SkyscraperCity banner

17061 - 17080 of 17358 Posts

·
Registered
Joined
·
9,792 Posts
Mesti dievaluasi lagi soal kebijakan pemerintah dalam hal pertanian. Sampai sejauh mana insentif bagi para petani. Contoh di Canada, yang namanya petani mereka mendapatkan kemudahan yang luar biasa. Bahkan pajak bagi petani itu khusus. Petani juga memperoleh bantuan berlimpah untuk memperlancar usahanya dan distribusi hasilnya. Jadinya, yang namanya petani di sini itu jangan dianggap remeh. Mereka orang-orang kaya yang bekerja cuma beberapa bulan dan di musim dingin mereka banyak yang justru jalan-jalan santai menikmati hari atau ke luar negeri cari kehangatan.

Kalau saya jalan-jalan melewati daerah pertanian, rumah-rumah petani itu besar-besar dengan halaman luas dan biasanya berada di lingkungan tanah garapannya.

Pemerintah harus mulai mengupayakan pemberian insentif dan perhatian khusus bagi para petani, termasuk para buruh taninya, agar mereka bersemangat dan meningkat produktivitasnya. Insentif yang luar biasa juga dapat dijadikan kail untuk memancing dan menarik perhatian orang agar mereka tertarik memasuki profesi wirausaha tani.
Judulnya rada clickbait sih. Walau memang makin hari makin banyak bule, orang Korea, Jepang, dan Afrika yang bikin review Indomie di YouTube. Motivasi utamanya mungkin buat narik viewers dari Indonesia yang terus meningkat. Tapi semoga makin memperluas peluang Indonesia untuk ekspor kenikmatan Indomie dan bangun pabrik baru di luar. Diplomasi micin cukup berhasil ya.
Itulah saya bilang dulu jajah benua lain. Afrika mana peduli micin? Beda sama AS yg kepentingan business mengalahkan kepentingan negara.

Org Korea Selatan emang paling rajin promo budaya mereka. Temen saya aja tiap hari facebookan promo masakan sendiri. Padahal gak punya restaurant.
 

·
Je me souviens
Joined
·
12,651 Posts
Itulah saya bilang dulu jajah benua lain. Afrika mana peduli micin? Beda sama AS yg kepentingan business mengalahkan kepentingan negara.

Org Korea Selatan emang paling rajin promo budaya mereka. Temen saya aja tiap hari facebookan promo masakan sendiri. Padahal gak punya restaurant.
Kok rasanya nggak nyambung yah? Ini kan ngomongin soal click bait youtuber Korea, Jepang dan Afrika? Juga dikaitkan dengan soal youtube rencana investasi putri kerajaan itu. Kok bisa sampai ke Amerika dan kepentingan politiknya? Padahal gak ada Amerikanya sama sekali lho....

Yang dikatakan di postingan bro cis logos itu adalah youtuber asal Korsel justru mempromosikan Indonesia untuk click bait penonton Indonesia, kok malah dibilang rajin promo budaya mereka?

Postingan saya soal petani dan postingan bro cis logos soal click bait itu nggak ada koneksinya kok. Itu kayaknya beda topik deh....
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
7,563 Posts
^ akhirnya.... ngapain buka digital service kalau ujung-ujungnya harus memelihara kantor cabang.

selama ini "bank digital" yang telah beroperasi "dipaksa" OJK untuk tetap menginduk ke bank utamanya agar tetap bisa melayani walk-in customer di cabang-cabang mereka untuk setor tarik dan komplain. Digibank dan Jenius yang tadinya digital-only kalau tidak salah disemprit OJK karena menolak nasabah walk-in di kantor DBS atau BTPN sehingga akhirnya mereka menerima nasabah digital di brick-mortar branch; alhasil bank lain yang lebih seperti UOB, CIMB, Permata tetap melayani nasabah digitalbank-nya (TMRW, Octo, PermataX) di kantor-kantor cabang.
Peraturan inipun menghambat customer acquisition di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur, yang cenderung tidak terdapat kantor-kantor cabang bank yang telah membuka "digital bank" karena pangsa pasar yang kecil bagi bank swasta nasional.
 

·
Registered
Joined
·
9,792 Posts
Kok rasanya nggak nyambung yah? Ini kan ngomongin soal click bait youtuber Korea, Jepang dan Afrika? Juga dikaitkan dengan soal youtube rencana investasi putri kerajaan itu. Kok bisa sampai ke Amerika dan kepentingan politiknya? Padahal gak ada Amerikanya sama sekali lho....

Yang dikatakan di postingan bro cis logos itu adalah youtuber asal Korsel justru mempromosikan Indonesia untuk click bait penonton Indonesia, kok malah dibilang rajin promo budaya mereka?

Postingan saya soal petani dan postingan bro cis logos soal click bait itu nggak ada koneksinya kok. Itu kayaknya beda topik deh....
Saya bahas diplomasi micin indomies Oom yg sukses di Afrika. Itu baru indomie loh. Belum teh, kopi, cerutu dsb. Dah jualan gitu aja dulu yg penting terbaik di pasaran. Turus baru merembet yg lain spt beli supply chain di sana sbg kantor pemasaran atau distributor. Habis itu diversivikasi. Nah yg di Indo di kasih intensive tuh buat rakyat produksi yg kelas dunia.
 

·
Registered
Joined
·
9,792 Posts
^ akhirnya.... ngapain buka digital service kalau ujung-ujungnya harus memelihara kantor cabang.

selama ini "bank digital" yang telah beroperasi "dipaksa" OJK untuk tetap menginduk ke bank utamanya agar tetap bisa melayani walk-in customer di cabang-cabang mereka untuk setor tarik dan komplain. Digibank dan Jenius yang tadinya digital-only kalau tidak salah disemprit OJK karena menolak nasabah walk-in di kantor DBS atau BTPN sehingga akhirnya mereka menerima nasabah digital di brick-mortar branch; alhasil bank lain yang lebih seperti UOB, CIMB, Permata tetap melayani nasabah digitalbank-nya (TMRW, Octo, PermataX) di kantor-kantor cabang.
Peraturan inipun menghambat customer acquisition di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur, yang cenderung tidak terdapat kantor-kantor cabang bank yang telah membuka "digital bank" karena pangsa pasar yang kecil bagi bank swasta nasional.
Pernah di coba di negara2 maju, digibank gak sukses. Buat customer jg sulit. Contoh kalau mau buka rekening bank harus bertemu dgn komputer yg sdh di program hanya jawab Q&A yg itu2 saja. Ya solusi mereka gak bakal kelar.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
7,563 Posts
Pernah di coba di negara2 maju, digibank gak sukses. Buat customer jg sulit. Contoh kalau mau buka rekening bank harus bertemu dgn komputer yg sdh di program hanya jawab Q&A yg itu2 saja. Ya solusi mereka gak bakal kelar.
Revolut sukses dan terus global expansion, Monzo OK, SimpleBank masih ada juga.
Gak sukses di negara maju mana ya?
 

·
Moderator
cis indische (2011 - 2017)
Joined
·
2,659 Posts
Bank digital udah banyak yang pakai kok di negara-negara Eropa. Waktu di Edinburgh dulu teman-teman di sana banyak yang make, terutama yang dari negara berkembang seperti Nigeria, Myanmar, Bangladesh, dan Kolombia. Semua benar-benar dilakukan via online tanpa kunjungan ke kantor fisik. Saya malah sempat hampir nyoba, karena kemudahan dan keamanannya, banyak juga penawaran menarik serta sama-sama punya kemudahan transfer antar negara Eropa, cuma ga jadi karena pas mau daftar di situ, registrasi akun saya diterima di Bank of Scotland.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
7,563 Posts
Er... beberapa gak sukses bukan berarti semua gagal kan? Kalau gagal tuh Revolut dah tutup, Monzo dah hilang, Tinkoff dah entah ke mana
 

·
Registered
Joined
·
4,190 Posts
Pemilik cadangan nikel kedua terbesar adalah australia, yg kebetulan masih satu kawasan. Ada peluang memanfaatkan ketegangan antara china dan australia saat ini, sehingga Indonesia bisa memonopoli nikel dan lithium dari Australia untuk diolah di Indonesia. Indonesia hrs bisa menggabungkan potensi cadangan nikel di Indonesia dan Australia untuk diolah di Indonesia, jadi sizenya benar2 super masif dan menutup persaingan dari negara2 sekitar. Jangan sampai nih kesempatan di rebut lagi oleh Thailand, Malaysia atau Vietnam, cuma gigit jari lagi ntar kita.
 

·
Registered
Joined
·
9,792 Posts
Er... beberapa gak sukses bukan berarti semua gagal kan? Kalau gagal tuh Revolut dah tutup, Monzo dah hilang, Tinkoff dah entah ke mana
Bukan gitu bro. Semua tergantung karakter konsumer tiap negara. Kalau ada yg tutup ya artinya kan ada kemungkinan gak di terima masyarakat? Saya sendiri pernah jadi pengguna internet banking dan merasa gak nyaman karena semua di jawab sama mesin. Padahal ada banyak masalah yg gak keluar di standard Q&A mereka. Urusannya jg lebih cepat kalau ketemu org langsung karena kita tau kita berurusan dg siapa. Kalau digital begitu, kita gak tau dgn siapa kita berurusan?
 

·
Registered
Joined
·
9,792 Posts
Pemilik cadangan nikel kedua terbesar adalah australia, yg kebetulan masih satu kawasan. Ada peluang memanfaatkan ketegangan antara china dan australia saat ini, sehingga Indonesia bisa memonopoli nikel dan lithium dari Australia untuk diolah di Indonesia. Indonesia hrs bisa menggabungkan potensi cadangan nikel di Indonesia dan Australia untuk diolah di Indonesia, jadi sizenya benar2 super masif dan menutup persaingan dari negara2 sekitar. Jangan sampai nih kesempatan di rebut lagi oleh Thailand, Malaysia atau Vietnam, cuma gigit jari lagi ntar kita.

Setuju. Beli saham mereka atau buat spt spt brent utk minyak.

Anyway....

Lakukan proteksi utk industri yg RI punya. Mirip2 spt proteksi produk2 diary di negara2 Anglo Saxon yg pernah kita bahas dulu. Pemerintah bantu dgn Pajak dan law interest buat petani tapi dgn syarat mereka para petani wajib membuat laporan keuangan tiap tahun sehingga pemerintah bisa melihat dan mengukurnya.
Petani Blak-blakan Alasan Ogah Tanam Kedelai
Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 20:15 WIB
13 komentar
SHARE URL telah disalin
Harga kacang kedelai mengalami kenaikan dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 per kilogram. Kenaikan dirasakan para perajin tempe sejak satu bulan terakhir.
Foto: Pradita Utama

Jakarta-
Petani tergabung Serikat Petani Indonesia (SPI) buka suara soal alasan petani yang enggan menanam kedelai. Hal tersebut menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan jika kedelai bisa tumbuh di Indonesia tapi enggan ditanam petani.
Ketua Umum SPI Henry Saragih menjelaskan, harga patokan kedelai lokal sekitar Rp 8.000 per kg. Sementara, harga kedelai impor lebih murah karena harga patokannya sekitar Rp 6.000 per kg. Padahal harga patokan sekitar Rp 8.000 per kg itu dirasa kurang oleh petani.
"Iya jadi sebenarnya begini, itu harga patokan pemerintah sebenarnya lebih murah kacang kedelai impor daripada kacang kedelai lokal. Patokan kedelai impor Rp 6.000, kacang kedelai lokal Rp 8.000. Tapi bagi petani kita, kita punya beberapa hambatan selain harga tadi menurut petani harganya harus dinaikkan tinggi lagi tidak bisa Rp 8.000," jelasnya kepada detikcom, Senin (11/1/2021).


Dia mengatakan, untuk menggenjot produksi kedelai, petani juga terkendala lahan yang terbatas. Alhasil, petani lebih memilih komoditas lain.
"Hambatan yang kedua adalah petani kita memang kurang lahannya untuk menanam kacang kedelai lebih memilih menanam padi ataupun jagung, daripada kacang kedelai karena harganya lebih layak," ujarnya.
Bukan hanya itu, petani juga terhambat soal benih-benih berkualiatas. Sehingga, produksi kedelai menjadi minim.
"Pemerintah sampai hari ini belum mengembangkan benih-benih unggul, benih-benih lokal kita yang banyak itu belum banyak dikembangkan. Jadi akibatnya produksi nasional kita dari yg dulunya bisa memenuhi 70-80% sekarang terbalik cuma 20% kita jadi impor," paparnya.
 

·
Fiat Voluntas Tua
Joined
·
7,563 Posts
Bukan gitu bro. Semua tergantung karakter konsumer tiap negara. Kalau ada yg tutup ya artinya kan ada kemungkinan gak di terima masyarakat? Saya sendiri pernah jadi pengguna internet banking dan merasa gak nyaman karena semua di jawab sama mesin. Padahal ada banyak masalah yg gak keluar di standard Q&A mereka. Urusannya jg lebih cepat kalau ketemu org langsung karena kita tau kita berurusan dg siapa. Kalau digital begitu, kita gak tau dgn siapa kita berurusan?
Ini namanya self-filtering customer. Yang tidak cocok ya silakan ke bank conventional. Gak ada yang namanya business bisa disenangi semua kalangan.
Kalau tidak nyaman dijawab mesin/pakai Q&A, silakan tingkatkan dana Anda di bank tersebut/bank lain, pasti di-assign ke RM kalau dananya banyak agar bisa diprospek :D
 
17061 - 17080 of 17358 Posts
Top