daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > General Construction and Development



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old July 10th, 2009, 09:19 AM   #1
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,328
Likes (Received): 1938

SULAWESI | Terusan Khatulistiwa ( Equatorial Canal ) | PRO

berita lama, tapi kayanya blum pernah di post..





Jumat, 05 Juni 2009 pukul 01:42:00
Bappenas dan DKP Dukung Pembangunan Terusan Khatulistiwa

PALU -- Bappenas dan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) mendukung usulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk membangun Terusan Khatulistiwa, yang akan menghubungkan Selat Makassar dan Teluk Tomini."Meskipun rencana membangun terusan ini disindir beberapa pihak sebagai ide yang terlalu maju, ternyata mendapat dukungan Bappenas dan DKP," kata Hasanuddin Atjo, kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, di Palu, Kamis (4/6).DKP, kata Hasanuddin, tahun 2009 ini akan membantu Sulteng dalam menyusun rencana strategis (renstra) pembangunan terusan tersebut, bersamaan dengan renstra pengelolaan Teluk Tomini secara komprehensif yang akan melibatkan tiga provinsi di Sulawesi, yakni Sulawesi...
http://www.republika.co.id/koran/140...n_Khatulistiwa



Terusan Khatulistiwa di Teluk Tomini

MANADO –- Tiga provinsi bertetangga, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, sepakat membangun Terusan Khatulistiwa di wilayah Teluk Tomini. Untuk mewujudkan rencana itu, dibutuhkan dana segar sedikitnya Rp 3 triliun.Terusan Khatulistiwa itu digagas Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad dan didukung Gubernur Sulteng, HB Paliudju, serta Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang. Nota kesepahaman ketiga gubernur itu ditandatangani Rabu, 13 Mei.

"Sudah ada tiga lembaga internasional yang siap mendanai gagasan itu, yakni UNDP, JICA, dan AGRO," kata Fadel kepada wartawan di Paris Room, Gran Kawanua Convention Center, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa tahap persiapan, pembentukan kelembagaan, hingga pembangunan terusan itu butuh dana sedikitnya Rp 3 triliun. Sebagian besar diharapkan datang dari lembaga-lembaga internasional.

Terusan Khatulistiwa tersebut adalah salah satu langkah konkret dari Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani tiga provinsi, kemarin. MoU itu intinya adalah pengelolaan Teluk Tomini secara bersama dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari MoU itu, dua pekan mendatang ketiga gubernur akan menggelar pertemuan di Palu, Sulawesi Tengah. Mereka akan membicarakan langkah-langkah pasca ditandatanganinya MoU tersebut.

Ketiga provinsi tersebut juga sepakat membentuk kelembagaan yang mengikat mereka. Lembaga itu kemungkinan berbentuk badan otorita. Pemerintah pusat diharapkan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan itu.
http://cetak.fajar.co.id/news.php?newsid=91830

Gagasan Terusan Khatulistiwa
Tuesday, 05 May 2009

Gagasan “ Terusan Khatulistiwa “ yang akan menghubungkan selat Makassar, Pesisir Tambu (Kabupaten Donggala) dengan Pesisir Kasimbar (Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong) atau menghubungkan alur Laut Kepulauan Indonesia ALKI II dan ALKI III, pertama kalinya dikemukakan oleh Gubernur Sulawesi Tengah di hadapan Menteri Dalam Negeri, H.Murdiyanto pada acara Musyawarah IV Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) di Hotel Silae Beach pada bulan Mei pada tahun 2008 yang lalu. Gagasan ini memberikan tanggapan yang beragam, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Tentunya perbedaan ini merupakan sesuatu yang wajar dan hendaklah kita memandangnya sebagai sebuah dinamika dalam rangka melahirkan satu kebijakan terbaik untuk pembangunan di Sulawesi Tengah.

Secara institusional gagasan ini telah direspon oleh Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pualu-pulau Kecil yang pada tahun ini juga akan melakukan penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Terusan Khatulistiwa. Respon ini tentunya perlu didukung dan disikapi oleh kita semua dengan pertimbangan-pertimbangan ilmiah. Gagasan “ Terusan Khatulistiwa “ ini merupakan gagasan yang menarik untuk menjadi bahan diskusi, karena boleh dikata termasuk gagasan “ Setengah Gila ”. Namun begitu, tidak berarti gagasan ini tidak memiliki argumentasi untuk diwujudkan. Jika anda semua pernah membaca buku imposible question, maka pada intinya buku ini menceritakan keberhasilan sejumlah teori atau gagasan yang pada awalnya merupakan hal yang mustahil bagi semua orang namun ternyata pada akhirnya dapat diwujudkan.

Sebagai contoh Thomas Alfa Edison telah melakukan percobaan lebih dari 13.000 kali baru dapat membuktikan teori bola lampu pijarnya. Terbangunnya terusan Panama maupun terusan Suez; Neill dan Amstrong astronot Apollo 11 telah mematahkan teori bahwa mustahil manusia dapat mendarat diplanet bulan. Di Indonesia ada beberapa gagasan spektakuler yang tadinya mendapat tantangan dari sejumlah kalangan, seperti jemebatan Suramadu yang menghubungan Surabaya dan Madura. Dan di Sulawesi Tengah kita diingatkan bagaimana membangun Jaringan Irigas Gumbasa Kabupaten Donggala yang panjangnya puluhan kilometer hanya menggunakan tenaga manusia. Catatan-catatan diatas paling tidak memberikan pencerahan dan motiviasi kepada kita bahwa membangun terusan khatulistiwa yang akan menghubungkan selat Makassar dan Teluk Tomini (ALKI II dan ALKI III) bukan suatu hal yang tidak mungkin sepanjang ada kemauan dan komitmen dari kita semua untuk bersama-sama mewujudkannya. Berdasarkan data satelit peta rupa bumi menunjukan bahwa lebar Tambu – Kasimbar hanya sekitar 28,5 Km dengan ketinggian bukit sekitar 70 meter dan perbedaan pasang surut air laut antara selat Makassar – Teluk Tomini tidak ekstrim dan kejadiannya hamper bersamaan.

Kondisi geografis Indonesia dan Sulawesi Tengah khusunya membuat hubungan antara kawasan barat dan kawasan timur Indonesia melalui transportasi laut menjadi kurang efisien oleh karena dari kawasan barat ke kawasan timur (Teluk Tomini, Maluku dan Papua) atau sebaliknya harus berputar melewati Sulawesi Utara atau Sulawesi Selatan. Ini tentunya melahirkan sejumlah konsekwensi antara lain meningkatnya cost transportasi oleh karena Bahan Bakar Minyak (BBM) dan komponen lainnya yang digunakan menjadi lebig besar. Apabila gagasan membangunan terusan dapat direalisasikan, maka paling tidak jarak antara kawasan barat dan timur atau sebaliknya menjadilebih pendek sehingga hemat BBM, lebih aman karena berlayar dalam teluk serta lebih cepat yang semuanya berdampak terhadap aspek ekonomi, sosial dan keamanan antara lain ; (1) menurunnya harga kebutuhan pokok dan meningkatnya harga komoditi yang diterima masyarakat, (2) meningkatnya efisiensi pengawasan dalam rangka keamanan dan ketertiban di wilayah NKRI termasuk illegal fishing maupun illegal logging, (3) memperkecil gap dalam pengembangan wilayah antara kawasan barat dan timur, (4) berkembangnya ekonomi dikawasan timur, khususnya di Sulawesi Tengah.

Sebagai gambaran efisiensi bila terbangunnya terusan ini dapat dikemukakan analisis komandan LANAL Palu (2009) bahwa apabila berlayar dari kawasan barat ke timur atau sebaliknya melalui terusan khatulistiwa, maka terdapat selisih jarak sekitar 107 mil laut, serta bila dikonversi kepada penggunaan BBM saja maka akan ada rfisiensi senilai 19 Trilyun per tahun.Selain itu sebagai alur pelayaran internasional akan menjadi lebih penting dan super sibuk oleh karena bergesernya pusat pertumbuhan dunia ke Asia Pasifik (China, Korea dan Jepang), dan tentu saja situasi ini memposisikan terusan khatulistiwa menjadi lebih strategis lagi dalam rangka membangun efisiensi. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa membangun daya saing Indonesia dan khususnya Sulawesi Tengah antara lain dapat diwujudkan dengan mengembangkan secara proporsional sistim transportasi darat, udara dan laut disertai dengan regulasi dan deregulasi dalam rangka berkembangnya sejumlah komoditi secara berkeadilan dan berkelanjutan.
http://terusankhatulistiwa.com/index...ask=view&id=16
AceN no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old July 10th, 2009, 04:57 PM   #2
excqnn
kinansyaditia
 
excqnn's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Bandung
Posts: 37
Likes (Received): 0

uiiihhhhh....mantapppp
mirip2 panama cannal
pasti jadi daya tarik wisata tersendiri nantinya
cool project
semoga bener2 terealisasi
excqnn no está en línea   Reply With Quote
Old July 10th, 2009, 05:04 PM   #3
Sony Sjklw
Registered User
 
Sony Sjklw's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 9,777

mungkin bisa jadi terusan pertama di indonesia
Sony Sjklw no está en línea   Reply With Quote
Old July 10th, 2009, 05:37 PM   #4
F-ian
Registered User
 
Join Date: Oct 2005
Location: Kingdom of Banten, the Dynasty of Queen Atut
Posts: 4,369
Likes (Received): 56

kasian dong Makassar ama Manado..hehe...3 Triliun... hmm kok murah banget ya...
__________________
"Nggak usah sinis, kalau nggak setuju diam saja. Apa sih yang sudah Anda lakukan buat negeri ini?"
F-ian no está en línea   Reply With Quote
Old July 10th, 2009, 10:15 PM   #5
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,328
Likes (Received): 1938

Fa, ini Indonesia. You can build a brand new airport with just 4 trillion rupiah, whereas usually need more than 10 trillion in other countries
__________________

givary98 liked this post
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old July 12th, 2009, 04:51 AM   #6
=NaNdA=
Liverpool holic
 
=NaNdA='s Avatar
 
Join Date: Dec 2007
Location: Anfield Stadium
Posts: 8,538
Likes (Received): 46

kan sedikitnya 3 trilyun.. bisa lebih, hehe..

setau gw bikin kanal lebih mahal dan lebih lama pengerjaannya
karena motong daratan, bukit, dan kedalaman juga lebarnya harus bisa
dimasukin kapal sekelas tanker..

jadi kayanya bakal lebih dari 3 trilyun..
__________________
Palembang - Bogor PP
=NaNdA= no está en línea   Reply With Quote
Old July 14th, 2009, 07:09 AM   #7
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,328
Likes (Received): 1938

Nunggu gempa nan, jadi ntar kebelah dengan sendirinya. Hahaha...
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old March 16th, 2010, 10:12 PM   #8
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,685
Likes (Received): 391

Quote:
Originally Posted by =NaNdA= View Post
kan sedikitnya 3 trilyun.. bisa lebih, hehe..

setau gw bikin kanal lebih mahal dan lebih lama pengerjaannya
karena motong daratan, bukit, dan kedalaman juga lebarnya harus bisa
dimasukin kapal sekelas tanker..

jadi kayanya bakal lebih dari 3 trilyun..
Gak mesti motong bukit, tapi bisa jadi dengan buat sebanyak mungkin "LOCKS"

LOCKS itu semacam platform dua pintu, di mana sebuah kapal bisa "manjat" ke kawasan yang elevasinya lebih tinggi. Prinsip kerjanya sih "mengunci" kapal dalam kawasan yang ditutup 2 pintu, kemudian kawasan itu apakah airnya disedot atau ditambahkan .... Kapal yang mengapung itu ikut mengapung ke atas atau ke bawah. Jadi "manjat" deh kapalnya.

Terusan Panama (Panama Canal), Terusan Suez (Suez Canal), Saint Lawrence Seaway ...... Itu worth to check di Wikipedia.

Saint Lawrence Seaway lumayan jauh dan lumayan banyak LOCKS nya.... Lokasinya di Canada ..Gunanya supaya kapal bisa berlayar dari laut ke kawasan The Great Lakes, di situ ada kota besar kayak Chicago, Toronto, Buffalo. Dan juga penghubung ke Montreal dan Detroit.

Suez Canal gak punya LOCKS karena daratan nya relatif datar ......

Tapi, aku sih agak skeptis sama proyek ini ..... Soal lalu lintas kapal di sana gimana ??? Banyak gak???

Itu penting, karena Thailand yang udah lama Proposed buat terusan di kawasan selatan negaranya aja gak jadi-jadi ...... Basically Malaysia, Singapura, dan Indonesia sangat marah kalau terusan ini dibangun ...
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

sherif_claude liked this post
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 10:20 AM   #9
gussinyo
Registered User
 
gussinyo's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Malang, Sidoarjo
Posts: 1,367
Likes (Received): 4

gimana lalu lintas lautnya? apa cukup ramai ya?
gussinyo no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 12:56 PM   #10
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, Deutschland
Posts: 10,239
Likes (Received): 550


IMO. Kalau lihat dari sisi ekonomi sih kayaknya terusan ini blum perlu deh karena untuk pemanfaatannya mungkin hanya untuk kapal-kapal dalam negeri saja, jadi blum untuk keperluan yang lebih luas yang sifatnya lebih universal.
Saya rasa lebih penting untuk fokus pada pembangunan Jembatan Selat Sunda di bandingkan dengan kanal ini, karena itu lebih penting dan jauh lebih mendesak dari segi mobilitas dan ekonomi ke dua pulau tersebut.
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 01:57 PM   #11
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,701
Likes (Received): 37

Mendingan fokus pengembangan Sabang New Port aja, karena kalo terusan Genting Kra jadi bisa tepar semua Singapura Batam Johor
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 05:17 PM   #12
tjokro_ragazzo
sup!
 
tjokro_ragazzo's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: KB - AB - B
Posts: 6,824
Likes (Received): 377

emang beneran di garis khatulistiwa kah???

mungkin namanya Terusan Celebes aja kali ya.....
__________________
stay awesome, still amazing
tjokro_ragazzo no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 05:20 PM   #13
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 16

ini baru wacana aja kan??
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 05:29 PM   #14
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,685
Likes (Received): 391

Quote:
Originally Posted by =NaNdA= View Post
kan sedikitnya 3 trilyun.. bisa lebih, hehe..

setau gw bikin kanal lebih mahal dan lebih lama pengerjaannya
karena motong daratan, bukit, dan kedalaman juga lebarnya harus bisa
dimasukin kapal sekelas tanker..

jadi kayanya bakal lebih dari 3 trilyun..
Banjir Kanal Timur aja proyek itu yang gak jauh2 banget .... hampir sekitar Rp 5 Trilyun, dan itu pun mungkin ada pembengkakan anggaran karena pakai sistem multi years, sementara inflasi terjadi tiap tahun.

Catatan: Cuman Kanal biasa untuk mengalihkan air banjir panjangnya cuman 23.5 km... Aku ragu kalau kapal tanker bisa lewat di Banjir Kanal ... Coba bayangin bangun terusan yang mesti bisa dilewati kapal spesifikasi tertentu... lebih jauh, dan perbedaan elevasi mencolok)....

