WEST JAVA | Cikampek - Palimanan Toll Road - 116 Km - Page 69 - SkyscraperCity
 

forums map | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Highways and Roadways


Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old November 16th, 2019, 05:10 PM   #1361
flyingman_
railav | railfans-avgeek
 
flyingman_'s Avatar
 
Join Date: Feb 2014
Location: Solo - Salatiga - Tasikmalaya pp
Posts: 789
Likes (Received): 314

Quote:
Originally Posted by fajarbuslovers View Post

Cipali itu istilahnya spot loss bagi pengemudi.
Dari sisi barat kecapekan menghadapi neraka macetnya Jabodetabek dan tol Cikampek.
Dari sisi timur juga kecapekan menghadapi perjalanan jauh dari arah timur.
Dan emang sudah sgt urgent untuk dibuatkan pelebaran jalan agar bisa dibarengi dengan pemasangan pembatas beton yg efektif.

Wire rope pun tak selamanya efektif karena mereka tak mampu menahan beban gaya dorong saat kendaraan menyelonong ke lajur lawan.

Terlebih cipali punya jarak yg lumayan jauh (117 km) dan trek yg relatif lurus.
ini bener banget . masuk Cipali dari arah Jakarta yang hanya berjarak 70an km rasa capeknya bisa sama atau lebih tinggi daripada masuk Cipali setelah menempuh ratusan KM dari timur . tol Japek bener2 membuat drop stamina .
__________________

ahonksirad liked this post
flyingman_ no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 
Old November 20th, 2019, 02:35 AM   #1362
fajarmuhasan
******
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 11,370
Likes (Received): 829

Quote:
Originally Posted by pipel-pawa View Post
kemarin lewat cipali pake calya rental, lewat 100 kmpj ke atas pintunya kyk mau copot




kecenderungan tol 2 lajur, lajur kiri truk max 60 kmpj, lajur kanan mobil 100 kmpj yg males zig-zag pindah jalur. yg lebih kencang dari itu mau selap-selip zig-zag (bahaya). emang paling bener 3 lajur, kiri 60, tengah 100, kanan >100 kmpj.
hehehehhe....truk udah jelas di kiri dan speed ya sekedarnya saja
yg aneh adalah mobil kecil juga bus di kanan tapi pelan,,,jadi nutup kendaraan di belakangnya.
di cipali karena gak sabaran akhirnya saya suka nyelonong lewat bahu jalan meski gronjal gronjal tapi bisa nyalip truk
__________________

ahonksirad liked this post
fajarmuhasan no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2019, 12:36 PM   #1363
Gingerbread_Man
Traveller, Researcher
 
Gingerbread_Man's Avatar
 
Join Date: Nov 2013
Location: Medan, Jakarta
Posts: 6,617
Likes (Received): 2671

Menurut saya, gila aja bawa mobil minibus 100 km/jam ke atas di Tol Cipali

Gak tahu apa angin cukup kencang berhembus di sekitar Cipali yg emg sekitarnya majoriti dataran kosong, belum banyak bangunan permanen atau lainnya yg bisa berfungsi sebagai barrier alami terhadap angin. Alias angin berhembus dengan lempang dari satu arah ke arah yang lain tanpa hambatan. Apa mau kendaraan-nya terhempas angin, hilang kendali, terus kecelakaan?

Kalo numpang minibus, sebaiknya di-warning supirnya jangan balap2lah kalo di Cipali. Kita harus mendahulukan keselamatan diri kita semua
__________________
Just Another Brick in the Wall

Visit my blog : http:\\www.ridethewind.wordpress.com

ahonksirad liked this post
Gingerbread_Man está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 20th, 2019, 08:42 PM   #1364
espewe
Nobody and nothing.
 
Join Date: Aug 2014
Posts: 257
Likes (Received): 173

Berarti mobil oleng saat saya nyetir di Cipali kemarin itu faktor angin samping ya? Saya sempat ngira aspal/betonnya udah gronjal jadi kecepatan 100-110 aja udah joget mobilnya, duh nggak kebayang yang memacu 140-160 di Cipali.
__________________
https://s26.postimg.cc/5soge6ejt/image.png

ahonksirad liked this post
espewe no está en línea   Reply With Quote
Old November 21st, 2019, 06:38 AM   #1365
insan_wicaksana
Registered User
 
Join Date: Jun 2017
Location: Terbanggi Besar, Lampung Tengah
Posts: 59
Likes (Received): 19

Dulu juga pernah naik bus rosalia indah dari jogja ke lampung, pas lewat cipali katanya sempat nyaris oleng busnya karena angin dari samping
Posisinya sih lagi tidur waktu itu, denger dari supirnya yang lagi ngobrol. Lewat cipalinya juga pas tengah malam
__________________

ahonksirad liked this post
insan_wicaksana está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 21st, 2019, 02:16 PM   #1366
Gingerbread_Man
Traveller, Researcher
 
Gingerbread_Man's Avatar
 
Join Date: Nov 2013
Location: Medan, Jakarta
Posts: 6,617
Likes (Received): 2671

Quote:
Originally Posted by flyingman_ View Post
ini bener banget . masuk Cipali dari arah Jakarta yang hanya berjarak 70an km rasa capeknya bisa sama atau lebih tinggi daripada masuk Cipali setelah menempuh ratusan KM dari timur . tol Japek bener2 membuat drop stamina .
Menurut saya supir / driver perlu stop di rest area di sekitaran Cikampek (sebelum atau dekat sesudah Cipali). Tol Cikampek sekarang susah diprediksi, stamina supir emg terkuras kalo habis atau harus terus bermanuver mendahului truk2 besar.
__________________
Just Another Brick in the Wall

Visit my blog : http:\\www.ridethewind.wordpress.com

ahonksirad liked this post

Last edited by Gingerbread_Man; November 21st, 2019 at 02:25 PM.
Gingerbread_Man está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 21st, 2019, 02:27 PM   #1367
Gingerbread_Man
Traveller, Researcher
 
Gingerbread_Man's Avatar
 
Join Date: Nov 2013
Location: Medan, Jakarta
Posts: 6,617
Likes (Received): 2671

Wah banyak yang baru tahu angin samping Cipali?

Dari awal Cipali dibangun saya bbrp kali baca sejumlah analisa dan prediksi sih mengenai daerah sekitar Cipali yg mayoritas masih kosong atau persawahan luas, datar, sehingga angin pun berhembus dari jarak jauh 'tanpa hambatan', akhirnya berakselerasi menjadi kencang. Menjadi faktor resiko keselamatan. Apalagi kalau malam hari. Silakan googling2 tentang angin samping Cipali, banyak koq artikelnya.

Ya bisa sedikit di-analogikan dengan besarnya ombak air laut di Pantai Selatan Jawa lah dibanding ama Pantura.

Yang penting berhati2, minibus dsb janganlah digaspol sampai > 100 km/jam. Supir langsung diingatkan untuk prioritaskan keselamatan penumpang. Kalau perlu berhenti sejenak di rest area sebelum masuk Cipali, mengembalikan stamina.

116 km itu emg terasa boring dan lari 80 mungkin memang memancing rasa bosan di tol yg relatif lurus, datar, dan tidak serame Japek, plus tidak banyak yang bisa dilihat kanan kiri jalan.
Apalagi posisi Cipali yg boleh dibilang tol 'supir capek' (supir yg baru saja terkuras tenaga melewati kemacetan Tol Cikampek atau supir yg baru menempuh perjalanan jauh dari arah Semarang / Banyumas / Solo)
Tapi kalau menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, harusnya hal tersebut bisa dikesampingkan.
__________________
Just Another Brick in the Wall

Visit my blog : http:\\www.ridethewind.wordpress.com

ahonksirad, JR1704RSD liked this post
Gingerbread_Man está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 21st, 2019, 07:01 PM   #1368
fajarbuslovers
Bus & Model Photographer
 
fajarbuslovers's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Location: Bojong Menteng, Bekasi
Posts: 1,087
Likes (Received): 302


Bahkan dengan kecepatan 60-100 km/j pun, supir akan terasa boring dan melelahkan berisiko terjadinya kecelakaan cukup tinggi.

Solusinya, selain menyarankan tidur pulas sejenak di rest area sebelum masuk Cipali dan solusi di atas, harus ada penegakan hukum di tol ini dengan menerapkan e-tle di beberapa titik black spot Cipali (rata2 kecelakaan berada di wilayah minim penerangan).

Tapi gimana cara ngakalinnya? Terakhir liat kendaraan terdeteksi e-tle dalam kondisi lampu pju nyala di malam hari aja masih noise parah.

Untuk penangannya, tambahkan lampu PJU LED, bisa minta Pemprov DKI sebagai hibah karena kebetulan PJU LED Philips milik Pemprov secara bertahap bakal diganti sama merek Panasonic.
__________________
Suka Foto Bus, Model dan Produk.
Instagram : @fbl.photoworks


ahonksirad liked this post
fajarbuslovers no está en línea   Reply With Quote
Old November 22nd, 2019, 12:18 AM   #1369
Kanz_KAP
Registered User
 
Kanz_KAP's Avatar
 
Join Date: Nov 2018
Posts: 224
Likes (Received): 175

Quote:
Originally Posted by Gingerbread_Man View Post
Menurut saya supir / driver perlu stop di rest area di sekitaran Cikampek (sebelum atau dekat sesudah Cipali). Tol Cikampek sekarang susah diprediksi, stamina supir emg terkuras kalo habis atau harus terus bermanuver mendahului truk2 besar.
Kalo dari arah barat bus jurusan pantura Jawa barat sering control di rest area KM 57, tapi kalo khusus bus malam kaya nya susah karena terkadang mereka masih harus ngambil penumpang di cikopo, bahkan ada yang masih ngambil penumpang di kertajati. Makanya agak susah untuk istitahat hanya sekedar kontrol penumpang sekalipun di tol cikampek. Makanya bus malam baru ada istirahat sekitaran cipali.

Sebenarnya kalo service makan dan istirahat di KM 107 sudah pas dari tempat lokasi dan kondisi supir tapi, sehubung banyak penumpang banyak yang protes karena kualitas makan yang buruk dari rumah makan tersebut maka banyak perusahaan PO bus yang memindahkan (ada yang sebagian bahkan ada yang seluruh armada). Dan oleh karena itu banyak perusahaan PO bus yang memindahkan service makan di rumah makan baru di sekitaran di exit tol cipali tersebut (kebanyakan di exit tol subang dan cikamurang) dan otomatis sang supir bus harus menjaga kondisi tubuh sang supir dengan acaman cipali.
__________________

ahonksirad, JR1704RSD liked this post
Kanz_KAP no está en línea   Reply With Quote
Old November 22nd, 2019, 05:55 AM   #1370
fajarmuhasan
******
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 11,370
Likes (Received): 829

hehehe waktu melintas cipali saya malah gak kerasa angin samping krn merasa masih stabil badan mobil di kecepatan 100 km/j kadang 110 tapi gak lama.
sepertinya rata rata diatas 80 km/j krn utk mobil kecil krn kondisinya lancar.
saya baru 2 kali nyetir melintas cipali semuanya siang hari.
faktor panas terik membuat kecepatan 100km/jam terasa pelan.
waktu itu angin lagi gak kenceng atau emang kecepatan 100 belum ngefek thd faktor angin jadi saya merasa mobil tetap stabil (terios lama).
moga ada kesempatan melintas cipali lagi,,,nyoba memperhatikan aliran angin disana
fajarmuhasan no está en línea   Reply With Quote
Old November 22nd, 2019, 12:19 PM   #1371
Gingerbread_Man
Traveller, Researcher
 
Gingerbread_Man's Avatar
 
Join Date: Nov 2013
Location: Medan, Jakarta
Posts: 6,617
Likes (Received): 2671

Anginnya kan bukan selalu ada 24 jam non stop hehe. Cuma boleh dibilang cukup sering.

Kalo malam itu yang ngeri karena:
1. Sulit melihat indikasinya semisal dari dedaunan pohon atau ranting / batang yang tertiup angin
2. Hampir semua penumpang tidur nyenyak, selain supir. Sehingga kewaspadaan dan kontrol terhadap supir jelas lebih rendah dibanding saat siang hari
__________________
Just Another Brick in the Wall

Visit my blog : http:\\www.ridethewind.wordpress.com

ahonksirad liked this post
Gingerbread_Man está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 22nd, 2019, 08:27 PM   #1372
bangrichie
membangun dan menanam
 
bangrichie's Avatar
 
Join Date: Aug 2011
Location: Cirebon
Posts: 706
Likes (Received): 500

Quote:
Originally Posted by Gingerbread_Man View Post
Anginnya kan bukan selalu ada 24 jam non stop hehe. Cuma boleh dibilang cukup sering.

Kalo malam itu yang ngeri karena:
1. Sulit melihat indikasinya semisal dari dedaunan pohon atau ranting / batang yang tertiup angin
2. Hampir semua penumpang tidur nyenyak, selain supir. Sehingga kewaspadaan dan kontrol terhadap supir jelas lebih rendah dibanding saat siang hari
iya bener, apalagi supir shuttle , mana sendirian ga ada kenek, penumpang nya rata2 individualis, kalau d jalan pasang headset trs tdr.. alhasil supir cpt lelah..
__________________
intinya kudu yakin

ahonksirad liked this post

Last edited by bangrichie; November 23rd, 2019 at 04:07 AM.
bangrichie no está en línea   Reply With Quote
Old November 23rd, 2019, 03:27 AM   #1373
fajarbuslovers
Bus & Model Photographer
 
fajarbuslovers's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Location: Bojong Menteng, Bekasi
Posts: 1,087
Likes (Received): 302

Quote:
Originally Posted by Gingerbread_Man View Post
Anginnya kan bukan selalu ada 24 jam non stop hehe. Cuma boleh dibilang cukup sering.

Kalo malam itu yang ngeri karena:
1. Sulit melihat indikasinya semisal dari dedaunan pohon atau ranting / batang yang tertiup angin
2. Hampir semua penumpang tidur nyenyak, selain supir. Sehingga kewaspadaan dan kontrol terhadap supir jelas lebih rendah dibanding saat siang hari
Selama saya menjadi penumpang bus di Cipali.
Kalau dari sisi barat saya masih bisa melek sepanjang tol.
Tapi kalau dari sisi timur, saya hanya mampu melek hingga Kertajati abis itu tidur.
__________________
Suka Foto Bus, Model dan Produk.
Instagram : @fbl.photoworks

fajarbuslovers no está en línea   Reply With Quote
Old November 23rd, 2019, 06:21 AM   #1374
ardial
Registered User
 
ardial's Avatar
 
Join Date: Feb 2013
Location: Jakarta
Posts: 4,049
Likes (Received): 504

Quote:
Originally Posted by fajarbuslovers View Post
Selama saya menjadi penumpang bus di Cipali.
Kalau dari sisi barat saya masih bisa melek sepanjang tol.
Tapi kalau dari sisi timur, saya hanya mampu melek hingga Kertajati abis itu tidur.
Dan udah merasakan gimana rasanya emang sisi timur antara Boyolali-Cikopo 7 jam full tol pas balik dari Ponorogo bulan april
Membosankan dan bawaannya ngantuk kalau 20 menit ga ada topik obrolan.
Jujur pas udah di tegal-brebes itu emang udah fatigue level yang parah.
Sebenernya sih OK Cipali buat mempersingkat waktu, Cuma emang kalau mendekati cirebon itu memang udah parah rasanya.
Ga cukup istirahat cuma 30 menit, Butuh 2 jam untuk bener-bener siap nyetir sampai Jakarta
ardial no está en línea   Reply With Quote
Old November 23rd, 2019, 07:13 AM   #1375
fajarbuslovers
Bus & Model Photographer
 
fajarbuslovers's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Location: Bojong Menteng, Bekasi
Posts: 1,087
Likes (Received): 302


Titik fatigue krusial menurut pengalaman saya malah ada di Pekalongan - Pemalang.
Karena biasanya setelah makan di Weleri, reaksi dalam tubuh akan sangat terasa 1 jam setelah makan malam di Weleri.
Mungkin itu alasannya beberapa RM yang bermitra dengan bus malam membatasi lauk dengan ukuran kecil agar tidak kekenyangan saat melanjutkan perjalanan.

Dan idealnya minimal butuh 1-2 jam untuk beristirahat di rest area dan sangat krusial agar bisa tidur pulas di rest area.

Karena tidur pulas berkualitas bisa mengembalikan stamina pengemudi hingga 85%, meski waktu tidurnya sebentar.
__________________
Suka Foto Bus, Model dan Produk.
Instagram : @fbl.photoworks

fajarbuslovers no está en línea   Reply With Quote
Old November 23rd, 2019, 08:40 AM   #1376
Gingerbread_Man
Traveller, Researcher
 
Gingerbread_Man's Avatar
 
Join Date: Nov 2013
Location: Medan, Jakarta
Posts: 6,617
Likes (Received): 2671

Quote:
Originally Posted by fajarbuslovers View Post

Titik fatigue krusial menurut pengalaman saya malah ada di Pekalongan - Pemalang.
Karena biasanya setelah makan di Weleri, reaksi dalam tubuh akan sangat terasa 1 jam setelah makan malam di Weleri.
Mungkin itu alasannya beberapa RM yang bermitra dengan bus malam membatasi lauk dengan ukuran kecil agar tidak kekenyangan saat melanjutkan perjalanan.

Dan idealnya minimal butuh 1-2 jam untuk beristirahat di rest area dan sangat krusial agar bisa tidur pulas di rest area.

Karena tidur pulas berkualitas bisa mengembalikan stamina pengemudi hingga 85%, meski waktu tidurnya sebentar.
Wkwk, kalo gitu mah semua supir dimanapun juga, kalo habis makan malam, berarti harus diawasin 1 jam setelah makan apa ngantuk atau gak?
Kalo perkara 1 jam sesudah makan itu mah bukan di Pemalang aja, tapi berlaku utk supir dimanapun di seluruh dunia

Bukan gitu maksudnya. Fatigue yang kita bicarakan adalah lelah setelah menempuh macet Jakarta - Tol Cikampek, atau setelah berjam2 menempuh perjalanan dari Semarang / Solo / Banyumas / dsb.

Artinya setelah 4-6 jam perjalanan mereka masuk Tol Cipali, di situ titik fatigue supir yang perlu diwaspadai

Di sini jelas kita tidak memasukkan supir kendaraan yg baru berangkat dari Karawang / Cikampek atau supir kendaraan yang baru berangkat dari Cirebon / Brebes karena relatih masih segar lah supirnya, baru menempuh 1 jam driving sebelum masuk Cipali
__________________
Just Another Brick in the Wall

Visit my blog : http:\\www.ridethewind.wordpress.com
Gingerbread_Man está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 23rd, 2019, 10:49 AM   #1377
ardial
Registered User
 
ardial's Avatar
 
Join Date: Feb 2013
Location: Jakarta
Posts: 4,049
Likes (Received): 504

Quote:
Originally Posted by fajarbuslovers View Post

Titik fatigue krusial menurut pengalaman saya malah ada di Pekalongan - Pemalang.
Karena biasanya setelah makan di Weleri, reaksi dalam tubuh akan sangat terasa 1 jam setelah makan malam di Weleri.
Mungkin itu alasannya beberapa RM yang bermitra dengan bus malam membatasi lauk dengan ukuran kecil agar tidak kekenyangan saat melanjutkan perjalanan.

Dan idealnya minimal butuh 1-2 jam untuk beristirahat di rest area dan sangat krusial agar bisa tidur pulas di rest area.

Karena tidur pulas berkualitas bisa mengembalikan stamina pengemudi hingga 85%, meski waktu tidurnya sebentar.
Ya artinya secara psikologis nyetir sejauh 140 KM pasca istirahat di pantura, Mulai menurun titik fokus setelah 40 menit-2 jam di tol.

Quote:
Originally Posted by Gingerbread_Man View Post
Wkwk, kalo gitu mah semua supir dimanapun juga, kalo habis makan malam, berarti harus diawasin 1 jam setelah makan apa ngantuk atau gak?
Kalo perkara 1 jam sesudah makan itu mah bukan di Pemalang aja, tapi berlaku utk supir dimanapun di seluruh dunia

Bukan gitu maksudnya. Fatigue yang kita bicarakan adalah lelah setelah menempuh macet Jakarta - Tol Cikampek, atau setelah berjam2 menempuh perjalanan dari Semarang / Solo / Banyumas / dsb.

Artinya setelah 4-6 jam perjalanan mereka masuk Tol Cipali, di situ titik fatigue supir yang perlu diwaspadai

Di sini jelas kita tidak memasukkan supir kendaraan yg baru berangkat dari Karawang / Cikampek atau supir kendaraan yang baru berangkat dari Cirebon / Brebes karena relatih masih segar lah supirnya, baru menempuh 1 jam driving sebelum masuk Cipali
Makanya jalanan di Eropa autobahn mereka mewajibkan setiap 1 jam sekali itu wajib menepi untuk 10 menit.
Tapi kalau autobahn ada area no speed limit itu setara antara Pondok gede-kanci jika di konversi di jarak ala Eropa
ardial no está en línea   Reply With Quote
Old November 23rd, 2019, 05:37 PM   #1378
fajarbuslovers
Bus & Model Photographer
 
fajarbuslovers's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Location: Bojong Menteng, Bekasi
Posts: 1,087
Likes (Received): 302

Quote:
Originally Posted by Gingerbread_Man View Post
Wkwk, kalo gitu mah semua supir dimanapun juga, kalo habis makan malam, berarti harus diawasin 1 jam setelah makan apa ngantuk atau gak?
Kalo perkara 1 jam sesudah makan itu mah bukan di Pemalang aja, tapi berlaku utk supir dimanapun di seluruh dunia

Bukan gitu maksudnya. Fatigue yang kita bicarakan adalah lelah setelah menempuh macet Jakarta - Tol Cikampek, atau setelah berjam2 menempuh perjalanan dari Semarang / Solo / Banyumas / dsb.

Artinya setelah 4-6 jam perjalanan mereka masuk Tol Cipali, di situ titik fatigue supir yang perlu diwaspadai

Di sini jelas kita tidak memasukkan supir kendaraan yg baru berangkat dari Karawang / Cikampek atau supir kendaraan yang baru berangkat dari Cirebon / Brebes karena relatih masih segar lah supirnya, baru menempuh 1 jam driving sebelum masuk Cipali
Sebelum adanya tol Trans Jawa, pengalaman naik bus Rosalia Indah saat sudah masuk Brebes/Tegal, sopir bus justru memilih menepi sebentar nyari angkringan sebelum masuk tol untuk memulihkan stamina mereka kembali.

Begitupula dengan era2nya blm adanya tol Cipali, sopir bus memilih beristirahat dan menepi nyari angkringan, tanpa nyalakan lampu utama di tengah perjalanan.

Setelah era tol Trans Jawa inilah, semuanya berubah. Semuanya pada ngejar-ngejar untuk bisa sampai Cipali dengan bablas terus tanpa sadar kondisi lelahnya mencapai titik ideal untuk beristirahat atau sekadar menepi.
__________________
Suka Foto Bus, Model dan Produk.
Instagram : @fbl.photoworks


ahonksirad liked this post
fajarbuslovers no está en línea   Reply With Quote
Old November 23rd, 2019, 06:03 PM   #1379
Gunners24
Registered User
 
Join Date: Jan 2017
Location: Tangerang
Posts: 204
Likes (Received): 50

Quote:
Originally Posted by fajarbuslovers View Post
Sebelum adanya tol Trans Jawa, pengalaman naik bus Rosalia Indah saat sudah masuk Brebes/Tegal, sopir bus justru memilih menepi sebentar nyari angkringan sebelum masuk tol untuk memulihkan stamina mereka kembali.

Begitupula dengan era2nya blm adanya tol Cipali, sopir bus memilih beristirahat dan menepi nyari angkringan, tanpa nyalakan lampu utama di tengah perjalanan.

Setelah era tol Trans Jawa inilah, semuanya berubah. Semuanya pada ngejar-ngejar untuk bisa sampai Cipali dengan bablas terus tanpa sadar kondisi lelahnya mencapai titik ideal untuk beristirahat atau sekadar menepi.
betul sih sekarang lada Joss semua untuk arah Semarang-Solo-Surabaya semua ngejar sampe Rumah makan untuk bisa istirahat selebihnya bablas klo arah ke selatan lewat pejagan sampe Purwokerto dan Yogya sih Supir masih suka minggir sebentar beli kopi di pinggir jalan disaat penumpang pada tidur , kalo arah Barat baru pada Joss aja
__________________

ahonksirad liked this post
Gunners24 no está en línea   Reply With Quote
Old November 24th, 2019, 04:39 AM   #1380
fajarbuslovers
Bus & Model Photographer
 
fajarbuslovers's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Location: Bojong Menteng, Bekasi
Posts: 1,087
Likes (Received): 302


Alasan yg masuk akalnya adalah :
1. Dari arah timur bisa ngejar waktu sampe Cipali agar bisa tepat waktu sampe terminus di Jabodetabek. Karena kalau udh sampe tol Japek, konsentrasi dan stamina terkuras sehabis-habisnya karena macet parah yg selalu tak terprediksi dimana aja titiknya.
2. Dari arah barat, tujuannya agar bisa sampe tepat waktu ke terminus minimal tengah malam atau jam 2/3 pagi.

Tapi di bbrp case, ada bbrp armada PO bus yg beristirahat 30 menit - 1 jam di rest area KM. 57, selain untuk menunggu penumpang, ngisi solar juga dimanfaatkan untuk mengembalikan stamina.

Harusnya ada beberapa kebijakan yg mengharuskan sopir bus untuk beristirahat alias tidur pulas setengah hingga 1 jam di Km. 62 dan 68 tol Cikampek arah Jakarta.
__________________
Suka Foto Bus, Model dan Produk.
Instagram : @fbl.photoworks


ahonksirad liked this post
fajarbuslovers no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 10:35 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2019, vBulletin Solutions Inc.
vBulletin Security provided by vBSecurity v2.2.2 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us