Skyscraper City Forum banner
1 - 20 of 231 Posts

·
Registered
Joined
·
740 Posts
Discussion Starter · #4 ·
Tempointeraktif :

Komisi III DPR Akan Panggil Kapolda Metro Jaya Soal Pembangunan Detasemen 88
Selasa, 04 Januari 2005 | 19:02 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Komisi III DPR RI yang membidangi masalah Hukum, Perundang-undangan dan HAM menjadwalkan akan segera meminta penjelasan Kapolda Metro Jaya, Irjen Firman Gani, terkait dengan pembangunan gedung Detasemen 88 Antiteror di kompleks Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Selain Kapolda Firman, Komisi III juga berencana akan memanggil pengusaha Tomy Winata, Aseng dan Arif Cocong."Komisi III akan memanggil mereka untuk mengklarifikasi dana pembangunan gedung Detasemen 88," kata anggota Komisi III, Djoko Edhi S.Abdurrahman di sela-sela kunjungan kerja ke Mapolda Jawa Timur, Selasa (4/12).

Bahkan, pada 15 Januari nanti Komisi III juga merencanakan mengadakan rapat dengan agenda
pembentukan panitia khusus untuk menyelidiki asal dana
tersebut. Menurut Djoko, perlunya memanggil Tomy Winata, Arif Cocong dan Aseng untuk mengkonfirmasi perihal isu tiga pengusaha itu turut menyumbangkan dana pada pembangunan gedung anti-teror berlantai 23 itu. "Selain soal sumbangan gedung anti-teror, Tomy juga akan kami mintai penjelasan mengenai ide yang pernah dilontarkan yakni tentang melokaliasi perjudian,"ujar politisi dari Partai Amanat Nasional.

Tentang dana pembangunan gedung anti-teror itu, Djoko telah mengecek langsung ke Irwasum Mabes Polri. Namun karena Irwasum tidak ada, Djoko langsung menemui Direktur Anti-teror Mabes Polri, Kombes Bekto Suprapto. "Pak Bekto mengatakan bahwa pembangunan gedung anti-teror di Polda Metro Jaya tidak ada hubungannya dengan Mabes Polri. Ini kan aneh, masak Pak Bekto tidak tahu menahu,"kata Djoko.

Sebelumnya (Jumat 31/12) Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar menyatakan pembangunan Gedung Detasemen Khusus 88 Anti Teror berasal dari Anggaran Belanja Tambahan tahun 2004. "Irwasum memeriksa Kapolda dalam rangka penggunaan dana yang sudah turun untuk pembangunan gedung tersebut," ujar Jenderal Da'i.

Gedung yang rencananya terdiri dari 23 lantai tersebut, akan dibangun secara bertahap. Dana dari anggaran tambahan yang sudah turun Rp 75 miliar itu akan digunakan untuk 7 proyek lain yang rencananya menggunakan dana APBN. "Itu tidak akan dibangun sekaligus,"kata Kapolri.

Senada dengan Kapolri, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani (Kamis 30/12) juga menyatakan pembangunan gedung Detasemen Anti Teror itu berasal dari APBN yang turun dari Mabes Polri. Polda, menurut Firman Gani, melalui Kepala Biro Perencanaan dan Pengembangan dan Kepala Biro Logistik meminta kepada Mabes Polri yang meminta kepada Bapenas untuk menganggarkan dalam APBN pembangunan delapan infrastruktur di lingkungan Polda Metro Jaya. Bapenas, sudah meminta kepada Panitia Anggaran DPR sehingga uang sebesar Rp 75 miliar diberikan pada tiga minggu lalu.

Tak heran kalau Djoko curiga, apalagi dengasn pernyataan Direktur Detasemen 88 yang mengaku tak tahu menahu soal asal dana pembangunan itu. "Kami akan terus menelusuri asal-usul dana yang digunakan untuk pembangunan gedung tersebut,"kata Djoko.

Kukuh S. Wibowo
------------------------------------------------------------

Polda Metro Jaya Bangun Gedung Densus 88 Anti Teror
Rabu, 08 September 2004 | 13:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Daerah Metro Jakarta berencana menganggarkan dana Rp 660,1 miliar untuk merenovasi bangunan di Markas Polda Metro Jakarta dan membangun gedung baru Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror. Selain itu Polda juga telah merencanakan pembangunan sejumlah rumah dinas dan markas Brimob.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Firman Gani, pembangunan gedung Densus 88 anti teror adalah bagian dari tugas memberikan perlindungan kepada masyarakat. "Agar masyarakat tidak menjadi korban orang-orang tidak bertanggung jawab yang melakukan pemboman," ujar Firman kepada wartawan seusai acara syukuran dimulainya pembangunan gedung Densus 88 di Polda Metro Jaya, Rabu (8/9).

Firman Gani juga mengatakan masyarakat harus bersama-sama dengan aparat keamanan dalam mengantisipasi setiap ancaman keamanan. Menurutnya, dalam setiap aksi teror pemboman, seperti di hotel JW Marriott dan di Bali, yang dirugikan tidak hanya masyarakat dan keluarga yang menjadi korban, tapi juga pemerintah. "Pemerintah kehilangan kepercayaan dari dunia luar," tegasnya.

Ia sendiri tidak bersedia mengungkapkan sumber dana Rp 660,1 miliar tersebut. "Karena belum diresmikan, belum diumumkan dana itu darimana," katanya. Menurutnya, ada sebagian penyumbang yang tidak bersedia disebut namanya, seperti yang menyumbang untuk pembangunan masjid.

Menurut rencana, gedung yang terdiri dari 23 lantai tersebut akan selesai dalam waktu 18 bulan dengan kontraktor pelaksana PT Hutama Karya, konsultan perencana PT Matra Widiyapratama, dan konsultan manajemen konstruksi PT Saka Adhi Prada. Kapolri direncanakan akan meresmikan pembangunan tersebut dua minggu mendatang, yaitu Rabu (22/9).

Selain untuk gedung anti teror yang dibangun di atas tanah seluas 14.500 meter persegi, dana tersebut diperuntukan bagi rumah dinas anggota polisi, yaitu di Petamburan, Bekasi, Pamulang, dan Cengkareng. Pembangunan Markas Kesatuan Detasemen D Sat Bimobda di Bekasi dan renovasi gudang serta aula pertemuan Detasemen C Sat Brimobda di Pamulang juga termasuk dalam anggaran tersebut.

Tito Sianipar - Tempo News Room
 

·
Dangerous User
Joined
·
9,789 Posts
cOcO_cHaneL said:
high tech police stationn?? what do ya meaN encoN??
latest technology (computer) as this will be the headquater
 

·
Dangerous User
Joined
·
9,789 Posts
wah ampun :( kok gitu pantesan kemarin waktu liat di bangun kok pelan di bandung yg lain


pantesan aja
 

·
Registered
Joined
·
4,644 Posts
Isn't this Building Completed? the Marble one?
 
1 - 20 of 231 Posts
Top