SkyscraperCity banner

5021 - 5040 of 32392 Posts

·
Registered
Joined
·
5,580 Posts
Buat yang kenal sama yang ngambil update foto dari dalam proyek coba tanya deh... itu kalo sesuai render kan bakal ada perhentian kereta antar terminalnya.... apakah setidaknya lahan disana sudah ada yang direserve buat dibangun??.... dari dulu sumpah saya penasaran sama itu
LHA KAN JADINYA PAKE BUS ANTAR-TERMINAL? (( sarkas off ))

kalau saya perhatikan pembangunan di lapang,
mungkin track elevated viaduct rail based antar terminal berada diantara gedung parkir barat dengan fly over menuju area drop-off.


mungkin akan jadi seperti ini nantinya:
(1) Gedung T3U
(2) Gedung parkir barat
(3) Terminal people movers
garis merah putus-putus jalur people movers

semoga masih jadi ya pake rail based people movers, kalo ternyata jadinya bus antar terminal ya wassalam...

puji tuhan! ini benar-benar harus diapresiasi! Jangan dibahas " oh see another bad design dari AP2 CGK" no no no! lounges buat para penumpang umrah entah yang mau pergi ke Saudi Arabia atau baru pulang dan menunggu penerbangan transit menuju daerah asalnya ini sangat-sangat diperlukan.

KENAPA?
Apakah anda pernah merasakan bagaimana berinteraksi dengan para penumpang yang berkelakuan luar biasa tidak mencerminkan mereka akan/setelah "holy trip" abis makan nasi boks sampah berserakan, masuk mushola tempat wudhu (maaf) dikencingin, di mushola seenak udel tidur dan ngobrol teriak-teriak, dan masih banyak perilaku yang sangat menggangu sesama pengguna bandara lainnya. jadi bagi saya lounge umrah in sangat cocok dan pantas untuk diapresiasi:cheers::cheers:

*PS: memang tidak 100% penumpang umrah act like that (well I'm not) tapi 50% lah. atau anggap saja oknum yang berkelakuan buruk tersebut jumlahnya banyak. sekian. mohon maaf apabila ada salah kata
 

·
Reg
Joined
·
421 Posts
Baru gabung karena penasaran dgn progress T3U. Kemarin pulang lebaran lewat CGK liat konstruksinya yg nggak (atau belum) kelihatan 2013. Soal desain fisik, mungkin gw nanti dulu komentarnya krn di sini banyak yg lebih paham.

Agak OOT, tp yg ngganggu banget buat gw di bandara-bandara Indonesia adalah recorded announcement dlm bahasa Inggris. Menurut gw, recorded announcement dlm bahasa asing sebaiknya pake native speakers. Gw lihat banyak penutur asli bahasa INggris di bandara Indonesia yg ga bisa nangkep aksen Inggris-nya orang Indonesia krn pengucapan dan tempat penekanannya salah, apalagi kalo logatnya dibuat2 ala ABG gitu. Yg bahasa Arab, Jepang, Mandarin, Korea sih kayaknya udah native speakers, tapi ga tau juga krn gw gatau bahasanya.

Kalo ada yg punya akses ke AP2 tolong disampaikan masukan ini buat T3U (T2/T1 juga). Pakai native speakers beraksen British atau Amerika ga masalah, walaupun mungkin aksen British bakal cover lebih banyak negara2 Eropa sedangkan akses Amerika mungkin hanya cover North American countries. Ga cuma bahasa INggris sih, yg lain juga sebaiknya pake native speakers.

Trus recorded announcement soal matikan HP sebelum boarding kenapa masih diputer sih di CGK? Kan ga relevan lagi. Banyak airlines yg udah bolehin nyalakan HP (ga cuma flight mode loh!) on board.
 

·
Registered
Joined
·
819 Posts
Baru gabung karena penasaran dgn progress T3U. Kemarin pulang lebaran lewat CGK liat konstruksinya yg nggak (atau belum) kelihatan 2013. Soal desain fisik, mungkin gw nanti dulu komentarnya krn di sini banyak yg lebih paham.

Agak OOT, tp yg ngganggu banget buat gw di bandara-bandara Indonesia adalah recorded announcement dlm bahasa Inggris. Menurut gw, recorded announcement dlm bahasa asing sebaiknya pake native speakers. Gw lihat banyak penutur asli bahasa INggris di bandara Indonesia yg ga bisa nangkep aksen Inggris-nya orang Indonesia krn pengucapan dan tempat penekanannya salah, apalagi kalo logatnya dibuat2 ala ABG gitu. Yg bahasa Arab, Jepang, Mandarin, Korea sih kayaknya udah native speakers, tapi ga tau juga krn gw gatau bahasanya.

Kalo ada yg punya akses ke AP2 tolong disampaikan masukan ini buat T3U (T2/T1 juga). Pakai native speakers beraksen British atau Amerika ga masalah, walaupun mungkin aksen British bakal cover lebih banyak negara2 Eropa sedangkan akses Amerika mungkin hanya cover North American countries. Ga cuma bahasa INggris sih, yg lain juga sebaiknya pake native speakers.

Trus recorded announcement soal matikan HP sebelum boarding kenapa masih diputer sih di CGK? Kan ga relevan lagi. Banyak airlines yg udah bolehin nyalakan HP (ga cuma flight mode loh!) on board.
sebaiknya malah dihilangkan sama sekali.. di bandara2 AP 1 sudah gak pake pengumuman keberangkatan/kedatangan kan? CMIIW..
 

·
Registered
Joined
·
18,212 Posts
sebaiknya malah dihilangkan sama sekali.. di bandara2 AP 1 sudah gak pake pengumuman keberangkatan/kedatangan kan? CMIIW..
Kalau yg di AP 1 announcment kedatangan yg dihapuskan.Kalau yg keberangkatan biasanya 3x dikurangi jadi sekali saja / dipusatkan diarea Ruang Tunggu tidak menyebar keseluruh ruangan.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
7,152 Posts
Gak usah native speakers... Indonesians yang bisa ngomong received pronunciation dan American juga banyak kog...
 

·
Registered
Joined
·
1,773 Posts
Soal larangan pemakaian handphone dan alat elektronik harus tetap ada karena itu adalah sesuai dengan UU Indonesia. Pakai maskapai apapun mendarat di Indonesia, ketika mendarat pasti pengumumannya adalah handphone tidak boleh dinyalain sampai setelah tiba d gedung terminal. SQ pun demikian. Jadi ini bukan masalah apakah di luar negeri sudah ditiadakan atau belum.
 

·
Reg
Joined
·
421 Posts
Gak usah native speakers... Indonesians yang bisa ngomong received pronunciation dan American juga banyak kog...
Setuju asal kedengeran natural & ga lebay. Jgn sampe lah pengumuman di bandara internasional kedengeran kayak pengumumam di busway. Sayang kan kalo yg keliatan mata udah dibenerin tapi yg kedengeran kuping enggak.
 

·
Reg
Joined
·
421 Posts
Soal larangan pemakaian handphone dan alat elektronik harus tetap ada karena itu adalah sesuai dengan UU Indonesia. Pakai maskapai apapun mendarat di Indonesia, ketika mendarat pasti pengumumannya adalah handphone tidak boleh dinyalain sampai setelah tiba d gedung terminal. SQ pun demikian. Jadi ini bukan masalah apakah di luar negeri sudah ditiadakan atau belum.
I see
 

·
Registered
Joined
·
291 Posts
Soal larangan pemakaian handphone dan alat elektronik harus tetap ada karena itu adalah sesuai dengan UU Indonesia. Pakai maskapai apapun mendarat di Indonesia, ketika mendarat pasti pengumumannya adalah handphone tidak boleh dinyalain sampai setelah tiba d gedung terminal. SQ pun demikian. Jadi ini bukan masalah apakah di luar negeri sudah ditiadakan atau belum.
Pernah baca perihal kenapa pas landing/take off semua gadget harus off supaya penumpang dalam keadaan siaga, fokus/ less distracted jika terjadi hal2 yang tidak diinginkan/ dalam kondisi darurat. CMIIW.
Even emirates yang ada fasilitas wifi onboard setiap landing/takeoff juga meminta penumpangnya meng-off-kan gadgetnya.

OOT
sebenernya perintah seperti menegakkan sandaran juga bukan tanpa sebab. Jika dalam keadaan darurat supaya tidak menghalangi/ nyusahin orang yg duduk di belakang kita kalo harus keluar. Lampu dalan kabin dimatiin supaya kondisi mata udah ke adjust dengan kondisi di luar kalo kondisi darurat. Jendela dibuka juga berguna untuk safety. Karena pada posisi takeoff/landing pramugari dalam posisi duduk dan memasang seatbelt nya jadi yang akan notice kalo ada asep di sayap misal ya penumpang. Istilahnya penumpang berfungsi jadi mata tambahan. CMIIW.
 

·
Registered
Joined
·
380 Posts
^^ yg masalah itu sebenernya waktu handphone nyala di ketinggian ribuan kaki kan ga ada sinyal nah receiver di hp bakal nyari nyari sinyal , nah itu yg bahaya takutnya sinyal pesawat seperti gps dll bakal terganggu karena si hp tadi , itu kalo satu hp , kalo lebih ya bahaya. Sebenernya intinya di pencegahan sebelum terjadi sesuatu. Kalo dah kenapa napa baru pada nyaho :V
 

·
Registered
Joined
·
725 Posts
Lampu diredupin itu biasanya kalo landing ketika keadaan diluar gelap (sore/malam). Ini agar mata penumpang terbiasa terhadap perubahan cahaya. Kalau lampu didalam kabin terang, keadaan diluar jadi semakin gelap, jadi kalau ada apa2x susah untuk penumpang melihat keadaan diluar pesawat nanti jadinya. Masalah kalau seandainya terjadi evakuasi...

Coba saja, jika dimalam hari anda berada di kamar, coba matiin lampu, pandangan anda seketika akan gelap gulita untuk sementara waktu, namun setelahnya mata mulai terbiasa dan mulai menangkap setidaknya bayangan benda2x, dsb.
 

·
Grounded User
Joined
·
3,505 Posts
Aturan2 atas "safety" itu gak global dan universal, jadi paling terutama tergantung negara masing2.
Contoh:
- HP, ada negara yang total melarang. Ada yang boleh telepon setelah pesawat keluar dari active runway, ada yang boleh pake hp sepanjang waktu di dalam flight-mode.
- Suasana kabin pas take-off/landing. Di banyak negara, lampu nyala/mati tergantung di luar terang/gelap. Window shade harus terbuka. Sedangkan di AS, ga ada yang peduli window shade mau buka atau tutup selama landing/take-off.

Jadi kembali ke topik, pas mendarat di CGK ya sesuai aturan Indonesia, mau maskapai dari mana pun. Dan kalopun mau dibilang di luar negeri udah gak, luar negeri yang mana? Karna ya itu, berbagai negara pun beda2.
 
  • Like
Reactions: ncon
5021 - 5040 of 32392 Posts
Top