daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old August 4th, 2009, 04:22 PM   #21
Balaputradewa
SUMSEL GEMILANG
 
Balaputradewa's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: PALEMBANG
Posts: 7,544
Likes (Received): 1002

Quote:
Originally Posted by silverian86 View Post
saya ni org malaysia. nercadang mahu melawat riau pd bln november ini. bagaimana ya mahu ke kampar klu dr pekanbaru. boleh naik bas tak? boleh x sesiapa cadangkan supaya saya boleh melawat riau dengan lebih efektif. contohnya ikut pakej agensi perlancongan atau sendiri2 aja? ingin skali melawat pekanbaru, siak dan kampar.

oh ya, saya berasal dari negeri perak. ad sebuah daerah disini bernama kampar dan penduduk melayu (atau minang, ngak jelas nih) di sini dikatakan berasal dari kampar, riau.
jangan lupe pule la awak melawat Bandaraya Palembang ni.. awal mule Melayu kat Bukit Siguntang tempat turunye Paramewara (Iskandar Syah), Wan Empuk, Wan Malini, Sang Nila Utama
Balaputradewa no está en línea  

Sponsored Links
 
Old August 5th, 2009, 07:39 AM   #22
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Quote:
Originally Posted by Balaputradewa View Post
jangan lupe pule la awak melawat Bandaraya Palembang ni.. awal mule Melayu kat Bukit Siguntang tempat turunye Paramewara (Iskandar Syah), Wan Empuk, Wan Malini, Sang Nila Utama

Nah ncik Silverian86..., sebenarnya negeri melayu ne sangat lah luas, Seluruh Pesisir pulau sumatera ne termasuk kawasan Negeri Melayu, bukan di sini saje.., orang-orang Kalimantan, Sulawesi dan nusa tenggara, mereka juga merasa sebagai orang Melayu.

Betol lah pulak kate pak cik Balaputradewa, kalau lah pak cik jadi ke tanah Melayu-Indonesia, pak Cik bolehlah singgah di Bumi Sriwijaya-Palembang, bie nak tau pula Sejarah kerajaan dan juge Jembatan yang sungguh Cantik 'AMPERA'.
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"
Budak Melayu no está en línea  
Old August 5th, 2009, 07:59 AM   #23
silverian86
Here in My Home...
 
silverian86's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: Manjung, KL, Ipoh
Posts: 1,568
Likes (Received): 113

Quote:
Originally Posted by Balaputradewa View Post
jangan lupe pule la awak melawat Bandaraya Palembang ni.. awal mule Melayu kat Bukit Siguntang tempat turunye Paramewara (Iskandar Syah), Wan Empuk, Wan Malini, Sang Nila Utama
mmg dari dulu teringin sangat nak pergi ke Palembang tapi budget mungkin x cukup, jadi pergi ke riau dulu . oh ya, bila senang dtg la ke negeri saya, Perak khususnya daerah saya, manjung (nak datang bagitahu lah .
http://www.skyscrapercity.com/showth...ighlight=lumut

kesultanan perak yg ada skrg adalh satu-satunya waris kesultanan melayu melaka (dari keturunan Parameswara) yang masih wujud di Malaysia dan sehingga kini masih menjadi sultan untuk negeri ini. http://www.skyscrapercity.com/showth...=kuala+kangsar

oh ya, nenek moyang saya adalah dari keturunan Melayu Patani (selatan Thai). Amat gembira dpt berhubung dgn saudara sebangsa dan seagama di tanah seberang ini.

Last edited by silverian86; August 5th, 2009 at 08:05 AM.
silverian86 no está en línea  
Old August 5th, 2009, 08:23 AM   #24
supremecouncil
Registered User
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 81
Likes (Received): 3

Quote:
Originally Posted by silverian86 View Post
mmg dari dulu teringin sangat nak pergi ke Palembang tapi budget mungkin x cukup, jadi pergi ke riau dulu . oh ya, bila senang dtg la ke negeri saya, Perak khususnya daerah saya, manjung (nak datang bagitahu lah .
http://www.skyscrapercity.com/showth...ighlight=lumut

kesultanan perak yg ada skrg adalh satu-satunya waris kesultanan melayu melaka (dari keturunan Parameswara) yang masih wujud di Malaysia dan sehingga kini masih menjadi sultan untuk negeri ini. http://www.skyscrapercity.com/showth...=kuala+kangsar

oh ya, nenek moyang saya adalah dari keturunan Melayu Patani (selatan Thai). Amat gembira dpt berhubung dgn saudara sebangsa dan seagama di tanah seberang ini.
Hehehe..hang dok kat mana?
supremecouncil no está en línea  
Old August 5th, 2009, 08:38 AM   #25
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Quote:
Originally Posted by silverian86 View Post
mmg dari dulu teringin sangat nak pergi ke Palembang tapi budget mungkin x cukup, jadi pergi ke riau dulu . oh ya, bila senang dtg la ke negeri saya, Perak khususnya daerah saya, manjung (nak datang bagitahu lah .
http://www.skyscrapercity.com/showth...ighlight=lumut

kesultanan perak yg ada skrg adalh satu-satunya waris kesultanan melayu melaka (dari keturunan Parameswara) yang masih wujud di Malaysia dan sehingga kini masih menjadi sultan untuk negeri ini. http://www.skyscrapercity.com/showth...=kuala+kangsar

oh ya, nenek moyang saya adalah dari keturunan Melayu Patani (selatan Thai). Amat gembira dpt berhubung dgn saudara sebangsa dan seagama di tanah seberang ini.

Ughh...kamu punya Thread (negeri perak) sungguh best lah ye.., saye tak sangke, negeri kat situ wisatanya sungguh luar biase.

Sebenarnya, saye juge dari dahulu nak pegi kat Malaysia tuh, kakak saye skrg juga dah tinggal di sane, tempatnya di negeri kuantan, tapi ntah kapan saye bisa pegi kat sane pak cik, ingin juge lah nak mampir ke tempat awak tuh.
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"

Last edited by Budak Melayu; August 5th, 2009 at 08:46 AM.
Budak Melayu no está en línea  
Old August 5th, 2009, 09:27 AM   #26
silverian86
Here in My Home...
 
silverian86's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: Manjung, KL, Ipoh
Posts: 1,568
Likes (Received): 113

Quote:
Originally Posted by supremecouncil View Post
Hehehe..hang dok kat mana?
dok kat sekitar Beruas. memang org kt sini ckp loghat kedah . Orang mana ni?
Perak gak ka?
silverian86 no está en línea  
Old August 5th, 2009, 01:41 PM   #27
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Mengenal Lebih Dekat Dengan Budaya & Wisata Kampar


Dahulunya kebanyakan rumah di kabupaten kampar yakni berupa rumah panggung dengan bentuk menyerupai perahu, dengan bercirikan inilah maka rumah ini disebut dengan "Rumah Lancang atau Rumah Lontiok", tetapi dengan masuknya modernisasi ke kabupaten kampar, rumah-rumah penduduk di sini sudah sangat meninggalkan rumah yang bergayakan rumah lontiok ini, tetapi kita masih bisa melihat dan menemukan beberapa rumah lontiok yang sudah tua yang masih ada dikabupaten kampar.

>>Rumah lancang atau Rumah Lontiok dengan hiasan Tanduk kerbau pada ujung perabungnya.


Pict by: www.wisatamelayu.com

>>Rumah Lancang atau Rumah Lontiok, dapat kita temukan di Purna MTQ Pekanbaru, anjungan Kampar




>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar




>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar




>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar



>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar



>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar



>>Rumah Lontiok Baru, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar

__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"

Last edited by Budak Melayu; August 5th, 2009 at 02:01 PM.
Budak Melayu no está en línea  
Old August 5th, 2009, 02:07 PM   #28
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Mengenal Lebih Dekat Dengan Budaya & Wisata Kampar

Sungai Kampar adalah sungai yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kampar di pesisir sungai, karena sungai ini sangat bermanfaat oleh semua warga, selain untuk menyucikan diri (mandi), air sungai di sini juga digunakan untuk keperluan memasak, mencuci pakaian, dan juga sebagai penyambung hidup bagi nelayan setempat!

>>Sungai Kampar, Airnya sangat jernih


>>Sungai Kampar, Airnya sangat jernih
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"
Budak Melayu no está en línea  
Old August 5th, 2009, 02:11 PM   #29
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Mengenal Lebih Dekat Dengan Budaya & Wisata Kampar

Musik Tradisional kampar berupa Calempong, musik ini biasanya di pakai pada saat hajatan maupun pesta perkawinan, musik ini juga masih banyak kita temukan di desa-desa di kabupaten kampar.

>>Musik Tradisional Kabupaten Kampar "Calempong"


>>Musik Tradisional Kabupaten Kampar "Calempong"
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"

Last edited by Budak Melayu; August 11th, 2009 at 09:20 AM.
Budak Melayu no está en línea  
Old August 5th, 2009, 02:17 PM   #30
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Mengenal Lebih Dekat Dengan Budaya & Wisata Kampar

Seperti di daerah lainnya, adanya pucuk pimpinan di setiap pedesaan, kabupaten dan kota sudah merupakan suatu keharusan, tidak ketinggalan pula di kabupaten kampar.

>>Prosesi Peresmian Ninik Mamak di kenegerian Kuok "Latifah Hasyim Di Nobatkan Jadi Datuk Bagindo"



BANGKINANG (RP) Ninik mamak Kenegarian Kuok Kecamatan Bangkinang Kamis (19/2) dalam sidang kerapatan adat yang dihadiri oleh ninik mamak nan XX Kenegarian Kuok mengambil sumpah dan menobatkan Drs H Abdul Hasim MM untuk memangku jabatan ninik mamak dengan gelar Datuk Bagindo dari Persukuan Bendang yang acaranya dipusatkan dihalaman rumah soko Persukuan Bendang di Desa Pulau Jambu Kecamatan Bangkinang Barat.


Hadir pada acara penobatan Kepala Persukuan Bendang yang sekaligus juga bagian tak terpisahkan dari ninik mamak nan XX Kenegarian Kuok tersebut diantaranya Bupati Kampar Burhanuddin Husin, Jenderal Datok Amiruddin Putra dari negara jiran Malaysia, dimana sang Jenderal adalah bagian dari anak keponakan dari Persukuan Bendang Desa Pulau Jambu. Selain Bupati Kampar dan Jenderal dari Malaysia juga hadir Kepala BKD Kabupaten Kampar Drs H Jonsabri, Camat Bangkinang Barat Edi Pratono M.Si, Ketua GOPTKI Kabupaten Kampar, Ny Hj Rosvanelda Zulher, tokoh wanita , Ny Hj. Arhasnida Jonsabri, Kepala Desa se-Kecamatan Bangkinang Barat tokoh masyarakat se-Kecamatan Bangkinang Barat, unsure perangkat adat dari ninik mamak nan XX Kenegarian Kuok, Pengurus LAK Kabupaten Kampar yang diwakili oleh Khaidir Yahya Datuk Ulak, utusan ninik mamak dari Kenegarian Bangkinang, Air Tiris, Salo, Rumbio dan Kampar serta sekitar 400 orang anak keponakan Persukuan Bendang Pulau Jambu dan masyarakat Pulau Jambu dan sekitarnya.


Prosesi acara pelantikan sekaligus penobatan Drs H Abdul Latif Hasim MM acaranya dipimpin oleh Sekretaris Kerapatan adat Kenegarian Kuok Ghazali PS yang diawali dengan menjemput Abdul latif Hasim dari rumah soko atau rumah ibundanya dan dilanjutkan dengan mengarak Abdul Latif Hasim ke lokasi acara dengan iringan perangkat adat dan anak keponakan yang berpakaian kebesaran adat serta diiringi music calempong berjalan seraya disambut dengan dentuman lelo yang gelegar bunyinya bagaikan tembakan meriam.


Ketika Bupati Kampar Burhanuddin sampai dilokasi acara, maka acara inti langsung dimulai dengan diawali pembacaan ayat suci al-Qur;’an dan dilanjutkan dengan sesembah kata adat antar ninik mamak. Acara puncak penobatan ninik mamak tersebut adalah pengambilan sumpah jabatan sebagai ninik mamak dari persukuan bendang. Sumpah secara agama Islam tersebut dan ditambah dengan janji yang intinya berjanji untuk melaksanakan tugas secara adil.


Drs H Abdul Latif Hasim sebagai ninik mamak dari Persukuan Bendang usai acara penobatan dan pengambilan sumpah dalam sambutannya mengatakan bahwa selaku ninik mamak yang baru dinobatkan dan sekaligus wajah baru dilingkungan ninik mamak nan XX Kenegarian Kuok ia meminta ninik mamak memberinya tunjuk ajar. Mari kita lestarikan adat istiadat dan budaya di Kenegarian Kuok, talin nan bapilin tigo, tigo tunggu sajarangan Zaman memang telah berubah, tetapi nilai-nilai tradisi dan adat harus tetap kita lestarikan untuk kebaikan generasi saat ini dan generasi yang akan datang. Dan sebagai ninik mamak yang baru pada hari Selasa (24/2) Drs H Abdul Latif Hasim Datuk Bagindo sebagai ninik mamak baru akan diarak berkeliling pasar Kuok pada saat masyarakat Kenegarian Kuok sedang berbelanja di Pasar Kuok.
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"

Last edited by Budak Melayu; August 10th, 2009 at 06:03 AM.
Budak Melayu no está en línea  
Old August 5th, 2009, 02:21 PM   #31
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Mengenal Lebih Dekat Dengan Budaya & Wisata Kampar

Pasti anda tidak asing lagi dengan kemegahan candi yang satu ini, yupss..candi muara takus, satu-satunya candi Peninggalan agama budha yang ada di pulau sumatera, letaknya di desa Muara Takus, XIII koto Kampar-Kabupaten Kampar

>>Candi Muara Takus, Desa Muara Takus, XIII Koto Kampar

Pict by: www.wisatamelayu.com


>>Candi Muara Takus, Desa Muara Takus, XIII Koto Kampar
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"

Last edited by Budak Melayu; August 6th, 2009 at 02:33 AM.
Budak Melayu no está en línea  
Old August 5th, 2009, 04:39 PM   #32
silverian86
Here in My Home...
 
silverian86's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: Manjung, KL, Ipoh
Posts: 1,568
Likes (Received): 113

Masyarakat Kampar di Malaysia dan daerah Kampar di Perak

maaf ya kalau kelihatan menyibuk di sini....cuma sekadar ingin berkongsi sejarah bersama.

dipetik dari http://bridgebuilder.myfreeforum.org...t__t_1699.html dan http://www.mail-archive.com/sahabati.../msg10191.html
Orang Kampar datang ke Semenanjung Tanah Melayu melalui jalan laut Selat Melaka. Setelah itu mereka menggunakan jalan sungai dan darat. Seterusnya mereka membuat penempatan baru di kawasan sekitar sepanjang Sungai Pahang. Penempatan baru orang-orang Kampar bermula dari Pekan – Chenor – Temerloh – Jerantut. Selain itu mereka juga tersebar ke Kuantan – Mentakab – Kerdau - Kuala Krau dan Kuala Lipis.

Orang-orang Kampar yang mendarat di pantai barat Semenanjung membuat penempatan baru di Selangor (terutamanya di Batang Kali dan Kajang), di Perak (terutamanya di Batu Gajah, Kampar dan Parit Buntar).

Pekerjaan utama orang-orang Kampar ialah berdagang. Mereka menguasai bidang-bidang peniagaan kecil seperti perniagaan kain di pekan-pekan sehari terutamanya di daerah Pahang Selatan. Di bandar Temerloh, para peniaga orang Kampar mendiami rumah kedai di Jalan Abu Bakar (bangunan pink) dan deretan kedai yang di kenali sebagai Kedai Lintang (kerana kedudukannya melintang di hujung dua blok rumah kedai Jalan Abu Bakar. Sudirman Hj Arshad seorang penghibur Nombor 1 Malaysia pada satu masa dulu ialah seorang anak Kampar kelahiran Temerloh yang paling terkenal di Pahang. U-Wei Hj Saari, seorang pengarah filem terkenal Malaysia ialah anak Kampar kelahiran Mentakab.

Kini anak-anak keturunan Kampar sudah tersebar di merata ceruk-rantau Malaysia dan hidup membaur dengan keturunan suku-suku yang lain. Sebahagian daripada masih mewarisi bahasa dan budaya Kampar manakala sebahagian lagi sudah terputus hubungan dengan asal usul mereka.

Asal Usul Nama Tempat di Malaysia : kampar, perak


Kalau kita lihat nama pekan Kampar itu sendiri mempunyai persamaan nama dengan Bandar Kampar di Sumatera, Indonesia. Ini diakui oleh para sejarahwan kita bahawa nama pekan ini adalah diambil sempena nama Kampar yang ada di Sumatera, Indonesia.

Wujudnya perkaitan di antara kedua-dua nama ini adalah melalui perniagaan yang dijalankan oleh kedua-dua penduduk bagi dua pekan ini, perniagaan mereka yang paling utama ialah penjualan tembakau dan alat-alat tembikar sara tembaga.

Kedatangan orang Kampar (Indonesia) yang paling ramai sekali dating ke sini ialah pada 1880-1900. Mereka datang melalui beberapa batang Sungai Kuala Dipang, Sungai Kampar, Sungai Kinta dan lain-lain lagi. Mereka menggunakan jong iaitu sebuah sampan besar yang diperbuat daripada kayu keras dan diukir menyerupai itik. Tempat persinggahan mereka adalah di tebing-tebing sungai. Maka, wujudlah beberapa buah Kampung Jeram di tebing Sungai Keboi.

sekarang ini ciri-ciri tradisional masyarakat kampar di sini agak sukar ditemui lagi disebabkan arus pemodenan apatah lagi majoriti masyarakat di sini kini dari keturunan tionghua terutamanya di kawasan bandar. http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=765804 tetapi masih boleh juga ditemui ciri-ciri tradisional kampar (walaupun amat sedikit) sekiranya melalui kwsn kampung2 di sekitar daerah kampar, perak.

maaf ya, atas penjelasan yg panjang lebar ini

Last edited by silverian86; August 5th, 2009 at 04:55 PM.
silverian86 no está en línea  
Old August 5th, 2009, 05:30 PM   #33
Balaputradewa
SUMSEL GEMILANG
 
Balaputradewa's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: PALEMBANG
Posts: 7,544
Likes (Received): 1002

alamak rancak nian gambar2 Bangkinang di pucuk ni..

Quote:
Originally Posted by silverian86 View Post
maaf ya kalau kelihatan menyibuk di sini....cuma sekadar ingin berkongsi sejarah bersama.
Bagaimana kalau dibuat thread khusus Melayu Malaysia dan Melayu Indonesia..sebagai jambatan silaturahim persahabatan, saling tukar informasi budaya, kesenian, sejarah dan perkembangan kedua-dua negara yg tentunya bernuansa Melayu
Balaputradewa no está en línea  
Old August 6th, 2009, 02:49 AM   #34
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Quote:
Originally Posted by Balaputradewa View Post
alamak rancak nian gambar2 Bangkinang di pucuk ni..



Bagaimana kalau dibuat thread khusus Melayu Malaysia dan Melayu Indonesia..sebagai jambatan silaturahim persahabatan, saling tukar informasi budaya, kesenian, sejarah dan perkembangan kedua-dua negara yg tentunya bernuansa Melayu

Teghime Kasieh ncik Balaputradewa, Insayaallah akan saye carikan gambar-gambar wisata kampar lainnya...


Haa..Boleh juge lah tu.., tapi siape nak buat Thread baru terdahulu ne?? apakah ncik Silverian86 bersedia?, ataukah ncik Balaputradewa kah? nanti kami yang di Indonesia ne, kami akan carikan data-data dan pict-pict "Zona Melayu" yang ade di Indonesia. Sekire saye tak hanya Malaysia-Indonesia Saje, Negare Tetangge kita seperti Singapore, Brunai Darussalam, Boleh juge lah kita same-same tuangkan di Thread ini, yah..seperti cakap ncik Balaputradewa, Sebagai Jembatan silaturrahim antar Orang Melayu..Macam Mane NciK???
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"
Budak Melayu no está en línea  
Old August 6th, 2009, 02:57 AM   #35
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Mengenal Kesultanan PEKANTUA, KAMPAR

Raja yang berkuasa iaitu Sultan Mahmud Syah I mengundurkan dirinya ke Muar (Johor), kemudian ke Bintan dan sekitar tahun 1526 M sampai ke Pekantua Kampar di Riau.

Keadaan Pekantua Kampar saat itu juga sedang berkabung karena Raja Abdullah (1511-1515 M), raja Pekantua Kampar yang masih keluarga dekat Sultan Mahmud Syah I, tertangkap saat berjuang membantu melawan Portugis. Beliau akhirnya dibuang ke Gowa di Sulawesi Selatan.

Ketika Sultan Mahmud Syah I sampai di Pekantua (1526 M) beliau langsung dinobatkan menjadi Raja Pekantua Kampar (1526-1528 M). 2 tahun sesudahnya beliau mangkat dan diberi gelar "Marhum Kampar". Makamnya terletak di Pekantua Kampar dan sudah berkali-kali dipugar oleh raja-raja Pelalawan. Pemugaran terakhir dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Kabupaten) Pelalawan, Propinsi Riau dan pemerintah Negeri Melaka.

Sultan Mahmud Syah I setelah mangkat segera digantikan oleh putera mahkota dari permaisurinya Tun Fatimah, yang bernama Raja Ali, bergelar "Sultan Alauddin Riayat Syah II". Tak lama kemudian, beliau meninggalkan Pekantua ke Tanah Semananjung, mendirikan negeri Kuala Johor, beliau dianggap pendiri Kerajaan Johor.

Sebelum meninggalkan Pekantua, beliau menunjuk dan mengangkat Mangkubumi Pekantua (1530-1551 M), yang bernama Tun Perkasa dengan gelar "Raja Muda Tun Perkasa". Dan dilanjutkan Tun Hitam (1551-1575 M) serta Tun Megat (1575-1590 M).

Sejak bila Pelalawan wujud?

Wilayah kerajaan Pelalawan yang sekarang menjadi Kabupaten Pelalawan, berawal dari Kerajaan Pekantua yang didirikan oleh Maharaja Indera (sekitar tahun 1380 M). Beliau adalah bekas Orang Besar Kerajaan Temasik (Singapura) yang mendirikan kerajaan ini setelah Temasik dikalahkan oleh Majapahit dipenghujung abad XIV. Sedangkan Raja Temasik terakhir yang bernama Permaisura (Prameswara) mengundurkan dirinya ke Tanah Semenanjung, dan mendirikan kerajaan Melaka.

Maharaja Indera (1380-1420 M) membangun kerajaan Pekantua di Sungai Pekantua (di anak sungai Kampar, sekarang termasuk Desa Tolam, Pelalawan, Riau) pada tempat bernama "Pematang Tuo" dan kerajaannya dinamakan "Pekantua". Selain itu Maharaja Indera membangun candi yang bernama "Candi Hyang" di Bukit Tuo (lazim juga disebut Bukit Hyang), namun sekarang lebih dikenal dengan sebutan "Pematang Buluh" atau Pematang Lubuk Emas, sebagai tanda syukurnya dapat mendirikan kerajaan Pekantua. Raja-raja Pekantua yang pernah memerintah setelah Maharaja Indera adalah Maharaja Pura (1420-1445 M), Maharaja Laka (1445-1460 M), Maharaja Syesya (1460-1460 M). Maharaja Jaya (1480-1505 M).

Selanjutnya menjadi wilayah Melaka

Pekantua semakin berkembang, dan mulai dikenal sebagai bandar yang banyak menghasilkan barang-barang perdagangan masa lalu, terutama hasil hutannya. Berita ini sampai pula ke Melaka yang sudah berkembang menjadi bandar penting di perairan Selat Melaka serta menguasai wilayah yang cukup luas, oleh karena itu Melaka bermaksud menguasai Pekantua, sekaligus mengokohkan kekuasaannya di Pesisir Timur Sumatera. Maka pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah (1459-1477 M), dipimpin oleh Sri Nara Diraja, Melaka menyerang Pekantua, dan Pekantua dapat dikalahkan. Selanjutnya Sultan Masyur Syah mengangkat Munawar Syah (1505-1511 M) sebagai Raja Pekantua. Pada upacara penabalan Munawar Syah menjadi raja Pekantua, diumumkan bahwa Kerajaan Pekantua berubah nama menjadi "Kerajaan Pekantua Kampar" dan sejak itu kerajaan Pekantua Kampar sepenuhnya berada dalam naungan Melaka. Pada masa inilah Islam mulai berkembang di Kerajaan Pekantua Kampar.

Setelah Munawar Syah mangkat, diangkatlah puteranya Raja Abdullah, menjadi Raja Pekantua Kampar (1511-1515 M). Disaat inilah Melaka jatuh ke Portugis, dan Sultan Melaka (Sultan Mahmud Syah I) mengungsi ke Pekantua Kampar hingga wafatnya.

Setelah Johor wujud (menggantikan Melaka) maka…

Ketika dipimpim oleh Sultan Abdul Jalil Syah (cucu Sultan Alauddin Riayat Syah II, Raja Pekantua Kampar) kerajaan Johor telah berkembang pesat. Oleh karena itu Tun Megat, merasa sudah sepantasnya untuk mengirim utusan ke Johor untuk meminta salah seorang keturunan Sultan Alauddin Riayat Syah II kembali ke Pekantua Kampar untuk menjadi rajanya. Setelah mufakat dengan Orang-orang Besar Pekantua, maka dikirim utusan ke Johor, terdiri dari: Batin Muncak Rantau (Orang Besar Nilo dan Napuh), Datuk patih Jambuano (Orang Besar Delik dan Dayun), dan Raja Bilang Bungsu (Orang Besar Pesisir Kampar).

Sultan Abdul Jalil Syah mengabulkan permintaan Tun Megat, lalu mengirimkan salah seorang keluarga dekatnya yang bernama Raja Abdurrahman untuk menjadi Raja Pekantua. Sekitar tahun 1590 M, Raja Abdurrahman dinobatkan menjadi raja Pekantua Kampar dengan gelar "Maharaja Dinda" (1950-1630 M). Terhadap Johor, kedudukannya tetaplah sebagai Raja Muda Johor. Sebab itu disebut juga "Raja Muda Johor di Pekantua Kampar". Tun Megat yang sebelumnya berkedudukan sebagai Raja Muda, oleh Raja Abdurrahman dikukuhkan menjadi Mangkubumi, mewarisi jabatan kakeknya Tun Perkasa.

Setelah mangkat, Maharaja Dinda digantikan oleh Puteranya Maharaja Lela I, yang bergelar Maharaja Lela Utama (1630-1650 M), Tak lama kemudian beliau mangkat, dan digantikan oleh puteranya Maharaja Lela Bangsawan (1650-1675 M), yang selanjutnya digantikan pula oleh puteranya Maharaja Lela Utama (1675-1686 M). Raja ini selanjutnya digantikan pula oleh puteranya Maharaja Wangsa Jaya (1686-1691 M).

