SkyscraperCity banner

1 - 20 of 5328 Posts

·
Registered
Joined
·
1,338 Posts
Discussion Starter #1 (Edited)
SEJARAH KABUPATEN BANYUWANGI





Merujuk data sejarah yang ada, sepanjang sejarah Blambangan kiranya tanggal 18 Desember 1771 merupakan peristiwa sejarah yang paling tua yang patut diangkat sebagai hari jadi Banyuwangi. Sebelum peristiwa puncak perang Puputan Bayu tersebut sebenarnya ada peristiwa lain yang mendahuluinya, yang juga heroik-patriotik, yaitu peristiwa penyerangan para pejuang Blambangan di bawah pimpinan Pangeran Puger ( putra Wong Agung Wilis ) ke benteng VOC di Banyualit pada tahun 1768.
Namun sayang peristiwa tersebut tidak tercatat secara lengkap pertanggalannya, dan selain itu terkesan bahwa dalam penyerangan tersebut kita kalah total, sedang pihak musuh hampir tidak menderita kerugian apapun. Pada peristiwa ini Pangeran Puger gugur, sedang Wong Agung Wilis, setelah Lateng dihancurkan, terluka, tertangkap dan kemudian dibuang ke Pulau Banda ( Lekkerkerker, 1923 ).
Berdasarkan data sejarah nama Banyuwangi tidak dapat terlepas dengan keajayaan Blambangan. Sejak jaman Pangeran Tawang Alun (1655-1691) dan Pangeran Danuningrat (1736-1763), bahkan juga sampai ketika Blambangan berada di bawah perlindungan Bali (1763-1767), VOC belum pernah tertarik untuk memasuki dan mengelola Blambangan ( Ibid.1923 :1045 ). Pada tahun 1743 Jawa Bagian Timur ( termasuk Blambangan ) diserahkan oleh Pakubuwono II kepada VOC, VOC merasa Blambangan memang sudah menjadi miliknya. Namun untuk sementara masih dibiarkan sebagai barang simpanan, yang baru akan dikelola sewaktu-waktu, kalau sudah diperlukan. Bahkan ketika Danuningrat memina bantuan VOC untuk melepaskan diri dari Bali, VOC masih belum tertarik untuk melihat ke Blambangan (Ibid 1923:1046).

Namun barulah setelah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Blambangan dan mendirikan kantor dagangnya (komplek Inggrisan sekarang) pada tahun 1766 di bandar kecil Banyuwangi ( yang pada waktu itu juga disebut Tirtaganda, Tirtaarum atau Toyaarum), maka VOC langsung bergerak untuk segera merebut Banyuwangi dan mengamankan seluruh Blambangan. Secara umum dalam peprangan yang terjadi pada tahun 1767-1772 ( 5 tahun ) itu, VOC memang berusaha untuk merebut seluruh Blambangan. Namun secara khusus sebenarnya VOC terdorong untuk segera merebut Banyuwangi, yang pada waktu itu sudah mulai berkembang menjadi pusat perdagangan di Blambangan, yang telah dikuasai Inggris.

Dengan demikian jelas, bahwa lahirnya sebuah tempat yag kemudian menjadi terkenal dengan nama Banyuwangi, telah menjadi kasus-beli terjadinya peperangan dahsyat, perang Puputan Bayu. Kalau sekiranya Inggris tidak bercokol di Banyuwangi pada tahun 1766, mungkin VOC tidak akan buru-buru melakukan ekspansinya ke Blambangan pada tahun 1767. Dan karena itu mungkin perang Puputan Bayu tidak akan terjadi ( puncaknya ) pada tanggal 18 Desember 1771. Dengan demikian pasti terdapat hubungan yang erat perang Puputan Bayu dengan lahirnya sebuah tempat yang bernama Banyuwangi. Dengan perkataan lain, perang Puputan Bayu merupakan bagian dari proses lahirnya Banyuwangi. Karena itu, penetapan tanggal 18 Desember 1771 sebagai hari jadi Banyuwangi sesungguhnya sangat rasional.




LEGENDA ASAL USUL BANYUWANGI



Konon, dahulu kala wilayah ujung timur Pulau Jawa yang alamnya begitu indah ini dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Sulahkromo. Dalam menjalankan pemerintahannya ia dibantu oleh seorang Patih yang gagah berani, arif, tampan bernama Patih Sidopekso. Istri Patih Sidopekso yang bernama Sri Tanjung sangatlah elok parasnya, halus budi bahasanya sehingga membuat sang Raja tergila- gila padanya. Agar tercapai hasrat sang raja untuk membujuk dan merayu Sri Tanjung maka muncullah akal liciknya dengan memerintah Patih Sidopekso untuk menjalankan tugas yang tidak mungkin bisa dicapai oleh manusia biasa. Maka dengan tegas dan gagah berani, tanpa curiga, sang Patih berangkat untuk menjalankan titah Sang Raja. Sepeninggal Sang Patih Sidopekso, sikap tak senonoh Prabu Sulahkromo dengan merayu dan memfitnah Sri Tanjung dengan segala tipu daya dilakukanya. Namun cinta Sang Raja tidak kesampaian dan Sri Tanjung tetap teguh pendiriannya, sebagai istri yang selalu berdoa untuk suaminya. Berang dan panas membara hati Sang Raja ketika cintanya ditolak oleh Sri Tanjung. Ketika Patih Sidopekso kembali dari misi tugasnya, ia langsung menghadap Sang Raja. Akal busuk Sang Raja muncul, memfitnah Patih Sidopekso dengan menyampaikan bahwa sepeninggal Sang Patih pada saat menjalankan titah raja meninggalkan istana, Sri Tanjung mendatangi dan merayu serta bertindak serong dengan Sang Raja.
Tanpa berfikir panjang, Patih Sidopekso langsung menemui Sri Tanjung dengan penuh kemarahan dan tuduhan yang tidak beralasan.
Pengakuan Sri Tanjung yang lugu dan jujur membuat hati Patih Sidopekso semakin panas menahan amarah dan bahkan Sang Patih dengan berangnya mengancam akan membunuh istri setianya itu. Diseretlah Sri Tanjung ke tepi sungai yang keruh dan kumuh. Namun sebelum Patih Sidopekso membunuh Sri Tanjung, ada permintaan terakhir dari Sri Tanjung kepada suaminya, sebagai bukti kejujuran, kesucian dan kesetiannya ia rela dibunuh dan agar jasadnya diceburkan ke dalam sungai keruh itu, apabila darahnya membuat air sungai berbau busuk maka dirinya telah berbuat serong, tapi jika air sungai berbau harum maka ia tidak bersalah.
Patih Sidopekso tidak lagi mampu menahan diri, segera menikamkan kerisnya ke dada Sri Tanjung. Darah memercik dari tubuh Sri Tanjung dan mati seketika. Mayat Sri Tanjung segera diceburkan ke sungai dan sungai yang keruh itu berangsur-angsur menjadi jernih seperti kaca serta menyebarkan bau harum, bau wangi. Patih Sidopekso terhuyung-huyung, jatuh dan ia jadi linglung, tanpa ia sadari, ia menjerit "Banyu..... ... wangi............... . Banyu wangi ... .." Banyuwangi terlahir dari bukti cinta istri pada suaminya.

sumber: http://www.banyuwangikab.go.id/profile/sejarah-singkat.html
 

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Congrats! Waiting for the news! :D:D
 

·
gumiho
Joined
·
11,118 Posts
Wah terima Kasih mas Ja'far

saya mulai bantu posting foto-fotonya, mungkin sementara akan review dan pengenalan dulu.

Pusat perbelanjaan yang ada di Banyuwangi, total ada 5 pusat perbelanjaan


Banyuwangi Plaza (Ramayana, CFC, dll)


Mal of Sri Tanjung


Banyuwangi Square (Giant)


Roxy (KFC, supermarket, dll)




Wijaya Mall (NAV)
 

·
Registered
Joined
·
1,338 Posts
Discussion Starter #12
Wah terima Kasih mas Ja'far

saya mulai bantu posting foto-fotonya, mungkin sementara akan review dan pengenalan dulu.

Pusat perbelanjaan yang ada di Banyuwangi, total ada 5 pusat perbelanjaan


Banyuwangi Plaza (Ramayana, CFC, dll)


Mal of Sri Tanjung


Banyuwangi Square (Giant)


Roxy (KFC, supermarket, dll)




Wijaya Mall (NAV)
Sama2 mas sbyctzn :). Monggo mas diramaikan bareng2... :cheers1:
 

·
Registered
Joined
·
5,092 Posts
Congrat buat Banyuwangi...
:cheers:
ujung tenggara Pulau Jawa... :)
 

·
Registered
Joined
·
415 Posts
Akhirnya ada threead Banyuwangi yg saya tunggu 2 . SELAMAT ....
Banyuwangi ? suatu saat saya akan ke situ krn saya punya saudara di Banyuwangi . hehehe
 

·
gumiho
Joined
·
11,118 Posts
Sama2 mas sbyctzn :). Monggo mas diramaikan bareng2... :cheers1:
monggo mas, review awal diisi tentang infrastruktur dan pembangunan fisik aja mas, soalnya tentang pembangunan :D

btw, Proyek pembenahan CPW baru di Kota Banyuwangi, baru aja selesai.







 

·
Registered
Joined
·
1,338 Posts
Discussion Starter #17
Akhirnya ada threead Banyuwangi yg saya tunggu 2 . SELAMAT ....
Banyuwangi ? suatu saat saya akan ke situ krn saya punya saudara di Banyuwangi . hehehe
Monggo mas Manuel,. Trimakasih atas partisipasinya... Jangan lupa kalau ke Banyuwangi mampir ke pantai Blimbingsari, yang khas ikan bakarnya.. :D
 

·
gumiho
Joined
·
11,118 Posts
Beberapa proyek pemugaran besar2an di seputar pelabuhan ikan Muncar oleh Pemkab Banyuwangi.

Pengembangan dermaga pelabuhan ikan Muncar dalam skala besar.













SPBU khusus untuk nelayan, baru saja direnovasi, sekarang sedang dikerjakan satu SPBU lagi.



Pasar Ikan yg baru saja selesai dibangun

 
1 - 20 of 5328 Posts
Top