Skyscraper City Forum banner
1 - 20 of 73 Posts

·
frequent visitor
Joined
·
1,536 Posts
Discussion Starter · #1 · (Edited)
wanna know more about Indonesia land borders?? get it all here...

Official border immigration points (means that you can get in or get out legally by passport)
1. West Kalimantan: Entikong, Aruk (2009)
2. East Kalimantan: Sebatik Island --> the border point is actually at Nunukan
3. East Nusa Tenggara: Atambua
4. Papua: Skouw-Jayapura
 

·
frequent visitor
Joined
·
1,536 Posts
Discussion Starter · #4 ·
Daerah tak bertuan in English is No Man's Land!

Thanks for the Post. Its very educational!
thanks for explaining :lol:

more Indonesia-PNG border....

Indonesia side


dunno exactly what the purpose of this lighthouse being built here...the border is actually on the hill but close enough to the beach... or maybe for spionage??? :nuts:


a helipad!!! quite surprising


wanna go shopping??


DO NOT LITTERING AND SPITTING

 

·
frequent visitor
Joined
·
1,536 Posts
Discussion Starter · #6 ·
koq sepi terlihat..tak banyak ada transaksi pasar or org2x lalu lalang ke sana kemari tak ada ya..??
ada cukup banyak malahan, cuman memang lebih banyak orang dari Wutung, PNG yang ada disekitaran border, soalnya di bagian border Wutung ada pasar tumpah, sedangkan di Skouw ada marketing point yang lebih rapih and terorganisir tapi letaknya +/- 100 meter dari border jadi ga keliatan di gambar. Kalo soal maju, majuan sisi Jayapuranya lah, beda sama di Entikong, bagusan sisi Tebedunya :)

sisi PNG....














 

·
Registered
Joined
·
171 Posts
waw..keren bang..
BTW, di PNG make bahasa apa tu?Portugal ya?kayak di Timor Leste??

oiya, untuk tanah tak bertuan lebih enak ato biasanya di perbatasan Malaysia-Thailand (Bukit Kayu Hitam) disebut FREELAND
 

·
frequent visitor
Joined
·
1,536 Posts
Discussion Starter · #8 ·
waw..keren bang..
BTW, di PNG make bahasa apa tu?Portugal ya?kayak di Timor Leste??

oiya, untuk tanah tak bertuan lebih enak ato biasanya di perbatasan Malaysia-Thailand (Bukit Kayu Hitam) disebut FREELAND
official language mereka english, cuman kalo di border itu mereka pake bahasa wutung. kayanya bahasa ini sama dengan bahasa sehari2 yang dipake orang2 papua indonesia yang ada di sekitaran perbatasan itu. karena pada dasarya mereka 1 rumpun.

berikut gambar dari perbatasan Aruk (Sambas, Kalbar) - Biawak (Sarawak) yang akan dibuka tahun 2009.













DRIVE THRU IMMIGRATION CHECK POINT


 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
Selasa, 1 Juli 2008
Indonesia Negeriku, Ringgit Mata Uangku
Perjalanan dari Perbatasan dan Utara Kaltim (1)



Anwar (46) Indonesia tulen, keturunan Bugis. Sudah dua dekade lebih ia tinggal di Sebatik, Nunukan. Ia hapal mati lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila. Tapi untuk menikmati secangkir kopi susu di warung dekat rumahnya, ia harus membayarnya dengan ringgit.

MATAHARI mulai condong ke barat ketika Kaltim Post tiba di Desa Aji Kuning, Sebatik Induk, Nunukan, pekan lalu. Desa ini berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia. Dari sekitar 500 KK di sini, mayoritas beretnis Bugis.

Tapi jangan bayangkan ada tembok atau pagar kawat berduri sebagai tanda perbatasan dua negara. Batas dua negara hanya ditandai patok dari pancang beton berbentuk balok yang ditanam di jalanan, persis di halaman rumah warga. Yang tampak hanya sisi bagian atas, tanpa tulisan sama sekali.

Ada pos penjagaan TNI yang bentuknya tak lebih bagus dari Poskamling. Saat Kaltim Post di sana, penjaga sedang tak ada. “Tadi pagi ada. Mungkin pulang makan siang,” kata H Ambo Ala, warga sekitar yang rumahnya persis di samping pos jaga.

Karena itu jangan heran, patok batas itu hanya jadi formalitas. Faktanya, ratusan warga Indonesia tinggal di Sebatik bagian Malaysia. Rumah H Ambo Ala bahkan “luar biasa” karena berada di dua negara. Teras hingga ruang tamu masuk wilayah Indonesia, separo ruang tamu hingga dapur masuk wilayah Malaysia.

Seperti warga Sebatik umumnya, H Ambo Ala mau tidak mau memang bergantung pada Negeri Jiran ini. Di Pulau Sebatik yang jaraknya hanya 15 menit dari Tawau, Malaysia jika menggunakan speedboat, kebutuhan pokok umumnya memang dipasok dari negara Siti Nurhaliza ini.

Mulai beras, gula, susu, minyak goreng, obat nyamuk, buah-buahan, elpiji, sampai bensin. Siaran TV dan radio dari Malaysia pun mendominasi. Maxis, jaringan selular dari Malaysia tanpa diminta ujug-ujug muncul di layar HP menggantikan jaringan selular dalam negeri.

Anwar, tetangga H Ambo yang rumahnya berada di wilayah Malaysia, bertutur pada media ini, sudah 20 tahun lebih ia tinggal di daerah ini. Selama itu pula setiap pagi ia minum kopi, atau teh produk Malaysia di kedai kopi sekitar rumahnya. “Bayarnya pun pakai ringgit,” kata dia.

Mengendarai motor, ia lalu mengajak media ini berkeliling kampung sekitar. Di pinggir jalan terlihat pengecer bensin yang menaruh plang harga RM 3 (1 Ringgit Malaysia setara Rp 2.800) di kios kecilnya untuk satu liter bensin. Harga dalam RM juga terlihat di beberapa warung kecil.

Pedagang, apalagi di Desa Aji Kuning, lebih suka bertransaksi dengan ringgit, sebab barang-barang tadi dibeli dengan ringgit di Tawau. Meski rupiah juga tak mereka tolak. Misalnya untuk harga sebungkus rokok, namun harus dihitung dalam ringgit terlebih dahulu. Dan jangan heran bila kembaliannya dalam ringgit.

Dari Anwar juga media ini mendapat cerita, sekitar 20 tahun lalu kondisi ini malah lebih parah, karena warga justru harus ke Tawau dulu untuk menukar ringgit ke dalam rupiah. Sebab tak ada satu pun bank yang beroperasi.

Belakangan ada seorang warga bernama Herman Baco yang nekat membawa uang puluhan juta rupiah dari Tarakan dengan niat hanya satu, agar masyarakat perbatasan mengenal rupiah daripada ringgit.

Tidak hanya itu, agar barang-barang Malaysia tidak mendominasi di Sebatik, kebutuhan kelontong ia datangkan dari Surabaya. Dulunya Herman hanyalah kuli angkut pisang, lalu menjadi TKI di Malaysia. Kini ia menjadi pemilik minimarket Kebalen Jaya, satu-satunya tempat belanja “wah” di Sebatik. Herman menjadi salah satu orang terkaya di pulau ini. Selama di Sebatik, Kaltim Post menginap di Hotel Queen, hotel miliknya, dan di bayar dengan rupiah.

Sayangnya baru ada satu Herman Baco di perbatasan Sebatik, yang berinisiatif mengembangkan ekonomi di wilayah terluar Indonesia tersebut.

Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri. Tapi bisakah peribahasa ini berlaku bagi warga di Sebatik? (ismet rifani/bersambung)
 

·
frequent visitor
Joined
·
1,536 Posts
Discussion Starter · #11 ·
update dari PPLB Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat

Gedung pemeriksaan imigrasi wilayah Indonesia, saat gambar ini diambil bulan Februari 09, gedung imigrasi malaysianya baru sampe fondasi.
Tapi perlu dicatat kontraktor proyek ini dari negeri jiran, secara 40 dari 90 km jalan menuju ke perbatasan dari sambas masih offroad. kontraktor lokal takut rugi kali. kebalikannya jalan dari perbatasan malaysia (kampong biawak) ke Kuching sudah bisa menggunakan sedan.











akhirnya operator gsm yang mengklaim punya 65 juta user di indonesia mendirikan towernya 100 meter dari perbatasan.:banana:
sebelum ada tower ini penduduk setempat selalu pake nomor maxis, digi atau my-celcom
 

·
frequent visitor
Joined
·
1,536 Posts
Discussion Starter · #16 ·
latest update from Aruk - Biawak border point:

dua foto di bawah ini diambil dari No man's land. Sebrang pagar udah teritorinya Malaysia.




menuju gerbang Indonesia


ini gedung sudah jadi sejak Maret 2009 dan sampe sekarang belum difungsikan juga karena jalan dari Aruk menuju Sambas (90KM), 50%nya masih off road


dan inilah Aruk development master plan yang IMO sangat ambisius. Ada mall plus resort berbintang lengkap dengan lapangan golf 18 holes!!!
 

·
Registered
Joined
·
62 Posts
Indonesia-Malaysia Belum Siap
Pembukaan Dua PLB Kalbar Ditunda
Laporan wartawan KOMPAS Agustinus Handoko
Sabtu, 2 Oktober 2010 | 18:20 WIB
KOMPAS/C WAHYU HARYO PS

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pembukaan Pos Pemeriksaan Lintas Batas Aruk, Kabupaten Sambas dan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ditunda setahun lagi. Penundaan dilakukan karena Indonesia dan Malaysia sama-sama belum menyelesaikan pembangunan infrastruktur.

Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Kerja Sama Kalimantan Barat Robert Nusanto, Sabtu (2/10/2010) mengatakan, penundaan pembukaan dua pos pemeriksaan lintas batas itu disepakati dalam pertemuan bidang sosial ekonomi Indonesia dan Malaysia di Kuching, Negara Bagian Serawak, Malaysia, 22 Agustus lalu.

Rencana semula, PPLB Aruk yang berbatasan dengan Biawak, Malaysia akan dibuka pada Oktober 2010, sedangkan Badau yang berbatasan dengan Lubuk Antu pada tahun 2011. Dengan kesepakatan baru di Kuching, Aruk akan dibuka pada 2011 sedangkan Badau dibuka pada 2012.

Robert Nusanto mengatakan, penundaan itu didasarkan pada pertimbangan belum selesainya pembangunan infrastruktur pos pemeriksaan di kedua negara. Selain Aruk dan Badau, ada dua pos pemeriksaan lagi di Kalbar yang diusulkan agar bisa dibuka, yakni Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang dan Jasa, Kabupaten Sintang. Selama ini, Kalbar dan Serawak terhubung melalui PPLB Entikong, Kabupaten Sanggau.
 

·
frequent visitor
Joined
·
1,536 Posts
Discussion Starter · #18 ·
akhirnya pada tanggal 1 Januari 2011, border Aruk-Biawak dibuka walau baru soft opening. Artinya baru bisa cap paspor aja, belum ada fasilitas VOA, bea cukai, dan perlintasan mobil antar negara belum dibolehkan seperti di Entikong.

dan saya punya kesempatan untuk nyebrang kesana tanggal 19 januari kemarin :banana:

Aruk/Indonesian side






Biawak/Malaysian side










Jalan menuju perbatasan di sisi Malaysia, terlihat aktivitas alat berat dan kendaraan proyek yang cukup sibuk

ini masih di malaysia




sementara pembangunan jalan di sisi Indonesia (Aruk-Sambas) aktivitasnya sepi lagi dan kondisi jalan 80% masih offroad :eek:hno::eek:hno:
 

·
Tionghoa Indonesia
Joined
·
1,426 Posts
^^
Bagai bumi dan langit...:D
gak usah dijelasin lah yang mana bumi dan mana yang langit... dari aparatur capability-nya aja udah keliatan kok...:D
 

·
East Java Lovers
Joined
·
26 Posts
^^Nice Picture, Mas netaholics13
Rasanya ingin sekali jalan-jalan ke wilayah perbatasan Indonesia dengan Negara Lain. Ingin melihat kondisi masyarakat di sekitar perbatasan, juga ingin melihat sistem penjagaan antar negara dan melihat pintu gerbang Tapal Batas. Kapan yah bisa jalan-jalan ke daerah perbatasan?:lol:
 
1 - 20 of 73 Posts
Top