Pekantua Kampar berganti menjadi Pelalawan

Pada masa pemerintahannya, Tanjung Negeri banyak diganggu oleh wabah penyakit yang banyak membawa korban jiwa rakyatnya, namun para pembesar belum mau memindahkan pusat kerajaan karena masih sangat baru. Akhirnya beliau mangkat dan digantikan oleh puteranya Maharaja Muda Lela (1691-1720 M), beliau segera memindahkan pusat kerajaan dari Tanjung Negeri karena dianggap sial akibat wabah penyakit menular yang menyebabkan banyaknya rakyat menjadi korban, termasuk ayahandanya sendiri. Namun upaya itu belum berhasil, karena masing-masing Orang Besar Kerajaan memberikan pendapat yang berbeda. Pada masa pemerintahannya juga, perdagangan dengan Kuantan ditingkatkan melalui Sungai Nilo, setelah mangkat, beliau digantikan oleh puteranya Maharaja Dinda II (1720-1750 M). pada masa pemerintahannya diperoleh kesepakatan untuk memindahkan pusat kerajaan Pekantua Kampar ketempat yang oleh nenek moyangnya sendiri, yakni "Maharaja Lela Utama" pernah dilalaukan (ditandai, dicadangkan) untuk menjadi pusat kerajaan, yaitu di Sungai Rasau, salah satu anak Sungai Kampar jauh di hilir Sungai Nilo.

Sekitar tahun 1725 M, dilakukan upacara pemindahan pusat kerajaan dari Tanjung Negeri ke Sungai Rasau. Dalam upacara adat kerajaan itulah Maharaja Dinda II mengumumkan bahwa dengan kepindahan itu, maka nama kerajaan "PEKANTUA KAMPAR", diganti menjadi kerajaan 'PELALAWAN" (Pelalauan), yang artinya tempat lalau-an atau tempat yang sudah dicadangkan. Sejak itu, maka nama kerajaan Pekantua tidak dipakai orang, digantikan dengan nama Pelalawan saja sampai kerajaan itu berakhir tahun 1946. Didalam upacara itu pula gelar beliau yang semua Maharaja Dinda II disempurnakan menjadi Maharaja Dinda Perkasa atau disebut Maharaja lela Dipati. Setelah beliau mangkat, digantikan oleh puteranya Maharaja Lela Bungsu (1750-1775 M), yang membuat kerajaan Pelalawan semakin berkembang pesar, karena beliau membuka hubungan perdagangan dengan Indragiri, Jambi melalui sungai Kerumutan, Nilo dan Panduk. Perdagangan dengan Petapahan (melalui hulu sungai Rasau, Mempura, Kerinci). Perdangan dengan Kampar Kanan dan Kampar Kiri (melalui sungai Kampar) dan beberapa daerah lainnya di pesisir timur Sumatera. Untuk memudahkan tukar menukar barang dagangan, penduduk membuat gudang yang dibuat diatas air disebut bangsal rakit (bangsal rakit inilah yang kemudian berkembang menjadi rumah-rumah rakit, bahkan raja Pelalawan pun pernah membuat istana rakit, disamping istana darat).

Ramainya perdagangan di kawasan ini antara lain disebabkan oleh terjadinya kemelut di Johor. Setelah Sultan Mahmud Syah II (Marhum Mangkat Dijulang) mangkat akibat dibunuh oleh Megat Sri Rama, sehingga arus perdagangan beralih ke kawasan pesisir Sumatera bagian timur dan tengah, terutama di sungai-sungai besar seperti Kampar, Siak, Indragiri, dan Rokan. Dalam waktu itulah Pelalawan memanfaatkan bandar-bandar niaga untuk menjadi pusat perdagangan antar wilayah di pesisir timur dan tengah Sumatera.

Saduran Cerita By: http://sriandalas.multiply.com/journal/item/16
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"

Last edited by Budak Melayu; August 10th, 2009 at 06:04 AM.
Budak Melayu no está en línea  
Old August 6th, 2009, 03:01 AM   #36
fajarmuhasan
Final Fantasy Mania
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 7,684
Likes (Received): 260

Sila saja, saya akan setia membaca.......sbg penambah wawasan. Sbg catatan saya hanya rumpun melayu yg berada di pulau jawa tepatnya jawa tengah dan kalo di indonesia biasa disebut orang Jawa.
fajarmuhasan no está en línea  
Old August 6th, 2009, 03:05 AM   #37
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Mengenal Lebih Dekat Dengan Budaya & wisata Kampar

>>Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Kabupaten Kampar-Riau

foto by : wisatamelayu.com
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"

Last edited by Budak Melayu; August 6th, 2009 at 04:20 AM.
Budak Melayu no está en línea  
Old August 6th, 2009, 03:12 AM   #38
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Quote:
Originally Posted by fajarmuhasan View Post
Sila saja, saya akan setia membaca.......sbg penambah wawasan. Sbg catatan saya hanya rumpun melayu yg berada di pulau jawa tepatnya jawa tengah dan kalo di indonesia biasa disebut orang Jawa.
Insyaallah ncik Fajarmuhasan, doakan sajelah yee.., ai..ncik fajarmuhasan ne, jawa tengah tepatnya di mane ne? saye dulu sempat kuliah di Semarang, Universitas Diponegoro '02. hampir 4 tahun saye menikmati keindahan kota Semarang, Jawa Tengah & jogja.
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"
Budak Melayu no está en línea  
Old August 6th, 2009, 05:49 AM   #39
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Mengenal Lebih Dekat Dengan Budaya & Wisata Kampar

Istana Kerajaan Gunung Sahilan ini tidak hanya memiliki keindahan bangunan yang bernuansa melayu yang kental, namun hawa magic pun terasa kental, "di dalam istana ini tersimpan sebuah payung kerajaan yang apa bila dibuka maka daerah gunung sahilan akan turun hujan, juga sebuah guci yang pada musim kemarau terisi penuh, tapi ketika musim hujan gucinya kosong, kata masyarakat setempat yang menyakininya. baca selengkapnya di: http://www.sungaikuantan.com/2009/04...uh-pesona.html

>>Istana Kerajaan Gunung Sahilan, Terdapat di kecamatan Kampar Kiri - Riau


Metrotvnews.com, Kampar: Kerajaan Darussalam di Kabupaten Kampar, Riau, hingga saat ini masih menyisakan kejayaannya. Hal itu bisa terlihat dari masih berdirinya situs bersejarah Istana Kerajaan Darussalam hingga kini.

Istana Kerajaan Darussalam berdiri di Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar. Tidak ada keterangan pasti tentang kapan raja Darussalam pertama berkuasa. Literatur sejarah Melayu pun tidak banyak menjelaskan asal-usul kerajaan di pinggir Sungai Kampar ini. Hanya, para tokoh adat di Gunung Sahilan, memerkirakan Kerajaan Darussalam berdiri sekitar tahun 1901.

Raja pertama Darussalam dipanggil raja berdarah putih. Ia disebut-sebut cucu raja Kerajaan Pagaruyung, Sumatra Barat. Silsilah ini diperkuat bukti sejarah dan adat istiadat masyarakat Gunung Sahilan yang kental pengaruh Minangkabau. Kekuasaan Kerajaan Darussalam mencapai wilayah Singingi, Langgam, Sungai Pagar dan Logas. Sampai 1940 tercatat sudah 11 raja berkuasa di Darussalam.

Selanjutnya, setelah Indonesia merdeka, kekuasaan raja diambil alih pemerintah Republik Indonesia. Sayangnya, meski bernilai sejarah tinggi, istana dan benda pusaka Kerajaan Darussalam, tidak terawat dengan baik. Beberapa bagian istana terlihat rusak. Bangunan yang sudah berdiri ratusan tahun ini lapuk dimakan usia.

Selain Kerajaan Darussalam, di Provinsi Riau, juga pernah berdiri sejumlah kerajaan Melayu, antara lain Kerajaan Siak, Kunto Darussalam, Indragiri dan Pelalawan. Umumnya, kekuasaan kerajaan-kerajaan ini berada di bawah pengaruh dua kerajaan besar, yakni Malaka dan Kerajaan Pagaruyung.(DSY)
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"
Budak Melayu no está en línea  
Old August 6th, 2009, 06:01 AM   #40
Budak Melayu
i'am Here
 
Budak Melayu's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 4,027
Likes (Received): 772

Mengenal Lebih Dekat Dengan Budaya & Wisata Kampar

>>Istana Kerajaan Gunung Sahilan, Kampar Kiri - Riau


Fitri Mayani: Istana Kerajaan Gunung Sahilan Menunggu Janji dan
Ada lima khalifah di kerajaan ini, yaitu Khalifah Kampar Kiri bergelar Datuk Besar, Khalifah Kuntu bergelar Datuk Bandaro, Khalifah Batu Sanggan bergelar Datuk Godang, Khalifah Ludai bergelar Datuk Maharajo Besar, dan Khalifah . Sehubungan dengan janji Bupati Kampar Burhanuddin yang akan membangun Istana Dalam menjadi istana termegah di Riau pada 2008 nanti, para khalifah, ninik mamak dan keturunan Kerajaan Gunung Sahilan sangat berharap janji ini dapat direalisasikan.
fitrimayanidanpemikirannya.blogspot.com/2009/02/istana-kerajaan-gunung-sahilan-menunggu.html

Amiinnnn...mudah-mudahan terealisasi secepatnya..
__________________
"Sepenting-Pentingnya Gelar Sarjana, Lebih Penting lagi Gelar SAJADAH"
Budak Melayu no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 12:26 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu