SkyscraperCity banner

981 - 1000 of 1015 Posts

·
Registered
Joined
·
1,474 Posts
Mau tol layang macem apa lagi sih? Semenjak tol japek elevated sukses, wacana mau bikin tol diatas tol existing gaada habis habisnya mulai dari tol pelabuhan double decker, Ulujami - Jatiasih elevated, sekarang nongol lagi yang baru Cikunir - Karawaci, seakan tol bertumpuk-tumpuk adalah solusi dari segala masalah kemacetan...

Padahal Japek elevated sendiri cuma solusi "instan" nan kepepet dari kemacetan yg sekarang, solusi jangka panjangnya ya bangun tol yang bener-bener baru dan terpisah yaitu tol Japek selatan

Kalo tol JORR ama dalkot dibikin tumpuk-tumpuk ga perlu lah, toh JORR2 jg lagi dibangun, nati juga kerasa efeknya JORR 2 tanpa harus bikin tol tumpuk
 

·
Cis Indische (2011-2018)
Joined
·
1,793 Posts
Masuk PSN, Tol Samarinda–Bontang Ditarget Rampung 2024

...
Berdasarkan perencanaan semula, Tol Samarinda–Bontang memiliki panjang 94 km. Jalan Tol Samarinda–Bontang ini akan menjadi bagian dari rencana pembangunan jalan tol di Kaltim sepanjang 323 km, meliputi ruas jalan Balikpapan–Samarinda–Bontang, Sangatta–Maloy. Ruas jalan tol ini merupakan jaringan jalan tol di Kaltim yang akan terkoneksi dengan Bandara Samarinda Baru, Jembatan Mahkota II, Bontang Lestari atau pusat Pemerintahan Kota Bontang, dan kawasan cluster industri. Ruas jalan tol Samarinda–Bontang yang akan diusulkan saat ini sudah siap dengan basic design. Kehadiran jalan tol ini akan mempersingkat jarak antara Samarinda menuju Bontang dan sebaliknya. Jalur yang ada saat ini sepanjang 122 km. Sementara dengan jalan tol jaraknya akan menjadi hanya 94 km dengan kondisi jalan yang lebih baik dan cenderung rata, sehingga waktu tempuh lebih singkat. Jalan tol Samarinda–Bontang direncanakan terbagi dalam empat seksi, yakni Seksi I: Palaran–Bandara APT Pranoto sepanjang 23,5 km, Seksi 2: Bandara APT Pranoto–Sambera sepanjang 24 km, Seksi 3: Sambera–Marangkayu sepanjang 22,5 km dan Seksi 4: Marangkayu–Bontang sepanjang 24 km.
...
Kutipan fokus di tol Kaltim, bakal diperpanjang sampai Maloy, jauh bgd ya. Malah blm ada target jalan tol ke Banjarmasin.
 

·
Registered
Joined
·
73 Posts
Masuk PSN, Tol Samarinda–Bontang Ditarget Rampung 2024



Kutipan fokus di tol Kaltim, bakal diperpanjang sampai Maloy, jauh bgd ya. Malah blm ada target jalan tol ke Banjarmasin.
sebenarnya bangun tol di kalimantan itu feasible ga sih? kalau fungsinya untuk menghubungkan ibukota provinsi kayak trans sumatera, angkutan barang dg kapal mungkin lebih efisien buat bangun infrastrukturnya, semua ibukota provinsi di tepi laut kecuali palangkaraya, itu pun bisa diakses lewat sungai karena sungainya navigable. kalau angkutan orang, sementara pakai pesawat saja.

kalimantan itu penduduknya sedikit & pulaunya terlalu besar buat dibangun tol. kalaupun dibangun tol, setelah balsam mungkin bangun ruas banjarmasin-palangkaraya. ga papa tolnya sementara sepotong2 ga nyambung terus dari ujung timur ke ujung barat. lagian siapa sih yg mau jalan darat menyusuri kalimantan? katanya tiket pesawat pontianak-jkt lebih murah drpd ponti-banjar :lol:
 

·
Cis Indische (2011-2018)
Joined
·
1,793 Posts
Utk menghubungkan antar ibukota provinsi lewat sungai jg ga mgkn krn tipikal kota2 besar di Kalimantan itu ada di tepian, menjaga muara sungai masing2 seperti Samarinda-Mahakam, Banjarmasin-Barito, Pontianak-Kapuas, dll, dan berfungsi sbg pusat logistik (menerima barang dari luar pulau, terutama Jawa) utk kemudian disalurkan lewat sungai ke pedalaman, kalau ada jalan ya bs lewat jalan raya. Tp antar kota2 pesisir ini hanya bs dihubungkan lewat jalan atau sekalian lewat laut dan udara. Meski ini bukan berarti layak dibangun tol mengelilingi pesisir Kalimantan, yg paling mgkn ya cm Singkawang-Pontianak (terhubung dg pelabuhan Kijing) dan koridor Banjarmasin-Palangkaraya dan Penajam-Balikpapan-Samarinda-Bontang (dg potensi dua ruas terpisah ini dihubungkan).

Di sisi lain, Maloy bakal jd salah satu pusat industri oleokimia (berbasis minyak sawit) sih, bakal ada pelabuhan laut dalam jg di sana (rencana). Mgkn ini salah satu alasan tol diperpanjang ke sana. Saya jg melihatnya pantai timur Kalimantan ini dipersiapkan sbg pusat pertumbuhan baru seperti Pantura (meski tentunya ga akan sepadat Pantura) dan pantai timur Sumatra di sepanjang Tol Trans Sumatra sbg tulang punggung, terutama di sekitar kota2 besar seperti Medan, Pekanbaru, Palembang dan Bandar Lampung.

Dan ini jg masih rencana jangka sangat panjang, Samarinda-Bontang saja ditarget selesai 2024. Bs saja di atas 2030 ruas2 yg lain baru jd kenyataan, dan rencana bs diubah2 sesuai kondisi. Di masa itu masi sulit utk menerka2 akan sperti apa pantai timur Kalimantan ini nantinya, dan secepat apa pertumbuhan penduduknya.
 

·
Registered
Joined
·
713 Posts
sebenarnya bangun tol di kalimantan itu feasible ga sih? kalau fungsinya untuk menghubungkan ibukota provinsi kayak trans sumatera, angkutan barang dg kapal mungkin lebih efisien buat bangun infrastrukturnya, semua ibukota provinsi di tepi laut kecuali palangkaraya, itu pun bisa diakses lewat sungai karena sungainya navigable. kalau angkutan orang, sementara pakai pesawat saja.

kalimantan itu penduduknya sedikit & pulaunya terlalu besar buat dibangun tol. kalaupun dibangun tol, setelah balsam mungkin bangun ruas banjarmasin-palangkaraya. ga papa tolnya sementara sepotong2 ga nyambung terus dari ujung timur ke ujung barat. lagian siapa sih yg mau jalan darat menyusuri kalimantan? katanya tiket pesawat pontianak-jkt lebih murah drpd ponti-banjar :lol:
Bagian dari boosting economic growth, china juga kota2 sepi even yang bisa disebut ghost town pun infra nya dibangun apik :nuts:
 

·
Registered
Joined
·
1,525 Posts
Alternative bro, seandainya lewat udara gabisa (amit amit misalnya karhutla) ya solusinya harus lewat darat. Sekarang jalan darat aja keriting di Kalimantan.

Penting jg dibangun yg begitu2. Jangan abai jg
 

·
Cis Indische (2011-2018)
Joined
·
1,793 Posts
Crossposting dari thread Highway Dunia.

