SkyscraperCity banner

17201 - 17220 of 17323 Posts

·
Registered
Joined
·
335 Posts
Ini yg menarik untuk ditunggu. Awal Januari ada berita katanya GA udh fix gk akan ambil sisa pesanan Max (dan tidak akan convert ke tipe Max lain), sisa pesanan akan dialihkan ke tipe pesawat lain ( https://www.cnbcindonesia.com/market/20200124080700-17-132361/bri-cetak-laba-rp-344-t-garuda-batal-beli-boeing-737-max-8).

Mungkin pesanan Max jadi 787, sebagian A339/8 jadi A320neo & A321neo? Apalagi Max blm ada kejelasan + baru2 ini ditemukan masalah baru lagi..
Dari semua produk punya Boeing ya yang paling memungkinkan GA punya ya B787 kalau narrow body pindah ke airbus. Atau ya kontrak bisa disimpan buat nanti 797 atau produk-produk Boeing di masa depan. Tapi dugaan saya sih kalaupun jadi ambil buat B787 paling ya untuk operasional setelah 2025 menggantikan B777, A332 dan A333 dan proyeksi jangka panjang widebody bisa semuanya dari Boeing.

Tinggal Garuda konversi berapa banyak A338/9 ke A321. Kalau dari data ch-aviation GA baru pasti ambil 6 unit A339, sisa 8 yang dikirim 2021 & 2022 masih dalam tahap cari lessor, masih bisa dimungkinkan perubahan order ke jenis lain.

tidak ada kata kebanyakan, in the past kebanyakan KKN iya itu gak bisa bohong, tapi ya namanya peremajaan pasti diperlukan dong. Dulu semua tetangga pada punya A380, sekarang? kayaknya pada punya B787 dan A359 lahh GA? masih bersama dengan A330:lol:

Hmmmm, sayangnya ini masih promoan codeshare deh.. Kan gamungkin tiba-tiba buka Paris, Barcelona, ama Frankfurt(Main) :lol:

Ahhhh, jadi udah nih bener hengkang dari LHR?

Gak masalah sih kalau emang tidak berencana untuk mengembangkan fleet, tapi ya jangan lupa mikirin update kabin... Kemudian, ya emang tetep CRJ phase out, ATR lempar aja ke QG atau MZ, A333 generasi 1 nggk dijual aja ke Pemerintah/hibahin ke TNI? B77W yakin nggk akan perpanjang lease-kan?
Yasudah tinggal GA tentukan kedepannya mau A320 (domestik), A321 (regional), A330-200/300/800/900? Kontrak max alihkan ke 787 dan 737-10? tapi jadi gak yakin. Sebenernya bukan masalah 'dulu pesennya kebanyakan' tapi ya kudunya manajemen mikirin buat tahun 10 s.d. 20 tahun lagi mau dibawa kemana, mimpi tetep ngalahin SQ tapi rute nambah seemet-seemet, ya jangan kebanyakan mimpi dulu kalau gitu. Emang harusnya dari awal manajemen beli award skaitrek best regional dulu aja 3x, jangan langsung yang world best:lol:

yang penting sih kedepannya GA cut dan buang-buangin deh yang busuk-busuk. terapin value2 yang baik, gausah sosoan cut-cut gajelas, gausah ngadain acara2 full of gimik ala AA, QG kalo bisa dibuat lebih ya jangan ditahan....

Boleh sih, 10 s.d. 15 unit 787-8/9/10 campur? sebagai 'armada sapu jagat'
balik lagi ke fleet plan:
A320, A321, A330, B787 di 2030-2040?
Iya sekarang dengan 10 B777-300(ER), 7 A330-200, 17 A330-300, and 3 A330-900 = 37 armada widebody. kayak ini sudah banyak sekali sih buat GA....
Panjang amat bos wkwkwk, penuturan bos nya GA to the point dan realistis. Gue bantu jelasin beberapa hal:

1. A333 nya GA juga terbilang masih muda, PK-GPR aja tahun ini baru 7 tahun. Dipakainya juga cuma seputaran Asia dan Aussie yang gak butuh range A350 & B787.
2. Peremajaan itu pasti dan kalau dari statement beliau ya manfaatkan aja dulu armada yang ada toh memang gak maksimal kan utilisasinya. Kalaupun memang order A321 sebagai armada masa depan paling ya baru akan datang 2 atau 3 tahun lagi kalau order sekarang. Update kabin mah tanggung, mau pakai hard product gimanapun kalau keterisian belum maksimal ya mending penuhin kabin dulu. Retrofit buat nambah jumlah kursi di widebody.
3. Gak ada pengembangan fleet karena Dirutnya sendiri bilang order masa lalu terlalu banyak. Ya dia fokus dulu buat buang-buangin CRJ dan ATR. B777 belum ada update diperpanjang atau enggak, itupun kalau diperpanjang hanya yang pakai jasa lessor dari ICBC sekitar 5 unit. Perlu laporan keuangan buat lihat update. A333 generasi 1 udah dinonaktifkan dua unit, tinggal 4 yang aktif dan akan segera phase out satu per satu tahun ini.
4. Future plan GA dari wawancara tersebut belum kelihatan ya. Eh kalau narrow body ubah ke airbus sih udah merubah perencanaan GA kedepan karena merombak sistem, pendidikan dan sertifikasi yang udah mapan dengan Boeing selama berpuluh-puluh tahun. Titik utama ya buat ganti 737NG ini apa dulu karena GA udah gaakan mau pakai 737. Nanti bisa kelihatan 20 tahun kedepan GA mau pakai apa dan kecenderungannya sekarang pilih narrow body yang kapasitas kursinya besar makanya pilih A321 family atau kalau tetap di Max ya 737 Max 10.
5. Skytrex kayaknya sih bakal diperhatikan lagi kalau Dirutnya memang mau fokus ke premium pax. Berkebalikan dengan AA yang gak peduli Skaitrek wkwkwk. Lagian ngapain juga mimpi jadi SQ itu kan cita-cita Emirsyah Satar.
6. Cut cost tahun ini sih gausah, wong salah satu beban yang memberatkan keuangan GA udah terpotong karena kebijakan Dirut terdahulu (Thanks to PM & AA). Tinggal GA bisa gak lunasin utang bank dan cari pendanaan dari Bond dengan bunga rendah.
7. Saya sih suka fleet plan rancangan anda dengan catatan memang GA order B787. Saya malah yakinnya di masa depan fleet plan GA bakal terbalik dari kondisi sekarang, narrow body pakai airbus, widebody Boeing. Sepertinya gak perlu sampai 37 unit juga toh manajemen lama sukanya beli-beli terus tapi gak tahu pakainya gimana. A332 jadi useless loh.

Berarti narrow body GA jadi airbus ya bakalannya
Masih di diskusi internal sih, tapi kalau GA terdesak buat peremajaan ya opsi hanya ambil A320 Family. GA udah gamau lagi ambil 737.
 

·
Registered
Joined
·
27 Posts
Sayangnya kalau ganti ke A320 semua bakal sulit karena mayoritas pilot sertifikasinya Boeing 737, karena alasan ini makanya Garuda awalnya order 737MAX (yang sertifikasinya waktu itu cmn 1 jam via ipad).

Penggantian ke A320 bakal bikin Garuda sakit kepala karena para pilot harus sertifikasi ke A320 semua yg pasti makan waktu lama.
 

·
Registered
Joined
·
4,149 Posts
Sayangnya kalau ganti ke A320 semua bakal sulit karena mayoritas pilot sertifikasinya Boeing 737, karena alasan ini makanya Garuda awalnya order 737MAX (yang sertifikasinya waktu itu cmn 1 jam via ipad).

Penggantian ke A320 bakal bikin Garuda sakit kepala karena para pilot harus sertifikasi ke A320 semua yg pasti makan waktu lama.
Lagipula yang dimaksud berita a320 neo family kan QG.
TOH masih ga group.
Jadi wajar aja a320neo"320+321" justru akan lebih aktif di anak usahanya.
Kalaupun nanti Boeing 787 buat melengkapi 777 yang habis masa leasing untuk 60 buah pun ya no problems.
Toh Orang mulai tertarik naik domestik flight dengan wide body untuk ukuran antar pulau
 

·
Registered
Joined
·
335 Posts
Sayangnya kalau ganti ke A320 semua bakal sulit karena mayoritas pilot sertifikasinya Boeing 737, karena alasan ini makanya Garuda awalnya order 737MAX (yang sertifikasinya waktu itu cmn 1 jam via ipad).

Penggantian ke A320 bakal bikin Garuda sakit kepala karena para pilot harus sertifikasi ke A320 semua yg pasti makan waktu lama.
Seperti yang saya bilang di komen sebelum ini, GA dalam kondisi terdesak untuk ambil A321NEO. Tidak ada alternatif lain selain A320family. Seharusnya mulai tahun ini GA udah mulai peremajaan B737NG tapi ya kita tahu bersama MAX sangat bermasalah. Apalagi dengan perkembangan terakhir MAX yang makin banyak masalah sepertinya kemungkinan GA ambil makin kecil.

Resiko sih kalau mau sustain dengan narrow body GA mau gamau ambil A320family as soon as possible. Kalau gak salah 24 armada B737NG kontraknya habis antara 2020-2022 (jika tidak diperpanjang) jadi setidaknya 2022 paling lambat udah ada armada baru yang masuk. 737 Max gak bisa diharapkan. Untuk sertifikasi pilot dll harus ada sinergi dengan QG jadi setidaknya GA gak buta-buta amat untuk urusan sertifikasi. Mungkin salah satunya pilot QG ke GA selama pilot lama pendidikan. Extra cost pasti udah disiapkan kalau kejadian. Kelas pelatihan, simulator dan segala perangkat pendukung untuk A320 GA udah punya.

Lagipula yang dimaksud berita a320 neo family kan QG.
TOH masih ga group.
Jadi wajar aja a320neo"320+321" justru akan lebih aktif di anak usahanya.
Kalaupun nanti Boeing 787 buat melengkapi 777 yang habis masa leasing untuk 60 buah pun ya no problems.
Toh Orang mulai tertarik naik domestik flight dengan wide body untuk ukuran antar pulau
Saya taruh disini kutipan sumbernya biar jelas gak asal sebut:

However, he said that Garuda would discuss its order book with Airbus, which currently consists of nine outstanding A330-900s. Without confirming any specifics, Irfan suggested that Garuda would not need that many widebodies and could instead convert at least a part of the order to A321-200neo.

"The capacity, the range of the aircraft is very fit for the Indonesian market,"
he said.


Bisa dibilang ya Dirutnya confirm kalau Garuda sedang merencanakan konversi sebagian A330NEO ke A321NEO untuk Garuda Main Brand. Beliau gak menyebut Citilink sama sekali di satu artikel penuh. Tapi kita belum tahu rencana detailnya seperti apa. Yang jelas GA butuh narrow body buat gantikan B737NG dan hampir pasti gak akan ambil Max. Statement beliau juga ada soal Max.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
7,006 Posts
B737 is a gone case. Market gak ngerti bedanya B737NG dengan B737MAX, nama 737 sudah diasosiasikan dengan flying coffin. Boeing juga sudah hampir impossible memperbaiki citra line 737. Harus bikin clean sheet narrowbody aircraft dengan nama baru.
Hmmm... boeing punya kebiasaan menaikkan angka tengah kan ya 70 tahun terakhir ini... dari 707, 717, 727, 737, 747, 757, 767, 777, 787...
797 kan katanya sudah reserve untuk new midsize aircraft, apakah mau balik ke nomor 727?

Aneh ya... GA masih belum bisa bikin 77W profitable. Emirates bisa, SQ bisa, maskapai lain bisa, GA kog nggak ya... (kayak AI, sama-sama gak bisa mengoperasikan 777 dengan untung).
Apakah kargo kurang banyak?
Apakah pesawat kurang padat?

Ide gila aja ya... jadiin 77W sebagai sapu jagad berkonfigurasi 3-4-3 untuk angkut turis massal dari negara-negara skandinavia, tiru jurus TG bawa turis massal berkunjung Thailand. Trus kargo diisiin produk hortikultra yang tidak dilarang masuk sana seperti buah-buahan tropis buat dijual di sana (perlu KBRI sana buat kerja keras melariskan atau menghabiskan barang dagangan, entah bikin foodfare kah, bikin pasar buah kah, dll)
 

·
Registered
Joined
·
3,454 Posts
pertanyaan saya, apa alasan 737NGnya mau di-phase out dalam kondisi saat ini? apa jika mengoperasikan pesawat dengan umur diatas 8 tahun ada issue safety? bukan malah sewanya akan makin murah? lagipula 737NGnya GA masih belum buluk-buluk amat IMO
 

·
Bonanza 2010
Joined
·
312 Posts
Pilihan makan siang dalam penerbangan di GA 581 rute AAP ke CGK tanggal 21 Februari 2020. Menunya seragam yaitu nasi "Indonesia banget", bedanya satu lauknya ayam dan satu lauknya ikan. Hidangan pudingnya belum pernah saya lihat sebelumnya, sepertinya ini “homemade” khas Samarinda...

http://instagr.am/p/p%2FB82z08Pheh0/
Lumayan keliatannya... btw untuk rute menggunakan ATR juga masih dapat box roti sama air mineral mayan juga ini untuk rute MDC-TTE GA-7642
 

·
Bonanza 2010
Joined
·
312 Posts
Kalo yg ini untuk rute lanjutannya GA 7642 TTE-AMQ

 

·
Registered
Joined
·
5,442 Posts
Panjang amat bos wkwkwk, penuturan bos nya GA to the point dan realistis. Gue bantu jelasin beberapa hal:

1. A333 nya GA juga terbilang masih muda, PK-GPR aja tahun ini baru 7 tahun. Dipakainya juga cuma seputaran Asia dan Aussie yang gak butuh range A350 & B787.

2. Peremajaan itu pasti dan kalau dari statement beliau ya manfaatkan aja dulu armada yang ada toh memang gak maksimal kan utilisasinya. Kalaupun memang order A321 sebagai armada masa depan paling ya baru akan datang 2 atau 3 tahun lagi kalau order sekarang. Update kabin mah tanggung, mau pakai hard product gimanapun kalau keterisian belum maksimal ya mending penuhin kabin dulu. Retrofit buat nambah jumlah kursi di widebody.

3. Gak ada pengembangan fleet karena Dirutnya sendiri bilang order masa lalu terlalu banyak. Ya dia fokus dulu buat buang-buangin CRJ dan ATR. B777 belum ada update diperpanjang atau enggak, itupun kalau diperpanjang hanya yang pakai jasa lessor dari ICBC sekitar 5 unit. Perlu laporan keuangan buat lihat update. A333 generasi 1 udah dinonaktifkan dua unit, tinggal 4 yang aktif dan akan segera phase out satu per satu tahun ini.

5. Skytrex kayaknya sih bakal diperhatikan lagi kalau Dirutnya memang mau fokus ke premium pax. Berkebalikan dengan AA yang gak peduli Skaitrek wkwkwk. Lagian ngapain juga mimpi jadi SQ itu kan cita-cita Emirsyah Satar.

Saya malah yakinnya di masa depan fleet plan GA bakal terbalik dari kondisi sekarang, narrow body pakai airbus, widebody Boeing. Sepertinya gak perlu sampai 37 unit juga toh manajemen lama sukanya beli-beli terus tapi gak tahu pakainya gimana. A332 jadi useless loh.
A333 Gen 1 yang saya maksud tua, bukan yang baru. Baru tahu kalau yang Gen 1 sudah sisa 4. Update kabin tanggung gimana, coba dilihat interior PK-GMx dan PK-GFx saya bahas yang di 737 awal-awal non-BSI, beuh umur sudah lumayan tua, kabin juga udah mulai bapuk. Kalau soal keterisian Domestik emang sering kosong? Itu yang saya maksud update kabin. Apalagi kalo emang sembari menunggu ganti ke A320fam ya lease diperpanjang 5 tahun juga mayan makin bapuk itu. Belum konten IFE yang gak di update-update....

wah sayang kalau GA bercokol lagi ama skaitrek, buat apasi:nuts:
Ya kedepannya kalau emang pakai A320fam(A320,A321), A339, dan B787 saya lihat tidak ada masalah. Emang sih pening pala mikirin transisi - lisensi pilot dan awak kabin. tapi ya mau gimana lagi?

pertanyaan saya, apa alasan 737NGnya mau di-phase out dalam kondisi saat ini? apa jika mengoperasikan pesawat dengan umur diatas 8 tahun ada issue safety? bukan malah sewanya akan makin murah? lagipula 737NGnya GA masih belum buluk-buluk amat IMO
Kan masih akan diperpanjang leasenya, bahkan ada yang masih akan ada di GA sampai 2030. Yang buluk itu yang non-Boeing Sky Interior(BSI) PK-GFx dan PK-GMx awal-awal. Coba perhatikan secara detail velcro seat cover, jendela dan tutupannya, karpet, dll. kalau dapet yang bersih, jendela gak berdebu, hebat deh. Kalau Yang PK-GNx sih masih keliatan bagus. Semoga manajemen yang baru mikirin soal ini.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
7,006 Posts
Actually... emang penumpang peduli sama pesawat muda? Sama interior muda mungkin iya.
Umur pesawat gak ada yang bisa nebak, kecuali av-geek yang mantengin nomor registrasi pesawat yang ditumpangi. Selama interior baru dan ada bau barang baru, orang ngehnya "oh pesawatnya baru".
Emang rejuvenate cabin mahal banget ya sampai GA harus ganti ke armada yang lebih muda?
 

·
Registered
Joined
·
335 Posts
Aneh ya... GA masih belum bisa bikin 77W profitable. Emirates bisa, SQ bisa, maskapai lain bisa, GA kog nggak ya... (kayak AI, sama-sama gak bisa mengoperasikan 777 dengan untung).
Apakah kargo kurang banyak?
Apakah pesawat kurang padat?
Well GA itu udah tahu B77W ditaruh di rute mana, pasarnya udah ada dan operasionalnya bagus. Kargonya juga terisi lumayan. Setidaknya gak terlalu berdarah. Yang jadi masalah kenapa unprofitable adalah lease sewa B777 Terlalu mahal. Dari release Indo Aviation yang pernah saya baca tapi daritadi saya cari link nya udah gak ketemu (karena web diperbarui), lease rate B777 GA itu 1,5 juta USD/Month. Kalau dari diskusi di a.net dan data ch-aviation market lease rate paling mahal B777 itu 1,2 juta USD/Month. Artinya GA bayar sewa lebih mahal 300 ribu USD/Month/Unit diatas harga pasar paling mahal. Negosiator harganya gak kompeten.

Karena ongkos dasarnya udah lebih mahal dari rata-rata market ya ruang buat profitnya kecil sekali. Memang salah plan di awal padahal nunggu dikit lagi dapat B787-8. Tinggal kita lihat GA mau gak retrofit jadi 3-4-3 jadi armada pepes ala Emirates dan buang First Class, dugaan saya sih mungkin saja terutama untuk B777 yang lease dari ICBC karena sewa akan diperpanjang sampai 20 tahun. Apalagi GA baru-baru ini mengubah konfigurasi sebagian A332 jadi 18J 242Y jadi perubahan konfigurasi sangat mungkin dilakukan.

pertanyaan saya, apa alasan 737NGnya mau di-phase out dalam kondisi saat ini? apa jika mengoperasikan pesawat dengan umur diatas 8 tahun ada issue safety? bukan malah sewanya akan makin murah? lagipula 737NGnya GA masih belum buluk-buluk amat IMO
Yang akan phase out duluan kiriman 2009, 2010 dan 2011 karena ya kontrak lease akan habis. Sesimpel itu alasannya soal kontrak. Alasan lain kurang tahu. Sampai laporan terakhir belum banyak yang akan diperpanjang. 2021 itu ada 9 737NG phase out, 2022 ada 14. Memang sengaja sama GA tidak atau belum diperpanjang, pasti dimaksudkan buat kasih ruang armada baru atau untuk naikkan utilisasi armada.

A333 Gen 1 yang saya maksud tua, bukan yang baru. Baru tahu kalau yang Gen 1 sudah sisa 4. Update kabin tanggung gimana, coba dilihat interior PK-GMx dan PK-GFx saya bahas yang di 737 awal-awal non-BSI, beuh umur sudah lumayan tua, kabin juga udah mulai bapuk. Kalau soal keterisian Domestik emang sering kosong? Itu yang saya maksud update kabin. Apalagi kalo emang sembari menunggu ganti ke A320fam ya lease diperpanjang 5 tahun juga mayan makin bapuk itu. Belum konten IFE yang gak di update-update....

Kan masih akan diperpanjang leasenya, bahkan ada yang masih akan ada di GA sampai 2030. Yang buluk itu yang non-Boeing Sky Interior(BSI) PK-GFx dan PK-GMx awal-awal. Coba perhatikan secara detail velcro seat cover, jendela dan tutupannya, karpet, dll. kalau dapet yang bersih, jendela gak berdebu, hebat deh. Kalau Yang PK-GNx sih masih keliatan bagus. Semoga manajemen yang baru mikirin soal ini.
Lagipula Gen 1 yang 6 unit itu udah sangat jarang dipakai kan, malah yang sering wara-wiri kan yang baru dengan umur yang sama aja dengan B787 dan A350. Cathay aja malah di rute ke CGK atau DPS sering pakai A333 dan B772 yang udah 20an tahun jadi GA ada teman lah wkwkwk. Update itu penting tapi kalau sisa kontrak 2 atau 3 tahun lagi seperti PK-GMx atau sebagian PK-GFx ya mending gausah, biarkan mereka keluar dari armada sesuai kontrak dan ambil yang baru. Yang sisa kontrak 4 atau 5 tahun boleh lah update dikit seperti IFE atau ganti seat cover karena ya setuju kabin B737 GA gak terlihat tua karena maintenance mereka bagus. Dibanding 737 MH atau QF masih terlihat lebih bagus punya GA.

Oh iya B737NG kontrak terakhir di PK-GNx itu 2027 sedangkan yang diatas 2030 itu PK-GHC dan GHD. Saya sih gak yakin kontrak akan diperpanjang lebih dari 2027 atau 2028 karena rerata usianya sudah diatas 10 tahun. Armada baru ekspektasinya 3 atau 4 tahun lagi masuk.

Actually... emang penumpang peduli sama pesawat muda? Sama interior muda mungkin iya.
Umur pesawat gak ada yang bisa nebak, kecuali av-geek yang mantengin nomor registrasi pesawat yang ditumpangi. Selama interior baru dan ada bau barang baru, orang ngehnya "oh pesawatnya baru".
Emang rejuvenate cabin mahal banget ya sampai GA harus ganti ke armada yang lebih muda?
Penumpang gak peduli tapi performa kan akan kelihatan bagaimana efisien atau enggaknya penggunaan armada. Apalagi airline sekarang akan cari pesawat yang seirit mungkin dalam penggunaan avtur karena biaya fuel makin tinggi. Refurbish armada kalau cuma 10-20 unit sih bisa tapi kan narrow body GA ada 60an unit lebih, bakal mahal banget buat perbarui interior dan akan mengganggu pola operasi karena banyak masuk GMF, mending beli baru karena investasinya akan lebih lama ketimbang refurbish hanya untuk sisa kontrak 4, 5 atau 6 tahun, dan balik ke alasan performa itu tadi.
 

·
Registered
Joined
·
97 Posts
Mungkin harus dihitung dulu perbandingan antara konsumsi bahan bakar dan maintenance cost pesawat lama dan baru, kemudian harga sewa pesawat baru / harga extend lease armada yang ada (dengan retrofit atau tidak, masukin juga biayanya), mana yang lebih profitable karena ini variable yang berbeda.

Apakah dengan armada baru yang lebih efisien di fuel consumption dan maintenance cost namun harga sewa tinggi itu lebih menguntungkan daripada armada lama (+retrofit) yg lebih boros fuel dan maintenance cost tapi harga lease lebih murah?

Tapi memang scale of priority maskapai itu berbeda2.... Faktor dari calon penumpang yg berpikir pesawat baru is better atau gengsi2an new fleet new aircraft = best airline itulah yang bisa jadi pembeda buat maskapai nentuin pilihan mereka.

Kalo masalah retrofit itu biasanya gak seabrek langsung masuk hangar... Retrofit biasanya dilakukan ngepasin C-Check / D-Check... Turn around time bakal nambah dari biasanya gara2 retrofit tapi ini mendingan daripada tiba2 unscheduled maintenance buat retrofit doang.
 

·
Registered
Joined
·
335 Posts
Mungkin harus dihitung dulu perbandingan antara konsumsi bahan bakar dan maintenance cost pesawat lama dan baru, kemudian harga sewa pesawat baru / harga extend lease armada yang ada (dengan retrofit atau tidak, masukin juga biayanya), mana yang lebih profitable karena ini variable yang berbeda.

Apakah dengan armada baru yang lebih efisien di fuel consumption dan maintenance cost namun harga sewa tinggi itu lebih menguntungkan daripada armada lama (+retrofit) yg lebih boros fuel dan maintenance cost tapi harga lease lebih murah?

Tapi memang scale of priority maskapai itu berbeda2.... Faktor dari calon penumpang yg berpikir pesawat baru is better atau gengsi2an new fleet new aircraft = best airline itulah yang bisa jadi pembeda buat maskapai nentuin pilihan mereka.
Satu variabel yang bisa dikira-kira cost nya adalah lease pesawat generasi baru (NEO & Max) untuk narrow body lebih tinggi 15-20 persen dibanding generasi lama. Dibandingkan dengan klaim manufaktur bahwa pesawat generasi baru lebih hemat bahan bakar 10-20 persen harusnya total cost gak beda signifikan. Bisa jadi lebih rendah karena konsumsi bahan bakar punya presentase lebih besar dari lease. Makanya pilihan retrofit di narrow body terkesan useless karena airline akan keluar biaya tambahan hanya untuk investasi jangka pendek misal memperbarui interior, dibanding beli aircraft baru bisa investasi untuk 10 tahun lebih dan bisa memakai teknologi terbaru untuk layanannya. Widebody lebih masuk akal untuk retrofit karena lease rate bisa jatuh lebih dari 50% dan invest widebody jauh lebih mahal.

Buat GA itu sih terserah mereka mau seperti apa karena ada sebagian yang memang diperpanjang buat cari lease murah dan sebagian tidak diperpanjang. Mereka pasti sudah berhitung masalah performa, maintenance dan kebutuhan pesawat yang cocok digunakan di masa depan. Oh iya ada faktor manufaktur dalam hal ini slot produksi airbus yang juga menentukan apakah mereka akan perbarui armada segera atau tidak karena permasalahan Max membuat airbus banjir order. Entah apakah slotnya masih ada atau tidak. Kalkulasi semua faktor diatas harusnya dihitung baik-baik sama manajemen mengingat memang dari manajemen terdahulu sudah direncanakan diantara 2020-2028 itu pembaharuan armada.
 

