SkyscraperCity Forum banner
1 - 20 of 263 Posts

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Liat lotengnya jadi ingat ekor Etihad.. :lol::lol:
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Ukuran design awalnya sudah tidak sebanding dengan jumlah pengguna jasa bandaranya..
Tantangan besar nih buat designer untuk optimalisasi secara total tanpa tambal sulam kayak sekarang... mending simpen duit untuk perombakan total aja dari pada kayak sekarang sih...
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Gede juga ya.
Designnya juga lumayanlah. Tapi yang penting itu kudu efisien sih :), ga boros tempat..

Ntar bakal ada hotel ga ya dalam gedung terminalnya ini. Kali2x aja CGK mau memposisikan diri jadi tempat transit yang nyaman hehe... Walau secara lokasi katanya agak2x kalah dari SIN, KUL, BKK even KNO... E tapi... hari gini pesawat range nya kan dah jauh2x ya, jadi jarak kayaknya ga terlalu jadi beban lagi...
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Ngomong2x soal hotel transit.
Apa GA/AP2 ga tertarik ya bangun sekelas budget hotel dia area transit Bandara? Ga usah gede-gede. Setidaknya penumpang transit ga usah takut untuk transit lama di CGK dan mereka merasa nyaman makai GA. Kamarnya sekelas budget hotel aja. Tapi ada beberapa kamar yang lumayan lega lah, kayak standar city hotel buat pebisnis gitu... Rate per hour. Fasilitas, spa/massage dan restaurant yang berfungsi sekaligus buat lounge (buat first/business class pax gratis).

Atau area lapang yang banyak deck chair nya (kursi yang bisa dipake buat berbaring), suasananya dibikin kayak resort nyaman dan tenang (diiringi suara dentingan lembut musik tradisional dan bunyi tiupan angin yang sepoi2x dan diselingi bunyi deburan ombak - ini khayalan haha). Gratis beverages (non alkohol) tapi makanan bayar atau entry masuk ke area itu juga bayar hehehe. Sekalian nambah2x ancillary revenue lah. :cheers:. Just ide sih...
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Eh seriusan itu hotel transit di T2 udah ga ada? Gw rencana sampe CGK mau stay disitu sampe pagi. Hotel alternatif yg deket CGK mesti keluar area bandara ya?
Iya udah ga ada yand di 2E. Adanya hotel baru di terminal 1A.... d'Prima Hotel kalo ga salah...
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
^^ Dari segi kualitas juga sekelas melati kok. Kamar standard nya aja ga ada jendela. Dan dindingnya tipis! Jadi kedengeran deh orang dari kamar sebelah/koridor...
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Rampung 78%? Kok kayaknya malah belum 50% ya.. liat dari gambar2x sih.
Kan itu flyover depannya belom jadi. Trus sambungan ke T3 existing juga blom keliatan. Garbarata aja blom jadi. Interior belum jadi.. Kayaknya mah, 78% yang harus dirampungkan kali ya :).

OOT...
Ada forumer yang pake Tapatalk ya posting ke forum.
Gw install tapatalk, kok ga bisa add ya ssc ini...
Apa itu hanya signatur lama ya? Hehe... :bash:
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Dengan kejadian ini muka pengelola CGK mau ditaruh di mana lagi ini? Sudah panjang sekali daftar "dosa" mereka dalam mengelola bandara.
Mulai dari mati lampu, radar macet,landasan nggak mumpuni....bahkan minta ngopi-ngopi! Sekarang ini???

Ini seharusnya momen RENOVASI MANAJEMEN, bukan sekedar renovasi bangunan tapi tetap memperkerjakan orang-orang tolol di kepengurusan bandara.
Bukannya manajemen AP2 itu baru di ganti ya? Belum setahun bukan?
Kalau masih baru mah ya jangan salahkan yang sekarang dulu deh kayaknya. Kali mereka juga lagi benahin satu2x itu daftar dosa nya :)...
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Lampu diredupin itu biasanya kalo landing ketika keadaan diluar gelap (sore/malam). Ini agar mata penumpang terbiasa terhadap perubahan cahaya. Kalau lampu didalam kabin terang, keadaan diluar jadi semakin gelap, jadi kalau ada apa2x susah untuk penumpang melihat keadaan diluar pesawat nanti jadinya. Masalah kalau seandainya terjadi evakuasi...

Coba saja, jika dimalam hari anda berada di kamar, coba matiin lampu, pandangan anda seketika akan gelap gulita untuk sementara waktu, namun setelahnya mata mulai terbiasa dan mulai menangkap setidaknya bayangan benda2x, dsb.
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Asyik, areal keberangkatan jadi lebih lega. Smoga jadi nyaman buat yang transit di CGK.
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Ganti tema soal Custom boleh ya :).

Kemaren dalam trip ke Turki, naik TK. Transit di IST (Hub terbesarnya TK) menuju salah satu airport domestik sana. Yang menarik adalah bagasi saya langsung di tag ke bandara tujuan domestiknya, jadi tidak harus ambil di IST dan check-in domestik lagi. Hal ini tidak terjadi kalau saya naik GA dan transit di Hub utamanya, which is CGK. Saya harus selalu ambil bagasi di terminal 2E CGK dan kemudian pergi ke terminal 2F domestik untuk check in.

TK akan men-tag bagasi ke bandara domestiknya selama bandara tujuan tersebut mempunyai custom (alias berstatus internasional). Bagasi akan diberi tag khusus. Di bandara transit, penumpang cuma harus melewati imigrasi dan langsung ke gate domestiknya saja. Setibanya di bandara tujuan, penumpang dengan bagasi internasional mengambil bagasi di kedatangan internasionalnya, dan penumpang domestik ambil bagasi di kedatagan domestik :).

Ini sangat efektif. Karena:
1. Waktu transfer bisa dipotong, karena pax tidak harus ambil bagasi di bandara transit (hub).
2. Custom di bandara transit load kerjaannya jadi berkurang, karena dialihkan ke custom di bandara lain yang tidak begitu banyak kerjaan.
3.Kenyamanan bagi pax.

Apakah badan bea cukai (custom) nya Indonesia dan Angakasa Pura tidak tertarik memakai sistem begini?.. Tinggal ngopi2x aja ama GA dan maskapai lain yang tertarik aja kan?
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Koq pengalaman kita beda ya? Saya sering terbang GA rute SIN-TKG n ga pernah ambil bagasi di CGK. Bagasi langsung saya ambil di TKG.
Kluar custom belok kiri, trus langsung masuk 2F dan naik ke lantai 2. Sangat efisien.
Benarkah? Kalau begitu customnya di proses dimana?

Sedikit perbaikan malah saya lihat dari inisiatif pihak GA.

Juni 2014 dari AMS-CGK lanjut PDG. Selepas bagasi di ambil di 2E, trus lewat scanning-nya custom, lalu masih dilantai yang sama, ada 2 couter checkin kecil disediakan GA. Jadi check in bagasi disitu (petugasnya bolak-balik pakai troley ngambil bagasi), lalu lanjut ke atas (departure 2F).. Masalahnya ya itu, harus tunggu bagasi di keluar di 2E dan antri custom.

Juni 2015 dari DOH - CGK lanjut PDG. Yang ini ga pake GA sih... Selepas imigrasi, ambil bagasi. Trus sibuk nyeret2x koper ke keberangkatan 2F. Di 2D tidak ada "service" tambahan dari GA seperti contoh sebelumnya lho...

Tapi kalau mas2x n mbak2x pada di tag bagasinya ke tempat tujuan akhir, malah bagus banget dong hehe.. Jadinya CGK sedikit nyaman jadi tempat transit... :cheers::applause:
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
mungkin di bandara awal ngga diminta ke petugas check-in agar bagasi langsung ke tempat tujuan. Jadi dianggap di CGK bagasinya mau diambil dulu. Kalau langsung baggage tagnya ditambah tag transit.
Udah diwanti2x untuk di tag langsung kok..
Mungkin karena lagi kurang hoki aja kali hehe..
But kalo sekarang udah mudah begitu ya bagus banget lah :)
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Berlin Brandenburg keliatan bagus diluar dan dalam. Tapi masih ditolak karena safety factor nya kurang. Hamad International juga dulu ditunda gegara masalah yang sama. Smoga CGK ini walau ga bagus2x amat tapi safety nya juara hehehe
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Smoga signate nya bagus dan lebih jelas.
Menurut saya, signate di CGK sebenernya sudah cukup.
Baru kemaren pas landing di T1C dan mau lanjut ke T2D baru timbul keraguan kalau signatenya kurang (literally dan dalam artian kurang jelas panduannya).
Jadi saya membiarkan rombongan saya nyari sendiri cara nyampai T2D dari T1C hihihi (usil banget :bash:). Kebetulan anggota rombongan adalah orang2x yang sering traveling juga. Dan ternyata mereka menilai kalau CGK tidaklah ramah soal signate. Nyari halte shuttle bus nya aja pake lama hihi. Antara T1B dan T1C ada perhentian bus yang signatenya ada ditegah dinding tangga ke shopping arcade. Ga keliatan lah! :nuts:
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Agak susah juga sih ngebandingin toilet antara XXI ama bandara punya. Segment pelanggannya menurut saya beda sih. XXI itu biasanya ada di mall kelas atas yang pengunjungnya juga kebanyakan tidak seperti pengunjung ITC. Nonton film dan ngeluarin duit IDR 50K itu terbilang masih luxus dibanding ngeluarin duit IDR500K buat sebuah tiket penerbangan. Esensinya beda. Karena transportasi itu sudah merupakan kebutuhan primer, sedangkan nonton bioskop itu masih sekunder kelasnya..
 
  • Like
Reactions: reyan.tm

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Yang penting T3U ini nanti jadi tempat yang nyaman untuk pax transit! :).
Biar GA bisa narik penumpang transit dan unjuk gigi di tingkat global.
Saat ini sih emang 5* onboard servicenya, tapi ya gitu deh, kandangnya yang sekarang agak kurang mendukung statusnya itu...

Eh tapi ya, kabarnya semua maskapai internasional juga "ngandang" di T3U ya... baguslah, siapa tahu SQ dan sekalian ME3 mau jadiin CGK Hub nya juga hihi.. Secara CGK kan masuk ke bandara ASEAN Open Skies ya...

Nambahin soal garbarata, kayaknya bakal cuman ke 1 lantai deh itu di fotonya. Sayang juga sih, ga langsung misah itu pax inbound n outbound di lantai yang berbeda.
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
^^

Emang udah kulturnya begitu kali ya. Suka yang meriah2x. Yang penting nampak keren, soal fungsi, ah apalah itu hahaha..
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
^^^^
Sepertinya 2 post sebelum post diatas ini bahas kenapa EK pake 77W instead of A388. Hubungannya ama 787 apa?... EK doesn't even have 787 fleet deh...
 

·
Registered
Joined
·
732 Posts
Ok ek ga minat sama dreamliner
Tapi yang saya maksud dreamliner adalah realita dari seberapa kuat pesawat daily takeoff routine in 1 hours.
Maaf, saya gagal paham... :).
 
  • Like
Reactions: kemasslolii
1 - 20 of 263 Posts
Top