SkyscraperCity Forum banner
1 - 20 of 969 Posts

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
^^ Automated baggage handling system kayaknya baru dipakai buat T1 dan T2 nanti setelah habis dipermak habis-habisan beberapa tahun mendatang. Semoga itu T3 dikebut siang malam dong... kalau bisa kayak Bandung Bandawasa yang disuruh bikin 1000 candi oleh Lara Jonggrang. Kalau nunggu beberapa tahun kog ya keterlaluan karena proyek CGK ini sudah long overdue...
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
SETUJU:eek:kay::eek:kay: pengen banget lihat check in, shopping arcade, concourse & boarding gate area T2 dirubah juga berkarpet dan ceilingnya dibagusin.. Seperti T1 SIN :cheers:


T1 & T2 baru dirombak saat ada pembangunan integrated building itupun kapan yah:nuts::nuts:

Setuju soal pembangunan T3 pengen segera jadi bentuk dasarnya aja:cheers:

Azleeeeyyy CGK kayaknya sepertinya butuh upgrade besar-besaran.. Sedangkan bandara-bandara diluar itu upgrade kecil-kecilan biar gaberat inisih ditunggu semua sampe rusak, bocor, mandeg. Aduh aduh:bash::bash::bash:
Makanya itu.... revitalisasi baru bakal dimulai kalau T3 dah beres. Semakin cepat T3 beres semakin cepat pula proyek2 lain. Masalah dana pasti ada kog, kalau pinjam pun pasti dikasih secara ini CGK, jadi pengembalian uang pinjaman pasti jelas.
Semoga sih revitalisasi T2 kayak gini:
-check in kan bakal dipindah semua ke Integrated building, departure hall yang sekarang bisa dirombak jadi airport shopping arcade.
-deretan toko2 yang sekarang bisa dibongkar dan dikembalikan menjadi dinding kaca untuk natural lighting, dan untuk area kafe2 dan rest area dengan lounger/ sofa2.
-hotel transit ikut direfurbish. Mungkin entrance-nya jadi di dalam ketimbang di luar?
-interior dirombak total tapi tetap mengikuti konsep orisinil bandara (hilanglah lampu besar2 sarang debu dan railing a la ruko, lighting diperbaiki, gak ada lagi lantai bata, ceiling diganti)

Untuk T1, gw sih mikirnya itu A, B, C harusnya digabung, jangan misah2 bikin repot kayak sekarang untuk memudahkan penumpang transit.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
menurut saya yang kurang enak dilihat di cgk itu tapi susah dirubahnya adalah terlalu banyaknya staf dari pihak manapun yang terlihat menganggur tanpa kerja
ada porter lah, petugas ap, petugas bea cukai, petugas imigrasi, petugas ground handling
terlalu banyak yang seragaman
betul @mfa_fariz.
Tidak saja di CGK, tapi hampir di semua sarana publik di Indonesia, terlalu banyak orang melakukan hal yg ngga jelas.
Banyak orang nganggur yang berseliweran gak jelas. Pantas saja banyak penumpang yang kesal kalau antrian imigrasi atau bea cukai panjang. Paling kesel kalau ada yang mojok dan merokok. Rasanya pengen gw colok itu bara rokok ke pipi atau ke bibirnya.

saya hampir 1 jam nunggu bagasi. yang saya tidak suka juga adalah -khas "orang" indonesia banget- non penumpang yg bisa bebas keliaran di bagian conveyor ntah itu porter ataupun anak buah yang disuruh ngambilin bawaan bos yang bosinya minta ampun (yang tentu saja logisnya belum tentu hapal mana barang bawaan bosnya, ini yang jadi bikin kesel bagasi penumpang lain juga dicekin satu2)
Mending masih dicek. Pengalaman gw porter orang lain ngambil koper gw dan dibawa ke rumahnya. Dah gitu masih beraninya nyuruh gw yang ngambil. :bash::bash::bash: Porter harus dibinasakan lah. Kalau untuk membantu penumpang yang lanjut usia atau berkemampuan kurang, pakai Customer Service Officer saja kayak di Changi. Porter suka bikin masalah, mulai dari nguasain troli, merokok, jualan kartu perdana, dll.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
Mungkin arahnya bukan ke EU tapi ke Schengen Agreement, lebih ke satu entitas imigrasi bersama bukan entitas supernasional.
ASEAN sendiri sudah diwanti-wanti untuk berhati-hati kalau mau menjadi seperti EU, yang sekarang sudah mulai retak.
ASEAN emang gak didesign kayak EU kog, don't worry. Yang bikin retak Euro kan karena konsep common currency, yang mana ASEAN cuma mewacanakan (wacana tetap bakal jadi wacana karena masing2 negara anggota emoh, apalagi Singapore dan Brunei).

Btw, konsep autogate ini mungkin lebih mengarah pada pemberlakuan e-passport. Seperti Singaporean/Singapore PR/long term visa holder di Singapore bisa masuk Batam dan Bintan dengan autogate (sementara gw sendiri kudu ngantri di pos imigrasi dan ngisi dan fotokopi form di kantor imigrasi ferry terminal sampe anggota rombongan yang lain pada geleng2 ngeliatnya).

Mungkin kedepannya data warga ASEAN bakal di-online-kan ke semua negara ASEAN jadi bisa pakai sistem autogate karena data biometrik sudah ada di database pihak keimigrasian (biar paperless juga, toh biometrik sistem cukup akurat karena kombinasi iris di mata semua orang berbeda)
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
^^ saya berpikir mendingan jangan dipisah begini; jadi strategi orang-orang bandara untuk merampok uang hasil jerih payah para TKI dengan cara macam-macam. Sudah bekerja banting tulang di negara orang, masak dikerjain di negeri sendiri sih?
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
oya, ini adh Masterplan Soetta yg super jadul:lol::lol::lol::lol::lol:

:lol::lol::lol::lol:
Ada masterplan yang lebih jadul lagi, yang dibikin sama Paul Andreu untuk pengembangan CGK ke depannya; mirip2 sama milik Emyrrr. Di masterplan super jadul ini, bentuk T3 dan T4 sama seperti T1 dan T2. Jadi kalau dilihat dari udara seperti ada dua bulatan...
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
setuju:cheers:


yes:cheers:
yang kalo bole dibilang CGK desain seperti itu sih bakalan 11:12 dengan Dallas Fort Worth International Airport :lol::lol: dan jujur saja desain Paul hanya cocok untuk jaman baheula menurut saya, lebih baik T3, T4, dan T5 sekalipun dibuat dengan design modern tapi isinya dengan Indonesia ethnic and culture:cheers::banana:
Mungkin karena zaman dulu yang namanya airport dedesign untuk sistem point-to-point dan bukan untuk sistem hub-and-spoke seperti sekarang. Lihat saja betapa airport zaman dulu kurang ramah untuk transiting passengers. :)

Masih punya gambarnya ngga?

Ngubek-ngubek internet kagak dapet. Payah nih Indonesia, penyimpanan arsipnya jelek bener....
Bukan dari arsip pemerintah; tapi dari arsip yang disubmit dari pihak arsitek ke Aga Khan Foundation. Kalau pengarsipan pemerintah kita... ya tahu sendiri lah kualitasnya. Pulau saja bisa sampai hilang karena pengarsipan bukti kepemilikan yang tidak jelas.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts


nemu foto lagi, kursi jadul.. Dulu gate desknya ternyata gak di tengah..
Jangan lupa kasih link source-nya ya mass... kalau nggak namanya plagiarism. :)

Btw, ternyata pas jadi gak ada lampu gembyok-gembyok besar norak dan lampu bulat2 gak jelas di sepanjang ambang jendela toh... cat-nya juga merah. Sayang sekali design minimalis ini dirusak oleh selera norak pejabat Orde Baru...
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
Keliatan banget design nya so java sentris. Buat nyenengin eyang kakung.
Sy kok berpikir seperti ini ya. Jadi kl mau minimalis ya minimalis total. Kl mau yg khas indonesia, dibuat tematik. Per terminal dibuat tematik by area indonesia. T1 sumatra t2 jawa t3 kalimantan and so on
Sebenernya sih bro andry... menurut petunjuk dari junjungan Gusti Kanjeng Sri Sultan Agung Ngebehi Suharto ... CGK design asli terlalu mirip Kelenteng dengan warna merahnya. Jadilah Yang Mulia menitahkan punggawanya untuk mengecat semuanya dengan coklat dan ditambahi ukiran-ukiran warna warni gak jelas beserta lampu-lampu gantung a la Jawa supaya lebih njawani. Eng Ing Eng jadilah CGK yang kita ketahui dengan lampu-lampu raksasa yang norak dan kusam beserta hiasan dinding yang gak jelas asal usulnya...

