daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Pictures of Indonesia > Sulawesi, Kalimantan, Papua and Other Cities Pictures



Reply

 
Thread Tools
Old February 12th, 2011, 04:55 AM   #61
yovanda
aDa CinTa daRi KaLtiMpOsT
 
yovanda's Avatar
 
Join Date: Jul 2010
Location: samarinda
Posts: 54
Likes (Received): 0

waw..... Tator makin OK.... sebagai dara keturunan tana toraja saya sangat bangga... kekayaan budaya etnis tana toraja membuahkan keunikantersendiri... saya kangen semba... saya kangen ma'badong, n saya juga kangen ma'dero'...

sekarang saya tingga di samarinda, tapi hati saya masih tertinggal di langda tana toraja... sampai2 sekarang ini saya mengoleksi 30 buah kandaure untuk saya menikah nanti heheheh

congrats toraja...
love u so much....
__________________
talk less do more bad romance love love love
yovanda no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old March 23rd, 2011, 03:40 PM   #62
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Rabu, 23 Maret 2011, 05:09 WITA |
Pembangunan Bandara Baru Toraja Dimulai

Makassar (ANTARA News) - Pembangunan bandar udara baru berlokasi di Desa Buntu Kunik, Kecamatan Mangkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mulai dilaksanakan. "Pembangunan sementara berjalan, persoalan tanah sudah beres," kata anggota Komisi D DPRD Sulsel asal Tana Toraja, Alex Palinggi, saat dihubungi via telepon seluler dari Makassar, Selasa.

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulsel sendiri, telah menyelesaikan master plan, demikian juga dengan desain detail engineering sisi darat dan udara pada 2010.

Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Perhubungan Kementrian Perhubungan, Hanggoro Budiwiryaman saat menghadiri Rakor Pariwisata se Sulawesi dan Bali akhir Desember 2010 di Toraja, menjamin pembangunan bandara tersebut tuntas 2014.

"Untuk pembangunan bandara perintis dengan panjang landasan pacu 1.200 meter bisa selesai dalam 3-4 tahun, dengan catatan bupati melaksanakan apa yang disampaikan gubernur," katanya.

Ia yakin Kemhub mampu menuntaskan pembangunan Bandara Buntu Kunik melalui dana APBN sekitar Rp50 miliar sampai Rp100 miliar yang akan dikucurkan selama tiga tahun berturut-turut, jika pada 2011 Pemkab Toraja mampu menuntaskan membebaskan lahannya.


Ia juga mengemukakan, keberadaan bandara baru di Toraja mutlak harus ada demi mendukung Sulsel sebagai satu dari 10 provinsi yang masuk dalam destinasi pengembangan pariwisata nasional 2011 yang meliputi Sultra, Jabar, Riau, Maluku, NTT, NTB, Papua dan Papua Barat.

"Untuk mendukung program nasional 10 destinasi daerah wisata, harus didukung oleh sarana transportasi. Yang paling cepat adalah pembangunan bandara, karena kalau jalan darat sangat lama, untuk ke sini ada 300 km lebih", ujarnya.

Bandara baru ini nantinya mampu didarati pesawat jenis ATR berkapasitas 60 hingga 70 penumpang, jauh lebih berbobot dibanding Bandara Pongtiku yang sekarang beroperasi, hanya bisa menampung pesawat jenis Cassa dengan jumlah penumpang 20 orang. (T.KR-AAT/M019)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/be...toraja-dimulai
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old March 25th, 2011, 03:07 PM   #63
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

By stanssa(http://www.flickr.com/photos/2647055...n/photostream/)
image hosted on flickr

Makale.


By stanssa (http://www.flickr.com/photos/2647055...n/photostream/)
image hosted on flickr


Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old March 25th, 2011, 09:17 PM   #64
Andhy2
Registered User
 
Andhy2's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Makassar Great Expectation
Posts: 497
Likes (Received): 1

Baru sekali ke toraja, akhir tahun lalu. jalan2 ala backpacker bersama teman2 dari Makassar Backpacker keliling naik truk

dan yang paling seru... treking (jalan kaki) dari Batutumonga sampai Rantepao, lumayan jalanan menurun selama 2 jam
kaget sendiri pas liat batutumonga seperti titik merah klo diliat dari rantepao

sayang blum sempat nulis di blog ttg yang ke batutumonga, tapi cerita seru di Tana Toraja lainnya bisa diliat di blogku

*promosi mode ON*
Andhy2 no está en línea   Reply With Quote
Old April 1st, 2011, 04:11 PM   #65
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Quote:
Originally Posted by Andhy2 View Post
Baru sekali ke toraja, akhir tahun lalu. jalan2 ala backpacker bersama teman2 dari Makassar Backpacker keliling naik truk

dan yang paling seru... treking (jalan kaki) dari Batutumonga sampai Rantepao, lumayan jalanan menurun selama 2 jam
kaget sendiri pas liat batutumonga seperti titik merah klo diliat dari rantepao

sayang blum sempat nulis di blog ttg yang ke batutumonga, tapi cerita seru di Tana Toraja lainnya bisa diliat di blogku

*promosi mode ON*
Foto2 ttg Toraja di share di thread ini donk.
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 1st, 2011, 04:19 PM   #66
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Thursday, 31 March 2011
Gubernur resmikan proyek Rp40 miliar di Torut
Oleh Wiwiek Dwi Endah

Rantepao, 31/3 (ANTARA) – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, meresmikan sebanyak 15 proyek yang dibiayai APBN dan APBD bernilai Rp40 miliar di Toraja Utara, hari ini.

Ke 15 proyek infrastruktur yang diresmikan a.l. jalan dan jembatan di lokasi permukiman penduduk di Toraja Utara sebesar Rp19 miliar. Juga peresmian kantor Badan Penanggulangan Bencana Pemkab Toraja Utara RP2,21 miliar.

Proyek lainnya yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rp1,47 miliar, pasar modern tradisional di Tokarau Rp1,06 miliar. Proyek permukiman transmigrasi UPT Rante Rp3,11 miliar, gedung farmasi dan pembekalan Rp1,42 miliar, tiga unit SMP di Nanggala Rp960 juta, revitalisasi Puskesmas Tondon Rp557,89 juta, peningkatan Puskesmas Rante Pangli Rp767,82 juta, dan kantor Balai Penyuluhan Pertanian bernilai Rp321,65 juta.

Peresmian proyek dilakukan bersamaan pelantikan Bupati/Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring dan Frederik Buntang Rombelayuk.

Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengatakan kedamaian dan kebersamaan sangat penting dalam kondisi apa pun bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Tidak ada orang yang menginginkan bencana atau sakit, karena itu sangat penting bagi kita semua sebuah kebersamaan dan kepedulian dalam pembangunan pada semua aspek kehidupan rakyat,” ujar Syahrul.

Usai meresmikan proyek dan melantik bupati dan wakil bupati, Syahrul melepas ekspor perdana bahan galian galena atau timah hitam milik PT Makale Toraja Mining ke China. (mw)

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/...liar-di-torut/
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 1st, 2011, 04:21 PM   #67
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Kamis, 31 Maret 2011, 10:56 WITA |
Toraja Utara Ekspor Timah Hitam ke China


RANTEPAO, SULSEL - TIMAH HITAM. Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menaiki sebuah truk yang berisi timah hitam yang akan diekspor ke negara China di Rantepao, Toraja Utara, Kamis (31/3). (FOTO ANTARA/Edmondus Sadesto)

Rantepao, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Toraja Utara, untuk pertama kalinya mengekspor galena atau timah hitam ke China, sebagai salah satu daerah tambang di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Toraja Utara, Simon Pongsisonda, di Rantepao, Kamis mengatakan, timah hitam ini langsung diekspor ke China yaitu di Provinsi Guangzhou. Untuk ekspor perdana, kabupaten Toraja Utara mengekspor 7.000 ton timah hitam ke negara tersebut, tuturnya.

Ia menambahkan, proses pengapalan dan pengiriman timah hitam ini ke China langsung dilakukan di pelabuhan Kota Palopo. Peresmian ekspor perdana timah hitam ini langsung dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke daerah tersebut.

Tambang timah hitam di Kabupaten Toraja Utara berada di Kecamatan Sa'dan dengan potensi tambang sebesar 300.000 ton. Besarnya potensi tambang timah hitam tersebut belum termasuk potensi timah hitam yang terdapat di kawasan hutan lindung, katanya.

Menurutnya, dengan luas areal tambang timah 137 hektare, kawasan tambang tersebut dapat digunakan selama lima tahun. Izin produksi tambang tersebut sudah dikeluarkan sejak 2007 dan perusahaan tambang yaitu PT Makale Toraja Mining baru beroperasi sejak 2010.

"Untuk melakukan penambangan di kawasan hutan lindung tersebut, kami masih menunggu Izin Pinjam Pakai dari Kementerian Kehutanan," ungkapnya.(T.KR-AAT/S004)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/be...hitam-ke-china
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 1st, 2011, 06:32 PM   #68
acoolguyfromnz
In the brig
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 4,578
Likes (Received): 417

Aduh masih saja mau menghabiskan SDA. Nanti kalau habis semua, baru kerasa di paksa beli dgn harga tinggi.

Kenapa gak meniru Bali saja?
acoolguyfromnz no está en línea   Reply With Quote
Old April 4th, 2011, 06:22 PM   #69
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Rantepao

By limchinhuang (http://www.flickr.com/photos/2653105...n/photostream/)image hosted on flickr



By Shanghai Daddy (http://www.flickr.com/photos/shangha...n/photostream/)
image hosted on flickr
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 4th, 2011, 06:29 PM   #70
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Senin, 04-04-2011
AS dan Korea Siap Berinvestasi di Toraja

MAKALE, BKM - Perkampungan tradisional dengan gubuk asli bercirikan budaya Toraja, namun fasilitas dan interiornya sangat moderen seperti kamar hotel berbintang, segera hadir di Tana Toraja. Untuk mewujudkan program tersebut Bupati Tana Toraja Theofilus mengajak masyarakat mendukung.

"Hal ini sangat penting mengingat pengembangan pariwisata Toraja akan melibatkan dua negara, yaitu Republik Korea dan Amerika Serikat (AS) untuk wisata manula dan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional," terang bupati Theofilus kepada “BKM” Sabtu (2/4) di Passanggarahan Rujab bupati Makale.

Republik Korea akan mengembangkan wisata manula diawali tahap pertama dengan menyebarkan 10 orang manula di beberapa dusun. Selain beradaptasi dengan masyarakat, juga memasyarakatkan bahasa Korea dan tatanan hidup moderen yang tidak bertentangan dengan cultur dan budaya Toraja. Selain itu juga Korea bekerjasama Pemda Tana Toraja memajukan bidang pendidikan dan sektor lainnya.

Sedangkan Amerika Serikat (AS) siap membangun rumah sakit bertaraf internasional. Syaratnya tenaga medis dan pasiennya akan didominasi orang asing. Meski bertaraf internasional, namun rumah sakit ini lebih murah dibanding di AS. Mereka juga bisa sambil rekreasi. "Khusus untuk lahan rumah sakit seluas empat hektar, akan menjadi tanggung jawab Pemda," kata Theofilus.


Pemerhati pariwisata Ny Rio Rita Pakan, menyikapi getolnya bupati Theofilus melengkapi sarana dan infrastruktur pendukung pariwisata Toraja, menyatakan bahwa yang paling penting didahulukan promosi pariwisata hingga dunia internasional.

Apalagi pariwisata Toraja merupakan ikon pariwisata Sulawesi Selatan. "Rencana bupati Theofilus membangun tangga tujuh ribu lebih di Buntu Burake harus didukung dengan menset masyarakat sejalan dengan program pemerintah, termasuk pembangunan bandar udara," pungkas Rio Rita.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=50427
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 4th, 2011, 06:45 PM   #71
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Batutumonga

By Paul Good (http://www.flickr.com/photos/paulgoo...7626398092508/)
image hosted on flickr



By Paul Good (http://www.flickr.com/photos/paulgoo...7626398092508/)
image hosted on flickr
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 7th, 2011, 06:17 PM   #72
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Kamis, 07-04-2011
Bandar Udara Toraja Rp 340 M

MAKALE, BKM - Upaya Pemkab Tana Toraja membangun bandar udara di Tampo, Kecamatan Mengkendek, mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat yang juga pemerhati masalah pendidikan dan politik, DR Marcelius Rantetana. Menurutnya, hal ini akan mempermudah turis yang datang dari berbagai daerah, seperti Bali, Jakarta, bahkan Singapura, langsung ke Tana Toraja.

Hanya saja, katanya, beroperasinya pesawat di suatu bandara sepenuhnya berdasarkan pertimbangan bisnis. "Bandara yang bagus tidak otomatis mendatangkan banyak pesawat, namun perlu ditunjang aktivitas bisnis di daerah itu yang cukup menguntungkan bagi perusahaan penerbangan, termasuk ke Toraja," terangnya kepada BKM di Makale Rabu (6/4).

Menurut Marcelius, selain membangun bandara baru, Pemkab Tana Toraja juga harus bekerja ekstra memulihkan parawisata Tana Toraja dan kegiatan roda ekonomi lainnya.

"Jika melirik ke belakang pada 1990-an, meski harus menempuh perjalanan tujuh hingga delapan jam dari Makassar, para turis asing tidak mempermasalahkannya. Mereka malah menikmati perjalanan darat sambil menyaksikan panorama alam sepanjang jalan," katanya.

Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dikonfirmasi menjelaskan, pembangunan bandar udara di Mengkendek akan mendorong lajunya perekonomin di Toraja. Saat ini, katanya, sedang dibenahi infrastruktur jalan ke obyek wisata, termasuk membuka obyek baru. "Tinggal promosi yang lebih ditingkatkan," jelasnya. Diakui Theofilus, tahun 2011 Pemkab Tana Toraja menggelontorkan anggaran kurang lebih Rp 20 milyar untuk pembebasan tanah, sebanyak Rp 2 M untuk jalan masuk bandara dari total biaya pembangunan Rp 340 milyar.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=50534
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 11th, 2011, 08:30 PM   #73
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Makale

Image Credits: Ng Sebastian (http://www.panoramio.com/photo/14808617)
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 14th, 2011, 04:53 PM   #74
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Thursday, 14 April 2011
Perhutani bangun pabrik getah pinus
Oleh Muhlis Dachlan

MAKASSAR: Perum Perhutani membangun pabrik pengolahan getah pinus di Kabupaten Tana Toraja. Upaya ini sebagai realisasi hasil MoU dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Asisten Direktur Bidang Industri dan Pemasaran Kayu dan Non Kayu Perum Perhutani Lukman Imam Syafii, mengatakan MoU yang ditandatangani tahun lalu itu mulai dilaksanakan April ini.

“Kami mulai menghubungi pemprov untuk menyatakan kesirusan membangun pabrik pengolahan getah pinus menjadi terpentin dan gondorukem di Tana Toraja,” kata dia, hari ini. Dia mengatakan bila beroperasi Perhutani diproyeksi mendapat tambahan pendapatan berkisar US$20 hingga US$22 juta dari produksi gondorukem dan terpentin di Sulsel.

Dia mengatakan kebutuhan terpentin dan gondoruken di berbagai negara sangat tinggi. Hal ini membuat Perhutani mampu mengekpansi pasar dengan memberbanyak pabrik.

Di Sulsel, luas hutan pinus mencapai 69.000 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten seperti Tana Toraja, Gowa, Bone, Enrekang, Maros, Sinjai, Sopeng, dan Pangkejene Kepulauan. Sementara potensi getah pinus yang bisa disadap mencapai 20.000 ton dan dapat menghasilkan 14.000 ton gondorukem. (mw)

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/...k-getah-pinus/
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 19th, 2011, 05:46 PM   #75
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Photo by dkian2000 (http://www.flickr.com/photos/dkian/4...n/photostream/)
image hosted on flickr

Last edited by Comeliness; May 6th, 2011 at 05:16 PM.
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 25th, 2011, 10:17 PM   #76
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Image Source: globemotorider (http://www.flickr.com/photos/philglo...n/photostream/)
image hosted on flickr
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 27th, 2011, 06:27 AM   #77
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Selasa, 26 April 2011, 20:13 WITA |
Bandara Toraja akan Jadi Penghubung Daerah Pariwisata

Makassar (ANTARA News) - Bandara Toraja di Kabupaten Tanatoraja, Sulawesi Selatan, akan dijadikan sebagai bandara penghubung penerbangan dari dan ke daerah pariwisata di Indonesia. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Sulsel Masykur Sulthan di Makassar, Selasa, mengatakan, pembangunan bandara itu menelan anggaran Rp500 miliar dan ditargetkan selesai paling lambat 2013.

"Untuk menjadi bandara pariwisata, diadakan renovasi fisik, di antaranya memanjangkan landasan dari 1.300 meter menjadi 1.900 meter, bahkan bisa mencapai 2.500 meter supaya pesawat besar bisa mendarat," katanya. Dia menjelaskan, besarnya anggaran yang digunakan akan diserap untuk pembangunan fisik bandara yang terletak di wilayah dengan kontur tanah pegunungan. Menurut dia, pembangunan bandara dengan karakteristik tanah perbukitan dinilai cukup sulit.

"Penataan lahan Bandara Toraja membutuhkan penanganan khusus dan biaya besar. Tempat itu tidak sama dengan bandara-bandara lain, ini di areal perbukitan," katanya. Kendati begitu, lanjut masykur, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Kementerian Perhubungan telah membuat kesepakatan tentang percepatan pengerjaan bandara dan dimasukkan dalam program infrastruktur prioritas.

Diupayakan proyek tersebut sedikit menggunakan APBN, namun merupakan hasil kongsi Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja.

Sejumlah sektor pekerjaan yang dibagi antara kedua pemerintah antara lain pembebasan lahan, penguatan fisik lahan, penerbitan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), pembangunan pusat terminal serta akses jalan.

"Kami bagi-bagi supaya bisa cepat dikerjakan. Rencana induk sudah selesai kami bahas, tinggal masuk ke implementasi. Intinya semua acara akan kami lakukan agar pembangunan bandara ini dipercepat," ujarnya.(T.KR-AAT/N002)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/be...rah-pariwisata
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old April 28th, 2011, 04:44 PM   #78
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Kamis, 28 April 2011, 18:58 WITA |
Peneliti : Kopi Toraja Populer di Korea Selatan

Makassar (ANTARA News) - Kopi torabika khas Tanatoraja, Sulawesi Selatan, menjadi ikon kopi Indonesia yang semakin populer di mancanegara termasuk di Korea Selatan, kata seorang peneliti. "Yang mendunia dari Indonesia di Korea adalah kopi Toraja," kata peneliti dari Departement of Biotechnology Yonsei University Korea Selatan Prof Dr Yaya Rukayadi saat menjadi nara sumber dalam seminar internasional agro industri yang diadakan Politeknik Negeri Ujungpandang di Makassar, Kamis.

Hanya saja, putra asli Sumedang, Jawa Barat ini, menyebutkan bahwa kopi Toraja yang sampai ke Korea bukan dipopulerkan oleh pengusaha Indonesia melainkan pengusaha asal Jerman. "Toraja Coffee selalu dicari di Korea, tapi kompetitornya orang Jerman, katanya dijual di sana sampai Rp5 juta per kilogram," ucapnya.

Meski kompetitornya orang Jerman, Yaya tetap bangga karena tetap menggunakan merek lokal yakni Toraja Coffee. Selain kopi Toraja asal Indonesia yang terkenal di luar negeri, juga terdapat kopi Sumatera, kopi Mandailing, kopi Jawa, kopi Bali, dan kopi luwak. Untuk kopi luwak, Yaya pernah membawa ilmuwan dari Korea Selatan untuk melakukan penelitian tentang pembuatan kopi luwak di Jawa Timur.

Selain kopi Toraja, Yaya yang pernah mendapat penghargaan dari pemerintah Korea Selatan di bidang analisis tanaman obat-obatan mengemukakan, temu lawak menjadi komoditas asli Indonesia yang masih punya nama besar di "negeri ginseng". Hanya saja, lanjutnya, jika temu lawak yang tumbuh hampir di seluruh Indonesia mau dijadikan komoditas internasional, waktu panennya harus di atas sembilan bulan. "Di Indonesia, banyak yang baru enam bulan sudah dipanen sehingga kandungan obatnya kurang bagus," jelasnya.

Hasil penelitian yang dilakukan Yaya menunjukkan bahwa temu lawak baik untuk kesehatan mulut. Sementara tanaman obat lainnya dari Indonesia yang awalnya mendominasi pasar Korea saat ini tergeser oleh komoditas Thailand yang lebih memiliki "merek". Dalam seminar tersebut Yaya membawakan materi berjudul "peluang Sulsel sebagai pusat pertumbuhan dan pengolahan agro industri Indonesia untuk pasar dunia".

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang yang tampil sebagai pembicara pertama memaparkan strategi Sulsel dalam meningkatkan produksi komoditas unggulan, termasuk kakao, jagung, udang, dan rumput laut. Pemprov Sulsel mencanangkan mulai 2012 fokus pada pengembangan agroindustri. (T.KR-AAT/N002)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/be...-korea-selatan
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old May 1st, 2011, 07:11 PM   #79
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Jumat, 29-04-2011
Dewan Tator Desak Sulsel Perbaiki Poros Tator-Mamasa

MAKALE, BKM - Protes warga Kelurahan Kamali Pentalluan, Kecamatan Makale, terhadap kondisi jalan yang rusak parah dengan menanami padi dan pisang di tengah jalan provinsi yang menghubungkan Tana Toraja, Sulsel, dengan Mamasa, Sulbar, mendapat respon dari DPRD Tana Toraja.

Anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi PDIP, Septianus Toding Komba, menjelaskan bahwa awalnya jalan itu masih jalan kabupaten kelas lima. Namun setelah dialihkan ke jalan negara belum dinaikkan kelasnya. Padahal, tonase kendaraan yang lalulalang setiap hari sudah tidak sepadan dengan kelas jalan. Termasuk kendaraan roda enam yang setiap hari lewat mengangkut galian tambang C memperparah kerusakan jalan. "Seharusnya pihak PU Bina Marga tidak membiarkan kelas lima jalan negara di kabupaten," lanjut Septianus Toding Komba.

Septianus menjelaskan, anggota dewan Tana Toraja tersinggung dengan protes warga karena dalam poster tertulis bupati dan anggota DPRD jangan rapat terus. "Padahal itu kesalahan PU Bina Marga bukan pemerintah daerah bersama legislatif," katanya. Lebih parah lagi jalan negara tersebut sudah 20 tahun tidak pernah tersentuh proyek. Lalu, kemana biaya pemeliharaan yang ada selama ini?

Saat musim hujan, baik roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melalui jalan ke Mamasa karena seringnya longsor hingga menutup badan jalan. "Seingat saya terakhir jalan negera tersebut pengaspalannya tahun 1993, bisa dibayangkan sudah seperti apa rusaknya jalan itu sekarang," sambung Septianus.

Ketua Fraksi Kerukunan, Cristian Lambe, mendesak Balai Besar PU Bina Marga anggaran sebesar Rp 8 milyar dari APBN yang sudah diusulkan sebelumnya segera direalisasikan. "Bisa dibayangkan proyek dianggaran tahun 2011 hingga bulan April belum juga turun, seperti apa kualitas proyek nantinya. Padahal jalan negara Tator-Mamasa cukup berat medannya, belum lagi kendala cuaca hujan cukup tinggi di Tana Toraja." Christian Lambe mendesak Balai Besar PU Bina Marga Sulsel segera memperbaiki jalan tersebut. "Bila diulur-ulur tidak menutup kemungkinan protes warga lebih anarkis," singkatnya.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=51140
Comeliness no está en línea   Reply With Quote
Old May 6th, 2011, 05:15 PM   #80
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,245

Photo by greengreenbottle (http://www.flickr.com/photos/3574982...57619331259802)
image hosted on flickr
Comeliness no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 07:48 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu