daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old May 12th, 2009, 07:02 PM   #81
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,730

Ada yg sudah pakai e-toll card?

Gw butuh testimonial dari SSCers sebelum gw daftar e-toll card ini.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea  

Sponsored Links
 
Old May 13th, 2009, 08:43 AM   #82
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

Quote:
Originally Posted by peseg5 View Post
Ada yg sudah pakai e-toll card?

Gw butuh testimonial dari SSCers sebelum gw daftar e-toll card ini.
Gw awalnya mau, tapi kata orang mandirinya harus isi pertama Rp 250rb dulu. Sedangkan E toll Card cuma bisa dipakai di tol dalam kota sm tol bandara(yg gw lewatin cuma ky 2x sebulan). Gw tunggu sistemnya di install di toll JORR sm tol BSD dulu baru mau mau daftar.
tollfreak no está en línea  
Old May 14th, 2009, 10:11 AM   #83
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

Proyek Jalan Tol Bogor Ring Road Molor


RABU, 13 MEI 2009 | 07:16 WIB
Laporan wartawan WARTA KOTA Soewidia Henaldi

BOGOR, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meresmikan pengoperasian Jalan Tol Bogor Ring Road (BRR) tahap I bertepatan dengan Hari Jadi Bogor 3 Juni mendatang sepertinya bakal meleset. Pasalnya, ruas BRR Sentul Selatan-Kedunghalang sepanjang 3,7 kilometer hingga kemarin masih dalam proses pengerjaan.

Pantauan Warta Kota di lokasi, Selasa (12/5), pembangunan proyek yang menelan biaya hingga Rp 1,5 triliun itu baru sekitar 40 persen. Sejumlah pekerja tampak masih melakukan perataan tanah, serta pembuatan saluran air, terowongan Jalan Kaumsari, dan jembatan penyeberangan orang.

Di kawasan Kedunghalang, tepatnya di simpang Tugu Narkoba yang rencananya bakal dijadikan pintu tol, areanya masih dalam bentuk tebing. Bahkan pengerjaannya masih dalam tahap meratakan tanah. Belum ada pembangunan fisik atau minimal tiang pancang sambungan tahap II antara Kedunghalang-Taman Yasmin dengan panjang 4,1 kilometer

Sejumlah warga yang ditemui berharap proyek BRR yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di pusat Kota Bogor ini segera rampung. ”Kita berharap proyek ini cepat selesai, soalnya kalau jalan tol ini selesai, bisa mengurangi kepadatan kendaraan di Kota Bogor,” kata Solihin, warga Yasmin, Tanahsareal.

Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bogor Daud Arsandi yakin bahwa pembangunan Jalan Tol BRR tahap pertama sudah rampung pada Juni mendatang. ”Meski bukan kewenangan kami, tapi informasi yang kami terima memang proyek Tol BRR tahap pertama harus sudah selesai Juni mendatang,” ujarnya ketika ditemui di kantornya.

Sedangkan Wali Kota Bogor Diani Budiarto menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol kemungkinan baru selesai akhir 2009 ini. ”Diharapkan, akhir tahun ini selesai sehingga BRR dapat secepatnya mengurai kemacetan,” katanya.

Proyek pembangunan BRR yang dibagi dalam tiga tahap ini sempat terhambat pembebasan tanah. Akibatnya, penyelesaian pembangunan tahap pertama molor. Target selesai akhir 2008 dan bisa difungsikan triwulan pertama 2009 tak tercapai.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat melakukan breaking ground tanda dimulainya pembangunan fisik pada 2007 mengatakan, seharusnya sesuai dengan rencana awal Seksi 1 harus sudah selesai tahun 2007. ”Tapi kami percaya PT Jasa Marga akan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini pada akhir tahun 2008, sehingga siap difungsikan pada triwulan pertama tahun 2009,” ujarnya saat itu.

tollfreak no está en línea  
Old May 14th, 2009, 10:12 AM   #84
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

Tol Tangerang Barat-Cikupa Dilebarkan Tahun 2012

KAMIS, 14 MEI 2009 | 11:23 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Haryo Damardono

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur PT Marga Mandala Sakti, Wiwiek Santoso, mengatakan, ruas tol Tangerang Barat (Km 26+000)-Cikupa (Km 31+500) akan dilebarkan mulai tahun 2012 dari 2 x 2 lajur menjadi 2 x 3 lajur.

"Penambahan lajur untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas tol itu," kata Wiwiek, Kamis (14/5) dalam Seminar Peningkatan Iklim Investasi Jalan Tol di Hotel Santika Jakarta.

Secara bertahap tol itu terus akan dilebarkan, misalnya, ruas Cilegon Timur-Cilegon Barat dilebarkan tahun 2025. Sedangkan ruas Serang Timur-Serang Barat dilebarkan tahun 2031.

Kini tol yang beroperasi mulai tahun 1992 itu, secara bertahap memperbaiki konstruksi mulai tahun 2008-2014. Total biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp 767 miliar. Sebenarnya, tingkat keausan atau fatique dari konstruksi tol itu sudah mulai terdeteksi tahun 2003, dan kini kondisinya memburuk.
tollfreak no está en línea  
Old May 14th, 2009, 05:24 PM   #85
=NaNdA=
Liverpool holic
 
=NaNdA='s Avatar
 
Join Date: Dec 2007
Location: Anfield Stadium
Posts: 8,535
Likes (Received): 32

Bogor Outer Ring Road itu masih lamaaa......

i bet it wil finish by the end of this year..
__________________
a new comer in Palembang City..
=NaNdA= no está en línea  
Old May 15th, 2009, 11:17 AM   #86
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

JORR W1 Dioperasikan November

KAMIS, 14 MEI 2009 | 19:12 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Jalan Tol Kebun Jeruk–Penjaringan atau Jakarta Outer Ring Road West One (JORR W1) akan dioperasikan pada November mendatang.

Direktur Utama PT Bangun Tjipta Sarana Siswono Yudohusodo, seusai bertemu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balai Kota, Kamis (14/5), mengatakan, JORR W1 telah selesai dibangun oleh PT Jakarta Lingkar Barat I. PT Bangun Tjipta Sarana merupakan anak perusahaan PT Jakarta Lingkar Barat I.

Direncanakan, jalan tol lingkar luar Jakarta sepanjang 10 kilometer itu sudah bisa dioperasikan November tahun ini. "Oleh karena itu, kami menghadap ke Gubernur karena ada beberapa hal yang perlu kami laporkan," kata Siswono seusai bertemu Fauzi Bowo sebagai diberitakan Beritajakarta.com.

Hal yang dilaporkan antara lain, sebagai investor JORR W1, Siswono mengharapkan penyelesaian JORR W2 (Kebun Jeruk-Ulujami) bisa dilakukan secepatnya. Sebab, jika JORR W1-W2 diselesaikan dengan cepat, beban lalu lintas di jalan tol dalam kota akan berkurang.

PT Jakarta Lingkar Barat I juga melaporkan bahwa perusahaan itu telah membuat saluran pembuangan air bagi penduduk yang tinggal di kawasan JORR W1. Saluran pembuangan air itu langsung terhubung ke tiga kali, di antaranya Kali Angke dan Cengkareng Drain. Penataan pembuangan air ini terkait dengan telah ditutupnya sebuah rawa yang selama ini dijadikan tempat pembuangan air warga.

"Jadi JORR W1 itu tidak akan mengganggu soal tata air. Karena ada saluran yang akan langsung membuang ke sungai. Kalau dulu membuang ke daerah rawa itu," katanya.

Pengoperasian JORR W1, kata Siswono, tidak perlu menunggu JORR W2 selesai dibangun. "Sebagai investor, income kami menjadi sangat kecil, tapi itu tidak masalah asalkan JORR W2 bisa cepat diselesaikan," katanya.

Total investasi JORR W1 sebesar Rp 2,3 triliun dan investor mendapat konsesi dari pemerintah selama 35 tahun.

Berkaitan dengan proyek JORR W2, Fauzi Bowo mengatakan, saat ini masih dalam pembebasan tanah oleh tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Jakarta Barat. Menurutnya, P2T Jakbar sedang menginventarisasi data tanah yang akan dibebaskan untuk JORR W2. "Mudah-mudahan dua tahun rampung. Bangunnya sih gampang, pembebasan tanahnya yang susah," tandasnya.

Fauzi berharap, jika JORR W1 dan W2 selesai, beban lalu lintas di jalan tol dalam kota akan beralih ke JORR W1 dan W2. "Sekarang 100 persen beban lalu lintas dalam kota ada di jalan tol tengah. Jika JORR W1 dan W2 selesai tentu bisa berkurang," kata Fauzi Bowo.

______________________
2 tahun lagi JORR W2?haha mundur lagi...kenapa W2 ga dibangun ruas Ulujami-Ciledug dulu ya(karena lahan di ruas ini udah lumayan bebas kl dilihat dari ramp tol BSD) baru lanjut ke Puri?Lumayan kalau udh sampai ciledug, yang dari Lebak Bulus ga usah lewat Arteri Pondok Indah atau Ciputat Raya
tollfreak no está en línea  
Old May 15th, 2009, 07:15 PM   #87
gliazzurra
Ini Medan Bung!!
 
gliazzurra's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 672
Likes (Received): 0

ha?? sampe sekarang masi inventarisasi data tanah?? 2 tahun terakhir ini ngapain aja?? bukannya dari dulu bilang nya mo dikebut??
__________________
** Visit Indonesia **
Click here and here
gliazzurra no está en línea  
Old May 15th, 2009, 09:14 PM   #88
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,480
Likes (Received): 338

Dua tahun ini usaha pembangunan image PARTAI POLITIK TERTENTU ... nanti pembuktiannya kalau udah bener2 kepilih. Kayaknya udh bener2 kepilih, so tunggu aja lah ... ya 2-5 tahun lagi
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old May 18th, 2009, 12:33 PM   #89
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

Jasa Marga confident on tariff hikes plan

The Jakarta Post , JAKARTA | Sat, 05/16/2009 12:49 PM | Business

State toll road operator PT Jasa Marga was upbeat with its proposal to increase toll road tariffs that is says is in keeping with its contracts.

The publicly listed company has announced plans to increase tolls on 11 of 13 toll roads under its management.

The planned tariff increase, which would take place in August, is currently under review by the Indonesian Toll Road Authority (BPJT), an agency under the Public Works Ministry that was set up in 2005.

Jasa Marga secretary Okke Marlina was upbeat that BPJT would approve the proposal that would allow his company to increase the tariffs between 17 and 20 percent. “We have fulfilled our contractual service standards,” Okke said, adding that the company had not increased the tolls on those roads for the past two years as stipulated in the contract. Under existing contracts, toll road operators are allowed to increase tariffs every two years. The adjustments are based largely on estimates of cumulative inflation over the August 2007 to August 2009 period — around 14 percent, she said.
Jasa Marga’s optimism was shared by Said Didu, the secretary of the State Ministry for State Enterprises, who said it was stipulated in Jasa Marga’s contracts and that the government had no option but to guarantee investors’ rights.
To increase the tariff did not require approval from the House of Representatives, Said added. “Before constructing those toll roads, investors and the government discussed the concept and criteria for increasing toll tariffs,” he said.
Provided Jasa Marga fulfilled other criteria in the contract, the increase was inevitable, he said. Publicly listed Jasa Marga operates a total of 13 toll roads, but plans to increase the tariff in only in 11 of these because the tariffs for the other two — Jakarta-Cikampek and Sediatmo (Jakarta-airport) — were increased in 2008.
The 11 toll roads to see tariff increases include the Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) and the Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang) routes.
In addition to its existing 13 toll roads, Jasa Marga is currently building several new roads including the Bogor Ring Road in West Java, the Semarang-Solo toll road in Central Java, the Gempol-Pasuruan toll road in East Java and the Surabaya-Mojokerto toll road in East Java.
The company raked in Rp 367.7 billion in operational profits this quarter, representing a 1.6 percent increase from Rp 361.9 billion it earned in the first quarter of 2008. Jasa Marga’s net profits also increased to Rp 196 billion, up by 4 percent from 2008. The company expects the planned increase will help boost its full-year revenue to Rp 3.69 trillion, from Rp 3.35 trillion in 2008.

The government is currently pushing infrastructure projects (including roads) to stimulate the economy and fortify it against impacts of the global downturn. According to a survey by PT Mandiri Sekuritas, toll road companies are expected to boost capital expenditure this year by a whopping 309 percent, to $409 million. (naf)
tollfreak no está en línea  
Old May 22nd, 2009, 01:27 PM   #90
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

115 Bidang Tanah JORR W2 Segera Dibebaskan

BERITAJAKARTA.COM — 22-05-2009 17:14
Dalam waktu dekat ini pembebasan lahan untuk pembangunan Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 (Kebonjeruk-Ulujami) di wilayah Jakarta Selatan segera dilakukan. Sebab, saat ini sebanyak 115 bidang tanah telah rampung diinventarisir dan tinggal menunggu pengecekan ulang saja.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan merinci, 115 bidang tanah tersebut berada di RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 04, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesangrahan, Jakarta Selatan.

”Apa yang telah diinventarisir akan segera diumumkan di kantor kelurahan. Ini untuk memberi kesempatan jika ada warga atau pemilik tanah yang merasa keberatan berkaitan luas tanah maupun kepemilikan tanah yang dimaksud,” Ujar Dirwan Dachri, Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT), Jumat (22/5).

Proses pengecekan tanah, kata Dirwan, tidak hanya melibatkan BPN Jakarta Selatan selaku tim pembebasan dan pengadaan tanah (P2T), tetapi juga mengikutsertakan Sudin Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah dan Sudin Pertamanan dan Pemakaman. Pelibatan Sudin Pertanian dimaksudkan untuk menginvetarisir sejumlah pohon milik warga yang bakal ditebang untuk proyek JORR tersebut. Sedangkan Sudin Perumahan dan Gedung Pemda untuk mendata jumlah rumah yang bakal terkena proyek tersebut. ”Secepatnya akan kami umumkan kepada para pemilik tanah melalui kantor kelurahan setempat,” jelasnya.

Dengan pengumuman itu, lanjutnya, pemilik tanah yang keberatan menyangkut luas tanah dan bangunan serta status surat menyurat tanah (sertifikat atau girik) dapat menyampaikannya langsung ke panitia P2T Jaksel. Jika tidak bisa dicari penyelesaian secara damai dan kekeluargaan, maka warga bisa menempuh jalur hukum. Namun, agar tidak mengganggu jadwal penyelesaian JORR, maka dana pembebasan bidang tanah yang bermasalah akan dikonsinyasikan (dititipkan) ke Pengadilan Negeri Jaksel.
tollfreak no está en línea  
Old May 24th, 2009, 11:59 AM   #91
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

Menteri PU: Tol Kanci-Pejagan Beroperasi Sebelum Lebaran

MINGGU, 24 MEI 2009 | 14:33 WIB
CIREBON, KOMPAS.com — Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, proyek pengerjaan jalan tol yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah, yaitu Tol Kanci-Pejagan, sudah mencapai 60 persen. Dipastikan, jalan ini sudah siap dioperasikan menjadi jalan alternatif pemudik sebelum Lebaran 2009.

Dalam kunjungan kerja memeriksa infrastruktur dan kondisi terakhir pembangunan sejumlah jalan tol, Minggu (24/5), Menteri PU Djoko Kirmanto juga menyempatkan melihat pabrik beton di Ciledug, Kabupaten Cirebon, yang menjadi pemasok beton untuk Tol Kanci-Pejagan.

Setelah meninjau salah satu jembatan tol dan sambungan jalan tolnya, Djoko mengatakan, jalan ini siap dioperasikan sebelum lebaran. "Sekitar bulan Agustus sudah bisa diuji coba. Sebelum lebaran pasti sudah bisa dipakai. Untuk tarifnya, itu dibicarakan nanti," ujar Djoko ketika berhenti di Kilometer 255,500.

Jalan Tol Kanci-Pejagan sepanjang 35 kilometer itu mulai dibangun setahun lalu dan rencanakan selesai pengerjaannya selama 14 bulan. Rencananya, sekitar delapan minggu lagi jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kanci (Cirebon) dengan Pejagan (Brebes) akan selesai.

Hingga kini sebagian jalan sudah ada yang dibeton, tetapi sebagian lagi masih dalam proses perataan tanah dan penguatan. Baik ruas di wilayah Cirebon maupun di Brebes masih ada yang belum tuntas dibeton. Rombongan Menteri PU bersama petugas Bina Marga dan pihak Bakorwil Cirebon menyusuri jalan tol yang sedang dibangun tersebut.

Hampir 60 persen ruas yang disusuri belum dibeton, tetapi tanahnya sudah dipadatkan. Pihak pengembang, PT Adhi Karya Tbk, ataupun investornya, PT Semesta Marga Raya, optimistis pengerjaan Tol Kanci-Pejagan sesuai jadwal dan bisa dinikmati pemudik saat arus lebaran tahun ini.
tollfreak no está en línea  
Old May 29th, 2009, 01:43 PM   #92
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

Penyelesaian Target Tol BORR Disesuaikan


JUMAT, 29 MEI 2009 | 06:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Jasa Marga Tbk terpaksa sedikit menyesuaikan penyelesaian target Tol Bogor Ring Road (BORR) akibat kendala pembebasan tanah untuk seksi I Kedunghalang-Sentul Selatan. "Butuh penyesuaian 1-2 bulan karena ada kendala pembebasan tanah," kata Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Tbk Abdul Hadi di Jakarta, Kamis (28/5), seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Abdul Hadi mengatakan, proses pembebasan tanah sedikit terbantu dengan regulasi pemerintah di bidang ini, terbukti sampai detik ini hanya satu persen saja yang harus diselesaikan. Pihaknya optimistis BORR akan diselesaikan dalam dua bulan ke depan setelah pembebasan tanah rampung melalui proses konsinyasi (uang ganti rugi dititip melalui pengadilan).

BORR dibangun melalui kerja sama PT Jasa Marga Tbk dengan PT Jasa Sarana Jabar membentuk perusahaan patungan PT Marga Sarana Jabar. Tol sepanjang 11 kilometer ini sesuai rencana bisnis perusahaan yang ditandatangani pemerintah diperkirakan membutuhkan biaya investasi Rp 1,5 triliun ditambah biaya tanah Rp 80 miliar.
tollfreak no está en línea  
Old May 30th, 2009, 11:26 AM   #93
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,480
Likes (Received): 338

Kondisi resting Area JALAN TOL JAKARTA-TANGERANG ... Lokasi Resting Area Km berapanya lupa, tapi hanya beberapa Km dari Ramp Tangerang ke arah Jakarta.,...

Resting Area ini terbilang masih baru (bangeeetttt), kalau gak salah baru dibuka sekitar tahun 2007.

Dan pada akhir tahun 2008, kondisi jalan CONCRETE di dalamnya memprihatinkan dan pecah-pecah. berikut Kondisi pada Mei 2009. Saya lumayan sering ke Tangerang soalnya

Part ini berkubang dan berlumpur parah, 6 bulan yang lalu. Tapi baru mulai diperbaiki sekarang????


Ini kondisi Jalan Concrete di kawasan RESTING AREA


Baru kali ini saya lihat CONCRETE bisa bolong-bolong dan jebol layaknya Jalan Aspal Trans Sumatra
1


2



PERTANYAAN BESARNYA: Kapan mau diperbaiki ???
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old June 1st, 2009, 02:49 AM   #94
VRS
Registered User
 
VRS's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Jakarta
Posts: 27,507
Likes (Received): 2212

apa kata dunia...??
VRS está en línea ahora  
Old June 1st, 2009, 03:19 AM   #95
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,577
Likes (Received): 728

Quote:
Originally Posted by VRS View Post
apa kata dunia...??
Kata dunia: " INDONESIA Bangetttt..... "
Venantio no está en línea  
Old June 3rd, 2009, 11:39 AM   #96
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

Greening of Jagorawi toll road helps soothe motorists' stress

Desy Nurhayati , The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 06/03/2009 2:33 PM | City

The Jagorawi toll road connecting Jakarta, Bogor and Ciawi attempts to offer motorists relief from the stresses of urban life and the city's congested traffic by providing green breaks in a concrete jungle.

By having spacious green belts on each side and in the middle of the lanes, toll road management have made the most of available space by planting shady and flowery trees to help refresh motorists.

"We have spacious plots of land around the vehicle lanes, the soil is also perfect for cultivation, so we thought of utilizing the area to create added value," said Sudijatmoko, head of the Jagorawi branch office of the toll road company Jasa Marga.

The 60-kilometer turnpike is used by commuters living in Bogor and working in nearby Jakarta, and by trucks transporting goods from industrial sites, as well as Jakartans visiting Puncak for a break.

About 320,000 vehicles use the six-lane toll road daily.

"The Jagorawi toll road is busy most of the time," said Sudijatmiko, who runs the greening program.

"By landscaping, we help relax motorists from awful congestion."

While some turnpikes in Jakarta flood during heavy rainfall, the area around Jagorawi does not, he said.

Some plants were functioning as sound barriers for nearby residential areas, while the plants on the median separator also had an anti glare function for oncoming vehicles.

Although the land has been cultivated since 1978-when Jagorawi commenced operation, the turnpike management began to intensify its landscaping after 2007, starting with the planting of 1,000 trees by the Forestry Ministry and the Scouts.

Since two years, there have been a series of replanting drives with various groups in the 338.3-million square meter area of Jagorawi.

"Currently, we have about 475,000 trees in the area, not including the crops planted by neighboring residents," said Sudijatmoko.

Through its sustainable planting strategy, the Jagorawi creates its trademark: The garden highway.

Some of the plants along the turnpike green area include Shorea sp., ballnut flower (Calophyllum inophyllum), kayu kuku (Pericopsis mooniana) and Hopea sp. The turnpike management also have their own 1,000-square meter nursery in Ciawi to supply the plants.

The green areas strategy has been noted by the Indonesian Museum of Records (MURI), which recently awarded Jagorawi the status of the longest garden in Indonesia.

Green belts along toll ways are important to enhance safety and reduce accident rates due to the soothing effect upon motorists, said landscape expert Nirwono Joga.

"Wide green belts in the median lane can also *help* protect motorists from crashing with other vehicles from the opposite direction when an accident occurs," he said.

"Architecturally, the landscape of Jagorawi green area is ideal. I think it might be the best landscape model for a toll road *in Indonesia*."

Endi, a Bogor resident working in Jakarta, said he passed the turnpike every work day and liked the green zone because it was well-arranged.

"The green scenery makes me feel more comfortable when I drive. It feels like a getaway from the hectic traffic in downtown Jakarta," he said.
tollfreak no está en línea  
Old June 22nd, 2009, 01:11 PM   #97
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,851
Likes (Received): 7

Sepeda Motor Bakal Bisa Melaju di Jalan Tol


SENIN, 22 JUNI 2009 | 09:31 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Nantinya, jalan tol tak lagi hanya buat pengendara roda empat ke atas. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2009 tentang Jalan Tol, para pengendara motor juga boleh melaju di jalan bebas hambatan.

Beleid yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 8 Juni itu menyebutkan, kendaraan roda dua alias motor dapat melewati ruas jalan tol. Dalam PP 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol yang berlaku sebelumnya, ketentuan ini sama sekali tidak disebutkan.

Pemerintah beralasan, pembuatan aturan ini untuk memberikan keadilan bagi masyarakat. Apalagi, di sejumlah daerah, motor adalah alat transportasi yang jumlahnya cukup besar.

Namun, sepeda motor tak bisa melaju di sembarang jalan tol. Motor hanya bisa melintasi tol yang menyediakan jalur khusus yang secara fisik terpisah dari jalur mobil.

Itu sebabnya, kendati sudah berlaku sejak 8 Juni lalu, penerapan aturan ini tetap butuh waktu. "Selama ini, jalan tol hanya untuk roda empat. Jadi, perlu waktu menyiapkan jalur khusus sepeda motor," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Suroyo Ali Moesa.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, salah satu perusahaan operator jalan tol, Frans Sunito menyambut baik aturan ini. Kendati begitu, ia meminta aturan detail. "Di PP itu harus diatur dengan jelas supaya tidak salah persepsi," ujar Frans.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung menandaskan bahwa PP 44 Tahun 2009 tidak serta-merta mewajibkan operator jalan tol membuatkan jalur khusus motor. Kata dia, PP itu dibuat untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Misalnya, sepeda motor tak bisa lewat lantaran tidak ada jalur alternatif lain. Alhasil, untuk daerah yang memiliki jalan alternatif, jalur khusus motor di tol sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Alasan lainnya, pengendara motor juga jarang terkena macet seperti layaknya pengendara mobil. Belum lagi, pengendara motor yang melewati tol akan dikenai tarif oleh pengelola. "Apakah akan lebih murah bagi motor untuk lewat tol daripada jalan alternatif?" ujar Nurdin. (Martina Prianti, Fitri Nur Arifenie/Kontan)
tollfreak no está en línea  
Old June 23rd, 2009, 01:55 AM   #98
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,480
Likes (Received): 338

Malaysia yang mengizinkan sepeda motor masuk HIGHWAY aja sedang dalam tahap mempertimbangkan supaya motor tidak boleh masuk HIGHWAY. Di Indonesia justru sebaliknya


Maunya kita kayak di RRC, di sono sepeda motor di Highway dan jalan protokol dilarang
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old June 23rd, 2009, 01:58 AM   #99
=NaNdA=
Liverpool holic
 
=NaNdA='s Avatar
 
Join Date: Dec 2007
Location: Anfield Stadium
Posts: 8,535
Likes (Received): 32

dikasi jalur khusus buat motor itu seperti apa?
kaya Suramadu?

ada pembatasan kecepatan ga?
di jalan biasa aja suka ngebut n banyak kecelakaan
apalagi jalan khusus yang sempit dan isinya motor yang pada ngebut..

gile..
__________________
a new comer in Palembang City..
=NaNdA= no está en línea  
Old June 23rd, 2009, 03:25 AM   #100
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,730

Quote:
Originally Posted by =NaNdA= View Post
dikasi jalur khusus buat motor itu seperti apa?
kaya Suramadu?

ada pembatasan kecepatan ga?
di jalan biasa aja suka ngebut n banyak kecelakaan
apalagi jalan khusus yang sempit dan isinya motor yang pada ngebut..

gile..
Kayaknya tergantung sikon deh. Semisal JKT-BDG tidak perlu dibikin jalan tol khusus motor, karena ada jalan propinsi lewat Bogor Puncak dst. Kalau Suramadu kasusnya kan karena tidak ada alternatif jalan selain naik feri, jadi untuk asas keadilan dibuatkan jalan tol khusus motor.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea  
Closed Thread

Tags
highway

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 04:38 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu