[SURABAYA] Projects & Development - Page 38 - SkyscraperCity
 

forums map | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Metropolitan Construction and Development > Surabaya


Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old November 17th, 2007, 12:27 AM   #741
BauIng
SkyscraperCity Addict
 
BauIng's Avatar
 
Join Date: Sep 2007
Location: Jakarta, Indonesia
Posts: 2,339
Likes (Received): 34

wah thx
kpn renc nya mo dibangun ??
__________________
Visit Indonesia 2011

"Technique is not everything.
But without technique everything is nothing."
BauIng no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 
Old November 17th, 2007, 04:04 AM   #742
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,799

Another story of infrastructure development in Surabaya. In my opinion, skyline is beautiful, but infrastructure construction (and completion) is far more important for a city to grow.


Nasib Megaproyek Pemkot Surabaya , Proyek Jalan Tembus yang Tidak Kunjung Tembus Nasib Megaproyek Pemkot Surabaya , Proyek Jalan Tembus yang Tidak Kunjung Tembus

Jika membuka cetak biru atau master plan Surabaya 2000 yang disusun tahun 1973, terdapat rencana ideal jaringan jalan kota ini. Surabaya pada tahun 2000 sudah dilingkari jalan arteri yang berbentuk dua cincin. Yaitu lingkar dalam dan lingkar luar. Bagaimana realisasinya ?

Master plan Surabaya 2000 sudah direvisi berkali kali hingga yang terakhir pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2007. Dua cincin ini tetap dicantumkan karena rencana ini memang ideal.
Bagaimana nasibnya sekarang ? Tahun 2000 sudah dilewati, kini terhitung sudah 34 tahun berselang sejak rencana itu digedok, dua cincin itu tidak kunjung berbentuk melingkar di peta Surabaya.
Baru sepotong ruas jalur lingkar dalam timur atau middle east ring road (MERR) yang digarap maskipun dengan tertatih-tatih. Kepala Dinas Binamarga dan Pematusan Pemkot Surabaya Sri Mulyono mengatakan pemkot masih konsentrasi menggarap MERR. “Jadi yang lain akan digarap setelah MERR rampung dulu,” kata Sri Mulyono kepada Surya, Selasa (23/10).

Lingkar luar timur atau outer east ring road (OERR) yang menghubungkan Kenjeran-Gununganyar belum sempat dipikirkan penggarapannya. Realisasi jalan cincin bagian barat juga setali tiga uang. Lingkar barat dalam atau midle west ring road (MWRR) yang menghubungkan Jl Grages- Margomulyo- Lontar- Gunungsari baru selesai di Margomulyo. Sisanya belum ada rencana.

Jalur lingkar barat luar atau outer west ring road (OWRR) pertengahan tahun ini sempat disinggung wali kota bahwa rencananya akan digarap setelah MERR. “Itupun karena ada rencana pembangunan kompleks olahraga stadion Gelora Bung Tomo (SSC) di Benowo sehingga butuh jalan lingkar. Tetapi realisasinyapun masih menunggu MERR dulu,” kata Sri.

Kapan MERR rampung? Sri menjelaskan jalur kembar ini masih berkutat di koridor II C sepanjang tiga kilometer (Jl AR Hakim - Jembatan Kedung Baruk). Dari 89.000 meter persegi lahan yang diperlukan, hampir 80 persen yang dibebaskan. Sisanya masih negosiasi ganti rugi. Diperkirakan baru rampung 80 persen. Tahun depan pembebasan beres dan pemkot segera meminta pemerintah pusat untuk menggarap proyek fisiknya.

Tembuskah MERR setelah 2008? Tentu belum. Menurut catatan Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), proyek MERR tidak hanya 3 km alias dari JL AR Hakim ke jembatan Kedung Baruk. Namun, sepanjang 16,2 km membujur dari utara di Jl Kenjeran menuju selatan di Bandara Juanda.

Kini, dari Jl Kenjeran ke arah selatan MERR masih tembus ke Jl AR Hakim, kemudian terputus hingga Jl Semolowaru, dari sini kelak pada 2008 bisa tembus ke Jembatan Kedung Baruk.
Sudah miliaran rupiah dana yang digerojok untuk mewujudkan ambisi menghubungkan Bandara Juanda dengan Jembatan Suramadu melalui jalan arteri lingkar timur. Tahun ini pemkot mengalokasikan uang ganti rugi antara Rp 8 miliar hingga 10 miliar lagi dari nilai yang hampir sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Padahal untuk mewujudkan sebagian mimpi master plan 1973, pemkot sebenarnya sudah dibantu banyak pihak. MERR koridor II A yang menghubungkan Jl Kenjeran ke selatan tembus Jl Mulyorejo baru saja rampung tiga bulan silam dengan bantuan Depertemen PU dan Pemprov Jatim.

Tahun lalu Jepang juga mengucurkan dana untuk MERR II A dari paket proyek melalui Surabaya Urban Development Project (SUDP) sebesar 11,3 miliar Yen. Sementara, ujung selatan MERR IIA di Mulyorejo hingga ke selatan sampai Jl Arief Rahman Hakim adalah lahan yang telah dibebaskan dan diaspal sendiri oleh pengembang PT Sinar Galaxi sejak tahun 1980-an.

Jalur Lain
Bagaiamana dengan rencana lingkar barat? Wali Kota Surabaya Bambang DH pada 5 Juli lalu mengungkapkan jalan sepanjang 18 kilometer yang menghubungkan Jl Raya Menganti Lakarsantri di bagian selatan sampai Jl Tambak Osowilangun di bagian utara ini bakal digarap 2008. Jalan ini dari bagian selatan melewati perumahan Citra Raya di Kecamatan Sambikerap dan Lakarsantri, Kelurahan Beringin Kecamatan Lakarsantri, Kelurahan Lakarsantri, memotong Jl Kandangan-Benowo, melintasi jalan Tol Surabaya-Gresik hingga tembus ke Jl Tambak Osowilagun. Ujung utara berada 200 meter sebelah selatan Terminal Osowilangon.

“Pemerintah pusat sudah setuju membiayai seluruh konstruksinya,” kata Bambang DH, kala itu. Bappeko Surabaya merencanakan kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun. Namun belum ditentukan komposisi pembagiannya. Tetapi dalam sejumlah pembicaraan sebelumnya, pemkot bertanggungjawab terhadap pembebasan lahan, sementara Depertemen Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan dana untuk pembangunan konstruksi. Surabaya menganggarkannya mulai tahun anggaran 2008 untuk segera direalisasikan tahun yang sama.

Ini masih jalan cincin, belum lagi sejumlah jalan alteri lain yang tersendat pembangunannya. Jl Menur tidak kunjung tembus dua arah. Padahal, rencana pelebaran jalan tersebut sudah dirancang sejak 1990. Jl Kedung Baruk dari pertigaan Jl Kalirungkut Rungkut ke Pondok Nirwana bahkan sudah dibebaskan sejak 1982 namun hingga sekarang belum juga tuntas.

Jl Jolotundo yang menghubungkan Tambangboyo- Pacerkeling- Bronggalan dan akses Suramadu sempat tersandung kasus hukum pada 1992, namun sejak saat itu tidak digarap lagi. Jl Kenjeran juga belum juga tembus dua arah sekalipun hanya tersisa tiga rumah.

Jl HR Muhammad, pemkot rencananya baru sanggup membebaskan masjid yang berada di tengah jalan pada akhir 2007, namun lahan yang lebih luas di timur masjid yang belum dibebaskan menjadi kendala realisasi jalan kembar. Pelebaran Jl. Menanggal V yang merupakan akses ke Masjid Al Akbar juga tidak kunjung lebar dari rencana pada 1998.

Masih untung rencana jalur lingkar meskipun belum direalisasikan semuanya, namun sudah disinggung dan beberapa ruas digarap bertahap. Master plan yang disusun 1973 juga merencanakan jalan kembar Banyuurip-Benowo 18 kilometer untuk membuka akses barat. Kini realisasi nyaris tidak terdengar lagi.
“Kami kesulitan membeskan lahan karena pemilik tanah minta harga tinggi sementara kami mematok sesuai NJOP (nilai jual objek pajak) jadi sulit ketemu,” keluh Sri.

Taken from Surya, Oct 27, 2007
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old November 17th, 2007, 04:08 AM   #743
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 5,218
Likes (Received): 580

Ciputra World Telan Rp 2 T


SURABAYA - Grup Ciputra menyiapkan dana triliunan rupiah untuk menuntaskan megaproyek Ciputra World. Kehadiran superblok di kawasan CBD (central business district) Mayjen Sungkono itu diharapkan memberi efek positif secara ekonomis bagi Surabaya sebagai metropolitan kedua setelah Jakarta.

Ir Ciputra, bos Grup Ciputra, mengaku sudah sejak lama bermimpi membangun pusat hunian, pendidikan, hiburan, perniagaan atau perbelanjaan, perkantoran dengan berbagai fasilitas yang sempurna di Surabaya. "Saya bercita-cita, lewat proyek ini nama Surabaya bisa terangkat seantero dunia. Minimal bisa selevel dengan megaproyek properti di Singapura," ujar Ciputra usai ground breaking ceremony dan launching apartemen The Via and The Vue Ciputra World kemarin (16/11).

Pembangunan pusat perbelanjaan, lima tower apartemen, office building, dan hotel bintang lima pada lahan seluas 7,7 hektare itu diperkirakan menelan biaya Rp 2 triliun-Rp 3 triliun. "Kami tidak pernah ragu mengucurkan investasi sebanyak itu. Surabaya punya potensi besar dan masyarakatnya progress oriented," katanya.

Harun Hajadi, Dirut PT Win-Win Realty Centre, anak perusahaan PT Ciputra Surya Tbk yang menjadi pengembang Ciputra World, menambahkan pihaknya saat ini fokus menyelesaikan pembangunan tahap I meliputi mal dan dua tower apartemen. "Investasinya Rp 845 miliar-Rp 850 miliar," timpal Harun yang juga managing director Grup Ciputra itu.

Selanjutnya bakal dibangun office tower dan hotel bintang lima (tahap II), lalu pembangunan mal kedua dan dua tower apartemen (tahap III), serta tahap terakhir satu tower apartemen lagi. "Untuk mal diharapkan selesai Juni 2009 dan apartemen Oktober 2010," ujarnya. (kia)
__________________
**From Surabaya With Love**
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 
Old November 17th, 2007, 04:12 AM   #744
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,799

This one is Pemkot Surabaya's massive project, previously known as Surabaya Sport Center (SSC), now changed into Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT). The location will be in Kecamaan Pakal, near Surabaya-Gresik border. Until now, no picture is available in the web. Maybe someone can help find and post it here

Nilai Proyek SSC Rp440,2 Miliar


SURABAYA(SINDO) – Pemkot Surabaya akhirnya mengumumkan nama rekanan pemenang tender proyek Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT), yang dulu sempat akan diberi nama Surabaya Sport Center (SSC).

Sesuai dengan pengumuman tertanggal 13 Nopember 2007, yang berhak mengerjakan proyek multi years tersebut adalah PT Adhikarya. Asisten II (Adminitrasi Pembangunan) Pemkot Surabaya Muhlas Udin membenarkan bahwa PT Adhikarya keluar sebagai pemenang. Berdasar penilaian panitia lelang, PT Adhikarya mendapatkan poin paling tinggi dibanding peserta lainnya, yakni 89,54.

Dari sisi penawaran, PT Adhikarya mengajukan nilai lebih rendah, Rp440.295.000.000 dari harga HPS (harga perkiraan sendiri) yang ditetapkan Pemkot sebesar Rp447.390.900.000 Dengan penawaran tersebut, PT Adhikarya mengalahkan peserta lain, di antaranya PT Citra Gading Asritama yang hanya mendapat nilai 89,54 dengan penawaran Rp443.358.786.000; PT Pembangunan Perumahan (PT PP) dengan nilai 85,48 dan penawaran Rp445.301.400.000; serta PT Prambanan Dwipaka dengan nilai 84,79 dan penawaran Rp443.599.000.000.

Secara keseluruhan, baik dari sisi penawaran maupun teknis, PT Adikarya dinilai lebih bagus dibanding peserta lainnya. ”Total peserta yang mendaftarkan diri mengikuti lelang ini ada 10. Setelah dilakukan evaluasi adminitrasi, hanya empat perusahaan saja lolos,” terang Muhlas Udin.

Setelah pemenang lelang diumumkan, tahap selanjutnya adalah masa sanggah, sesuai prosedur yang diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) 61/2004 sebagai perubahan Keppres 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. ”Setelah masa sanggah lewat, tandatangan kontrak kerja baru bisa dilakukan,” kata Muhlas.

Selama masa sanggah berlangsung, pemenang diwajibkan menyusun rencana kerja di lapangan. Tahapan selanjutnya adalah penyusunan DED (detailed engineering design), yang diperkirakan butuh waktu 1- 2 bulan setelah pengumuman. Muhlas memprediksi, tahapan awal pengerjaan fisik proyek bisa dimulai setelah DED tuntas. Anggota Komisi C Sachiroel Alim mengatakan, proyek ini sangat erat nuansa politis.

Dia menilai, pembangunan proyek SSC ini sangat prematur. Ini bisa dilihat dari langkah pemkot, yang sudah menyiapkan anggaran sejak jauh-jauh hari, tapi konsepnya nanti belum ada. ”Seharusnya dibuatkan konsep dulu, baru dianggarkan. Ini saya anggap proyek yang prematur dan penuh kepentingan politik,” katanya.

Taken from Sindo, Nov 15, 2007
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old November 17th, 2007, 05:35 PM   #745
AceN
Expelled
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: (0231)
Posts: 12,797
Likes (Received): 4283

Semoga bisa kaya Allianz Arena....
__________________

“Never argue with IDIOT people, they will drag you down to their level and then beat you with experience ! ”
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old November 18th, 2007, 05:00 PM   #746
studio_one
Tribalwars
 
studio_one's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Mlg, Sby, Sgp
Posts: 170
Likes (Received): 0

Grand City Surabaya

Is there anybody here have the rendering picture of Grand City Project in gubeng ?
studio_one no está en línea   Reply With Quote
Old November 18th, 2007, 07:23 PM   #747
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 5,218
Likes (Received): 580

studio_one: where are you and can you give us update on the construction status in Surabaya? Thanks!
__________________
**From Surabaya With Love**
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Old November 19th, 2007, 04:29 AM   #748
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 3,602
Likes (Received): 272

Walikota: 3 Tahun Kedepan Surabaya Hijau dan Asri!

kelana kota
11 November 2007, 12:50:29, Laporan Dayu Mayasari



suarasurabaya.net| Walikota Surabaya optimis tiga tahun kedepan Surabaya sudah hijau dan asri.

Dilaporkan TEGUH reporter Suara Surabaya, Minggu (11/11), ini dikatakan BAMBANG DH Walikota Surabaya sesudah mencanangkan gerakan tanam pohon dengan tema "Ayo Menjadi Pahlawan Lingkungan" di kawasan Kalijudan.

BAMBANG mengatakan kalau dulu semangat perjuangan warga Surabaya untuk mengusir penjajah, maka sekarang yang harus dilakukan warga Surabaya untuk memperbaiki lingkungan, karena masalah kerusakan lingkungan yang dihadapi sekarang semakin banyak.

BAMBANG DH, mengatakan diharapkan sesudah gerakan peduli lingkungan dengan penanaman 30 ribu lebih pohon ada peran serta warga untuk menjaga dan merawat. Khusus untuk Lurah dan Camat di Surabaya harus menjaga dan merawat pohon yang sudah ditanam serentak Minggu (11/11) hari ini.

BAMBANG mengatakan, gerakan menanam pohon ini tidak hanya dilakukan sekali saja, tapi juga akan dilakukan berkelanjutan.

BAMBANG DH mengatakan, dia juga minta pada warga Surabaya untuk tidak menggunakan pohon-pohon sebagai penyangga bangunan atau digunakan untuk kepentingan yang tidak selayaknya. Dalam gerakan "Ayo Menjadi Pahlawan Lingkungan" ini, ditanam berbagai jenis pohon diantaranya Mahoni, Trembesi, dan Mangga.(may/tok)
Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old November 19th, 2007, 04:32 AM   #749
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 3,602
Likes (Received): 272

Jangan Sampai Salah Urus
0 Tanggapan


Rabu, 7 November 2007 11:02 WIB - warta ekonomi.com





Kota-Kota Terkaya 2007



Tahun 2007 ini Kutai Kartanegara masih menjadi kota terkaya se-Indonesia, diikuti Rokan Hilir dan Kota Surabaya. Sebanyak 10 kabupaten/kota siap membelanjakan anggaran hingga Rp1 triliun lebih. Siapa saja? Masih banyak kota-kota terkaya yang mengandalkan penerimaannya dari bagi hasil SDA. Penggunaan dananya pun masih kurang bijak. Tak heran jika sejumlah pimpinan daerah terjerat kasus korupsi.



Surabaya terus berbenah untuk menjadi kota metropolitan kedua di negeri ini, menyaingi DKI Jakarta. Itulah obsesi Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono. Jika DKI Jakarta menjadi kota metropolitan lantaran perannya sebagai ibu kota negara, Surabaya lain lagi. Ia menjadi kota metropolitan kedua lantaran perannya sebagai kota perdagangan dan jasa. “Jadi, seperti di Cina dengan ibu kota Beijing, tetapi pusat bisnisnya ada di Shanghai. Atau, kalau di AS ada Washington DC sebagai ibu kotanya, tetapi pusat bisnisnya di New York,” tutur pria kelahiran Tegal Ombo, Pacitan, 24 Juli 1961 itu, suatu ketika.



Hanya, Bambang tak sekadar ingin menjadikan Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa biasa. Ia menambahkan kata “cerdas”. Persisnya, kota perdagangan dan jasa yang cerdas. Semua itu kemudian ia kemas dalam visi yang bertajuk “Surabaya Cerdas dan Peduli”, dengan target pencapaian pada 2010.



Untuk merealisasikan visinya itu, Bambang memancangkan delapan misi. Pertama, mewujudkan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, akuntabel, dan transparan. Sasaran misi ini adalah layanan pemerintahan yang prima, memiliki kemampuan keuangan daerah yang mandiri, serta terciptanya ketertiban dan kepatuhan masyarakat.



Misi kedua, mempercepat pertumbuhan arus barang dan jasa baik dalam skala regional maupun internasional. Ketiga, memfasilitasi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keempat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat miskin, melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Masih ada empat visi lagi, yang semuanya memiliki tujuan akhir, lengkap dengan strategi pencapaiannya.



Supaya masyarakatnya tahu ke mana arah pembangunan kota, Bambang—yang menjabat wali kota sejak tahun 2002—menaruh visi-misi itu dalam website Kota Surabaya yang beralamat di www.surabaya.go.id. Ia juga meminta bantuan Ridwan Kamil, seorang arsitek ternama, guna membuat masterplan rancangan Kota Surabaya. “Saya tidak ingin membangun Surabaya tanpa arah,” tandas mantan wakil wali kota ini.



Ada cerita menarik yang dituturkan Bambang ketika ia mencoba menerjemahkan visi dan misinya itu. Pernah, suatu ketika Bambang berhasil membangun dan merevitalisasi tujuh pasar tradisional di Kota Surabaya dengan tanpa menggunakan dana APBD sepeser pun. Di sini ia melibatkan pihak swasta lewat konsep built, operate & transfer (BOT) dengan jangka waktu 20–30 tahun dan menghabiskan investasi Rp810 miliar.



Mulanya, gagasan revitalisasi Bambang itu ditolak oleh masyarakat. Sudah menjadi rahasia umum jika pembangunan pasar yang baru akan selalu mengorbankan pedagang lama. Mereka tak lagi kebagian tempat di pasar yang baru. Nah, anggapan umum itulah yang dimentahkan oleh mantan dosen ini. Ia menjamin lantai 1 dan 2 dari pasar hasil renovasi itu akan tetap diisi oleh pedagang-pedagang tradisional yang lama. Salah satu di antara tujuh pasar itu adalah pasar Wonokromo, yang terbakar tahun 2002.



Menteri Perdagangan Mari Pangestu, yang berkunjung ke salah satu pasar yang direvitalisasi, Pasar Tambakrejo, Surabaya (Selasa, 16 Januari 2007), memuji konsep Bambang. Pasar tradisional itu kini menjadi bersih dan rapi, serta antara pedagang lama dan pedagang baru tidak gontok-gontokan. Konsep BOT sebetulnya telah diterapkan pada banyak pasar di Indonesia, tetapi hasilnya kurang memuaskan.



Masih dalam upayanya mewujudkan visi-misinya, untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap ketersediaan air bersih, Bambang juga tak segan-segan mengganti jajaran manajemen PDAM Surabaya. Ia berharap manajemen PDAM yang baru mampu menekan kebocoran hingga tinggal 35,25%, serta dapat meningkatkan kualitas produksi dan pasokan air bersih untuk warga Surabaya.



Kini, Bambang tengah mengolah mimpinya untuk menjadikan Surabaya memiliki sistem transportasi massal seperti Jakarta, yakni mempunyai jalur busway. Gagasan itu bakal ia realisasikan pada 2008. Rutenya mulai dari Bungurasih hingga Tanjung Perak sepanjang 18–32 kilometer. Kemudian, pada 2009 ia bakal membangun double track angkutan kereta yang membentang dari timur hingga selatan Kota Surabaya.



PAD, Cermin Pertumbuhan Ekonomi



Itulah Surabaya, yang tengah bersiap diri menjadi kota metropolitan kedua. Pada Peringkat Kota Terkaya 2007, Surabaya menempati posisi ke-3 setelah Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dan Kabupaten Rokan Hilir di Provinsi Kepulauan Riau. Meski berada di peringkat ke-3, Kota Surabaya jelas lebih percaya diri ketimbang Kutai Kartanegara dan Rokan Hilir. Sebab, dari penerimaan APBD-nya yang Rp1,56 triliun, hampir sepertiganya merupakan pendapatan asli daerah (PAD). Persisnya, nilainya pada 2006 mencapai Rp536,42 miliar, naik 24% dibanding tahun sebelumnya. Ini sekaligus PAD terbesar di antara 50 Kota Terkaya se-Indonesia.



Menurut Pratikno, direktur program Pasca Sarjana Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah, Universitas Gadjah Mada, PAD memang bisa dijadikan alat ukur untuk menilai perkembangan ekonomi dari suatu kabupaten/kota. Nilai PAD sangat bergantung pada taxable capacity atau kapasitas perpajakan kabupaten/kota yang bersangkutan. Sumber PAD adalah dari pajak-pajak asli daerah, seperti pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan, pajak perhotelan, restoran, reklame, biaya retribusi, dan keuntungan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Besaran pajak yang diterima dari PAD mencerminkan volume aktivitas ekonomi. “Selama ekonomi tidak bergerak, selama itu pula PAD tidak bisa dikembangkan,” ujar Pratikno.



Hal itulah yang tidak terjadi pada kabupaten/kota terkaya lainnya, yang masih tergantung pada dana perimbangan, khususnya dari dana bagi hasil sumber daya alam (SDA). Ambil contoh, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang menyandang predikat sebagai Kota Terkaya 2007 dilihat dari besaran APBD-nya. Pada 2006, APBD dari kabupaten yang beribu kota di Tenggarong itu mencapai Rp3,37 triliun, naik 27,6% dibanding tahun lalu. Dari APBD itu, sebanyak Rp3,1 triliun ternyata merupakan dana perimbangan. Lalu, dari seluruh dana perimbangan, sebanyak Rp2,6 triliun, atau 84%, merupakan dana bagi hasil SDA. Lalu, berapa PAD-nya? Cuma Rp40,3 miliar, atau 1%-nya.



Bagaimana dengan Kabupaten Rokan Hilir, yang menempati peringkat ke-2? Potretnya agak berbeda. APBD 2006 Rokan Hilir mencapai Rp2,79 triliun atau melonjak gila-gilaan lebih dari 270% dibanding tahun sebelumnya yang Rp750,7 miliar. Lalu, berapa persen dana perimbangannya? Puff... 96%, atau senilai Rp2,69 triliun. Hanya, di sini komposisinya agak merata, yakni penerimaan dari bagi hasil pajak mencapai 29%, dana bagi hasil SDA sejumlah 30%, dan dana alokasi umum-nya 34%.



Ada yang ironis di Kabupaten Rokan Hilir, yakni PAD-nya malah menurun sangat tajam. Jika pada 2005 PAD-nya masih Rp32,2 miliar, pada 2006 tinggal Rp2 miliar. Bayangkan, kontribusi PAD-nya terhadap APBD 2006 nyaris 0%.



Terjerat Korupsi



Bambang P.S. Brojonegoro, dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mengingatkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Rokan Hilir agar tidak terlena dengan SDA yang mereka miliki. Katanya, keduanya mungkin masih bisa menikmati berkah SDA tersebut dalam kurun waktu 10–20 tahun ke depan. Namun, setelah itu? Bambang Brojonegoro menilai dua kabupaten ini belum maksimal memanfaatkan uang yang mereka terima. “Mereka tidak terencana dalam menggunakan anggarannya. Akibatnya, uang yang ada dibelanjakan untuk proyek-proyek yang kurang penting,” cetusnya.



Pratikno memaparkan kasus serupa terjadi di Belanda pada 1960-an. Ia menyebutnya dengan istilah Dutch Disease. Pratikno bercerita, pada 1960-an Negeri Tulip menemukan cadangan gas. Padahal, sebelumnya perekonomian Belanda sedang dilanda krisis. Maka, penemuan gas tersebut menjadi harapan untuk keluar dari krisis. Namun, yang terjadi malah sebaliknya, penemuan gas tersebut malah mempertajam krisis. Lantaran penemuan cadangan gas, uang di negara itu tiba-tiba melimpah. Akibatnya, inflasi melonjak gila-gilaan dan tingkat upah buruh pun melambung. Sementara itu, produktivitas masyarakatnya belum kunjung meningkat. Alhasil, daya saing negara itu menjadi rendah. Belanda menjadi negara yang tidak kompetitif.



Nah, di Indonesia kasus serupa pun terjadi. Lantaran kaya SDA, pada masa awal penerapan otonomi daerah, suatu kabupaten/kota—seperti Kutai Kartanegara—tiba-tiba kebanjiran uang. Limpahan uang itu membuat bupati Kutai Kartanegara, Syaukani Hassan Rais, mengobral janji akan memberi setiap desa Rp2 miliar. Bukannya membenahi fasilitas dan infrastruktur, ia malah membangun berbagai proyek mercu suar. Di antaranya, kawasan wisata Pulau Kumala. Pratikno secara khusus menyoroti apa yang dilakukan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pria kelahiran Bojonegoro, 13 Februari 1962 ini menilai uang ratusan miliar rupiah ternyata mereka gunakan hanya untuk membangun objek wisata yang tidak jelas, termasuk membangun kantor pemerintah kabupaten yang megah dan mewah. Padahal, jumlah orang miskin di Kutai Kartanegara masih terbilang lumayan, mencapai 77.607 orang, atau masih sekitar 15% dari seluruh jumlah penduduk.



Kini, sebagian dari dana tersebut menjerat Syaukani sendiri. Ia kini diadili dengan tuduhan melakukan korupsi senilai Rp120 miliar. Bahkan, Indonesian Corruption Watch (ICW) memperkirakan jumlah dana yang dikorupsi Syaukani sebenarnya lebih dari itu, yakni mencapai Rp1,2 triliun.



Syaukani tidak sendirian. Setidaknya ada 46 kepala daerah lainnya yang tersangkut kasus korupsi—dengan dua di antaranya datang dari kelompok 10 besar Kota Terkaya se-Indonesia, yakni Kota Medan dan Kabupaten Garut. Wali kota Medan, Abdillah, kini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga mengorupsi uang APBD sebesar Rp6 miliar. Lalu, Bupati Garut Agus Supriadi menjadi tersangka dalam penyelewengan dana APBD 2004–2007 sebesar Rp6,9 miliar.



Tiga Pro



Pratikno mensinyalir jorjoran penggunaan dana dari pemerintah pusat tak hanya terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Penyandang gelar Ph.D. dari Flinders University of South Australia tahun 1996 itu juga menduga banyak dana dari pusat yang habis hanya untuk belanja pegawai, belanja barang, serta untuk pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur yang belum tentu meningkatkan daya saing daerah.



Itu pada satu sisi. Pada sisi yang lain, banyak pula pemerintah daerah (pemda) yang malah tidak tahu mau dialokasikan ke mana uang-uang tersebut. Supaya aman dan tetap memberikan hasil, mereka pun menyimpannya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Sampai Agustus 2007, jumlah dana pemda yang dibelikan SBI mencapai Rp43 triliun! Jumlah ini nyaris separo dari total simpanan daerah yang ditempatkan di perbankan nasional, yang sampai kuartal II 2007 nilainya mencapai Rp96 triliun.



Pembelian SBI tersebut tentu tak sesuai dengan harapan pemerintah pusat. Mardiasmo, dirjen Perimbangan Keuangan, Departemen Keuangan, berharap pemda-pemda mengalokasikan anggarannya untuk proyek-proyek yang “tiga pro”: pro pertumbuhan, pro peningkatan lapangan kerja, dan pro mengentaskan kemiskinan. Hanya, Mardiasmo mengakui pemerintah pusat memang tak bisa memaksa pemda-pemda untuk melakukannya. Sejak diberlakukannya otonomi daerah, kontrol terhadap penggunaan anggaran sepenuhnya ada pada DPRD. “Sebagai dirjen Perimbangan, tugas saya memang hanya membagikan uang,” kata Mardiasmo. Lalu jika terjadi penyimpangan penggunaan anggaran, itu menjadi urusan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selaku auditor pemerintah.



Maka, kini, baik Mardiasmo maupun Bambang Brojonegoro berharap DPRD dapat berperan aktif dalam mengawasi pemerintah daerah dalam membelanjakan uangnya, bukan malah setali tiga uang. Pemerintah pusat memang tengah menyiapkan sistem reward and punishment bagi pengelolaan dana anggaran daerah. Namun, sistem itu baru akan dibuat pada 2008, dan mungkin diberlakukan pada 2009. Jadi, masih lama. Alhasil, masih terbuka kemungkinan dana dari pemerintah dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak produktif. ###



HOUTMAND P. SARAGIH, YUDIT MARENDRA, DIVERA WICAKSONO, GLORIA HARAITO, DAN SATRIANI ARI WULAN



copied from wartaekonomi.com
Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old November 19th, 2007, 05:39 AM   #750
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 34,036
Likes (Received): 2623

Quote:
Originally Posted by Hadi View Post

Kota-Kota Terkaya 2007

Tahun 2007 ini Kutai Kartanegara masih menjadi kota terkaya se-Indonesia, diikuti Rokan Hilir dan Kota Surabaya. Sebanyak 10 kabupaten/kota siap membelanjakan anggaran hingga Rp1 triliun lebih. Siapa saja? Masih banyak kota-kota terkaya yang mengandalkan penerimaannya dari bagi hasil SDA. Penggunaan dananya pun masih kurang bijak. Tak heran jika sejumlah pimpinan daerah terjerat kasus korupsi.

PAD, Cermin Pertumbuhan Ekonomi

Itulah Surabaya, yang tengah bersiap diri menjadi kota metropolitan kedua. Pada Peringkat Kota Terkaya 2007, Surabaya menempati posisi ke-3 setelah Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dan Kabupaten Rokan Hilir di Provinsi Kepulauan Riau. Meski berada di peringkat ke-3, Kota Surabaya jelas lebih percaya diri ketimbang Kutai Kartanegara dan Rokan Hilir. Sebab, dari penerimaan APBD-nya yang Rp1,56 triliun, hampir sepertiganya merupakan pendapatan asli daerah (PAD). Persisnya, nilainya pada 2006 mencapai Rp536,42 miliar, naik 24% dibanding tahun sebelumnya. Ini sekaligus PAD terbesar di antara 50 Kota Terkaya se-Indonesia.
Itu berita salah tuh sejak kapan Kabupaten Rokan Hilir ada di Provinsi Kepulauan Riau ??? Yang betul Kabupaten Rokan Hilir itu adanya di Provinsi Riau ... ... Memang benar Kabupaten itu mengupayakan SDA untuk memajukan daerahnya karena memang hanya itu yang mereka punya. Penduduknya pun lumayan kecil berbanding Surabaya ... Lagian,, kalau gak salah Kabupaten Bengkalis di Riau... APBD nya masih lebih besar dari Rokan Hilir :p~ ... Aq malah merasa Kabupaten Siak APBD nya lebih besar sehingga sanggup bangun jembatan sepanjang 1 km dengan konstruksi CABLE-STAYED pula .... dananya 100% dari APBD pula ..... Makanya aq bingung tuh jurnalis source nya dari mana ??


Surabaya (populasi: 2.9 juta +) APBD: Rp. 1.56 Trilyun ... Punya Pelabuhan Samudra,, kegiatan industri yang beragam,,, sektor bisnis dan properti yang berjalan dinamis,,, merupakan basis perusahaan2 raksasa di Indonesia.

Pekanbaru (populasi: 717 ribu) APBD: Rp 1 Trilyun .... Akses yang sangat buruk ke Pelabuhan samudra (jarak ke laut lebih dari 180 km),, bukan kota industri,,, bukan kota yang mengandalkan SDA Migas (karena kenyataanya SDA memang ada di kabupaten2 yan jauh dari Pekanbaru),, hanya merupakan basi dari beberapa perusahaan minyak dan perkebunan,, dan paling2 digerakkan dengan sektor keuangan perbankan (yang rotasi nya salah satu yang tertinggi di Indonesia) ..

Aq bingung,,, soalnya ngitung terkaya kok dari APBN dan PAD Kalau dihitung dari PDRB perkapita non-migas ... Surabaya jelas lebih kaya dari kawasan2 itu .....

PDRB Per Kapita Non-Migas tertinggi di Indonesia ... ada di kota2 besar seperti: (menurut urutannya)
1. Jakarta
2. Batam
3. Surabaya
4. Samarinda
5. Balikpapan
6. Medan
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.

Last edited by rilham2new; November 19th, 2007 at 05:46 AM.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old November 19th, 2007, 06:33 PM   #751
studio_one
Tribalwars
 
studio_one's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Mlg, Sby, Sgp
Posts: 170
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by teddybear View Post
studio_one: where are you and can you give us update on the construction status in Surabaya? Thanks!
Current project:
1. Graha Platinum - at panglima sudirman (a super large Platinum Ceramic billboard there)
2. Central Point Mall - at ngagel (near AJBS, ex beer factory) --> Carrefour confirm here, opening at 15th december.
3. Giant Superstore - at diponegoro (fenced vast land, behind birds market ) --> design development.
4. Another student concept apartment - near UK-Petra siwalankerto (beside Anta cinema) --> design development, maybe about 20 fl
5. East Coast Residence - at Pakuwon City --> design development/for tender (??)
6. Carrefour Rungkut - at kali rungkut (near ex alfa kalirungkut) --> maybe in preliminaries progress, taken by Pulau Intan contractor.
7. Renovation of Widya Mandala university - at dinoyo (there's a TATAmulia tower crane on site,confirm 10+ fl)
8. Gloria School - at Pakuwon City
studio_one no está en línea   Reply With Quote
Old November 19th, 2007, 07:07 PM   #752
AceN
Expelled
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: (0231)
Posts: 12,797
Likes (Received): 4283

Thanx studio_one mind if you take those photos ?..
__________________

“Never argue with IDIOT people, they will drag you down to their level and then beat you with experience ! ”
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old November 19th, 2007, 09:48 PM   #753
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 5,218
Likes (Received): 580

studio_one: thanks for these information.
I'm interested on Graha Platinum: do you know if it is before bambu runcing? rendering?
Central Point Mall: is that the stalled E2?

Can you give us information on Graha Bukopin, Metropolis Apt., Empire Palace, Aston Apt (in Kusuma Bangsa/Jaksa Agung Suprapto)?, Grand City, Liberty Hotel in Diponegoro, and other projects if you know?

Also, I remember that there is big land on Basuki Rahmat, continue down to Embong Wungu, the land is about in front of TP I, do you know if the project will be started there? And I heard pasar Kapas Krampung construction has finised?

Apa jalan2x arteri di Surabaya macet terus sekarang atau cuman Ahmad Yani dan May Jend? Thanks!
__________________
**From Surabaya With Love**

Last edited by teddybear; November 19th, 2007 at 10:33 PM.
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2007, 02:36 AM   #754
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,799

@studio_one : Thanks for the info !! What is this Anta cinema ? Never heard about it before. And the student apartment is going to be built in the middle of kampung ? Why suddenly there are so many Carrefour in Surabaya ? Last time I only know the ones in Goci Mall, BG Junction, and ITC Gembong.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2007, 08:47 AM   #755
us_lukman
us_lukman
 
us_lukman's Avatar
 
Join Date: Oct 2005
Location: Surabaya
Posts: 370
Likes (Received): 0

Maspion project in SCTV area

I get news that Maspion will make a huge project around SCTV area, West Surabaya. It may build a superblock with apartment and mall. It will have 5 towers. Everything is not final yet. The rendering and all the plan is still not sure. The launching will be around mid of next year.

About Student Apartment in UC, they already make the final rendering, but they don`t decide the price yet. So keep waiting guys..
us_lukman no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2007, 03:47 PM   #756
studio_one
Tribalwars
 
studio_one's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Mlg, Sby, Sgp
Posts: 170
Likes (Received): 0

@AceN
Sorry bro, but I don’t have a proper camera, just an HP camera with awful result
Or maybe another donations? Hihi..
Btw, I have rendering picture of central point mall, later I’ll post it.

@teddybear
Graha Platinum is just a 4 fl building. Used as a showroom of Platinum ceramics. Sorry but I don’t have any rendering picture, even in .dwg
Graha Bukopin: little information about it, but the tower crane is already demob. I’ve heard they have a problem in soil structure, a little bit bad soil condition I think.
Metropolis Apt: in finishing progress
Empire Palace: in finishing progress, sure it will be opening soon (remember that peak season in December)
Aston Apt: hihi..just ask a TATA Mulia engineer here :p
Grand city: same, just a little information. But from the tower crane used there, looks like it’s not a type for very high rise building, maybe about 20-25fl. CMIIW.
Liberty Hotel: this one is strange. They just accelerate the structure but stuck in finishing. Every time I across there didn’t see the workers >.<
Big land on Basuki rahmat: mmhhh…several there. Maybe that u mean is a fenced land next to McD.
Kapas krampung: Pasar Tambakrejo, it’s already opening.
Other projects: Diagnostics Center (karang menjangan), Yamaha showroom (mayjend sungkono, 10+ fl), Cosmopolis Apartment (near Galaxy bumi permai), Telkom building planning (A.Yani), a building at A.Yani near bayangkara (dunno what it is, but I’ve seen a tower crane installed).
Macet: just take an easy, this one is our breakfast

@Ebek21
Anta cinema is a “kampung” cinema in siwalankerto. Please don’t think that was a 21, just a lower2 class with some x films…hihi…
Carrefour in Sby: Goci, BG junction, ITC, Central Point (Dec 15th), Rungkut (on progress), TCM (canceled as the mall was abandoned..wkwkwk)

@us_lukman
A TATA mulia engineer??
I’ve seen a TATA logo on your posting picture

@all
U’re welcome
studio_one no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2007, 03:59 PM   #757
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,799

Nice updates Thanks once again !!
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2007, 04:35 PM   #758
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 5,218
Likes (Received): 580

@studio_one: Thanks for the update! So, there is no more exciting news. Pretty disappointing that some new constructions in Basuki Rahmat and Jend. Sudirman are LOW rise buildings... which means NO significant changes on the skyline of Central Surabaya.

As I remember, the area in Kapas Krampung is pretty chaotic. So it's interesting to see with the new Pasar Tambah Rejo, how it looks like?

Is the Central Point Mall used to be name E2? Is it the one next to Adistana that is stalled?

And, yes, what I mean is the big empty land next to McD in Basuki Rahmat.
And, did you tell us that Graha Bukopin is nearing completion or also stalled?

Can you provide us with photos of Yamaha Center or other construction? Thanks!

@Lukman: give us photos of constructions for updates... thanks bro!
__________________
**From Surabaya With Love**
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Old November 21st, 2007, 02:17 AM   #759
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,799

One step ahead

Suramadu Terapkan Perpres Tanah

Sementara itu, rencana penerapan Perpres 36/2005 jo Perpres 65/2006 untuk membebaskan lahan proyek Tol Suramadu dengan sistem konsinyasi tinggal selangkah lagi. Kemarin tim P2T (panitia pembebasan tanah) pemprov dan pemkot mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk membahas rencana itu.

Hasilnya, pemberlakuan konsinyasi tersebut pasti diterapkan mulai 5 Desember ini. Tim P2T akan menitipkan seluruh dana pembebasan lahan yang masih nyantol ke PN Surabaya.

"Pada intinya, PN Surabaya sudah siap. Tinggal menunggu pendataan ulang dari tim kami. Kami jadwalkan pada Desember dana itu sudah kami titipkan. Tapi, kami tetap membuka kesempatan kepada pemilik lahan untuk mau melepas tanahnya tanpa konsinyasi," kata Kasatker Pembebasan Tanah Sisi Surabaya Proyek Suramadu Tutuk S. Jatmiko kepada Jawa Pos kemarin (20/11).

Jika hingga 5 Desember tidak ada perubahan, 37 lahan seluas 4.344 meter persegi milik warga terpaksa dibebaskan dengan sistem konsinyasi. Lahan tersebut tersebar di tiga kecamatan. Yakni, Kali Kedinding, Bulak, dan Gading. Total dana yang akan dititipkan sebesar Rp 11,772 miliar.

Tutuk menjelaskan, selama ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan warga yang belum menyerahkan lahannya. "Tetapi, tidak ada respons sama sekali. Jadi, langkah ini terpaksa kami lakukan," katanya.

Jika konsinyasi diberlakukan, secara otomatis, sisa lahan yang belum bebas itu sudah menjadi hak milik pelaksana proyek. Artinya, kelanjutan proyek tersebut bisa diteruskan.

Dengan cara itu, pemilik tanah hanya memiliki dua pilihan. Pertama, dia mengambil uang ganti rugi melalui PN Surabaya. "Tetapi, jika dia menolak, dia bisa mengajukan gugatan," ujarnya.

Namun, gugatan itu harus ditujukan kepada PN, bukan kepada pelaksana proyek atau tim P2T. "Nanti PN yang akan memprosesnya. Jika nanti PN memenangkan dan mewajibkan kami untuk memberi tambahan, tentu kami akan siapkan," jelasnya.

Taken from Jawapos, Nov 21, 2007
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old November 21st, 2007, 04:39 AM   #760
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 5,218
Likes (Received): 580

Some construction photos of Adhiwangsa I found from flickr and other photos as well:

Adhiwangsa:






Universitas Ciputra:





Hotel Satelit's exterior is being renovated:

__________________
**From Surabaya With Love**

Last edited by teddybear; November 21st, 2007 at 06:56 AM.
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Sponsored Links
Advertisement
 


Reply

Tags
development, east java, indonesia, surabaya

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 11:34 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2019, vBulletin Solutions Inc.
vBulletin Security provided by vBSecurity v2.2.2 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us