daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Urban Transportation, Sports Facilities and Infrastructures



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old October 3rd, 2009, 11:40 PM   #1
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216

Pembangunan Bandara Samarinda Baru, Perluasan Bandara Sepinggan dan Pembangunan Free Way di Kalimantan Timur

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana membangun Free way atau jalan bebas hambatan dari kota Balikpapan menuju Samarinda, Bontang dan berakhir di Sengatta (Kabupaten Kutai Timur) yang bertujuan mempersingkat jarak tempuh antara kota tersebut serta meningkatkan perekonomian kota -kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur.
Serta Membangun Bandara Samarinda Baru di Kota Samarinda sebagai pengganti Bandara Temindung di Samarinda yang statusnya hanya sebagai Bandara perintis sehingga sudah tidak layak lagi keberadaannya apalagi sudah sangat tidak mungkin untuk dikembangkan karena lokasinya berada di tengah kota. Bandara yang akan dibangun akan menjadi bandara Nasional yang akan melakukan penerbangan domestik saja karena untuk bandara Internasional akan tetap di sanding oleh Bandara Sepinggan Balikpapan, demikian juga Bandara Sepinggan Balikpapan akan di perluas lagi karena sudah sangat tidak layak juga untuk menjadi Bandara Internasional..soo apabila ada informasi mengenai pembangunan tersebut dapat di sampaikan di thread ini...
joeylen no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old October 4th, 2009, 09:27 AM   #2
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,689
Likes (Received): 392

Gambar ??? Rendering/Design ??? Berita dari sumber media cetak/elektronik ???
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 10:07 AM   #3
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216

Menunggu Keseriusan Investor
Hasrat Gubernur Faroek mewujudkan jalan bebas hambatan (freeway)masih terkendala belum adanya investor yang benar-benar serius membangun.

SEABREK proyek yang ditawarkan Gubernur Awang Faroek Ishak segera dibangun di Kaltim seolah mengawang-awang. Belum ada satu pun wacana besar yang diumbar Faroek seperti pembangunan pelabuhan Maloy dan jalan bebas hambatan (freeway) Balikpapan – Samarinda – Bontang bisa direalisasikan mulai 2009. Persoalannya, belum ada investor yang benar-benar serius mewujudkan pembangunan freeway.

Benarkah investor terkesan kurang tertarik membangun jalan bebas hambatan seperti yang ditawarkan Faroek? Ah, tidak benar itu. Kepala Biro Humas Setprov Kaltim sendiri, H Zairin Zain mengaku, sebenarnya sudah ada sekitar lima investor yang melirik proyek jalan bebas hambatan itu. Hanya saja, Pemprov belum mendapat SKIM pembiayaan dari investor yang benar-benar berminat.

‘’Semuanya masih belum jelas. Walau ada investor yang menawarkan diri, tapi belum ada tanda-tanda keseriusan mereka. Pemprov sendiri belum mendapat SKIM pembiayaannya, apakah 100 persen investor yang menyanggupi membangun dengan koceknya sendiri, ataukah akan ditukar dengan sumberdaya alam Kaltim seperti lahan perkebunan dan lainnya. Persoalan ini yang belum jelas,’’ ucap Zairin dalam suatu perbincangan dengan BONGKAR! di kamar kerjanya.

Bagaimana kalau tak ada juga investor yang serius, apakah proyek freeway itu harus memakai APBD? Zairin sendiri hari Senin itu, 27 Juli 2009, tidak menampik. Ia mengakui, awalnya rencana membangun jalan bebas hambatan memang tak akan membebani APBD. Tapi, kalau menunggu investor mungkin akan memakan waktu lama. Nah, sambil menunggu investor, Pemprov pun menganggarkan dananya secara bertahap melalui APBD.

“Rencana pembangunan freeway sebenarnya sebenarnya bukan baru sekarang. Sudah direncanakan sejak tahun 1992. Tapi, sambil menunggu investor yang benar-benar siap, Pemprov mulai 2009 ini menyiapkan dana tahap awal Rp 120 miliar untuk pembebasan lahan. Rinciannya, Rp 20 miliar di APBD murni dan Rp 100 miliar melalui APBD-P,” ucap Zairin seraya menimpali pembangunan freeway itu diperkirakan menghabiskan Rp 4,5 triliun, bahkan bisa lebih, dan ditargetkan selesai tahun 2013.

Zairin melihat, baru ada satu investor yang memberikan lampu hijau ke Pemprov. Bersedia membangun freeway dengan 100 persen biaya sendiri. Dialah PT Semesta Persada Nusantara (SPN), salah satu kontraktor yang baru menyatakan kesiapannya. Tapi, itu pun masih perlu ditindaklanjuti. Investor lainnya belum ada, kecuali sifatnya masih mempelajari tentang wacana besar itu.

Hasrat Faroek mewujudkan freeway yang didam-idamkan itu menarik untuk dicermati. Banyak menuai sorotan publik Kaltim. ’Orang nomor satu’ Kaltim itu dipandang sebagian warga sebagai sosok yang memang sangat kaya dengan gagasan brilian, cerdas, dan memang menjanjikan. Hanya saja, wacana-wacana yang diumbar Gubernur Faroek belum banyak yang bisa direalisasikannya, termasuk soal freeway itu. Mungkinkah ide atau gagasan Faroek ini kurang diminati investor?

Semuanya memang perlu telaahan. Tapi, Irvan misalnya, salah warga Jalan Ulin, Sungai Kunjang, mengaku agak meragukan proyek freeway. Ia melihat, selama ini Gubernur Faroek menganggarkan dana untuk sejumlah proyek besar di Kaltim, tapi belum ada tanda-tanda kapan proyeknya bisa dikerjakan. Padahal, masih banyak hal lebih penting yang harus didahulukan, seperti jalan perbatasan yang masih kacau, bencana banjir di ibukota provinsi yang belum ada jalan keluarnya.

’’Saya berharap, Gubernur Faroek jangan hanya pandai melontarkan wacana demi wacana proyek besar, kalau tanpa diwujudkan dengan realitanya. Jangan cuma cari proyek untuk kepentingan segelintir orang, tapi banyak persoalan yang butuh perhatian besar dan terabaikan. Contoh misalnya penanggulangan banjir di Samarinda saja belum beres, kok malah mau bikin yang lain,” timpal pria yang mengaku sudah belasan tahun tinggal di Samarinda kepada BONGKAR!.

Di bagian lain, Angkasa Jaya, warga Samarinda lainnya juga angkat bicara. Ia pun melihat Gubernur Faroek seolah kebanyakan melontarkan proyek-proyek mercusuar. Padahal, cukup satu dua proyek saja dulu asal benar-benar diprioritaskan. Freeway atau jalan bebas hambatan itu, misalnya, sangat diperlukan. Terutama bisa mengatasi kepadatan arus lalu lintas di ruas Balikpapan – Samarinda, dan Samarinda – Bontang yang sudah sangat luar biasa.

”Saya pikir, freeway memang sangat bagus, kalau proyek itu benar-benar bisa diwujudkan. Sebab, yang akan menikmatinya bukan hanya warga Samarinda, Balikpapan atau Bontang saja, tapi bagi seluruh warga Kaltim. Persoalannya, belum lagi proyek itu direalisasikan, banyak pula proyek-proyek yang diwacanakan lainnya,’’ ucap Angkasa Jaya yang juga anggota DPRD Samarinda itu.
http://www.bongkar.co.id/daerah/sama...-investor.html
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 10:09 AM   #4
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216


By joeylen
Bandara Samarinda Baru
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 12:09 PM   #5
Sony Sjklw
Registered User
 
Sony Sjklw's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 9,777

Nice design..
Sony Sjklw no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 01:08 PM   #6
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,856
Likes (Received): 7

Bulan Agustus lalu, gw nempuh jarak Balikpapan-Sangatta selama 7 jam. Jalanan dari Balikpapan-Bontang ok lah bisa 70 km/jam kecuali di dalam kota samarinda. Sayang sekali tapi ruas Bontang-Sangatta kasar jalanannya cuma bisa jalan 20-30 km/jam
tollfreak no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 03:59 PM   #7
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,689
Likes (Received): 392

Emangnya jalannya gak aspal, ya ??
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 04:25 PM   #8
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216

Quote:
Originally Posted by tollfreak View Post
Bulan Agustus lalu, gw nempuh jarak Balikpapan-Sangatta selama 7 jam. Jalanan dari Balikpapan-Bontang ok lah bisa 70 km/jam kecuali di dalam kota samarinda. Sayang sekali tapi ruas Bontang-Sangatta kasar jalanannya cuma bisa jalan 20-30 km/jam
wah pasti seru tuh perjalanannya.emang klo mau ke bontag harus melewati kota samarinda dulu...yah masuk kekota samarinda berarti masuk kedalam kemacetan lalu-lintas kota...
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 04:32 PM   #9
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216

Lebar Freeway Mencapai 24 Meter
Gagasan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak membangun freeway (jalan bebas hambatan) tidak jauh berbeda dengan gagasan awal yang pernah dirintis gubernur terdahulu, Suwarna AF. Panjang dan lebarnya sama, yakni 87 kilometer dan lebar 24 meter. Gagasan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak membangun freeway (jalan bebas hambatan) tidak jauh berbeda dengan gagasan awal yang pernah dirintis gubernur terdahulu, Suwarna AF. Panjang dan lebarnya sama, yakni 87 kilometer dan lebar 24 meter.

Jalan tersebut juga dimulai dari kilometer (Km) 13 Balikpapan yang terhubung dengan Jembatan Pulau Balang, menuju Semboja, Muara Jawa, Dondang, Sanga-sanga, Palaran, lalu masuk ke kota Samarinda melalui Jembatan Mahkota II. Bedanya, konsep lama yang akan dibangun adalah highway. Sedang gubernur sekarang menginginkan freeway, setelah konsep tol menemui jalan buntu.

"Memang tak ada jauh bedanya, sama seperti highway yang kita rencanakan dulu. Makanya Pak Gubernur sering mengungkapkan, ini adalah menindaklanjuti perencanaan yang dulu. Namun statusnya ditingkatkan, jika dulu disebut highway, maka kali ini free way," kata Asisten II Setprov Kaltim, Sulaiman Gafur, Senin (13/4).


Dijelaskannya, istilah highway dan freeway berbeda. Highway adalah seperti jalan umum antara Balikapan dan Samarinda saat ini, dulunya diproyeksikan diperluas dan dipindahkan karena dinilai jalan yang ada sekarang sudah tidak layak. Sedangkan freeway jalan terbatas untuk kendaraan tertentu, jalan yang ada sekarang untuk jalan alternatif.

"Selain itu, jika highway diperbolehkan dibangun rumah dengan jarak yang dekat dengan badan jalan dan tidak ada fasilitas pendukung lainnya. Freeway tidak diperkenankan ada bangunan apapun di dekat badan jalan, dan fasilitas pendukung seperti pagar-pagar pembatas, jembatan- jembatan harus ada," ujarnya menjelaskan.

Karena itu disebutkannya, kendati panjang dan lebarnya sama, dana yang dibutuhkan untuk freeway lebih besar dibandingkan highway tersebut.

"Dan status jalan ketika freeway lebih mudah ditingkatkan menjadi jalan tol nantinya, sesuai dengan kebutuhan ketika dipandang layak menjadi jalan tol," terangnya.

Disinggung perkembangan rencana freeway itu, Sulaiman mengatakan, sudah dijadwalkan pekan depan nanti akan diadakan pertemuan khusus dengan sejumlah investor yang selama ini menyatakan minatnya.

"Termasuk perusahaan Aruba asal Malaysia, yang kemarin pernah mengungkapkan siap menyediakan dana 5 miliar US dollar untuk diinvestasikan dalam rencana pembangunan freeway itu," tambahnya.
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 04:42 PM   #10
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216

tim Teknis Bandara Bisa Segera Tuntaskan Pekerjaan
05 Agustus 2009
Penulis: Ir. Ismono

Tim Teknis Bandara Bisa Segera Tuntaskan Pekerjaan SAMARINDA. Sekretaris Komisi III DPRD kaltim, M Darlis Patalongi meminta agar tim teknis yang akan bekerja melakukan audit teknis pengerjaan pembangunan Bandara Samarinda Baru, Sungai Siring, Samarinda Utara bisa segera bekerja. Pasalnya apapun hasil dari kajian tim tersebut bisa dijadikan dasar bagi Pemkot Samarinda untuk melakukan atau mengambil tindakan lebih lanjut terhadap pembangunan bandara yang sejak awal pembangunan terus dirundung masalah itu."Saran saya agar tim teknis itu bisa segera bergerak atau bekerja,"

Dia berharap kajian tim teknis tersebut, bisa menyelesaikan polemik progress pengerjaan bandara Samarinda Baru."Karena mungkin BPKP kemarin melakukan audit secara global. Nah kita berharap tim teknis bisa memberikan hasil yang lebih mendalam, khususnya soal teknis. Sehingga soal progress itu tak jadi polemik berkepanjangan. Tapi saya rasa hasilnya juga tak akan jauh berbeda dengan hasil audit BPKP," paparnya.

Disinggung apakah sudah waktunya Pemprov Kaltim mengambil alih tanggungjawab pembangunan bandara, Darlis mengatakan hal itu tergantung perkembangan dan hasil kajian tim teknis."Selain itu kendati toh akhirnya proyek itu diambil alih oleh Pemprov Kaltim, saya berpendapat hal itu tak perlu membuat Pemkot Samarinda kecewa, pasalnya ini demi menyelematkan keuangan daerah yang sudah ratusan miliar, digunakan di proyek tersebut. apalagi Pemprov Kaltim juga memiliki pendanaan lebih besar," jelasnya.

Dilanjutkannya, masalah pembangunan bandara sudah bukan merupakan masalah Samarinda saja."Tapi ini sudah menjadi masalah masyarakat luas, ini juga demi menyelamatkan keuangan daerah yang sudah ratusan miliar tersedot di sana," kata pria yang belakangan juga disebut-sebut bakal maju menjadi calon Wakil Bupati Kutai Kartanegara itu.

Komisi III sendiri saat pemaparan BPKP terkait hasil audit di Pemprov Kaltim beberapa waktu lalu tak diundang untuk menghadiri.

Padahal selama ini, Komisi III DPRD Kaltim lah yang instens melakukan sorotan terhadap pembangunan bandara tersebut.

Diketahui, saat ini Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim sepakat untuk menghentikan sementara pembangunan bandara Samarinda Baru.

Hal ini menyusul hasil audit yang sudah dipaparkan oleh BPKP, Kamis (23/7) lalu.

Hasil pemaparan yang disampaikan tertutup selama 4 jam itu memang berakhir kurang memuaskan. Berdasarkan presentasi BPKP, gubernur, walikota serta DPRD Kota Samarinda sepakat memberhentikan sementara proyek bandara tersebut.

Gubernur Kaltim Drs H Awang Faroek menambahkan, keputusan memberhentikan proyek ini diambil untuk mempermudah dilakukannya pemeriksaan lanjutan, berupa audit teknis. Audit teknis ini sendiri akan dilakukan pihak ketiga yakni konsultan profesional secara independen.

Pemberhentian proyek sementara ini, diyakini Faroek tak akan mengganggu kelanjutan dan percepatan penyelesaian proyek bandara. Sebaliknya, Faroek beranggapan cara ini justru membuat pembangunan bandara ke depan makin bisa diprediksi. "Cara ini (penyetopan proyek) kami ambil untuk menyelamatkan proyek bandara. Sehingga target penyelesaian bisa diprediksi," katanya.

Keputusan diambil setelah kalangan eksekutif mendengarkan pemaparan dari pihak BPKP. Berdasarkan pemaparan tersebut, disimpulkan bahwa PT Nunsa Cipta Realtindo (NCR) merupakan perusahaan yang tidak memiliki kemampuan kualifikasi untuk membangun sebuah bandara.

Tidak sampai disitu, Faroek kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap perusahaan tersebut. Menurutnya, PT NCR tidak memiliki pengalaman dan syarat untuk menjadi investor atau pun kontraktor. Pada kesempatan ini akhirnya terungkap mengenai teka-teki status PT NCR pada proyek senilai Rp2 triliun ini. Faroek mengatakan, PT NCR selama ini jelas bukan merupakan investor, tapi anehnya, ia juga mengatakan jika perusahaan ini tak memiliki kualifikasi untuk menjadi kontraktor
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 04:43 PM   #11
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216

Rencana Freeway Masuk RTRWN
15 September 2009
Penulis: Ir. Ismono

Rencana Freeway Masuk RTRWN SAMARINDA. Rencana Pemprov Kaltim yang akan membangun jalan bebas hambatan atau freeway mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Bahkan, dukungan tersebut terlihat dari dimasukkannya rencana pembangunan freeway tersebut pada Rencana Tata Ruang Nasional (RTRWN). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kaltim Rusmadi mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan lebar freeway tersebut sekitar 500 meter. "Kami usulkan melalui RTRWN, karena beberapa bagian freeway ini akan melalui kawasan hutan lindung seperti di Tahura Bukit Soeharto

Mantan Dekan Fakulatas Pertanian Universitas Mulawarman ini menambahkan, hasil dari RTRWN ini nantinya akan dimasukkan pada rencana perubahan RTRWP Kaltim. "Jadi kalau pun pembangunan freeway akan dilakukan, hal itu tak akan terbentur dengan RTRWP Kaltim yang akan disahkan nanti," paparnya.

Hal yang sama juga diutarakan, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sulaiman Gafur. Menurutnya, pemerintah pusat sudah tak ada masalah mengenai rencana Kaltim yang akan membangun frereway.

Dia menjelaskan, panjang konstruksi freeway yang akan masuk pada kawasan hutan di Bukit Soeharto mencapai 83 km. Panjang ini termasuk pada rencana pembangunan freeway untuk tahap pertama, yakni yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.

"Untuk tetap menjaga kelestarian hutan, jenis konstruksi freeway yang akan melalui kawasan hutan tersebut tentu harus yang ramah lingkungan. Artinya, kami tidak akan merusak sistem seperti penurapan lembah atau pengupasan gunung. Solusinya mungkin akan dibuat jembatan seperti yang terdapat pada salah satu jalan tol di Pulau Jawa," jelasnya.

Sementara itu, lanjut Sulaiman, sampai sekarang, dari 6 investor yang berminat membangun freeway, baru PT Semesta Persada Nusantara (SPN) yang paling serius. Bahkan, kata Sulaiman, PT SPN siap mendanai pembangunan freeway hingga 100 persen.

"Artinya, Pemprov tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Mulai dari pembebasan lahan hingga konstruksi menjadi tanggungjawab PT SPN," ulasnya.

Seperti diketahui, PT SPN merupakan satu-satunya calon investor yang telah mempresentasikan keinginannya membangun freeway di hadapan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Untuk itu, tak salah jika perusahaan yang fokus pada produksi semen ini dinilai paling serius.

"Meski demikian, kami tetap membuka pintu terhadap calon-calon investor yang lain," papar Sulaiman
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 05:50 PM   #12
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,856
Likes (Received): 7

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Emangnya jalannya gak aspal, ya ??
Aspal, cuma berlubang banyak dan perbaikannya lama sementara sering dilalui truk, kira2 jalanan yang rusak sepanjang 30 km-an, tapi waktu ke sana yang diperbaiki cuma 3 km-an. Pernah juga tanya ke para park ranger di Taman Nasional Kutai mereka bilang perbaikan jalan udah tertunda sekitar dua tahun. Tapi abis pertigaan bontang ke samarinda jalan nya tiba2 mulus dan marka nya masih baru
tollfreak no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2009, 06:33 PM   #13
ruperdo
Registered User
 
Join Date: Jul 2009
Location: Jambi, Jakarta, Tangerang Selatan
Posts: 1,505
Likes (Received): 30

Quote:
Originally Posted by joeylen View Post

By joeylen
Bandara Samarinda Baru
bandara Samarinda Baru ini berada d bawah management APII?

kalo diperhatikan..

desain baru Terminal baru Samarinda baru ini sama dengan Desain ny Bandara Pangkal Pinang dan juga Bandara Sultan Thaha ya..

hmm..
ruperdo no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2009, 11:30 AM   #14
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216

nin, 05 Oktober 2009 , 10:38:00
Free Way Juga Bisa Terhambat

SAMARINDA – Rencana pembangunan jalan bebas hambatan atau free way bisa-bisa ikut terhambat akibat lemahnya penggunaan dana Pemprov Kaltim di kabupaten/kota. Padahal, dana yang dikucur dari APBD Kaltim telah mencapai Rp 330 miliar.

“Dana free way dari APBD Kaltim yang dikucurkan ke kabupaten/kota mencapai Rp 330 miliar. Tapi kalau pembebasan lahan oleh kabupaten/kota lambat, ini bisa jadi masalah,” ujar Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim Husinsyah.

Untuk diketahui, dari rapat staf di Kantor Gubernur, Jumat (25/9) lalu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta Dinas PU dan Kimpraswil memastikan dana Rp 330 miliar itu akan digunakan sampai akhir tahun ini. Karena, gubernur khawatir bila tak terserap, akan membuat sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) APBD 2009 membengkak.

Menghadapi target 3 bulan untuk menghabiskan Rp 330 miliar untuk pembebasan lahan free way dari gubernur, Husinsyah mengaku segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Untuk di Pemkot Balikpapan katanya, proses pembebasan lahan hampir selesai. "Pemkot Balikpapan sudah melakukan di kilometer 13 Balikpapan hingga Samboja. Kami harap segera selesai," terangnya.

Sementara, untuk pembebasan lahan di Samarinda dan Kutai Kartanegara, Husinsyah mengaku masih intens melakukan pembicaraan dengan pemerintah daerah. “Kami belum tahu sudah sampai mana progres yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota. Kami menekankan agar ada progres terkini. Pasalnya, tahun ini juga masalah pembebasan lahan itu sudah harus selesai,” katanya.

Seperti diberitakan, ada 5 perusahaan yang bersedia membangun free way di Kaltim, termasuk dari United Emirat Arab (UEA) dan Malaysia. Salah satu yang serius yakni PT Semesta Persada Nusantara (SPN) yang kini melakukan kajian 3 bulan untuk mengetahui teknis pembangunan free way dengan struktur tanah Kaltim. Bila pembebasan lahan pemerintah tak juga selesai, maka akan menjadi nilai minus bagi investor free way.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Rusmadi mengatakan, surat edaran pemprov ke kabupaten/kota sudah jelas menegaskan harus ada percepatan penyerapan semua anggaran bantuan pemprov, terutama yang berhubungan dengan pembangunan fisik.
“Keseriusan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur oleh pemprov sangat penting. Seperti free way, bila pembebasan lahan oleh kabupaten/kota tak selesai-selesai, maka free way bisa terhambat,” katanya.
http://www.kaltimpost.net/index.php?...etail&id=40880
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2009, 11:46 AM   #15
sayaka
Beryl
 
sayaka's Avatar
 
Join Date: Aug 2008
Posts: 1,947
Likes (Received): 62

Quote:
Originally Posted by joeylen View Post

By joeylen
Bandara Samarinda Baru
desainnya bagus...kesannya hightech... tp sayang..kenapa gak diberi sentuhan arsitektur tradisional kaltim..... atau..jgn2 ada makna filosofis didesain ini...???
ngg.... mybe interiornya kali ya.....
__________________
Building isn't my soul, Beauty is.... :-*
sayaka no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2009, 06:38 PM   #16
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216


Last edited by joeylen; October 5th, 2009 at 07:07 PM.
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2009, 06:39 PM   #17
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216


Last edited by joeylen; October 5th, 2009 at 07:04 PM.
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2009, 07:13 PM   #18
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 7,005

Quote:
Dan hasil sementara yang kami dapatkan, progress BSB hanya berkisar 32 persen itu, jadi deviasinya dengan sekitar 6 persen dengan laporan NCR," kata Ketua tim audit teknis BSB Sulaiman Gafur, Senin (5/10).
Gw ngakak baca ini.....itu auditing nya...gimana ya bisa nentuin 36% 32%...

bilang aja pak, kontraktornya "kurang" ke bapak...

coba perhatikan beritanya....

Quote:
SAMARINDA, - Laporan hasil pekerjaan fisik dan keuangan proyek Bandara Baru Samarinda (BSB) Sei Siring menyimpang (deviasi) enam persen. Sebelumnya, kontraktor BSB PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) mengklaim telah menyelesaikan pekerjaan 38 persen. Tapi hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim menunjukkan baru 27 persen.
trus yang ini

Quote:
Dan hasil sementara yang kami dapatkan, progress BSB hanya berkisar 32 persen itu, jadi deviasinya dengan sekitar 6 persen dengan laporan NCR," kata Ketua tim audit teknis BSB Sulaiman Gafur, Senin (5/10).
kan baru sementara...kok udah ambil kesimpulan?

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2009, 07:16 PM   #19
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216

Samarinda
Laporan BSB Menyimpang 6 Persen
ILUSTRASI
Senin, 5 Oktober 2009 | 22:09 WITA

SAMARINDA, - Laporan hasil pekerjaan fisik dan keuangan proyek Bandara Baru Samarinda (BSB) Sei Siring menyimpang (deviasi) enam persen. Sebelumnya, kontraktor BSB PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) mengklaim telah menyelesaikan pekerjaan 38 persen. Tapi hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim menunjukkan baru 27 persen.

Guna memastikan progress proyek itu, Pemprov Kaltim kemudian membentuk tim audit teknis yang dipimpin Sulaiman Gafur, Asisten II Setprov Kaltim. Hasil audit oleh tim teknis menunjuk angka 32 persen atau terjadi deviasi 6 persen.

"Kalau dari hasil audit BPKP sebelumnya memang belum lengkap karena masih seputar dipenggunaan keuangannya, karenanya kemudian dibentuk lagi tim audit teknis untuk melengkapinya. Dan hasil sementara yang kami dapatkan, progress BSB hanya berkisar 32 persen itu, jadi deviasinya dengan sekitar 6 persen dengan laporan NCR," kata Ketua tim audit teknis BSB Sulaiman Gafur, Senin (5/10).

Menurut Asisten II Setprov Kaltim ini, hasil audit progress itu didapatkan setelah tim yang khusus membidangi kuantitas langsung turun ke lokasi pengerjaan, dan menghimpun data-data pengerjaan secara teknis melalui Manajemen Konsultan (MK) BSB.

"Kan tim audit ini kami bagi menjadi tiga bidang, kualitas, kuantitas dan perhitungan harga satuan barang yang dipergunakan dari proyek BSB itu. Dan setelah kami gabungkan, khususnya yang paling urgen dari bidang tersebut yakni bidang kuantitas, ternyata hanya 32 persen progressnya," ujarnya.

Untuk selanjutnya, dikatakan Sulaiman, pihaknya masih akan menyerahkan hasil laporan tim audit teknis itu kepada Gubernur Kaltim. Dan nantinya Gubernur bersama Walikota Samarinda sebagai penanggungjawab kegiatan BSB tersebut, akan menggelar rapat khusus untuk menentukan nasib proyek BSB itu ke depan.

"Dan nanti kita juga akan jadwalkan untuk memanggil PT NCR, untuk mempertanggungjawabkan klaim progress yang mereka kemukakan selama ini mencapai 38 persen itu," ujar Sulaiman dengan tegas.

Seperti diketahui, proyek ini tak pernah berhenti menuai masalah. Kemudian beberapa bulan lalu Pemprov berinisiatif melalui BPKP Perwakilan Kaltim melakukan audit, dan salah satu hasilnya akhirnya membuat proyek BSB itu dihentikan untuk sementara, karena progress yang hanya 27 persen.

Dan hasil itu ternyata berbeda dengan laporan PT NCR yang mengklaim sudah mencapai 38 persen. Perbedaan dari laporan progress itu, Pemprov bersama Pemkot Samarinda kemudian membentuk tim audit teknis, dengan sasaran langsung mengaudit ke proyek pembangunan BSB tersebut. (aid)

NCR Diminta Bertanggung Jawab

ANGGOTA DPRD Samarinda Siswadi mendesak Gubernur Kaltim dan Walikota Samarinda untuk segera mengagendakan pertemuan dengan NCR dalam mempertanggungjawabkan hasil berbeda yang diklaim NCR selama ini dengan hasil tim audit teknis BSB. Sebab jika hal itu dibiarkan berlangsung lama, dikhawatirkan BSB akan semakin tidak jelas penyelesaiannya.

"Intinya NCR harus bertanggungjawab dengan klaim yang mereka sebutkan dengan progress 38 persen itu. Dan kalau memang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh NCR, segera cari penggantinya, karena masyarakat tahunya kapan BSB itu bisa rampung, itu saja," kata Ketua defintif DPRD Samarinda periode 2009-2014 ini, Senin (5/10).

Dikatakannya, DPRD Samarinda akan selalu siap mendukung apapun yang sifatnya percepatan dari penyelesaian BSB tersebut. "Tapi harus melalui prosedur dan mekanisme yang ada. Jangan seperti sekarang ini, selalu dijanjikan dipercepat penyelesaiannya, tapi ternyata kenyataan di lapangan berbeda," tandasnya.
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2009, 07:18 PM   #20
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 4,550
Likes (Received): 216

joeylen no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 03:39 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu