SkyscraperCity banner

581 - 594 of 594 Posts

·
Registered
Joined
·
2,467 Posts
Kota Banda Aceh keren.. Infrastruktur jalannya bagus, mulus dan lebar2.. Trotoarnya juga lebar dan ada taman di beberapa sudut..

Simpang Lima..




 

·
Registered
Joined
·
2,901 Posts
Mengenang Sekaligus Belajar Menghadapi Bencana di Museum Tsunami Aceh


Jumat, 22/05/2015 03:52 WIB
Fajar Pratama - detikNews



Banda Aceh - Sedikitnya 127 ribu warga Banda Aceh menjadi korban jiwa dari bencana tsunami yang menyapu ibukota Serambi Mekkah pada 2004 itu. Dibangunlan sebuah museum sebagai sarana belajar sekaligus untuk mengenang tragedi tersebut.

Dibangun pada 2009, museum yang terletak di Jalan Iskandar Muda, Banda Aceh itu menggunakan desain karya Ridwan Kamil. Sang arsitek yang kini menjadi Wali Kota Bandung itu memenangi sayembara pembuatan desain gedung tersebut.

Bentuk gedung museum seluas 2.500 meter persegi itu cukup unik, menyerupai kapal, dan memiliki semacam cerobong yang menjulang tinggi. Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.

Sebelum memasuki pintu museum, pengunjung sudah disapa bangkai helikopter yang rusak parah. Bangkai helikopter itu dipajang di halaman depan, di samping jalan masuk menuju lobi pendaftaran.

"Helikopter ini dulunya di parkir di lapangan Polda pada saat tsunami terjadi," ujar Hilal, salah seorang petugas museum kepada detikcom yang mengikuti All New NP 300 Navara Ekspedisi Tanah Rencong, Kamis (21/5/2015).

Setelah melangkah masuk ke dalam pintu lapis pertama museum ini, pengunjung akan disuguhi sensasi melewati lorong gelap dan sempit. Di kiri dan kanan dinding lorong itu mengalir air yang sesekali percikannya mengenai para pengunjung yang sedang melintas.

Di ujung lorong itu terdapat ruang Memorial Room. Di sini terdapat 26 monitor -- sesuai dengan tanggal kejadian tsunami pada Desember 2004 --, yang menampilkan gambar-gambar kejadian pada saat tragedi itu berlangsung



Setelah dari ruang pengenangan itu, jalur perjalanan yang sudah ditetapkan pengelola museum membawa pengunjung ke Sumur Doa. Chamber of Blessing ini ternyata merupakan isi dari cerobong menjulang yang terlihat dari luar museum. Di Sumur Doa yang gelap ini, sebagian dari nama-nama korban, yakni sekitar 10 ribu, ditempel menggunakan huruf timbul warga terang. Bentuk sumur itu seperti limas memanjang, semakin ke atas semakin kecil diameternya.

"Tinggi Sumur Doa ini 32 meter, disesuaikan dengan tinggi tertinggi gelombang pada saat itu," ujar petugas museum yang menjadi pemandu kami.

Pada bagian atap sumur ini terdapat tulisan Allah dengan bahasa Arab. "Artinya nama-nama ini ke atas, menghadap tuhan yang di atas," ujar si pemandu.

Setelah Sumur Doa, pengunjung akan melintasi Jembatan Perdamaian, di mana di atas jembatan itu terdapat 53 bendera negara plus kata 'Damai' sesuai dengan ejaan bahasa mereka masing-masing. 53 negara itu tak lain adalah negara yang aktif membantu masyarakat Aceh pasca Tsunami.

Di bawah jembatan itu terdapat kolam, yang airnya sebenarnya cuma setinggi betis. Jembatan itu menanjak, membawa pengunjung ke ruang audio visual. Ruang ini seperti bioskop mini, di dalamnya pengunjung duduk dan menyaksikan dokumentasi pada saat gelombang air yang membawa lumpur, menyapu Banda Aceh.

Selanjutnya, masih banyak ruang-ruang lain yang menunjukkan dokumentasi serta pengetahuan dasar mengenai bagaimana gelombang tsunami bisa terjadi. Ada juga ruang yang khusus menyajikan informasi mengenai bagaimana seharusnya mempersiapkan diri dan bereaksi ketika ada gelombang besar datang.
http://news.detik.com/read/2015/05/22/034548/2921664/10/1/mengenang-sekaligus-belajar-menghadapi-bencana-di-museum-tsunami-aceh
 

·
yes i am
Joined
·
863 Posts
Beberapa waktu yg lalu, selain mengunjungi Sabang sy jg berkesempatan mengunjungi Banda Aceh. Kota yg sgt indah, dimana pantai bertemu dgn perbukitan, sgt indah. Selama sy mengelilingi kota Banda Aceh, mata sy selalu berkaca kaca menahan haru. Sy melihat Aceh yg begitu kuat dan tegar. Seolah olah tidak pernah ada terjadi bencana yg begitu besar 11 tahun yg lalu. Sy sgt menikmati hari2 saya di Aceh. Sy menunjungi museum tsunami, pltd apung, dan masjid Baiturrahman. Sy juga bertemu dgn org lokal dan berbicara dgn abng tukang becak yg jg menjadi korban tsunami 11 tahun yg lalu. Air mata sy mengalir deras mendengar cerita dan perjuangannya. Sungguh Aceh sdh membuat sy berubah. suatu saat nanti sy pasti akan kembali.
Here some pictures of mine during my trip in Banda Aceh

DSC_6705 by Rico Hutahaean, on Flickr

DSC_6772 by Rico Hutahaean, on Flickr

DSC_7040 by Rico Hutahaean, on Flickr
 
  • Like
Reactions: kotaBNA

·
yes i am
Joined
·
863 Posts
Berwisata di Nanggroe Aceh Darussalam

WOL / Ragam / Berwisata di Nanggroe Aceh Darussalam

panduanwisata.id

Berwisata di Nanggroe Aceh Darussalam
2 days ago Ragam, Wisata 0 Komentar

WOL – Kota Banda Aceh adalah salah satu kota di Indonesia yang menyimpan banyak sejarah nusantara. Bermacam peristiwa yang terjadi menjadi satu fenomena penting bagi masyarakat Aceh untuk diabadikan dalam sebuah bukti fisik. Mulai dari peninggalan masa kerajaan, pusat perdagangan maritim, hingga tragedi tsunami yang terjadi pada 2004 silam.
Dengan latar belakang sejarah yang beragam ini, Ibu kota provinsi Aceh ini menawarkan wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Berikut beberapa obyek wisata sejarah yang wajib dikunjungi saat berpelesir ke Banda Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol utama kota Banda Aceh yang terletak di sebelah selatan sungai Kreung Aceh. Masjid dengan menara setinggi 35 meter dengan 7 kubah ini paling ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan luar. Arsitektur bangunan yang unik membuat desain masjid ini banyak dicontoh oleh masjid-masjid lain di Indonesia sampai ke Semenanjung Malaysia.
Masjid Baiturrahman dibangun pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada periode 1607-1636 yang sangat giat mengembangkan ajaran agama Islam dalam wilayah kerajaan Aceh. Dalam sejarahnya, masjid ini pernah digunakan sebagai markas dan tempat pertahanan bagi pasukan perang Aceh melawan pemerintah kolonial Belanda.
Selain itu, tempat ini juga menjadi saksi bisu terjadinya gelombang tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 silam. Sebab, masjid ini menjadi tempat berlindung ribuan pengungsi yang menyelamatkan diri.

Museum Negeri Aceh

Museum negeri Aceh adalah obyek wisata yang patut dikunjungi karena menyimpan kebudayaan “Tanah Rencong” pada masa lalu. Museum ini berbentuk sebuah rumah tradisional Aceh (Rumoh Aceh) dan memiliki halaman yang hijau yang luas. Terletak di Jalan Sultan Alaidin Mahmud Syah.
Di dalam museum ini terdapat barang-barang kuno seperti keramik, persenjataan serta benda-benda budaya lainnya seperti pakaian adat, perhiasan, kaligrafi, alat rumah tangga dan masih banyak lagi.
Lebih lagi juga terdapat sebuah lonceng besar yang diberi nama “Lonceng Cakra Donya”, sebuah lonceng hadiah dari Maharaja China untuk Kerajaan Pasai yang diantar oleh Laksamana Cheng Ho pada tahun 1414. Lonceng ini juga menjadi salah satu bukti kejayaan Kerjaan Aceh pada masa lalu.

Benteng Indra Patra

Benteng ini menjadi salah satu bukti sejarah sebagai tempat pertahanan masyarakat kerajaan Lamuri dari serangan Portugis. Terletak di dekat pelabuhan Krueng Raya berhadapan langsung dengan Selat Malaka.
Benteng ini berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 70 meter persegi, dengan tinggi 4 meter dan berdinding kokoh dengan ketebalan sekitar 2 meter. Dengan bentuk yang unik di dalamnya terdapat bebatuan berbentuk lorong kecil yang terbuat dari beton kapur. Benteng ini merupakan situs penting bagi masyarakat Aceh. Terdapat kisah perlawanan, pemberontakan, intrik dan kepahlawanan orang dibalik sejarah benteng ini.

Kerkhoff

Kerkhoff adalah sebuah komplek kuburan serdadu Belanda yang gugur dalam peperangan melawan rakyat Aceh. Komplek makam yang cukup luas ini berlokasi di Jalan Teuku Umar, disamping Blang Padang, Banda Aceh.
Kerkhoff dibangun pada tahun 1880 dan di dalam komplek ini terdapat kurang lebih 2.200 kuburan serdadu Belanda yang dimakamkan Jenderal JHR Kohler yang gugur ditembak oleh pasukan Aceh di depan Masjid Raya Baiturrahman.
Selain itu pengunjung juga bisa mengetahui kisah-kisah tentang prajurit semasa hidupnya yang diceritakan sekilas pada batu nisan. Kuburan-kuburan ini seolah bercerita kepada pengunjung tentang bagaimana “penghuninya” semasa hidup.

Museum Tsunami Aceh

Terletak di Jalan Iskandar Muda, Kota Banda Aceh. Museum ini masih menyimpan banyak kenangan yang tidak pernah luput dari masyarakat Aceh. Puing-puing kenangan yang tersimpan dalam foto, rekaman suara, hingga struktur bangunan yang dirancang M. Ridwan Kamil (sekarang Walikota Bandung) menyibak kesedihan dalam setiap langkah di museum ini. Memiliki empat lantai yang masing-masing berisi ruangan pameran dan instalasi.
Pertama pengunjung akan diberikan suasana dramatis dengan percikan air di lorong gelap. Suasana itu akan terasa mengerikan mengingat tragedi tsunami di Aceh silam menuju pintu masuk museum. Di dalam museum akan dihadirkan podium-podium yang menampilkan rangkaian foto Banda Aceh sesaat setelah tragedi tsunami.
Rangkaian foto pun akan bergerak otomatis mengganti sejumlah gambar suasana sesaat setelah tsunami. Dari ruangan itu terdapat jalan sempit menuju sebuah ruangan bercahaya redup dengan atap berhias kaca patri berlafal “Allah”. Suasana dramatis semakin terasa karena di sekeliling dindingnya ditempelkan nama ribuan korban akibat tsunami. Khusus untuk lantai 4 diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam bagi para warga. Selama berkunjung pengunjung bisa menikmati semua fasilitas secara gratis.(kompas/data1)
 

·
Registered
Joined
·
39 Posts
Muterin BNA

Bus Trans Koetaradja


Water Toren


Sentral Telepon Koetaradja


Gunongan 01


Gunongan 02


Kandang (Makam Sultan Iskandar Thani)


Gerbang Kerkhoff


Kerkhoff dan Museum Tsunami


Kerkhoff 01


Kerkhoff 02


Pinto Khop 01


Pinto Khop 02
 
581 - 594 of 594 Posts
Top