WIB
2. Memasuki Kota Jambi pada hari Kamis 4 November 2010 Pukul 02.00 WIB
3. Memasuki Kota Palembang pada hari Kamis 4 November 2010 Pukul 15.00 WIB
3. TIba di Kota Bandarlampung pada hari Jumat 5 November 2010 Pukul 02.00 WIB

Jambi-Palembang gak selama itu sebenarnya. Tapi gara2 ada Truk itu, dan memang menjelang Kota Palembang setelah Betung lalu lintasnya cukup padat. Jadi memang gak bisa ngebut
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; November 23rd, 2010 at 04:54 PM.
rilham2new no está en línea  
Old November 23rd, 2010, 11:41 PM   #978
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

^
Buseet, padat bener, mana jalannya sempit pula O_O
__________________
Si Tou Timou Tumou Tou
—Sam Ratulangi, manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain
Mimihitam no está en línea  
Old November 24th, 2010, 02:55 AM   #979
BATAMANIA
All About Free
 
BATAMANIA's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: Nusantara
Posts: 1,363
Likes (Received): 2

Gila ... Padat bgt Lintas Sumatra ... sudah waktunya nih di bangun jalan toll trans Sumatra dari Lampung sampe ke Banda Aceh ....
BATAMANIA no está en línea  
Old November 24th, 2010, 11:05 AM   #980
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,536
Likes (Received): 371

Aslinya gak sepadat itu, masih bisa kok kecepatan sampai 80-100 km/jam TAPIIII, kalau di luar kawasan Ibukota Kabupaten atau Kota Kecamatan saja ya . Dan 20-30 km menjelang ibukota Provinsi memang dipastikan bergerak padat merayap . Tergantung ukuran kotanya, kalau Palembang sih kurasa sudah padat lalu lintasnya sejak dari titik kawasan namanya Betung. Kalau dari selatan lalu lintas akan mulai padat dari titik kawasan namanya Indralaya.

Medan malah lebih parah lagi, kalau naik mobil (dari arah Tebingtinggi) orang cenderung gak lewat jalan nasional ke perbatasan Kota Medan nya itu. Mereka mending masuk jalan tol Belmera di Tanjung Morawa, kemudian baru keluar lagi di beberapa titik di Kota Medan. Kecuali para pelintas dan komuter yang memang kerjanya di Kawasan Industri di Tanjung Morawa itu.

Baru kerasa padatnya kalau ada "BOTTLENECK" misalnya jembatan roboh, truk terjungkal, kecelakaan, atau razia pernbatasan (terutama waktu kasus Perampokan CIMB Niaga di Medan) .. Memang terjadi pengetatan penjagaan di perbatasan Provinsi. Ini biasanya akumulasi kendaraan karena lalu lintasnya tidak lancar. Kalau lancar sih, akumulasi dan penumpukan itu jarang terjadi (tapi hanya untuk Riau, Jambi, dan Sumsel yang kepadatan penduduknya rendah. Kalau untuk Sumatra Utara dan Lampung yang penduduknya padat,, teori ini sepertinya tidak berlaku )

SUMATRA untuk Jalan Lintas perlu perhatian khusus dan bantuan pemerintah pusat dalam pembangunan JALAN LINGKAR KOTA KECAMATAN dan IBUKOTA KABUPATEN di sepanjang ruas Lintas Timur, jadi lalu lintas tidak perlu melewati perkotaan yang padat dengan truk2 istirahat, angkot-angkot, dan kendaraan umum, pasar tumpah dan sebagainya. Terutama untuk Sumatra Utara dan Lampung yang kepadatan penduduk per km perseginya memang paling tinggi. Kalau di Riau, Jambi, dan Sumsel sih kepadatan penduduk per km perseginya lebih rendah. Tapi masalahnya, kota-kota kecamatan mulai menjamur dan bermunculan di tepian lintas timur ini. Padahal harusnya mereka ini punya kota baru yang tidak dibangun di kiri-kanan jalan nasional ini.
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; November 24th, 2010 at 11:15 AM.
rilham2new no está en línea  
Closed Thread

Tags
highway

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 10:27 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu