daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Urban Transportation, Sports Facilities and Infrastructures



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old July 27th, 2010, 05:58 PM   #201
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,148
Likes (Received): 520

GE Energy Kembangkan Energi Terbarukan di TPA Bantar Gebang
26/07/2010


DEPOK, INVESTOR DAILY
PT General Electric (GE) Energy akan mengembangkan energi terbarukan (renewable energy) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Direktur Power Generation GE Energy se-Asia Tenggara, Handry Satriago, mengatakan, energi yang akan dihasilkan bersumber dari sampah yang ada di TPA Bantar Gebang.

“Ditargetkan sebelum akhir tahun ini, kami sudah mulai mengembangkan renewable energy di Bantar Gebang,” kata Handry Satriago kepada Investor Daily usai sidang peraihan gelar doktor yang ke-117 dalam bidang Ilmu Manajemen Stratejik setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul Examining The Followers’ Influence on Leader’s Performance: A Reverse Pygmallion Effect, di Auditorium Fakultas Ekonomi Gedung Dekan FEUI Depok, akhir pekan lalu.

Handry menuturkan, pembangkit tersebut akan berdaya 10 megawatt (MW) dan energi yang dihasilkan akan digunakan untuk keperluan wilayah Bantar Gebang dan sekitarnya. Proyek tersebut adalah proyek kedua setelah proyek pengelolaan sampah di TPA Suwung Bali, yang berhasil memproduksi energi terbarukan.

TPA Suwung Bali, kata dia, memiliki luas kawasan hingga 25 hektare. Setiap hari, TPA yang berjarak sekitar 10 kilometer dari kota Denpasar itu menerima setidaknya 800 ton sampah. Timbunan sampah itu berasal dari Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (wilayah Sarbagita), yang merupakan kawasan industri turisme.

Jika gunung sampah itu ditumpuk begitu saja, kawasan TPA Suwung tak akan mampu menampung lagi. Karena itulah, Badan Pengelola Kebersihan Wilayah Sarbagita (BPKS), lembaga yang mengurus TPA Suwung, menerapkan teknik pengolahan sampah yang disebut ''galfad'', kependekan dari gasification, landfill gas and anaerobic digestion. Metode ini diklaim sebagai metode pertama yang dilakukan untuk mengolah sampah menjadi energi listrik.

Namun, untuk menerapkan dan menjalankan Galfad, BPKS tentu tak bekerja sendiri. BPKS sudah lama menjalin kontrak dengan PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI), perusahaan joint venture antara PT Navigat dari kelompok bisnis General Electric (GE) Energy dan Organics Group, perusahaan pengolah limbah dan energi alternatif dari Inggris.

Proyek itu diresmikan di Bali pada pertengahan Desember 2009. Tapi kerja sama di antara mereka terjalin sejak 2004. Ketika itulah, PT NOEI memperkenalkan metode Galfad kepada BPKS untuk dapat diterapkan di TPA Suwung. Kini proyek IPST Sarbagita mampu menghasilkan listrik yang berasal dari gas metana (CH4).
Ocean One no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old August 5th, 2010, 04:16 AM   #202
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,574
Likes (Received): 376

Ini ada berita dari RIAUBISNIS

DPR Janji Tindaklanjuti Krisis Listrik di Riau
Wednesday, 04 August 2010 11:31

Meski Riau banyak sumber energi, tapi nyatanya masih banyak masyarakat Riau yang belum menikmati melimpahnya sumber energi. Salah satunya, listrik. Dari PLN, baru 42,69 persen tingkat rasio elektrifikasi di Riau. Artinya masih banyak rumah masyarakat Riau yang belum teraliri listrik. Keadaan ini membuat Gubernur Riau, HM Rusli Zainal pun heran.

”Di Riau banyak potensi sumber energi yang sebenarnya bisa diberdayakan untuk pasokan listrik. Tapi rasio elektrifikasi di Riau malah masih sangat minim,” katanya saat pertemuan dengan 22 anggota Komisi VII DPR RI di kantor Gubernur Riau, Senin malam (2/8/2010).
Dari catatan Gubri, terungkap bahwa hanya Kota Pekanbaru dan Dumai saja yang tingkat elektrifikasinya yang tinggi, masing-masing 98 persen di Kota Pekanbaru dan 75 persen di Dumai. Sedangkan kabupaten lainnya masih di bawah 50 persen.

“Ini membuktikan, bahwa masyarakat Riau belum menikmati kue pembangunan, padahal kontribusi Riau sangat besar kepada perekonomian nasional. Kami berharap, pemerintah pusat melalui PLN bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya. Apalagi kebutuhan akan listrik terus meningkat, terutama menjelang PON 2012 mendatang,” kata Gubri.

Mendengar berbagai keluhan dari orang nomor satu di Riau itu, Zainuddin Amali, ketua rombongan Komisi VII DPR RI berjanji akan menindaklanjutinya. ”Kita coba fasilitasi dengan Menteri ESDM. Tapi memang sangat aneh jika pertumbuhan ekonomi Riau yang pesat tidak didukung dengan energi yang proporsional. Ini harus segera diatasi,” tuturnya.

Zainuddin Amali juga meminta Pemprov Riau meningkatkan komunikasinya kepada anggota dewan guna mengatasi masalah minimnya pasokan energi ke Riau. “Karena DPR memiliki fungsi budgeting, ini bisa dimanfaatkan agar porsi anggaran pusat untuk Riau lebih proporsional,” kata anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Di sisi lain, General Manager PLN Riau-Kepri, Oman Sumantri memaparkan, pihaknya sudah menyiapkan strategi jangka menengah untuk mengatasi krisis listrik di Riau. Di antaranya membangun PLTU 2 X 100 MW di Tenayan, PLTU 2 X 150 MW di Peranap, PLTU di Bengkalis sebesar 2 X 10 MW, serta membangun PLTU skala kecil di Inhu dan Inhil berkapasitas 2 X 7 MW.

”Kami juga akan berencana menyewa genset sesuai dengan kebutuhan, supaya apabila pasokan listrik dari sistem interkoneksi berkurang bisa ditutupi. Tahun ini, PLN akan menyewa genset dengan kapasitas 20 MW,” katanya.

Selain itu, katanya, membangun transmisi dan gardu induk di rentang Pekanbaru-Payakumbuh, dan juga dari Peranap ke Pekanbaru serta membangun gardu induk di Pekanbaru berkapasitas 275/150 KVA.
(*)

Zuprianto | Edited by Parlindungan
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old August 8th, 2010, 07:19 PM   #203
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,574
Likes (Received): 376

Aku ada data PENDUKUNG untuk membuktikan yang aku bilang di halaman sebelah ...SCROLL KE BAWAH ...

Quote:
Originally Posted by fajarmuhasan View Post
PLTU di NTT/NTB atau luar jawa umumnya koq kecil kecil amat ya....hampir semuanya dibawah 10MW
Padahal di jawa kalo yg namanya PLTU biasanya ratusan MW, bahkan di beberapa tempat kapasitas 1 unitnya mencapai 600MW
Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Aku coba jawab pertanyaan ini

Ada 2 kombinasi penyebab "kecil" nya ukuran pembangkit di Luar Pulau Jawa....

1. Masalah Populasi dan Kepadatan Penduduknya
2. Masalah Sistem Transmisi

Di Pulau Jawa, kepadatan penduduk sangat tinggi. Karena kepadatan penduduk di Pulau Jawa mencapai 900-1000 jiwa per km persegi. Di Pulau Sumatra, kepadatan penduduk bervariasi. Di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan kepadatan penduduk cukup rendah, ukuran luasan Kabupaten Besar-besar. Secara umum, kalau kita lihat di Sumatra... Provinsi yang tingkat kepadatan peduduknya itu bisa dibagi jadi beberapa bagian (tapi tetap tidak sepadat JAMALI).
* Kepadatan penduduk di bawah 100 jiwa per km persegi, ada di ACEH, RIAU, JAMBI, SUMATRA SELATAN, BENGKULU, dan BANGKA-BELITUNG
* Kepadatan penduduk antara 100-200 jiwa per km persegi, ada di SUMATRA UTARA dan SUMATRA BARAT
* Kepadatan penduduk diatas 200 jiwa per km persegi, ada di LAMPUNG

Variasi kepadatan penduduk yang cukup berbeda ini menyebabkan pembangunan sistem interkoneksi SATU-SUMATRA menjadi sangat-sangat mahal dan belum tentu akan efisien. Jalan terbaik memang membangun sistem interkoneksi SATU PROVINSI. Sehingga ketika satu pembangkit dibangun, daya yang dihasilkan bisa untuk menerangi satu provinsi.

Masalah lain timbul, apabila ukuran Provinsi tadi luar biasa besar. Contohnya, Provinsi Riau... Penduduknya hanya 5.3 juta jiwa, populasi menyebar. Hanya 1 juta jiwa masyarakat Riau yang berada di bawah jaringan listrik PLN yang berlimpah. Sisanya berada di bawah sistem kelistrikan yang TERISOLASI. Alias tidak ada interkoneksi. Kalaupun ada interkoneksi ya cuman dari kabel tepi jalan yang tegangannya cuman di bawah 100 kV itu ..... Kebanyakan malah cuman 12.5 kV atau 50 kV ...

Belum lagi yang tinggal di Pulau-pulau, di sana juga ada kota2 kecamatan yang masyarakatnya cukup tidak bisa disepelekan perekonomiannya. Makanya PLN membangun PLTU kecil-kecil di BENGKALIS dan SELATPANJANG, karena lokasinya di Pulau yang bahkan terpisah dari daratan SUMATRA. Populasi masing2 Pulau itu aja tidak lebih dari 100 ribu jiwa. Pembangkit yang sedang direncanakan di KARIMUN dan BINTAN, Kepri juga gak bisa besar-besar karena penduduknya sedikit.

Bahkan, di Riau ... Untuk DARATAN SUMATRA saja, seperti kawasan RENGAT, TEMBILAHAN, dan KUALA ENOK. Itu pembangkitnya terisolir..... Jadi pembangkit di RENGAT ya hanya untuk warga RENGAT saja ...

Padahal idealnya, untuk transmisi jarak jauh seperti yang dimiliki Pulau Jawa dengan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra TInggi) yang bercabang dari UTARA Jawa dan Juga SELATAN Jawa. Itu tegangannya harus 500 kV supaya LOSS nya kurang....

Tapi pada kenyataannya, adalah
Di Pulau Jawa, sisitem pembangkit itu hampir bisa dipastikan bersatu dengan sistem Interkoneksi JAWA-MADURA-BALI (JAMALI). Jadi satu pembangkit yang akan dibangun, itu tujuannya tidak hanya untuk menyalakan SATU KABUPATEN saja, tapi juga sanggup untuk membantu 5-6 KABUPATEN !!!!

COba bandingkan KABUPATEN BANDUNG penduduknya 4 juta jiwa, hidup rapat-rapat, kepadatan penduduk luar biasa tinggi. Dengan Provinsi Riau yang penduduknya 5.3 juta jiwa, tapi luas PROVINSI nya setara dengan Luas PROVINSI BANTEN + DKI + JABAR + JATENG + DIY ....!!

Gambaran ekstrem lebih kelihatan kalau kita bicara KALTIM yang penduduknya cuman 3 juta jiwa, tapi luas PROVINSI nya setara Satu Pulau Jawa !!!

Lebih ekstrem lagi, Provinsi PAPUA + PAPUA BARAT penduduknya cuman 2.6 juta jiwa.... Tapi, Luas kawasannya hampir sama dengan LUAS SUMATRA KESELURUHAN !!!!

Makanya walaupun rasio elektrifikasi di sistem JAMALI sudah mencapai 71% .... Daerah lain di luar Pulau Jawa mungkin sebagian besar malah masih di bawah 50% ...

Makanya pembangunan pembangkit di luar Pulau Jawa, itu paling banter cuman punya target menerangi beberapa kabupaten (bener2 paling banter 1-2 kabupaten). Dalam banyak kasus malah cuman untuk menerangi 1 pulau saja. Ditambah Rasio Elektrifikasi yang memang tidak tinggi. Jadi pembangkit yang dibangun pun yaa gitu deh :p
Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Dari dulu solusinya udah berkumandang.

Yaitu Swastanisasi Listrik dan Variasi Tarif Listrik per Regional, tidak perlu solusi skala nasional ... tapi cukup regional saja. Dan peraturan tarifnya dibuat bervariasi per kawasan di Indonesia.

Di Malaysia, kawasan Semenanjung yang padat penduduk... Pengelolaan kelistrikannya diserahkan pada TNB (Tenaga Nasional Berhad, PLN nya Malaysia). Sistem interkoneksi pun lengkap dari Utara Semenanjung sampai ke Selatan.

Tapi, sebaliknya di Sabah-Sarawak ... kelistrikan mereka justru dikelola swasta dengan tarif yang mahal. Aku agak ragu kalau mereka punya sistem interkoneksi di Sabah-Sarawak, kayaknya tiap kota punya pembangkit sendiri di sana.

Solusi ekstrem lainnya ya, dengan sangat terpaksa ya anggaran PLN (dan pemerintah) harus dikucurkan sebagian besar ke luar Jawa -- lebih ke GOOD POLITICAL WILL untuk pemerataan lah. Jadi gak ada lagi alasan anggaran terpaksa dipusatkan ke kawasan tertentu karena di kawasan itu banyak industri atau ibukota negara ... Alasan politis PLN (sebenarnya lebih ke Pemerintah) dalam pengembangan sarana kelistrikan harus sudah berbasis ke alasan PENINGKATAN RASIO ELEKTRIFIKASI SKALA NASIONAL..... Kalau gak sanggup melakukan itu, ya mari kita lakukan seperti yang Malaysia mampu lakukan.

Tapi, memang untuk jangka pendek. Ini mungkin cukup membantu. Jangka panjang ya udah dipikirkanlah oleh PLN itu pastinya, sekarang kan DAHLAN ISKAN udah mulai membangun banyak pembangkit kecil-kecil di luar Pulau Jawa. Itu udah langkah yang bagus. Tapi alangkah baiknya kalau mulai merencanakan sistem "INTERKONEKSI" di Pulau Sumatra yang berbasis "SUTET" kayak di Jawa.

Bahkan mungkin boleh dipikirkan juga KABEL BAWAH LAUT seperti yang ada di MADURA. Mungkin untuk Pulau2 yang dekat dari Pesisir Sumatra, seperti Sabang, Bengkalis, Selatpanjang, Bangka, dan Belitung.

Di Kalimantan dan Sulawesi pula harus sudah mulai dipikirkan hal seperti itu. Kalau untuk Papua, ya selama kepadatan penduduk masih rendah ya gak papa lah bertahan dengan sistem isolasi.
Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Ini aku mau agak sedikit menerangkan tentang sistem transmisi listrik di Riau. Karena beberapa waktu yang lalu, aku sempat ROADTRIP sejauh 200 km dari Pekanbaru, ke kawasan Muara Rumbai, semacam kota kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu, lokasinya di Utara Provinsi Riau, dekat dengan perbatasan Provinsi Sumatra Utara.

Jadi aku memotret jalan raya sepanjang perjalanan. Pastinya aku juga memotret tiang listrik di kiri-kanan jalan.

Yang terpotret bervariasi tentunya.
1. Tiang Listrik yang tegangannya 12.5 - 50 kV .... seharusnya hanya cocok untuk transmisi dalam kota, atau kalau pembangkit di sistem kawasan adalah pembangkit yang kapasitasnya kecil-kecil.
2. Tiang Listrik yang Tegangan Tinggi di atas 100 kV ... dipakai untuk transmisi antar kota dan jarak cukup jauh, apalagi kalau ada pembangkit yang kapasitasnya di atas 100 MW .. Sangat perlu tiang Saluran Tegangan Tinggi.

Lokasi: Kabupaten Kampar ... Berada di sepanjang Jalan Nasional Pekanbaru-Bangkinang sejauh 60 km. Kabel listrik non-stop ... Tegangan sebenarnya hanya 12.5 - 50 kV. Memadai kalau tidak ada pembangkit besar di sekitarnya, dan kabel di bawah kabel "paralel 3 biji" cuman bertujuan untuk mendistribusikan listrik ke masyarakat yang rumahnya di sepanjang badan jalan. Populasi cukup padat di kiri-kanan jalan
image hosted on flickr


Lokasi : Kota Pekanbaru,,, jelas kalau ini kabel listrik untuk transmisi dalam kota . Tegangannya masih tinggi 12.5 - 50 kV... Masih harus diturunkan lagi menjadi 220 V dan distribusikan lagi ke rumah-rumah ... Kabel yang di bawah kabel "paralel 3 biji" itu kabel distribusi yang tegangannya udah diturunkan dengan trafo dan disalurkan langsung ke konsumen.
image hosted on flickr


Lokasi: Kabupaten Kampar berada di tepi Jalan Provinsi di Kecamatan Tapung jarak dari Kota Pekanbaru sudah sekitar 70-80 km, kabel yang ada pada gambar adalah kabel transmisi dengan tegangan 12.5 - 50 kV. Karena Di bawahnya tidak ada kabel lagi yang fungsinya untuk distribusi. Karena kawasan ini memang hampir tidak berpenghuni. Sinyal hape pun hilang-timbul. PERLU DIGARISBAWAHI bahwa inilah gambaran infrastruktur interkoneksi antarkota di Provinsi Riau.... Dan inipun gak semuanya punya jaringan seperti ini
image hosted on flickr




--------------

Ini di dekat Kota Pekanbaru, tegangan dipastikan di atas 100 kV. Karena untuk transmisi jarak jauh dari PLTA Koto Panjang (114.5 MW) dan Interkoneksi Sumatra Barat. Jarak Pekanbaru ke PLTA Koto Panjang hampir 80 km. Nah kalau di Jawa, panjang SUTET ini ada sekitar 1000 km non-stop di Utara, dan 1000 km non-stop di Selatan. SUTET juga banyak di kawasan2 industri, di dalam Kota Jakarta pun banyak ... Terutama yang aliran listriknya dari arah MUARA KARANG (di atas 1000 MW)
*
image hosted on flickr

*
image hosted on flickr


------- Tiang listrik pada gambar di atas, pastinya dari Pembangkit listrik tegangan sangat tinggi. Jadi supaya LOSS nya kurang untuk transmisinya, perlu SUTET. Banyak kok di Indonesia, tapi jaringan panjang yang CONTIGUOUS (tanpa putus), cuman ada di Pulau Jawa. Kalau di Sumatra paling banter ya dari pembangkit besar ke ibukota-ibukota provinsi.

Ohya, pembangkit besar supaya bisa ditransmisikan dalam kota, harus diturunkan lagi tegangannya. Itulah kenapa kita punya istilah GARDU INDUK (Jakarta punya beberapa). Nanti, di kawasan2 pemukiman dan bisnis ada lagi GARDU-GARDU, nah nanti pas udah dekat2 kawasan distribusi baru pakai TRAFO, semacam kotak yang ada di bawah tiang listrik yang tersebar di seantero jagad Indonesia ini. Baru didistribusikan ke penduduk.

Nah, di Pekanbaru punya 2 Gardu Induk.
1. Gardu Induk TELUK LEMBU
2. Gardu Induk GARUDA SAKTI ..

Tiang Listrik tegangan ekstra tinggi pada gambar di atas itu diambil di kawasan menjelang Gardu Induk GARUDA SAKTI , karena mereka dapat pasokan dari PLTA Koto Panjang (114.5 MW). Kalau yang TELUK LEMBU itu pasokannya dari Riau Power dan PLN.

Di Kota Pekanbaru, tegangan 12.5 - 50 kV ... di dekat Gardu Induk GARUDA SAKTI, nah dari sini listrik di distribusikan ke seluruh kota Pekanbaru ... Kotak pada tiang listrik paling kanan, itu ada TRAFO nya, kalau diperhatikan karena di situ ada konsumen PLN, yakni SPBU Pertamina yang perlu pasokan listrik.
image hosted on flickr


Ini juga di Kota Pekanbaru dekat Gardu Induk Garuda Sakti, kabelnya cuman 12.5 kV - 50 kV, tapi ada banyak karena memang posisi Gardu induk ini sangat penting bagi kelangsungan kelistrikan kota Pekanbaru. Di dalam Kota Pekanbaru gak ada SUTET, jadi semuanya ditransmisikan pakai kabel model seperti ini.
image hosted on flickr
Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Untuk melihat-lihat Jaringan SUTET nya Amerika Serikat silahkan lihat di sini
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Un...sPowerGrid.jpg

Gak semua Amerika Serikat terjaring SUTET kawasannya, kurasa ada juga ISOLATED System seperti di ALASKA dan HAWAII

Info lebih

http://en.wikipedia.org/wiki/Electri...r_transmission
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old August 8th, 2010, 07:40 PM   #204
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,574
Likes (Received): 376

Inilah RASIO ELEKTRIFIKASI Kabupaten dan Kota se-provinsi Riau.
Quote:
Originally Posted by Kris18 View Post
Ratio Elektrifikasi di Riau

dari Riau Pos edisi cetak 6 Agustus 2010

image hosted on flickr

Baik, mari kita bahas. Di Riau rata-rata rasio elektrifikasi baru 42% rumah tangga. Angka ini jauh di bawah nasional yang sudah mencapai 60%. Ini alasan logis bahwa DAFTAR TUNGGU PELANGGAN baru PLN pernah mencapai 101 ribu daftar tunggu.

Angka logis adalah ternyata daerah PERKOTAAN yang padat penduduk seperti PEKANBARU itu rasio elektrifikasi sudah 98%, sementara DUMAI sudah 75%. DUMAI itu pun kurasa cuman segitu, karena masih ada masyarakat DUMAI yang lokasi tinggalnya terpencil. Kota Dumai itu kalau gak salah luasnya sekitar 2000 km persegi.

Dan masuk akal kalau kabupaten rendah-rendah rasionya. Karena di Riau, walau kabupaten penduduknya besar sampai di atas 500 ribu jiwa. Tapi, ibukota kabupaten dan yang bertempat tinggal di ibukota kecamatan, populasinya kecil sekali. Orang suka tinggal menyebar-nyebar. PLN nya bengek memenuhi kebutuhan listrik ke kampung2..

Kabupaten Kampar cukup signifikan berbanding kabupaten lain, karena sebagian besar penduduk Kampar lokasi tempat tinggalnya di jalan2 nasional. Tidak hanya itu, salah satu kecamatan di Kampar adalah HINTERLAND Kota Pekanbaru, yang tentu saja infrastrukturnya lengkap, ada perumahan2 skala besar di sana.

Kabupaten Bengkalis cukup tinggi karena jumlah masyarakat perkotaannya cukup signifikan, di sini ada KOTA BENGKALIS (100 ribu jiwa sendiri), KOTA DURI (200 ribu jiwa sendiri), belum kota2 kecamatan lain yang populasi nya cukup padat seperti SEI PAKNING.

Kabupaten INHIL luar biasa rendah, karena penduduk di sana tinggalnya mayoritas di kawasan DELTA SUNGAI. Sungai di sana gak bisa dibayangkan kayak di Jawa. Sungainya lebar-lebar, orang di sana tinggal di antara anak2 sungai. Setiap anak2 sungai punya "nama" dan "nomor" sendiri. Misalnya PARIT 1,2,3, dan seterusnya. Jumlah Parit di Indragiri Hilir ini ada ratusan, bahkan ribuan. Lokasi tempat tinggal masyarakat di sana dipisahkan dengan Parit-parit berair deras.

Ohya, di beberapa Kota Kecamatan di beberapa Kabupaten yang gak ada LISTRIK PLN nya, biasanya masyarakatnya swadaya beli GENSET. Atau biasanya ada penganggaran di APBD.

Ada hipotesa lain lagi, kenapa rasio ini masih rendah. Di Riau, di kawasan perkampungan, yang namanya SHARING Listrik adalah hal yang biasa. Jadi satu kota pelanggan, itu listriknya bisa di-SHARING untuk 4-5 rumah . Ini belum tentu karena mereka gak sanggup bayar, tapi karena DAFTAR TUNGGU PLN gak digubris2 sama PLN.

Bayangkan kalau 101 ribu daftar tunggu itu dipenuhi semua sama PLN, rasio bisa naik sampai 52%. Harusnya
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old August 9th, 2010, 02:42 PM   #205
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

TENAGA LISTRIK
PLN Ambil Pengawasan Listrik Bandara

JAKARTA, KOMPAS.com - Pascapadamnya listrik di Bandara Internasional Soekarno Hatta pekan lalu, General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jaya dan Tangerang Purnomo Willy mengaku dipanggil oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar. PLN Disjaya diminta mengambil alih pengawasan listrik di bandara.

"Pertama, Meneg BUMN meminta audit dilakukan bersama antara PLN dan bandara. Lalu ada ide PLN mengambil alih di sisi pengawasan, bukan operasional day to day," tuturnya di sela keterangan pers di Hotel Four Season, Senin (9/8/2010).

Purnomo menegaskan PLN Disjaya tidak akan mengambil alih semua kegiatan operasional listrik yang selama ini dilakukan langsung oleh PT Angkasa Pura. Menurutnya, para petugas Angkasa Pura sudah cukup profesional mengelola listrik bandara sebesar 30 megawatt. Hanya saja, mereka masih kelabakan menangani masalah yang muncul jika terjadi gangguan.

"Mereka kurang bisa cepat menangani karena tidak tersedia alat khusus. Kalau PLN kan lengkap, misalnya untuk mendeteksi kabel. Lalu alat untuk melihat kira-kira apakah kabel ini akan terganggu atau tidak," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan PLN Disjaya di lapangan pada akhir pekan lalu, Purnomo mengatakan ada sejumlah set kabel yang terganggu serta UPS yang tidak beroperasi sebagaimana mestinya.

Ke depannya, PLN akan mengambil alih pengawasan dengan melakukan pemeriksaan rutin dalam jangka waktu tertentu tergantung pada peralatannya seperti yang selama ini dilakukan PLN Disjaya terhadap Istana Presiden dan Wakil Presiden. Namun, pembicaraan masih akan berlangsung antara PLN Disjaya dengan Angkasa Pura. Purnomo sendiri enggan mengatakan instalasi listrik bandara memang sudah tua, namun menurutnya, PLN Disjaya akan terus melakukan pemantauan.

"Kalau dikatakan tua (instalasi) di sana iya juga, tapi hanya perlu dilakukan pengecekan ulang," tandasnya.

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...istrik.Bandara
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 9th, 2010, 02:44 PM   #206
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

PLN Lebih Cepat Kabarkan Gangguan

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) Distribusi Jaya dan Tangerang meluncurkan layanan terbarunya, Kartu Quick Response PLN di Hotel Four Season, Senin (9/8/2010). Layanan yang disebut Kartu KiAR PLN ini memungkinkan pelanggan menerima informasi apapun dari PLN dengan sangat cepat.

"Pelanggan bisa mendapatkan feedback atau balasan SMS langsung dari petugas mengenai kecepatan respon dan ketepatan pelayanan petugas kami di lapangan maupun di tempat pelayanan atau gerai-gerai PLN," ungkap GM PLN Disjaya Purnomo Willy dalam acara peluncuran.

Dengan kartu ini, Purnomo mengatakan pelanggan dapat memperoleh informasi gangguan dan layanan pengaduan listrik 24 jam, informasi tagihan, biaya ubah daya dan tarif listrik serta foto kWh meter dan Smart Invoice.

Pelanggan dapat memperoleh kartu ini di gerai-gerai PLN terdekat dengan gratis. Setelah itu, pelanggan harus mengunduh dan meng-install pembaca kode bar di website PLN Disjaya melalui ponsel.

"Tentu saja, layanan ini baru bisa dilakukan oleh pelanggan dengan ponsel yang memiliki fasilitas internet dan GPRS," tambahnya.

Pasalnya, cara mengakses KiAR hanya bisa dilakukan dengan memotret kode bar yang ada di kartu atau mengirim pesan singkat ke 8123 dengan mengetik kiar (spasi) nomor kartu atau nomor ID pelanggan. Pelanggan akan menerima balasan pesan singkat, mengunduh pesan tersebut dan layanan KiAR akan terbuka secara otomatis di ponsel.

"Ke depannya, kami akan mengumpulkan nomor-nomor ponsel pelanggan untuk bisa memberikan informasi dengan segera jika terjadi pemadaman listrik atau gangguan instalasi," tandasnya.

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...arkan.Gangguan
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 12th, 2010, 10:52 AM   #207
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

PLN Optimistis Capai 8 MW dengan CMB

JAKARTA, KOMPAS.com — PLN mengungkapkan kesiapannya untuk mulai menggunakan coal bed methane (CBM) sebagai bahan bakar pembangkit listriknya untuk menggantikan tenaga diesel. Untuk tahap awal, PLN optimististis dapat memperoleh 250 MMSCFD atau setara dengan 8 megawatt listrik.

Gas CBM bisa disalurkan melalui grid atau langsung ke pembangkit listrik bergantung pada jarak antara sumur dan pembangkit dimana gas engine berada. Lalu, PLN akan menghitung pilihan yang lebih ekonomis. Untuk pertama kalinya, PLN akan memanfaatkan CBM dalam rangka konversi bahan bakar diesel ke gas.

Lantas, menurut PLN, apakah kelebihan CBM?

Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji mengatakan seperti namanya CBM berbeda dengan gas konvensional. CBM diperoleh dari hasil dewatering lapisan batu bara saat eksplorasi berlangsung. Gas CBM yang keluar secara bertahap keluar pada saat dewatering. Makin habis air di lapisan, makin besar gas yang akan keluar.

"Sejak eksplorasi gas (CBM) sudah dihasilkan. Mereka membuat sumur kecil dan melakukan dewatering, menguras air di lapisan batu bara. CBM itu terperangkap di lapisan batu bara yang ada di dalam tanah. Dalam lapisan itu, ada air juga. Untuk mengeluarkan air, gasnya harus dikeluarkan juga. Sehingga harus dibor lapisan batu baranya lalu dilakukan dewatering. Pada saat dipompa, gas juga keluar. Makin habis air, makin besar gas (CBM) yang dihasilkan," paparnya di kantor pusat PLN, Kamis (12/8/2010).

Sia-sia jika gas dibakar begitu saja, sementara jaringan listrik di Kalimantan Selatan cukup luas. Agar tidak sia-sia, lanjut Pamudji, muncullah gagasan untuk mengonversi CBM yang tergolong berkapasitas kecil itu menjadi tenaga listrik.

Untuk tahap awal, PLN memang masih mengkajinya bersama ExxonMobil dan Sugico MOK Energy yang mengeksplorasi batu bara di Banjarmasin. Kajian akan terus dilakukan rutin hingga pertengahan 2011 mendatang saat eksplorasi batu bara yang dimulai perusahaan-perusahaan ini di akhir 2010 menyelesaikan tahap dewatering.

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea....MW.dengan.CMB
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 13th, 2010, 06:14 PM   #208
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,148
Likes (Received): 520

Jumat, 13/08/2010
PLN ambil alih kelistrikan Soekarno-Hatta


JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhirnya mengambil alih fungsi pengawasan seluruh sistem kelistrikan di Bandara Soekarno-Hatta, pascakerusakan instalasi yang menyebabkan pemadaman listrik di kawasan itu, pekan lalu.

Namun, untuk proses audit seluruh sistem kelistrikan di bandara tersibuk di Indonesia itu akan dilakukan secara bersama oleh PLN dan PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola bandara.

General Manager PLN Wilayah Distribusi Jakarta dan Tangerang Purnomo Willy mengungkapkan AP II sudah menyepakati perusahaan listrik pelat merah tersebut menjadi supervisor untuk sistem kelistrikan di kawasan bandara.

“Mulai kemarin [pascagangguan] kami [PLN] sudah jalan. Kami melakukan supervisi di instalasi listrik bandara dengan setting relay. Pihak bandara sudah sepakat,” katanya hari ini.

Menurut dia, kerja sama dengan AP II dalam melakukan audit terhadap seluruh instalasi listrik bandara sesuai dengan perintah Menteri BUMN Mustafa Abubakar untuk mengamankan pasokan listrik bandara.

Namun, Purnomo mengakui pengawasan yang dilakukan oleh PLN masih berupa kesepakatan awal karena belum menyangkut persoalan biaya ataupun mekanisme kontrak kerja sama tersebut.

Dia memaparkan pada dasarnya pemadaman listrik yang terjadi di kawasan Bandara Soekarno-Hatta disebabkan oleh minimnya ketersediaan alat untuk mendeteksi kerusakan pada instalasi listrik, sehingga petugas teknis tidak bisa dengan segera mengatasinya.

Selain itu, lanjutnya, pada saat terjadi korsleting kabel yang berakibat padamnya sistem kelistrikan bandara, UPS (uninteruptable power supply) atau alat antikedipan listrik tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Jadi, sebetulnya mereka [AP II] pakai cadangan dan ada UPS-nya juga. Kalau ada tegangan turun sampai 1,7 detik, gensetnya beroperasi, tetapi tidak berfungsi," tutur Purnomo.
http://www.bisnis.com/sektor-riil/ta...1id200503.html
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old August 16th, 2010, 11:21 AM   #209
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,148
Likes (Received): 520

Senin, 16/08/2010
PLN bangun PLTU 1.400 megawatt tahun ini


JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan tahun ini membangun delapan lokasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru dengan kapasitas 1.400 megawatt, terkait dengan proyek listrik 10.000 MW Tahap I.

Adapun utuk proyek listrik 10.000 MW Tahap II, pembangunan kontruksi baru akan dimulai kuartal IV/2010.

Yogo Pratomo, Ketua Tim Pelaksana Harian Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik, menjelaskan 1.400 MW yang diharapkan selesai pembangunannya tahun ini antara lain PLTU Rembang unit 1 sebesar 315 MW, PLTU Indramayu unit 1 (330 MW), dan PLTU Suralaya (625 MW).

Pembangkit berlokasi diluar Jawa antara lain PLTU Tanjung Balai Karimun 14 MW, PLTU Bangka 30 MW, PLTU Amurang 25 MW, PLTU Kendari 20 MW, dan PLTU Ende 14 MW. Dengan demikian, pada akhir 2010 pelaksanaan proyek listrik 10.000 MW sudah menyelesaikan 2.000 MW. Pada tahun lalu, PLN sudah menyelesaikan pembangunan PLTU Labuan 600 MW.

“Tahun depan kami berencana menyelesaikan 4.300 MW yang tersebar di 5 lokasi di Jawa dan 12 lokasi diluar Jawa. Dengan demikian dari 37 lokasi yang direncanakan pada Tahap I akan selesai 25 lokasi pada 2011," ujar Yogo, yang ditemui pada acara Sosialisasi Kemajuan Proyek 10.000 MW tahap I, dan Persiapan Proyek 10.000 MW tahap II, tadi malam.

Dari 37 lokasi PLTU tersebut, 33 diantaranya sudah memiliki kontraktor. Sedangkan 4 lokasi sisanya yakni PLTU Kalimantan Timur 300 MW, PLTU Riau 300 MW, PLTU Papua 14 MW, dan PLTU Maluku 14 MW masih belum memiliki kontraktor.

Yogo menilai dengan adanya proyek penyediaan listrik 10.000 MW ini maka penghematan BBM oleh PLN dalam rupiah setara sekitar Rp60 miliar per hari pada 2011. “Tahun 2012 nanti Rp20 triliun subsidi bisa berkurang. Jika dihitung hingga proyek pembangunan tahap II selesai maka penghematan bisa mencapai Rp70 triliun pada 2016. Dengan asumsi harga BBM tetap,” katanya.

Menurut dia, pada 2011 jumlah pembangkit yang akan diselesaikan berkapasitas 6.300 MW. “Dapat dikatakan bahwa dua pertiga rencana proyek listrik 10.000 MW ini dapat selesai kurang dari empat setengah tahun. Sisanya sebesar 3.700 MW akan dapat diselesaikan tahun berikutnya,” katanya.(bas)
http://www.bisnis.com/sektor-riil/ta...1id200793.html
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old August 16th, 2010, 05:17 PM   #210
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Gubernur Resmikan Pembangunan PLTU Waai Maluku

AMBON--MI: Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu akan memancang tiang untuk menandai pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 X 15 Mega Watt (MW) di desa Waai, pulau Ambon, kabupaten Maluku Tengah, pada 19 Agustus 2010.

Manager Sumber Daya Manusia (SDM) PT. PLN (Persero) Maluku dan Maluku Utara, Harun Tukuboya, ketika dikonfirmasi ANTARA, di Ambon, Senin (16/8), membenarkan rencana pemancangan tiang PLTU yang untuk pertama kalinya dibangun di Maluku.

"Saya intensif melakukan koordinasi dengan Direksi di pusat maupun Pemprov Maluku agar pemancangan tiang mengawali pembangunan pltu tersebut direalisir sesuai jadwal pada 19 Agustus 2010," ujarnya.

Harun mengisyaratkan jajaran Direksi dari pusat dan Direktur Operasional PT PLN (Persero) Indonesia Timur Vickner Sinaga menghadiri kegiatan tersebut. "Jadi pemancangan tiang ini memanfaatkan HUT provinsi Maluku ke-65 yang baru tahun ketiga diperingati," katanya.

Harun mengemukakan areal seluas 23 hektare yang pembebasan lahannya tuntas pada 12 Mei 2010 telah disiapkan untuk pencanangan pembangunan PLTU. "Persiapan pencanangan tinggal pembenahan teknis saja sehingga tenggat waktu tinggal tiga hari dioptimalkan agar pemancangan tiang berlangsung sukses, sekaligus memastikan PT PLN (Persero) Maluku dan Maluku Utara serius merealisir diversifikasi energi listrik guna mengatasi mesin pltd berusia tua," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Operasional PT PLN (Persero) Indonesia Timur Vickner Sinaga menargetkan pembangunan PLTU di Desa Waai itu mulai beroperasi 31 Maret 2012. Vickner mengungkapkan, pembangunan PLTU Waai sesuai kontrak berlangsung 26 bulan sejak awal Juni 2010 hingga Agustus 2012.

"Saya sudah mendesak kontraktornya agar dapat menyelesaikannya paling lambat 31 Maret 2012," katanya.

Menurut Vickner, pembangunan PLTU Waai yang bertujuan memperkuat sistem kelistrikan Ambon seharusnya telah dilaksanakan tiga tahun lalu, tetapi terhambat pembebasan lahan seluas 23 hektare yang dibutuhkan untuk megaproyek tersebut. "Saya sebenarnya sedih. Keterlambatan itu hanya karena masalah pembebasan tanah. Syukurlah semua sudah selesai dan kami telah membayar ganti rugi senilai Rp11 miliar," katanya.

Menurut dia, anggaran pembangunan PLTU sudah dialokasikan sejak tiga tahun lalu dan telah ditenderkan namun karena tarik ulur masalah tanah akhirnya dana tersebut dialihkan untuk membangun PLTU di daerah lain. "Jika dibangun tiga tahun lalu, pasti PLTU-nya sudah beroperasi saat ini dan pemadaman bergilir tidak akan terjadi di Ambon dan sekitarnya," katanya.

PLTU ini awalnya akan dibangun di perbatasan Desa Ema dan Desa Leahari, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon namun DPRD Kota Ambon berkeberatan dengan alasan status tanah dua desa tetangga itu bermasalah dan khawatir atas dampak lingkungan. (Ant/OL-2)

http://www.mediaindonesia.com/read/2...TU-Waai-Maluku
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 16th, 2010, 05:19 PM   #211
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Proyek Listrik Berdaya 1.400 Mw Tuntas Tahun Ini

JAKARTA--MI: Proyek listrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 10 ribu Megawatt (Mw) yang diluncurkan mulai 2007, mengalami banyak kemajuan. Tahun ini, diharapkan bisa diselesaikan pembangkit dengan total daya 1.400 Mw.

"Perkembangan ini cukup positif, karena proyek ini secara fisik baru benar-benar dimulai di tahun 2007," ujar Yogo Pratomo, Ketua Tim Koordinasi Percepatan Penyediaan Listrik 10.000 Mw di Kemang, Jakarta, Minggu (15/8).

Proyek listrik 10 ribu Mw Tahap I yang dilaksanakan berdasarkan Kepres Nomor 72 tahun 2006 ini diakui oleh Yogo memiliki tenggang waktu yg cukup lama antara waktu mulai secara resmi dan pembangunan secara fisik. Tahun lalu, pembangkit listrik yang telah selesai dilaksanakan yakni PLTU Labuan yang berdaya 600 Mw.

Tahun ini, diharapkan terselesaikan tiga lokasi di Pulau Jawa, yakni PLTU Rembang unit 1 315 Mw, PLTU Indramayu unit 1 330 Mw, PLTU Suralaya (625 Mw). Terdapat pula lima lokasi di luar Jawa, yakni PLTU Tanjung Balai Karimun (2x7 Mw), PLTU Bangka (30 Mw), PLTU Amurang (25 Mw), PLTU Kendari (2x10 Mw), dan PLTU Ende (2x7 Mw).

Sedangkan pada tahun 2011, diharapkan ada kemajuan lebih banyak di proyek, yakni dengan menambah pembangkit baru sebesar 4.300 MW di seluruh Indonesia. Dari penyelesaian PLTU di Jawa dan luar Jawa, pada tahun 2011 pembangkit yang telah selesai mencapai 6.300 Mw.

Selang dua tahun kemudian (2013), diharapkan telah tercapai 95 persen kapasitas dari proyek pembangkit 10 ribu Mw Tahap I. "Hingga tahun 2012 nanti, diharapkan akan ada penghematan subsidi BBM pada PLN sebesar Rp 20 Triliun," imbuh Yogo. (*/OL-2)

http://www.mediaindonesia.com/read/2...ntas-Tahun-Ini
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 16th, 2010, 05:19 PM   #212
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Awal Tahun 2011 Tarif Listrik Naik lagi 15 Persen

JAKARTA--MI: Tarif listrik akan kembali naik. Awal tahun 2011 pemerintah akan kembali menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15%. Tindakan ini dilakukan pemerintah untuk mengurangi beban subsidi listrik pemerintah yang dari tahun ke tahun selalu membengkak naik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardjojo dalam jumpa pers yang diadakan di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (16/8).

Agus mengatakan bahwa penaikan TDL ini akan dimulai pada awal tahun 2011. "Kenaikan ini untuk mengurangi beban subsidi listrik pemerintah ke angka Rp41 triliun pada tahun 2011, yang sebelumnya di angka Rp55,1 triliun pada tahun 2010," jelasnya.

"Pada awal 2011, pemerintah akan menaikkan TDL sebesar 15%. Oleh karena itu penyerapan K/L (Kementerian/Lembaga) perlu disesuaikan lagi," ucap Agus kepada wartawan.

Dalam bahan Nota Keuangan 2011 memang secara eksplisit dikatakan adanya rencana kenaikan TDL di 2011 sebesar 15%. Namun entah kenapa Presiden SBY tidak membacakannya saat dirinya membacakan nota keuangan di depan DPR dan DPD siang tadi.

Pemerintah mengakui, subsidi listrik tahun depan masih perlu dipikirkan dengan pertimbangan masih lebih rendahnya TDL yang berlaku dibandingkan dengan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik. (*/OL-2)

http://www.mediaindonesia.com/read/2...lagi-15-Persen
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 18th, 2010, 08:41 AM   #213
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,148
Likes (Received): 520

Indonesia Expects 8 Power Projects to be Completed This Year
Rabu, 18 Agustus 2010


JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia's Ministry of Energy and Mineral Resources said Wednesday it expects the construction of eight power plants to be completed this year, with a total capacity of 1,400 megawatts.

Three of the coal-fueled power plants are located in Java and the other five outside Java, the ministry said. The eight projects are part of the first phase of the government's efforts to boost power capacity by 10,000 MW by 2014.

So far, only one project--the 600-MW Labuan plant--has been completed under the program, which started in 2007. The government cited problems with land clearing as the main culprit for the slow progress in the projects, which are also aimed at cutting the use of gasoil to generate electricity.
http://english.kompas.com/read/2010/...ed.This.Year-5
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old August 19th, 2010, 11:21 AM   #214
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

DPR Tolak Rencana Kenaikan TDL di 2011

JAKARTA--MI: Anggota Komisi VII dari Fraksi partai Golkar Zaenudin Amali menegaskan akan menolak rencana pemerintah untuk mengurangi subsidi listrik sebesar 25,6% yang akan menyebabkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10% hingga 15%.

"Saya rasa pemerintah sudah kehilangan rasa empatinya. Akibat kenaikan TDL tahun ini saja masih belum beres, masih akan ditambah lagi dengan kenaikan TDL lagi," tegas Zaenudin di Jakarta, Rabu (18/8).

Ia mengatakan, menilai rencana tersebut mencerminkan tidak adanya kemauan politik pemerintah dalam membenahi kelistrikan, selain hanya bisa menaikkan TDL.

Menurutnya, pemerintah seakan tidak mau berpikir keras untuk kepentingan rakyat ketika ada persoalan, sehingga hanya mengambil langkah mengurangi subsidi. "Cara lain seperti pengalihan BBM ke gas untuk pembangkit mengapa tidak dijadikan program pada 2011. Ini harusnya yang dipercepat oleh pemerintah," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa program pembangkit listrik 10 ribu megawatt yang direncanakan selesai pada 2012, kenapa tidak dipercepat. Menurutnya, dengan pembangkit 10 ribu mengawatt tersebut, yang menggunakan bahan bakar gas, batu bara dan tenaga uap bisa mengurangi subsidi hingga 50 persen dan TDL tak perlu naik.

Untuk itu, ia menegaskan akan menolak dan meminta pemerintah tak gegabah menaikkan TDL di awal 2011. "Pemerintah sebaiknya mengetatkan penggunaan anggaran untuk operasional," ujarnya.

Seharusnya pemerintah tidak perlu melakukan hal itu bila sektor hulu, yakni energi pembangkit tenaga listrik milik PLN yang menggunakan bahan bakar minyak (terutama solar) diganti dengan energi alternatif lain seperti batu bara atau gas. "Karena, sumber biaya terbesar yang menggerogoti anggaran pemerintah ya dari situ," tuturnya.

Tentunya, dia menambahkan, subsidi boleh saja dipangkas terutama untuk pembangkit yang selalu menelan biaya besar dengan cara mengganti bahan bakar, tetapi tidak untuk konsumen yang memiliki daya 450-900 Volt Ampere.

"Jadi, jangan mengambil keputusan bodoh terus dengan cara menaikkan TDL. Mestinya, pemerintah memberikan keadilan dengan cara memangkas biaya-biaya di sektor hulu," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah sebaiknya menambah stimulus sehingga tidak harus menekan subsidi pada sektor-sektor yang memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi seperti TDL.

Menurutnya, semua sektor indstri masih tergantung terhadap listrik, bisa dibayangkan dampaknya jika dalam rentang waktu belum genap satu tahun, TDL naik dua kali. "Pemerintah harusnya sadar daya beli masayarakat kita masih rendah. Atas dasar itu saya berpendapat tidak ada alasan mengurangi subsidi listrik. Dan kenapa pemerintah kelihatan sangat takut memberikan subsidi pada rakyatnya?" keluh Zaenudin.

Sebelumnya, pemerintah dalam nota keuangan RAPBN 2011 berencana akan menaikkan TDL sebesar 15 persen pada 2011. Kenaikan ini sebagai kompensasi penurunan subsidi energi pada RAPBN 2011. Pada APBN-P 2010, subsidi energi Rp 143,99 triliun dan akan diturunkan Rp 10 triliun menjadi Rp 133,8 triliun di RAPBN 2011. Sedangkan subsidi listrik dari Rp 55,1 triliun pada APBN-P 2010 menjadi Rp41 triliun dalam Asumsi APBN 2011. (ST/OL-3)

http://www.mediaindonesia.com/read/2...an-TDL-di-2011
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 22nd, 2010, 01:30 PM   #215
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF
Inilah Pembangkit Listrik Skala Kecil


Alternator permanen magnet produksi Balai Besar Logam dan Mesin Kementerian Perindustrian dipamerkan dalam skala yang lebih kecil, dalam Ritech Expo, di JCC, Jakarta, Minggu

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangkit listrik alternatif terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah dan desa-desa terpencil yang belum terjangkau pasokan listrik PLN. Sejak produksi prototipe pertama tahun 2007 lalu hingga saat ini, Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Logam dan Mesin telah menciptakan empat jenis pembangkit listrik skala kecil yang diperuntukan bagi desa-desa tertinggal dan industri kecil.

Dalam Ritech Expo 2010 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu ( 22/8/2010 ) , Balai Besar Logam dan Mesin memamerkan empat buah prototipe pembangkit listrik skala kecil hasil produksinya.

"Ada empat jenis pembangkit listrik skala kecil yang kami rancang untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk membangun desa mandiri energi dan industri-industri kecil," kata Nana Juhana, salah satu peneliti di Balai Besar Logam dan Mesin di JCC, Jakarta, Minggu.
Keempat mesin dan prototipe tersebut memiliki jenis dan sumber pengadaan energi yang berbeda-beda, terdiri dari pembangkit listrik kincir angin, alternator permanen magnet, turbin kaplan, dan mesin bio diesel.

Nana menjelaskan, pembangkit listrik kincir angin dan mesin bio diesel sudah berhasil diproduksi sejak tahun 2007 . Kedua pembangkit listrik skala kecil ini sudah tidak lagi berupa prototipe namun sudah dikembangkan dan dipasarkan kepada kelompok-kelompok swasta. Pembangkit listrik kincir angin produksi Balai Besar Logam dan Mesin mampu menghasilkan energi listrik sebesar 1 kVA dari tiupan angin yang didistribusikan oleh tiga buah blade berdiameter delapan meter dan tiang kincir setinggi 12 meter dari permukaan tanah.

"Untuk kincir angin ini produksinya sudah berjalan dan dikembangkan oleh kelompok swasta. Sasarannya memang untuk daerah pedesaan terutama pegunungan yang wilayahnya punya potensi angin yang stabil," kata Nana.

Produksi serupa juga sudah berhasil dilakukan untuk mesin bio diesel berkapasitas 500 cc yang sudah dikembangkan sejak tahun 1998 . Mesin bio diesel produksi Balai Besar Logam dan Mesin memiliku output daya sebesar 12 HP dengan putaran 2.200 rpm dengan kapasitas mesin 500 cc. Bahan bakarnya dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang terdapat di seluruh daerah di Indonesia seperti singkong, jarak, dan rumput laut.
"Mesin bio diesel ini prototipe pertamanya tahun 2008 . Saat itu memang kurang berhasil. Tapi sekarang sudah cukup berkembang di industri kecil," tuturnya.

Sementara dua pembangkit lainnya, yakni alternator permanen magnet dan turbin air kaplan baru berhasil dikembangkan pada akhir 2009 lalu. Hingga kini prototipenya masih terus dikembangkan Balai Besar Logam dan Mesin.

Menurut Nana, dua jenis pembangkit ini masih merupakan jenis pembangkit yang belum banyak dikembangkan di negara-negara lain. Alternator permanen magnet merupakan pengembangan energi listrik tenaga angin dan air yang menggunakan suatu alternator dengan putaran poros rendah. Pengembangan alternator rendah ini dilakukan karena alternator yang ada di pasaran biasanya memiliki putaran poros rotor yang tinggi di atas 1.500 rpm.

"Nah, sumber tenaga air dan angin yang digunakan industri kecil dan masyarakat di desa-desa biasanya menghasilkan putaran yang rendah. Maka itu, alternator permanen magnet ini cocok untuk penggunaan di desa-desa dan industri kecil karena bisa menghasilkan energi listrik dengan putaran rendah," terang Nana.

Sama halnya dengan pembangkit listrik kincir angin dan mesin bio diesel, alternator permanen magnet mampu menghasilkan enegri piko hidro sebesar kurang dari 10.000 watt.

Khusus untuk turbin air kaplan, menurut Nana, mampu menghasilkan energi yang paling besar dibanding ketiga pembangkit sebelumnya. Turbin air kaplan yang prototipenya tercipta sejak akhir 2009 kemarin ini mampu menghasilkan energi mikro hidro di atas 10.000 watt.

Turbin air ini dikembangkan dengan head rendah dari turbin air jenis kaplan. Turbin air ini dirancang untuk ketinggian air 8-15 meter, dengan debit 3 m3/detik. Dengan diameter 1.750 mm dan panjang 2.350 mm serta diameter runner 900 mm dan poros runner mampu mengjasilkan putaran 570 rpm. "Alternator putarannya sebesar 750 rpm. Kapasitas tenaga listrik yang dihasilkannya sebesar 300 kVA," ujar Nana.

Dari keempat jenis pembangkit listrik skala kecil tersebut, Nana mengakui hingga saat ini memang belum ada pengembangan secara massal. Balai Besar Logam dan Mesin Kementerian Perindustrian memang baru menciptakan prototipe untuk selanjutnya dikembangkan oleh kelompok swasta yang berminat. "Peminatnya sebenarnya cukup tinggi dari kalangan swasta. Cuma memang saat ini kami tidak bisa memproduksi secara massal untuk didistribusikan kepada masyarakat di pedesaan dan industri kecil," kata dia.

Keempat jenis pembangkit listrik tersebut, menurut Nana, terus dikembangkan secara internal sambil terus menyosialisasikan kepada kelompok swasta dan masyarakat. "Jadi siapa yang berminat bisa langsung ke Balai Besar Logam dan Mesin untuk kita kembangkan bersama," tutupnya.

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...ik.Skala.Kecil
__________________
Si Tou Timou Tumou Tou
—Sam Ratulangi, manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 22nd, 2010, 01:31 PM   #216
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Soal PLTN, PLN 'Wait and See'

JAKARTA, KOMPAS.com — PT PLN hanya wait and see dalam menyikapi rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) meskipun kelak perusahaan itu menjadi pihak yang akan menggunakan listrik yang akan dihasilkan PLTN.

"Kami wait and see saja," kata Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PT PLN Murtaqi Syamsuddin pada Forum Group Discussion: Prospek PLTN dalam Memenuhi Kebutuhan Listrik yang Terjangkau di Jakarta, Senin (2/8/2010).

Menurut dia, dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2010-2019 dan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2008-2027 tidak terdapat rencana pembangunan PLTN karena fuel mix akan didominasi oleh batu bara.

Dikatakan Murtaqi, pengembangan PLTN di suatu negara tidak selalu berdasar motif profit dan lebih pada keputusan nasional dalam diversifikasi energi dan ketahanan energi nasional sehingga PLTN menjadi pilihan sulit bagi PLN. "Biaya kapitalnya sangat tinggi tergantung pada besarnya daya, lama konstruksi, suku bunga, pilihan teknologi, jangka pembiayaan dan lain-lain serta biaya investasi yang tinggi di mana 1 unit 1.000 MWe antara 1.500-4.000 juta dollar AS, bahkan lebih," katanya.

Disebutkan Murtaqi, besarnya biaya kapital dapat mendekati atau melampaui credit limit keseluruhan suatu negara berkembang sehingga pemberi pinjaman akan ragu-ragu memusatkan risiko keuangan pada proyek semahal PLTN.

"Selain karena masa konstruksi PLTN sangat panjang antara 6-15 tahun, periode pengembalian investasi juga berjangka sangat panjang dan biaya bunga bisa mencapai 30-40 persen dari biaya fisik proyek sebagai bunga selama konstruksi," katanya.

"Kesulitan itu ditambah tak adanya dukungan kebijakan dan insentif pemerintah, belum lagi risiko keselamatan serta tingginya resistensi masyarakat dan dunia usaha yang belum melihat investasi di PLTN sebagai sesuatu yang menguntungkan," tambahnya.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), ujarnya, menekankan bahwa PLTN tidak bisa dikembangkan tanpa dukungan pemerintah dalam membuat kebijakan, ikut mempromosikan dan mendanai, serta menciptakan situasi kondusif.

Selain itu, PLTN juga harus mendapat dukungan dana dari industri di mana mereka tidak akan tertarik tanpa jaminan pemerintah dan pasar listrik yang tak mendukung.

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea.....Wait.and.See.
__________________
Si Tou Timou Tumou Tou
—Sam Ratulangi, manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 22nd, 2010, 01:31 PM   #217
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Percepat PLTU Batu Bara Mulut Tambang

JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Energi Nasional (DEN) merekomendasikan percepatan penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara mulut tambang. Hal ini perlu dilakukan untuk menurunkan biaya pokok produksi listrik di sejumlah tempat di Indonesia.
Hal ini disampaikan Ketua Harian DEN Darwin Zahedy Saleh yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (30/7/2010), seusai menghadiri Sidang DEN di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.

Ia menjelaskan, sebagian besar (86 persen) batu bara Indonesia adalah batu bara berkalori atau berkualitas rendah dan sedang. Karena itu, DEN mengusulkan agar pemerintah mengatur secara khusus pemanfaatan batu bara berkualitas rendah dan perlakuan fiskal untuk pengembangan PLTU mulut tambang guna menurunkan biaya produksi listrik.

Dewan itu juga mengusulkan memberikan insentif pada pembangunan PLTU mulut tambang, antara lain, izin otomatis untuk membangun, insentif perpajakan, dan feed in tariff untuk PLTU mulut tambang ke jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pemerintah melakukan regionalisasi batu bara melalui PLTU mulut tambang, kata dia.
Kami mengusulkan agar PLTU batu bara mulut tambang digalakkan pembangunannya dengan memberi beberapa perlakuan khusus karena hal itu diperlukan untuk listrik dan kepentingan pertambangan di luar dan bawah tanah. Peluang ini terbuka karena sistem kelistrikan sedang membutuhkan tambahan pembangkit, ujar Edi Widiono, anggota DEN.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan, sebagaimana dikutip dalam situs Kementerian ESDM, mengungkapkan, proses izin PLTMH yang dikeluarkan Menteri ESDM saat ini cukup mudah dan satu minggu sudah keluar izinnya. Pihaknya sudah memberi izin untuk pembangunan PLTMH di Sumatera Utara. (EVY)

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea....Mulut.Tambang
__________________
Si Tou Timou Tumou Tou
—Sam Ratulangi, manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old August 24th, 2010, 10:53 AM   #218
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,574
Likes (Received): 376

Dari RIAUPOS

Proyek PLTU 2x100 Tenayan Raya di dekat Kota Pekanbaru


September, PLTU 2x100 Dibangun
23 Agustus 2010
Laporan ADRIAN EKO DESRILIANTO, Pekanbaru

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x100 MW di Tenayan Raya akan dimulai pada September tahun ini, setelah beberapa bulan sempat tertunda. Rencana pembangunan ini diungkapkan langsung General Manager PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) Oman Sumantri yang memastikan akhir Agustus mendatang pemenang tender pembangunan sudah akan diketahui.


Menurutnya, pengkajian dan evaluasi penawaran sudah hampir rampung dan bisa dipastikan dari 9 konsorsium yang memasukkan penawaran, satu di antaranya akan menjadi pemenang.

‘’Insya Allah secepatnya akan diketahui konsorsium mana yang akan mengerjakan proyek PLTU 2x100 MW Tenayan Raya. Paling tidak akhir Agustus mendatang sudah diketahui siapa yang berhasil, dengan begitu kita bisa memastikan pembagunan segera dilaksanakan,’’ terang Oman kepada Riau Pos Pekan lalu di Pekanbaru.

Menurutnya, saat ini segala bentuk administrasi rencana pembangunan PLTU tersebut sudah rampung. Pelaksanaan akan diserahkan kepada konsorsium dan dengan pendanaan langsung dari pusat. Pasalnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu program pusat dengan rencana 10.000 MW. Meski begitu, Oman mengakui

memang terjadi keterlambatan dari jadwal semula yang direncakan proses pembangunannya pada Maret lalu, dia tetap optimis PLTU 2x100 akan tuntas dengan jangka waktu kurang dari dua tahun.

‘’Proses pengerjaan sudah kita targetkan tidak lebih dari dua tahun, karena kita akan persiapan PLTU ini untuk mendukung pelaksanaan PON 2012 nanti. Seperti keinginan Gubernur Riau untuk menyiapkan keperluan listrik pada PON XVIII 2012 di Riau akan datang,’’ terangnya.

Meski mengaku segala administrasi sudah rampung, namun status lahan pembangunan PLTU belum juga siap. Pasalnya ada sebidang tanah yang belum tuntas ganti rugi lahan oleh Pemko Pekanbaru. Karena itu, pihak PLN mengharapkan Pemko segera menuntaskan tugasnya untuk menyelesaikan permasalahan lahan seluas 40 hektare tersebut.

‘’Sebenarnya sudah tidak ada masalah dengan lahan yang disediakan Pemko Pekanbaru itu, hanya saja khabarnya Pemko masih fokus menyelesaikan lahan seluas dua hektare yang dikuasai masyarakat. Tidak tahu pasti bagaimana, yang jelas lahannya sudah menjadi kebun sawit warga,’’ ungkapnya.(eko)
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old August 28th, 2010, 07:24 AM   #219
Fikr
fikr
 
Fikr's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Plg, Jmb, Jkt, Pku, Mdn
Posts: 3,294
Likes (Received): 16

Jakabaring Diback-up Listrik Mandiri

PALEMBANG - Guna mengantisipasi pelaksanaan SEA Games XXVI, 2011 mendatang, komplek olahraga Jakabaring ini diback-up dengan listrik dan unit pengelolaan air bersih sendiri.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM) Sumsel Ir Robert Heri, Jumat (27/8) mengatakan, di kawasan Jakabaring akan dibangun PLTG kapasitas kecil 7x4 MW.
Dengan daya listrik mandiri ini diharapkan tidak ada gangguan pemadaman di Jakabaring.
“Kami hanya ingin memastikan kondisi kelistrikan di Jakabaring aman. Selain itu, bekerjasama dengan PLN,” katanya.
Selain pembangkit sendiri, Pemprov Sumsel juga menerima bantuan dari Cargill Internasional untuk pembangunan fasilitas Water Treatment Plan (WTP) yang merupakan unit pengolahan air dengan
kapasitas 70 liter/detik, selain juga diperkuat dengan suplai dari PDAM Tirta Musi Palembang dari WTP Sungai Ogan.
“Dua sarana ini sangat vital dan ini menjadi perhatian Pak Gubernur,” kata Robert.
Selain merencanakan pembangunan pembangkit berkapasitas 7x4 MW di Jakabaring, menurut Robert, instansinya juga memantau perkembangan rencana pembangunan pembangkit yang telah terlaksana saat ini baik PLN maupun swasta di Sumsel.
Diharapkan, semua pembangkit tersebut dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Pembangkit Listrik yang disiapkan memback up Sea Games 2011

Sedikitnya ada 11 pembangunan pembangkit yang telah dilaksanakan seperti
1. PLTU Pendopo Power 2x660 MW
2. PLTU Sriwijaya Power 2x300 MW
3. PLTU Bangko Tengah 4x600 MW,
4. PLTU Keban Agung 2x135 MW
5. PLTU Simpang Belimbing 2x150 MW
6. PLTU GCI dan CEPG di TAA 5x250 MW
7. PLTU Batu Raja 2x100 MW
8. PLTG PDPDE 2x10 MW Jakabaring
9. PLTG PDPDE Indralaya 2x6 MW
10. PLTU Banjar Sari 2x100 MW
11. PLTU Tanjungenim 3x10 MW.
Untuk jumlah investasi sektor kelistrikan ini, sangat beragam. Dimana untuk status pembangunan proyek pembangkit tersebut ada yang sudah negosiasi harga jual dengan PLN, konstruksi sipil, MoU, belum finansial closing, IUKS dan lainnya.“Kita harapkan pembangunan pembangkit tersebut sesuai rencana,” katanya.

Pembangkit Listrik yang sudah dimiliki Sumsel Saat ini di Luar interkoneksi dengan Provinsi Lampung, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Barat

Dijelaskan, saat ini produksi pembangkit wilayah Sumsel yang telah berjalan seperti :
- PLTU (Batubara) sebanyak empat unit menghasilkan 260 MW
- PLTU (Gas) dengan dua pembangkit berkapasitas 25 MW,
- PLTG Gas Turbin sebanyak sembilan unit berkapasitas 212.85 MW
- PLTGU satu unit sebanyak 40 MW
- PLTD sebanyak dua unit 25.20 MW.
- PLTD (Isolated) sebanyak 37 unit dengan kapasitas 11 MW
- PLTGU Asrigitas Borang satu unit dengan kapasitas 150 MW
- Dua unit PLTG Gunung Megang 80 MW
- Tiga unit PLGT Musi II 13.80 MW,
- dua unit PLTG Prabumulih 12 MW
- dan dua unit PLTG Sako 12. MW.
“Jumlah pembangkit yang sudah beroperasi mencapai 65 unit. Meskipun demikian, kita akan kembali menambah daya agar pasokan listrik SEA Games benar-benar aman,” tegas Robert. (sin)

Sumber Referensi : Harian Sriwijaya Post
__________________
Welcome To Palembang
Fikr no está en línea   Reply With Quote
Old August 28th, 2010, 07:26 AM   #220
Fikr
fikr
 
Fikr's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Plg, Jmb, Jkt, Pku, Mdn
Posts: 3,294
Likes (Received): 16

edited
__________________
Welcome To Palembang

Last edited by Fikr; August 29th, 2010 at 07:17 PM.
Fikr no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 09:06 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu