daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Politics, Economics, Tourism and Business

View Poll Results: What do you think about illigal immigrants?
Let them all come to us, cause we have too much money and no jobless people 6 15.38%
They are welcome for just 1 month, after that they have to be send back. 8 20.51%
They have to be kicked out of our country immidiatly. 16 41.03%
I've no idea 3 7.69%
I dont care 6 15.38%
Voters: 39. You may not vote on this poll

Reply
 
Thread Tools
Old November 2nd, 2009, 04:53 PM   #1
Kopassus
Registered User
 
Kopassus's Avatar
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 4,118
Likes (Received): 1039

What do you think about illigal immigrants?

What do you think about illigal immigrants like these Srilankians?

Quote:
Comments: Boat people to be relocated

Sat, 10/31/2009 1:42 PM | Reader's Forum

Sweating it out: Sri Lankan boat people, moored off Merak Port in Banten province, receive drinking water on Oct. 28. (JP/Ricky Yudhistira)


The Riau Islands administration will host 78 Sri Lankan boat people at its immigration detention center in Tanjung Pinang. Provincial justice and human rights office head I Gede Widiharta said Monday the South Asians were heading to Tanjung Pinang on an Australian customs ship. Two Indonesian warships flanked the Australian vessel when it entered Bintan waters.

"The Sri Lankan refugees will be relocated here following a ministerial talk between the two countries. The Justice and Human Rights Ministry has requested us to arrange the relocation," Widiharta said. Australia has denied entry to the Sri Lankans. Widiharta said the choice of the Tanjung Pinang immigration office's detention center was made by the central government.
Some comments of Jakartapostreaders:
Quote:
Your comments:
Isn't Indonesia an "international country"? These people aren't asylum seekers, they are asylum shoppers.

Aengus-Cam
Sydney

If they are truly refugees, surely they would seek refuge in the first country that could provide safety. Why is there this "Western country only" scenario? What happens if Indonesia plans to give them asylum? Would they bite the hand that feeds them?

Dave N
Jakarta

Australia has denied entry to the Sri Lankans as they are totally safe in Indonesia. There is no oppression against Sri Lankan Tamils in Indonesia, but they refused to stay in Indonesia and tried to come to Australia illegally. They are not genuine asylum seekers. They are "economic refugees".

Brad
Sydney

Brad, I wish I could make that sort of judgment about whether people are genuine or not. And all the way from Sydney too! How do you do that? Judging from your mangled English, I'd say you weren't originally Australian (maybe I'm wrong).

If so, don't you remember what it was like being suddenly free, free to be yourself, to say what you wanted without fear of being arrested and bashed, to walk down the street without wondering if you're about to be attacked or hit by a sniper.

As an Australian with a migrant background, I can tell you that it made a big impact on me. Try talking to people who have been in the situation these people have faced. Go visit them in Villawood, like I have. It's life-changing. And you learn not to jump to conclusions so quickly.

Freddy
Surabaya

Why do we have to deal with this every time? The Australians say no to these refugees, but we have to be generous? I'm all for human rights, but if Australia claims to be a Commonwealth nation they should welcome these Sri Lankans. Or send them back to Sri Lanka, of course.

Dimzee-oowee
Amsterdam


Donaldraden82 (not verified), australia — Mon, 11/02/2009 - 2:45pm
Ebay is playing hypocrate as usual, they are tamils they are rebels who lost war againts srilankan gov.they are not genuinely asylum seekers, just for looking a good life.

eBay (not verified), Britain — Sun, 11/01/2009 - 1:44pm
Both Australia and Indonesia are playing nasty games here. 1) The asylum seekers ARE on Australian territory (their boat). 2) Indonesia is not a good place for asylum seekers as they treat them inhumanely (separate families and use nasty detention centres). 3) Australia says it can use force against them! 4) Some of the asylum seekers are said to have been in Indonesia for 5 years, so why are they asylum seekers bound for Australia now? 5) Australia is basically paying Indonesia to clean this "dirty" laundry. At the end of the day these are human beings who clearly have a claim to asylum given what has happened in their own country and both Australia and Indonesia are acting like animals towards them; shame on both countries, you disgust me truly.

Bingung (not verified), Jakarta — Sun, 11/01/2009 - 3:48am
There are reports today many of the 78 have been living in Indonesia "for as long as 5 years, and had been accepted by the United Nations office in Jakarta as genuine refugees. They engaged a people smuggler because of their frustrations that no country would accept them, leaving them to sit in limbo in rented accommodation in Indonesia, unable to work or study." Why does Indonesia not allow them to become citizens? If they have lived safely here for the last 5 years, then their desires to go to Australia are purely economic.

Last edited by Kopassus; November 2nd, 2009 at 04:59 PM.
Kopassus no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old November 3rd, 2009, 09:06 AM   #2
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,647
Likes (Received): 742

Are we talking about illegal immigrants or asylum seekers? These two things have the very different meaning.
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 4th, 2009, 10:01 AM   #3
karbol
Registered User
 
Join Date: Oct 2009
Posts: 123
Likes (Received): 7

kebanyakan 'pencari suaka' atau ilegal imigrant ini tujuan akhirnya bukan indonesia. tapi australia atau selandia baru... mereka ga mau koq tinggal di negara kita.

jadi sebaiknya kalo di laut aparat kita menemukan mereka, yaaa dibiarin aja nyampe australia...
karbol no está en línea   Reply With Quote
Old November 4th, 2009, 11:05 AM   #4
fajarmuhasan
Final Fantasy Mania
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 7,619
Likes (Received): 246

Baik yg mencaricsuaka ataupun ilegal imigrant (mungkin ini nyari kerja), kalo ketemu dilaut indonesia ditanya aja tujuannya kemana, kalo ke australia ya disuruh lurus arah kesana kalo tujuannya indonesia ya suruh balik kanan.
Jika pas nemuin mereka dan mereka lagi kelaparan ya gpp-lah dikasih nasi bungkus dan air minum tapi gak perlu berlabuh di indonesia
fajarmuhasan no está en línea   Reply With Quote
Old November 4th, 2009, 07:49 PM   #5
JAG2
Skyteam Platinum Elite
 
JAG2's Avatar
 
Join Date: May 2004
Location: Rotterdam
Posts: 2,084
Likes (Received): 30

Let them stay .
JAG2 no está en línea   Reply With Quote
Old November 5th, 2009, 10:26 AM   #6
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,647
Likes (Received): 742

Quote:
Originally Posted by karbol View Post
kebanyakan 'pencari suaka' atau ilegal imigrant ini tujuan akhirnya bukan indonesia. tapi australia atau selandia baru... mereka ga mau koq tinggal di negara kita.

jadi sebaiknya kalo di laut aparat kita menemukan mereka, yaaa dibiarin aja nyampe australia...
Sebenarnya illegal immigrant dan pencari suaka itu dua pengertian yang sangat berbeda. Illegal immigrant lebih berarti orang yang masuk ke negara asing tanpa melalui prosedur seharusnya dan tidak memiliki dokumen resmi lainnya. Mereka memang sengaja melakukan itu dan biasanya karena mau enaknya sendiri atau alasan-alasan ekonomis lain, sementara itu sebenarnya kondisi lingkungannya sendiri sebenarnya tidak membuat dia terpaksa melakukan itu atau dengan kata lain mereka melakukannya karena pilihannya sendiri. Akibatnya bisa masuk penjara dan/atau dideportasi.

Sementara itu, pencari suaka adalah orang-orang yang memang terpaksa melarikan diri dari negaranya dan menjadi pengungsi di negara lain. Mereka biasanya memang tidak memiliki dokumen resmi disebabkan oleh keadaan yang memaksa dan mereka juga tidak memiliki pilihan lain. Dalam kasus ini, biasanya negara-negara yang dituju memperlakukan mereka dengan kebijakan yang sangat berbeda dengan illegal immigrant.

Jadi pertanyaan saya sekali lagi, kita bicara mengenai illegal immigrant atau asylum seekers?
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 5th, 2009, 12:37 PM   #7
karbol
Registered User
 
Join Date: Oct 2009
Posts: 123
Likes (Received): 7

Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
Sebenarnya illegal immigrant dan pencari suaka itu dua pengertian yang sangat berbeda. Illegal immigrant lebih berarti orang yang masuk ke negara asing tanpa melalui prosedur seharusnya dan tidak memiliki dokumen resmi lainnya. Mereka memang sengaja melakukan itu dan biasanya karena mau enaknya sendiri atau alasan-alasan ekonomis lain, sementara itu sebenarnya kondisi lingkungannya sendiri sebenarnya tidak membuat dia terpaksa melakukan itu atau dengan kata lain mereka melakukannya karena pilihannya sendiri. Akibatnya bisa masuk penjara dan/atau dideportasi.

Sementara itu, pencari suaka adalah orang-orang yang memang terpaksa melarikan diri dari negaranya dan menjadi pengungsi di negara lain. Mereka biasanya memang tidak memiliki dokumen resmi disebabkan oleh keadaan yang memaksa dan mereka juga tidak memiliki pilihan lain. Dalam kasus ini, biasanya negara-negara yang dituju memperlakukan mereka dengan kebijakan yang sangat berbeda dengan illegal immigrant.

Jadi pertanyaan saya sekali lagi, kita bicara mengenai illegal immigrant atau asylum seekers?
u right...

masalahnya gini, beberapa tahun lalu, sy sempat bertemu dengan pencari suaka asal afganistan di lombok. mereka sudah bertahun-tahun tinggal di Indonesia, bahkan ada yang sudah beranak pula... nah repotnya, mereka itu kaga mau tinggal di indonesia. maunya di Australia atau New zealand.

kalo pencari suaka, yang notabene cuma butuh tempat aman untuk berlindung aja kaga mau tinggal di indonesia, apalagi imigran gelap. mana mau dia tinggal di Indonesia... tinggal di Ausie enak kali yee...

makanya, menurut gw, kalo ketemu di laut, cuekin aja... suruh mereka lanjut aja ke Ausie... heheheh...
karbol no está en línea   Reply With Quote
Old November 6th, 2009, 01:21 AM   #8
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,647
Likes (Received): 742

Memang banyak juga pencari suaka yang masih saja pilih-pilih.. masalahnya sekarang, kenapa pencari suaka itu (seperti yang asal Afganistan) pilih Aussie atau New Zealand? Kenapa bukan Indonesia? Jangan-jangan mereka memang tidak suka Indonesia atau mereka mendengar info miring tentang Indonesia... Aneh juga... Sementara itu, ternyata mereka malah sudah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun...

Kenyataan ini menarik pula untuk masuk thread "what do foreigners say about Indonesia?" Bukankah mereka tetap saja foreigner dan kenapa mereka tidak mau tinggal di Indonesia yang nota bene punya beberapa kesamaan?
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 6th, 2009, 03:41 AM   #9
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,744

Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
Memang banyak juga pencari suaka yang masih saja pilih-pilih.. masalahnya sekarang, kenapa pencari suaka itu (seperti yang asal Afganistan) pilih Aussie atau New Zealand? Kenapa bukan Indonesia? Jangan-jangan mereka memang tidak suka Indonesia atau mereka mendengar info miring tentang Indonesia... Aneh juga... Sementara itu, ternyata mereka malah sudah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun...

Kenyataan ini menarik pula untuk masuk thread "what do foreigners say about Indonesia?" Bukankah mereka tetap saja foreigner dan kenapa mereka tidak mau tinggal di Indonesia yang nota bene punya beberapa kesamaan?
Kayaknya lebih utama karena melihat Australia dan NZ lebih kinclong dibanding Indonesia. Sama halnya seperti Mexico atau US, mayoritas ya setuju pasti akan memilih US, walaupun Mexico kan gak under developed.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea   Reply With Quote
Old November 6th, 2009, 04:09 AM   #10
fajarmuhasan
Final Fantasy Mania
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 7,619
Likes (Received): 246

Pencari suaka dah lama di indonesia bahkan sampai beranak pinak...tapi mereka gak mau netap di indonesia.............lahh selama ini netap dimana donk???? kan sampai beranak pinak di indonesia berarti kan betah...kalo gak betah tentu akan kabur.....kurang masuk akal juga tuch pengungsi....kalo gw nilai itu orang-orang pemalas yg gak mau kerja.
Dengan alasan mau ngelanjutin ke Ausi tapi tetap tinggal di indonesia, ada keuntungan yg mereka dapat karena status tinggal sementara mereka dapat tinggal di penampungan juga dapat jatah makan gratis, baju, perlengkapan kehidupan lainnya..pokoknya semua tercukupi tanpa harus bekerja. Coba kalo mereke bilang mau netap di indonesia kan disuruh keluar dari kamp serta harus bekerja jika perlu makan.
Makanya meski bilang mau ke ausi tapi mereka juga gak berusaha keras untuk kesana....karena dah enak di indonesia, tinggal gratis makan gratis baju gratis.....

Cuma opini gw loh....
fajarmuhasan no está en línea   Reply With Quote
Old November 6th, 2009, 09:12 AM   #11
karbol
Registered User
 
Join Date: Oct 2009
Posts: 123
Likes (Received): 7

Quote:
Originally Posted by fajarmuhasan View Post
Pencari suaka dah lama di indonesia bahkan sampai beranak pinak...tapi mereka gak mau netap di indonesia.............lahh selama ini netap dimana donk????
pengungsi afghan yang gw temui waktu itu di Lombok NTB. dah lama banget disana... mereka bahkan dah bisa bahasa Indonesia, dan anak2nya bersekolah di SD setempat. mereka terus berusaha agar bisa diberikan ijin dari PBB untuk menetap di Ausie atau NZ. malah dulu sampe demo jahit mulut segala.

di bogor juga kalo ga salah ada juga tuh pengungsi serupa...

Quote:
Originally Posted by fajarmuhasan View Post
kan sampai beranak pinak di indonesia berarti kan betah...kalo gak betah tentu akan kabur.....kurang masuk akal juga tuch pengungsi....kalo gw nilai itu orang-orang pemalas yg gak mau kerja.
Dengan alasan mau ngelanjutin ke Ausi tapi tetap tinggal di indonesia, ada keuntungan yg mereka dapat karena status tinggal sementara mereka dapat tinggal di penampungan juga dapat jatah makan gratis, baju, perlengkapan kehidupan lainnya..pokoknya semua tercukupi tanpa harus bekerja. Coba kalo mereke bilang mau netap di indonesia kan disuruh keluar dari kamp serta harus bekerja jika perlu makan.
Makanya meski bilang mau ke ausi tapi mereka juga gak berusaha keras untuk kesana....karena dah enak di indonesia, tinggal gratis makan gratis baju gratis.....

Cuma opini gw loh....
masuk akal bro...
karbol no está en línea   Reply With Quote
Old November 7th, 2009, 05:57 PM   #12
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,988

asylum seeker pengertianya adalah, mereka lari dari negara asal untuk menghindari prosecution di negara nya....karena mereka mau dibunuh, di penjara....dengan alasan yang tidak masuk akal....

contoh di US...sekali dia dapet status asylum...maka dia ga bisa keluar dari US..kecuali udah jadi citizen....kalo dia lari dari US, maka status asylum nya ilang...karena logikanya...dia kan mencari perlindungan...kok malah kabur dari US?

so, para pengungsi afghan yg di Indonesia, ga lebih adalah economic asylum....bukan pure asylum seeker...karena jelas2 mereka aman kok di Indonesia...ngapain mereka mesti ke Australia segala?

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea   Reply With Quote
Old November 9th, 2009, 11:02 PM   #13
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,647
Likes (Received): 742

Quote:
Originally Posted by David-80 View Post
asylum seeker pengertianya adalah, mereka lari dari negara asal untuk menghindari prosecution di negara nya....karena mereka mau dibunuh, di penjara....dengan alasan yang tidak masuk akal....
Ada alasan yang masuk akal, ada juga alasan yang dibuat-buat... Orang Indonesia di Canada ini banyak yang minta status asylum, tapi karena pemerintah Canada tahu bahwa Indonesia secara umum aman, banyak sekali yang ditolak dan dideportasi balik ke Indonesia. Sekali ditolak dan dideportasi, statusnya jadi blacklist dan akan sulit sekali mendapatkan visa masuk Canada. Rasanya US juga demikian....
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 16th, 2009, 05:16 AM   #14
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,736
Likes (Received): 89

20 Imigran Mau Tinggal di Rudenim
Jumat, 13 November 2009
Dewan Masih Keberatan Keberaadaan Imigran Sri Lanka

Tanjungpinang, tribun - Sebanyak 20 dari 78 imigran Sri Lanka yang berada di atas kapal Oceanic Viking berbendera Australia, bersedia ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Provinsi Kepulauan Riau.

Hal itu disampaikan seorang sumber yang enggan disebut namanya di Tanjungpinang. Dikatakan, hanya 20 dari imigran Sri Lanka sebanyak itu yang akan dipindahtempatkan ke Rudenim Kepulauan Riau pada Jumat siang (13/11), sedangkan sisanya memilih untuk tetap tinggal di kapal.

Sementara itu, Direktur Keamanan Diplomatik Departemen Luar Negeri Indonesia, Sujatmiko yang tengah berada di Tanjungpinang, menolak mengomentari permasalahan itu.

“Saya baru sampai di Tanjungpinang, tolong jangan tanya masalah itu dulu,” ujar Sujatmiko.
Sebelumnya, Sujatmiko mengatakan bahwa kapal Oceanic Viking sejak 26 Oktober 2009 hingga sekarang lego jangkar di perairan Pulau Cempedak, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Mabes TNI dan Departemen Luar Negeri mengizinkan kapal Oceanic Viking untuk lego jangkar sampai 6 November 2009, kemudian diperpanjang hingga 13 November 2009.

Sebanyak 78 imigran Sri Lanka yang terdiri atas 68 pria, lima wanita dan lima anak-anak yang berada di kapal itu, tidak diizinkan Pemerintah Indonesia untuk tinggal di wisma ataupun perumahan yang berada di Tanjungpinang. Mereka hanya dibenarkan tinggal di Rudenim Kepulauan Riau.

Keinginan imigran Sri Lanka untuk tinggal di wisma dan perumahan warga tersebut, disampaikan kepada Pemerintah Australia.

“Pemerintah Australia terus mendesak agar imigran tersebut untuk sementara tetap tinggal di Indonesia. Kami berharap kapal Oceanic Viking yang membawa imigran gelap itu secepatnya meninggalkan Indonesia, setelah izin lego jangkarnya berakhir,” ujar Sujatmiko pekan lalu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepulauan Riau, Nur Syafriadi, mengatakan Pemerintah Kepulauan Riau merasa keberatan jika imigran Sri Lanka tersebut tinggal di Rudenim Kepulauan Riau. “Kami keberatan jika imigran Sri Lanka tinggal di kepulauan itu. Masalahnya, identitas mereka tidak jelas,” katanya.
Jika terjadi sesuatu terhadap masyarakat Kepulauan Riau yang diakibatkan oleh imigran Sri Lanka itu, papar dia, maka pemerintah setempat akan menuntut para pihak yang bertanggung jawab dalam permasalahan tersebut. “Kami tidak mau kehadiran mereka merugikan masyarakat Kepulauan Riau,” katanya. (ant)
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 16th, 2009, 05:17 AM   #15
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,736
Likes (Received): 89

4 Minggu Lagi Angkat Kaki
Minggu, 15 November 2009
Deplu Deadline 78 Imigran Srilangka

TANJUNGPINANG, TRIBUN-Pemerintah pusat akhirnya mengeluarkan sikap tegas terhadap keberadaan para imigran asal Srilangka yang saat ini berada di Kepri. Sikap tegas itu ditunjukkan dengan memberikan batas waktu maksimal 12 minggu kepada para pengungsi tersebut untuk tinggal di rumah detensi imigrasi (rudenim) Tanjungpinang.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia Triyono Wibowo saat meninjau 22 imigran yang saat ini berada di Rudenim, Sabtu (14/11). “Satu hal yang perlu saya sampaikan adalah keberadaan para Imigran asal Srilangka di sini ada batas waktunya. Kami memberikan batas waktu empat minggu, enam minggu dan 12 minggu mereka berada di sini,” kata Triyono.

Setelah lewat dari batas waktu tersebut, sambung Triyono, seluruh imigran asal Srilangka tersebut harus keluar dari wilayah Indonesia. “Sikap ini merupakan sikap tegas dari pemerintah Indonesia bahwa tidak ada satu orang pun imigran yang bisa tinggal selama-lamanya atau terus menerus di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Wamenlu mengatakan pemerintah Indonesia akan berusaha memberikan fasilitas terbaik kepada para imigran tersebut. Hal ini didasari kepada prinsip kemanusiaan yang dipegang teguh oleh pemerintah Indonesia.

Saat ini, 22 dari 78 imigran bersedia turun dari kapal Oceanic Viking milik Imigrasi Australia. Sisanya sebanyak 56 orang masih terus dibujuk oleh diplomat Australia untuk turun dari kapal tersebut. “Untuk 56 orang imigran Srilangka yang belum mau turun, itu bukan urusan kita. Itu urusan pemerintah Australia.

Namun demikian, kapan batas toleransi mereka berada di kapal, akan kita bahas lebih lanjut. Kita memberikan perpanjangan batas negosiasi kepada mereka yang belum mau turun terhitung mulai hari ini,” kata Triyono lagi.

Jika mereka mau turun nantinya, Triyono memastikan seluruhnya akan ditampung dan diinapkan di Rudenim hingga batas waktu 12 minggu tersebut. “Perlu saya sampaikan bahwa seluruh penumpang yang turun harus dikawal dan ditempatkan di sini (Rudenim) dan bukan di tempat lain. Kami tidak akan membiarkan mereka ditempatkan di tempat lain,” tuturnya.

Sementara itu, menanggapi penolakan masyarakat yang saat ini terus berlangsung, pemerintah pusat sangat memahami hal tersebut. “Dari pertemuan hari ini, Pemda di sini memahami keberadaan 78 imigran asal Srilangka tersebut. Selain itu, Pemda Kepri memegang teguh komitmen dari pemerintah Australia untuk segera menyelesaikan masalah ini sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan,” ujar Triyono lagi.
Saat ini, ke 56 imigran asal Srilangka itu masih berada di atas Kapal Oceanic Viking yang terletak di perairan Pulau Cempedak, Kabupaten Bintan. (eik)
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 19th, 2009, 05:36 PM   #16
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,069
Likes (Received): 504

Papua Nugini Kembalikan 141 Warga Papua ke Indonesia
Kamis, 19 November 2009

TEMPO Interaktif, Jayapura - Pemulangan warga Indonesia asal Papua dari Negara Papua Nugini akhirnya dilakukan dalam dua penerbangan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU di Hanggar TNI AU Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (19/11). Kloter pertama berjumlah 68 orang dari Kota Wiwek, Papua Nugini, tiba pada pukul 10.40 WIT dan kloter kedua berjumlah 73 orang dari Port Moresby, ibukota Papua Nugini, tiba pukul 15.00 WIT.

Menurut Sutrisno, Dirjen Pembinaan Umum Departemen Dalam Negeri, para warga yang direpatriasi dari Papua Nugini ini akan di tempatkan di Asrama Balai Latihan Kerja Provinsi Papua selama beberapa hari.

"Selain untuk mengurus dokumen dan pendataan identitas, juga dipersiapkan agar setiap kabupaten telah mempersiapkan lokasi tempat tinggal dan pekerjaan. Sebab mereka saudara kita juga. Diharapkan pemerintah kabupaten dapat mempersiapkan dan melayaninya dengan baik. Mereka tak mendapat perlakuan khusus, sama dengan warga lainnya," katanya, Kamis (19/11).

Selain pemulangan pada Kamis (19/11) ini, nantinya pada 22 November juga akan dilakukan repatriasi tahap kedua dengan jumlah sekitar ratusan orang. Sebab sebelumnya, dari data Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua, jumlah sementara warga Indonesia di Papua Nugini yang akan direpatriasi ada sekitar 700-an orang. Mereka ini berasal dari beberapa kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

"Setelah diidentifikasi wilayah asalnya, sekitar tiga hingga lima hari, masing-masing bupati asal daerah mereka akan menjemputnya. Tapi ada juga diantar ke kabupaten atau kota masing-masing. Setelah sampai mereka di tempat asalnya, bupati atau walikota mereka bisa mempertemukan mereka dengan keluarga besar masing-masing. Sehingga mereka bisa hidup sebagaimana mestinya, bergabung dengan keluarga besar mereka," jelas Sutrisno.

Sedangkan Staf Ahli Bidang Polkam Menkokesra, Doddy Budiatman mengatakan, pemerintah sudah sejak lama ingin memulangkan para repatriasi ini dari Papua Nugini. Hanya saja karena sesuatu hal, baru kali ini dapat dilaksanakan. "Walaupun prosesnya panjang, presiden selalu menanyakan kapan dilaksanakan repatriasi ini. Makanya, kami menghimbau saudara-saudara kita yang ada di gunung-gunung, maupun di mana saja di dalam negri dan luar negri yang dulu berseberangan untuk kembali membangun Papua," katanya, Kamis (19/11).

Salah satu warga yang ikut dalam pemulangan itu bernama Benyamin Adolf Prawar (60 tahun) mengatakan, dirinya sudah 30 tahun berada di Papua Nugini dan sempat bekerja selama 13 tahun di Papua New Guinea Produk yang berhenti tahun 2000 lalu. "Setelah itu, saya hanya tinggal di rumah saja di daerah bernama Bulolo di Kota Lae, Papua Nugini. Selama tinggal di Papua Nugini, ada banyak kesulitan yang dihadapi, kami sering ditipu. Sehingga ketika ada tawaran kembali ke tanah kelahiran di Provinsi Papua, Indonesia, saya merasa senang sekali," paparnya.

Benyamin mengaku, dirinya lari dari Papua, Indonesia ke Papua Nugini di tahun 1979 akibat persoalan politik. Kini telah memiliki enam orang anak dari perempuan asal Papua Nugini yang saat ini dibawah ke Papua.

"Ketika itu persoalan politik di Papua memanas, sehingga saya lari masuk ke Papua Nugini lewat perbatasan di Wutung. Selama berada di Papua Nugini, saya masih berstatus warga negara Indonesia. Sebenarnya di tahun 2005, sudah ingin kembali ke Papua,tapi tak punya uang dan masih takut. Saat ini saya sudah sangat lega, bisa kembali ketemu keluarga. Saya ingin tinggal di Biak atau Manokwari," ujar pria asal Kota Biak itu.
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old August 4th, 2010, 06:22 AM   #17
Kopassus
Registered User
 
Kopassus's Avatar
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 4,118
Likes (Received): 1039

Setahun, 1.290 Imigran Diusir dari RI
Kompas


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Imigrasi mengatakan, dalam satu tahun ini, sebanyak 1.290 imigran gelap telah dideportasi. Mereka masuk dan tinggal di Indonesia tanpa dibekali surat-surat legal.

Jumlah para imigran gelap tersebut memperlihatkan adanya peningkatan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Peningkatan tersebut tentu saja ikut menimbulkan peningkatan persoalan kasus pelanggaran izin masuk di Indonesia.

Selama Januari hingga Mei 2010, terdapat sekitar 61 kasus illegal entry di wilayah Indonesia, dengan total imigran hingga ribuan orang.

Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Muhammad Indra, mengatakan, jumlah pelanggaran tahun ini meningkat hingga dua kali lipat ketimbang tahun sebelumnya.

"Tahun ini total pelanggaran imigran gelap mencapai 61 kasus. Padahal tahun lalu hanya 31 kasus. Tiap tahun kami deportasi sekitar 1.290 orang. Ini masalah krusial yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat," ujar Indra.

Indra mengatakan, jajaran imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara mempunyai tugas dan kewenangan untuk menerima ataupun menolak orang yang masuk maupun yang keluar wilayah Indonesia.

Karenanya, dalam melakukan penanganan masalah imigran ilegal tersebut diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak. Sejauh ini mereka mengaku bekerjasama dengan IOM, UNHCR, Kepolisian, Kementerian Luar Negeri hingga instansi-instansi lainnya. (Alie Usman)
Kopassus no está en línea   Reply With Quote
Old October 31st, 2012, 03:59 PM   #18
CounterA
Muhamad Roni (Registered)
 
CounterA's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Location: Jakarta
Posts: 1,828
Likes (Received): 184

Mungkin saya bisa menambahkan sedikit buat bro @Venantio, soal kenapa mereka para imigran ini memilih Australia dan New Zealand ketimbang Indonesia. Hal itu dikarenakan Australia dan New Zealand terkenal sebagai negara yang makmur dengan taraf kehidupan yang lebih baik secara keseluruhan ketimbang Indonesia. Mulai dari angka GDP per Kapita, kepadatan penduduk, kestabilan, tingkat pengangguran, tingkat pendidikan dan kesehatan, penegakan hukum, jaminan terhadap warganya hingga faktor image dan gengsinya.
CounterA no está en línea   Reply With Quote
Old October 31st, 2012, 11:10 PM   #19
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,647
Likes (Received): 742

Quote:
Originally Posted by CounterA View Post
Mungkin saya bisa menambahkan sedikit buat bro @Venantio, soal kenapa mereka para imigran ini memilih Australia dan New Zealand ketimbang Indonesia. Hal itu dikarenakan Australia dan New Zealand terkenal sebagai negara yang makmur dengan taraf kehidupan yang lebih baik secara keseluruhan ketimbang Indonesia. Mulai dari angka GDP per Kapita, kepadatan penduduk, kestabilan, tingkat pengangguran, tingkat pendidikan dan kesehatan, penegakan hukum, jaminan terhadap warganya hingga faktor image dan gengsinya.
Untuk ini saya setuju banget bro...
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old October 31st, 2012, 11:12 PM   #20
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,736
Likes (Received): 89

Imigran Cisarua Mulai Didata dan Siap Dipindahkan

INILAH.COM, Bogor - Kantor Imigrai Bogor merespons ultimatum warga Cisarua yang menginginkan daerahnya bebas dari imigran Timur Tengah. Pihak imigrasi tengah melakukan pendataan imigran yang ada dan kemudian akan memindahkannya ke Serang Banten.

"Kita merespons keinginan warga untuk memindahkan para imigran yang dikirim baik ilegal maupun ilegal. Namun pemindahan ini tidak bisa dilakukan sekaligus, kita mencanangkan dalam satu bulan kedepan Cisarua sudah bersih dari imigran," tegas Kepala Imigrasi Bogor Bambang Catur, Kamis (18/10/2012).

Saat ini, petugas imigrasi tengah melakukan pendataan terhadap imigran yang ada di Cisarua. Proses pendataan akan terus dilakukan sampai batas waktu satu bulan ke depan sebelum dilakuan pemindahan.

"Kita mulai pendataan dua hari yang lalu. Untuk pendataan pertama ini, kita mencatat ada 123 imigran dari total data jumlah imigran yang mencapai 600 orang. Mereka yang sudah didata, langsung kita minta untuk mempersiapkan diri untuk dipindahkan," jelas Bambang.

Dipilihnya Serang sebagai tempat penampungan, disebutkan Bambang, sudah menjadi wacana dari dulu. Bahkan beberapa beberapa imigran sudah ada yang ditempatkan di daerah tersebut.

Imigran yang ditempatkan umumnya mereka yang terdampar. "Kita sudah menyediakan tempat penampungan imigran di daerah Serang Banten. Nanti para imigran yang ada di Cisarua direncanakan ditempatkan di sana untuk sementara sampai negara pemberi suaka menerima mereka," sebutnya.[jul]
__________________
Marzuki:"Jangan bandingkan harga bangunan istana dengan bangunan rakyat biasa"
novian no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 06:24 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu