KJT | Kertajati International Airport | West Java - Page 101 - SkyscraperCity
 

forums map | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Airports and Aviation


Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old April 7th, 2018, 09:00 AM   #2001
IlhamBXT
Registered User
 
Join Date: Mar 2011
Posts: 18,166
Likes (Received): 6852

Quote:
Originally Posted by ferindo View Post
Semua daerah ngembangin bandara, dan rebutan pasar, cgk, halim, geser barat rencana karawang, geser selatan, rencana sukabumi, geser barat lagi dari karawang ada kerta jati, gese selatan ada tasik malaya geser tenggara tasik ada pangandaran, geser lagi timur rencana purbalingga geser lagi timur ada NYIA ke utara ada solo keutara lagi ada semarang , di jatim sendiri yg sudah operasi sby ,jbr,mlg dan banyuwangi,, tapi bandara induk sih CGK ,KERTAJATI,NYIA SUB,

Justru yang ragu itu NYIA, jika purbalingga jdi di kembangkan, apa market cilacap kebuben banjarnegara purwokerto lari kesitu,,
Kelasnya beda, market NYIA sudah sangat matang dibandingkan dengan Cilacap apalagi Purbalingga. Bahkan jika dibandingkan dengan Kertajati rute2 dari NYIA kelak akan lebih banyak.Saat ini Bandara tersibuk di Pulau Jawa Jakarta CGK, Surabaya SUB, Jogja dan kelak digantikan NYIA, Halim HLP dan Bandung BDO.
IlhamBXT no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 
Old April 7th, 2018, 10:55 AM   #2002
You_soap
All Izz Well
 
You_soap's Avatar
 
Join Date: Dec 2010
Location: Solo - Jakarta - Tangerang Selatan
Posts: 3,572
Likes (Received): 953

BDO bukannya masih di bawah SRG?

Quote:
Originally Posted by ratoru View Post
Pertanyaannya adalah, bandara apa di Jawa Barat yang bisa nampung pesawat untuk penumpang haji? Sedangkan Jawa Barat sendiri jadi salah satu provinsi dengan jumlah penumpang haji terbanyak di Indonesia. Kalau masih kekeuh pakai BDO dan HLP, kasian reguler aviation traffic bakal terganggu.

Dan pada ngeh gak ya, Bandung itu gak bisa bebas mengembangkan bangunan high rise (mengakali keterbatasan lahan) di tengah kota karena dekatnya Bandara Husein Sastranegara dengan pusat kota. Pasti kepepet jalur KKOP. Nah kalo mau Bandung bisa berkembang, sudah saatnya wargi Bandung mencoba gak dimanja lagi dengan dekatnya lokasi bandara dengan kota. Tapi ya pemerintah harus bergegas selesaikan akses kayak tol penghubung via Majalengka atau aktivasi rel Bandung ke pantura.

Jadi kalau bilang mubazir sih nggak, malah bisa mendistribusikan penumpang di Jawa Barat. Lebih mubazir mana dengan Yogya-Solo-Semarang yang membuat timpang Jawa Tengah bagian barat dengan timur?
Tapi setelah Kertajati buka, BDO gak ditutup tuh. JOG-SRG-SOC masing-masing sudah punya market sendiri-sendiri, saat ini ketiganya sama-sama sudah mencetak untung dan ketiga bandara tersebut bukan bandara yg besar seperti Kertajati.

Quote:
Originally Posted by ferindo View Post
Semua daerah ngembangin bandara, dan rebutan pasar, cgk, halim, geser barat rencana karawang, geser selatan, rencana sukabumi, geser barat lagi dari karawang ada kerta jati, gese selatan ada tasik malaya geser tenggara tasik ada pangandaran, geser lagi timur rencana purbalingga geser lagi timur ada NYIA ke utara ada solo keutara lagi ada semarang , di jatim sendiri yg sudah operasi sby ,jbr,mlg dan banyuwangi,, tapi bandara induk sih CGK ,KERTAJATI,NYIA SUB,

Justru yang ragu itu NYIA, jika purbalingga jdi di kembangkan, apa market cilacap kebuben banjarnegara purwokerto lari kesitu,,
Saya sih malah lebih yakin dengan NYIA, karena sudah ada market penumpang JOG sebanyak 7 juta yang akan dialihkan ke sana. Sementara Kertajati justru belum teruji, apalagi BDO tetap eksis. Yah kita tunggu saja tanggal mainnya.
__________________
Your comments show your personality

aryomath liked this post
You_soap no está en línea   Reply With Quote
Old April 7th, 2018, 11:16 AM   #2003
tanokichi
Registered User
 
tanokichi's Avatar
 
Join Date: Jan 2012
Posts: 2,403
Likes (Received): 885


yup penumpang BDO < SRG

Quote:
Originally Posted by ratoru View Post
Pertanyaannya adalah, bandara apa di Jawa Barat yang bisa nampung pesawat untuk penumpang haji? Sedangkan Jawa Barat sendiri jadi salah satu provinsi dengan jumlah penumpang haji terbanyak di Indonesia. Kalau masih kekeuh pakai BDO dan HLP, kasian reguler aviation traffic bakal terganggu.

Dan pada ngeh gak ya, Bandung itu gak bisa bebas mengembangkan bangunan high rise (mengakali keterbatasan lahan) di tengah kota karena dekatnya Bandara Husein Sastranegara dengan pusat kota. Pasti kepepet jalur KKOP. Nah kalo mau Bandung bisa berkembang, sudah saatnya wargi Bandung mencoba gak dimanja lagi dengan dekatnya lokasi bandara dengan kota. Tapi ya pemerintah harus bergegas selesaikan akses kayak tol penghubung via Majalengka atau aktivasi rel Bandung ke pantura.

Jadi kalau bilang mubazir sih nggak, malah bisa mendistribusikan penumpang di Jawa Barat. Lebih mubazir mana dengan Yogya-Solo-Semarang yang membuat timpang Jawa Tengah bagian barat dengan timur?
maksud mubazir ini ya karena BIJB bangunnya kertajati coba bangunnya di karawang maka akan lebih bagus lagi untuk menyasar penumpang jabar secara keseluruhan (bogor dan sukabumi) apalagi ditambah pangandaran dan tasik mau ngembangin bandara. kalo di karawang kan enak deket dari bandung, dan pusat industri, serta bisa mengambil pasar kargo.

joglosemar ga bisa dibilang mubazir karena itu bandara udah exist sebelum indo merdeka. secara historis jabar udah bikin 2 bandara besar setelah merdeka CGK (walaupun akhirnya masuk banten), dan BIJB. sedangkan jawa bag tengah (incl DIY) baru kali ini bikin bandara besar NYIA.

alangkah baiknya kalo bangun bandara baru seperti yg NZK bilang di tempat yg marketnya besar dan jelas seperti di karawang biar ga mubazir. makanya saya bilang di postingan sebelumnya kalo pembangunan BIJB kental dengan nuansa politik biar ciayumajakuning ga lepas. kan enak kalo bangun di karawang dibanding kertajati, akses tol udah ada malah lagi u/c japek II, kereta juga udah ada di karawang tinggal extend jalur aja.

dan BDO juga masih operasi meski BIJB dah kelar, mirip JOG walaupun udah ada NYIA tetep dipakai. nutup BDO dengan fasilitas militer dan PTDI itu ga murah. logika aja bangun BIJB aja pas2an dananya.
__________________

aryomath liked this post

Last edited by tanokichi; April 7th, 2018 at 11:21 AM.
tanokichi no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 
Old April 7th, 2018, 11:27 AM   #2004
ferindo
Registered User
 
ferindo's Avatar
 
Join Date: Nov 2011
Location: unidentified
Posts: 1,491
Likes (Received): 329

Ini jdi tebak2 tidak berhadiah haaaa, nebak BDO tutup atau tidak, krna ada beberapa berita di tutup dan bebrp berita ttp buka,,, lets see , dulu pak jokowi pernah bilang ,saya beritanya, katanya gmn industri pesawat mau maju klo lahannya segitu2 saja, dan rencana pemindahan pt DI ke kertajati,
ferindo no está en línea   Reply With Quote
Old April 7th, 2018, 01:16 PM   #2005
pituin_lembur
Registered User
 
pituin_lembur's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: somewhere I never forget
Posts: 317
Likes (Received): 123

Quote:
Originally Posted by tanokichi View Post

yup penumpang BDO < SRG



maksud mubazir ini ya karena BIJB bangunnya kertajati coba bangunnya di karawang maka akan lebih bagus lagi untuk menyasar penumpang jabar secara keseluruhan (bogor dan sukabumi) apalagi ditambah pangandaran dan tasik mau ngembangin bandara. kalo di karawang kan enak deket dari bandung, dan pusat industri, serta bisa mengambil pasar kargo.

joglosemar ga bisa dibilang mubazir karena itu bandara udah exist sebelum indo merdeka. secara historis jabar udah bikin 2 bandara besar setelah merdeka CGK (walaupun akhirnya masuk banten), dan BIJB. sedangkan jawa bag tengah (incl DIY) baru kali ini bikin bandara besar NYIA.

alangkah baiknya kalo bangun bandara baru seperti yg NZK bilang di tempat yg marketnya besar dan jelas seperti di karawang biar ga mubazir. makanya saya bilang di postingan sebelumnya kalo pembangunan BIJB kental dengan nuansa politik biar ciayumajakuning ga lepas. kan enak kalo bangun di karawang dibanding kertajati, akses tol udah ada malah lagi u/c japek II, kereta juga udah ada di karawang tinggal extend jalur aja.

dan BDO juga masih operasi meski BIJB dah kelar, mirip JOG walaupun udah ada NYIA tetep dipakai. nutup BDO dengan fasilitas militer dan PTDI itu ga murah. logika aja bangun BIJB aja pas2an dananya.
klo BDO ga ditutupun saya tetap optimis BIJB pastinya bisa bersaing juga dalam keadaan saat ini, apalagi klo konektivitasnya lancar dan terintegrasi ke bandung atau priangan timur, kalo harga tiket lebih murah, destinasi tujuan banyak dan frekwensi penerbangan banyak pasti bs jadi pilihan limpahan penumpang dr bandung atau priangan timur dibandingkan harus bermacet-macetan yg kadang harus 4 jam bahkan lebih dr bandung ke CGK. Saya sendiri ketika harus keluar kota atau keluar jawa malahan sering ke CGK, padahal dr Bandung jauh dan macet, soalnya ada beberapa destinasi dr bandung yg cuma sehari sekali atau malah ga ada sama sekali, mungkin karena keterbatasan daya tampung pesawat atau penumpang sehingga BDO ini destinasinya ngga selengkap bandara lainnya. Dengan mengambil limpahan penumpang Bandung dan priangan timur supaya ngga ke CGK saja plus jumlah potensi penduduk jabar kurang lebih 50 juta. saya rasa BIJB pasti masih tetep laku dan bs berkembang, walo harus dibagi dengan CGK, Halim dan BDO.
__________________

rinaldijaya liked this post
pituin_lembur no está en línea   Reply With Quote
Old April 7th, 2018, 11:31 PM   #2006
Gaban
Registered User
 
Gaban's Avatar
 
Join Date: Oct 2015
Posts: 71
Likes (Received): 20

BIJB yes
Gaban no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2018, 04:46 AM   #2007
chibiyabi
Registered User
 
Join Date: May 2013
Location: majalengka
Posts: 1,203
Likes (Received): 604

selama cisundawu belum jadi, ga ada alesan BDO ditutup, akses yang utama. dan TNI AU sebagai pemilik pun susah buat ngajuin pengambilalihan , karena akses ke alternatifnya ga ada/ ga memadai.
chibiyabi no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2018, 05:49 AM   #2008
RianArfiansyah
Rian13
 
RianArfiansyah's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: Majalengka
Posts: 1,434
Likes (Received): 496

Sekali Lagi CISUMDAWU adalah KOENTJI

PT BIJB sudah memetakan pangsa pasar penumpang Bandara (melalui analisa Big Data) dari kawasan Pantura Jabar, Jateng Barat dan Priangan Timur, dari situ mereka berani yakin pangsa pasar itu ada dan dalam analisanya dicantumkan Husein masih beroperasi

Btw kemarin jalan-jalan ke kawasan Majalengka utara liat perkembangan pembangunan industri di sini bak jamur di musim hujan, banyak bener rata-rata relokasi Pabrik dari kawasan Bandung Raya, dan Jabodetabek.

Transportasi ke kawasan Kertajati/Majalengka sudah berkembang, 2 Travel sudah melayani rute Bandung-Majalengka via Cipali plus. Travel jurusan Ciamis-Jakarta banyak alih rute ke Majalengka via GT Kertajati, dan kalo tidak salah beberapa Bus Merdeka jurusan Pangandaran dan Kawasan Cilacap Barat ke Jakarta juga sama suka lewat via Cipali keluar/masuk GT Kertajati.

dari perkembangan di atas moda transportasi umum sudah melihat celah peluang transportasi dari kawasan Priangan Timur dan Bandung Raya ke kawasan Bandara Kertajati, dan pasti setelah beroperasi moda transportasi umum kembali bertambah
RianArfiansyah no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2018, 06:06 AM   #2009
Raisa
Registered User
 
Raisa's Avatar
 
Join Date: Mar 2009
Location: Solo, CIbubur, Jakarta
Posts: 1,065
Likes (Received): 166

Minimal jalan tol dari cipali ke bandara ini sudah harus jadi lah..kalau ngga salah cuma 6 km ya? progress gmn? jangan-jangan malah belum mulai pembebasan lahan pulak..
Raisa no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2018, 06:19 AM   #2010
RianArfiansyah
Rian13
 
RianArfiansyah's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: Majalengka
Posts: 1,434
Likes (Received): 496

Quote:
Originally Posted by Raisa View Post
Minimal jalan tol dari cipali ke bandara ini sudah harus jadi lah..kalau ngga salah cuma 6 km ya? progress gmn? jangan-jangan malah belum mulai pembebasan lahan pulak..
Ga pake tol dari Cipali ke BIJB juga sementara ga masalah wong jaraknya cuman 5KM dari GT Kertajati ke Pintu masuk Bandara. Jalan Raya mau diperlebar sudah dilelang proyeknya oleh Pemprov Jawa Barat

Jalan Raya Kadipaten-Jatibarang dari exit Tol Kertajati ke arah Bandara BUKAN termasuk jalan raya yang ramai dan super sibuk, kurang dari 5-10 menit udah sampai, yang jadi PR dari arah Kadipaten/Majalengka Kota ke GT Kertajati padet kendaraan plus banyak berlubang

Kabarnya yang incer tol Bandara BIJB dari Astra

Last edited by RianArfiansyah; April 9th, 2018 at 06:26 AM.
RianArfiansyah no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2018, 07:05 AM   #2011
ratoru
Registered User
 
ratoru's Avatar
 
Join Date: Jun 2016
Posts: 1,636
Likes (Received): 753

Quote:
Originally Posted by RianArfiansyah View Post
Ga pake tol dari Cipali ke BIJB juga sementara ga masalah wong jaraknya cuman 5KM dari GT Kertajati ke Pintu masuk Bandara. Jalan Raya mau diperlebar sudah dilelang proyeknya oleh Pemprov Jawa Barat

Jalan Raya Kadipaten-Jatibarang dari exit Tol Kertajati ke arah Bandara BUKAN termasuk jalan raya yang ramai dan super sibuk, kurang dari 5-10 menit udah sampai, yang jadi PR dari arah Kadipaten/Majalengka Kota ke GT Kertajati padet kendaraan plus banyak berlubang

Kabarnya yang incer tol Bandara BIJB dari Astra
Ya paling nggak kualitas jalannya mumpuni ya, dan lebih baik lagi kalau dibuat jalur khusus motor seperti di kota2 di Jawa Tengah. Setara kualitas jalan bandara DPS sih udah cukup menurut saya, gak perlu tol khusus.
ratoru no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2018, 07:24 AM   #2012
ardial
Registered User
 
ardial's Avatar
 
Join Date: Feb 2013
Location: Jakarta
Posts: 4,104
Likes (Received): 509

Astra kan patungan sama lms.
Jadi dia bakalan bikin jalur cipali jadi keuntungan buat accses airport
ardial no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2018, 08:39 AM   #2013
mas_dika
Registered User
 
mas_dika's Avatar
 
Join Date: Apr 2012
Posts: 853
Likes (Received): 465

Hotel 88 Kertajati Majalengka


Hotel Luminor Cirebon & Hotel 88 Kertajati Majalengka


Quote:
Majalengka adalah sebuah kecamatan di Tatar Pasundan yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Dengan luas area berkisar 1.204 km2. Latar belakang masyarakat Majalengka umumnya berasal dari etnis Sunda secara dominan. Bagian utara wilayah kabupaten ini adalah dataran rendah, sedang di bagian selatan berupa pegunungan. Gunung Ciremai berada di bagian timur, yakni di perbatasan dengan Kabupaten Kuningan. Gunung ini adalah gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat, dan merupakan taman nasional, dengan nama Taman Nasional Gunung Ciremai.

.............................

Waringin Hospitality – Hotel Group merupakan Jaringan Hotel yang akan turut andil dalam pengembangan Kawasan Bandara Kertajati Majalengka melalui brand Hotel 88. Hotel 88 adalah hotel dengan standart internasional Bintang 2 yang didirikan dan dikembangkan oleh Waringin Hospitality – Hotel Group.

Untuk itu pada tanggal 21 Maret 2018 bertempat di Hotel 88 Kopo Bandung, telah dilaksanakannya acara Penandatanganan Kesepakatan Kerjasama (MOU) antara YM. Sultan Sepuh XIV mewakili Keraton Kasepuhan Cirebon dengan Bp. John Soetanto mewakili PT. Gunafam Cipta Gemilang dalam rangka pembangunan Proyek Hotel 88 kelas bintang 2 di Bandara Kertajati Majalengka dengan total kamar sebanyak 200 kamar.

Hotel 88 Majalengka ini akan dilengkapi dengan fasilitas restaurant, meeting room, LCD TV dengan TV Kabel, full akses internet di semua area hotel, personal safe deposit box, hot shower, dan gratis kopi dan teh di lobby area 24 jam.

Hingga akhir tahun 2017 sudah beroperasi 15 unit hotel dibawah pengelolaan Waringin Hospitality Hotel Group yaitu dari kelas Luminor Hotel (Bintang 3) dan Hotel 88 (Bintang 2) yang tersebar di kota – kota besar seperti : Jakarta, Bandung, Surabaya, Jambi, Jember. Proyek – Proyek Hotel dibawah bendera Waringin Hospitality – Hotel Group yang akan menyusul berikutnya adalah di kota Jakarta (Blok M, Mangga Besar), Bandung (Asia Afrika), Bekasi, Sidoarjo, Banjarmasin, Batu Licin, Purwokerto, Serang, Gorontalo, Tanjung Selor, Cirebon, Ambon & Yogyakarta.
source : http://hotel88.co.id/id/hotel-88-aka...ti-majalengka/
__________________


CIREBON | TASIKMALAYA | JAKARTA

bangrichie liked this post
mas_dika no está en línea   Reply With Quote
Old April 10th, 2018, 02:02 AM   #2014
KelvinatorNL
White Widow Blunt
 
Join Date: Feb 2008
Location: NL-AMS & ID-SUB/Rungkut
Posts: 209
Likes (Received): 36

Quote:
Originally Posted by Sby96 View Post
“Inferior quality”.... ahah, well... Denpasar airport, kuala namu, Balikpapan, kertajati aren’t sophisticated airport? Singapore and Oman may have such beautiful airport, but it’s their only one, they don’t have to spent a huge amount of money for hundred of airports across their country. Despite that Indonesia still manage to get good quality airport in most of its big cities... Sorry but those airports don’t look of inferior qualities, even Komodo which is a small airport is beautiful regarding the size of its region.
Then if you look at Oman airport and kertajati airport, pillar shapes are the same, the wood in the ceiling are the same, they just have a different shapes, so I don’t know where you see “cheap materials”, the only differences is the lights ambiance, more yellow and welcoming in Oman airport, your comment is just ridiculous, keep your hate for you. Ahah cheap materials, so what are expensive materials then, diamond? Ceiling material are similars at Oman’s airport and kertajati airport, floor materials are similar, only the color change. Just say me what materials are different in both picture? Ahah twist your tongue 7 times before saying such idiocy
it's a fact building materials in indonesia are lacking the 'standards' being used in Europe or the oil trees in the middle east. I've seen it with my own eyes and T3 is a good example of how it should not be done nicely. Lack of lights, cheap carpets, water flooding and a lot of finishing touches are missing. The most lacking part of Indonesia having nice airports are the small details and to keep maintaining them properly and don't sit back and wait 'til it's 'tearing' apart. Keep ahead of it and don't wait. It's all about the money and I get your point regarding the many airports the indonesian government has to maintain and build (AP1 and AP2 are both owned by the government) which costs a lot of money on the state budget. Athough the government is allowing now to have foreign companies own indonesian airports. 'til today, no incheon/fraport/cdg airports/heathrow airports are owning airports (which is something different than a partnership like incheon) in indonesia due to the difficult regulations set by the government. The government is still protecting too much their 'state companies' and regulations and should embrace the economy the world has to offer. If China can do it (changing from a communism market to a semi capitalism market within 30 years) with 1+ billion population, Indonesia can do it as well and they have plenty resources to offer! Bambang at first and Jokowi now are making progress and he should keep up the pace.
KelvinatorNL no está en línea   Reply With Quote
Old April 10th, 2018, 02:55 AM   #2015
radiansyah
Bisnis AC
 
radiansyah's Avatar
 
Join Date: Oct 2016
Location: Bandung
Posts: 789
Likes (Received): 310

PP Properti bakal mulai pembangunan apartemen Aerocity Kertajati kuartal IV-2018
Quote:
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Properti Tbk (PPRO) menargetkan pembangunan Aerocity di Kertajati, Jawa Bara bisa mulai dibangun pada kuartal IV-2018. Tahap pertama, perusahaan akan membangun empat tower apartemen dengan kapasitas 1.100 unit.
Aerocity ini akan dikembangkan di lahan seluas 300 hektare (ha) sebagai fasilitas pendukung Bandara Kertajati yang akan segera beroperasi pada Mei 2018. Di sana akan dibangun berbagai fasilitas seperti apartemen, hotel, perkantoran, area komersial dan lain-lain.
Proyek aerocity tersebut akan dikembangkan PPRO bekerjasama dengan BIJB Aerocity Development yaitu anak usaha PT Bandara International Jawa Barat (BIJB) selaku pengelola Bandara Kertajati.

–– ADVERTISEMENT ––
Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO mengatakan, pembangunan tahap pertama proyek Aerocity tersebut belum bisa segera dimulai karena pihaknya bersama BIJB Aerocity Development masih dalam proses finalisasi pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV). "Perjanjian usaha patungan sudah kami lakukan tahun lalu. Sekarang sedang dalam proses finalisasi pembentungan perusahaan JV dan ditargetkan akan selesai kuartal II 2018 ini," kata Indar pada Kontan.co.id, Senin (9/40.
Indar bilang, nantinya PPRO akan menjadi pemegang saham mayoritas dalam perusahaan patungan tersebut. Setelah perusahan JV maka perizinan untuk pembangunan proyek apartemen akan segera diselesaikan. Jika izinnya rampung lebih cepat maka kemungkinan pembangunan proyek itu akan dimulai lebih cepat.
Pada tahap pertama, PP Properti memilih membangun apartemen terlebih dahulu karena merupakan kebutuhan yang paling mendesak. Proyek itu akan ditujukan bagi karyawan perusahaan groundhnadling, kantor bandara, karyawan maskapai dan lain-lain. "Jadi proyek ini sudah captive market karena karyawan-karyawan di Bandara itu perlu pasti butuh tempat tinggal yang dekat dengat tempat mereka bekerja," jelas Indar.
Tahun ini, PP Properti akan membangun satu tower dulu dengan kapasitas sekita 300 unit. Nantinya penjualannya akan dilakukan langsung ke perusahan-perusahaan yang ada di bandara tersebut yang ingin menyediakan hunian kepada karyawannya.
Lantaran baru akan membangun satu tower, kontribusi proyek Aerocity ini terhadap target penjualan pemasaran PPRO tahun ini masih sangat kecil. Tahun ini, perusahaan membidik marketing sales sebesar Rp 3,8 triliun.
Indar menjelaskan, apartemen yang akan dibangun kebanyakan tipe studio dengan luas sekitar 21 meter persegi (m2). Total investasi yang akan digelontorkan PPRO untuk pembangunan empat tower apartemen tersebut sekitar 250 miliar. " Ini investasinya tidak terlalu besar karena tingginya hanya lima lantai," ujarnya.
Pembangunan apartemen ini diperkirakan akan memakan waktu dua tahun. Sembari membangun apartemen, PPRO juga akan membangun proyek yang dinilai merupakan kebutuhan yang paling mendesak ke depan. Menurut Indar, kebutuhan yang paling mendesak di Bandara Kertajati adalah kawasan komersial.
Dari rencana pengembangan Aerocity 300 ha, PPRO saat ini baru memiliki lahan seluas 150 ha. Separuhnya lagi masih dalam proses pembebasan. Indar bilang, pihak ingin fokus untuk mengembangkan lahan yang sudah ada dulu
https://industri.kontan.co.id/news/p...uartal-iv-2018
radiansyah no está en línea   Reply With Quote
Old April 10th, 2018, 09:35 AM   #2016
IlhamBXT
Registered User
 
Join Date: Mar 2011
Posts: 18,166
Likes (Received): 6852

IlhamBXT no está en línea   Reply With Quote
Old April 10th, 2018, 11:36 AM   #2017
JAG2
Skyteam Platinum Elite
 
JAG2's Avatar
 
Join Date: May 2004
Location: Rotterdam
Posts: 2,506
Likes (Received): 223

The 2nd biggest airport after Cengkareng Jakarta ?
It doesn’t look big........
__________________
Instagram:Jagtwo
JAG2 no está en línea   Reply With Quote
Old April 10th, 2018, 12:15 PM   #2018
AceN
HRH Prince of Woles
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: (0231)
Posts: 13,230
Likes (Received): 5269

Dari segi luas tanah om. tanah nya emang gedee.
__________________
“Never argue with IDIOT people, they will drag you down to their level and then beat you with their experience”
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old April 10th, 2018, 12:52 PM   #2019
JAG2
Skyteam Platinum Elite
 
JAG2's Avatar
 
Join Date: May 2004
Location: Rotterdam
Posts: 2,506
Likes (Received): 223

Thanks AceN
__________________
Instagram:Jagtwo
JAG2 no está en línea   Reply With Quote
Old April 10th, 2018, 02:06 PM   #2020
YB_Murty
Registered User
 
YB_Murty's Avatar
 
Join Date: May 2010
Location: Semarang
Posts: 6,794
Likes (Received): 872

Wah seru disini mbahas bagaimana prospek Kertajati.

Saya sih, memang sudah saatnya Kertajati dijalankan, mengingat situasi dan kondisinya sudah memungkinkan.

jadi tentang market Kertajati perlu dicermati dengan konsep perimbangan pasar. Pertama tama kita lihat dasarnya dulu bahwa kepesatan perekonomian Bandung realitasnya urutan ke 3 di Jawa setelah Jabodetabek dan Surabaya dan sekitarnya. Urutan 4 baru Semarang dan sekitarnya yang bersaing dengan wilayah Cilegon/Banten. Jadi melihat Bandung boleh dikata Bandung itu gabungan Semarang, Jogja dan Solo. Jadi kekuatan pasar Bandung dan sekitarnya saya stempel kuat untuk dilahap Kertajati. Walaupun lokasi Kertajati di luar kota Bandung, tapi masih lebih cepat dijangkau bila dibanding menjangkau HPL ataupun CGK. Dan ertajati bisa juga diakses market dari wilayah Timu Jabar dan wilayah barat Jateng. Perhatian lain tentang posisi BDO, sebenarnya itu hanyalah pohon kerdil yang tak bakal cukup dinikmati Bandung yang besar. Untuk Bandung sebagai suatu kekuatan maret memang bandaranya ya sebesar Kertajati... biarpun dalam hal ini BDO tetap dipertahankan. Dalam hal ini, bila BDO dipertahankan justru akan menjadi bandara premium dengan yield sangat tinggi karena elebihannya di dalam kota. Jumlah penerbangan terbatas, tapi peminatnya pasti besar. Sedangkan Kertajati menjadi pilihan berjuta umat yang akan bermobilisasi melalui jalur udara.

Kertajati menurut saya akan merombak sistem market penerbangan di Jawa wilayah barat (termasuk wilayah yang dikuasai CGK dan HLP). Dalam hal ini lihat dulu tentang posisi CGK yang saat ini sudah sangat besar Kapasitasnya, menyerap sampai 63-65 juta penumpang per tahun. Dengan adanya T3 akan meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih dari 70-80 juta pax per tahun... dan itu masih bisa dikembangkan sampai 90 juta pax per tahun tanpa penambahan runway. Jadi mentok maksimal di posisi 90an juta pax per tahun. Serapan besar tapi operasional juga jadi beban yang berat. Perlu penambahan bandara, yang saat ini, bisa jadi Kertajati yang menjadi andalannya sehingga CGK tak perlu buru-buru dikembangkan (untuk poses T4). Jadi Kertajati saat ini akan diandalkan untuk mengalihkan perhatian penumpang Bandung yang selama ini harus mengakses CGK atau HLP. Dengan begitu penumpang yang beralih akan mengurangi serapan CGK sehingga dapat diganti oleh pertumbuhan permintaan market penerbangan di wilayah Jakarta dan Banten. Tapi itu memang tak akan lama dan andalan berikutnya adalah menghadirkan T4. untuk menampung pertumbuhan wilayah Jakarta dan Banten. Sementara Kertajati sudah mencapai bentukan marketnya sendiri dalam jumlah yang cukup besar.

Kemudian dari kondisi tersebut kita dapat melihat bahwa hadirnya Kertajati dan pengembangan CGK, sediit banyak memberikan dampak daya tarik ekonomi yang semakin baik, yang kemudian akan berakibat pada semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa bagian Barat karena kapasitas mobilitas udara cukup menunjang. Akibat ini pertumbuhan penumpang udara di 3 propinsi menjadi semakin melesat dan kebutuhan Bandara berikutnya merupakan Bandara periode ke 3 (Maaf belum saya sampaikan bahwa CGK saya sebut periode pertama, Kertajati ke dua dan berikutnya periode ke 3). Pada periode 3 ini wilayah yang membutuhkan adalah wilayah-wilayah yang selama ini menjadi wilayah penopang Jakarta dan Bandung yaitu wilayah Banten, Bekasi sd Kerawang dan Jawa barat bagian selatan. Periode 3 minimal diisi 3 bandara yang cukup besar dengan awal operasi dapat menyerap antara (minimal) 5 sd 10 juta pax per tahun. Dengan serapan awal sebesar itu maka kapasitas awal Bandara saya prediksi minimal antara 10 sampai 25 juta pax per tahun. Bandara Kerawang menjadi bandara terbesar diantara bandara di periode 3 ini.
__________________
JADILAH FAJAR BARU BAGI KEHIDUPAN

wibisanasalam liked this post
YB_Murty no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 05:07 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2020, vBulletin Solutions Inc.
vBulletin Security provided by vBSecurity v2.2.2 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2020 DragonByte Technologies Ltd.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2020 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us