Indonesia| All About Toll Roads (Existing, New Plans) - Page 41 - SkyscraperCity
 

forums map | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Highways and Roadways


Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old September 9th, 2019, 06:56 AM   #801
nick_1212
sobat padi
 
nick_1212's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: -
Posts: 959
Likes (Received): 596

Sebutkan 1 saja undang undang yang memperbolehkan masyarakt sipil a.k.a petugas outsourching perusahaan swasta a.k.a penjaga pintu tol melakukan penindakan lalu lintas. Dan juga bertanggung jawab penuh atas resiko kecelakaan. Sebutkan 1 pasal saja. kalau ada.

Quote:
Bagi sy, sy bayar tarif tertentu utk masuk tol.. Keselamatan sy harus terjamin.

Bagi sy tol adalah proyek swasta, mereka bekerja dengan rupiah pengguna jasa tol... sudah sepatutnya mereka juga bertanggung jawab.
Anda salah masuk tol. Perusahaan jalan tol tidak menjamin keselamatan penggunanya. Anda membayar hanya untuk fasilitasnya.

Bukan berarti perusahaan mengabaikan keselamatan. Sudah ada standar minimalnya. fungsinya hanya MEMINIMALISIR resiko kecelakaan. bukan MENJAMIN KESELAMATAN anda.

Kalau mengikuti keinginan anda. Harusnya dirut jasamarga sudah ada dalam penjara. Berikut ribuan karyawan lainnya.

Misalkan dikompleks perumahan anda kemalingan atau kriminal lainnya. Apakah satpam penjaga gerbang harus dipenjara? pakai pasal apa?

Anda: Sy bayar. harusnya keamanan sy terjamin? buat apa ada satpam kompleks? kalau masih kemalingan. buat pajangan? buat hiasan?

Mereka itu bukan MENJAMIN. tapi meminimalisir resiko. Juga bukan penanggungjawab atas apa yang terjadi dimata hukum. Kecuali mereka ikut bermain. Dan bisa dibuktikan secara hukum.

Quote:
Ga usah naif lah, ga susah menerka kendaraan yang ga layak masuk tol dari pintu gerbang tol.

Banyak contohnya, lihat Truk yang bak kayu nya tinggi berapa, tp muatannya lebih tinggi dari batas bak ny, bahkan terpalnya ada yang sengaja ditinggikan berbentuk segitiga.

Mustahil petugas gerbang tol tidak tahu, udh pasti itu dibiarkan,,
Sy ga naif ya... Pelanggaran memang harus dibuktikan. Jangan pake ilmu "tafsir" penglihatan.

Kalau mencolok tinggi dan bebannya. keliatan. Dan setahu saya langsung ditilang jika ketahuan petugas yang BERWENANG.

Pelanggaran kan ada dua. Overdimensi(Barang ringan, tidak berat/volume muatan) atau Overload (batas tonase) atau dua duanya.

Tinggi truk itu kalau tidak salah maksimal 1.7 dari lebar truk. Setiap truk lebarnya tidak sama.
Yang anda lihat itu. Yang terpalnya diatas bak itu. Belum tentu melanggar. Belum tentu tingginya melebihi 1.7 lebar bak truk.

Misalnya ketentuan tingginya 3.75 meter. lalu muatannya: 3.80 meter. Tanpa alat ukur. Hanya mengandalkan penglihatan mata. Bagaimana petugas bisa menindak?

Misalnya ketentuan tonase 35 ton. lalu muatannya 36 ton. Tanpa alat ukur. Hanya mengandalkan perasaan. Bagaimana petugas bisa membuktikan pelanggarannya?
__________________
The Spirit Carries On
nick_1212 no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 
Old September 9th, 2019, 09:42 AM   #802
Salman Aziz
Registered User
 
Salman Aziz's Avatar
 
Join Date: Jul 2018
Posts: 546
Likes (Received): 352

Seharusnya dari padalarang sampai Jatiluhur dibuat jalur darurat seperti ruas tol salatiga semarang. Di tol Cipularang cuma ada 1 jalur darurat, sebelum exit cikamuning, sedangkan dari salatiga sampai krapyak ada 10 jalur darurat
__________________
Salman Aziz no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2019, 09:45 AM   #803
fajarbuslovers
Bus & Model Photographer
 
fajarbuslovers's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Location: Bojong Menteng, Bekasi
Posts: 893
Likes (Received): 236

Sedikit anekdot saja :
Saya pernah motret di kawasan cafe yg instagrammable, tapi petugas dan manager di lapangan melarang mereka untuk memotret di sana krn melebihi ketentuan dan dikenakan cas atau bisa diproses ke aparat yg berwenang secara hukum.

Artinya tidak ada pasal yg memiliki wewenang masyarakat sipil bisa menindak pelanggaran, tapi memungkinkan bisa menindak bahkan mencegah mereka masuk seperti apa yang saya alami dan itu sudah semestinya dilakukan oleh masyarakat sipil a.k.a petugas tol di gerbang tol.

Ketika kita sudah bayar tol atau iuran RT, maka uang yg kita bayarkan itu sudah jadi amanah yg mesti dilaksanakan secara kompleks dan komperehensif.
Bahkan satpam, karyawan non sopir dan kru di lokasi perusahaan ekspedisi ybs digaji aja punya tanggung jawab yg sama, menjaga amanah supaya gak terjadi kecelakaan.
Artinya, perusahaan tol, karyawan, satpam dan lain sebagainya bertanggung jawab menjamin keselamatan bersama secara penuh dan utuh. Gak bisa diganggu gugat.

Di negara maju saja, jika sebuah institusi dan ke lembagaan terkena skandal seperti "Burning Sun" di Korea, penemu atau CEO YG Entertainment "yg masih terduga terkena" skandal saja mundur kok. Karena mereka gak bisa jaga amanah untuk menghibur para fansnya secara maksimal plus tertekan oleh desakan publik.
Jika prinsip amanah di atas dilakukan di Indonesia, saya yakin udah banyak Dirut JSMR kena penjara dan sering melakukan rotasi besar2an karena kecelakaan ini terjadi terus menerus.

Sebenarnya gampang kok untuk mengetahui kendaraan yg masuk jalan tol bisa terindikasi melanggar atau tidak:
1. Pasang CCTV, alat ukur dan timbangan elektonik di gerbang masuk tol, sepanjang jalur tok, bahkan di jalan raya sekalipun.
Makanya e-tle sudah saatnya menindak secara keseluruhan pelanggaran hukum bukan hanya uu lalu lintas saja. Dimana saja, bahkan di ranah privat sekalipun, yg penting ada kamera CCTV dan bisa mendeteksi aktivitas manusia. Tinggal bagaimana institusi ybs melakukan penindakan.

2. Jika ada indikasi pelanggaran, petugas penjaga gerbang tol bisa menindak langsung di lapangan. Jika dibiarkan dan akhirnya kecelakaan, siap2 aja petugas tol, karyawan perusahaan jalan tol bahkan sampe level tertinggi seperti dirut dan komisaris bisa dipidana atau dipecat dan mengalami rotasi besar2an. Karena amanah mereka gak dipenuhi. Bahkan satpam, pemberi tugas, pemilik perusahaan ekspedisi dan karyawan non operasional lapangan bisa dipidana kok dan dibredel izin usahanya.

Masyarakat kita sudah wajib banget memiliki integritas yg jauh lebih tinggi ketimbang negara maju.
__________________
Suka Foto Bus, Model dan Produk.
Instagram : @fbl.photoworks

fajarbuslovers no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2019, 11:28 AM   #804
ahonksirad
Registered User
 
ahonksirad's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Location: Yogyakarta
Posts: 4,807
Likes (Received): 1660

Quote:
Originally Posted by fajarbuslovers View Post
Sedikit anekdot saja :
Saya pernah motret di kawasan cafe yg instagrammable, tapi petugas dan manager di lapangan melarang mereka untuk memotret di sana krn melebihi ketentuan dan dikenakan cas atau bisa diproses ke aparat yg berwenang secara hukum.

Artinya tidak ada pasal yg memiliki wewenang masyarakat sipil bisa menindak pelanggaran, tapi memungkinkan bisa menindak bahkan mencegah mereka masuk seperti apa yang saya alami dan itu sudah semestinya dilakukan oleh masyarakat sipil a.k.a petugas tol di gerbang tol.

Ketika kita sudah bayar tol atau iuran RT, maka uang yg kita bayarkan itu sudah jadi amanah yg mesti dilaksanakan secara kompleks dan komperehensif.
Bahkan satpam, karyawan non sopir dan kru di lokasi perusahaan ekspedisi ybs digaji aja punya tanggung jawab yg sama, menjaga amanah supaya gak terjadi kecelakaan.
Artinya, perusahaan tol, karyawan, satpam dan lain sebagainya bertanggung jawab menjamin keselamatan bersama secara penuh dan utuh. Gak bisa diganggu gugat.

Di negara maju saja, jika sebuah institusi dan ke lembagaan terkena skandal seperti "Burning Sun" di Korea, penemu atau CEO YG Entertainment "yg masih terduga terkena" skandal saja mundur kok. Karena mereka gak bisa jaga amanah untuk menghibur para fansnya secara maksimal plus tertekan oleh desakan publik.
Jika prinsip amanah di atas dilakukan di Indonesia, saya yakin udah banyak Dirut JSMR kena penjara dan sering melakukan rotasi besar2an karena kecelakaan ini terjadi terus menerus.

Sebenarnya gampang kok untuk mengetahui kendaraan yg masuk jalan tol bisa terindikasi melanggar atau tidak:
1. Pasang CCTV, alat ukur dan timbangan elektonik di gerbang masuk tol, sepanjang jalur tok, bahkan di jalan raya sekalipun.
Makanya e-tle sudah saatnya menindak secara keseluruhan pelanggaran hukum bukan hanya uu lalu lintas saja. Dimana saja, bahkan di ranah privat sekalipun, yg penting ada kamera CCTV dan bisa mendeteksi aktivitas manusia. Tinggal bagaimana institusi ybs melakukan penindakan.

2. Jika ada indikasi pelanggaran, petugas penjaga gerbang tol bisa menindak langsung di lapangan. Jika dibiarkan dan akhirnya kecelakaan, siap2 aja petugas tol, karyawan perusahaan jalan tol bahkan sampe level tertinggi seperti dirut dan komisaris bisa dipidana atau dipecat dan mengalami rotasi besar2an. Karena amanah mereka gak dipenuhi. Bahkan satpam, pemberi tugas, pemilik perusahaan ekspedisi dan karyawan non operasional lapangan bisa dipidana kok dan dibredel izin usahanya.

Masyarakat kita sudah wajib banget memiliki integritas yg jauh lebih tinggi ketimbang negara maju.
sebenarnya yang ditekankan adalah

Siapa yang punya hak dan wewenang menindak.

UU kita belum mengatur secara spesifik penegakan hukum lalu lintas secara khusus pada jalan yang dikuasai oleh korporat, seperti jalan tol ini.

Polisi dan Kemenhub sejatinya bisa menegakkan hukum asal ada jaminan legal formal, mis. membuat sistem a la SAMSAT, tapi khusus untuk law enforcement di jalan tol: Polri, Kemenhub, BPJT, BUJT. Minimal ini dulu. Kalau mau advanced bisa diperluas seperti yang disebutkan di atas (Kemendagri untuk KTP, BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan untuk penunggak iuran, dsb.)

Ini pun juga mesti hati-hati agar tidak jatuh ke dalam face recognition enforcement a la PRC yang rawan penyalahgunaan oleh pihak berwenang.
__________________
"Ikut hati mati, ikut rasa binasa"

-pepatah-
ahonksirad no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2019, 12:16 PM   #805
goesoer
Registered User
 
Join Date: Jun 2015
Location: Jakarta
Posts: 1,352
Likes (Received): 655

sudah jelas sih siapa yg harus menindak sebenernya. Jalan tol itu cuma status jalan aja, sama halnya kyk jalan nasional, jalan provinsi, jalan komplek. Mereka itu cuma ngurus ke kelayakan jalan aja, pengaspalan, instalasi penerangan, rambu2, pokoknya ke perawatan lah. Masalah ada pelanggaran apapun bentuknya ya udh pada tahu lah ranahnya siapa, sama aja kyk jalan2 yg lain. Fungsi petugas mereka ya cuma melengkapi.

Yg nggk ada itu kesadaran dr operator jalan tol, bener mereka juga seharusnya aware dengan hal2 macam ini sehingga bisa menyediakan instrumen kontrol muatan, atau minimal ada orang yg ngawasin betul2. Kalau mereka bisa seconcern ketika aturan ganjil-genap di jalan tol bisa mereka terapkan, sy rasa mslh ini bisa diatasi.
goesoer no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2019, 01:41 PM   #806
ahonksirad
Registered User
 
ahonksirad's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Location: Yogyakarta
Posts: 4,807
Likes (Received): 1660

berarti yang mestinya bertanggung jawab adalah BPJT, karena tidak mencantumkan kewajiban BUJT menyediakan timbangan a la jembatan timbang di setiap lorong gardu tol sebagai syarat pelayanan minimum (SPM). Kalau udah masuk SPM, BUJT nggak boleh sembarangan minta tariff adjustment (baca: kenaikan) per 2 tahun kalau semua gardu tolnya tidak dilengkapi timbangan.
__________________
"Ikut hati mati, ikut rasa binasa"

-pepatah-

Andre Masbro liked this post
ahonksirad no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2019, 01:49 PM   #807
goesoer
Registered User
 
Join Date: Jun 2015
Location: Jakarta
Posts: 1,352
Likes (Received): 655

harusnya kalau mau ambil aspek keekonomian pun, mereka jg harusnya peduli dengan lebih muatan ini. Dampaknya kan banyak, mulai dari si kendaraannya itu yg bergerak lebih lambat -> traffic tersendat, dan kalau ada aparat menilang atau katakan kendaraan itu mogok jg akan ada gangguan lg dr berhentinya si kendaraan itu. Belum lagi resiko aspal yg lebih cepat rusak.

Semoga semuanya sadar lah, termasuk pengguna jalan tol itu jg. Jalur darurat jg harus itu untuk disiapkan. Semua saling berbenah lah.
__________________

ahonksirad, Andre Masbro liked this post
goesoer no está en línea   Reply With Quote
Old September 14th, 2019, 02:57 AM   #808
gibranalnn
Hadir Untuk Negeri
 
gibranalnn's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Location: Jakarta
Posts: 758
Likes (Received): 179

btw agak oot
sangat indonesia bgt

__________________
sssSelamat datang para penumpang

democles liked this post
gibranalnn no está en línea   Reply With Quote
Old September 14th, 2019, 02:05 PM   #809
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 34,674
Likes (Received): 3563

Quote:
Originally Posted by nick_1212 View Post
Sebutkan 1 saja undang undang yang memperbolehkan masyarakt sipil a.k.a petugas outsourching perusahaan swasta a.k.a penjaga pintu tol melakukan penindakan lalu lintas. Dan juga bertanggung jawab penuh atas resiko kecelakaan. Sebutkan 1 pasal saja. kalau ada.


Anda salah masuk tol. Perusahaan jalan tol tidak menjamin keselamatan penggunanya. Anda membayar hanya untuk fasilitasnya.

Bukan berarti perusahaan mengabaikan keselamatan. Sudah ada standar minimalnya. fungsinya hanya MEMINIMALISIR resiko kecelakaan. bukan MENJAMIN KESELAMATAN anda.

Kalau mengikuti keinginan anda. Harusnya dirut jasamarga sudah ada dalam penjara. Berikut ribuan karyawan lainnya.

Misalkan dikompleks perumahan anda kemalingan atau kriminal lainnya. Apakah satpam penjaga gerbang harus dipenjara? pakai pasal apa?

Anda: Sy bayar. harusnya keamanan sy terjamin? buat apa ada satpam kompleks? kalau masih kemalingan. buat pajangan? buat hiasan?

Mereka itu bukan MENJAMIN. tapi meminimalisir resiko. Juga bukan penanggungjawab atas apa yang terjadi dimata hukum. Kecuali mereka ikut bermain. Dan bisa dibuktikan secara hukum.


Sy ga naif ya... Pelanggaran memang harus dibuktikan. Jangan pake ilmu "tafsir" penglihatan.

Kalau mencolok tinggi dan bebannya. keliatan. Dan setahu saya langsung ditilang jika ketahuan petugas yang BERWENANG.

Pelanggaran kan ada dua. Overdimensi(Barang ringan, tidak berat/volume muatan) atau Overload (batas tonase) atau dua duanya.

Tinggi truk itu kalau tidak salah maksimal 1.7 dari lebar truk. Setiap truk lebarnya tidak sama.
Yang anda lihat itu. Yang terpalnya diatas bak itu. Belum tentu melanggar. Belum tentu tingginya melebihi 1.7 lebar bak truk.

Misalnya ketentuan tingginya 3.75 meter. lalu muatannya: 3.80 meter. Tanpa alat ukur. Hanya mengandalkan penglihatan mata. Bagaimana petugas bisa menindak?

Misalnya ketentuan tonase 35 ton. lalu muatannya 36 ton. Tanpa alat ukur. Hanya mengandalkan perasaan. Bagaimana petugas bisa membuktikan pelanggarannya?
Mohon jangan pakai Analogi Satpam Kompleks, rata2 satpam kompleks ga ada yang dengan sengaja membiarkan orang2 berbahaya masuk. Agak beda dengan Petugas di Gerbang Tol, emang kenyataannya ada kesengajaan kok membiarkan kendaraan yang jelas ga memenuhi standar, bahkan membahayakan. Btw, satpam kompleks jelas bisa dihukum, kalau dia secara sadar memasukkan orang2 berbahaya ke kompleks.

Terserah cara anda melihatnya, intinya hampir setiap kecelakaan yang disebabkan kendaraan besar. Adalah sesuatu hal yang bisa dicegah seawal dari gerbang tol. Ntah itu pecah ban, muatan tiba2 lepas dan berterbangan. Ketika sudah di dalam tol, we can clearly see ada kendaraan bermasalah di tol. Rasanya mustahil kalau petugas tol tidak tahu. ... ya jangan2 memang ada pembiaran, kita lihat faktanya ajalah, jalan tol itu kalau semuanya sesuai standar seharusnya tidak menyebabkan tol berlubang sedemikian parah, bahkan ga perlu ada namanya bottleneck gara2 beberapa kendaraan berat gagal mencapai kecepatan minimum.

Sy rasa kalau kecelakaan disebabkan human error, mungkin pidana nya bukan di pelaku. Tp kalau kesalahannya karena kendaraan bermasalah ny yang gagal distop di Gerbang tol. Sy rasa sih sudah saatnya kita memperkarakan pengelola tol nya juga. Dan sy rasa memang sudah saatny kalau ada kasus serupa, tanggung jawabnya di cascade mulai dari yang bawah sampe ke atas. Jangan2 petunjuk membiarkan Kendaraan bermasalah emang datang dari atasan2nya juga.

Sy tetap tidak setuju kalau Gerbang Tol tidak punya otoritas terus lepas tangan. Mereka jelas punya kok, Gerbang tol dan petugasnya itu bisa menyetop motor yang masuk tol , bisa menyetop pejalan kaki, bisa menyetop kendaraan yang ga bayar,otoritas yang sama harus diterapkan pula ke kendaraan bermasalah. Yang bikin tol berlubang, yang buat kecelakaan fatal.

Btw, walaupun anda outsourcing, tetap ada manajer nya, tetap ada juknisnya, kalau bersalah ya tetap dihukum. Outsource pun bukan berarti lepas tanggung jawab, justru mereka ada di situ utk bertanggung jawab.

Sy cuman gusar, kalau ada kecelakaan di tol most of the time Human Error si pengendara lah, pemilik kendaraan lah. Padahal, kenyataannya adalah bukan masalah si truk nya itu, tp kendaraan2 di sekitarnya itu yang perlu dilindungi keamanannya. Itulah kenapa Jalan Tol itu masukny bayar.

Di atas ada yang saran soal SPM Jalan Tol, sudah saatnya level kecelakaan lalu lintas dimasukkan dalam SPM. Biar pengelola jalan tol ga seenaknya saja mengemis naik tarif tol, tp mengabaikan keselamatan pengguna lain dengan membenarkan kendaraan bermasalah utk masuk tol.
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old September 16th, 2019, 02:24 AM   #810
fajarbuslovers
Bus & Model Photographer
 
fajarbuslovers's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Location: Bojong Menteng, Bekasi
Posts: 893
Likes (Received): 236


Honestly, sebenarnya pencegahan kecelakaan di jalan tol wajib dilakukan di awal keberangkatan, harusnya satpam/petugas di tempat ia bekerja di truk ekspedisi bisa mengawasi hal ini.
Sehingga ketika kecelakaan terjadi di jalan tol, seluruh jajaran direksi dan karyawan BUJT, perusahaan truk ekspedisi hingga pemberi tugas bertanggung jawab dan dituntut secara pidana dan perdata.

Even jika kecelakaan jalan raya disebabkan krn kondisi infrastruktur yg tidak memadai, kita bisa pidanakan pemerintah daerah bahkan pusat yg lalai beserta lembaga yg terkait.
__________________
Suka Foto Bus, Model dan Produk.
Instagram : @fbl.photoworks

fajarbuslovers no está en línea   Reply With Quote
Old September 16th, 2019, 04:43 AM   #811
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 34,674
Likes (Received): 3563

Quote:
Originally Posted by fajarbuslovers View Post

Honestly, sebenarnya pencegahan kecelakaan di jalan tol wajib dilakukan di awal keberangkatan, harusnya satpam/petugas di tempat ia bekerja di truk ekspedisi bisa mengawasi hal ini.
Sehingga ketika kecelakaan terjadi di jalan tol, seluruh jajaran direksi dan karyawan BUJT, perusahaan truk ekspedisi hingga pemberi tugas bertanggung jawab dan dituntut secara pidana dan perdata.

Even jika kecelakaan jalan raya disebabkan krn kondisi infrastruktur yg tidak memadai, kita bisa pidanakan pemerintah daerah bahkan pusat yg lalai beserta lembaga yg terkait.

Setuju, pengusaha pemilik kendaraan wajib memastikan hal ini karena tanggung jawab terbesar ada pada mereka ini.

Tapi ketika akan masuk Jalan Tol, itu harusnya ada pengecekan lagi.

Karena utk memastikan keselamatan dan meminimalisir risiko, itu memang tidak bisa cuman satu kali. Kalau perlu dicek dan diricek beberapa kali.

Karena apa, bisa saja ada perubahan kondisi kendaraan in between checking. Jadi idealny semua pengecekannya tiap lapisnya berjalan.

Kalau sy pengguna tol yang berbayar, rasanya kalau sy mau nuntut pemilik truknya itu runutnya kejauhan, sy harus mulai dari lapisan pengecekan yang terdekat dengan saya dulu. Cek dulu supirnya lalai atau tidak, kemudian cek Gerbang Tol nya, lalai tidak. Kalau tidak maka mundur lagi ke pengecekan sebelumny itu baru runut balik ke pengusaha ekspedisinya.

Emang demi efisiensi hukum, kita cenderung memilih mana yang paling bersalah, ketimbang menghukum semua orang yang terlibat ketika kecelakaan lalu lintas.

Menurut sy, ini approach basi. Karena seperti menegasikan prinsip tol sebagai Jalan pelayanan berbayar, seolah2 pengelola tol selalu bersih setiap ada kemalangan lalu lintas. Mungkin SPM nya mesti lebih ditegakkan lagi, bahkan diperketat.

Lagipula kalau sy sesama pengguna jalan tol, sy tidak bisa kontrol atau mengeluh ke pengusaja ekspedisi agar lebih menjaga keamanan armada mereka. Pastinya sy mengeluh ke Pengelola Jalan tol. Karena dari segi layer komunikasi, itu lebih make sense dan paling dekat dengan sy.
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old September 21st, 2019, 02:01 AM   #812
Venantio
Je me souviens
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 10,487
Likes (Received): 2176

Itu sebabnya di negara maju, utk jadi sopir truk itu susah dan mahal karena memang sopirlah yg pertama2 bertanggung jawab atas muatannya. Sopirlah yg pertama kali saat sebelum keberangkatan diwajibkan utk mengecek segala aspek kendaraan dan muatannya. Sopir pulalah yg harus bertanggung jawab pada muatannya dan mengerti apakah muatannya berbahaya atau tidak.

Saya belajar banyak dari sistem lalu lintas di Amerika Utara yg sangat strict soal ini. Tentunya masih saja ada yg kecelakaan tapi setidaknya kecelakaan yg diakibatkan macam kelebihan beban dan rem blong hampir tidak pernah terdengar. Apalagi kalau pakai rem angin.

Sopir truk punya wewenang dan bisa menolak muatan atau komplen jika saat melakukan pemeriksaan sebelum berangkat menemukan ada hal2 yg tidak sesuai atau berpotensi akan bermasalah.

Mungkin sudah tiba waktunya utk membuat peraturan:

1. Truk tidak boleh lagi terbuka. Harus pakai box. Ini utk meminimalisir kemungkinan barang diangkut melebihi ketinggian atau lebar maksimal.

2. Truk (juga bus) harus memasang speed limiter secara elektronik, sehingga tidak lagi memberi kesempatan utk ngebut melebihi kecepatan maksimal. Menurut saya, kendaraan2 tersebut dibatasi menjadi maksimal 90kpj.

3. Law enforcement. Ini yg sangat penting dan menjadi titik lemah bangsa Indonesia. Sudah waktunya law enforcement ditegakkan semaksimal mungkin.

4. Bikin pintu2 masuk tol sekaligus tempat utk menimbang dan mengukur berat dan dimensi kendaraan besar. Beri jalur khusus utk itu dan begitu diketahui ada masalah, truk tidak boleh masuk tol dan harus minggir utk berurusan dgn yg berwenang. Dalam hal ini dishub dan/atau kepolisian.

5. Sopir truk tidak boleh lagi sembarangan. Mereka harus sekolah utk mendapatkan SIM dan dibekali pengetahuan cukup. Perusahaan wajib memberi training berkala misal 6 bulan sekali. SIM truk tidak boleh lepas dari pengawasan ketat dan setiap perpanjangan harus ikut ujian. Tidak lulus ujian wajib mengulang sampai beberapa kali, misalkan 5 kali. Jika tetap tidak lulus, sopir truk dilarang menyetir dan SIM diubah ke SIM biasa. Sopir harus masuk sekolah mengemudi truk lagi.

6. Gaji sopir truk harus diperbaiki seiring dengan tanggung jawabnya yg besar.

7. Buat aturan tanggung renteng dgn sopir truk sebagai penanggung jawab pertama, kemudian ke perushn.
__________________
"His pain became my pain. His joy became my joy..." Mary Austin about Freddie Mercury

Last edited by Venantio; September 21st, 2019 at 03:08 AM.
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old September 21st, 2019, 04:43 PM   #813
fajarbuslovers
Bus & Model Photographer
 
fajarbuslovers's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Location: Bojong Menteng, Bekasi
Posts: 893
Likes (Received): 236

Menurut gue, poin 2, 5 dan 6 yg menjadi yang lebih krusial.

Kendaraan truk tidak boleh lebih lamban di bawah 60 km/j, lebih cepat 80 km/j ketika di tol.
Begitupun di jalan raya perkotaan, truk gak boleh lebih rendah 20 km/j dan lebih cepat 50 km/j.
Apapun alasannya.

5. Setuju dengan rekrutmen ketat sopir, kenek dan kondektur truk atau bus. Minimal harus sekolah kejuruan khusus mengemudi kenddaraan berat dan mendapatkan sertifikat dengan nilai setara S1. Mereka wajib mengikuti pelatihan semi-militer selama 1 - 2 bulan atau telah mengikuti wamil selama 1-2 tahun untuk persiapkan mental sekuat cor beton kelas I.

Soal gaji, emang udah harus naik. Kalau bisa, minimal gaji sebulan 2-3x lipat umr tertinggi di Indonesia. Sopir truk juga harus dapat jaminan semua asuransi super ekstra ketika kecelakaan ini terjadi lagi
Di negara maju bahkam berkembang, profesi sopir2 truk dan bus/alat berat sangat dihormati dan sangat dihargai. Jika kedapatan melanggar, izin perusahaan ekspedisi bisa dibredel dan dipidana secara hukum.

Dan harus ada undang-undang atau revisi uu lalu lintas yang mengharuskan peraturan2 di atas diterapkan.
__________________
Suka Foto Bus, Model dan Produk.
Instagram : @fbl.photoworks


welhadlah, JR1704RSD liked this post

Last edited by fajarbuslovers; September 21st, 2019 at 04:50 PM.
fajarbuslovers no está en línea   Reply With Quote
Old September 22nd, 2019, 03:45 AM   #814
ahonksirad
Registered User
 
ahonksirad's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Location: Yogyakarta
Posts: 4,807
Likes (Received): 1660

soal poin 6, sulit karena pola kerja ekspedisi ini banyak freelancenya.
__________________
"Ikut hati mati, ikut rasa binasa"

-pepatah-
ahonksirad no está en línea   Reply With Quote
Old September 22nd, 2019, 05:58 AM   #815
Venantio
Je me souviens
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 10,487
Likes (Received): 2176

Quote:
Originally Posted by ahonksirad View Post
soal poin 6, sulit karena pola kerja ekspedisi ini banyak freelancenya.
Ya nomer 6 adalah sopir yg memang employee perusahaan.

Sementara utk freelance ya beda lagi perlakuannya. Freelance juga tidak apa2. Di negara maju, contoh di Canada namanya owner operator. Kalau yg seperti ini bukan lagi gaji namanya, tapi tentunya sistem kontrak. Bisa juga para sopir itu juga self-employed. Tapi tetap saja tidak bisa sembarangan. Yg penting, utk jadi sopir truk, orang harus belajar secara khusus. Tidak bisa sembarangan.
__________________
"His pain became my pain. His joy became my joy..." Mary Austin about Freddie Mercury
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old September 24th, 2019, 10:45 AM   #816
ragustiono
Registered User
 
Join Date: Nov 2018
Posts: 287
Likes (Received): 329

nanya dong, ada yang tau gak yah info kao jalur bogor bandung via puncak trus cianjur bakalan dibangun tol atau gak ?

denger kabarnya yang dibangun malah dari sukabumi ke cianjur baru nyambung padalarang..
__________________
__________________________________________________________________________
Visited Airport
CGK, HLP, KJT, SRG, JOG, SUB, DPS, KNO, PKU, MED, JED, RUH, SIN, KUL, MEL, SYD, BNE
ragustiono no está en línea   Reply With Quote
Old September 24th, 2019, 05:15 PM   #817
Venantio
Je me souviens
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 10,487
Likes (Received): 2176

Quote:
Originally Posted by ragustiono View Post
nanya dong, ada yang tau gak yah info kao jalur bogor bandung via puncak trus cianjur bakalan dibangun tol atau gak ?

denger kabarnya yang dibangun malah dari sukabumi ke cianjur baru nyambung padalarang..
Wah.. ngebongkar gunung dong..
__________________
"His pain became my pain. His joy became my joy..." Mary Austin about Freddie Mercury
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old September 24th, 2019, 07:24 PM   #818
irham2008
Registered User
 
Join Date: Jul 2018
Location: Bekasi, Jakarta, Surabaya
Posts: 1,747
Likes (Received): 1220

Bakal susah klo tolnya lewat puncak.. kendalanya:
1. Kontur tanah,
2. Kepadatan penduduk sepanjang jalur Puncak
__________________
CGK, JOG, SUB, DPS, LOP, PDG, MDC, SIN, JED, MED
irham2008 no está en línea   Reply With Quote
Old September 25th, 2019, 12:52 AM   #819
cis logos
Cis Indische (2011-2018)
 
cis logos's Avatar
 
Join Date: Feb 2018
Location: Nusantara - Europe (Return)
Posts: 1,075
Likes (Received): 1344

Klo mau bangun lewat Puncak dan menjaga kawasan tsb tetap asri utk kelestarian hutan dan pariwisata. Mau ga mau harus bangun terowongan. Ga usah malu2 belajar dari China lah. Tol2 terowongan mereka keren2.
cis logos no está en línea   Reply With Quote
Old September 25th, 2019, 10:55 AM   #820
svaerd firemanska
Registered User
 
svaerd firemanska's Avatar
 
Join Date: Aug 2013
Location: Pekalongan & Jakarta
Posts: 8,368
Likes (Received): 2850

Quote:
Originally Posted by cis logos View Post
Klo mau bangun lewat Puncak dan menjaga kawasan tsb tetap asri utk kelestarian hutan dan pariwisata. Mau ga mau harus bangun terowongan. Ga usah malu2 belajar dari China lah. Tol2 terowongan mereka keren2.
lah itu terowongan tol cisumdawu siapa yang bikin?
__________________
"Bertanyalah kepadaku dan akan kuceritakan dunia".
"The Book Philosophy"



svaerd firemanska no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 02:10 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2019, vBulletin Solutions Inc.
vBulletin Security provided by vBSecurity v2.2.2 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us