·
Registered
Joined
·
2,085 Posts
kalau GA mau pesawat irit, ya sebaiknya cari yang mesinnya kecil sudah pasti irit. Cuma mesin kecil pasti pengaruh ke tenaga. Kalau sudah teken kontrak 50 B 737 Max 8, ya diambil saja ngga usah dibatalkan. Toh softwarenya sudah diperbarui. Kalau sofware(komputer) bermasalah, pilot semestinya sudah tahu apa yang mesti dilakukan, tinggal matikan komputer kendalikan pesawat secara manual. Kalau soal jatuh, naik pesawat pasti ada resiko jatuh. Contoh airasia kemaren, pesawat airbus A 320 juga jatuh di perairan pulau belitung (selat karimata). Jadi percuma juga dari Boeing ganti Airbus. Boeing 737 Max 8 sudah tepat untuk kondisi geografis kepulauan RI yang mana runwaynya rata2 panjangnya cuma maximum 2500 meter. Jarang banget bisa lebih dari 3000 meter.
 

·
Registered
Joined
·
226 Posts
^^ kayaknya Bedanya jelas A320 air asia dengan apa yg terjadi pada boeing 737 max selama ini... lagipula meskipun sudah di perbaiki kadung nama nya dah jelek... saya rasa akan banyak keraguan dari penumpang..
 

·
Reg
Joined
·
415 Posts
Yang jadi masalah kenapa unprofitable adalah lease sewa B777 Terlalu mahal. Dari release Indo Aviation yang pernah saya baca tapi daritadi saya cari link nya udah gak ketemu (karena web diperbarui), lease rate B777 GA itu 1,5 juta USD/Month. Kalau dari diskusi di a.net dan data ch-aviation market lease rate paling mahal B777 itu 1,2 juta USD/Month. Artinya GA bayar sewa lebih mahal 300 ribu USD/Month/Unit diatas harga pasar paling mahal. Negosiator harganya gak kompeten.
Kalau menurut artikel ini https://simpleflying.com/alitalia-777-route-cuts/

"Alitalia’s only 777-300ER will be returned to its lessor this year. Currently, Alitalia pays $675,000 a month for this widebody."

Ga sampe setengah yg dibayar GA per bulan.

Trus kargo diisiin produk hortikultra yang tidak dilarang masuk sana seperti buah-buahan tropis buat dijual di sana (perlu KBRI sana buat kerja keras melariskan atau menghabiskan barang dagangan, entah bikin foodfare kah, bikin pasar buah kah, dll)
Kayaknya urusannya bukan cuma bilateral soalnya trade deals negara2 EU diurus di level EU, tiap anggota ga bisa jalin hubungan dagang ekspor/impor masing-masing. Jarang nemu produk Indonesia di di EU mungkin karena trade deals RI-EU belum luas cakupannya.
 

·
Registered
Joined
·
232 Posts
Kalau menurut artikel ini https://simpleflying.com/alitalia-777-route-cuts/

"Alitalia’s only 777-300ER will be returned to its lessor this year. Currently, Alitalia pays $675,000 a month for this widebody."

Ga sampe setengah yg dibayar GA per bulan.



Kayaknya urusannya bukan cuma bilateral soalnya trade deals negara2 EU diurus di level EU, tiap anggota ga bisa jalin hubungan dagang ekspor/impor masing-masing. Jarang nemu produk Indonesia di di EU mungkin karena trade deals RI-EU belum luas cakupannya.
Di Supermarket2 di Perancis, paling cuma ada santan Kara yg produk dari Indonesia hahaha... Beda banget Palau sama produk negara Thailand dan Vietnam. Ada Indomie, itu tidak disemua supermarket.
 
17201 - 17220 of 17323 Posts
Top