GA | Garuda Indonesia | The Airline of Indonesia - Page 776 - SkyscraperCity
 

forums map | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Airports and Aviation


Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old May 19th, 2019, 07:49 AM   #15501
AA4013
Registered User
 
Join Date: Apr 2019
Posts: 6
Likes (Received): 2

Walah, penumpangnya sdh berkurang karena tarif dinaikkan, sekarang GA mau menurunkan kualitas pelayanan di dlm pesawat ( food and drink, majalah, IFE, dll) karena "dipaksa" utk menurunkan harga tiket.

Kebijakan bisa menimbulkan vicious cycle di mana volume penumpang GA berkurang terus, dibarengi dengan further cutback dlm service, dstnya. Kalo pelayanan dikurangi/dipotong terus nanti apa bedanya pelayanan GA dengan pelayanan budget airnya Singa Merah??


https://en.tempo.co/read/1206565/gar...lower-airfares


Garuda Indonesia to Downgrade Services over Lower Airfares
17 May 2019 21:07 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - State-owned air carrier Garuda Indonesia planned to apply operational or production efficiency to offset lower airfares by means of downgrading passenger services.

“We must reduce our in-flight and ground handling services,” corporate marketing director Pikri Ilham Kurniansyah told Tempo on Friday, May 17.

The in-flight components refer to services rendered to passengers on board, such as magazines, newspapers, heavy meals, snacks, beverages, and other entertainments. Meanwhile, ground handling components refer to services on the ground such as baggage, cargo, post, and others.

Pikri ensured the efficiency would not affect passenger safety. “We don’t take safety for granted. No safety services are downgraded,” Pikri said.

He added the airline would maintain its pilot training program, aircraft maintenance costs, and costs for workers or cabin crew. “We will not dismiss any worker,” he added.

Garuda Indonesia decided to slash its operational costs to lower its airfares following the issuance of the Transportation Minister's Decree No. 106/2019 on the airfare price ceiling that was lowered by 12-16 percent.

The new regulation will reportedly reduce airlines’ revenue by 7-8 percent. “So we boost other sources of income [from advertisements and cargo service],” Pikri concluded.

Last edited by AA4013; May 19th, 2019 at 04:49 PM.
AA4013 no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 
Old May 19th, 2019, 08:10 AM   #15502
bagus70
Ես ցանկանում եմ ծծել ձեր
 
bagus70's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: Surabaya. The City of Hot Headed Heroes.
Posts: 4,282
Likes (Received): 1227

Deja vu awal 2000an, dimana Garuda berusaha memposisikan dirinya sebagai budget airline
__________________
Visit Indonesia and enjoy the railway tour, volcanoes tour such as visit to mount Bromo and Ijen. Click: http://www.indonesianrailwaytour.com/

Colaps, AA4013 liked this post
bagus70 no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 08:34 AM   #15503
mfzn
Registered User
 
Join Date: Jul 2015
Posts: 194
Likes (Received): 33

Apakah mungkin orang akan semakin beralih ke Batik? Karena sejujurnya Batik sm Lion kadang harganya nggk beda jauch, tapi Garuda jomplang banget
__________________

Colaps liked this post
mfzn no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 09:57 AM   #15504
blablanonsense
Fiat Voluntas Tua
 
blablanonsense's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Planet Earth
Posts: 6,762
Likes (Received): 2089

Quote:
Originally Posted by AA4013 View Post
Walah, penumpangnya sdh berkurang karena tarif dinaikkan, sekarang GA mau menurunkan kualitas pelayanan di dlm pesawat ( food and drink, majalah, IFE, dll) karena "dipaksa" utk menurunkan harga tiket.

Kebijakan bisa menimbulkan vicious cycle di mana volume penumpang GA berkurang terus, dibarengi dengan further cutback dlm service, dstnya. Kalo pelayanan terus terus nanti apa bedanya pelayanan GA dengan pelayanan budget airnya Singa Merah??


https://en.tempo.co/read/1206565/gar...lower-airfares


Garuda Indonesia to Downgrade Services over Lower Airfares
17 May 2019 21:07 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - State-owned air carrier Garuda Indonesia planned to apply operational or production efficiency to offset lower airfares by means of downgrading passenger services.

“We must reduce our in-flight and ground handling services,” corporate marketing director Pikri Ilham Kurniansyah told Tempo on Friday, May 17.

The in-flight components refer to services rendered to passengers on board, such as magazines, newspapers, heavy meals, snacks, beverages, and other entertainments. Meanwhile, ground handling components refer to services on the ground such as baggage, cargo, post, and others.

Pikri ensured the efficiency would not affect passenger safety. “We don’t take safety for granted. No safety services are downgraded,” Pikri said.

He added the airline would maintain its pilot training program, aircraft maintenance costs, and costs for workers or cabin crew. “We will not dismiss any worker,” he added.

Garuda Indonesia decided to slash its operational costs to lower its airfares following the issuance of the Transportation Minister's Decree No. 106/2019 on the airfare price ceiling that was lowered by 12-16 percent.

The new regulation will reportedly reduce airlines’ revenue by 7-8 percent. “So we boost other sources of income [from advertisements and cargo service],” Pikri concluded.
Haduh... cost cutting gak usah diumumin di media juga kali. Ini PR-nya GA goblok banget yah.... cost cutting diem-diem aja. Masak gembar gembor mau menghilangkan x, y, z.
Tinggal bilang 'menyesuaikan layanan sesuai kebutuhan penumpang".
BUMN oh BUMN...

mau cost cutting? gak susah:
1. In flight magazine pakai material yang lebih ringan agar enteng di pesawat. majalahnya terlalu tebal dan berat.
2. Koran dibatasi jumlahnya, asal cukup untuk penumpang kelas bisnis sudah cukup lah. baca koran di ekonomi juga susah. Kalau bisa, mungkin koran masuk ke IFE. harusnya lebih murah juga langganan koran elektronik jadi content IFE, dan lebih ringan.
3. Makanan dan minuman: pilihan makanan/minuman dikurangi jenisnya. Porsi dikurangi, penerbangan di bawah 3 jam kasih snackbox aja untuk ekonomi, kecuali penerbangan pas jam makan pagi (6-9am), jam makan siang (12-2), jam makan malam (5-8) bolehlah diberi warm meals (sandwich + hot/cold drink sudah cukup mengenyangkan). Minuman cukup air, 1 jenis jus, 1 jenis soft drink, kasih hot drink hanya kalau ada warm meals.
4. Strict baggage policy, ditimbang semua. Kalau ngotot bawa ke cabin, charge aja.

Mau tambah revenue?
1. Iklan di IFE diperbanyak.
2. Tempel iklan di meja setiap kursi a la air asia/jetstar.
3. Tempel iklan di luggage compartment.
4. Promo/restricted Y kasih 15kg check in, atau hilangkan. kalau mau 20/30kg, fare class yang lebih tinggi. Gak semua orang perlu bagasi check in kog...

Gw jujur gak setuju sama price ceiling dan price floor sih...
kalau pemerintah mau bikin tarif murah, ya dukung airiines agar menurunkan cost structurenya (pajak, fuel, import2an komponen, perawatan lebih murah, dll), jangan paksa mereka turunkan harga tetapi membiarkan mereka menanggung rugi. Kalau airlines rugi juga long termnya negara rugi... airlinenya gak ada yang kuat untuk menopang konektivitas udara dan pertumbuhan pariwisata.

Untuk GA, lebih baik kembangkan Citilink dan turunkan lagi cost-nya agar bisa jadi LCC yang bersaing dengan Lion. Gak ada gunanya jadi FSC yang dipaksa jual murah demi memuaskan mentalitas "ingin semua murah" rakyat negara +62 ini.

Negara ini mentalitas masyarakatnya mental komunis, semua ingin murah, semua ingin disubsidi, tetapi ingin barang bagus. Kalau bisa inginnya semua GRATIS. commies sekali kan?
Ada rupa ada harga, kalau memang harganya mahal, ya artinya harus cari alternatif lain atau cari penghasilan tambahan...
__________________
Tiada hasil yang mengkhianati usaha

Last edited by blablanonsense; May 19th, 2019 at 10:08 AM.
blablanonsense no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 01:00 PM   #15505
saleko
Registered User
 
saleko's Avatar
 
Join Date: Jan 2012
Location: everywhere
Posts: 814
Likes (Received): 274

Point yang ketiga soal cost cutting sepertinya sudah mulai diterapkan deh Kak. CGK-DPS jam 9.30 pagi dapat snackbox, DPS CGK 18.10 dapat makan malam. Sama halnya ketika penerbangan ke UPG. Di luar jam-jam tersebut, penumpang disajikan snackbox saja.
__________________

Common sense has become so rare, it should be classified as a superpower.

Colaps, AA4013 liked this post
saleko no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 03:24 PM   #15506
hackes
Registered User
 
hackes's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 350
Likes (Received): 344

Wkwkwk susah ya cost reduction dari aspek lain selain service ke pax? Kenapa GA ini selalu mikirnya downgrade service ke pax, ga ada cara lain gitu?



Kurangin ground crew? Sales office operational yang banyak itu? Fasilitas karyawan atau manajamen? Upgrade/modernisasi sistem mungkin?
__________________

Colaps liked this post
hackes no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 04:04 PM   #15507
trent_768
Registered User
 
Join Date: Jan 2016
Posts: 600
Likes (Received): 329

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Untuk GA, lebih baik kembangkan Citilink dan turunkan lagi cost-nya agar bisa jadi LCC yang bersaing dengan Lion. Gak ada gunanya jadi FSC yang dipaksa jual murah demi memuaskan mentalitas "ingin semua murah" rakyat negara +62 ini.

Negara ini mentalitas masyarakatnya mental komunis, semua ingin murah, semua ingin disubsidi, tetapi ingin barang bagus. Kalau bisa inginnya semua GRATIS. commies sekali kan?
Ada rupa ada harga, kalau memang harganya mahal, ya artinya harus cari alternatif lain atau cari penghasilan tambahan...
Besok saya mau protes harga BMW kemahalan ah, gak menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Apa-apaan ini perusahaan asing berani jual mobil semahal itu?! Penindasan asing terhadap pribumi ini! Kumpeni kembali jajah!

Okay, mental breakdown is over, BTT.
Jujur saya bingung sih apa hak pemerintah ngatur harga tiket biar turun. Saya paham kalo berimbas besar sama Indonesia Timur, cuma kan airline ini pada gak melanggar peraturan apapun sejauh ini.
__________________

Colaps, blablanonsense liked this post
trent_768 no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 04:25 PM   #15508
Love_Alisa
Ecce Ancilla Domini
 
Love_Alisa's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: BEKASI
Posts: 771
Likes (Received): 462

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Negara ini mentalitas masyarakatnya mental komunis, semua ingin murah, semua ingin disubsidi, tetapi ingin barang bagus. Kalau bisa inginnya semua GRATIS. commies sekali kan?
Ada rupa ada harga, kalau memang harganya mahal, ya artinya harus cari alternatif lain atau cari penghasilan tambahan...
Kita bukan minta gratis. Kita minta harga wajar. Bagaimana kriteria "wajar"? Ya kita lihat saja yang terjadi di negara2 tetangga. Seperti yang sudah saya ceritakan di thread lain. Tahun kemarin saya naik Malaysia Airlines (ini FSC loh, bukan LCC) dari KL ke Kuching dengan waktu tempuh 1,5 jam, harga tiket paling murah cuma 500.000. Begitu juga Thai Airways, ini FSC juga, Bangkok-Phuket dengan waktu tempuh 1 jam 15 menit, paling murah 500.000 juga. Dapat wide body lagi. Dan kenapa saya kasih perbandingan Malaysia & Thailand? Ya karena biaya hidupnya gak jauh beda dengan di sini. Kalo FSC negara tetangga bisa ngasih promo murah, kenapa GA gak?

Sekali lagi kita gak minta harga murah. Kita minta harga wajar. Yes, mungkin harga sekarang tidak melanggar batas atas dan batas bawah, tapi keberadaan batas tarif itu sendiri memberatkan either airlines or passengers.
__________________
KURANG-PIKNIK.COM
Daripada NYINYIR, mendingan PIKNIK

A fan of:
Ailee, Bolbbalgan4, Davichi, Day6, Dreamcatcher, GFRIEND, IU, IZ*ONE, KARD, Ladies Code, Mamamoo, Red Velvet, The Rose, Taeyeon, TWICE
AC, AF, AZ, BA, CA, DL, EK, EY, JL, KE, KL, LH, MH, QF, QR, SA, SQ, SU, UA
Love_Alisa no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 04:53 PM   #15509
AA4013
Registered User
 
Join Date: Apr 2019
Posts: 6
Likes (Received): 2

Quote:
Originally Posted by hackes View Post
Wkwkwk susah ya cost reduction dari aspek lain selain service ke pax? Kenapa GA ini selalu mikirnya downgrade service ke pax, ga ada cara lain gitu?

Kurangin ground crew? Sales office operational yang banyak itu? Fasilitas karyawan atau manajamen? Upgrade/modernisasi sistem mungkin?

Well, menurut artikel Tempo di atas pihak manajemen sdh rule out cost cutting dengan mem PHK karyawannya. Mereka tdk ingin pilot strike/slow down tahun lalu terulang lagi.


Jadi kalo cost cutting dgn mengurangi karyawan sdk tdk mungkin ya akibatnya pelayanan ke penumpang lagi yang jadi sasaran dan penumpanglagi yang jadi korban
__________________

Colaps liked this post
AA4013 no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 05:49 PM   #15510
Tstw
Registered User
 
Join Date: Aug 2018
Posts: 363
Likes (Received): 161

Yang saya baru sadar, ternyata tarif batas atas dan batas bawah itu gak dibagi sesuai kelas airlines nya ya, kayak peraturan bagasi, yang LCC beda sama yang medium beda juga sama yang full service, pantesan singa merah harganya kadang gak beda jauh sama GA.

Dan untuk masalah karyawan, sepertinya karyawan GA juga kebanyakan pihak ketiga deh. Rata-rata ground crew di bandara itu sepertinya pihak ketiga, yang karyawan GA mungkin hanya beberapa orang dan beberapa bagian. Kabarnya seperti cabin crew juga sekarang statusnya kontrak. Dan untuk cabin crew, biaya pelatihan awalnya pun sekarang ditanggung masing-masing peserta didik, jadi sekarang judul rekrutmennya rekrutmen pelatihan cabin crew oleh GITC, gak kayak dulu lagi. Kalo masalah fasilitas tiket konsesi mah, menurut saya sih gak terlalu berpengaruh, karena fasilitas tiket konsesi karyawan Garuda itu kalo gak salah statusnya tiket standby, jadi bisa terbang kalo emang ada kursi kosong. Itu pun airport tax, pajak, dll dibayar sendiri oleh karayawan. Jadi sebenernya masalah cost cutting dari sisi internal sepertinya udah berjalan. Gak tau kalo yang ke bos-bosnya ye, hehehe.

Menurut saya sih, masalah harga tiket, sangat perlu peranan pemerintah, misalnya mengontrol kurs rupiah, lalu membebaskan pajak yang terkait perawatan pesawat, komponen-komponen pesawat itu mahal lho, udah gitu pake dollar lagi transaksinya, sedangkan bagian ini yang paling gak bisa dikurangi dari pesawat, kemudian kalo bisa ya menekan biaya pelayanan kebandaraan dan navigasi. Kalo maskapai cuma mengurangi pelayanan ke penumpang, kayaknya efeknya gak terlalu besar ke keuangan maskapai, apalagi kalo tiba-tiba harga rupiah anjlok, harga avtur melonjak, ya wasalam.
Tstw está en línea ahora   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 08:43 PM   #15511
dimpluk
Registered User
 
dimpluk's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Location: Jakarta
Posts: 258
Likes (Received): 260

Gue termasuk yg lately sering pake garuda, jadi lumayan berasa banget cost cuttingnya. Mulai dari permen fox yg sekarang jadi relaxa, gelas saji yg tadinya hard plastic sekarang setipis gelas plastik air mineral, trus pernah dapet snack bungkus paperbag bukan yg box, tapi itu juga nggak pasti. Udah nggak dapet mix nut 3x terbang dari/ke jogja. Beneran yg diarepin jadwal flightnya aja yg lebih banyak sama tepat waktunya aja. Meskipun harga makin mahal. 2x pp ke jogja harganya diatas 1,2jt dulu kadang masih dapet 700an. Buat lebaran normal kali ya diatas 1.2. Btw setau gue mereka juga udah nggak pake advertising agency lagi deh buat bantu team marketingnya lagi. It’s huge cost cutting there, will see materi komunikasi mereka gimana kedepan.
__________________

Colaps liked this post
dimpluk no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2019, 09:49 PM   #15512
Wahyujuli25_
Registered User
 
Join Date: May 2017
Posts: 157
Likes (Received): 87

Mungkin argumen gue sampai pada tahap sebetulnya GA mau cost cutting atau enggak ya sama aja gak ada hasil, karena inti masalahnya adalah boros di lease pesawat (sekitar 25% dari beban operasional, SQ cuma 15% sebagai perbandingan) yang mana masalah ini bakal terus ada sampai ganti semua pesawat yang ada. Emang sialan sih manajemen Emirsyah mewariskan masalah inefisiensi sewa pesawat, GA gak perlu CRJ1000, ATR, B777 banyak-banyak dll, pesawatnya terlalu banyak mana di mark-up pula harga A333.

Satu-satunya cara meskipun ini bakal makan waktu adalah bikin order pesawat sesuai kebutuhan dengan harga dan kontrak yang masuk akal. Bisa contoh air asia gimana dengan pesawat yang lebih banyak dari GA tapi beban sewanya bisa ditahan di angka 10-15 persen dari total beban. Pakai contoh begini aja beban lease GA 2018 sekitar US$ 1 miliar dengan presentase 25% dari total beban, kalau aja bisa diturunin presentasenya ke angka 15-20 persen alias 600-800 juta US$ berarti ada space beban yang bisa dialihin buat service, selisih kurs atau iklan. Tapi balik lagi butuh waktu karena GA mesti order lagi yang baru dan balikin semua pesawat yang ada sekarang ke lessor.

Sesungguhnya, sulit melihat GA bakal untung besar jika komponen leasing gak diturunin atau plan masa depan dengan armada lebih ramping dan gak banyak jenis. Maintenance, Fuel ama Lease udah 60%-65% atau mungkin lebih persentase beban operasional, ya mau gamau GA harus bisa turunin biaya 3 komponen itu. Pesawat lebih sedikit, fuel lebih hemat, biaya maintenance bisa ditahan dan utilisasi tinggi (utilitas pesawat GA sangat rendah karena terlalu banyak). Data Q1 2019 di beban operasional bisa menggambarkan kok GA yang berusaha menghemat beban operasionalnya.
__________________

AA4013, Colaps liked this post
Wahyujuli25_ no está en línea   Reply With Quote
Old May 20th, 2019, 12:08 AM   #15513
jakartaer
Registered User
 
Join Date: Nov 2013
Posts: 154
Likes (Received): 43

Quote:
Originally Posted by Tstw View Post
Yang saya baru sadar, ternyata tarif batas atas dan batas bawah itu gak dibagi sesuai kelas airlines nya ya, kayak peraturan bagasi, yang LCC beda sama yang medium beda juga sama yang full service, pantesan singa merah harganya kadang gak beda jauh sama GA.
Setahu saya tarif batas atas ditetapkan di satu harga untuk FSC. Nanti yg medium ada aturannya maksimal sekian persen dari TBA tsb. Kalau tidak salah 90%. Yang LCC kalau tidak salah dipayok 85% dari TBA tsb.
Pastinya ada masalah inefisiensi di GA. Kalau harga tiket ke Medan dari GA bisa lebih mahal dari harga tiket ke Bangkok dari TG, atau bahkan bisa lebih mahal dari CX ke HKG kelas promo (yang jumlah kursinya cukup banyak). Padahal jarak dan waktu terbangnya beda jauh. Kata orang2 di bisnis penerbangan, LCC menghemat di ground handling dan perks. Jadi business model mereka paling cocok untuk short haul. Medium haul masih lumayan. Tetapi begitu long haul, komponen terbesar adalah avtur, lalu harga yang dapat ditawarkan tidak bisa selisih jauh dengan FSC. Jadinya kurang kompetitif, karena dengan beda harga sedikit orang lebih milih FSC. Makanya Air Asia X sampai sekarang masih tertatih tatih.
__________________

Colaps liked this post
jakartaer no está en línea   Reply With Quote
Old May 20th, 2019, 01:34 AM   #15514
Sihusin
Registered User
 
Sihusin's Avatar
 
Join Date: Jan 2017
Posts: 139
Likes (Received): 64

Kalo diibaratkan dalam lingkungan sosial, maskapai itu ibarat warga yang lagi berniaga dan menhub sebagai pak RT yang mengawasi warganya ini. Pak RT melihat ini ada masalah perang tarif maka ngomonglah dia "eh barang daganganmu terlalu murah, sementara kamu jualnya terlalu mahal. Biar adil harganya saya batasi ya".
Inilah masalah yang terjadi dari penetapan tarif batas atas dan bawah ini. Btw ada yang tahu seberapa sehat iklim investasi maskapai di Indonesia? Heran aja SQ grup yang jadi penguasa rute internasional disini lebih memilih investasi di India.
__________________

Colaps liked this post
Sihusin no está en línea   Reply With Quote
Old May 20th, 2019, 03:29 AM   #15515
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 34,238
Likes (Received): 2913

Quote:
Originally Posted by saleko View Post
Point yang ketiga soal cost cutting sepertinya sudah mulai diterapkan deh Kak. CGK-DPS jam 9.30 pagi dapat snackbox, DPS CGK 18.10 dapat makan malam. Sama halnya ketika penerbangan ke UPG. Di luar jam-jam tersebut, penumpang disajikan snackbox saja.
udh mulai kayak Qantas flight domestik. Tapi kalau memang itu bisa menyelamatkan Garuda ya so be it.
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.

Colaps liked this post
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old May 20th, 2019, 03:32 AM   #15516
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 34,238
Likes (Received): 2913

Quote:
Originally Posted by jakartaer View Post
Setahu saya tarif batas atas ditetapkan di satu harga untuk FSC. Nanti yg medium ada aturannya maksimal sekian persen dari TBA tsb. Kalau tidak salah 90%. Yang LCC kalau tidak salah dipayok 85% dari TBA tsb.
Pastinya ada masalah inefisiensi di GA. Kalau harga tiket ke Medan dari GA bisa lebih mahal dari harga tiket ke Bangkok dari TG, atau bahkan bisa lebih mahal dari CX ke HKG kelas promo (yang jumlah kursinya cukup banyak). Padahal jarak dan waktu terbangnya beda jauh. Kata orang2 di bisnis penerbangan, LCC menghemat di ground handling dan perks. Jadi business model mereka paling cocok untuk short haul. Medium haul masih lumayan. Tetapi begitu long haul, komponen terbesar adalah avtur, lalu harga yang dapat ditawarkan tidak bisa selisih jauh dengan FSC. Jadinya kurang kompetitif, karena dengan beda harga sedikit orang lebih milih FSC. Makanya Air Asia X sampai sekarang masih tertatih tatih.
Namanya BUMN itu pasti lah ada inefisiensi di dalamnya.

Cuman alih2 melakukan inefisiensi di internal, why not sacrificing customer experience instead??? Ini tipikal BUMN banget, kalau ada masalah keuangan... pembenahan internal itu kalau bisa itu harus last resort banget.

Apalagi BUMN2 yang punya serikat pekerja kuat, pemegang saham pun bisa diatur2. Direksi nya punya kebijakan yang niatnya baik pun bisa ditekan-tekan.

Pemerintah juga harusnya jangan cuman mainin fungsi sebagai regulator tarif, tapi juga mainin fungsi sebagai pemegang saham utk melakukan pembenahan internal di Garuda. Ahhh, tp ekspektasi sy ketinggian sama pemerintah... laporan keuangan nya bermasalah aja bisa kecolongan gitu..
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.

Colaps, Harry14 liked this post
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old May 20th, 2019, 06:14 AM   #15517
Colaps
Registered User
 
Join Date: Mar 2019
Posts: 37
Likes (Received): 12

Quote:
Originally Posted by Wahyujuli25_ View Post
Mungkin argumen gue sampai pada tahap sebetulnya GA mau cost cutting atau enggak ya sama aja gak ada hasil, karena inti masalahnya adalah boros di lease pesawat (sekitar 25% dari beban operasional, SQ cuma 15% sebagai perbandingan) yang mana masalah ini bakal terus ada sampai ganti semua pesawat yang ada. Emang sialan sih manajemen Emirsyah mewariskan masalah inefisiensi sewa pesawat, GA gak perlu CRJ1000, ATR, B777 banyak-banyak dll, pesawatnya terlalu banyak mana di mark-up pula harga A333.

Satu-satunya cara meskipun ini bakal makan waktu adalah bikin order pesawat sesuai kebutuhan dengan harga dan kontrak yang masuk akal. Bisa contoh air asia gimana dengan pesawat yang lebih banyak dari GA tapi beban sewanya bisa ditahan di angka 10-15 persen dari total beban. Pakai contoh begini aja beban lease GA 2018 sekitar US$ 1 miliar dengan presentase 25% dari total beban, kalau aja bisa diturunin presentasenya ke angka 15-20 persen alias 600-800 juta US$ berarti ada space beban yang bisa dialihin buat service, selisih kurs atau iklan. Tapi balik lagi butuh waktu karena GA mesti order lagi yang baru dan balikin semua pesawat yang ada sekarang ke lessor.

Sesungguhnya, sulit melihat GA bakal untung besar jika komponen leasing gak diturunin atau plan masa depan dengan armada lebih ramping dan gak banyak jenis. Maintenance, Fuel ama Lease udah 60%-65% atau mungkin lebih persentase beban operasional, ya mau gamau GA harus bisa turunin biaya 3 komponen itu. Pesawat lebih sedikit, fuel lebih hemat, biaya maintenance bisa ditahan dan utilisasi tinggi (utilitas pesawat GA sangat rendah karena terlalu banyak). Data Q1 2019 di beban operasional bisa menggambarkan kok GA yang berusaha menghemat beban operasionalnya.
Hmm apa cuma saya ya yang berpikir kalau ATR 72-600 GA sebagian dialihkan ke Citilink, apa bisa dialihkan sisanya Ke Nam Air?, soalnya Nam Air juga make ATR 72-600 (5 unit). 🤔, jadi kalau sebagian kecil ATR GA dialihkan ke Nam Air, itu anak perusahaan SJ yang dibawah naungan KSO Garuda bisa berkembang rutenya buat bersaing dengan Wings Air.
Colaps no está en línea   Reply With Quote
Old May 20th, 2019, 07:22 AM   #15518
Jello18
Registered User
 
Join Date: Apr 2018
Posts: 90
Likes (Received): 30

Jello18 no está en línea   Reply With Quote
Old May 20th, 2019, 08:04 AM   #15519
trent_768
Registered User
 
Join Date: Jan 2016
Posts: 600
Likes (Received): 329

Jujur saya lebih suka paper bag itu, kita udah kebanyakan sampah. Cuma yang agak disayangkan minumannya ya, harusnya teh/kopi dipertahankan. Yang sebel kenapa airnya Cleo ya? Menurut saya air demineral/reverse osmosis itu rasanya aneh dan asem, nggak tau deh yang lain ngerasa gt juga gak?
__________________

Colaps liked this post
trent_768 no está en línea   Reply With Quote
Old May 20th, 2019, 11:01 AM   #15520
arafuru
Registered User
 
Join Date: Jul 2013
Posts: 227
Likes (Received): 417

Itu beneran? HAHAHAHAHAH SOK ECO-FRIENDLY PAKE PAPER BAG TAPI MINUMNYA BOTOL PLASTIK DAN MAKANAN DIBUNGKUS PLASTIK SEMUA. IDE TOLOL SIAPA SIH ITU?
Sori all caps goblonya kebangetan soalnya jadi gak bisa nyante. Please revisi segera sebelum maskapai bintang lima skaitreks kebanggaan anak bangsa ini jadi bahan tertawaan dunia please please please
__________________

Colaps, bagus70, 123javanese, mtsbjm1 liked this post
arafuru no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 03:31 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2019, vBulletin Solutions Inc.
vBulletin Security provided by vBSecurity v2.2.2 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us