|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#61 | |
|
Trah Mataram
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 4,847
Likes (Received): 56
|
Quote:
knp kok ga mau...udah ngerasa tua ya mas prince.. jadi udah ga tahan dingin...takut rematiknya kambuh pho... ![]() ![]()
|
|
|
|
|
|
#62 |
|
Lari Pagi >> Down 2 Earth
Join Date: Oct 2008
Location: SOC
Posts: 1,394
Likes (Received): 21
|
Duh makasih dah kenyang!
Kalo maen ke Boko-nya pengen lagi, tapi kalo suruh camping disana lagi, mikir2 dulu deh!
__________________
I have my own style! |
|
|
|
|
#63 | |
|
Trah Mataram
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 4,847
Likes (Received): 56
|
Quote:
knp kok ga mau...udah ngerasa tua ya mas prince.. jadi udah ga tahan dingin...takut rematiknya kambuh pho... ![]() ![]() ![]()
|
|
|
|
|
|
#64 |
|
Yes they are
Join Date: Nov 2006
Posts: 14,014
Likes (Received): 175
|
Ok prince next kita jalan2 ke ratu boko, sayaka jg mw pulang tuh katanya
__________________
Never interrupt your enemy when he is making a mistake |
|
|
|
|
#65 |
|
Trah Mataram
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 4,847
Likes (Received): 56
|
ok...mantafff...kita camping disana..
paginya kita treking jelajah candi |
|
|
|
|
#66 | ||
|
Selir Hati
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 9,751
Likes (Received): 108
|
Quote:
Quote:
Ya semisal bila ingin melihat aktivitas pesawat take off and landing kn udah ada tempat nya di waving, open for public
|
||
|
|
|
|
#67 |
|
Trah Mataram
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 4,847
Likes (Received): 56
|
restricted???ga tau juga ya jeng...soalnya dari aku sd ampe skrang ga pernah tu di larang2 kl mau ntn di ujung runway...bahkan ada yang jualan juga lho...dari siomay...jagung rebus...sate..dll...serasa pesta rakyat gt deh..hehehe..
btw waving areanya dmn? yang di lantai 2 pho???yg bayar itu??? |
|
|
|
|
#68 | |
|
Selir Hati
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 9,751
Likes (Received): 108
|
Quote:
Niceee, bisa jadi tempat nongkrong asik lho, bisa spoting sepuas nya..Ya aku fikir itu daerah terlarang, apalagi setelah kejadian crash land nya GA-200 lalu. Yap utk WARJ ada di lantai 2, tapi ya mesti bayar, untuk di Ahmad Yani Semarang waving nya outdoor, tempat nya seperti di pinggir runway tapi tetep di pagerin lengkap sama taman bermain anak nya
|
|
|
|
|
|
#69 |
|
Trah Mataram
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 4,847
Likes (Received): 56
|
emg favorit buat nongkrong jeng...selain buat mbojo...juga banyak oranga tua yang bawa anak2ny...kayak di lempuyangan itu lho jeg.....foto2nya ada, kapan2 aku upload...emg blm pernah nyoba ya???ntar deh aku temenin..hehehhe
aku pernah sekali ntn di waving area...tapi tetep msh mantap di ujung runway...ya sambil berdoa sih...agar tragedi GA-200 ga terulang lagi....amiiiiiiiin |
|
|
|
|
#70 |
|
Trah Mataram
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 4,847
Likes (Received): 56
|
|
|
|
|
|
#71 |
|
Selir Hati
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 9,751
Likes (Received): 108
|
|
|
|
|
|
#72 |
|
Blue Blood
Join Date: Mar 2009
Posts: 2,157
Likes (Received): 15
|
Sekilas Info :
Film runtuhnya tembok Berlin di TBY JOGJA: Film cerita mengenai keadaan sebelum dan sesudah runtuhnya tembok Berlin di Jerman akan diputar Sabtu pekan ini (7/11) sampai Minggu (8/11) di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Jalan Sriwedari. Penyelenggara adalah Goethe Institut bekerjasama dengan Kinoki dan TBY. Sabtu (7/11) di ruang seminar TBY pukul 16.00 WIB diputar film Good Bye Lenin! dilanjutkan pada pukul 19.30 WIB dengan pemutaran film Das Leben Der Anderen (The Lives Of Others). Sedangkan Minggu pukul 19.00 WIB di ruang arsip Kinoki TBY diputar film berjudul Deutschlandspie. Adrian Jonatan Pasaribu dari Kinoki mengatakan beberapa film mengenai peristiwa itu diputar untuk memberikan pengertian kepada publik Jogja mengenai keadaan di Jerman sebelum dan sesudah runtuhnya tembok Berlin. ”Penonton dapat menyaksikan bagaimana kehidupan sosial orang-orang di Jerman Timur dan bagaimana hilangnya batas mengubah hidup mereka,” terangnya. Di akhir rangkaian acara ini akan diadakan diskusi pada tanggal 9 November di LIP. Yang akan berbicara ialah beberapa orang Indonesia dan Jerman yang mengalami langsung penyatuan Jerman ini. "Mereka akan menceritakan pengalaman pribadi mereka saat itu. Meski banyak perbedaan budaya, tetapi beberapa pembicara dari Jerman mengenali kemiripan proses demokrasi di Jerman Timur dan di Indonesia, yang sekarang telah melewati 10 tahun reformasi,” jelasnya. Favorit jaman dulu nonton film2 bagus di LIP
|
|
|
|
|
#73 |
|
Blue Blood
Join Date: Mar 2009
Posts: 2,157
Likes (Received): 15
|
Burung aja maunya juga nginep di Hotel Bintang 5
![]() Ada Kandang Gelatik di Hotel Melia Purosani YOGYAKARTA - Yayasan Kutilang bersama Hotel Melia Purosani Yogyakarta melakukan pemasangan kandang, tempat makan dan minum Gelatik Jawa di Hotel Melia, Kamis (5/11). Ini agar lebih menyamankan burung itu singgah dan bersarang di bagian atap hotel dan pepohonan. Hotel Melia menjadi fenomena tersendiri karena sejak tahun 2004 menjadi tempat singgah dan bersarang burung Gelatik Jawa. Lim Wen Sin, dari Yayasan Kutilang yang pertama kali menemukan spesies ini mampir rutin di hotel bintang lima tersebut. Dari pemantauan para peneliti burung, hanya ada lima lokasi di Indonesia yang konsisten disinggahi gelatik Jawa, yakni di sebuah hotel di Kota Malang, pohon-pohon di kompleks Candi Prambanan dan Kepurun (Klaten), Gua Jothak (Gunung Kidul), dan di Hotel Melia. Gelatik Jawa yang sudah dimasukkan dalam kategori rentan punah, populasinya terus menurun. Jika tahun 1950-an lalu Gelatik Jawa gampang ditemui di setiap sawah, populasinya sekarang diperkirakan hanya 3.000 ekor. Perlu gerakan bersama yang didukung banyak pihak untuk menaikkan pupulasi burung eksotik itu. Ign Pramana Yuda, pakar konservasi biologi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) yang juga peneliti gelatik, tahun 2003 memperkirakan populasi Gelatik Jawa di Malang mencapai 120 ekor, Prambanan 24 ekor, Kepurun 16 ekor, Jothak 24 ekor, dan Hotel Melia kurang dari 20 ekor. Tiga tahun sesudahnya, di semua tempat kecuali Hotel Melia, populasi Gelatik Jawa berkurang separuh. "Di Melia, jumlah gelatik justru bertambah hingga mencapai 20 pasang (40 ekor)," ujarnya. Nuke, PR Hotel Melia mengatakan, ke depan pihaknya segera menyiapkan perlengkapan apa saja yang diperlukan agar tamu hotel bisa nyaman memandang gelatik Jawa. Adanya Gelatik jawa menjadi daya tarik hotel tersebut. |
|
|
|
|
#74 |
|
Trah Mataram
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 4,847
Likes (Received): 56
|
|
|
|
|
|
#75 |
|
Trah Mataram
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 4,847
Likes (Received): 56
|
Jogja Jamming : Gerakan Arsip Seni Rupa Indonesia
YOGYA (KRjogja.com) – Dinamika kesenian di Yogya bisa diibaratkan seperti jam session dalam musik, ketika setiap seniman saling merespons dalam proses kreatif. Denyut inilah yang hendak direfleksikan dalam Biennale Jogjakarta X-2009 bertajuk “Jogja Jamming: Gerakan Arsip Seni Rupa Jogja” yang dikuratori oleh tim kurator, Wahyudin, Hermanu, Eko Prawoto, dan Samuel Indratma. Salah seorang Kurator, Wahyudin saat di temui di Taman Budaya Yogya, Kamis (5/11) mengatakan “Jogja Jamming: Gerakan Arsip Seni Rupa Jogja,” demikian tema yang diambil pada Biennale Jogja X. untuk menunjukkan kota Yogya bukanlah sebuah omong kosong jika disebut kota budaya. Sebuah kota yang melahirkan serta menggembleng seniman besar yang kini banyak tersebar di seantero Indonesia, bahkan ada yang tinggal di luar negeri. Sebuah kota yang bergerak dalam pemikiran modern namun tetap tak meninggalkan tradisi dan mengedepankan persaudaraan, keguyuban, kenyamanan serta semangat berkesenian. "Jika ada yang bertanya, apa yang membedakan Yogya dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Maka jawabannya, denyut seni di kota ini begitu keras detaknya. Bisa anda bayangkan, tidak ada minggu yang kosong tanpa pameran seni rupa di berbagai galeri. Kreativitas ide seakan tak ada habis-habisnya. Ketika jumlah galeri begitu terbatas tak bisa menampung, para seniman pun menggunakan ruang-ruang sosial seperti kafe, restoran, sekolah, studio, sebagai ruang presentasi karya seni. Dahsyatnya lagi, energi ini pun menular ke warga biasa. Mereka yang begitu bersemangat memanfaatkan ruang publik di habitatnya sebagai sarana ekspresi seni. Menyebarnya karya-karya mural di berbagai sudut kota merupakan fakta keterlibatan penuh seluruh elemen masyarakat dalam seni. Pada titik ini, seni telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup keseharian masyarakat kota," ujar Wahyudin “Dinamika kesenian di Yogya bisa diibaratkan seperti jam session dalam musik. Setiap seniman saling merespons dalam proses kreatif. Denyut inilah yang hendak direfleksikan dalam Biennale Jogja X. Tema Jogja Jamming berbasiskan pada dinamika wacana seni rupa yang berlangsung di setiap dekade,” tambah Direktur Biennale Jogja X -2009, Butet Kartaredjasa. Jika kita kilas balik seni rupa Yogya, maka kita akan menemui sebuah semangat yang menjadi penanda zamannya. Humanisme Kerakyatan, telah menjadi penanda semangat yang dominan di zaman Affandi, Hendra Gunawan, dan Sudjojono yang merupakan generasi pemula seni rupa modern Indonesia hingga tahun 1960an. ASRI yang berdiri pada tahun 1950an, tidak bisa tidak juga membawa wacana tersebut yang kemudian membedakan dirinya dari wacana yang menguat di Bandung misalnya. Di masa rezim orde baru, wacana yang terbangun dalam seni rupa pun cenderung apolitis. Bentuk-bentuk estetika dominan yang berkembang lebih mengarah pada semangat humanisme universal dengan menguatnya seni abstrak, dekoratif, dan lain-lain. Belakangan, kita juga mengetahui, “semangat” yang berimplikasi pada laku dan pilihan estetik, digugat oleh generasi setelahnya, seperti tercermin dalam “Gerakan Seni Rupa Baru” dan “Seni Kepribadian Apa”. Kemudian, kecenderungan di luar dunia seni rupa, yaitu perbincangan tentang me-”lokal” dan meng-”global” pada tahun 1980-an telah menyeret praktek-praktek seni rupa Yogyakarta. Dalam hal ini, perhelatan Biennale Seni Lukis I hingga Biennale Seni Rupa Jogja IX dapat dijadikan sebagai studi kasus, terutama soal-soal organisasi pelaksanaannya. Hingga yang paling kontemporer, praktek-praktek seni rupa yang tidak bisa menghindar dari budaya urban dan kecenderungan pasar. Berdasarkan semangat yang berbasis pada sejarah seni rupa Yogya inilah , lebih dari 200 seniman akan menginterpretasi semangat zaman yang telah ditorehkan para seniman, dari rentang tahun 1940-an hingga yang terkini era 2000-an. Karya-karya mereka akan digelar di beberapa venue, yaitu Taman Budaya Yogyakarta, Sangkring Art Space, Jogja National Museum, dan Gedung Bank Indonesia. Disini publik dilibatkan dan tidak hanya ruang-ruang pameran yang akan menggelar karya-karya menarik, seniman pun merambah ke ruang-ruang kota dalam sebuah tajuk “public on the move.” Para pematung Yogya akan meletakkan patung-patungnya di taman-taman kota. Ratusan street artists dan warga kampung Mranggen Tegal, Jogokaryan, Gemblakan, Pasekan akan turun ke jalan untuk membuat beragam karya, dari mulai stensil hingga grafiti. "Sebagai contoh, publik akan bisa melihat betapa dahsyatnya patung-patung seri presiden RI dengan ukuran besar disajikan oleh Albara. Anda juga bisa menemui patung presiden Obama yang akan naik becak berkeliling kota. Demikian pula poster/stiker anti teroris atau perupa Saftari akan membuat patung korek yang akan diletakkan di suatu SPBU. Bahkan baliho-baliho yang tersebar di kota Yogya yang biasanya dipakai untuk iklan juga dimanfaatkan untuk memajang karya seni para perupa Yogya. Tak lupa perupa tradisional seperti Mbah Tjip akan mengeluarkan seri Ramayana serta Mbah Lejar menampilkan karyanya wayang revolusi," pungkas Butet. --------------------------------------------------------------------- wah ga sabar pengen liat |
|
|
|
|
#76 |
|
Blue Blood
Join Date: Mar 2009
Posts: 2,157
Likes (Received): 15
|
@ Danang : Jangan Lupa Foto-foto Malioboro Festival,trims.
|
|
|
|
|
#77 |
|
Awesome User
Join Date: Apr 2008
Location: Bantul Projo Tamansari
Posts: 7,504
Likes (Received): 80
|
Kagem SentotPawiro..
SUGENG TANGGAP WARSA..!! ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
__________________
Jogja Selalu Ceria
Menuju Tujuh Ribu Tujuh Ratus Tujuh Puluh Tujuh Pertahankan dia yang menemanimu mendaki, bukan yang menunggumu di puncak |
|
|
|
|
#78 |
|
Selir Hati
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 9,751
Likes (Received): 108
|
Pantai Siung D.I.Y
![]() Pantai Siung bertempat di ujung daerah Gunung Kidul, tepat nya di selatan kawasan Tepus. Jaraknya sekita 70 Kilometer dari pusat kota Yogyakarta, atau menempuh waktu sekitar 2 jam menggunakan kendaraan credit to Mytgarr |
|
|
|
|
#79 |
|
Malang Asoy....
Join Date: Oct 2009
Location: Malang
Posts: 39
Likes (Received): 0
|
![]() ![]() Waw keren Abis pantainya
|
|
|
|
|
#80 |
|
Dandanggula
Join Date: Jan 2008
Location: Solo-Banjarbaru
Posts: 4,577
|
Another pics of Siung Beach
*sorry ada orangnya ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() kalo pas sunset bagus.. ![]() lumayan landai pantainya..kalo pas lagi surut bisa jalan ke tengah * jowone keceh
__________________
No Pain, All Gain |
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|