Motorway development in Indonesia, a recent update

Under-construction sections, progress on Feb 17th and March 30th (underlined):

  1. Ciawi - Sukabumi (Bocimi), 54 km: 36.41% ➡ 38.86% (partly operational)
  2. Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) section I-II, 27.62 km: 76.7% ➡ 78.88%
  3. Cisumdawu section III-VI, 33.22 km: 22.73% ➡ 22.73%
  4. Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM), 38.4 km: 82.49% ➡ 90.03%
  5. Pandaan - Malang Section V, 3.11 km: 80.7% ➡ 100% (finished)
  6. Balikpapan - Samarinda (Balsam) section I and V, 32.27 km: 97.65% ➡ 97.44%
  7. Manado - Bitung, 39 km: 79.89% ➡ 76.64%
  8. Serang - Panimbang section I-II, 50.67 km: 19.16% ➡ 32.16%
  9. AP Petarani Elevated Toll Road in Makassar, 4.3 km: 55.47% ➡ 74.07%
  10. Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu), 16.01 km: 87.15%84.52% (partly operational)
  11. Depok - Antasari (Desari), 28 km: 43.6% ➡ 46.78% (partly operational)
  12. Cinere - Jagorawi (Cijago, Jakarta Outer Ring Road II), 14.7 km: 62.59% ➡ 62.59% (partly operational)
  13. Cimanggis - Cibitung (part of JORR II), 25.21 km: 62.49% ➡ 62%
  14. Cibitung - Cilincing (part of JORR II), 34.01 km: 70.19% ➡ 71.42%
  15. Serpong - Cinere (part of JORR II), 10.14 km: 76.05% ➡ 90.01%
  16. Cengkareng - Batuceper - Kunciran (part of JORR II), 14.19 km: 76.34% ➡ 80.22%
  17. Serpong - Balaraja (Serbaraja) first phase, 5.15 km: 6.66% ➡ 7.14%
  18. Bogor Ring Road section III, 4.5 km: 50.36% ➡ 61.11%
  19. Kelapa Gading - Pulo Gebang (part of Jakarta Inner Ring Road II), 9.3 km: 58.51% ➡ 61.36%
  20. Jakarta - Cikampek II (Southern Japek), 64 km: 6.59% ➡ 8.10%
  21. Kayuagung - Palembang - Betung (Kapalbetung), 111.69 km: 52.06% ➡ 57.21%
  22. Pekanbaru - Dumai (Pekdum), 131.5 km: 88.3% ➡ 90.13%
  23. Medan - Binjai, 16.72 km: 81.97%82.74% (partly operational)
  24. Kuala Tanjung - Tebing Tinggi- Parapat section I-IV, 96.45 km: 27.88% ➡ 36.72%
  25. Sigli - Banda Aceh, 74 km: 24.13% ➡ 34.19%
Bolded: sections with construction progress more than 70%.
Source: BPJT - Badan Pengatur Jalan Tol
 

·
Registered
Joined
·
1 Posts
Crossposting dari thread Highway Dunia.

Motorway development in Indonesia, a recent update

Under-construction sections, progress on Feb 17th and March 30th (underlined):

  1. Ciawi - Sukabumi (Bocimi), 54 km: 36.41% ➡ 38.86% (partly operational)
  2. Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) section I-II, 27.62 km: 76.7% ➡ 78.88%
  3. Cisumdawu section III-VI, 33.22 km: 22.73% ➡ 22.73%
  4. Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM), 38.4 km: 82.49% ➡ 90.03%
  5. Pandaan - Malang Section V, 3.11 km: 80.7% ➡ 100% (finished)
  6. Balikpapan - Samarinda (Balsam) section I and V, 32.27 km: 97.65% ➡ 97.44%
  7. Manado - Bitung, 39 km: 79.89% ➡ 76.64%
  8. Serang - Panimbang section I-II, 50.67 km: 19.16% ➡ 32.16%
  9. AP Petarani Elevated Toll Road in Makassar, 4.3 km: 55.47% ➡ 74.07%
  10. Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu), 16.01 km: 87.15%84.52% (partly operational)
  11. Depok - Antasari (Desari), 28 km: 43.6% ➡ 46.78% (partly operational)
  12. Cinere - Jagorawi (Cijago, Jakarta Outer Ring Road II), 14.7 km: 62.59% ➡ 62.59% (partly operational)
  13. Cimanggis - Cibitung (part of JORR II), 25.21 km: 62.49% ➡ 62%
  14. Cibitung - Cilincing (part of JORR II), 34.01 km: 70.19% ➡ 71.42%
  15. Serpong - Cinere (part of JORR II), 10.14 km: 76.05% ➡ 90.01%
  16. Cengkareng - Batuceper - Kunciran (part of JORR II), 14.19 km: 76.34% ➡ 80.22%
  17. Serpong - Balaraja (Serbaraja) first phase, 5.15 km: 6.66% ➡ 7.14%
  18. Bogor Ring Road section III, 4.5 km: 50.36% ➡ 61.11%
  19. Kelapa Gading - Pulo Gebang (part of Jakarta Inner Ring Road II), 9.3 km: 58.51% ➡ 61.36%
  20. Jakarta - Cikampek II (Southern Japek), 64 km: 6.59% ➡ 8.10%
  21. Kayuagung - Palembang - Betung (Kapalbetung), 111.69 km: 52.06% ➡ 57.21%
  22. Pekanbaru - Dumai (Pekdum), 131.5 km: 88.3% ➡ 90.13%
  23. Medan - Binjai, 16.72 km: 81.97%82.74% (partly operational)
  24. Kuala Tanjung - Tebing Tinggi- Parapat section I-IV, 96.45 km: 27.88% ➡ 36.72%
  25. Sigli - Banda Aceh, 74 km: 24.13% ➡ 34.19%
Bolded: sections with construction progress more than 70%.
Source: BPJT - Badan Pengatur Jalan Tol
Maaf pak, Ijin tanya. Di beberapa ruas jalan tol kok ada yang progressnya berkurang? Seperti jalan tol Manado-Bitung dari 79.89 ke 76.44? Dan Becakayu juga turun dari 87 ke 84? Apakah salah atau memang progres lapangan berkurang, somehow? Trims
 

·
Cis Indische (2011-2018)
Joined
·
1,793 Posts
Maaf pak, Ijin tanya. Di beberapa ruas jalan tol kok ada yang progressnya berkurang? Seperti jalan tol Manado-Bitung dari 79.89 ke 76.44? Dan Becakayu juga turun dari 87 ke 84? Apakah salah atau memang progres lapangan berkurang, somehow? Trims
Nah itu ga tau. Saya ngopi plek aja data dari BPJT. Bisa bbrp kemungkinan. Antara data di awal ada kesalahan perhitungan yg mana ternyata lebih banyak yg belum selesai dibanding keseluruhan proyek, atau ada tambahan usulan pekerjaan seperti pembangunan flyover, overpass, underpass atau gerbang tol baru yg disetujui atau kemunduran krn gagal eksekusi di pembebasan lahan.
 

·
Registered
Joined
·
181 Posts
Crossposting dari thread Highway Dunia.

Motorway development in Indonesia, a recent update

Under-construction sections, progress on Feb 17th and March 30th (underlined):

  1. Ciawi - Sukabumi (Bocimi), 54 km: 36.41% ➡ 38.86% (partly operational)
  2. Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) section I-II, 27.62 km: 76.7% ➡ 78.88%
  3. Cisumdawu section III-VI, 33.22 km: 22.73% ➡ 22.73%
  4. Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM), 38.4 km: 82.49% ➡ 90.03%
  5. Pandaan - Malang Section V, 3.11 km: 80.7% ➡ 100% (finished)
  6. Balikpapan - Samarinda (Balsam) section I and V, 32.27 km: 97.65% ➡ 97.44%
  7. Manado - Bitung, 39 km: 79.89% ➡ 76.64%
  8. Serang - Panimbang section I-II, 50.67 km: 19.16% ➡ 32.16%
  9. AP Petarani Elevated Toll Road in Makassar, 4.3 km: 55.47% ➡ 74.07%
  10. Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu), 16.01 km: 87.15%84.52% (partly operational)
  11. Depok - Antasari (Desari), 28 km: 43.6% ➡ 46.78% (partly operational)
  12. Cinere - Jagorawi (Cijago, Jakarta Outer Ring Road II), 14.7 km: 62.59% ➡ 62.59% (partly operational)
  13. Cimanggis - Cibitung (part of JORR II), 25.21 km: 62.49% ➡ 62%
  14. Cibitung - Cilincing (part of JORR II), 34.01 km: 70.19% ➡ 71.42%
  15. Serpong - Cinere (part of JORR II), 10.14 km: 76.05% ➡ 90.01%
  16. Cengkareng - Batuceper - Kunciran (part of JORR II), 14.19 km: 76.34% ➡ 80.22%
  17. Serpong - Balaraja (Serbaraja) first phase, 5.15 km: 6.66% ➡ 7.14%
  18. Bogor Ring Road section III, 4.5 km: 50.36% ➡ 61.11%
  19. Kelapa Gading - Pulo Gebang (part of Jakarta Inner Ring Road II), 9.3 km: 58.51% ➡ 61.36%
  20. Jakarta - Cikampek II (Southern Japek), 64 km: 6.59% ➡ 8.10%
  21. Kayuagung - Palembang - Betung (Kapalbetung), 111.69 km: 52.06% ➡ 57.21%
  22. Pekanbaru - Dumai (Pekdum), 131.5 km: 88.3% ➡ 90.13%
  23. Medan - Binjai, 16.72 km: 81.97%82.74% (partly operational)
  24. Kuala Tanjung - Tebing Tinggi- Parapat section I-IV, 96.45 km: 27.88% ➡ 36.72%
  25. Sigli - Banda Aceh, 74 km: 24.13% ➡ 34.19%
Bolded: sections with construction progress more than 70%.
Source: BPJT - Badan Pengatur Jalan Tol
Post aslinya dimana ya?
 

·
Cis Indische (2011-2018)
Joined
·
1,793 Posts

·
Registered
Joined
·
1,954 Posts
5 Ruas Tol dan 1 Jembatan Siap Dilelang, Ini Daftarnya

Jakarta -
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja menawarkan proyek ruas tol dan jembatan senilai Rp 80,5 triliun kepada swasta. Penawaran dibuka untuk enam proyek sekaligus dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Kementerian PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) atau Government Contracting Agency proyek KPBU menyelenggarakan market sounding dengan tujuan untuk menyampaikan informasi kepada para investor dan pemangku kepentingan terkait proyek-proyek KPBU yang akan dikerjasamakan," ujar Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR Hery Trisaputra Zuna dalam acara market sounding, Kamis (30/4/2020).

Adapun enam proyek yang dimaksud meliputi jalan tol Semanan-Balaraja dengan nilai investasi Rp 15,5 triliun, jalan tol Cikunir-Ulunami dengan nilai investasi Rp 21,5 triliun, jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat dengan nilai investasi Rp 15,3 triliun, jalan tol akses Patimban dengan nilai investasi Rp 7,5 triliun, jalan tol Semarang Harbour Rp 11,7 triliun, dan Jembatan Batam-Bintan dengan nilai Rp 8,7 triliun.

Akan tetapi dari seluruh proyek tersebut baru 1 ruas tol yang siap dilelang, sisanya masih dalam tahap review dokumen bahkan ada yang baru sampai tahap penyusunan pra-studi kelaikan.

"Jalan tol Semanan-Balaraja saat ini dalam tahap siap dilelangkan. Sisanya masih dalam tahap review dokumen lelang yaitu jalan tol layang Cikunir-Ulujami, jalan tol Sentul Selatan- Karawang Barat, jalan tol akses Patimban dalam tahap penyusunan dokumen lelang, jalan tol Semarang Harbour dalam tahap evaluasi dokumen prastudi kelayakan, dan jembatan Batan-Bintan dalam tahap penyusunan pra studi kelaikan," paparnya.

Akan ada tol layang lagi.. Cikunir-Ulujami kayanya
 

·
Registered
Joined
·
2,837 Posts
Tol Sentul Selatan-Karawang Barat Beroperasi 2023
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menawarkan enam proyek infrastruktur dengan total nilai investasi sebesar Rp Rp 80,84 triliun kepada swasta.

Seluruh proyek tersebut akan digarap dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Salah satu proyek yang ditawarkan dalam acara penjajakan minat pasar atau market sounding yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah Tol Sentul Selatan-Karawang Barat.

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR Reni Ahiantini mengatakan, konstruksi akses bebas hambatan tersebut diharapkan bisa dilaksanakan pada tahun 2021. Dengan demikian, pada tahun 2023, jalan ini bisa beroperasi.

Hingga saat ini, progres proyek tol tersebut masih dalam tahap finalisasi dokumen lelang. Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat dirancang sepanjang 61,5 kilometer dan merupakan prakarsa dari PT Pamapersada Nusantara. Menurut Reni, titik awal jalan ini berada di junction Sentul yang nantinya akan terkoneksi dengan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), dan Bogor Outer Ring Road (BORR).

"Dan titik akhirnya ada di junction Karawang yang terkoneksi dengan jalan tol Jakata-Cikampek," tutur Reni dalam konferensi video di Jakarta, Kamis (30/4/2020). Keberadaan tol ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan eksisting di Jadebotabek serta mengatasi macet di Puncak.

"Dan secara khusus memfasilitasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek yang langsung menuju Bogor," tutur dia. Rencananya, tol ini dilengkapi dengan enam buah on/off ramp dan dua simpang susun atau interchange serta tiga junction. Kementerian PUPR juga menawarkan lima infrastruktur lain yakni Jalan Tol Semanan-Balaraja sepanjang 32,39 kilometer dengan biaya investasi Rp 15,53 triliun, Jalan Tol Cikunir-Ulujami sepanjang 21,5 dengan nilai investasi Rp 21,57 triliun. Kemudian Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,7 kilometer dengan biaya investasi Rp 7,53 triliun serta Jalan Tol Semarang Harbour sepanjang 21,03 kilometer dengan biaya investasi Rp 12,5 triliun. Dan terakhir proyek Jembatan Batam-Bintan sepanjang 14,757 kilometer dengan biaya investasi Rp 8,78 triliun.
sumber
 

·
Registered
Joined
·
2,837 Posts
Tol Semarang Harbour Terintegrasi Tanggul Laut dan Polder
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Reni Ahiantini memastikan Tol Semarang Harbour terintegrasi dengan tanggul laut dan polder.

"Yang agak berbeda dari proyek ini adalah nantinya merupakan integrasi dari pembangunan jalan tol, pembangunan tanggul laut, dan polder," ucap Reni dalam konferensi video di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Tol Semarang Harbour merupakan satu dari enam proyek infrastruktur yang ditawarkan Kementerian PUPR kepada investor. Jalan bebas hambatan ini dirancang sepanjang 21,03 kilometer dengan biaya investasi Rp 12,5 triliun. Saat ini, progresnya masih dalam tahap evaluasi dokumen pra-studi kelayakan.

Beberapa proyek yang terintegrasi Tol Semarang Harbour tersebut bertujuan untuk mengatasi kemacetan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mobilisasi logistik. Bukan itu saja, proyek-proyek ini juga bermanfaat mengatasi abrasi banjir dan memenuhi kebutuhan air bersih khususnya bagi masyarakat di Kota Semarang.

Untuk itulah, Reni mengingatkan investor yang akan mengerjakan proyek ini untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda), dalam hal ini Pemerintah Kota Semarang. "Nantinya badan usaha diharapkan akan bekerja sama dengan pemerintah kota, karena pembangunan polder nanti akan ada kontribusi dari Pemerintah Kota Semarang," ujar dia.

Tol Semarang Harbour merupakan proyek yang diprakarsai oleh PT Sumber Mitra Jaya dan PT Waskita Toll Road. Rencananya, konstruksi tol akan dimulai pada tahun 2021 dan beroperasi pada 2023. Reni menambahkan, titik awal tol ini berada di wilayah Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Nantinya, jalur tersebut akan terkoneksi dengan Tol Semarang-Batang dan berakhir di daerah Kaligawe, Kota Semarang, yang tersambung dengan Tol Semarang-Demak.
sumber
 

·
anak bijak
Joined
·
847 Posts
Menurut saya, Indonesia butuh memperbanyak jalan tol khusus untuk pengendara sepeda motor (yang pertama adalah Jalan Tol Mandara Bali) dengan tujuan alternatif pilihan pengendara motor yang ingin mudik, tetapi jarak lebih dari 100 km untuk motor harus menggunakan kubikasi 250cc keatas dan sedangkan jarak batas sampai 100 km untuk motor dengan kubikasi 0-250cc dan batas kecepatan-nya 80 km/j untuk motor 0-250cc & 100 km/j untuk motor lebih dari 250cc.

Contoh :
102702

Papan Rambu masuk tol untuk sepeda motor

102705

Sebuah sepeda motor di Jalan Tol Lintas Pulau Singapura (PIE)

Misalkan proposal jalur khusus sepeda motor di Jalan Tol seluruh Indonesia :
  • Jalan Tol Binjai - Tebing Tinggi (0-250cc) : dimulai dari gerbang tol Binjai sampai ke gerbang tol Tebing Tinggi
  • Jalan Tol Jambi - Palembang (250cc+, sedang dalam pembangunan) : dimulai dari gerbang tol Spg. NESS/CRC sampai ke gerbang tol Jakabaring
 

·
Registered
Joined
·
4,190 Posts
Menurut saya, Indonesia butuh memperbanyak jalan tol khusus untuk pengendara sepeda motor (yang pertama adalah Jalan Tol Mandara Bali) dengan tujuan alternatif pilihan pengendara motor yang ingin mudik, tetapi jarak lebih dari 100 km untuk motor harus menggunakan kubikasi 250cc keatas dan sedangkan jarak batas sampai 100 km untuk motor dengan kubikasi 0-250cc dan batas kecepatan-nya 80 km/j untuk motor 0-250cc & 100 km/j untuk motor lebih dari 250cc.

Contoh :
View attachment 102702
Papan Rambu masuk tol untuk sepeda motor

View attachment 102705
Sebuah sepeda motor di Jalan Tol Lintas Pulau Singapura (PIE)

Misalkan proposal jalur khusus sepeda motor di Jalan Tol seluruh Indonesia :
  • Jalan Tol Binjai - Tebing Tinggi (0-250cc) : dimulai dari gerbang tol Binjai sampai ke gerbang tol Tebing Tinggi
  • Jalan Tol Jambi - Palembang (250cc+, sedang dalam pembangunan) : dimulai dari gerbang tol Spg. NESS/CRC sampai ke gerbang tol Jakabaring
Teorinya memang bisa 100 maksimal.
Tapi faktanya?
Ga liat tuh ada jalan sepi bisa disikat jadi 150, sampai crash parah.
Bahkan ada yang lebih parah.
Ducati 400 cc di jalan sepi 170 km saat lebaran.
Mending dipisah kalau memang ada tol dengan jalan mobil
 
981 - 1000 of 1015 Posts
Top