GA | Garuda Indonesia | The Airline of Indonesia - Page 782 - SkyscraperCity
 

forums map | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Airports and Aviation


Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old June 16th, 2019, 05:55 PM   #15621
emyrr3096
Registered User
 
emyrr3096's Avatar
 
Join Date: Nov 2012
Posts: 4,881
Likes (Received): 714

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Dibanding dikasih cutlery plastik, mending kasih sandwich aja deh... gak perlu cutlery kan? cuma perlu bungkus kertas.
Gak perlu aluminium case/foil, gak perlu tray, gak perlu condiment (kecuali sambal sachet)

Gak usah pakai box. Pakai kertas saja cukup.



Orang India yang punya duit untuk wisata belum sebanyak orang RRT. Dan orang India kalau wisata masih yang dekat-dekat spt Dubai, dll atau yang jauh sekalian kayak Eropa, USA, Aussie.
Iya lumayan gausah ngebuang eco bag yag not so eco, belum lagi kemasan2 lainnya. Atau ya dikasi gitu 'gaenak' ngelayanin roti sebiji langsung


jadi awal cukup kasih permen (terbangkan ekspektasi rang-orang yang naiknya sekali2), trs nanti bagiin sandwich dan minum pilih diantara 2 juice drink, teh/kopi, atau air mineral botol mini. kelar deh.


Kerja sama kacang ya buat penerbangan internasional GA sama snack QG, SJ, IN aja

Quote:
Originally Posted by bama84 View Post
Kalo GA ingin buka rute ke India (Mumbai / New Delhi), baiknya dimulai dari Kuala Namu,Medan. Jadi Medan - Mumbai/ Delhi - Medan dengan Boeing 737-800 bolehlah Di kota Medan banyak komunitas India, juga ada konsulat India. Dari Medan sekitar 4 jam terbang ke Mumbai. Transit di Medan bisa lanjut ke Jakarta atau Batam.
A SI AAAAAAPPPPPP



panjang juga bahasan rekan-rekan soal India sampai bahas Hindu, persamaan dan perbedaan. Intinya gak seseru pasar penerbangan dari/ke Cina gitu aja kok repottt...
__________________
3410x6310

citradewa liked this post
emyrr3096 no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 
Old June 17th, 2019, 05:14 PM   #15622
Venantio
Je me souviens
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 10,162
Likes (Received): 2074

Garuda ini sudah buka lagi penerbangan ke LA belum sih? Dulu pernah ada dari Jakarta-Denpasar-Biak-Honolulu-LA. Tapi berhenti dan nggak tahu sekarang mau buka lagi.. Sempet denger rumor mau buka lagi, tapi entah kelanjutannya.
__________________
"His pain became my pain. His joy became my joy..." Mary Austin about Freddie Mercury
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old June 17th, 2019, 05:56 PM   #15623
westlondonbloke
Registered User
 
westlondonbloke's Avatar
 
Join Date: Aug 2017
Location: Jakarta, Bali and London
Posts: 1,059
Likes (Received): 1195

GA | Garuda Indonesia | The Airline of Indonesia

[SIZE=“5”]BEI Tunggu Keputusan Final OJK soal Sanksi kepada Garuda Indonesia[/SIZE]

Oleh Bawono Yadika pada 17 Jun 2019, 11:30 WIB






Quote:
Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku tengah menunggu keputusan final dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait sanksi yang akan diberikan kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) atas laporan keuangan perusahaan tahun buku 2018 yang menuai polemik.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, manajemen bursa kini sedang berkoordinasi intens dengan OJK perihal sanksi terhadap maskapai plat merah tersebut ke depan.

"Kami sudah koordinasi dengan OJK. Dan sedang menunggu keputusan final dari OJK," tutur dia di Gedung BEI, Senin (17/6/2019).

Terkait apakah ada kemungkinan revisi laporan keuangan Garuda Indonesia nantinya, Nyoman belum membeberkan lebih lanjut langkah kedepan itu dari manajemen bursa.

"Kita akan lihat initial recognition itu harusnya tidak lepas dari periode 15 tahun. Kemudian kualitas aset atau piutangnya. Aturan dapatnya cash secara oktober 2018 sampai sekarang nggak dapat. Sehingga laporan keuangan Maret tentunya akan kita pertanyakan juga tentang kualitas piutangnya," ucapnya.

Dia pun menegaskan, manajemen bursa sepenuhnya menunggu ketetapan yang akan diputuskan oleh OJK kepada Garuda Indonesia. "Finalnya kita tunggu OJK," terang dia.


https://m.liputan6.com/bisnis/read/3...ruda-indonesia
westlondonbloke no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 02:50 AM   #15624
123javanese
Registered User
 
Join Date: Dec 2016
Location: Starling City
Posts: 350
Likes (Received): 152

Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
Garuda ini sudah buka lagi penerbangan ke LA belum sih? Dulu pernah ada dari Jakarta-Denpasar-Biak-Honolulu-LA. Tapi berhenti dan nggak tahu sekarang mau buka lagi.. Sempet denger rumor mau buka lagi, tapi entah kelanjutannya.
boro-boro maw ke LA mas'eee, maintain rute eksisting aja acak-kadut seperti airlines amatiran, domestik keteteran tanpa arah yg jelas. rute london buka-tutup-buka-tutup-buka-tutup seperti abg galau, maw niatnya juga sih buka rute ke CDG dan FRA tapi sebatas impian belaka


__________________

bagus70 liked this post
123javanese no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 04:33 AM   #15625
AA4013
Registered User
 
Join Date: Apr 2019
Posts: 7
Likes (Received): 2

https://tirto.id/soal-laporan-keuang...na-sanksi-ecxC

tirto.id - Pemeriksaan terhadap laporan keuangan 2018 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mulai menemukan titik terang. Namun, hingga saat ini, otoritas yang memeriksa "kejanggalan" atas pendapatan emiten berkode GIAA itu masih saling tunggu.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), misalnya, belum memberikan pernyataan resmi soal hasil pemeriksaan serta sanksi yang bisa dijatuhkan kepada Garuda serta Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Brata dan Rekan selaku auditor.

Meski berkesimpulan soal kesalahan akuntansi, kata Sekjen Kemenkeu Hadiyanto, pihaknya masih perlu berkoordinasi dengan OJK lantaran Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka yang sebagian sahamnya dimiliki oleh publik. “Sanksi yang berkaitan dengan dugaan adanya kalalaian dalam pelaksanaan audit dan pemberian opini perlu (disampaikan) secara bersama dengan OJK," ujarnya di kantor Kemenkeu, Jumat pekan lalu (14/6/2019).

Sebaliknya, Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anto Prabowo, mengatakan pihaknya masih menunggu kesimpulan atas dugaan kelalaian jasa akuntan publik tersebut. Sebab, wewenang OJK untuk memberikan sanksi terhadap akuntan publik, kata Anton, harus dilandasi oleh rekomendasi resmi Kementerian Keuangan. "Kalau untuk [sanksi] KAP, kewenangan ada di Kemenkeu. OJK akan koordinasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) soal aspek transparansi dan kaitannya dengan market conduct," ucap Anto saat dikonfirmasi reporter Tirto, Senin (17/6/2019). Menguatnya dugaan "kesalahan akuntansi" atas pengakuan pendapatan GIAA atas perjanjian kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi dan Citilink Indonesia itu juga disampaikan oleh otoritas bursa.

Berdasarkan sejumlah dokumen serta penjelasan pihak-pihak terkait, kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya, ada kejanggalan terkait dengan piutang yang diakui sebagai pendapatan dalam laporan keuangan Garuda tahun lalu.

Pertama, soal initial recognition atau pengakuan pertama kali yang disampaikan perseroan atas pendapatan dari kerja sama dengan Mahaka. Kedua, dari sisi kualitas aset, yakni piutang yang diakui perseroan sebagai pendapatan. Jika perseroan mengakui pendapatan tersebut sebagai piutang, kata Nyoman, maka perseroan harus bisa menjamin bahwa piutang tersebut akan dibayarkan. Sebab, dalam ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 23 mengenai pendapatan, transaksi jasa hanya bisa dicatatkan sebagai pendapatan pada tanggal terjadinya perjanjian transaksi dengan catatan: tingkat penyelesaian bisa diukur dengan handal.

