SkyscraperCity banner

21 - 40 of 1287 Posts

·
Registered
Joined
·
323 Posts
Ada yang tahu kenapa integrasi tarif JORR tertunda? Rencananya kan tol JORR W1 dan Jakarta-Serpong bakal satu tarif, gabung sama JORR yang lain, jadi gerbang tol Meruya Utama dan Pondok Ranji Sayap arah Bintaro bakal dibongkar. Sementara untuk mengakomodasi masuknya mobil dari bintaro sektor 3 sudah dibangun gerbang tol Bintaro Viaduct. Apakah deal sama JLB tersendat apa gimana sehingga mesti ditunda?
 

·
Traveller, Researcher
Joined
·
7,042 Posts
Ada yang tahu kenapa integrasi tarif JORR tertunda? Rencananya kan tol JORR W1 dan Jakarta-Serpong bakal satu tarif, gabung sama JORR yang lain, jadi gerbang tol Meruya Utama dan Pondok Ranji Sayap arah Bintaro bakal dibongkar. Sementara untuk mengakomodasi masuknya mobil dari bintaro sektor 3 sudah dibangun gerbang tol Bintaro Viaduct. Apakah deal sama JLB tersendat apa gimana sehingga mesti ditunda?
Baru aj baca beritanya hari ini..

Integrasi Tol JORR Masih Terkendala Kesepakatan Satu Tarif
Septian DenySeptian Deny
08 Feb 2018, 21:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) berharap proses integrasi tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) bisa segera terealisasi. Sebab, rencana intergrasi tol tersebut sudah dimulai sejak tahun lalu.

Direktur Operasional II Jasa Marga, Subekti Syukur mengatakan, lamanya proses integrasi ini lantaran terkendala oleh proses kesepakatan tarif. Sebab, tol JORR terdiri dari beberapa ruas yang dikelola oleh badan usaha jalan tol (BUJT) yang berbeda.

BACA JUGA
Ada Pelebaran Jalan, Tol Bandara Soetta Dijamin Tak Macet Lagi
Jasa Marga Akan Sesuaikan Tarif 2 Ruas Tol Tahun Ini, Mana Saja?
Berlaku 15 Februari, Tarif Tol Purbaleunyi Naik Rp 500-Rp 700
Selain milik Jasa Marga, ada pula bagian ruas JORR yang dikelola PT Hutama Karya (HK), PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) dan PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ).

"Khusus untuk JORR, harusnya kan ada satu sistem pentarifan. Cuma kan itu terdiri dari beberapa BUJT, ada HK, Jasa Marga ada beberapa ruas. Kalau ini dijadikan satu, harus menghitung porsi bagian pendapatannya itu," ujar dia di Kantor Pusat Jasa Marga, Kamis (8/2/2018).

Subekti juga menjelaskan, jika sebelumnya pengguna kendaraan harus membayar beberapa kali saat melewati sejumlah ruas di jaringan tol tersebut. Namun saat sudah terintegrasi nanti, maka pengguna kendaraan cukup membayar sekali saja.

"Memang dia dilakukan survei. Dalam menentukan tarifnya berapa. BUJT kan tidak mau rugi masing-masing. Tapi tarif tol itu tidak juga bisa ditentukan di luar kemampuan dari pengguna. Jadi ada willingness surveinya," kata dia.



Kendaraan melintasi jalan tol JORR Ulujami-Serpong, Pondok Ranji, Tangsel, Jumat (14/4). Libur Paskah 2017 kondisi arus lalu lintas menuju Tol Lingkar Luar terpantu lancar. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Menurut dia, dalam penentuan satu tarif, selain menghitung soal bagi hasil, beberapa BUJT ini juga harus menyepakati soal biaya operasional dan perawatan jalan tol.

"Karena di samping JORR-nya sendiri digabungkan, kita juga ada perhitungan biaya operation dan maintenance (OM) di titik-titik yang berhubungan dengan BUJT lain. Contohnya kita dengan W1 di sekitar Kamal nanti ada operasi bersama kita dengan W1. Harus menghitung OM-nya," jelas dia.

"Di samping bagi hasil, harus juga menghitung OM-OM yang harus dibagi karena ada gerbang yang harus dioperasikan bersama. Itu yang agak lama. Artinya waktu kita menghitung harus ada kesepakatan, proporsinya berdasarkan apa, apakah survei atau berdasarkan apa," lanjut Subekti.

Namun demikian, dia berharap proses intergrasi JORR bisa rampung pada kuartal I tahun ini. Saat ini BUJT terkait terus melakukan negosiasi soal penetapan satu tarif ini.

‎"Ini sedang dalam proses. Kita nego terus. (Bisa kuartal I ini?) Insha Allah‎," tandas dia.
http://bisnis.liputan6.com/read/3269659/integrasi-tol-jorr-masih-terkendala-kesepakatan-satu-tarif
 

·
Pengguna Terdaftar
Joined
·
2,592 Posts
Ramp-off dan GT ny emg terkesan mokso ya, kalo pas lewat aq malah kirain itu cuma sekedar rest area kecil2n doang :nuts: ...
tanah di kiri ramp-off itu punya siapa emang? Ya kalo bisa emg harus dilebarin lah, masa akses GT kyk gitu..
Tanah sebelah GT ya tanah milik warga, makanya sampai saat ini masih lempar2an.. siapa yg musti beli tanahnya utk pelebaran GT-nya, pemilik lahan atau JM-nya sendiri?

Ohya.. ada satu lagi masalah besar yang sering dialamin orang2 yang siang / sore mau keluar ke di Kembangan Interchange dari Tangerang yakni jalur exit yang bercabang ke : Exit Kembangan atau JORR PIK atau JORR Ulujami.. disitu jalurnya cuma dikasih 2 doang, padahal dari jam 6 pagi sampai jam 10 malem, semua truk2 besar kudu keluar via exit Kembangan itu.. nah pas sore dicampur deh sama orang2 kantor yg pulang dari TGR ke JKT, alhasil macetnya mantab jiwa...... bisa sampe Karteng bahkan AlSut efeknya tergantung truk2 yang masuk dari TGR..

Saya rasa itu exit kudu dilebarin 1-2 jalur lagi mengingat bebannya yang cukup besar dalam membagi keluaran baik ke Kembangan maupun ke JORR utara atau selatan. Truk2 yang super lamban seringkali menjadi bottleneck kemacetan disana.
 

·
Registered
Joined
·
2,096 Posts
Discussion Starter · #24 ·
^^ inilah penyebab kok tambah hari jalur coklat dan jalur hijau tambah sesek meski rangkaian 10. Selama ini kebanyakan pengendara mobil dtg dr alsut-GS-Balaraja-Lippo yg tidak terlayani CL. Atau mereka yg gak memungkinkan pakai CL karena mobilitas tinggi.

Gerbang tol GLC ini jarak terdekat antara akses tol dan akses CL, dialihkan aja pengguna yg ke tengah kota agar menggunakan CL, jadi sisa yg ke pinggiran kota aja yg keluar tol dari gerbang neraka itu. Kalo gak salah 1 km dari gerbang tol itu udah stasiun kalideres, cuma jalannya sempit parah :(

Kayaknya ada yg nurutin saran saya tadi, makanya tambah hari yg keluar masuk di Kalideres makin rame aja apalagi kalo malem
 

·
Pengguna Terdaftar
Joined
·
2,592 Posts
Ada faktor gaya hidup juga sih, karena banyak yg tinggal sekitaran toll ini ekonomi menengah atas dimana pikirannya kalo mampu beli mobil 1 atau 2, kenapa maksa pake CL atau angkutan umum lainnya, toh angkutan umumnya juga jauh dari memadai (lokasi stasiun terlalu jauh, kondisi angkutan sekarang masih ngga aman dan nyaman, etc.).. soalnya kondisi angkutan umum dari jakarta ke kota pendukungnya berbeda jauh dengan kondisi angkutan umum di jakartanya sendiri.. jadi memang nyuruh orang2 di sisi barat jakarta ini utk pindah ke angkutan umum rada2 susah dibanding penduduk pendukung jakarta lainnya.. kudu punya better than better infra dulu baru mereka baru 'mikir' utk pindah ke public trans.
 

·
Professional Instagrapher
Joined
·
1,221 Posts
Sangat disayangkan sih.... area Barat Jakarta belum tersentuh proyek LRT (at least busway lah). Masih agak mending macam Cibubur/Bektim dpt jatah LRT. MRT macam KRL aja udah kyk sarden tiap hari. Gue sempet hunting di Poris naek kereta di Duri, padetnya bukan main. Itu hari Minggu loh.

Padahal temen2 gue yg model ama usher tinggal di seputaran GLC, Alsut ama Summarecon Serpong dan nguli di Jakarta.

Kyknya sih tanah di GT GLC bisa dibeli kalau PUPR mau turun tangan. Tol situ lahan aslinya punya PUPR c.q Bina Marga, JSMR cuman ngelola. Tol ini crowdednya sadis. Sering mampet dr Kembangan abis itu bisa lancar jaya...
 

·
Registered
Joined
·
2,096 Posts
Discussion Starter · #27 ·
Solusinya ada dua:

1. Lebarkan jalan keluar GLC sendiri, paling bagus adalah model Bekasi Barat, gerbang tolnya pakai bekas Karang Tengah Timur, toh diuntungkan ada kantor JSMR di situ. Pembebasan lahan paling sedikit, msh bnyk tanah kosong dan rekayasa JPO
2. Lebarkan jalan tembus GLC-semanan sampai muat dibangun flyover rel. Tujuannya selain biar gak macet, supaya penghuni sekitar situ yg segmented bisa menggunakan stasiun kalideres
 

·
Registered
Joined
·
4,450 Posts
Sangat disayangkan sih.... area Barat Jakarta belum tersentuh proyek LRT (at least busway lah). Masih agak mending macam Cibubur/Bektim dpt jatah LRT. MRT macam KRL aja udah kyk sarden tiap hari. Gue sempet hunting di Poris naek kereta di Duri, padetnya bukan main. Itu hari Minggu loh.

Padahal temen2 gue yg model ama usher tinggal di seputaran GLC, Alsut ama Summarecon Serpong dan nguli di Jakarta.

Kyknya sih tanah di GT GLC bisa dibeli kalau PUPR mau turun tangan. Tol situ lahan aslinya punya PUPR c.q Bina Marga, JSMR cuman ngelola. Tol ini crowdednya sadis. Sering mampet dr Kembangan abis itu bisa lancar jaya...
LEBIH Tepatnya kalau rush hour pulang kerja antara 16:15-21:15 pasti gerbang tol Joglo stuck 2 KM
pernah nyobain taun kemaren
 

·
Pengguna Terdaftar
Joined
·
2,592 Posts
Sangat disayangkan sih.... area Barat Jakarta belum tersentuh proyek LRT (at least busway lah). Masih agak mending macam Cibubur/Bektim dpt jatah LRT. MRT macam KRL aja udah kyk sarden tiap hari. Gue sempet hunting di Poris naek kereta di Duri, padetnya bukan main. Itu hari Minggu loh.

Padahal temen2 gue yg model ama usher tinggal di seputaran GLC, Alsut ama Summarecon Serpong dan nguli di Jakarta.

Kyknya sih tanah di GT GLC bisa dibeli kalau PUPR mau turun tangan. Tol situ lahan aslinya punya PUPR c.q Bina Marga, JSMR cuman ngelola. Tol ini crowdednya sadis. Sering mampet dr Kembangan abis itu bisa lancar jaya...
I guess we can blame previous governments sebelum krismon.. istilahnya.. "kemarin ngapain aje bossss!!" Justru secara historis, sisi barat jakarta ini sudah di'manja' dengan 3 akses toll yg meski belum terkoneksi, tapi bisa memberi alternatif akses ke Jakarta.. beda dengan sisi barat dan timur yang meski lebih padat tapi akses toll cuma ada 1 aja, yakni cikampek dan bogor.. gak heran pemerintah sekarang prioritaskan pembangunan dikedua sisi tersebut.

Sekarang efek sampingnya baru terlihat karena pembangunan transport berbasis kendaraan pribadi itulah mengakibatkan orang2 disisi barat lebih ngutamain punya mobil karena tollnya uda 3 biji.

Swasta kudu ambil peran besar kalo mau ngadain LRT dan MRT di sisi barat jakarta, klo nunggu pemerintah pusat mah bisa 10 taon lagi konek itu LRT dkk mah.

Solusinya ada dua:

1. Lebarkan jalan keluar GLC sendiri, paling bagus adalah model Bekasi Barat, gerbang tolnya pakai bekas Karang Tengah Timur, toh diuntungkan ada kantor JSMR di situ. Pembebasan lahan paling sedikit, msh bnyk tanah kosong dan rekayasa JPO
2. Lebarkan jalan tembus GLC-semanan sampai muat dibangun flyover rel. Tujuannya selain biar gak macet, supaya penghuni sekitar situ yg segmented bisa menggunakan stasiun kalideres
Mustinya itu sudah jadi perhitungan manajemen JM yah, tapi permasalahannya kenapa gak dilaksanakan secepatnya atau dijadikan prio perbaikan?
 

·
Registered
Joined
·
4,450 Posts
I guess we can blame previous governments sebelum krismon.. istilahnya.. "kemarin ngapain aje bossss!!" Justru secara historis, sisi barat jakarta ini sudah di'manja' dengan 3 akses toll yg meski belum terkoneksi, tapi bisa memberi alternatif akses ke Jakarta.. beda dengan sisi barat dan timur yang meski lebih padat tapi akses toll cuma ada 1 aja, yakni cikampek dan bogor.. gak heran pemerintah sekarang prioritaskan pembangunan dikedua sisi tersebut.

Sekarang efek sampingnya baru terlihat karena pembangunan transport berbasis kendaraan pribadi itulah mengakibatkan orang2 disisi barat lebih ngutamain punya mobil karena tollnya uda 3 biji.

Swasta kudu ambil peran besar kalo mau ngadain LRT dan MRT di sisi barat jakarta, klo nunggu pemerintah pusat mah bisa 10 taon lagi konek itu LRT dkk mah.



Mustinya itu sudah jadi perhitungan manajemen JM yah, tapi permasalahannya kenapa gak dilaksanakan secepatnya atau dijadikan prio perbaikan?
Bukan gitu lho.
Integrasi tarif yang bisa 25 ribu antara airport-Jatiasih-subang.
Kan bisa aja jakarta subang seharga 59000 jika hitungannya dari airport-Tol jatiasih
 

·
AC Tarip Biasa
Joined
·
843 Posts
Sangat disayangkan sih.... area Barat Jakarta belum tersentuh proyek LRT (at least busway lah). Masih agak mending macam Cibubur/Bektim dpt jatah LRT. MRT macam KRL aja udah kyk sarden tiap hari. Gue sempet hunting di Poris naek kereta di Duri, padetnya bukan main. Itu hari Minggu loh.

Padahal temen2 gue yg model ama usher tinggal di seputaran GLC, Alsut ama Summarecon Serpong dan nguli di Jakarta.

Kyknya sih tanah di GT GLC bisa dibeli kalau PUPR mau turun tangan. Tol situ lahan aslinya punya PUPR c.q Bina Marga, JSMR cuman ngelola. Tol ini crowdednya sadis. Sering mampet dr Kembangan abis itu bisa lancar jaya...
Tapi somehow, afaik, krl tangerang ramenya malah cuma pas sabtu minggu. Kalo weekdays nggak terlalu sarden malahan. (Testimoni dari istri yg sering naik krl tangerang).
 

·
Professional Instagrapher
Joined
·
1,221 Posts
Swasta kudu ambil peran besar kalo mau ngadain LRT dan MRT di sisi barat jakarta, klo nunggu pemerintah pusat mah bisa 10 taon lagi konek itu LRT dkk mah.
Nah itu... sebenarnya dalam undang-undang perkeretaapian yg baru, pembangunan dan pembiayaan subsidi kereta api gak melulu selalu di tingkat pusat. Daerah dan swasta juga udh bisa berperan dlm membangun LRT/MRT di sisi Barat Jakarta dan dibangun di sekitaran tol.

Situ kan ada 5 pengembang besar (Alsut, Summarecon, Agung Sedayu, Metland dan Lippo Karawaci), kalau patungan jadi 1 dengan JSMR, Pemprov Banten, DKI dan Jabar, udah bisa bangun LRT/MRT. Pembangunan dilakukan stimultan (seperti tol Jakpek Elevated), lalu bikin stasiun masing2 yg langsung ke kota pengembang. Terakhir KCI yg jadi operator buat LRT/MRT.

Hal itu udh perlu bahkan urgent mengingat sistem transportasi massal di Tangerang Raya udah perlu ada penanganan khusus.
 

·
Registered
Joined
·
4,450 Posts
Nah itu... sebenarnya dalam undang-undang perkeretaapian yg baru, pembangunan dan pembiayaan subsidi kereta api gak melulu selalu di tingkat pusat. Daerah dan swasta juga udh bisa berperan dlm membangun LRT/MRT di sisi Barat Jakarta dan dibangun di sekitaran tol.

Situ kan ada 5 pengembang besar (Alsut, Summarecon, Agung Sedayu, Metland dan Lippo Karawaci), kalau patungan jadi 1 dengan JSMR, Pemprov Banten, DKI dan Jabar, udah bisa bangun LRT/MRT. Pembangunan dilakukan stimultan (seperti tol Jakpek Elevated), lalu bikin stasiun masing2 yg langsung ke kota pengembang. Terakhir KCI yg jadi operator buat LRT/MRT.

Hal itu udh perlu bahkan urgent mengingat sistem transportasi massal di Tangerang Raya udah perlu ada penanganan khusus.
Kalo stimultan seperti ini langsung bisa menjadi kenyataan, dananya ga beda jauh dengan gabungan apbd 8 kota dki, banten dan jabar metropolitan"Cianjur-PWK"
Sekedar saya beri info APBD Mereka jika 8 kota kerjasama membangun 120 T.
Jikalau memang swasta dan bumn berani patungan 120 T, Bukan mustahil bisa lebih cepat dari yang diperkirakan
 

·
Pengguna Terdaftar
Joined
·
2,592 Posts
Nah itu... sebenarnya dalam undang-undang perkeretaapian yg baru, pembangunan dan pembiayaan subsidi kereta api gak melulu selalu di tingkat pusat. Daerah dan swasta juga udh bisa berperan dlm membangun LRT/MRT di sisi Barat Jakarta dan dibangun di sekitaran tol.

Situ kan ada 5 pengembang besar (Alsut, Summarecon, Agung Sedayu, Metland dan Lippo Karawaci), kalau patungan jadi 1 dengan JSMR, Pemprov Banten, DKI dan Jabar, udah bisa bangun LRT/MRT. Pembangunan dilakukan stimultan (seperti tol Jakpek Elevated), lalu bikin stasiun masing2 yg langsung ke kota pengembang. Terakhir KCI yg jadi operator buat LRT/MRT.

Hal itu udh perlu bahkan urgent mengingat sistem transportasi massal di Tangerang Raya udah perlu ada penanganan khusus.
Pernah baca postingan si agan Ariosnaek sih.. jd menurut dia itu permasalahannya itu bukan si Alsut, Summarecon, Paramount, etc. itu mau ikut apa kagak di konsorsium itu, tapi lebih ke mereka ada dana gak yang mau disisihkan untuk saweran pembangunan mass transport ini sama bagaimana pengaturan rute-nya agar pihak2 anggota konsorsium itu berkepentingan agar bangun rutenya disana. AlSut aja byk propertinya yang ngos2an dia jualan, kayak Ayodhya atau Suvarna Sutera, belon lagi developer2 lain dengan problem yang berbeda2..
 

·
Professional Instagrapher
Joined
·
1,221 Posts
Pernah baca postingan si agan Ariosnaek sih.. jd menurut dia itu permasalahannya itu bukan si Alsut, Summarecon, Paramount, etc. itu mau ikut apa kagak di konsorsium itu, tapi lebih ke mereka ada dana gak yang mau disisihkan untuk saweran pembangunan mass transport ini sama bagaimana pengaturan rute-nya agar pihak2 anggota konsorsium itu berkepentingan agar bangun rutenya disana. AlSut aja byk propertinya yang ngos2an dia jualan, kayak Ayodhya atau Suvarna Sutera, belon lagi developer2 lain dengan problem yang berbeda2..
At least, aku punya ide seandainya developer ybs gak sanggup danain buat LRT/MRT.
Yaitu, bikin jaringan feeder Transjakarta untuk kota Mandiri di Tangray.
Jaringan-Rute-TJ-ver by Fajar Wicaksono, on Flickr

Tapi ini exclude rute GLC/Cipondoh ya. Kalaupun sebenarnya rute busway Ciledug - GLC bisa masuk, berarti semua rute di atas tinggal lewatin pinggir tol - Ciledug - JLNT Busway - Kuningan/SCBD. Cuman yg rute2 terminus SCBD/Tosari agak ribet sih.

Saya tahu bbrp developer lagi mencrat-mencrit/ngos2an dalam jual properti, apalagi ini masuk tahun politik 2018 dan 2019, belum lagi infrastruktur tol di daerah dan pembangunan infra lainnya yg lagi "kejar setoran". Klau memang memungkinkan, LRT/MRT baru bisa masuk 2020.
 

·
Pengguna Terdaftar
Joined
·
2,592 Posts
^^ Klo mau buat BRT.. dari grafik diatas sih, tetep beban terbesar itu jatuh di tol JKT -tGR dan Daan Mogotnya sendiri.. kedua jalan itu saat ini sudah over-over-overload, bahkan dengan 4 jalur yg ada sekarang.. ga itung GLC pun uda lumayan berat bebannya.. kecuali memang toll atau Daan Mogotnya ada jalur khusus non truk macam toll Bandara yang membedakan jalur berdasarkan tujuan.. mungkin akan sangat membantu. Tol JKT-TGR sekarang ini uda banyak truk lambat2nya, jalannya berlubang besar2, dan kebanyakan off-on ramp-nya pula...
 

·
Banned
Joined
·
861 Posts
Btw...

Katanya dlu thn 1998 ada rencana Jagorawi digratiskan ya?
 

·
Professional Instagrapher
Joined
·
1,221 Posts
^^ Klo mau buat BRT.. dari grafik diatas sih, tetep beban terbesar itu jatuh di tol JKT -tGR dan Daan Mogotnya sendiri.. kedua jalan itu saat ini sudah over-over-overload, bahkan dengan 4 jalur yg ada sekarang.. ga itung GLC pun uda lumayan berat bebannya.. kecuali memang toll atau Daan Mogotnya ada jalur khusus non truk macam toll Bandara yang membedakan jalur berdasarkan tujuan.. mungkin akan sangat membantu. Tol JKT-TGR sekarang ini uda banyak truk lambat2nya, jalannya berlubang besar2, dan kebanyakan off-on ramp-nya pula...
Saya juga kepikiran... kenapa Jl. Benteng Betawi dan Jl. Arjuna (selatan dan Utara) itu gak diextend sekalian aja, seperti yang kita bahas di thread sebelumnya?

Dengan perpanjangan ke-2 ruas jalan ini, akan lebih membantu beban jalan tol Tangerang dan Daan Mogot itu sendiri. Biarkanlah jalan tol Tangerang dan Daan Mogot itu buat truk atau angkutan berat aja... (CMIIW)
 
21 - 40 of 1287 Posts
Top