Tantangan terbesar bukan dari segi engineering, tapi dari segi pendanaan... Karena di negara orang Pembangunan Terusan dan Kanal udah ada sejak tahun 1800-an.
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old March 18th, 2010, 07:51 AM   #15
gussinyo
Registered User
 
gussinyo's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Malang, Sidoarjo
Posts: 1,367
Likes (Received): 4

Quote:
Originally Posted by Mimihitam View Post
Mendingan fokus pengembangan Sabang New Port aja, karena kalo terusan Genting Kra jadi bisa tepar semua Singapura Batam Johor
cocok, lebih ideal new port di Sabang dan Natuna/Pontianak, jalurnya rame dan meskipun ada atau tidak terusan genting kra...

saya pikir ini cuma proyeknya fadel muhammad untuk memajukan gorontalo saja, supaya bisa alur lautnya jadi ramai...

kalau pengen lebih murah sebaiknya kembangkan saja segera Bitung new port...
gussinyo no está en línea   Reply With Quote
Old March 24th, 2010, 11:38 AM   #16
Erran
Unregistered User
 
Erran's Avatar
 
Join Date: Feb 2010
Location: Jawa, Bali
Posts: 2,365
Likes (Received): 422

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Banjir Kanal Timur aja proyek itu yang gak jauh2 banget .... hampir sekitar Rp 5 Trilyun, dan itu pun mungkin ada pembengkakan anggaran karena pakai sistem multi years, sementara inflasi terjadi tiap tahun.

Catatan: Cuman Kanal biasa untuk mengalihkan air banjir panjangnya cuman 23.5 km... Aku ragu kalau kapal tanker bisa lewat di Banjir Kanal ... Coba bayangin bangun terusan yang mesti bisa dilewati kapal spesifikasi tertentu... lebih jauh, dan perbedaan elevasi mencolok)....

Tantangan terbesar bukan dari segi engineering, tapi dari segi pendanaan... Karena di negara orang Pembangunan Terusan dan Kanal udah ada sejak tahun 1800-an.
Mungkin BKT tu yg mahal biaya bebasin tanahnya . . . g tauk juga dehh . . .

Soal terusan ini sih kayaknya emang belum terlalu urgen. Coz bakalan cuma kapal2 dalam negeri doang yg lewat, itupun terbatas hanya untuk daerah2 yg terletak di sekitar leher pulau Sulawesi doank (which the economic activity isn't developed well yet).
Erran no está en línea   Reply With Quote
Old July 14th, 2011, 11:05 AM   #17
aan_mustafa
Registered User
 
aan_mustafa's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Posts: 3,032
Likes (Received): 1250

giman ni perkembangan update terbaru ini proyek ???
sepi...

memang lalu lintas laut disini padat yya ???
aan_mustafa no está en línea   Reply With Quote
Old August 7th, 2011, 06:51 PM   #18
haira
Registered User
 
Join Date: Aug 2011
Location: MKS
Posts: 14
Likes (Received): 0

idenya sangat menarik, tapi apakah terusan ini sudah menjadi kebutuhan?
haira no está en línea   Reply With Quote
Old June 19th, 2013, 10:20 AM   #19
humaidy
BANNED
 
Join Date: Apr 2011
Posts: 1,112
Likes (Received): 112

Makassar, Palu, Kendari sudah berbeda pulau dong dengan gorontalo dan manado
kayak afrika dulu se benua dengan asia tapi di potong oleh terusan suez
humaidy no está en línea   Reply With Quote
Old June 19th, 2013, 03:22 PM   #20
bozenBDJ
the World Trade Center
 
bozenBDJ's Avatar
 
Join Date: Jul 2012
Location: BDJ, ID-KS
Posts: 23,640
Likes (Received): 8559

Quote:
Originally Posted by Mimihitam View Post
Mendingan fokus pengembangan Sabang New Port aja, karena kalo terusan Genting Kra jadi bisa tepar semua Singapura Batam Johor
Dan 'hancurlah' industri perkapalan didaerah ekonomi Sijori
bozenBDJ no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 11:10 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu