|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#81 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Jumat, 06 Mei 2011, 20:15 WITA |
Bandara Baru Buka Akses Wisatawan Bali-Toraja ![]() Makassar (ANTARA News) - Pembangunan lapangan udara baru, Bandara Buntu Kunik di Kabupaten Tanatoraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) diyakini membuka akses wisatawan dari Bali ke Tana Toraja, Toraja Utara, dan daerah sekitarnya. "Kalau bandara ini sudah beroperasi, akan ada 'round trip' atau rute perhubungan udara yang menghubungkan Bali-Toraja-Luwu Timur-Palu-Balikpapan. Pemerintah harus mendukung itu," kata anggota Komisi E DPRD Sulsel, Paulus Tandiongan, di Makassar, Jumat. Menurut dia, seluruh travel yang beroperasi di Sulsel, Sulteng, dan Kaltim akan mendorong adanya rute penerbangan untuk mengembalikan kejayaan di bidang pariwisata khususnya di Toraja. Mantan Direktur Toraja Top Travel ini yakin, kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Toraja akan meningkat pesat saat round trip tersebut dibuka. Jalur penerbangan pulang-pergi di lima kota di empat provinsi tersebut digagas agar jalur transportasi ke Toraja tidak merugi karena hanya melayani satu daerah penerbangan. Menurut Paulus, wisatawan enggan mengunjungi Toraja karena jalur transportasi yang sulit, yakni membutuhkan waktu sembilan jam dari Makassar ke Makale, ibu kota Tana Toraja. Pemprov Sulsel yang kini dibawah kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo berusaha mengembalikaan kejayaan pariwisata di daerah ini dengan membentuk tiga tujuan pariwisata, salah satunya ke Tana Toraja. Dalam perayaan "Lovely Desember" 2010 di Toraja Utara, Syahrul meminta kepada Dirjen Kementerian Perhubungan dan Dirjen Kementerian Pariwisata yang hadir saat itu, untuk secepatnya merealisasikan pembangunan bandara pengganti bandara Pongtiklu yang terlalu sempit. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Sulsel, Masykur Sulthan, mengatakan, pembangunan bandara itu menelan Rp500 miliar dan ditargetkan selesai paling lambat pada 2013. "Untuk menjadi bandara pariwisata, diadakan renovasi fisik, di antaranya memanjangkan landasan dari 1.300 meter menjadi 1.900 meter, bahkan bisa mencapai 2.500 meter supaya pesawat besar bisa mendarat," katanya. (T.KR-AAT/M012) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/be...an-bali-toraja |
|
|
|
|
|
#82 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Senin, 09-05-2011
Padukan Pembangunan Pariwisata Dengan Eko Culture Geliat Theofilus Allorerung Membangun Tana Toraja (1) Laporan : Agus Burhan Sungguh banyak harapan masyarakat akan diwujudkan Theofilus Allorerung selama masa jabatannya, namun terkendala anggaran terbatas. usinya, “pembangunan tepat sasaran, tepat biaya dan tepat lokasi adalah pembangunan skala perioritas” yang disertai dengan sinergitas pengawasan semua komponen. Memasuki delapan bulan Theofilus Allorerung memimpin Tana Toraja, telah melakukan perubahan tata kelola pemerintahan maupun pembangunan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Tana Toraja kaya dengan sumber daya alam (SDA) hanya saja belum terkelola dengan baik. Hal ini diakui sendiri oleh Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung. Saat ditemui BKM Sabtu (7/5), dia mengatakan, lingkungan Toraja tidak ada duanya. Alamnya sejuk, banyak obyek pariwisata, gunung menjulang tinggi menjadi keindahan pemandangan panorama alam. Sehingga pertanian dan perkebunan serta perikanan harus dikembang untuk menghasilkan komoditi dan komoditas berkualitas. Bahkan, salah satu hasil perkebunan Tana Toraja sudah dikenal luas dunia yaitu kopi Toraja. Demikian pula hasil pertanian khas tanaman tamarillo dijadikan jus khas Toraja, sekarang jadi minuman favorit yang akan didorong ke sebuah industri berbentuk kemasan. Diakui mantan kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan ini, kendala dihadapi petani biasanya saat panen raya Tamarillo permintaan pedagang tidak seimbang dengan produksi sehingga sering membusuk. Akibatnya, harga anjlok dan petani merugi. "Ini perlu sentuhan teknologi tepat guna," terangnya. Bukan hanya itu, unggulan lain Tana Toraja adalah spesifikasi beras merah yang hanya tumbuh di daerah iklim tertentu dan cocoknya di daerah ini. Hasil pertanian karakteristik Toraja tersebut untuk menggairahkan petani perlu perlindungan harga dari pemerintah mulai dari hulu hingga hilir. Untuk itu, penyuluhan pertanian masim tanam dijadwal sesuai permintaan sebagai solusi petani pada pasca panen, termasuk hasil perikanan ikan emas yang dijadikan makanan khas dan favorit. Kekayaan alam lain karakteristik Toraja adalah wisata alam seperti di Pango-pango, perkampungan adat Sillanan. Wisata lingkungan ini akan didorong pemerintah mendukung program “go green” diikuti dengan peningkatan tanaman pohon bambu sebagai aset penting karena mendukung eko kultur adat “rambu solo”. Dan tak kalah pentingnya permandian alam air terjun Sarambuassik. Tahun ini insfrastruktur jalan menuju air terjun sepanjang 3 km sudah dibangun. Hal ini mempermudah akses kunjungan turis mancanegara dan wisatawan domestik. "Air terjun ini tidak kalah eksotik keindahnnya dari permandian alam Bantimurung Kabupaten Maros," urai Theofilus. Gairahkan sektor lain yaitu industari pariwisata, juga akan dibangun wisata “rohani” di Buntu Burake. Selain pohon natal raksasa, juga tangga serba tuju yang diambil dari cerita legenda “Aluk Sonda Pitunna”. Sesuai konsepnya, setiap tangga akan dijual ke investor dan perantau orang Toraja dengan jumlah anak tangga 7.777 lengkap dengan sertifikat. Sementara Pertanian, ke depan setelah maju akan mengikuti tumbuhnya agrowisata, yang mengilhami budaya dan hukum adat sebagai jaminan terkendali dan terciptanya ketertiban dan ketenteraman, pungkat Theofilus. Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=51397 |
|
|
|
|
|
#83 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Batutumonga
Photo by dkian2000 (http://www.flickr.com/photos/dkian/4...7624188837304/) image hosted on flickr
|
|
|
|
|
|
#84 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Rabu, 11-05-2011
Ganti Rugi Lahan Bandara Mengkendek Rp 30 M Pembebasan Lahan Melibatkan “To Parengnge” MAKALE, BKM - Membangun Toraja kedepan tidak ada pilihan lain, pemerintah daerah (pemda) mengutamakan industri jasa pariwisata sebagai upaya menyamakan manset dan perspektif menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Toraja-an di masyarakat. Pembangunan Bandar Udara Pariwisata di Buttu Kuni, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, pun menjadi entry point peningkatan kapasitas industri kepariwisataan Tana Toraja. Bahkan hasil studi kelayakan di lapangan Direktorat Penataan Bandara Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Pusat, masyarakat antusias merelakan lahannya untuk pembangunan bandara. "Diakui tim teknis Kemenhub kesiapan di lapangan sudah mencapai 99 persen terpenuhi," terang bupati Theofilus Allorerung kepada BKM Selasa (10/5) di Makale. Menurutnya, kebiasan orang Toraja setiap permasalahan penyelesaiannya melibatkan semua tokoh dan pemuka masyarakat, maka pembebasan lahan bandara udara kali ini pun pemerintah melibatkan kasta masyarakat penengah, yang lebih dikenal masyarakat Toraja “To Parengnge”. Diharapkan, setelah tim 9 merampungkan indentifikasi pemilik lahan dan negosiasi harga, bulan Juni 2011 akan datang sudah bisa dilakukan pembayaran pembebasan lahan. "Pasalnya, dananya sudah tersedia sebesar Rp 30 milyar, Rp 10 milyar diantaranya bantuan gubernur dan Rp 20 milyar dari APBD," lanjut Theofilus. Menurut Theofilus, bila pembebasan lahan selesai, maka pembangunan konstruksi dilakukan karena tender dokumen analisis dampak lingkungan (amdal) bandara menelan biaya hingga Rp 700 juta sudah ditenderkan. Pembangunan Bandar Udara Pariwisata Mengkendek menelan biaya Rp 400 miliar, semuanya tanggung jawab Pemerintah Pusat dan anggarkan melalui APBN. Menurut Theofilus, Pemkab Tana Toraja hanya bertanggung jawab pembebasan lahan seluas 225 ha, sedang pematangan lahan ditanggung Pemerintah Provinsi. Kadis Pariwisata Tana Toraja, Agus Sosang, menambahkan, berdasarkan master plan konstruksi tahap awal akan dibangun runway sepanjang 1.900 meter, sama panjangnya dengan runway Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Kemudian tahap berikutnya pembangunan landasan pacu pesawat sepanjang 2.200 meter yang bisa didarati jenis pesawat berbadan lebar, singkat Agus Sosang. Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=51457 |
|
|
|
|
|
#85 |
|
World Traveller
Join Date: May 2008
Location: INA
Posts: 20,284
|
South Sulawesi to host "Tour de Toraja" in 2012
Makassar, S Sulawesi (ANTARA News) - South Sulawesi is to host an international cycling event dubbed "Tour de Toraja" in 2012 as part of the regional administration`s efforts to promote the province`s tourism, a local cycling sports official said. To be organized in parallel with a "Visit South Sulawesi 2012" program, one of the main goals of the event was to make Toraja region`s tourist attractions better known to the international community, Baharuddin Makkasau, chairman of the South Sulawesi chapter of the Indonesian Cycling Association (ISSI), said here Thursay. At least 25 cyclist teams from 20 countries, including Indonesia as the host, were to compete in the Tour de Toraja which would take place in several stages on routes passing through a number of towns in the region. "ISSI has entrusted the hosting of the international cycling event to the South Sulawesi administration but we are also preparing ourselves to help make the event a success," Baharuddin said. Baharudin said smooth road surfaces were an important requirement for the racing event and therefore the regional government must ensure that this requirement was met, especially on the race`s routes in the Topraja region. Whatever road repairs needed to be done in view of the international cycling event must be completed as soon as possible as the Tour de Toraja would be held in early 2012, he said.(*) (A050/HAJM/a014) Editor: Ruslan Burhani AntaraNews
__________________
"Tidak ada yang mengenal Bandara Sepinggan lebih dari warga Kota Balikpapan dan Kaltim sendiri." Silahkan utk ikut berpartisipasi dalam Petisi berikut : http://www.change.org/id/petisi/keme...pinggan#invite
|
|
|
|
|
|
#86 | |
|
Registered User
Join Date: Dec 2010
Posts: 657
Likes (Received): 0
|
Quote:
__________________
Invidia gloriae comes est! |
|
|
|
|
|
|
#87 |
|
Registered User
Join Date: Jun 2011
Posts: 1
Likes (Received): 0
|
wew.. mantap infonya...
salam kenal yah baru join di forum ini karena tertarik sama thread toraja ![]() saya orang asli toraja tapi tinggal di jakarta... setaip tahun pasti pulang kampung ke Toraja (desember-januari) kalo ada yang mau jalan2 ke toraja... boleh menginap dirumah saya di daerah rantelemo...gratisss loh... :p dari jalan raya sekitar 3kilo untuk masuk kedalamnya... agak sedikit offroad jalannya.. hehehe nih sebagian foto2 di kampung saya... image hosted on flickr ![]() image hosted on flickr ![]() image hosted on flickr ![]() sempet juga buka thread di forum lain ttg toraja... tapi kyknya disini lebih lengkap deh informasinya ![]() http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5230504 |
|
|
|
|
|
#88 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Tribun Timur - Sabtu, 4 Juni 2011, 14:08 WITA
Rp 500 Miliar Untuk Bangun Bandara Tator Editor : Ridwan Putra, Sumber : Antara MAKASSAR, TRIBUNTIMUR.COM - Konstruksi Bandara baru di Kabupaten Tana Toraja rencananya dimulai pada 2012 nanti. Lokasinya di Kecamatan Mangkedek dengan total lahan seluas 225 hektare dan runway dua arah sepanjang 1.900 meter sehingga telah dapat melayani pesawat berkapasitas 100 kursi. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Masykur A Sulthan di Singapura, baru-baru ini. "Pemenang tendernya sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Ditargetkan penyelesaian lahan rampung pada 2011, sehingga kita bisa lanjutkan dengan pembangunan konstruksi pada 2012," ujarnya. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menyediakan lahan pembangunan bandara sementara anggaran pembangunan konstruksi sekitar Rp 200 miliar melalui APBN-perubahan 2011. "Lahan memang menjadi kendalanya selama ini dan telah ditangani oleh bupati. Kita tinggal cari waktu yang baik dengan warga setempat untuk memulai melakukan pengerjaannya," katanya. "Total anggaran pembangunan lebih dari Rp500 miliar dengan anggaran patungan bersama pemerintah provinsi kabupaten serta pemerintah pusat. Anggaran pembangunan terminal juga terdiri dari APBN dan APBD," jelasnya. Soal siapa yang akan mengelolanya baru akan ditentukan setelah pembangunannya rampung.(*) Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/...-bandara-tator |
|
|
|
|
|
#89 | |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Photo by Ruary James Allan (http://www.flickr.com/photos/ruaryj/...n/photostream/)
image hosted on flickr
__________________
|
|
|
|
|
|
|
#90 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Sabtu, 04-06-2011
JK Janji PLTA Malea Beroperasi Agustus ![]() MAKALE, BKM - Pembangunan perusahaan listrik tenaga air (PLTA) di Malea, Kecamatan Makale Selatan oleh PT Bukaka Group sesuai kontrak berakhir Juni 2011. PLTA Malea berkekuatan 15 megawat. Bila sudah berfungsi, maka krisis listrik di daerah tujuan wisata ini sudah teratasi. Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, didampingi Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung meninjau lokasi pembangunan PLTA di Malea, Jumat (3/6) kemarin. Saat itu, bupati mewarning PT Bukaka untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. Desakan ini direspon JK, sekaligus berjanji untuk menepati keinginan Pemda bahwa PLTA Malea sudah berfungsi akhir Agustus mendatang. Menurut JK, melihat potensi air di Malea sangat memungkinkan dikembangkan. Bila 15 megawatt yang habiskan dana Rp 300 milyar sudah selesai dan beroperasi, PT Bukaka akan menambah kapasitas PLTA Malea tahap kedua berkekuatan 90 megawatt dengan masa kontrak empat tahun dengan biaya Rp3 triliun. Ditambahkan Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, pembangunan PLTA Malea tahap pertama menggunakan empat turbin. "Sedangkan tahap kedua diameter pipa pemutar turbin 9 meter menggunakan 24 turbin," sambung Theofilus. Terpisah Ketua DPRD Welem Sambolangi, menjelaskan keinginan pemerintah daerah mempercepat pembangunan PLTA Malea harusnya direspon positif PT Bukaka Group, dan tidak lupa memperhatikan lingkungan. Selain itu juga terjadi alih teknologi kepada masyarakat, utamanya sistem las agar sekalipun pembangunan usai ada kontribusi keterampilan kepada masyarakat. Dia berharap pada pembangunan PLTA Malea tahap kedua tenaga kerjanya sudah mayoritas masyarakat setempat agar rasa memiliki ada. Ditambahkan Plt Sekkab Enos Karoma, pembangunan PLTA Malea sepenuhnya tanggungan investor PT Bukaka Group. Sedangkan pemerintah daerah utamanya SKPD teknis Dinas Pertambangan dan Energi hanya fasilitasi, utamanya penyediaan lahan seluas 60 ha. "Setelah PLTA beroperasi PT Bukaka akan menjual energy listrik kepada PLN atau sewa jaringan," kata Enos Karoma. Menurut Enos Karoma, mendukung pemerintahan yang good govermance, maka keterlibatan pihak swasta menunjang pembangunan bentuk kerjasama perlu ditingkatkan. Apalagi pemerintah daerah sedang menggenjot pariwisata, peran pihak swasta sangat menentukan keberhasilan, utamanya pengelolaan sumber daya alam. "Makanya keberadaan PLTA Malea, bukti keterlibatan swasta manjukan perekonomian di daerah ini," tutur Enos Karoma. Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=52075 |
|
|
|
|
|
#91 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Kamis, 30 Juni 2011, 18:45 WITA |
Bandara Toraja Mulai Dibangun 3 Juli Makassar (ANTARA News) - Pembangunan bandar udara baru di Desa Buntu Kunik, Kecamatan Mangkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mulai dilaksanakan pada 3 Juli 2011. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sulsel, Masykur A Sulthan, di Makassar, Kamis, mengatakan, Gubernur Sulsel, Syarul Yasin Limpo, akan menghadiri upacara adat setempat untuk memulai pematangan lahan bandara tersebut. "Ada upacara Tiga Juli di Toraja (Desa Buntu Kunik), kami undang DPRD untuk hadir untuk memulai pembangunannya. Akses jalan masuk sudah terbangun oleh Pemkab Toraja," ucapnya saat rapat kerja dengan Komisi D DPRD Sulsel. Menurut dia, sepanjang 2011 pembangunan dilakukan pada pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi termasuk landasan pacu di 2012. Ia mengemukakan pematangan lahan bandara diatas area seluas 225 hektar menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliar. Masykur Sulthan mengatakan, bandara baru ini memiliki landasan pacu 1.900 meter dengan lebar 35 meter, yang bisa didarati pesawat berkapasitas 100 penumpang. "Landasan pacu direncanakan selesai 1.500 meter di 2012 dan tuntas seluruhnya di 2013. Kalau ini terealisasi, lebih cepat dari target sebelumnya," jelasnya. Percepatan pembangunan bandara baru ini, kata dia, untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Toraja. "Kalau ini selesai, terjadi konektivitas daerah tujuan pariwisata. Dari Bali, Jakarta, Jogjakarta, dan Nusa Tenaggara Barat (NTB) yang langsung ke Toraja," ujarnya. Masykur Sulthan menambahkan, untuk menuntaskan bandara baru pengganti Bandara Pongtiku menghabiskan anggaran sekitar Rp600M dari APBN secara bertahap. (T.pso-099/M012) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/be...ibangun-3-juli |
|
|
|
|
|
#92 | |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Quote:
Tambah lagi donk fotonya.
|
|
|
|
|
|
|
#93 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Senin, 25-07-2011
Enos Karoma Optimis Bandara Mengkendek Berfungsi Akhir 2013 MAKALE, BKM - Pembayaran ganti rugi tahap kedua lahan bandar udara pariwisata Mengkendek telah dilakukan kepada 20 masyarakat sebesar Rp10.442.280.530 di Bank Sulsel cabang Makale. "Masyarakat pemilik lahan berasal dari dua lembang, diantaranya Rantedada 15 orang dengan jumlah ganti rugi Rp8.897.728.470, sedangkan Simbuang lima orang senilai Rp1.544.552.060," kata PPTK Sayuti kepada BKM Jumat (22/7) di Makale. Menurut Sayuti, sebelumnya Pemkab Tana Toraja membayar dengan sistem transfer kepada 20 pemilik senilai Rp10.399.701.308. Terpisah Sekda Tana Toraja, Enos Karoma, yang juga ketua tim pembebasan lahan menjelaskan, luas areal bandar udara yang akan dibebaskan yaitu 140 ha yang terdiri dari sawah 28 ha, dan tanah kering 112 ha. Sementara kepemilikan masyarakat terdiri dari tanah kering bersertifikat 30 orang, dan non sertifikat 82 orang serta yang lainnya bukti kepemilikan berupa PBB dan keterangan pelepasan hak. "Lancarnya pembayaran ganti rugi kepada masyarakat tanpa komplen suatu bukti mulai dari proses pembebasan hingga tahap pembangunan selanjutnya ada tanda-tanda baik, sehingga pemerintah optimis Bandar udara sudah berfungsi akhir 2013," lanjut Enos Karoma. H Duma, pemilik lahan seluas 10 ha, usai menerima transfer dana ganti rugi kepada media ini memberi dukungan terhadap pembangunan bandar udara. "Ini merupakan program strategis Bupati Theofilus untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Bumi Lakupada," tutur H. Duma. Warga lainnya, Disman, menerima ganti rugi Rp1.731.921.250. "Kita hendaknya ikut berpartisipasi utamanya mendukung ketertiban dan keamanan selama proses pembangunan berlangsung," singkat Disman. Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=53216 Last edited by Comeliness; July 25th, 2011 at 06:52 PM. |
|
|
|
|
|
#94 |
|
Registered User
Join Date: Apr 2009
Location: Malang, Sidoarjo
Posts: 1,289
Likes (Received): 0
|
lokasi pembangunan bandara baru toraja dan acara sosialisasi
http://www.torajakab.go.id/index.php...sata&Itemid=38
__________________
Visit Malang & Batu City, East Java, Indonesia |
|
|
|
|
|
#95 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Jumat, 09-09-2011
Penerbangan Singapura-Toraja Disiapkan 2012 MAKASSAR,BKM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggagas penerbangan langsung Toraja-Singapura. Rencana persiapannya dilakukan 2012 mendatang. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo usai penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) bersama Garuda Airlines dan Changi Airport Group Singapura di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (8/9) mengatakan, saat ini bandara baru sedang dikerjakan di Toraja. Proyek ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 700 miliar. "Kita optimis akan ada penerbangan langsung Toraja-Singapura. Karena kita tahu bahwa Toraja merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi unggulan Sulsel. Toraja juga sangat dikenal di Singapura," ujar Syahrul. Bandara yang sedang dikerjakan ini nantinya bisa ditempati pesawat-pesawat besar. "Diharapkan bukan hanya Singapura-Toraja saja. Tapi seluruh penerbangan luar negeri yang tertarik dengan potensi Toraja," tambahnya. Untuk penerbangan sendiri, kata dia, diharapkan Garuda Indonesia Airlines bisa memberikan dukungan penuh. Khususnya dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata. Manager Marketing Garuda Indonesia Airlines, Arif Wibowo memberi respon dan menyatakan gembira dengan adanya rencana penerbangan langsung Toraja-Singapura. Pihaknya akan memberikan dukungan penuh untuk pengadaan dan pengoperasian armada. "Kita pasti mendukung penerbangan langsung itu. Karena tentu akan menambah pendapatan bagi Garuda,'' ujarnya. Hal ini juga akan memperkuat posisi Garuda untuk menjadi region di Asia Tenggara. Apalagi menghadapi open sky 2015 mendatang. Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=53914 |
|
|
|
|
|
#96 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
|
|
|
|
|
|
#97 | |
|
Registered User
Join Date: Jul 2008
Location: Makassar Great Expectation
Posts: 493
Likes (Received): 0
|
Quote:
pemandangannya kerennn
|
|
|
|
|
|
|
#98 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Jumat, 30 September 2011, 23:53
Tator Ekspor Buncis ke Singapura MAKALE - Kabupaten Tana Toraja (Tator) dipastikan mengekspor komoditas sayurmayur berupa buncis ke Singapura. Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengatakan, ekspor perdana buncis ke Singapura dilaksanakan pada 19 Oktober, bertepatan dengan hari ulang tahun Provinsi Sulawesi Selatan. "Untuk ekspor perdana,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja mengekspor 2 ton sayur buncis ke Singapura," ujar dia kepada SINDO di Kota Makale, kemarin. Bupati menjelaskan, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, buncis asal Tana Toraja paling diminati Singapura. Berdasarkan hasil uji laboratorium di Makassar, buncis Tana Toraja kandungan pestisidanya paling rendah dan memenuhi syarat ekspor ke Singapura Untuk menjaga peluang pasar ekspor sayur ke Singapura, Pemkab Tana Toraja terus mengoptimalkan budi daya sayuran organik di tingkat petani. Sosialisasi penggunaan pupuk organik juga lebih dioptimalkan agar petani tidak lagi menggunakan pestisida. "Peluang pasar ekspor sayuran Tana Toraja perlu dijaga. Kami berupaya seoptimal mungkin merangsang petani agar tetap menggunakan pupuk organik dalam membudidayakan sayur-mayurnya," ujarnya. Bupati menambahkan, masyarakat saat ini lebih suka mengonsumsi sayur organik. Karena itu, Pemkab Tana Toraja berencana akan memberikan pelatihan kepada petani cara menjaga mutu yang harus dipenuhi agar budi daya sayuran bisa diekspor. "Meskipun masa panen lebih lama, nilai jual sayuran organik lebih tinggi dibanding sayuran yang menggunakan pupuk nonorganik," ucapnya. Selain buncis, wortel dari Tana Toraja juga sudah menembus pasaran di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini wortel dari Tana Toraja sudah memenuhi permintaan berbagai pasar swalayan di Makassar maupun di luar Sulawesi. Bupati mengakui salah satu tingginya permintaan komoditas sayur-mayur petani Tana Toraja karena masih menggunakan pupuk organik. Namun, petani sayur di Tana Toraja dihadapkan dengan persoalan penggunaan pupuk organik, kualitas,serta kontinuitas jumlah produksi. "Potensi kesuburan tanah dan iklim di Tana Toraja sangat mendukung pengembangan sayuran. Jadi, sayur-mayur merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Tana Toraja," pungkasnya. Seputar Indonesia-joni lembang Source: http://www.makassarterkini.com/index...ini&Itemid=139 |
|
|
|
|
|
#99 |
|
Registered User
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,138
|
Senin, 10-10-2011
Atlet Lari Toraja Dapat Uang Pembinaan Peraih Medali Emas Lomba Lari POMNAS MAKALE, BKM -- Mahasiswi Fakultas Pendidikan Olahraga (FPOK) Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2009, Berta Sarira Bone, mendapatkan uang pembinaan prestasi dari Bupati Tana Toraja, Thefilus Allorerung, Sabtu (8/10). Pemberian uang pembinaan itu terkait prestasi mahasiswa berusia 19 tahun, kelahiran Lembang Sa’tandung, Kecamatan Saluputti, Kabupaten Tana Toraja, ini dalam bidang olahraga cabang atletik. Pada Pekan Olahraga Mahasiswa (POMNAS) se-Indonesia dari tanggal 19 hingga 22 September 2011 di Batam, Kepulauan Riau, Berta Marira Bone, mempersembahkan medali emas pada cabang atletik lari 800 meter dan medali perak untuk nomor 400 meter. Sebelumnya, ia mempersembahkan dua medali emas lari 400 meter dan 800 meter serta perak pada estafet 4x400 meter, pada Porda di Pangkep tahun 2010. Pemberian penghargaan dan uang prestasi oleh Bupati, Theofilus Allolrerung, melalui Komite Nasional Indonesia (KONI) Tana Toraja, ini berlangsung di ruang rapat Ketua DPRD Tana Toraja. Hadiah diserahkan Wakil Ketua KONI yang juga Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi. Hadir pula Ketua Harian KONI Tana Toraja, Laurel Andi Lolo, dan pengurus teras KONI Lainnya. Usai menerima uang pembinaan prestasi dari Bupati, Berta Sarira Bone, mengungkapkan, penghargaan dari Pemkab ini menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya untuk lebih berprestasi lagi ke depan. "Apa yang saya capai di PON dan POMNAS lalu merupakan langkah awal untuk meraih sukses. Tantangan selanjutnya lebih berat, namun tekad saya untuk berprestasi di tingkat nasional terbuka lebar. Sudah menjadi dambaan dan impian saya untuk Tana Toraja," ujar Berta Sarira Bone. Wakil Ketua KONI Tana Toraja, Welem Sambolangi, menjelaskan, selama periode JA Situru sebagai Ketua KONI, cukup banyak prestasi olahraga yang dicapai. Saat itu, JA Situru menjadi bapak angkat bagi setiap cabang olah raga dan mendorong setiap cabang olah raga untuk lebih aktif melakukan pembinaan di tingkat bawah. Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=54782 |
|
|
|
|
|
#100 |
|
Registered User
Join Date: Oct 2011
Location: JAKARTA
Posts: 1
Likes (Received): 0
|
LIMITED OFFER PENAWARAN TERBATAS GRAB IT!
LIMITED OFFER PENAWARAN TERBATAS GRAB IT!
http://usahaonlinerumah.weebly.com/ Bangga menjadi Brand Partner. Belum jadi Brand Partner? segera kunci posisi Anda. dan bergabunglah untuk menjadi Brand Partner di VeMMA. dapatkan bonusnya http://usahaonlinerumah.weebly.com/ ![]()
|
|
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|