Mending jangan dibuat tematik lah... ntar gak jelas jadinya seperti mall-mall di Jakarta yang mengusung tema tematik. Mending kalau nanti direfurbish ini 2 terminal kuno, panggil arsitek yang sekarang ngedesign T3 untuk ngerjain interior T1 dan T2. Kerjaan Woodhead dalam merenovasi T1 Changi bagus sekali menurut saya... dari terminal kuno a la Hang Nadim menjadi terminal yang semodern adik paling kecilnya (T3).
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
Saya every year travel around the world. Yes..JKT traditional architecture..lain but untuk international airport no way:bash::bash::bash::bash:. Passangers banyak yang duduk di floor, tukang semir, PKL : tawarkan ring ajaib, fake horloge's, beggars, transport suoer chaos, wc poor. My teman-teman...surprised:eek:hno::eek:hno::eek:hno:, for tourist never ke Indonesia big differrent schocking. MY fav. airport : Singapore, Frankfurt, Swiss, Belanda, Hongkong, Tokyo, London
Inti dari post lombok ini kalau mau bagus ya dibersihkan dari penyakit sosial dan gak ada itu pedagang asongan, pekerja bandara (AP officer, immigration dan even pekarya kebersihan) yang merokok lah, jualan pulsa ke penumpang yang baru datang dari int'l flights, nawarin jasa calo di dalam bandara lah, dll. Fasilitas-fasilitas umum di negara kita memang betul-betul perlu diperhatikan dari segi kebersihan toilet dan kebersihan bandara dari orang-orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan (yang ilegal tentunya). Terlebih lagi... kalau ada pengumuman, please pakai papan yang betul dan bukannya kertas HVS A4 yang ditulis tangan acak-acakan.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
100% agree, all those annoying airplane ticket calo's and taxi calo's are so disturbing and kamsepay...
That makes the T1 like a terminal angkot. And those security guards/AVSEC personel, who thinking they are so cool and important, they do nothing about it....:bash:
The problem is... the AVSEC themselves are involved in all the touting and the hawking! I still remember 2 years ago when I last set my foot onto the arrival floor from the aviobridge, some cleaners were rummaging to find their preys, "Nomor perdana mister... untuk telepon. Cuma Rp50000 dan sudah ada pulsa Rp 5000." Bet these buggers won't have the balls to conduct business in the supposedly sterile and secured area of the airport. AP2 should get their act together. Otherwise, world class airport my arse!

Good grief that I have always flown to BDO ever since. Homey albeit squeezey airport.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
koq yg dipajang masih versi 5 pier yak....harus buruan diganti jika emang ada yg versi baru-nya biar gak bikin bingung
Tau sendiri kalau perusahaan negara gak begitu peduli sama ganti beginian. Palingan juga lupa atau maketnya belum jadi, atau belum diapain lah. Beda lah sama swasta yg kerjanya lebih teliti dan cepat.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
kalo yang star" gitu masih nangkring di T2, bisa mencak" tuh TG karena doi dipakai buat model :lol::jk:

btw, jumlah maskapai yang tergabung dengan Star Alliance dan Sky Team di CGK banyakan mana sih ? bukannya membandingkan, tapi cuma kepikiran aja sih, kalo memang terminal segede gaban gitu cuma buat GA sama Sky Team apa nda mubazir :lol:
Sebetulnya anggota *A yang terbang ke CGK hanya SQ, TG, ANA, Asiana, Turkish, Eva Air dan Air China?
Sementara untuk SkyTeam: KLM, Vietnam Airlines, Xiamen, Korean dan China Southern?

Kalau dari jumlah maskapai dan frekuensi penerbangan saat ini, jelas *A lebih banyak (SQ saja ada 9 flight ke CGK). Tapi kalau dihitung dari frekuensi setelah GA resmi jadi anggota ST, jelas ST menang dihitung dari jumlah penerbangan.

Sebetulnya terminal segede gitu untuk Sky Team saja gpp sih. Garuda saja makin lama makin sibuk. Belum calon-calon full service airlines dalam negeri seperti Batik (kalau betul-betul jadi full service). Kalau GA sudah bergabung dengan ST, tentulah CGK jadi hub ST (walaupun mungkin hub tidak resmi) untuk Asia Tenggara dan maskapai ST pastinya bakal nambah frekuensi atau buka rute ke CGK. Maskapai non ST dan non FSC dalam negeri, silakan saja pakai terminal lama. Untuk maskapai FSC Asing dan especially SQ, silakan saja pakai terminal lama dengan fasilitas butut dan imigrasinya yang gak nahanin ngantrinya, biar pengguna setianya (terutama kalangan biz traveller yang cuma mau naik SQ ke Indonesia) mikir-mikir untuk pindah ke GA. Kalau bukan pengelola yang melindungi sesama BUMN dari serangan saingan, siapa lagi?
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
Mendingan gini biar pengelolaan CIQ lebih efektif.
T1 jadi murni domestik LCC (JT)
T2 jadi international FSC asing dan LCC asing. Dan untuk rute internasional dan domestik non bagi LCC lokal (selain JT yang operasi domestik di T1)
T3 khusus untuk rute domestik dan internasional FSC lokal dan Sky Team Hub.

Supaya maskapai asing non-ST gak usah nyicipin T3, revitalisasi CGK mestinya fokus ke T3 dan T1 karena GA dan FSC ST perlu tempat yang bagus sebagai 'hub' ST di Southern Hemisphere. JT expansinya gila-gilaan sehingga T1 benar-benar diperlukan.

Mungkin flow-nya bisa begini kali ya.
T3 jadi -> int'l dan domestik LCC lokal selain JT, FSC lokal non ST dan ST pindah ke T3. T2E dan T2F yang ditinggalin GA bisa direnovasi untuk nampung JT domestik.
T2E/F selesai -> JT pindahin ke T2, T1 direnovasi.
T1 selesai -> antara FSC asing non ST pindah ke T1 atau JT dipindahin kembali ke T1. T2D bisa direnovasi.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
Daripada bangun kereta 20T kog mendingan pembangunan terminal 4 dan runway 3 dipercepat ya... Bangun kereta ke halim kog seperti cara cari proyek baru...
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
pantes rencana Karawang ditinggal belakangan ini... rupanya sudah bisa membebaskan tanah... Bagus deh, jangan koar-koar supaya makelar tanah gak nambah...

Dengan 20T, kenapa gak mempercepat pembangunan T3? Banyakin crane, alat berat, pegawai dan pengadaan material. Dengan mempercepat T3, bukankah bakal mempercepat renovasi T1, T2 dan prasarana lainnya (kereta bandara? ahem ahem)...
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
^^ diantara 4 pilar itu kan eskalator ke arrival hall masbro. Ngebetulin CGK sebenarnya cuma perlu ngebuang pernak-pernik yang gak ada di design asli dan memperbanyak pencahayaan ruangan.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
Dahlan please cepat rombak manajemen AP2; bukannya ngajak maju ke depan, malah menghambat kemajuan dan ngajak mundur. Cita-cita jadi world class airport kog bandaranya setara Rumah Tipe 21. :bash::bash::bash:
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
8,072 Posts
Ngiseng browsing-browsing, baru tau ternyata Ethiopian Airlines mau masuk ke CGK

Iklannya bagus... kayaknya mesti nunggu sampai ET nerima lebih banyak 787-nya deh. ET kelihatannya mau mencoba menjaring pasar Indonesia-Afrika/Eropa/Amerika Latin yang selama ini masih didominasi SQ dan trio timur tengah. Masuknya ET ke Indonesia memperkuat kedudukan Star Alliance di Indonesia (ada SQ, TG, ANA, CA, BR dan nantinya ET). Kalaupun stop dulu si SIN, kalau ternyata load-nya memuaskan pastinya nanti akan di-upgrade menjadi non-stop (Qatar juga begitu untuk periode yang cukup lama sebelum membuka CGK-DOH non-stop).
 
1 - 20 of 969 Posts
Top