SkyscraperCity banner

1 - 20 of 990 Posts

·
Registered
Joined
·
514 Posts
Discussion Starter #1 (Edited)
PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
DAERAH OPERASIONAL (DAOP) IX JEMBER


INTRO

Salam forum SSI. Seiring dengan dibukanya forum khusus tentang perekeratapian Indonesia, maka ijinkan saya untuk membuka thread yang membahas tentang perkembangan perkeretaapian di PT. Kereta Api Indonesia DAOP IX, wilayah perkeretaapian paling timur di Pulau Jawa
ABOUT DAOP IX JEMBER
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IX Jember atau disingkat dengan DAOP IX JR adalah salah satu daerah operasi perkeretaapian Indonesia, di bawah lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dipimpin oleh seorang kepala Daerah Operasi (Kadaop) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero). Daop IX merupakan wilayah kerja PT KAI yang berada di ujung timur Pulau Jawa dan berpusat di Jember. Stasiun besar di wilayah Daop IX adalah Stasiun Jember dan Dipo Lokomotifhttp://id.wikipedia.org/wiki/Dipo_Lokomotif terbesar yakni Dipo Lokomotif Jember (JR) yang berada dalam satu kompleks stasiun. Terdapat dua subdipo lok, yakni pada Stasiun Probolinggo dan Stasiun Banyuwangi Baru. Sub Dipo Lokomotif Probolinggi (PB) dulunya melayani lokomotif KA Probowangi (sekarang sebagai tempat penyimpanan peralatan darurat untuk PLH serta perbaikan rel), sementara Sub Dipo Lokotif dan Dipo Gerbong Banyuwangi melayani lokomotif-lokomotif milik dipo lain atau milik Dipo Jember sendiri pasca dinas dengan KA Mutiara Timur, KA Tawang Alun, KA Sri Tanjung, KA Pandanwangi, dan KA Probowangi sekaligus sebagai tempat penyimpanan gerbong milik DAOP IX Jember. Dipo Lokomotif Jember sendiri sebagai pusat bengkel lokomotif DAOP IX Jember dan juga peristirahatan lokomotif KA Pandanwangi, KA Ranggajati, dan KA Logawa sebelum berdinas kembali pada pagi harinya.
KERETA API (TRAIN)

Kereta api penumpang yang berada di bawah pengoperasian Daop IX Jember di antaranya adalah:

  1. Kereta api Mutiara Timur, premium dan eksekutif ekspres relasi Stasiun Banyuwangi Baru s.d. Stasiun Surabaya Gubeng
  2. Kereta api Sri Tanjung, ekonomi ekspres relasi Stasiun Banyuwangi Baru s.d. Stasiun Lempuyangan
  3. Kereta api Tawang Alun, ekonomi ekspres relasi Stasiun Banyuwangi Baru s.d. Stasiun Malang Kotalama
  4. Kereta api Probowangi, ekonomi lokal relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Banyuwangi Baru
  5. Kereta api Pandanwangi, ekonomi lokal relasi Stasiun Banyuwangi Baru s.d. Stasiun Jember
Kereta api penumpang yang terlayani Daop IX Jember namun di bawah pengoperasian daerah operasi lain:

  • Kereta api Logawa, ekonomi ekspres relasi Stasiun Jember sampai Stasiun Purwokerto (operator DAOP V Purwokerto)
  • Kereta api Ranggajati, bisnis dan eksekutif ekspres relasi Stasiun Jember sampai Stasiun Cirebon lewat Yogyakarta-Purwokerto (operator DAOP III Cirebon)
  • Kereta api Wijayakusuma, premium dan eksekutif ekspres relasi Stasiun Banyuwangi sampai Stasiun Cilacap lewat Yogyakarta (operator DAOP V Purwokerto)
Sumber : Wikipedia
To be Continue
 

·
Registered
Joined
·
514 Posts
Discussion Starter #2 (Edited)
DAOP IX Lines

Berikut ini adalah Jalur-jalur DAOP IX berserta profil kondisi jalur
Jalur Bangil-Kalisat (BG-KLT)
Profil kondisi Jalur

  • Antara Bangil-Pasuruan-Bayeman: campuran rel R33 & R42 bantalan beton, laju maksimum 65 km/jam
  • Antara Bayeman-Probolinggo-Leces: rel R54 bantalan beton, laju maksimum 70 km/jam
  • Antara Leces-Malasan: rel R54 bantalan beton, laju maksimum 70-80 km/jam
  • Antara Malasan-Klakah-Jatiroto-Bangsalsari: rel R54 bantalan beton, laju maksimum 80 km/jam
  • Antara Bangsalsari-Rambipuji: rel R42 bantalan beton, laju maksimum 80 km/jam
  • Antara Rambipuji-Jember: rel R54 bantalan beton, laju maksimum 80 km/jam
  • Antara Jember-Kotok: rel R42 bantalan beton, laju maksimum 60 km/jam
  • Antara Kotok-Kalisat: campuran rel R42 bantalan beton dan R33 bantalan besi, laju maksimum 50-60 km/jam
Penjelasan Jalur
Jalur kereta api Bangil-Kalisat adalah jalur rel yang menghubungkan Stasiun Bangil di Daop VIII Surabaya dan Stasiun Kalisat di Daop IX Jember. Jalur ini dilintasi kereta api baik dari ataupun menuju timur. Meskipun tergolong jauh, jalur ini bukanlah jalur padat karena setiap harinya hanya ada ±20 kereta api yang melintasi jalur ini. Sebagian besar pengoperasian jalur ini milik Daop IX Jember.

Karena jalur kereta api Probolinggo-Paiton, Klakah-Lumajang, Lumajang-Balung, dan Lumajang-Pasirian sudah tidak aktif, maka jalur kereta api Bangil-Probolinggo, Probolinggo-Klakah, Klakah-Rambipuji, dan Rambipuji-Kalisat menyatu dan membentuk segmen besar jalur kereta api Bangil-Kalisat.

Stasun di Jalur ini

Sumber : Wikipedia
Jalur Kalisat-Banyuwangi Baru (KLT-BWI)
Profil kondisi jalur

  • Antara Kalisat-Garahan-Kalibaru: rel tipe R54 bantalan beton, laju maksimum 60 km/jam.
  • Antara Kalibaru-Temuguruh: rel R42 dan R33 bantalan kayu dan besi, laju maksimum 40-50 km/jam, kecuali di petak antarsinyal muka Stasiun Glenmore R54 bantalan beton. Saat ini tengah dilakukan penggantian rel antara Kalibaru-Glenmore-Sumberwadung menjadi R54 bantalan beton.
  • Antara Temuguruh-Banyuwangi Baru: rel R42 bantalan beton, laju maksimum 80 km/jam.
Penjelasan Jalur

Boleh dibilang, jalur ini adalah ciri khas wilayah timur Daop IX yang bertipikal pegunungan dan dataran tinggi. Belum lagi pada petak Kalisat-Ledokombo terdapat puluhan bukit yang ada di tepian rel. Juga, melewati dua terowongan buatan Belanda yang dibuat sekira tahun 1901 hingga 1902, yaitu Terowongan Mrawan (penghubung Kalibaru dan Mrawan) dan Terowongan Garahan (penghubung Garahan dan Mrawan).

Semakin ke timur, mulai dari Kalibaru ruang jarak (spasial) antara jalur rel dan pemukiman amatlah sempit, namun lanskap sepanjang jalur ini hingga titik minus (Banyuwangi Baru) bisa dikatakan pemandangan khas jalur timur Daop IX.

Di utara Stasiun Banyuwangi Baru terdapat rute balon (balloon loop) yang menggantikan turn-table di jalur ujung lain. rute balon ini disebut demikian karena bentuknya yang seperti balon. Rute ini berawal dari Stasiun Banyuwangi Baru masuk kembali ke jalan raya melintasi pabrik-pabrik seperti Pusri, Pelabuhan Meneng, dan Jakarta Lloyd.[1] Namun rute balon tersebut kini sudah tidak dipergunakan karena pabrik-pabrik tersebut mengganti moda transportasi barang-barangnya. Kini rute balon tersebut diperkecil dan terletak di selatan jalan kecil yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Lingkar Ketapang.

Sistem persinyalan dan wesel di lintas ini masih murni mekanik, namun tak menutup kemungkinan jika nantinya akan diubah pula menjadi persinyalan elektrik yang dibuat oleh PT Len Industri.

Stasiun di Jalur ini

Sumber : Wikipedia
Jalur Tidak Aktif

  • Kalisat (KLT) - Panarukan (PNR) - Panarukanpelabuhan (PNRH). Namun lintas yang ditutup pada 2004 ini direncanakan akan kembali diaktifkan.
  • lintas Probolinggo - Jati - Kraksaan - Paiton
  • lintas Klakah - Lumajang - Pasirian
  • lintas Rambipuji - Balung - Lumajang
  • lintas Balung - Ambulu
  • lintas Kabat - Banyuwangi Lama
  • lintas Rogojampi - Benculuk
Sumber : Wikipedia
PETA JALUR DAOP IX
Note : Garis Miring berarti Stasiun sudah tidak aktif
To be Continue
 

·
Registered
Joined
·
514 Posts
Discussion Starter #3 (Edited)
DAOP IX Trains and Locomotives

DAOP IX TRAINS
KA MUTIARA TIMUR



Nomor KA: 87-90
Jadwal: 09.00, 22.00 (Dari Banyuwangi Baru); 09.00, 22.00 (Dari Surabaya Gubeng)
Tarif: Rp 80.000,00 - Rp 160.000,00 (Kelas Bisnis); Rp 100.000,00 - Rp 200.000,00 (Kelas Ekselutif); Rp 300.000,00 (Kelas Eksekutif sampai Denpasar); Rp 250.000,00 (Kelas Bisnis sampai Denpasar)

Kereta api Mutiara Timur adalah rangkaian kereta api kelas eksekutif-bisnis yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia yang melayani rute Surabaya Gubeng-Banyuwangi Baru pp. Kereta api ini adalah kereta api komersial yang pertama dan satu-satunya andalan Daop IX Jember sampai saat ini. Kereta api ini dioperasikan pertama kali pada tahun 1972 dengan menawarkan layanan kelas ekonomi dan bisnis. Sejak tanggal 7 April 1996 diluncurkan layanan baru dengan menggantinya menjadi kelas bisnis dan eksekutif. Kereta api ini menempuh koridor Surabaya-Banyuwangi dengan jarak 308 km selama sekitar 6,5 jam.

Dalam perjalanannya kereta api ini berhenti di Stasiun Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan (hanya KA 87, ke arah timur), Probolinggo, Jatiroto (hanya jadwal siang: KA 87 & 88), Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Karangasem, dan Banyuwangi.

Tarif reguler untuk kelas eksekutif antara Rp 60.000,00 - Rp 200.000,00 dan untuk kelas bisnis antara Rp 50.000,00 - Rp 150.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Khusus untuk yang bersambung dari dan ke Denpasar, dikenakan tarif armada bus Rp 90.000,00 untuk semua kelas. Selain itu, berlaku pula tarif khusus untuk rute Jember-Banyuwangi dan Probolinggo-Surabaya maupun sebaliknya yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun pemberhentian yang berada pada kedua rute tersebut: Rp 45.000,00 untuk kelas bisnis dan Rp 65.000,00 untuk kelas eksekutif.

Untuk penumpang yang akan meneruskan perjalanan dari Banyuwangi ke Denpasar dan sebaliknya disediakan Bus Damri eksekutif sebagai bagian dari pelayanan yang disajikan oleh PT KAI. Setiap harinya terdapat dua alternatif perjalanan kereta api dari Surabaya-Banyuwangi dan dari arah sebaliknya dengan jadwal pemberangkatan pada pukul 04.30 WIB dari Banyuwangi dan 14.30 WITA dari Denpasar.
KA SRI TANJUNG




Nomor KA: 193-194
Jadwal: 06.30 (Dari Banyuwangi Baru); 07.00 (Dari Lempuyangan)
Tarif: Rp 94.000,00. (tarif flat)

Kereta api Sri Tanjung adalah rangkaian kereta api kelas ekonomi AC jarak jauh milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang melayani rute Banyuwangi Baru-Lempuyangan, pp. Kereta api ini dioperasikan oleh Daerah Operasi IX Jember, yang diambil dari Sri Tanjung, nama tokoh dalam cerita rakyat Banyuwangi.

Kereta api ini berangkat dari Banyuwangi pukul 06.30 WIB tiba di Lempuyangan pukul 19.30 WIB, sedangkan berangkat dari Lempuyangan pukul 07.15 WIB tiba di Banyuwangi pukul 21.15 WIB. Kereta api ini membawa enam kereta penumpang kelas ekonomi, satu kereta makan pembangkit kelas ekonomi, dan hampir selalu membawa satu kereta bagasi unik yang berwarna biru polos. Namun seiring dengan pembaruan image PT KAI, secara bertahap semua gerbong menggunakan livery "Kesepakatan" mengikuti kereta api lainnya.[1]

Dalam perjalanannya, kereta api ini berhenti di Stasiun Banyuwangi Baru, Karangasem, Rogojampi, Temuguruh, Kalisetail, Sumberwadung, Glenmore, Kalibaru, Kalisat, Jember, Rambipuji, Tanggul, Probolinggo, Pasuruan, Bangil, Sidoarjo, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Barat, Paron, Walikukun, Sragen, Purwosari, Klaten, dan Lempuyangan, dengan total waktu tempuh sekitar 13-14 jam.

Khusus untuk ke arah Stasiun Banyuwangi Baru (KA 194/195), kereta ini dapat berhenti di Stasiun Saradan (untuk persilangan), Baron, Sumobito (untuk persilangan), dan Sepanjang. Di Stasiun Surabaya Gubeng, dilakukan pemindahan posisi lokomotif.

Pada tahun 2017 tarif KA Sri Tanjung kembali disubsidi pemerintah; tarifnya sebesar Rp 94.000,00.
KA TAWANG ALUN




Nomor KA: 205-208
Jadwal: 05.00 (Dari Banyuwangi Baru); 15.45 (Dari Malang Kota Lama)
Tarif: Rp 62.000,00. (tarif flat)

Kereta api Tawang Alun adalah rangkaian kereta api kelas ekonomi AC jarak menengah yang melayani rute Banyuwangi Baru-Malang Kotalama pp. Berangkat dari Stasiun Banyuwangi Baru pukul 05.00 dan tiba di Stasiun Malang Kotalama pukul 13.07. Kereta api ini berangkat kembali dari Stasiun Malang Kotalama pukul 15.45 dan tiba di Stasiun Banyuwangi Baru pukul 23.30.

Kereta api ini terdiri dari lima kereta penumpang kelas ekonomi dan satu kereta makan pembangkit (KMP3). Kereta api ini menjadi salah satu primadona transportasi warga karena murah dan pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan sangatlah menarik.

Kereta api ini merupakan kelahiran kembali dari Kereta api Rengganis (Stasiun Kediri-Stasiun Banyuwangi Baru) yang dahulu pernah beroperasi pada dekade 1990-an. Alasan dihentikannya kereta api ini adalah sering terjadi kecelakaan dan sarana dan prasarana tidak mencukupi. Akhirnya, kereta api ini dihentikan operasinya oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IX Jember. Jadi, akibat penghentian operasional kereta api tersebut adalah penumpang dari Malang yang hendak menuju Banyuwangi atau sebaliknya harus oper kereta api lain. Barulah pada tahun 2000-an, pengganti kereta api ini dihidupkan lagi dengan nama Tawang Alun seperti sekarang ini. Okupansi kereta api ini selalu penuh hampir setiap harinya.

Pada tahun 2017 tarif KA Tawang Alun kembali disubsidi pemerintah; tarifnya sebesar Rp 62.000,00.
KA PROBOWANGI


Nomor KA: 213-214
Jadwal: 13.30 (Dari Banyuwangi Baru); 04.30 (Dari Surabaya Gubeng)
Tarif: Rp. 56.000 (tarif flat); Tarif parsial, meliputi: Rp 17.000,000 - Rp 27.000,00 untuk rute parsial Banyuwangi Baru-Probolinggo, serta Rp 29.000,00 untuk rute parsial Surabaya Kota-Probolinggo.

Kereta api Probowangi adalah rangkaian kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IX Jember, yang melayani rute dari Banyuwangi Baru - Surabaya Kota/Semut pp. Kereta api ini merupakan kereta api kelas ekonomi AC yang sepanjang koridor dilalui berhenti pada beberapa stasiun dengan waktu tempuh sekitar 7,5 jam. Kereta api ini membawa lima kereta penumpang kelas ekonomi serta satu kereta makan dan pembangkit (biasanya KMP3 atau MP2).

Dalam perjalanannya, kereta api ini berhenti di Stasiun Banyuwangi, Karangasem, Rogojampi, Temuguruh, Kalisetail, Sumberwadung, Glenmore, Kalibaru, Kalisat, Arjasa (hanya KA 219, ke arah timur), Jember, Rambipuji, Bangsalsari (hanya KA 219, ke arah timur), Tanggul, Randuagung (hanya KA 220, ke arah barat), Leces, Probolinggo, Pasuruan, Bangil, Sidoarjo, Gedangan (hanya KA 220, ke arah barat), Waru, Wonokromo, Surabaya Gubeng, dan terakhir Surabaya Kota.

Kereta ini tergolong kereta api lokal jarak menengah. Mulai tanggal 11 Februari 2014, kereta api ini yang semula hanya sampai di Stasiun Probolinggo diperpanjang rutenya hingga Stasiun Surabaya Gubeng dan sejak 14 April 2014 diperpanjang lagi hingga Stasiun Surabaya Kota serta jadwal perjalanannya diubah sehingga memungkinkan kereta api ini dapat dinaiki penumpang baik pulang maupun pergi tanpa harus menunggu cukup lama di Probolinggo.

Pada tahun 2017 tarif KA Probowangi kembali disubsidi pemerintah. Rincian tarifnya ditetapkan sebesar:

  • Rp 17.000,000 - Rp 27.000,00 untuk rute parsial Banyuwangi Baru-Probolinggo, serta
  • Rp 29.000,00 (mulai 1 Juli 2016) untuk rute parsial Surabaya Kota-Probolinggo.
KA PANDANWANGI


Nomor KA: 481-484
Jadwal: 04.30, 15.30 (Dari Jember); 09.45, 20.00 (Dari Banyuwangi Baru)
Tarif: Rp. 8000,00 untuk semua stasiun (tarif flat)

Kereta api Pandanwangi merupakan kereta api lokal kelas ekonomi AC yang melayani rute Jember-Banyuwangi pp. Kereta api ini biasanya terdiri atas enam kereta penumpang dan satu kereta pembangkit yang juga diisi penumpang (KP3); biasa ditarik lokomotif CC201. Kereta api ini beroperasi dua kali pp dalam sehari sejak 1 Juni 2014.

Mulai 1 April 2015 tarif kereta api ini adalah flat Rp 8.000,00 untuk semua stasiun yang disinggahinya.

Dulu sebelum 1 April 2015, penumpang dapat membeli pecel pincuk khas Garahan saat kereta api ini berhenti di Stasiun Garahan dengan harga tiap porsinya adalah Rp 4.000,00. Saat ini kereta api ini tidak berhenti lagi di stasiun tersebut.
Train who operated inside DAOP IX Jember area, but not owned by DAOP IX Jember

KA LOGAWA (OPERATED BY DAOP IV PURWOKERTO)




Nomor KA: 187-190
Jadwal: 06.10 (Dari Jember); 05.30 (Dari Purwokerto)
Tarif: Rp. 74.000,00 (tarif flat)

Kereta api Logawa adalah rangkaian kereta api kelas ekonomi AC PSO jarak jauh milik PT Kereta Api Indonesia yang melayani rute Jember-Purwokerto via Surabaya Gubeng dan sebaliknya.

Stasiun pemberhentian kereta api ini adalah Stasiun Purwokerto, Kroya, Sumpiuh, Gombong, Karanganyar, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Lempuyangan, Klaten, Purwosari, Sragen, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Jatiroto, Tanggul, Rambipuji, dan Jember, dengan total waktu tempuh sekitar 13-14 jam. Perjalanan ke arah Jember (KA 188/189) dapat berhenti juga di Kutowinangun (untuk persilangan) dan Kedunggalar, sedangkan ke arah Purwokerto (KA 190A/187A) dapat berhenti juga di Caruban. Di Stasiun Surabaya Gubeng terjadi proses pemindahan posisi lokomotif.

Dulu dari Stasiun Kroya, rangkaian dibagi menjadi dua, ada yang melanjutkan perjalanan ke Cilacap, ada juga yang melanjutkan perjalanan ke Purwokerto. Dengan arah sebaliknya, rangkaian yang datang dari Stasiun Cilacap dan Purwokerto akan disatukan di Stasiun Kroya, lalu berjalan ke timur. Mulai Juni 2011 kereta api ini tidak lagi menuju Stasiun Cilacap, hanya sampai Purwokerto saja. Nama kereta api Logawa berasal dari nama sungai yang berada di Kabupaten Banyumas.

Pada awalnya Logawa sempat mendampingi Purbaya pada akhir 1999 hingga 2002, namun kebijakan rasionalisasi yang dibuat oleh PT KA pada Januari 2002 menyebabkan kereta api Purbaya berhenti beroperasi karena Purbaya sudah tidak dapat diandalkan lagi sebagai kereta api ekonomi cepat.[1]

Pada tahun 2017 tarif KA Logawa kembali disubsidi pemerintah; besaran tarifnya adalah Rp 74.000,00.
KA RANGGAJATI EKSPRESS (OPERATED BY DAOP III CIREBON)



Nomor KA: 100-101
Jadwal: 05.00 (Dari Jember); 06.05 (Dari Cirebon)
Tarif: Rp. 235.000,00-Rp. 390.000,00 (Kelas Eksekutif); Rp. 165.000,00-Rp. 290.000,00 (Kelas Bisnis); Tarif Parsial (Bisa dilihat di bawah)

Kereta api Ranggajati adalah kereta api kelas eksekutif dan bisnis milik PT Kereta Api Indonesia di Jawa yang dijalankan pada tanggal 1 November 2016.[1] Kereta api ini dioperasikan untuk membantu tugas kereta api Logawa di segmen ekonomi AC PSO dan mengakibatkan perubahan pada jadwal kereta api Logawa per 1 November 2016.

Nama KA Ranggajati Ekspres diambil dari nama seorang tokoh dalam sejarah Kabupaten Cirebon, yaitu Ki Gede Ranggajati yang merupakan salah satu tokoh yang menyebarkan Islam di wilayah Cirebon pada masanya, dan turut andil dalam membangun kota Sumber yang kini menjadi ibukota dari Kabupaten Cirebon, setelah terlebih dahulu nama ini diabadikan menjadi nama stadion sepak bola di daerah Cirebon yaitu Stadion Ranggajati.

Rangkaian kereta api Ranggajati Ekspres terdiri atas sebuah lokomotif, 3-4 kereta kelas bisnis (K2), satu kereta makan (M1), 3-4 kereta kelas eksekutif (K1), kereta pembangkit (P), dan kereta bagasi (B).

Tarif tiket kereta api Ranggajati Ekspres berada di rentang Rp. 235.000,00-Rp. 390.000,00 untuk kelas eksekutif dan Rp. 165.000,00-Rp. 290.000,00 untuk kelas bisnis, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari perjalanan. Selain itu, terdapat juga tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun pemberhentian yang berada pada rute-rute berikut :

  • Cirebon-Purwokerto maupun sebaliknya : eksekutif Rp. 65.000,00 bisnis Rp. 45.000,00
  • Purwokerto-Kutoarjo maupun sebaliknya: eksekutif Rp. 55.000,00, bisnis Rp. 45.000,00
  • Purwokerto-Yogyakarta maupun sebaliknya: eksekutif Rp. 110.000,00, bisnis Rp. 90.000,00
  • Kutoarjo-Solo maupun sebaliknya: eksekutif Rp. 70.000,00, bisnis Rp. 55.000,00
  • Yogyakarta-Solo maupun sebaliknya: eksekutif Rp. 55.000,00, bisnis Rp. 45.000,00
  • Surabaya-Madiun maupun sebaliknya: eksekutif Rp. 90.000,00, bisnis Rp 65.000,00
Surabaya-Jember maupun sebaliknya: eksekutif Rp. 65.000,00, bisnis Rp. 45.000,00
DAOP IX LOCOMOTIVES
Lokomotif milik DAOP IX yang saat ini beroperasi (menggunakan penomoran baru):
  • CC 201 83 08 (eks Lokomotif YK)
  • CC 201 83 47 (eks Lokomotif DIVRE III/DIVRE IV)
  • CC 201 83 53 (eks Lokomotif DIVRE III/DIVRE IV)
  • CC 201 83 54 (Lokomotif CC 201 eks BB 203 07, Loko yang mengalami kecelakaan dalam kecelakaan Sembrani vs Kertajaya tahun 2006, aslinya dari KPT/TNK lalu pindah ke SMC pertengahan tahun 2000an sebelum balik lagi ke TNK tahun 2008 dan balik lagi ke Jawa via SDT, mulai April 2017 resmi milik JR)
  • CC 201 92 01 (Lokomotif CC 201 pertama milik DAOP IX, eks SDT DAOP VIII)
  • CC 201 92 02 (eks BD DAOP II)
  • CC 201 92 11 (eks Lokomotif DIVRE III/DIVRE IV)
  • CC 201 99 01 (eks Lokomotif DIVRE III/DIVRE IV)
  • CC 203 98 02 (Lokomotif CC 203 kedua milik DAOP IX, dimutasi dari SDT)
  • CC 203 98 12 (Lokomotif CC 203 pertama milik DAOP IX, dimutasi dari SDT pada Maret 2017)
  • BB 304 76 02 (sekarang sebagai lokomotif langsiran di Balai Yasa Gubeng atau Dipo Induk Sidotopo atau Pelabuhan Kalimas, Status Kepindahannya belum jelas apakah sudah permanen atau belum. Punya ciri khas unik dengan cowcatcher yang mirip kayak BB 303 di Padang. Memakai Livery PJKA)
  • BB 304 84 07R (hanya sebagai lokomotif langsir di Stasiun Banyuwangi Baru dan belakangan ini di Stasiun Jember serta sebagai lokomotif darurat pengganti, dulunya lokomotif langganan KA Tawang Alun, KA Pandanwangi dan KA Probowangi. Satu-satunya lokomotif BB 304 yang menjalani retrofit pada tahun 2013. Masih kuat dinas reguler, namun sayangnya ada isu tahun ini bakal jadi tahun terakhir operasional lokomotif ini)
Tidak Beroperasi atau Dimutasi (menggunakan penomoran lama):
  • BB 301 12 (afkir, jadi kanibal spare part, terakhir beroperasi 2009)
  • BB 301 28 (afkir, jadi kanibal spare part, terakhir beroperasi 2012)
  • BB 301 35 (afkir, jadi kanibal spare part, terakhir beroperasi 2016, satu-satu nya BB 301 milik DAOP IX yang pakai livery baru serta satu dari sekian sedikit lokomotif BB 301 yang tersisa)
  • BB 303 05 (afkir, jadi kanibal spare part, kepala lokomotif jadi pintu masuk Dipo Induk JR, terakhir terlihat 2013)
  • BB 303 02 (afkir akibat PLH tahun 2003)
  • BB 303 03 (afkir akibat PLH tahun 2003)
  • BB 303 01 (afkir, jadi kanibal spare part, terakhir terlihat 2012)
  • Semua unit BB 305 (sebagian dibuat oleh Jenbacher, Austria, sebagian dibuat oleh CFD, Prancis. Lokomotif milik PT. Kertas Leces, namun pasca meruginya PT. Kertas Leces, digunakan pula sebagai kereta reguler. Terakhir beroperasi tahun 2008)
  • Beberapa unit D 300/ D 301 (dulunya dipakai di lintasan Jember-Kalisat-Banyuwangi dan lintasan di daerah Jembe-Lumajang, minim kabar dari lokomotif ini apakah dipindah atau afkir, ada dokumentasi foto tahun 1970an)
  • CC 201 139R (eks DAOP IV Semarang, dipindahkan ke DIVRE III pad tahun 2015)
  • BB 304 03 (Sudah afkir ternyata sejak tahun 2014 aibat masalah roda, jadi spare part kanibal BB 304 02)
FACT: DAOP IX Jember terkenal sebagai satu-satunya DAOP di Pulau Jawa yang memakai lokomotif Diesel Hidrolik untuk kereta penumpang reguler sampai tahun 2015. Hal ini membuat DAOP IX menjadi DAOP yang khas dengan lokomotif Diesel Hidorliknya. Saat ini semua kereta reguler di DAOP IX sudah memakai lokomotif Diesel Elektrik. Lokomotif milik DAOP IX dulunya juga terkenal dengan karet kacanya yang berwarna biru, namun tradisi ini sudah tiada sejak tahun 2014.

All Source came from Wikipedia
Information about DAOP IX Trains would be changed again after GAPEKA 2017 released
 

·
Registered
Joined
·
125 Posts
Stasiun Banyuwangi Baru - Jawa Timur

Stasiun berketinggian +7 m ini difungsikan untuk menggantikan stasiun Banyuwangi Lama. Stasiun Banyuwangi Baru terletak 10 km dari arah kota ke utara dan 100 meter dari pelabuhan Ketapang, pelabuhan menuju ke Gilimanuk - Bali
Jalur rel kereta api ini merupakan jalur baru yang bukan meriupakan jalur rel peninggalan Belanda.





 

·
Registered
Joined
·
125 Posts
Stasiun Banyuwangi Baru - Jawa Timur

Stasiun ini merupakan stasiun yang berada di paling ujung timur Pulau Jawa, yang langsung berbatasan dengan selat Bali.





 

·
Registered
Joined
·
125 Posts
berharap stasiun ini penjadi stasiun peti kemas juga, karena letaknya yang strategis tepat berada di depannya pelabuhan ketapang, depo pertamina, dan terminal bongkar muat barang.
 

·
si vis pacem para bellum
Joined
·
1,214 Posts
KA CANTIK EKSPRES (dalam kenangan 2006 - 2009)

KA CANTIK EKSPRES
relasi Stasiun Jember (JR) - Stasiun Surabaya Kota (SB)


credit for : ZIAN (the photographer)

Kereta api Cantik Ekspres merupakan kereta api yang melayani pemerjalanan Surabaya-Jember dengan membawa penumpang dari Jember hingga Surabaya Kota dengan kereta api campuran kelas bisnis dan eksekutif.

Pemberangkatan dari Jember jam 06:00 dan tiba di Surabaya Kota jam 10:15, dan pemberangkatan dari Surabaya Kota jam 16:00 dan tiba di Jember jam 20:00. Berhenti di Stasiun Jember, Rambipuji, Stasiun Tanggul, Stasiun Probolinggo, Stasiun Bangil, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Wonokromo, serta terakhir Surabaya Gubeng. Nomor gapeka yang dipakai, 102 tujuan Surabaya dan 101 tujuan Jember.

KA Cantik Ekspres membawa 1 gerbong eksekutif, 2 gerbong bisnis, dan 1 gerbong makan pembangkit bisnis (KMP2). Dan peresmian awalnya dilakukan di Stasiun Jember dengan dihadiri Bupati Jember, MZA Djalal. Kereta ini menjadi favorit mahasiswa dan pekerja, baik yang akan pulang, maupun bertandang ke Surabaya.

Pada saat lebaran atau angkutan mudik, KA Cantik Ekspres dapat dilakukan penambahan gerbong menjadi 1 gerbong eksekutif, 1 gerbong makan pembangkit, dan 6 gerbong bisnis. Penambahan dilakukan secara fleksibel.

Secara resmi pada 1 Desember 2009 pengoperasian KA Cantik Ekspres akan dihentikan untuk seterusnya dengan alasan okupansi yang minim.
sumber : www.id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Cantik_Ekspres
 

·
si vis pacem para bellum
Joined
·
1,214 Posts
STASIUN BESAR JEMBER (JR)

Foto Stasiun Jember yang diambil sekitar tahun 1927-1929



sumber : www.id.wikipedia.org/wiki/Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_stationsgebouw_te_Djember_op_Oost-Java_TMnr_60009816.jpg


Foto Stasiun Jember sekarang



sumber : www.id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:23_big.jpg&filetimestamp=20130701061350&

Stasiun Jember (kode:JR; +89 m dpl) adalah stasiun kereta api yang terletak di Jl. Dahlia No. 2, Jember

sumber : www.id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Jember
 

·
si vis pacem para bellum
Joined
·
1,214 Posts
Pembangunan Stasiun yang Terintegrasi Dengan Angkutan Lain, Minim sosialiasi
Tuesday, 24 December 2013 00:00
Lambannya realisasi pembangunan stasiun kereta api yang terintegrasi dengan angkutan lain, karena PT Kai Daops 9 Jember belum mensosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat. Apalagi stasiun yang terintegrasi dengan angkutan lain ini, membutuhkan lahan parkir yang luas.

Menurut humas PT KAI Daops 9 Jember, Suprapto, setiap tahun terjadi lonjakan jumlah pengguna jasa kereta api. Di sisi lain, lahan parkir tetap. Karena itu, pihaknya mulai berkoordinasi dengan Pemkab Jember untuk merealisasikan program stasiun kereta api yang terintegrasi dengan angkutan lain.

Ternyata Bupati Jember MZA Djalal sangat mendukung rencana PT KAI Daops 9 Jember. Bupati Djalal juga menginginkan Kabupaten Jember memiliki stasiun kereta api yang lengkap dan modern.

Konsep stasiun yang terintegrasi dengan angkutan lain, bisa dilihat di stasiun kereta api di Bogor. Semua angkutan bisa masuk ke dalam stasiun. Di depan stasiun kereta api, ada tempat parkir yang luas dan terminal angkutan barang dan penumpang. Untuk mewujudkan rencana tersebut, PT KAI Daops 9 terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, PT KAI juga menyiapkan akses jalan khusus bagi warga sekitar stasiun. (Hafit)
sumber : www.prosalinaradio.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5589:pembangunan-stasiun-yang-terintegrasi-dengan-angkutan-lain-minim-sosialiasi&catid=54:sosial-budaya&Itemid=411
 

·
si vis pacem para bellum
Joined
·
1,214 Posts
Tiga KA Ekonomi di Jember Pakai Tarif Nonsubsidi
Jumat, 3 Januari 2014 18:05 WIB

SURYA Online, JEMBER - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan kembali tarif nonsubsidi untuk kereta api (KA) AC ekonomi jarak jauh. Tarif baru itu diberlakukan mulai 1 Januari 2014.

Ini menyusul habisnya masa kontrak public service obligation (PSO) antara pemerintah pusat dengan PT KAI. Di wilayah kerja KAI Daerah Operasional (Daop) IX Jember, ada tiga KA AC ekonomi jarak jauh yakni KA Logawa, Tawangalun dan Sritanjung.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 28 Tahun 2012, seiring habisnya masa kotrak PSO dan belum ada perbaruan, maka kami menerapkan tarif nonsubsidi lagi," ujar Manajer HUmas PT KAI Daop IX Jember, Suprapto, Jumat (3/1/2014).

Tarif yang diterapkan kini berdasarkan jarak. Tarif KA Logawa jurusan Jember - Purwokerto kini antara Rp 50.000 - Rp 100.000. Tarif KA Sritanjung jurusan Banyuwangi - Lempuyangan (Jogjakarta) antara Rp 50.000 - Rp 95.000, sementara tarif KA Tawangalun jurusan Banyuwangi - Malang antara Rp 35.000 - Rp 65.000.

Tarif parsial berdasarkan jarak untuk KA Logawa dan Sritanjung yakni, jarak 0 - 320 kilometer dikenakan tarif 50 persen dari tarif atas, jarak 321 - 500 kilometer dikenakan 80 persen dari tarif atas, sedangkan untuk jarak diatas 500 kilometer dikenakan tarif atas.

Sedangkan untuk KA Tawangalun, ketentuannya, untuk jarak 0 - 120
kilometer dikenakan 50 persen dari tarif atas, jarak 121 - 220 kilometer kena 80 persen dari tarif atas, dan jarak diatas 220 kilometer dikenakan tarif atas.

Suprapto menyebutkan, jarak Banyuwangi - Jember adalah 112 kilometer, Banyuwangi - Probolinggo 208 kilometer, dan Banyuwangi - Malang adalah 312 kilometer. sementara jarak Banyuwangi- Surabaya Gubeng 306 kilometer. Jember - Surabaya Gubeng-Lempuyangan 500 kilometer dan jarak

Jember - Surabaya Gubeng 194 kilometer, dan jarak Banyuwangi - Surabaya Gubeng - Walikukun (Ngawi) 503 kilometer.

"Kami sudah menginformasikan tarif baru ini sejak tiga bulan lalu, karena pembelian secara online bisa dilakukan 90 hari (3 bulan) sebelum keberangkatan. Karena meskipun belinya tiga bulan lalu, tetapi kalau berangkatnya sekarang ya tetap kena tarif baru ini," tegas Suprapto.

Meskipun ada penyesuaian tarif memakai tarif nonsubsidi, tiket ketiga KA itu hingga keberangkatan 5 Januari mendatang sudah habis.

Sementara itu, Koordinator Yayasan Lembaga Advokasi Konsumen (YLAK) Jember, Abdil Furqon mengaku kecewa berat dengan peraturan baru itu. Seharusnya PT KAI tidak melupakan sejarah kereta api yang menjadi andalan transportasi murah bagi masyarakat.

"Tentu saja kami kecewa, dan seharusnya tetap ada subsidi sehingga masyarakat bisa menjangkau layanan ini," ujar Abdil
sumber : surabaya.tribunnews.com/2014/01/03/tiga-ka-ekonomi-di-jember-pakai-tarif-nonsubsidi
 

·
si vis pacem para bellum
Joined
·
1,214 Posts
Transparansi Sewa Aset Internal, PT KAI Jember Libatkan Peran Publik
Tgl: 16/01/2014 19:49 Reporter: Gandhi Luqmanto

KBRN, Jember : PT KAI Daop 9 Jember mulai melakukan penertiban internal aset miliknya. Langkah itu dilakukan sebagai upaya transparansi sekaligus memberikan pemahaamaan bagi masyarakat yang akan melakukan persewaan aset berupa tanah dan bangunan milik PT KAI.

Manajer Humas Daop 9 Jember, Suprapto mengatakan, PT KAI memiliki tanggungjawab besar dalam pengelolaan aset karena pemerintah memberikan kewenangan kepada BUMN dalam hal ini PT KAI untuk mengelola serta KPK dan BPK sudah mengaudit masalah tersebut.

“Langkah penertiban aset yang kami lakukan saat ini adalah dengan membina di kalangan internal disiplin pegawai maupun memberikan edukasi bagi masyarakat tentang wilayah aset-aset kita, khususnya dalam hal prosedur persewaan yang legal dan sesuai aturan,” ungkapnya kepada RRI, Kamis (16/1/2014).

Dijelaskannya, dalam hal sewa-menyewa aset milik PT KAI, ada beberapa point ketentuaan yang harus dipenuhi masyarakat mulai dari prosedur pengajuaan hingga pembayaraan yang juga harus diketahui masyarakat agar terhindar dari praktek ataupun ulah oknum nakal yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk pengajuaan sewa-menyewa, masyarakat bisa datang langsung ke PT KAI Daop 9 Jember di jalan Dahlia No 2 Jember dan mengisi formulir. Setelah itu baru dilakukan negosiasi harga yang ditentukan dalam bentuk TOR (Term Of Reference), di situ tercantum seluruh variabel pembiayaan persewaan mulai NJOP, luas tanah atau bangunan, peruntukan lahan dan yang terakhir menyangkut kemampuaan yang bersangkutan”jelas Suprapto.

Setelah melalui rangkaiaan tersebut, maka masyarakat selaku Debitur dapat melakukan pembayaraan sewa kepada petugas dan akan diberikan kwitansi sementara sebagai bukti pembayaraan sewa, jika telah terjadi kesepakaan maka petugas akan menganti Kwitansi Sementara dengan Rekening G 215 kepada Debitur.

“Masyarakat bisa mencocokan uang yang mereka setor antara yang tertera di Kwitansi sementara dan Rekening G 215 yang diberikan petugas, jika terjadi selisih dari jumlah sewa maka masyarakat bisa melaporkan kepada pihak PT KAI, karena tidak menutup kemungkinan ada oknum nakal yang sengaja menjadi cukong untuk mencari keuntungan, ini berdasarkan pengalaman pahit yang terjadi sebelum-sebelumnya, maka karena itu kedepan kita berharap tidak ada lagi masyarakat jadi korban dan pegawai kita semakin disiplin,” imbuhnya.

Untuk saat ini, total jumlah luasan aset komersial PT KAI Daop 9 Jember tercatat mencapai 16 juta meter persegi. Luas lahan berupa tanah tersebut tersebar mulai dari kawasan Pasuruaan hingga Banyuwangi. (Gandhi/HF)
sumber : rri.co.id/index.php/berita/86438/Transparansi-Sewa-Aset-Internal-PT-KAI-
 

·
just DUIT !!!
Joined
·
3,248 Posts
bagaimana kabar revitalisasi jalur mati kalisat-bondowoso-panarukan/situbondo ?

berharap stasiun ini penjadi stasiun peti kemas juga, karena letaknya yang strategis tepat berada di depannya pelabuhan ketapang, depo pertamina, dan terminal bongkar muat barang.
dulu terminal petikemas ada di rambipuji. tapi tampaknya sudah lama tidak aktif. entah kapan difungsikan kembali.
 

·
Registered
Joined
·
514 Posts
Discussion Starter #16
Terminal peti kemas tidak berfungsi samapi sekarang di Rambipuji, tapi jalur untuk ke tempat bongkar muat peti kemas sudah dibenahi sejak akhir 2013, kelihatannya bakal diaktifkan dalam waktu dekat. Mengenai jalur Kalisat-Panarukan, samapi sekatrang belum ada kejelasan kapan diaktifkan. Yang jelas dengan rel R25/R33 dan bantalan besi campur kayu, jalur ini perlu diupgrade. Lagi pula wesel yang mengarah ke panarukan di Kalista udah dicopot

Tadi naik KA 77 dari SGU-JR. Penumpang yang ke BW naik bus. Tadi dapat rangkaian yang paling enak. Yaitu K1 0 01 09



Meja berfungsi baik, dan bisa makan dengan enak


Dan sekarang di KA 77 (entahlah di perjalanan Muttim lainnya) ada prami yang bertugas. Biasanya cuma prama saja



Penilaian K1 0 01 09
Plus
- Guncangan halus
- AC cukup dingin
- Prami/prama, OTC, dan Polsuskan rutin berkeliling
- Kursi empuk (enak buat tidur)
Minus
- TV Mati
- Salah satu pintu otomatis tidak berfungsi
- Kursi sudah kusam, perlu diganti

Suasana MP2 0 65 02



Staformasi Rangkaian : CC 203 01 07 - 3 K2 - MP2 - 4 K1 - B
Start di SGU : 09.15 (terlambat 15 menit)
Finish di JR : 12.58 (one minute ahead of schedule)
Suasana Perjalanan : Karena start di SGU sudah telat, maka KA 77 selama perjalanan ngebut pol. Bahkan petak Pasuruan-Probolinggo digeber sampai 75 km/jam (biasanya 50 km/jam). Perjalanan KA 77 diakhiri di JR karena anjlokan kricak di petak Garahan-Mrawan. Rangkaian KA 77 langsung berangkat ke SGU untuk mengangkut penumpang KA 79

Sekian laporan singkat saya
 

·
si vis pacem para bellum
Joined
·
1,214 Posts
Akan ada perjalanan KA baru Surabaya - Jember......

PT KAI Luncurkan Empat KA Baru Februari Nanti
Selasa, 28 Januari 2014 19:56 WIB

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Wacana untuk membuat jalur kereta api jalur melingkar (loop) yang dilemparkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan segera terwujud. Awal Februari 2014 nanti PT KAI akan meluncurkan empat KA baru yang menghubungkan empat kota besar di tengah pulau Jawa di DIY dan Jawa Tengah.

Manajer Humas PT KAI daop V Purwokerto, Surono mengatakan, empat rute KA baru yang membentuk loop Jateng-DIY tersebut meliputi rute Kroya-Lempuyangan-Purwokerto yang akan menggunakan perpanjangan rute KA Serayu Malam. Sedangkan rute Lempuyangan-Kutoarjo akan ditempuh KA baru Ajisaka, rute Purwokerto-Semarang menggunakan KA baru Kamandaka, dan rute Purwosari-Solobalapan-Semarang menggunakan KA Kalijaga.

KA Ajisaka direncanakan akan membawa rangkaian delapan kereta penumpang kelas ekonomi ac. Tarif untuk KA Ajisaka ini dipatok sebesar Rp 15.000 untuk Lempuyangan-Kutoarjo atau sebaliknya. Sedangkan untuk KA Kalijaga menggunakan tujuh kereta kelas ekonomi AC. Tarif KA Kalijaga ini untuk Purwosari-Semarang atau sebaliknya hanya sebesar Rp 15.000. KA Kalijaga ini direncanakan akan beroperasi pada pertengahan Februari 2014.

"KA baru yang membentuk loop Jateng-DIY ini rencananya akan dilayani dengan KA kelas ekonomi ac non subsidi (non-PSO). Namun meski demikian tarif yang dikenakan dipastikan masih akan terjangkau oleh masyarakat. Setidaknya berimbang dengan tarif bus yang ada, namun dengan waktu tempuh yang jauh lebih cepat," jelas Surono dalam siaran persnya, Selasa (28/1/2014).

Pengoperasian empat KA yang menjalani rute baru di Jateng - DIY tersebut, lanjut Surono merupakan bagian dari 16 perjalanan KA baru di seluruh Jawa yang rencananya akan diluncurkan PT KAI pada Februari 2014 ini.

KA Baru tersebut diantaranya KA Maharani rute Surabaya-Cepu, KA Kiansantang rute Bandung-Cianjur, KA Siliwangi rute Sukabumi-Cianjur, KA Sarangan rute Surabaya-Madiun, KA Sidomukti rute Solo-Yogya. Selain itu ada pula penambahan di beberapa rute lain misalnya Surabaya-Malang, Surabaya-Jember , Probolinggo-Surabaya, Gambir-Cirebon, Malang-Blitar dan Gambir-Bandung.(*)
sumber : jogja.tribunnews.com/2014/01/28/pt-kai-luncurkan-empat-ka-baru-februari-nanti/
 

·
si vis pacem para bellum
Joined
·
1,214 Posts
bagaimana kabar revitalisasi jalur mati kalisat-bondowoso-panarukan/situbondo ?


dulu terminal petikemas ada di rambipuji. tapi tampaknya sudah lama tidak aktif. entah kapan difungsikan kembali.
jika berdasarkan beberapa berita di internet akan ada rencana pengaktifan jalur KA yang sudah lama mati guna menunjang perputaran roda ekonomi daerah, salah satunya jalur Kalisat - Panarukan yang sudah mati sejak 2004.... hal itu guna mengimbangi revitalisasi pelabuhan Panarukan menjadi pelabuhan dagang dan penumpang yang lebih besar dan modern
 

·
si vis pacem para bellum
Joined
·
1,214 Posts
KA baru Surabaya Jember semoga paling tidak kelasnya campuran (eksekutif dan bisnis) untuk menggantikan KA CANTIK Ekspres yang terakhir beroperasi Desember 2009....

BTW.... kira-kira KA tersebut dengan nama apa ya?? CANTIK Ekpress lagi atau nama baru? dan operatornya kira-kira Daop VIII atau Daop IX ya? Bikin penasaran :)
 

·
si vis pacem para bellum
Joined
·
1,214 Posts
Usulan Pembangunan Jalur KA Cepat Lintas Pesisir Selatan Jawa

Usulkan Bangun Jalur KA Cepat di Pantai Selatan
Posted on 11:03 - 28 January 2014 by heri in Bisnis with 0 Comments



JAKARTA – Jika Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah menggagas pembangunan megaproyek jalan tol atas laut Pantura Pulau Jawa, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan ide sebaliknya. Kadin mengusulkan megaproyek jalur kereta cepat di sisi selatan Pulau Jawa senilai Rp 150 triliun.

Hal itu diyakini akan memacu pertumbuhan perekonomian nasional yang luar biasa di masa mendatang. Ketua LP3ES Kadin Indonesia, Didik J Rachbini menilai proyek pembangunan jalur kereta api baru di pesisir Selatan Jawa dapat menjadi leading sektor dalam terwujudkan pertumbuhan kota-kota baru yang lebih bagus dan tertata.

”Kalangan pengusaha lebih memilih transportasi kereta api daripada tol di atas laut yang dianggap bisa mencemari lingkungan,” ujar Didik dalam jumpa pers bertajuk ”Catatan Awal Tahun: Kepemimpinan Ekonomi Baru 2014” di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (27/1).

Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan kereta api itu bisa bersamaan dengan daerah lain seperti Pulau Sumatera, dan pulau lainnya. Suryo mengaku, jalur kereta api baru itu setidaknya bisa menembus kecepatan hingga 200 kilometer (km) per jam. Apalagi bagi dunia usaha sekarang memerlukan dukungan transportasi yang cepat agar perekonomian terdongkrak cepat. Proyek tersebut dianggap lebih murah direalisasikan karena teknologinya sudah banyak. (dni)
sumber : www.indopos.co.id/2014/01/usulkan-bangun-jalur-ka-cepat-di-pantai-selatan.html




Pemerintah diminta bangun rel KA di selatan Jawa
Ameidyo Daud
Senin, 27 Januari 2014 − 15:24 WIB

Sindonews.com - Untuk mengatasi kemacetan yang menambah biaya logistik, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengusulkan agar pemerintah membangun jalur kereta api baru di pulau Jawa bagian selatan yang menghubungkan kota-kota pesisir selatan pulau Jawa.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto mengatakan, untuk membangun jalur kereta api selatan Jawa, maka pemerintah harus merogoh Rp150 triliun selama beberapa tahun dari APBN dan APBD. "Ini juga dapat membangun kota-kota baru di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa," ujar Suryo di Gedung Menara Kadin, Jakarta, Senin (27/1/2014). Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah membagun jalan kereta api cepat yang melintasi pulau Jawa, Sumatera dan pulau lainnya yang memiliki kecepatan 200 km per jam. "Jalan kereta api cepat ini sama sekali baru di luar (jalan) yang telah berjalan saat ini dan teknologinya dikuasai negara maju," lanjut Suryo.

Hal ini harus dilakukan pemerintah, karena banyak akses keluar masuk sentra-sentra produksi yang terhalang apabila menggunakan truk dan sudah mulai tidak efisien. "Jadi dengan rel kereta maka beban jalan raya akan dipindahkan," tandas Suryo.(gpr)
sumber : m.sindonews.com/read/2014/01/27/34/830400/pemerintah-diminta-bangun-rel-ka-di-selatan-jawa
 
1 - 20 of 990 Posts
Top