SkyscraperCity banner

81 - 100 of 986 Posts

·
Menyentuh alam vakum
Joined
·
647 Posts
^^ Katanya aspal putih itu sejenis 'tar', but IDK.
Menteri PU malaysia pernah bilang karena pakai campuran aspal-karet, tapi IDK juga apakah ini diterapkan di banyak jalan di malaysia (terutama jalan tol) atau hanya percontohan aja (lagian masa aspal-karet warnanya abu2 keputihan ? CMIIW ya)
https://www.viva.co.id/otomotif/unik/642901-cara-malaysia-bikin-awet-jalan-raya-aspal-dicampur-karet

But, kita juga mulai berubah, sekarang jalan2 baru (jalan tol terutama) mayoritas pakai rigid (cor) pavement, dan banyak pake alat paver/wirtgen (aka otomatis/tidak manual). (In theory) jalan rigid lebih durable. Tapi itu kalau prosedur pengecorannya bener yak :D

Btw, ngarep ini bisa jadi standar jalan tol di indonesia, sudah ada di tol tangerang-merak (bahu jalan) sama tol bakrie (tengah jalan). Krusial terutama di tol cipali (lurus bikin ngantuk), Cipularang, dll.
But, ada pula yang tidak setuju, karena membuat manuver mendadak (pasca sadar dari ngantuk) yang justru membuat kecelakaan :D
“Rumble strip, itu berbahaya bagi pengemudi, kalau yang kendaraannya kecepatan tinggi, atau kalau ngantuk, refleks karena itu bahaya. Kalau tiba-tiba kaget jadi bahaya. Rumble strip untuk jalan utama dan tol tidak kita rekomendasikan. Kalau kecepatannya 80 km per jam sangat bahaya,” ujar Andrie, dikutip dari laman detik.com. Menurutnya, rumble strip masih diperbolehkan dibuat di dekat pintu keluar atau setelah pintu masuk tol.
Dilansir dari https://kabarpenumpang.com/serba-serbi-rumble-strip-polisi-tidur-mini-yang-kerap-dijumpai-di-jalan-tol/

Btw juga, ini daftar 39 ruas tol yang diturunkan tarifnya.
http://m.tribunnews.com/bisnis/2018/03/30/daftar-lengkap-jalan-tol-yang-kena-harmonisasi-tarif?page=3&
 

·
Registered
Joined
·
4,922 Posts
^^ Katanya aspal putih itu sejenis 'tar', but IDK.
Menteri PU malaysia pernah bilang karena pakai campuran aspal-karet, tapi IDK juga apakah ini diterapkan di banyak jalan di malaysia (terutama jalan tol) atau hanya percontohan aja (lagian masa aspal-karet warnanya abu2 keputihan ? CMIIW ya)
https://www.viva.co.id/otomotif/unik/642901-cara-malaysia-bikin-awet-jalan-raya-aspal-dicampur-karet

But, kita juga mulai berubah, sekarang jalan2 baru (jalan tol terutama) mayoritas pakai rigid (cor) pavement, dan banyak pake alat paver/wirtgen (aka otomatis/tidak manual). (In theory) jalan rigid lebih durable. Tapi itu kalau prosedur pengecorannya bener yak :D

Btw, ngarep ini bisa jadi standar jalan tol di indonesia, sudah ada di tol tangerang-merak (bahu jalan) sama tol bakrie (tengah jalan). Krusial terutama di tol cipali (lurus bikin ngantuk), Cipularang, dll.
But, ada pula yang tidak setuju, karena membuat manuver mendadak (pasca sadar dari ngantuk) yang justru membuat kecelakaan :D

Dilansir dari https://kabarpenumpang.com/serba-serbi-rumble-strip-polisi-tidur-mini-yang-kerap-dijumpai-di-jalan-tol/

Btw juga, ini daftar 39 ruas tol yang diturunkan tarifnya.
http://m.tribunnews.com/bisnis/2018/03/30/daftar-lengkap-jalan-tol-yang-kena-harmonisasi-tarif?page=3&
^^ di jalan nasional bukan tol, rumble strip adalah praktek jamak, utamanya di garis lurus tanpa putus, untuk mengingatkan pengemudi agar tidak ngeblong sepanjang garis lurus.
 

·
Menyentuh alam vakum
Joined
·
647 Posts
^^ I know, maksud saya yang rumble strips di bahu dan tengah jalan (biar kendaraan nggak keluar jalur), baru ada di 2 ruas jalan tol.
 

·
Registered
Joined
·
770 Posts
Saat ini wacana hanya penyederhanaan golong saja ya? Tidak ada rencana tarif khusus untuk bus dan taksi seperti di Malaysia?

Btw ambulans atau pemadam kebakaran atau kendaraan sejenis kalau lewat tol bayar ga sih?
Kalao tidak bayar, gimana lewat gerbang tolnya?
Kan sekarang sudah hampir gto semua.
 

·
Registered
Joined
·
4,149 Posts
Saat ini wacana hanya penyederhanaan golong saja ya? Tidak ada rencana tarif khusus untuk bus dan taksi seperti di Malaysia?

Btw ambulans atau pemadam kebakaran atau kendaraan sejenis kalau lewat tol bayar ga sih?
Kalao tidak bayar, gimana lewat gerbang tolnya?
Kan sekarang sudah hampir gto semua.
masbro, kalo anda cara Mikirnya Kayak gitu sama aja nanti pada minta golongannya dikhususkan.
Bahkan malah Golongan Tolnya membengkak+minta diskon
Anda Bayangkan gini aja deh seandainya ambulance+emergency minta ada Golongan.
anda bayangkan saja mau jadi berapa golongan?
Mau jadi 6 Golongan alias membengkak 100%?
Misal Golongan 1:Emergency Hi priority" bener2 kejer waktu+tarif temurah"
2:Bus
3:Kendaraan pribadi
4.cargo
5.Big Truck
6.Container
ayolah mas, kan pemerintah lagi fokus efisiensi.
Kok anda berpendapat yang nambah polemik harga?
 

·
Registered
Joined
·
2,010 Posts
hal yang simple jangan dibikin ribet. kalo masalah kartu bayar tol gratis kan gampang, ambulans dan firetruck resmi tinggal dikasih kartu khusus. berapa banyak sih ambulans dan firetruck resmi di DKI? gak sampe ratusan ribu unit kan?

taksi masih bermasalah dengan tarif tol di golongan 1? bus masih bermasalah dengan tarif golongan 1? bahkan bus itu sebenarnya harusnya di golongan 3 kalau melihat tonase nya. Hal itu sudah terakomodir kalo menurut saya.

JSMR kan dari dulu juga yang pakai kartu dinas gak bayar. liat itu utility truck sama derek JSMR bayar gak mereka?

bingung aku sama jalan pikiran ribet kayak gitu, menentang semua hal dengan logika dangkal.
 

·
Menyentuh alam vakum
Joined
·
647 Posts
Dampak Penurunan Tarif Tol ke Biaya Logistik Dinilai Kecil
Senin, 2 April 2018 | 13:43 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk menurunkan tarif tol bagi angkutan logistik mendapat apresiasi. Namun, masih banyak kalangan meragukan efektifitas penurunan tarif tol terhadap ongkos logistik di Tanah Air.

William Henley, praktisi ekonomi dari Indosterling Capital mengatakan, penurunan tarif tol tak akan berdampak signifikan terhadap turunnya ongkos logistik. "Banyak faktor yang mempengaruhi turunnya ongkos logistik," kata William, Senin (2/4/2018).

Salah satunya dari sisi efektivitas jalan tol terhadap ongkos logistik semakin berkurang. Bukan semata-mata karena tarif yang mahal. Indikator lain dapat dilihat dari tingkat kemacetan yang semakin parah. Misalnya, di ruas jalan tol yang menghubungkan Jakarta-Cikampek.

Badan Pengatur Jalan Tol mencatat V/C Ratio (rasio volume kendaraan yang masuk berbanding kapasitas jalan yang tersedia) sudah berada di angka 1. Sementara BPJT menyebut angka ideal V/C Ratio, yaitu 0,8, agar kecepatan kendaraan sesuai standar pelayanan minimal.

"Ini patut disayangkan. Apalagi, jalan tol Jakarta-Cikampek merupakan urat nadi utama perekonomian Indonesia," ujar William.

Jika melihat data volume kendaraan 2015, rata-rata perjalanan kendaraan dari dan menuju Jakarta melalui tol tersebut sekitar 590.000 kendaraan per hari.
Berbagai rekayasa yang dilakukan oleh aparat lintas gabungan dari Kementerian Perhubungan maupun Polri, termasuk sistem ganjil-genap, perlahan mulai berdampak positif.

Akan tetapi, diperlukan rekayasa-rekayasa dalam bentuk lain sehingga penurunan kemacetan menjadi lebih terasa.
Kemacetan yang semakin parah tentu membuat mobilitas angkutan semakin terbatas. Dalam kondisi lancar, sebuah kendaraan bisa melayani pengangkutan barang sebanyak tiga atau empat kali, misalnya.

"Kemacetan membuat jumlah perjalanan berkurang hingga hanya dua atau bahkan satu kali. Sangat merugikan," tandas William.

Efektivitas penurunan tarif tol untuk transportasi logistik juga berpotensi terasa hambar mengingat masalah klasik dalam sektor ini. Yaitu, maraknya pungutan liar alias pungli.

Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia mencatat ongkos logistik mencakup 24 persen dari biaya barang. Namun, kata William, biaya ini jadi lebih tinggi karena perilaku oknum-oknum di lapangan yang membebani ongkos pengiriman.

Asosiasi juga mengklaim pungli membuat pengiriman barang dari China ke Jakarta lebih murah dari pada dari ibu kota ke Padang.

Dalam menyelesaikan permasalahan pungli, Presiden Joko Widodo sudah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Pungutan Liar atau Saber Pungli pada Oktober 2016.
Sebagai ketua adalah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Polri menjadi ujung tombak dari Saber Pungli.

William menuturkan, dari data statistik, selama setahun saja, Polri sudah melakukan 1.075 operasi tangkap tangan dari skala kecil hingga skala besar. Jika didetailkan, sebagian besar sudah dilimpahkan ke kejaksaan untuk kemudian diproses di pengadilan. Vonis demi vonis kepada pelaku pun sudah dijatuhkan.

Namun, kerja Saber Pungli seolah tak berarti selama pungli sudah mendarah daging. Diperlukan upaya yang lebih tegas kepada oknum pelaku pungli. Sanksi pemecatan hingga tuntutan hukuman dengan masa hukuman yang lama bisa jadi pertimbangan.

Imbauan Presiden setelah polisi melakukan OTT terhadap sejumlah pegawai Kementerian Perhubungan yang diduga menerima suap terkait izin perkapalan, patut direnungkan.
Pada akhirnya, ikhtiar pemerintah untuk mendongkrak kinerja sektor logistik, termasuk dengan menurunkan tarif tol, patut diapresiasi.

Namun, seperti dijelaskan, semua ini tak akan bermakna apa-apa selama tidak diikuti langkah-langkah lain. Pemberantasan pungli harus jadi fokus utama ke depan. "Kinerja Saber Pungli harus semakin ditingkatkan. Jangan hanya semangat di awal," kata William.

Apabila semua sesuai rencana, maka diharapkan ongkos logistik di Tanah Air terus turun. Efek selanjutnya adalah investasi bisa mengalir deras ke dalam negeri di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Peningkatan investasi tentu dapat membuat kinerja perekonomian Indonesia semakin lebih baik.
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/02/134300726/dampak-penurunan-tarif-tol-ke-biaya-logistik-dinilai-kecil
 

·
Menyentuh alam vakum
Joined
·
647 Posts
Selasa, 03 Apr 2018 18:51 WIB
BPK Kritik Cara Pemerintah Atur Kenaikan Tarif Jalan Tol
Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap pemeriksaan atas pengelolaan operasional jalan tol atas kelancaran lalu lintas dan kebijakan tarif tol yang dilakukan Kementerian PUPR, BPJT, dan BUJT belum efektif.

Dalam Ikhtisar Laporan Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2017 yang dikutip detikFinance, Selasa (3/4/2018), pengelolaan operasional yang berkaitan dengan kelancaran lalu lintas dan kebijakan tarif tol ini masih belum efektif dalam aspek perencanaan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi.

Ada empat laporan yang membuat kegiatan pengelolaan jalan tol tersebut masih belum efektif.

Yang pertama ialah karena Kementerian PUPR dan BPJT belum mempunyai perencanaan untuk mengatasi permasalahan kelancaran lalu lintas di jalan tol karena belum tersedianya dokumen yang memuat rencana jangka pendek, menengah, dan rencana perbaikan serta koordinasi manajemen dan rekayasa lalu lintas sebagai alternatif solusi untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di beberapa ruas jalan tol di wilayah Jabodetabek.

Kemudian, proses penilaian pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) belum memadai dan terdapat beberapa ruas jalan tol tidak memenuhi standar pada aspek kelancaran lalu lintas. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat proses penilaian pemenuhan SPM yang tidak memadai, antara lain BPJT belum memiliki SOP pemeriksaan pemenuhan SPM yang lengkap.

BPJT juga tidak menetapkan standar penggunaan kecepatan tempuh rata-rata untuk dalam dan luar kota pada setiap ruas jalan tol yang digunakan dalam indikator SPM. Selain itu, pada beberapa ruas jalan tol tidak memenuhi indikator kecepatan tempuh minimal rata-rata, jumlah antrean kendaraan, dan sistem informasi variable message sign.

Selanjutnya, proses penyesuaian dengan menaikan tarif sesuai laju inflasi yang dilakukan oleh BPJT belum mempertimbangkan tingkat pelayanan maupun pemenuhan SPM pada kecepatan tempuh rata-rata dan panjang antrean pada gerbang tol. Selain itu juga belum mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.

Terakhir, pemantauan dan evaluasi yang dilaksanakan BPJT terhadap pemenuhan kewajiban BUJT belum memadai karena belum melakukan pemantauan atas kewajiban pelaporan oleh BUJT secara optimal dan tidak melakukan pemantauandan evaluasi atas rencana pengoperasian dan pemeliharaan yang dilakukan oleh BUJT.
https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-3951756/bpk-kritik-cara-pemerintah-atur-kenaikan-tarif-jalan-tol
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,062 Posts
Toll malaysia yah? aduh2.. jangan bandingin deh sama toll indonesia.. dari sisi kualitas aspal, sebaran toll, integrasi dengan jalan biasa, etc.. jauh kita dibawah mereka. Gw aja dari bandara ke KL naik bus sampe takjub liat malaysia sampe se-keren ini.. sampe malu gw sama tol kita kalo bandingin sama tol malaysia.

Kualitas aspalnya bagus, entah kenapa mereka aspalnya koq rada2 putih ya kayak aspal di singapore juga gitu apa lebih kuat gitu? Kalo liat di Google Maps, itu lebuh raya mereka itu bener2 dari konek dari ujung thailand sampai ke ujung singapore, semua rapi dan teratur jalan tollnya. Uda gitu menjelang KL kan jadi banyak bukit2 dan lembah gitu, wuah jadi canggih banget dah toll-nya naik turun masuk terowongan keluar2 uda lewat overpass pokoke indah lah. Uda gitu mereka uda biasa bangun jalan dulu sebelum bangunan disana di bangun, keliatan dari Putera Jaya dan CyberJaya-nya yang kota mandiri. jadi disana banyak exit2 toll yang sengaja disiapin kalo nanti jalan di kota2 itu sudah dibangun, jadi planningnya uda jauh dari kapan taun gitu.

Toll indonesia juga bagus sih tapi sebarannya masih dikit banget, ini aja transjawa uda keren abis, tapi masih di jawa belon konek ke bali atau sumatera pun. kualitas toll-nya pun juga masih dibawah malaysia, jadi untuk tol2 yang kuda beban macam cikampek dan jkt-tgr aja belepotan jalannya, tiap ada ujan gede dikit aja langsung dah bolong2 gede jalannya, bahkan mobil pun bisa mental saking gedenya. di malaysia semua jalan selebat apapun ujannya kayaknya mulus2 aja tuh soale saya liat minim sekali tambalan jalan bopeng2 disana (mungkin aja mereka lebih sering ngelapis ulang seluruh permukaan dibanding tambal sulam)

Makanya saya bingung, kalo malay naik biaya tol bisa 9 tahun sekali aja bisa buat jalan mulus dan bagus, kita naik tol 2 tahun sekali aja jalan masih suka makan ban dan pelek, gimana bisa? padahal JM aja ngaku2 ada Standar Pelayanan Minimal, minimal apanya? lampu sering mati dibanding nyala itu minimal? jalan sering makan korban gara2 bolong2 itu minimal? tol sering macet karena ga ada koordinasi dengan dishub daerah itu layanan minimal?

Maap2 nih ane nulis gini bukan apa2, biar orang2 sini kebuka juga matanya, sesama negara mayoritas melayu koq kita bisa beda jauh.. ga usah sama malay deh, 3/4-nya mereka aja uda bagus banget koq, tapi nyatanya? JM bisa tuh studi banding kesana liat standar layanan apa di jalan2 tol mereka dan tentuin layanan apa yg bisa langsung diimplemen di Indonesia dimulai dari biayanya terkecil macam teknik tambal sulam yang benar dan seamless.. itu aja dulu dah..

Aspal di Malaysia lebih putih karena jenis batu/kerikil yang dipakai agak beda dengan di Indonesia.

Di Indonesia, kalau di Pulau Jawa batu2an itu vulkanis makanya warnanya hitam -- kandungan karbonnya tinggi. Kalau pergi ke Sumatra, aspal di Sumatra (tepatnya di Provinsi Riau) juga warnanya akan memudar jadi agak terang setelah beberapa waktu. Warnanya kurang lebih sama. Di Sumatra, terutama di Riau dan makin ke pesisir (makin jauh dari gunung), aspalnya makin terang warnanya. Seperti jalan raya di Kabupaten Siak, provinsi Riau.

Di Malaysia juga kalau baru lapis aspal, warnanya hitam sama kayak aspal di Pulau Jawa kok.
 

·
Pengguna Terdaftar
Joined
·
2,427 Posts
Nah hitam apa nggak-nya apakah ngaruh sama kualitas aspal? Kalo di swastakan / rata2 jalan umum di kota2 besar terkesan gampang kalah ya aspalnya sama rendaman air sebentar pun, jadi abis ujan lebat, itu aspal2 di toll dan jalan2 gede langsung lobang2 kesana kemari.. padahal konon jalan2 di daerah malah ada yg awet2.. jadi itu aspalnya atau campuran aspalnya yg ngaruh?
 

·
Registered
Joined
·
4,149 Posts
Nah hitam apa nggak-nya apakah ngaruh sama kualitas aspal? Kalo di swastakan / rata2 jalan umum di kota2 besar terkesan gampang kalah ya aspalnya sama rendaman air sebentar pun, jadi abis ujan lebat, itu aspal2 di toll dan jalan2 gede langsung lobang2 kesana kemari.. padahal konon jalan2 di daerah malah ada yg awet2.. jadi itu aspalnya atau campuran aspalnya yg ngaruh?
Ada 2 faktor.
Trafficnya hi dense alias padat dalam 4 bulan beruntun dan waktu maintenance harian terbatas.
Faktor kedua adalah kalo daerah masih kurang dari standard.
Rata2 kepadatan masih boleh dibilang 2 kali lipat lebih sepi
 

·
Pengguna Terdaftar
Joined
·
2,427 Posts
Jadi ada kemungkinan campuran aspalnya bener2 ga dimainin? Itu toll kan mustinya kualitas aspalnya mustinya paling bagus, tapi tetep2 aja tuh hampir ga pernah ngalemin toll JKT - TGR jalannya mulus, pasti 30% ada aja yg rusak.

Uda gitu kualitas tambalan kita itu bener2 ga bagus ya, semacam tambalan asal2an aja, jadi bukannya sejajar sama permukaan lama, malah jadi sedikit naik.. coba aja 1 ruas ada 10 tambalan.. alhasil jalannya jadi ga mulus sama sekali..
 

·
Registered
Joined
·
9 Posts
Share Photo Lawas Jalan Tol

Gerbang Tol Taman Mini Utama


Entry Gate Gunung Putri



Cibubur Interchange




Bogor Interchange


Bonus:

Entah Kenapa sepertinya dulu Tol Jagorawi jalurnya lebih lebar dibandingkan sekarang, Bahu jalannya pun sangat lebar. Kalau dilihat dari photo, bahu jalan Tol Jagorawi tidak menggunakan aspal, namun kerikil halus (CMIIW)
 

·
Registered
Joined
·
218 Posts
such a gems! suka banget liat foto2 jaman dulu sebagai pembanding dengan keadaan sekarang. berharap banyak yg punya koleksinya trus diupdate kesini
 

·
Menyentuh alam vakum
Joined
·
647 Posts
Share Photo Lawas Jalan Tol

Gerbang Tol Taman Mini Utama


Entry Gate Gunung Putri



Cibubur Interchange




Bogor Interchange


Bonus:

Entah Kenapa sepertinya dulu Tol Jagorawi jalurnya lebih lebar dibandingkan sekarang, Bahu jalannya pun sangat lebar. Kalau dilihat dari photo, bahu jalan Tol Jagorawi tidak menggunakan aspal, namun kerikil halus (CMIIW)
This is that start everything. First ever toll road in Indonesia :cheers:

Itu lahan buat IC Bogor lapaang banget, kalau dibangun sekarang paling ya mepet2 sama lahan sekitar :nuts:

Indeed, lajurnya memang lebih luas dibandingkan standar sekarang (3,7 m di foto vs 3,6 m sekarang), so taspatnya waktu itu lebih kencang (max 120 km/j vs 100 km/j sekarang).

Jadi penasaraaan banget. Tarif tol ini pada waktu itu dianggap mahal nggak sih di budget masyarakat saat itu ?? Mengingat tarif tol baru saat ini mahal :D
 

·
Registered
Joined
·
4,149 Posts
This is that start everything. First ever toll road in Indonesia :cheers:

Itu lahan buat IC Bogor lapaang banget, kalau dibangun sekarang paling ya mepet2 sama lahan sekitar :nuts:

Indeed, lajurnya memang lebih luas dibandingkan standar sekarang (3,7 m di foto vs 3,6 m sekarang), so taspatnya waktu itu lebih kencang (max 120 km/j vs 100 km/j sekarang).

Apalagi ada mediannya, mirip-mirip lah kayak interstate-nya amrik.

Jadi penasaraaan banget. Tarif tol ini pada waktu itu dianggap mahal nggak sih di budget masyarakat saat itu ?? Mengingat tarif tol baru saat ini mahal :D
Tarif tol saat itu dibuka dengan harga 450 rupiah.
Itu setara sama harga sekarang itu kayak tol cipularang+harga dalkot.
Jadi terbilang mahal, buat yang punya mobil.
 
81 - 100 of 986 Posts
Top