SkyscraperCity Forum banner
19921 - 19940 of 33090 Posts

·
Registered
Joined
·
49 Posts
Itu cuman dalam satu spot lho ya? Tapi koq bisa ada tiga model pot berbeza gitu sih? Padahal jajaran pot anggrek yang di sepanjang pagar dah lumayan manis lho buat menghidupkan suasana dingin T3.... Tapi dilalah dipojokin sini bisa muncul spesies pot lain yg kesannya saling nggak nyambung gitu temanya....

Huft :eek:hno:
Yup, setuju dengan neng vhisesa...adanya bunga2 di sepanjang pagar ini lumayan cakep dan hidup... BTW, di foto sekarang kalo mau turun ke boarding lounge nya GA uda ada petugas yang jaga ya..jadi gak bikin bingung mau turun di eskalator kanan atau kiri...
 

·
Registered
Joined
·
9,056 Posts
Ini malah berkelas loh, tinggal fasilitas nya di tambah aja. Udah siap jadi terminal garuda indonesia.

Mending garuda indonesia domestik pindah ke sini dulu deh. T3u direvisi lagi,
T3 eksisting itu kan kecil, mana bisa Garuda pindah ke situ. Justru sekarang sudah harus dikosongkan (AirAsia pindah ke ex Garuda di T2-F) supaya bisa diintegrasikan dengan T3U, menjadi salah 1 pier-nya, yang nantinya akan menjadi bagian dari concourse penerbangan internasional.

Apa eksekusi tenant bakal tetap seperti ini nantinya???
Rendering yang bawah itu menyesatkan, masa tiang-tiang yang banyak dan ndut-ndut itu dihilangkan...:lol:
 

·
Registered
Joined
·
4,525 Posts
Kemaren ada yg nanya lukisan gantung itu masih ada gak sih, here you go, FYI katanya itu dilukis bukan pake kuas, tapi rambut si pelukis, sayang bukan tempat yg tepat untuk mengapresiasi karya tersebut

btw, yg dulu2 bilang ini sementara karena masih scaffolding, hmmmmmmmmmmm......

 

·
Registered
Joined
·
4,525 Posts
T3 eksisting itu kan kecil, mana bisa Garuda pindah ke situ. Justru sekarang sudah harus dikosongkan (AirAsia pindah ke ex Garuda di T2-F) supaya bisa diintegrasikan dengan T3U, menjadi salah 1 pier-nya, yang nantinya akan menjadi bagian dari concourse penerbangan internasional.



Rendering yang bawah itu menyesatkan, masa tiang-tiang yang banyak dan ndut-ndut itu dihilangkan...:lol:

tapi kadang saya kepikiran, bisa aja kan flow kerja seperti ini,
1. Kelarin semua bagian main building plus pier timur dulu, baru klo udah termasuk pier timur kelar,
2. Garuda masuk,
3. Yang pake terminal 3 existing pindah,
4. Mulai renovasi terminal exsiting
Klo ini sekarang kesannya malah GA harus pindah dengan keadaan seperti sekarang, cuma karena existing mau di renovasi, bener gak sih logika saya?
 

·
Nyonya Nyinyir
Joined
·
2,333 Posts
Kemaren ada yg nanya lukisan gantung itu masih ada gak sih, here you go, FYI katanya itu dilukis bukan pake kuas, tapi rambut si pelukis, sayang bukan tempat yg tepat untuk mengapresiasi karya tersebut

btw, yg dulu2 bilang ini sementara karena masih scaffolding, hmmmmmmmmmmm......

Mau dilukis pake rambut kek...pake hidung kek...pake perut kek... Orang yg lihat dan cuman tahu hasil akhirnya mana peduli. Tahunya tuh lukisan dah jadi dan hasilnya yaaa begitu itu..

Mungkin kalo sang pelukisnya tampil live saat menyapukan rambut bercatnya di atas kanvas... Baru itu jadi tontonan menarik. Publik bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya sehingga bisa mengundang apresiasi. Tapi kalo cuman hasil jadinya yg sudah terima beres ditampilin, rasa-rasanya koq yaa sulit yaa buat mengharap apresiasi kalo hasilnya cuman gitu doang....

Sorry lho yaaa klo ad yg tersinggung....
 

·
Registered
Joined
·
215 Posts
Setelah mampir ke thread bandara kulonprogo, katanya yg akan megang revitalisasi Terminal 2 itu GVK. Semoga aja hasilnya gak beda beda jauh sama Denpasar, unsur etnik dan modern bisa menyatu dengan harmonis.
 

·
Registered
Joined
·
147 Posts
Mau dilukis pake rambut kek...pake hidung kek...pake perut kek... Orang yg lihat dan cuman tahu hasil akhirnya mana peduli. Tahunya tuh lukisan dah jadi dan hasilnya yaaa begitu itu..

Mungkin kalo sang pelukisnya tampil live saat menyapukan rambut bercatnya di atas kanvas... Baru itu jadi tontonan menarik. Publik bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya sehingga bisa mengundang apresiasi. Tapi kalo cuman hasil jadinya yg sudah terima beres ditampilin, rasa-rasanya koq yaa sulit yaa buat mengharap apresiasi kalo hasilnya cuman gitu doang....

Sorry lho yaaa klo ad yg tersinggung....
^^

Memang salah tempat karya ini. Mungkin terlalu canggih untuk konsumsi publik dengan segala latar belakang dari berbagai kalangan. Masuk museum kontemporer atau post-modern silahkan, atau pameran sementara di bandara silahkan, tapi di terminal bandara jangka panjang? Big-no-no...

Yang ada di persepsi umum hanya terlihat sebagai coret-coretan asal, dan berkesan kotor. Terminal bandara yang harusnya ber-aura menenangkan - apalagi T3U diproyeksikan sebagai bandar transit - menjadi berkesan chaos; melihat guratan/sapuan kuasnya yang sangat ekspresif (seolah-olah yang bikin sedang marah-marah), memanjang dalam format ekstrem dari atas sampai ke bawah...
 

·
Registered
Joined
·
840 Posts
ternyata lampu sorotnya diberi penutup :banana:

Dari foto ini memang benar Atap drop of yg pendek serta bukan
Dari material yg bisa tembus cahaya membuat area Chek in T3 ini nampak suram.
Mungkin karena area ini berada di ujung main terminal yg bersebelahan dg
Gdung parkir (ga kena efek drop if yg pendek)maka cailing dan suasananya pun terlihat cukup terang.
 

·
Registered
Joined
·
147 Posts
T3 eksisting itu kan kecil, mana bisa Garuda pindah ke situ. Justru sekarang sudah harus dikosongkan (AirAsia pindah ke ex Garuda di T2-F) supaya bisa diintegrasikan dengan T3U, menjadi salah 1 pier-nya, yang nantinya akan menjadi bagian dari concourse penerbangan internasional.



Rendering yang bawah itu menyesatkan, masa tiang-tiang yang banyak dan ndut-ndut itu dihilangkan...:lol:
^^

Rendering atas: akan jauh lebih nyaman kalau area retail tidak dicampur dengan area ruang tunggu. Jadi orang yang berlalu-lalang di area retail, tidak mengganggu yang sedang duduk di area ruang tunggu.

Apa mungkin menyesuaikan kebiasaan mayoritas calon penumpang lokal - shop 'til you drop' - sampai menit-menit terakhir masih bisa belanja/menghindari yang terlalu asyik belanja, sehingga harus berlari-lari saat masuk dipanggil masuk pesawat?
 

·
Registered
Joined
·
25 Posts
Dibalik banyaknya kekurangan dari terminal 3 ini, sebenarnya diluar sana masih banyak yang memuji dan memaklumi keadaan terminal yang baru ini. Menurut saya pribadi, masih banyak orang yang terlalu awam, soal aviasi, design, interior, arsitektur, dll. Yang lebih utama juga masih banyak yang belum tau proses pembangunan beserta perubahan2 apa saja dari terminal ini. Akibatnya, walaupun sudah beroperasi seminggu, orang yang datang masih kebingungan, baru tau ada tempat parkir gedung, berasa tempat check in berbeda, bingung dengan gate2 yang ada di drop off, dan masih berasa kagum dengan karya yang digadang2 dari anak bangsa. Hal2 tersebut adalah tanda bahwa masih banyak yang belum terbiasa dengan bandara model seperti ini, dan masih banyak yang membandingkan terminal baru ini dengan terminal 1 & 2. Makanya rasa bangga dan kagum itu muncul ketika menginjakkan kaki di terminal 3 ini.

Keluhan2 penumpang kebanyakan mengenai bagasi yang lama, pesawat yang delay, toilet yang kotor, ac yang panas, gerai makanan yang minim, dan hal2 lain yang saya rasa cukup mendasar. Contohnya soal bagasi, penumpang gak mau tau itu bagasi pake BHS level berapa lah, canggih atau gak lah, yang penting bagasi mereka sampai dan diterima dengan cepat dalam keadaan baik.
Soal toilet, gak peduli tempat sabun seperti apa, lantainya gimana, asal toiletnya bisa di flush, bersih, tersedia air, udah penumpang oke2 aja.

Masih banyak orang2 yang berpola pikir seperti itu. Makanya berhubungan dengan petisi yang dibicarakan di page2 sebelumnya, saran saya sih sebelum mengadakan petisi, masyarakat perlu di beri penjelasan soal masalah T3U ini. Misalnya tolong siapa yang bisa membuat suatu artikel, mungkin berupa blog, yang ringkas padat dan jelas, isinya mengenai proses pembangunan T3U ini.
Mungkin isinya bisa seperti yang pernah ditulis di Kompasiana (Catatan Buruk T3), tapi isinya lebih diperjelas dengan foto2, gimana seharusnya rendering dari awal, kemudian diubah2 sampai jadi seperti sekarang, perbandingan dengan bandara2 lain, jenis lantai yang dipake, lighting yang baik seperti apa, BHS dan CCTV yang katanya canggih tapi malah tidak berfungsi dengan baik, drop off yang wow itu gimana, dan masalah2 lain seperti penundaan pengoperasian dari IJ, tapi setelah diganti BKS langsung bisa beoperasi, keluhan2 penumpang saat soft opening, masalah listrik mati, dan banjir, sehingga jelas bahwa memang terminal ini terlalu dipaksakan.

Memang sebelum2nya udah banyak penjelasan soal hal2 diatas, akan tetapi semua muncul dalam media yang berbeda2. Sehingga orang bisa kurang paham kronologi dari T3U ini seperti apa.

Makanya kalau ada yang jago nulis, bisa buat satu artikel yang membahas semua seluk beluk T3 ini. Satu artikel bisa di share dengan mudah di sosial media, mudah dibaca oleh yang awam sekalipun, dan dengan adanya satu artikel yang jelas mengenai catatan2 buruk T3 ini, saya rasa masyarakat akan lebih peka menilai bahwa ada yang tidak beres dengan pembangunan T3 ini.

Begitu sih menurut saya. Saya agak kurang bisa menjelaskan nya tapi mudah2an member2 disini bisa mengerti maksud saya.
Yang jelas saya hanya ingin masyarakat tahu, bahwa sebenarnya terminal 3 ini bisa jauh lebih baik dan berkelas, jika manajemen dan taste dari yang punya proyek juga berkualitas. Tapi sayangnya menjadi seperti sekarang :eek:hno:
 
19921 - 19940 of 33090 Posts
Top