Jika tidak dapat diukur, maka seharusnya pembayaran dari Mahata Aero Teknologi sudah diterima pada Oktober 2018. Sebab, bila jumlah yang telah diakui sebagai pendapatan itu tidak tertagih, maka Garuda akan menanggung beban triliunan rupiah nantinya. "Sampai sekarang, kan, enggak dapat [pembayaran]. Sehingga laporan keuangan yang Maret tentunya akan kami pertanyakan juga tentang pengakuan kualitas piutangnya, terutama initial recognition. Itu kami sudah sampaikan ke OJK," tutur Nyoman saat ditemui di gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Kini, Nyoman menegaskan, bursa tinggal berkoordinasi dengan OJK untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Salah satunya, soal keharusan Garuda untuk melakukan restatement atas laporan keuangan 2018 tersebut. "Kami sudah koordinasi dengan OJK dan sedang menunggu untuk [memberikan keputusan] itu," ucapnya. Namun, terkait dengan dugaan Kemenkeu, kata Nyoman "kami tidak bisa komentar." Yang jelas, kata Nyoman, BEI telah meminta masukan terkait audit janggal laporan keuangan tersebut dari Ikatan Akuntan Indonesia serta Institut Akuntan Publik. "Keduanya kami mintakan informasi yang tentunya tidak bisa saya sampaikan secara rinci karena bersifat privat,"imbuh Nyoman.

Sebelumnya, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal mengklaim bahwa perusahaannya tidak melanggar Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 23 karena secara subtansi pendapatan dapat dibukukan sebelum kas diterima. Ia juga meyakinkan semua pihak agar tak perlu curiga dengan laporan maskapai pelat merah tersebut. Apalagi, menurut dia, auditor yang memeriksa laporan keuangan Garuda, yakni Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan merupakan anggota dari BDO International.

Terkait ini, reporter Tirto berusaha menhubungi nomor Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan untuk meminta konfirmasi. Namun, hingga artikel ini dirilis, mereka belum meresponsnya. Baca juga artikel terkait GARUDA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana (tirto.id - Bisnis) Reporter: Hendra Friana Penulis: Hendra Friana Editor: Abdul Aziz
AA4013 no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 01:49 PM   #15626
Jello18
Registered User
 
Join Date: Apr 2018
Posts: 91
Likes (Received): 31

No more World’s Top 10 Airlines and World’s Best Cabin Crew
__________________

westlondonbloke liked this post
Jello18 no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 01:52 PM   #15627
Kaskus83
Registered User
 
Join Date: Dec 2017
Posts: 6
Likes (Received): 3

Breaking News!

Garuda Indonesia Loses World Best Cabin Crew Skytrax 2019 Awards to Singapore Airlines, and Garuda Indonesia isn't top 10 airline on Skytrax 2019 list (12).

link : https://www.worldairlineawards.com/w...bin-crew-2019/
__________________

westlondonbloke, bagus70 liked this post
Kaskus83 no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 02:13 PM   #15628
Wahyujuli25_
Registered User
 
Join Date: May 2017
Posts: 160
Likes (Received): 88

Baru mau update, World Best Cabin Crew jadi peringkat 2 dibawah SQ dan peringkat world best airline di urutan 12 disalip Lufthansa, Qantas, ama JAL. Kayaknya tahun ini stop kasih sesajen ke Skytrax wkwkwk.

Mungkin bisa jadi bahan diskusi menarik, dengan harga sekarang apakah GA akan mencoba strategi menaikkan volume penerbangan dan jumlah kursi, mengingat harga gak beda jauh dengan kompetitor bahkan dengan LCC+Bagasi berbayar, yield mentok, target revenue dan melihat jadwal flight H-1 keluar masuk CGK lebih banyak Flight GA Sold Out dibanding maskapai lain (disamping jadwal domestik GA paling banyak di CGK). Kayaknya harga yang sekarang justru menguntungkan GA karena lebih mudah penuhin pesawat nya (fenomena sama mungkin berlaku di Batik).
__________________

FNI liked this post
Wahyujuli25_ no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 03:08 PM   #15629
trent_768
Registered User
 
Join Date: Jan 2016
Posts: 603
Likes (Received): 330

Bagus lah, mending duit sajen dialihin ke sektor lain wkwkwk. Btw, GA apa gak mau convert bbrp A339 jd A312XLR kah? Bisa dipake bikin rute2 CGK-Aussie jd daily tuh, daripada banting harga demi ngisi A330 kan. Selain itu juga bisa untuk bikin jadi 2x sehari biar gampang nyambung ke Asia Timur/AMS
trent_768 no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 03:20 PM   #15630
westlondonbloke
Registered User
 
westlondonbloke's Avatar
 
Join Date: Aug 2017
Location: Jakarta, Bali and London
Posts: 1,059
Likes (Received): 1195

In other news... PAL naik 19 peringkat
westlondonbloke no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 05:39 PM   #15631
Wahyujuli25_
Registered User
 
Join Date: May 2017
Posts: 160
Likes (Received): 88

Quote:
Originally Posted by trent_768 View Post
Bagus lah, mending duit sajen dialihin ke sektor lain wkwkwk. Btw, GA apa gak mau convert bbrp A339 jd A312XLR kah? Bisa dipake bikin rute2 CGK-Aussie jd daily tuh, daripada banting harga demi ngisi A330 kan. Selain itu juga bisa untuk bikin jadi 2x sehari biar gampang nyambung ke Asia Timur/AMS
Ide bagus nih mumpung A321XLR bisa cover pasar GA di Asia Pacific dan Aussie tapi prioritas utama tetap A339 karena replacement armada lama. Mungkin opsinya bisa diatur setelah order A339 kekirim semua dan GA udah nentuin apakah pakai 787 atau enggak. Kalau misal A339 cukup range nya buat ke Eropa Barat, opsi armada masa depan buat GA cukup A339 (25 unit), A321XLR (sekitar 35 unit), 737 Max 10 (50 unit).
Wahyujuli25_ no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 05:49 PM   #15632
fauzie sanoesie
Registered User
 
Join Date: Jul 2016
Location: Bumi Intanpari
Posts: 184
Likes (Received): 165

Quote:
Originally Posted by Jello18 View Post
No more World’s Top 10 Airlines and World’s Best Cabin Crew
5x berturut-turut sebagai world best cabin crew merupakan prestasi dari GA, namun tak dimanfaatkan momentumnya oleh manajemenya. FA nya yang "the best" itu cuma "angrem" dan jago di kandangnya. Di blog, vlog, dan channel LUAR NEGERI sangat minim review dan brandingnya. Sekali dibuatkan review cabin crew trainingnya di Youtube, tanggapan dan responya mayoritas juga dari orang Indonesia dan settinganya juga terlalu formal dan kaku dengan kemampuan interview bahasa inggris yang ala kadarnya pula

Gelar maskapai 5***** ternyata tidak terlalu signifikan pengaruhnya bagi GA. Harapanya, pasti bisa bersaing dan sejajar dengan maskapai dunia lainya. Bukan untung tapi (pelan-pelan) jadi buntung karena mengikuti STANDAR KEMEWAHAN yang ada di maskapsi elite lainya, namun brandingnya (masih) kurang. Daya saing juga masih lemah untuk jadi "pilihan" bagi pelanggan-nya dari seluruh dunia.

Beruntung GA dimiliki pemerintah Indonesia yang begitu "sayang". Jika haus masih bisa disusui oleh induknya. Nasibnya tidak seburuk Kingfisher yang "bangkrut" dan Malaysia Airlines yang diambang "kehancuran". Kedua maskapai ini membuktikan meski bergelar bintang 5, tidak menjamin akan jadi "superior" selamanya.

Klo manajemen GA terlena dan berleha-leha dengan stategi marketing seperti sekarang, ya siap-siap di salip Philipines Airlines dan Vietnam Airlines, bahkan Royal Brunei yang mulai jadi "rissing star airline" di kawasan Asia. Maskapai-maskapai ASEAN itu sudah bersliweran di Eropa dan Amerika.... sedangkan Garuda masih saja berkutat dengan WACANA. Sekalinya buka rute di Eropa itupun juga tidak bertahan lama
__________________

W2203 liked this post

Last edited by fauzie sanoesie; Yesterday at 06:22 PM.
fauzie sanoesie no está en línea   Reply With Quote
Old Today, 03:20 AM   #15633
123javanese
Registered User
 
Join Date: Dec 2016
Location: Starling City
Posts: 350
Likes (Received): 152

Quote:
Originally Posted by fauzie sanoesie View Post
Gelar maskapai 5***** ternyata tidak terlalu signifikan pengaruhnya bagi GA.
ga ngefek, tetep kebanting sama 5 stars tetangga --> SQ

123javanese no está en línea   Reply With Quote
Old Today, 04:09 AM   #15634
bagus70
Ես ցանկանում եմ ծծել ձեր
 
bagus70's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: Surabaya. The City of Hot Headed Heroes.
Posts: 4,284
Likes (Received): 1227

Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
Garuda ini sudah buka lagi penerbangan ke LA belum sih? Dulu pernah ada dari Jakarta-Denpasar-Biak-Honolulu-LA. Tapi berhenti dan nggak tahu sekarang mau buka lagi.. Sempet denger rumor mau buka lagi, tapi entah kelanjutannya.

Rute ke Amerika yang terdahulu hanyalah rute pencitraan.

Rute yang existing Garuda saja keteteran, kok mau ekspansi ke Amerika?
__________________
Visit Indonesia and enjoy the railway tour, volcanoes tour such as visit to mount Bromo and Ijen. Click: http://www.indonesianrailwaytour.com/
bagus70 no está en línea   Reply With Quote
Old Today, 05:43 AM   #15635
Sihusin
Registered User
 
Sihusin's Avatar
 
Join Date: Jan 2017
Posts: 140
Likes (Received): 65

Dari IG
__________________

basoikan liked this post
Sihusin no está en línea   Reply With Quote
Old Today, 06:01 AM   #15636
Wahyujuli25_
Registered User
 
Join Date: May 2017
Posts: 160
Likes (Received): 88

Quote:
Originally Posted by fauzie sanoesie View Post
5x berturut-turut sebagai world best cabin crew merupakan prestasi dari GA, namun tak dimanfaatkan momentumnya oleh manajemenya. FA nya yang "the best" itu cuma "angrem" dan jago di kandangnya. Di blog, vlog, dan channel LUAR NEGERI sangat minim review dan brandingnya. Sekali dibuatkan review cabin crew trainingnya di Youtube, tanggapan dan responya mayoritas juga dari orang Indonesia dan settinganya juga terlalu formal dan kaku dengan kemampuan interview bahasa inggris yang ala kadarnya pula

Gelar maskapai 5***** ternyata tidak terlalu signifikan pengaruhnya bagi GA. Harapanya, pasti bisa bersaing dan sejajar dengan maskapai dunia lainya. Bukan untung tapi (pelan-pelan) jadi buntung karena mengikuti STANDAR KEMEWAHAN yang ada di maskapsi elite lainya, namun brandingnya (masih) kurang. Daya saing juga masih lemah untuk jadi "pilihan" bagi pelanggan-nya dari seluruh dunia.

Beruntung GA dimiliki pemerintah Indonesia yang begitu "sayang". Jika haus masih bisa disusui oleh induknya. Nasibnya tidak seburuk Kingfisher yang "bangkrut" dan Malaysia Airlines yang diambang "kehancuran". Kedua maskapai ini membuktikan meski bergelar bintang 5, tidak menjamin akan jadi "superior" selamanya.

Klo manajemen GA terlena dan berleha-leha dengan stategi marketing seperti sekarang, ya siap-siap di salip Philipines Airlines dan Vietnam Airlines, bahkan Royal Brunei yang mulai jadi "rissing star airline" di kawasan Asia. Maskapai-maskapai ASEAN itu sudah bersliweran di Eropa dan Amerika.... sedangkan Garuda masih saja berkutat dengan WACANA. Sekalinya buka rute di Eropa itupun juga tidak bertahan lama
Tapi 5 kali beruntun dapat penghargaan best cabin crew gabisa dianggap remeh, tahun ini kalahnya juga sama SQ yang emang musuh bebuyutan di kategori ini. Aviation vlogger ataupun orang yang ngerti hal ini pasti bakal perhatiin GA karena award itu. Kalau yang dimaksud itu vlog nya Sam Chui ya gabisa banyak omong karena vlog dia kagak cerita soal GA onboard, memang intensitasnya gak sebanyak SQ atau ME3 (ya iyalah, faktor network) tapi review yang memang dari aviation vlogger gaada yang negatif seperti MH atau Etihad wkwkwk.

Soal 5 star, kayaknya gue pernah bilang kalau GA sebetulnya gak butuh itu dulu karena ya konsekuensinya high cost di hard product dan pelayanan yang akibatnya juga ke tiket yang gak murah-murah amat. Kalau gak 5 star otomatis ekspektasi pas naik GA gak setinggi naik SQ misal tapi ya udah dipilih ama GA dan untungnya ini berjalan sangat baik karena CASK GA untuk 5 star itu rendah banget (setengah CASK SQ), memang masih rugi sih karena yield juga kecil buat 5 star airline. Kalau daya saing sih, GA kompetitif untuk rute yang gaada Middle East 3 airline, tengok lah rute di Asia Timur atau Australia yang jadi sumber duit GA. Lihat aja total frekuensinya dari CGK ama DPS yak, jangan CGK doang plus pakai pesawat jenis apa disitu.

Soal bisnis, ditekankan lagi yak terakhir kali kapan sih GA dikasih stimulus ama pemerintah, sejak IPO pendanaan GA dicari via bank, penjualan saham, obligasi dll, terakhir juga dikasih duit ama negara tahun 2006 1 Triliun dari sumber Tempo, mau rugi 200 juta USD manajemen GA santai tuh karena indikator keuangannya sehat dan jauh dari kata kebangkrutan, kan GA punya sumber uang yang gak bakal habis yaitu rute domestik wkwkwk.

Lagi yak, kalau cuman bicara soal Skytrax doang GA kan dari dulu setara ama TG, dalam segi rank dan kerugiannya dibandingin ama PAL, MH, VN atau RB masih jauh lah mereka peringkatnya walaupun improve, network mereka juga rata-rata network tradisional kok macam PH emang punya traffic pax ke US tinggi, MH ke LHR, VN yang diaspora Vietnamnya banyak di seluruh dunia, RB yang frekuensinya minim dan GA dengan traffic tradisional ke AMS, lagipula rank mereka masih dibawah Air Asia yang LCC jadi lewatin dulu tuh AA. Atau ya coba jadi 5 star dulu lah mereka ntar berdarah-darah juga gak hahaha. Lagipula GA secara layanan gak berubah drastis macam Etihad atau Turkish yang tahun ini ranking mereka jatuh sejatuh-jatuhnya, atau karena masih 5 star pasti ranknya bakal ditahan tinggi ama Skytrax kalau lihat kecenderungan tiap tahun, Etihad yang baru kehilangan 5 star airline tahun ini langsung jatuh tahun ini.

Quote:
Originally Posted by 123javanese View Post
ga ngefek, tetep kebanting sama 5 stars tetangga --> SQ

SQ mah udah ngebangun reputasi sebagai maskapai mewah udah berapa lama bos, lah GA internasionalnya baru berkembang 10-15 tahun ini wkwkwk.

Quote:
Originally Posted by bagus70 View Post
Rute ke Amerika yang terdahulu hanyalah rute pencitraan.

Rute yang existing Garuda saja keteteran, kok mau ekspansi ke Amerika?
Ngapain juga buka rute ke US, kembangin network di Eropa dan frekuensi di Asia aja dulu. Pakai rute yang sekarang aja pesawat masih under utilized.
Wahyujuli25_ no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 01:57 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2019, vBulletin Solutions Inc.
vBulletin Security provided by vBSecurity v2.2.2 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us